cover
Contact Name
Syarief Fajaruddin
Contact Email
syarief.rieffa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ari.setiawan@ustjogja.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 23383372     EISSN : 26559269     DOI : -
Core Subject : Education,
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan publishes high-quality manuscripts of evaluation, assessment, and measurement in varied instructional settings, including economics, mathematics, physics, vocation, engineering, and linguistics with their own particular phenomena, and significant studies that address issues of current education concern. The journal seeks high-quality research on how evaluation, measurement, and assessment can improve educational outcomes; research on how different disciplines can inform theoretical, practical, and political perspectives at the local, provincial, regional and international levels, with an effect on elementary, secondary and tertiary education stages.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2024)" : 10 Documents clear
Evaluasi pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Bandung dalam manajemen kegiatan Santika, Aprilia; Sari, Maya Purnama
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.13857

Abstract

Evaluasi adalah sebuah usaha yang dilakukan atau dikelola secara sistematis dalam kegiatan pembelajaran. Bentuk evaluasi yang dapat dilakukan diantaranya diagnostik, tes sumatif, dan tes formatif yang mana telah diterapkan oleh SMKN 4 Bandung. Diagnostik yang dilakukan di awal tahun ajaran baru dengan tujuan merencanakan proses pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran yang sudah dilakukan sebelumnya. Tes sumatif dilakukan sebagai penentu ketercapaian peserta didik di akhir pembelajaran, dan tes formatif dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung yang bertujuan dalam mengetahui pemahaman siswa dalam menguasai materi yang telah dipelajari. Metode kualitatif adalah metode yang dipilih dalam penelitian ini dimana terdapat akibat dari gejala sentral yang terlihat dengan adanya pendekatan atau penelusuran dalam mengeksplorasi dan memahami yang mana telah dilakukan observasi langsung ke lapangan, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan dengan pihak sekolah yaitu wakasek kurikulum, guru mata pelajaran, dan siswa. Tujuannya untuk memperbaiki proses pembelajaran sebelumnya yang telah dilaksanakan dan diperbaiki di tahun ajaran baru, tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen kegiatan evaluasi pembelajaran di SMKN 4 Bandung.   Learning evaluation at State Vocational High School 4 Bandung in activity management   Abstract: Evaluation is an effort that is carried out or managed systematically in learning activities. Forms of evaluation that can be carried out include diagnostics, summative tests, and formative tests which have been implemented by SMKN 4 Bandung. Diagnostics carried out at the beginning of a new school year with the aim of planning the learning process and evaluating learning that has been done before. Summative tests are carried out as a determinant of student achievement at the end of learning, and formative tests are carried out during learning that aims to determine student understanding in understanding the material that has been studied. The qualitative method is the method chosen in this study where there is a result of a central symptom which is seen by the existence of an approach or search in exploring and understanding which has been carried out direct field observations interviews and documentation conducted with the school, namely the deputy head of curriculum, subject teachers, and students. The aim is to improve the previous learning process that has been implemented and improved in the new academic year. Another objective of this research is to find out the management of learning evaluation activities at SMKN 4 Bandung.
Tantangan evaluasi mutu lulusan berdasarkan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan 2020 Yulianti, Ferina; Rifqi, Ahsanur; Nurdiyanto, Nurdiyanto; Rochman, Chaerul; Nuryantini, Ade Yeti
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.15244

