cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
jurnalpgsd.up@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
jurnalpgsd.up@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP)
ISSN : 2655710X     EISSN : 26556022     DOI : https://doi.org/10.31004/jrpp.v5i1.4136
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) is a National peer-reviewes journal dedicated to the exchange of research and thinking in all aspects of education, especially basic education. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) publishes research results relating to the theory and practice of teaching and learning, curriculum development, learning materials, learning models, learning methods and learning media in education.Journal of Review of Education and Teaching (JRPP) is published four times a year in March June September and December. As our commitment to the advancement of science and technology, Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) follows an open access policy that allows published articles to be available for free online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4,942 Documents
CODE-SWITCHING PATTERNS IN INFORMAL CONVERSATIONS AMONG ENGLISH EDUCATION STUDENTS Aisyah Khairunni’mah; Natalia Arsyad; Sara A. Machmud; Muziatun Muziatun
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59583

Abstract

This study aims to identify the types of code-switching in informal student conversations and analyze the context of its occurrence, as well as to interpret the social function behind its use. The descriptive qualitative method was used in this study, focusing on the informal conversations of English Language Education Study Program students at State University of Gorontalo. The data collected was obtained through audio recordings which were then transcribed verbatim. Analysis was conducted using code-switching theory from Poplack (1980), which categorizes three types of switching: inter-sentential, intra-sentential, and tag switching. To interpret the social function, this study applies the theoretical framework from Holmes (2013) and Wardhaugh and Fuller (2021). The findings show that intra-sentential switching is the most frequently used type of code-switching. Code-switching often occurs in certain contexts: when discussing academic topics, when expressing feelings, when emphasizing an idea, and when maintaining group solidarity. This study also found that code-switching is used naturally as part of multilingual communication in students' daily interactions.
DOGS' UNDERSTANDING OF HUMAN WORDS: A PSYCHOLINGUISTIC APPROACH Aisya Risni Lamanci; Nagita Syahwania Djenaan; Susan Karim; Amelia Idris; Moh. Zukhrian Darsa; Muziatun Muziatun
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59584

Abstract

This study explores dogs’ understanding of human words from a psycholinguistic perspective. The study aims to examine how dogs respond to lexical cues, prosodic features, and human body language during communication. A qualitative approach was employed using Netnographic Audiovisual Analysis of selected YouTube videos featuring human–dog interactions. The collected data were analyzed to identify patterns of canine responses to verbal commands and communicative signals. The findings suggest that dogs may associate specific words with actions and respond not only to lexical information but also to intonation and contextual cues. Furthermore, dogs demonstrate behaviors that reflect associative learning and attention to human communication. These findings contribute to the understanding of cross-species communication and provide insights into psycholinguistic processes involved in canine language comprehension.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI INSTRUMEN PENCEGAHAN KEKERASAN VERBAL DALAM KELUARGA MUSLIM: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF DI KOMUNITAS URBAN Siti Rofiatul Mukaromah; Sriani Sriani; Sugeng Kurniawan; Muhammad Sabli; Novi Riani; Baili Baili
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.59585

Abstract

Kekerasan verbal dalam keluarga muslim masih menjadi isu tersembunyi yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis anggota keluarga dan stabilitas rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen preventif dalam mengurangi praktik kekerasan verbal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis dokumen modul pengajian keluarga terhadap 24 partisipan di tiga wilayah urban. Analisis tematik mengungkap tiga temuan utama: (1) PAI berperan sebagai kerangka normatif yang menginternalisasi nilai akhlakul karimah dan komunikasi berbasis rahmah; (2) implementasi PAI dalam keluarga lebih efektif ketika diintegrasikan dengan praktik tarbiyah rutin dan literasi emosional; (3) hambatan utama terletak pada kesenjangan antara pengetahuan agama dan praktik harian, serta pengaruh media digital yang menormalisasi agresi verbal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pencegahan berbasis nilai religius yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan dan konseling keluarga. Rekomendasi kebijakan menekankan perlunya integrasi modul PAI keluarga yang kontekstual dan pelatihan komunikasi empatik bagi orang tua.
INTERNALISASI ETIKA LINGKUNGAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hana Sutri; Sriani Sriani; Sugeng Kurniawan; Joni Juli Yandra; Wiwin Narti
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.59586