Abstract

Mutu lulusan sebuah komponen utama yang menjadi target dari suatu lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tantangan evaluasi mutu lulusan berdasarkan IASP 2020. Pendekatan yang dilakukan adalah kualitatif dengan jenis deskriptif analitis, adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen dan kajian kepustakaan (library research). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tantangan evaluasi mutu lulusan berdasarkan IASP 2020 datang dari kesiapan sekolah serta perlunya asesor yang berkompeten. Sekolah harus benar-benar memahami mekanisme akreditasi berdasarkan IASP 2020. Selain itu, kesiapan sekolah untuk evaluasi mutu lulusan berasal kesiapan guru sebagai evaluator dalam menyiapkan dokumen yang sesuai serta penyelenggaraan pembelajaraan yang sesuai dengan IASP 2020. Sementara itu, tantangan bagi asesor adalah bahwa mereka diwajibkan memiliki integritas, kompetensi, dan pengetahuan dalam n dalam penilaian, sikap dan kepribadian yang terpuji, pemahaman dan penguasaan yang baik terhadap perangkat akreditasi sekolah/madrasah, yaitu IASP 2020, keterampilan menggunakan software Aplikasi Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi, kemampuan menggali informasi secara baik, kemampuan berkomunikasi yang baik dan kemampuan membuat rekomendasi yang solutif dan dapat  dilaksanakan   Challenges for evaluation of graduate quality based on the 2020 Education Unit Accreditation Instrument   Abstract: The quality of graduates is a major component that is the target of an educational institution in realizing educational goals. The purpose of this study was to analyze the challenges of evaluating the quality of graduates based on the 2020 IASP. The approach taken was qualitative with an analytical descriptive type, while the data collection technique was carried out using document studies and library research (library research). The results of this study show that the challenge of evaluating the quality of graduates based on the 2020 IASP comes from school readiness and the need for competent assessors. Schools must really understand the accreditation mechanism based on IASP 2020. In addition, the readiness of schools to evaluate the quality of graduates comes from the readiness of teachers as evaluators in preparing appropriate documents and implementing learning in accordance with IASP 2020. Meanwhile, the challenge for assessors is that they are required to have integrity, competence, and knowledge in assessment, commendable attitude and personality, good understanding and mastery of school/madrasah accreditation tools, namely IASP 2020, skills in using scoring application software and ranking of accreditation results, the ability to gather information properly, good communication skills and the ability to make recommendations that are solution and can be implemented.
Pemahaman etika keilmuan dalam konteks bimbingan dan konseling: Perspektif filsafat ilmu Suharto, Rachel Devita; Indreswari, Henny; Hotifah, Yuliati
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.16465

Abstract

Dari sudut pandang filsafat, etika merupakan suatu penilaian terhadap baik buruknya diri manusia. Filsafat ilmu hadir memiliki tujuan sebagai pedoman bagi manusia agar dapat melangsungkan hidupnya dengan bijaksana. Setiap ilmu pengetahuan memiliki aksiologi yang tujuan pemanfaatannya untuk kesejahteraan hidup manusia. Dalam etika nilai kebaikan dari perilaku manusia menjadi persoalan yaitu perilaku yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, maupun Tuhan. Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang sarat nilai, oleh karena itu merupakan ilmu multidisiplin. Tujuan penulisan artikel ini adalah menambah wawasan pengetahuan terkait penerapan etika keilmuan dalam bimbingan dan konseling yang dikaji melalui pendekatan dari perspektif filsafat ilmu.  Metode yang digunakan dalam penulisan artikel adalah studi kepustakaan dengan mencari literatur dari media buku, jurnal penelitian, dan artikel penelitian yang sesuai dengan fokus kajian. Pembahasan yang dikaji mengenai filsafat ilmu, etika keilmuan dalam bimbingan dan konseling, serta etika keilmuan dalam bimbingan dan konseling ditinjau dari filsafat ilmu.   Understanding scientific ethics in the context of guidance and counseling: A philosophy of science perspective   Abstract: From a philosophical point of view, ethics is an assessment of the good and bad of humans. The philosophy of science exists to serve as a guide for humans so they can live their lives wisely. Every science has an axiology whose aim is to use it for the welfare of human life. In ethics, the value of goodness in human behavior becomes an issue, namely responsible behavior towards oneself, society, the environment and God. Guidance and counseling is a value-laden science, therefore it is a multidisciplinary science. The purpose of writing this article is to increase knowledge regarding the application of scientific ethics in guidance and counseling which is studied through an approach from the perspective of the philosophy of science. The method used in writing articles is literature study by searching for literature from books, research journals and research articles that match the focus of the study. The discussion examined concerns the philosophy of science, scientific ethics in guidance and counseling, and scientific ethics in guidance and counseling in terms of the philosophy of science.
Peran kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan performa sekolah melalui pendekatan Malcolm Baldrige Almuarif, Almuarif; Sesmiarni, Zulfani
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.16594

Abstract

Tujuan penelitian ini menjelaskan tentang Peran Kepemimpinan Transformasional dalam Meningkatkan Performa Sekolah Melalui Pendekatan Malcolm Baldrige di Pondok Pesantren Ashabul Yamin Lasi. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus adalah alat yang kuat untuk menjelajahi situasi atau peristiwa tertentu dengan cermat, mendalam, dan rinci. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas dan dinamika suatu fenomena atau masalah dalam konteks nyata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Pendekatan Malcolm Baldrige dan penerapan kepemimpinan transformasional di Pondok Pesantren Ashabul Yamin Lasi telah membawa dampak positif yang signifikan. Pendekatan Baldrige meningkatkan pengelolaan, efisiensi operasional, dan pencapaian akademis siswa melalui KPI yang terukur. Sementara kepemimpinan transformasional menciptakan budaya pembelajaran, inovasi, dan peningkatan kinerja guru. Meskipun tantangan seperti kompleksitas lembaga pesantren, resistensi terhadap perubahan, dan penyesuaian dengan dimensi keagamaan, Pondok Pesantren Ashabul Yamin Lasi berhasil mengatasi hambatan tersebut. Evaluasi berkelanjutan, komunikasi efektif, dan partisipasi komunitas pesantren menjadi kunci keberhasilan. Pondok Pesantren Ashabul Yamin Lasi menetapkan standar tinggi dalam menciptakan pendidikan yang bermakna dan holistik di lingkungan pesantren.   The role of transformational leadership in improving school performance through the Malcolm Baldrige approach   Abstract: The purpose of this study is to explain the Role of Transformational Leadership in Improving School Performance Through the Malcolm Baldrige Approach at Ashabul Yamin Lasi Islamic Boarding School. The method used in this study uses a qualitative method with a case study approach. The case study approach is a powerful tool for carefully, deeply, and in detail exploring a particular situation or event. This approach allows researchers to better understand the complexity and dynamics of a phenomenon or problem in a real context. The results of this study indicate that implementing the Malcolm Baldrige approach and applying transformational leadership at Pondok Pesantren Ashabul Yamin Lasi have had significant positive impacts. The Baldrige approach improves management, operational efficiency, and student academic achievement through measurable KPIs. In contrast, transformational leadership creates a culture of learning, innovation, and improved teacher performance. Despite challenges such as the complexity of pesantren institutions, resistance to change, and adjustment to the religious dimension, Pondok Pesantren Ashabul Yamin Lasi managed to overcome these obstacles. Continuous evaluation, effective communication, and the participation of the pesantren community are the keys to success. Pondok Pesantren Ashabul Yamin Lasi sets high standards in creating meaningful and holistic education in the pesantren environment.
Memanfaatkan limbah tanaman jagung sebagai sumber inovasi pendidikan di Indonesia Listiani, Putri Felita; Kurniawati, Wahyu
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.16961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari mengani potensi limbah tanaman jagung dijadikan produk inovatif dalam dunia pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif yaitu dengan menjabarkan berbagai potensi yang bisa dimanfaatkan dari limbah tanaman jagung menjadi produk edukatif pembelajaran. Metode penelitian kualitatif ini dipilih karena keterbatasan peneliti baik dari segi waktu, sumber daya, dan pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi limbah hasil pertanian klobot jagung sangat potensial. Limbah sisa pascapanen tanaman jagung dapat dimanfaatkan diolah menjadi berbagai media pembelajaran dan produk kreatif siswa. Media pembelajaran yang bisa dibuat dari limbah klobot jagung diantaranya kartu, media permainan puzzle, mozaik, boneka, kartun dan wayang. Sedangkan produk kreatif yang bisa diajarkan kepada siswa adalah produk-produk kriya seperti pigura, bunga, bross, dan hiasan dinding lainnya yang mampu meningkatkan kreativitas dan entrepreneurship siswa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembuatan media pembelajaran maupun produk karya siswa berbahan dasar limbah tanaman jagung sangat dianjurkan untuk membentuk kesadaran warga sekolah dalam mengelola potensi limbah pertanian di lingkungan sekitar.   Utilizing corn plant waste as a source of education innovation in Indonesia   Abstract: This research aims to study how to handle the potential of corn plant waste to be used as an innovative product in the world of education. This research was carried out using a descriptive qualitative method, namely by describing the various potentials that can be utilized from corn plant waste into educational learning products. This qualitative research method was chosen because of the researchers' limitations in terms of time, resources, and funding. The results of the research show that the potential for agricultural waste from cornhusks is very high. Post-harvest waste from corn plants can be used and processed into various learning media and creative products for students. Learning media that can be made from corn husk waste include cards, puzzle game media, mosaics, dolls, cartoons, and wayang. Meanwhile, creative products that can be taught to students are craft products such as figures, flowers, brooches, and other wall decorations that can increase student creativity and entrepreneurship. From the research results, it can be concluded that making learning media and student work products made from corn plant waste is highly recommended to create awareness among school residents in managing potential agricultural waste in the surrounding environment.
Memotret keterlaksanaan dan hambatan evaluasi program Bimbingan Konseling di sekolah: Sebuah kajian pustaka Lismaini, Lismaini; Hidayah, Nur; Khotifah, Yuliati
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.17160