Abstract

Krisis ekologis yang semakin mengemuka di Indonesia menuntut revitalisasi pendidikan berbasis nilai, khususnya melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang secara teologis mengandung prinsip pelestarian alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi etika lingkungan dalam perspektif Islam melalui pembelajaran PAI di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipusat, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen pembelajaran dari tiga satuan pendidikan (SMP/MTs) di wilayah Bungo. Analisis tematik mengungkap empat temuan utama: (1) integrasi materi ekologis masih bersifat parsial dan bergantung pada inisiatif guru, (2) internalisasi nilai berjalan melalui tahapan kognitif-afektif-psikomotorik yang diperkuat oleh praktik kontekstual, (3) faktor pendukung meliputi kesadaran komunitas lokal dan program sekolah adiwiyaya, sementara penghambat utamanya adalah budaya ujian terstandarisasi dan minimnya modul ajar terintegrasi, serta (4) dampak internalisasi terlihat pada perubahan perilaku pro-lingkungan siswa meskipun belum terlembaga secara sistemik. Studi ini merekomendasikan penyusunan panduan integrasi kurikulum, penguatan kompetensi pedagogik-ekologis guru PAI, serta kolaborasi lintas mata pelajaran untuk memperkuat pendidikan lingkungan berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan model PAI yang responsif terhadap agenda keberlanjutan global dan kontekstualisasi Kurikulum Merdeka.
GURU PAI SEBAGAI AGEN MORAL: KONTRIBUSI DALAM MEMBANGUN AKHLAK MULIA SISWA FASE D Novita Puji Astuti; Siti Khamim; Muhammad Sabli; Baili Baili; Dali Mawanti; Zulpan Zulpan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai agen moral dalam membangun akhlak mulia siswa Fase D di Kabupaten Muara Bungo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin kompleksnya tantangan moral yang dihadapi siswa di era digital, sehingga diperlukan peran strategis guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data diperoleh dari informan yang terdiri atas guru PAI, siswa, dan pihak sekolah melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki kontribusi signifikan sebagai agen moral melalui beberapa peran utama, yaitu sebagai teladan (uswah hasanah), pembimbing, dan fasilitator dalam pembentukan akhlak siswa. Implementasi peran tersebut dilakukan melalui strategi keteladanan, pembiasaan kegiatan religius, pendekatan bimbingan yang persuasif, serta integrasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran kontekstual. Selain itu, ditemukan bahwa terdapat berbagai tantangan dalam pembentukan akhlak siswa, seperti pengaruh media digital, lingkungan sosial, dan kurangnya dukungan keluarga.Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan akhlak siswa tidak hanya bergantung pada peran guru, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERORIENTASI MODERASI BERAGAMA DALAM MEMBANGUN SIKAP TOLERAN Linda Lestari; M.Faidul Minan; M. Salik; Rahma Aulia; Mabruri Mabruri; Baili Baili
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5 Nomor 1 Juni Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v5i1.59588

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menekankan moderasi beragama berkontribusi dalam pengembangan sikap toleran siswa. Studi ini meneliti cara-cara di mana strategi pembelajaran yang berorientasi moderasi meningkatkan kesadaran siswa terhadap keberagaman agama dan mendorong interaksi yang saling menghormati dalam konteks multikultural. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan pendidik dan siswa, serta analisis dokumen dan kurikulum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berbasis moderasi mendorong pemahaman kritis terhadap prinsip-prinsip agama, memfasilitasi dialog konstruktif antarperbedaan, dan menumbuhkan perilaku yang ditandai oleh toleransi, empati, dan saling menghormati. Selain itu, penelitian ini menyoroti beberapa faktor yang mendukung keberhasilan penerapan pendidikan berorientasi moderasi, termasuk kompetensi guru, metode pembelajaran yang relevan dengan konteks, dan penggunaan contoh nyata interaksi antaragama. Temuan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan prinsip moderasi beragama dalam pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL MELAYU JAMBI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: STRATEGI, IMPLEMENTASI, DAN DAMPAK TERHADAP KARAKTER RELIGIUS SISWA Randi Randi; Baili Baili; Ulfa Adilla; Mabruri Mabruri; Joni Juliandra
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i1.59589

Abstract

Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi respons strategis terhadap krisis karakter, disorientasi nilai, dan marginalisasi identitas budaya di era globalisasi. Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk, strategi, implementasi, dan dampak integrasi kearifan lokal Melayu Jambi dalam pembelajaran PAI di sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel di tiga sekolah negeri dan swasta di Kota Jambi dan Kabupaten Muara Bungo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen pembelajaran. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Melayu Jambi yang teridentifikasi meliputi falsafah adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah, nilai sekapur sirih sebagai simbol penghormatan dan etika komunikasi, tradisi gurindam sebagai media dakwah kontekstual, serta praktik gotong royong dan toleransi beragama dalam kehidupan masyarakat. Strategi integrasi dilakukan melalui pemetaan kompetensi dasar berbasis konteks lokal, pembelajaran berbasis proyek keagamaan-budaya, penggunaan naskah dan artefak budaya sebagai sumber belajar, serta kolaborasi dengan tokoh adat dan pemuka agama. Dampak integrasi terlihat pada penguatan karakter religius siswa, peningkatan motivasi belajar, internalisasi nilai akhlakul karimah yang kontekstual, serta terbentuknya identitas keislaman yang inklusif dan berakar pada budaya lokal. Kendala utama meliputi keterbatasan kompetensi guru dalam menggali dan memetakan kearifan lokal secara pedagogis, minimnya modul ajar terstandar, dan tekanan kurikulum nasional yang padat. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum muatan lokal PAI berbasis Melayu Jambi, pelatihan guru integratif, dan kolaborasi lembaga pendidikan dengan komunitas adat untuk memastikan keberlanjutan praktik. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis pada model pedagogi kontekstual-keagamaan dan kontribusi praktis bagi perumusan kebijakan pendidikan agama yang responsif terhadap keragaman budaya Indonesia.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PAI BERBASIS ECO-PESANTREN DI MUARA BUNGO: INTEGRASI NILAI KEISLAMAN DAN LITERASI EKOLOGIS UNTUK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN Febriyadi Febriyadi; Muhammad Sabli; Novi Riani; Sugeng Kurniawan; Andryadi Andryadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i1.59590