Abstract

Program bimbingan dan konseling di sekolah merupakan rancangan layanan yang dibuat oleh konselor sekolah atau guru BK untuk memberikan bantuan kepada peserta didik dalam upaya untuk mengoptimalkan potensi yang mereka miliki. Evaluasi dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan program yang diterapkan dan mengetahui kelemahan-kelemahan program tersebut sehingga dapat dijadikan acuan untuk merancang program berikutnya. Artikel ini ditulis dalam rangka untuk mengetahui sejauh mana keterlaksanaan evaluasi program BK di sekolah dan tantangan-tantangan apa yang ditemukan dalam mengimplementasikan program tersebut, dan bagaimana cara mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka. Hasil penelitian dari beberapa rujukan menunjukkan bahwa keterlaksanaan evaluasi program bimbingan dan konseling di beberapa sekolah masih rendah. Hal ini disebabkan karena beberapa hambatan yang dihadapi para konselor sekolah dalam pelaksanaan evaluasi tersebut, diantaranya adalah kurangnya keterampilan guru BK dalam pelaksanaan evaluasi, beban tugas yang terlalu banyak, kurang mampu menetapkan kriteria, data yang kurang lengkap, kurangnya dukungan dari sekolah sampai pada kekhawatiran para konselor sekolah pihak lain mengetahui kelemahannya.   Capturing the implementation and barriers of school counseling program evaluation: A literature review   Abstract: The guidance and counseling program in schools is a service design made by school counselors or counseling teachers to provide assistance to students in an effort to optimize their potential. Evaluation is needed to determine the level of success of the implemented program and to determine the weaknesses of the program so that it can be used as a reference for designing the next program. This article is written in order to find out the extent of the implementation of the counseling program evaluation in schools and what challenges are found in implementing the program, and how to overcome these challenges. The research method used is literature review. Research results from several references show that the implementation of guidance and counseling program evaluation in some schools is still low. This is due to several obstacles faced by school counselors in the implementation of the evaluation, including the lack of skills of counseling teachers in the implementation of evaluation, too much workload, lack of ability to set criteria, incomplete data, lack of support from the school and the concern of school counselors that other parties will find out their weaknesses.
Development of a mathematics ability test instrument for middle school students Pandra, Viktor; Aswarliansyah, Aswarliansyah; Nugroho, Khathibul Umam Zaid
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.17248

Abstract

The mathematics ability test instrument created by the teacher is without good and reliable instrument development mechanisms and procedures. This research aims to produce a valid and reliable test instrument to measure junior high school students' mathematical abilities. To make it, development research is carried out. The test instrument development model modifies the Wilson Model and the Oriondo and Antonio Model. There are three stages: initial development of the test instrument, testing of the test instrument, and wide-scale testing. The test sample was limited to 200 students from 4 (four) State Middle Schools in Lubuklinggau City. Meanwhile, the test is limited to 300 students from 6 (six) State Middle Schools in Lubuklinggau City. The trial result data was analyzed quantitatively. Item analysis uses a dichotomous scale. Data were analyzed using the R Program or Bilog MG Program and IBM SPSS Statistics 24. The data analysis technique consists of several aspects. These are test item suitability (goodness of fit), reliability, item characteristic curve, level of difficulty, and information function and SEM. The result is a test instrument for odd-semester middle school students' mathematical abilities. It can be concluded that the validity of the contents of the instrument items is based on the Aiken index which was assessed by 4 experts as valid. The construct validity of the instrument using Exploratory Factor Analysis is valid. The reliability coefficient of the odd semester middle school students' mathematical ability test instrument is 0.883, which means that the test instrument is reliable. The conclusion is that the test instrument produced is valid and reliable for measuring junior high school students' mathematical abilities.
Landasan berfikir matematis untuk mendapatkan ide tentang eksistensi dari bi-clean and clean hopf modules Agustito, Denik; Purnama, Aditya Yoga; Setyawan, Dhimas Nur
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.17282

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah mengetahui ide yang muncul dan landasan berfikir matematis yang digunakan saat Puspita dan Wijayanti mendapatkan eksistensi dari modul hopf bi-clean dan modul hopf clean dan metode dari penelitian ini adalah kajian literatur. Kemudian ide tentang komodul clean didefinisikan melalui sifat cleaness dari ring endormofismanya dan landasan berfikir matematisnya adalah analogi yaitu menganalogikan seperti ketika memunculkan ide mengenai modul clean. Dengan memanfaatkan gagasan koaljabar sebagai kasus khusus dari komodul, maka ide tentang koaljabar clean adalah sama sebagai komodul clean. Kemudian ide tentang modul hopf bi-clean didefinisikan melalui sifat cleaness dari struktur dasarnya yaitu sebagai modul clean dan juga sebagai komodul clean, serta landasan berfikir matematisnya adalah generalisasi yaitu dengan cara menggabungkan sifat cleaness dari struktur dasarnya sebagai modul clean dan sebagai komodul clean. Untuk ide dan landasan berfikir matematis dari modul hopf clean mengikuti seperti terbentuknya ide dan landasan berfikir matematis dari modul hopf bi-clean.   Mathematical reasoning about the existence of bi-clean and clean hopf modules   Abstract: The purpose of this paper is to know the ideas that arise and the mathematical reasoning used when Puspita and Wijayanti get the existence of bi-clean hopf modules and clean hopf modules and the method of this research is a literature review.  Then the idea of clean module is defined through the cleanness property of its endomorphism ring and the mathematical reasoning is analogous to the idea of clean module. By utilizing the idea of coalgebra as a special case of commodules, the idea of clean coalgebra is the same as clean commodules. Then the idea of bi-clean Hopf module is defined through the cleaness properties of its basic structure as a clean module and also as a clean commodity, and the basis of mathematical thinking is generalization by combining the cleaness properties of its basic structure as a clean module and as a clean commodity. The idea and mathematical reasoning of the hopf clean module follow the idea and mathematical reasoning of the hopf bi-clean module.
G-Mila: Inovasi media pembelajaran berbasis android untuk adaptasi teknologi di SMP Kalijogo Wates Kamilah, Assa'adatul; Santia, Ika; Hima, Lina Rihatul; Nurfahrudianto, Aan; Handayani, Aprilia Dwi
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.17342

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi Android untuk sarana belajar dan adaptasi teknologi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pada tahap analisis dilakukan analisis kebutuhan; tahap desain melibatkan perancangan aplikasi G-Mila; tahap pengembangan mencakup pembuatan aplikasi G-Mila; tahap implementasi dilakukan uji coba aplikasi; dan tahap evaluasi mengukur validitas aplikasi G-Mila. Penelitian dilakukan di SMP Kalijogo Wates Kabupaten Kediri. Hasil validasi oleh ahli media menunjukkan rata-rata 89% (sangat valid), validasi oleh ahli materi 97,5% (sangat valid), dan validasi oleh praktisi 87% (sangat valid). Aplikasi G-Mila dinyatakan layak digunakan dalam pembelajaran matematika pada materi operasi hitung bilangan bulat.   G-Mila: Android-based learning media innovation for technology adaptation at Kalijogo Wates Middle School   Abstract This study aims to develop an Android-based learning media for educational and technological adaptation purposes. The research uses the Research and Development method with the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The analysis stage involves needs analysis; the design stage includes the design of the G-Mila application; the development stage covers the creation of the G-Mila application; the implementation stage involves testing the application; and the evaluation stage measures the validity of the G-Mila application. The research was conducted at SMP Kalijogo Wates, Kediri Regency. Validation results by media experts showed an average of 89% (very valid), validation by material experts 97.5% (very valid), and validation by practitioners 87% (very valid). The G-Mila application is deemed suitable for use in mathematics learning on the topic of integer operations.
Program sekolah Adiwiyata: Membangun perilaku berwawasan lingkungan di SMP Negeri 1 Cisarua Pebriyanti, Kania; Kusnadi , Edi
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v12i1.17435

Abstract

Fokus penelitian ini adalah bagaimana program sekolah Adiwiyata dapat membantu peserta didik SMP Negeri 1 Cisarua menjadi lebih sadar dan berwawasan lingkungan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, yang merupakan metode kualitatif dalam penelitian ini. Penelitian ini melibatkan kepala sekolah, tim Adiwiyata, dan peserta didik SMP Negeri 1 Cisarua. Menurut hasil penelitian, SMP Negeri 1 Cisarua telah memanfaatkan program Sekolah Adiwiyata dengan baik. Sekolah menganut prinsip edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam segala kegiatan untuk mewujudkan lingkungan sekolah ramah lingkungan, baik dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler. Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa program sekolah Adiwiyata dilaksanakan secara efektif, dan siswa secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang berfokus pada lingkungan.   Adiwiyata school program: Building environmentally sound behavior at SMP Negeri 1 Cisarua   Abstract: The focus of this research is how the Adiwiyata school program can help Cisarua 1 Middle School students become more environmentally aware and insightful. Data was collected through observation and in-depth interviews, which are qualitative methods in this research. This research involved the school principal, the Adiwiyata team, and students from SMP Negeri 1 Cisarua. According to research results, Cisarua 1 Middle School has made good use of the Adiwiyata School program. The school adheres to educational, participatory, and sustainable principles in all activities to create an environmentally friendly school environment, both in the curriculum and extracurricular activities. In conclusion, this research confirms that the Adiwiyata school program is implemented effectively, and students are actively involved in various activities that focus on the environment.

Page 1 of 1 | Total Record : 10