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji validitas, kepraktisan, serta efektivitas model pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Eco-Pesantren yang dikontekstualisasikan untuk wilayah Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) mengadaptasi model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap utama. Subjek penelitian meliputi lima guru PAI, tiga puluh santri tingkat menengah, serta empat validator ahli (dua dosen PAI, satu ahli pendidikan lingkungan, satu ahli desain pembelajaran). Instrumen pengumpulan data terdiri atas lembar validasi ahli, angket kepraktisan, tes literasi ekologis, pedoman observasi implementasi, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data menggunakan pendekatan campuran: validitas isi diukur dengan koefisien Aiken’s V, reliabilitas instrumen dengan Cronbach’s α, peningkatan hasil belajar diuji menggunakan N-Gain dan paired t-test, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memenuhi kriteria valid (V = 0,88), praktis (skor kepraktisan guru 4,15/5,00 dan santri 4,22/5,00), serta efektif meningkatkan literasi ekologis santri (N-Gain = 0,71 kategori tinggi, p < 0,01) dan pemahaman kontekstual PAI. Model ini mengintegrasikan lima fase pembelajaran: (1) eksplorasi nilai tauhid-ekologis, (2) identifikasi masalah lingkungan lokal, (3) perancangan proyek pesantren hijau, (4) implementasi dan monitoring partisipatif, serta (5) refleksi spiritual-evaluasi komunitas. Temuan ini menjawab kesenjangan antara pendekatan PAI yang masih tekstual-doktriner dengan kebutuhan aktual pendidikan keberlanjutan di wilayah yang mengalami tekanan ekologis akibat ekspansi perkebunan dan degradasi Daerah Aliran Sungai (DAS). Model ini direkomendasikan untuk diadopsi dalam kurikulum pesantren dan sekolah keagamaan, serta dikembangkan lebih lanjut melalui studi longitudinal dan replikasi di konteks geografis berbeda.
PELUANG DAN TANTANGAN INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLEGENCE (AI) DALAM PRODUKSI MEDIA PEMBELAJARAN PAI: ANALISIS ETIKA KOMUNIKASI ISLAM Raehan Dika; Khusnu Al Rizqiyah; Muhammad Gilang Syaputra; Recha Firmansyah; Haikal Arsel Deswara
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.59591

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengonstruksi kerangka kerja etis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) guna mengatasi ketegangan antara efisiensi digital dengan risiko distorsi konten keagamaan. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), sampel penelitian terdiri dari 20 artikel ilmiah bereputasi (2020–2025) yang diekstraksi dari database Scopus dan SINTA. Data dianalisis menggunakan Analisis Isi Tematis kualitatif melalui tahapan kondensasi, kategorisasi, dan triangulasi literatur.Temuan spesifik menunjukkan bahwa AI generatif berhasil memotong waktu produksi media visual sejarah hingga 70%. Namun, sistem secara konsisten memicu risiko AI hallucination berupa fabrikasi teks hadits, pencampuran riwayat sanad, dan bias mazhab tunggal pada isu fiqih khilafiyah. Sebagai solusi konkret untuk menutup celah tersebut, penelitian ini berhasil merumuskan Framework Tabayyun Digital melalui tiga lapisan filtrasi etis: rekayasa instruksi (prompt) berbasis rujukan mu'tabar, evaluasi internal multi-agen, dan validasi manual guru (human-in-the-loop). Model ini memposisikan AI secara proporsional sebagai asisten mekanis (khadim), bukan sumber kebenaran mutlak.Implikasinya, kerangka kerja ini bermanfaat meredefinisi peran guru sebagai epistemological guardian di kelas, sekaligus menjadi rujukan strategis bagi pengambil kebijakan dalam merancang standardisasi literasi AI etis serta pengembangan pangkalan data keagamaan resmi yang terverifikasi secara otoritatif.
REGIONAL LANGUAGE BACKGROUND AND STUDENTS’ COMMUNICATION STYLES IN A MULTICULTURAL CAMPUS CONTEXT Zuhrianti Hulukati; Hikma Laurestabo; Ariska Damogalad; Muziatun Muziatun
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59592

Abstract

This study aims to analyze the influence of regional language backgrounds on the communication styles of students at Gorontalo State University (UNG), as well as to identify adaptation strategies and potential misunderstandings that occur in intercultural interactions on campus. The approach used in this study is qualitative descriptive with a sociolinguistic perspective. Research data were collected through direct observation and interviews with students from diverse regional language backgrounds, including Gorontalo Malay, Suwawa, Bolaang Mongondow, and Javanese. The results indicate a strong unconscious language transfer, both in word choice (such as the use of affixes like “to” and ‘ndo’ or local terms of address like “ana,” “ngana,” and “kita”) and in vocal intonation. Students from Sulawesi tend to use a firm, high-pitched intonation as a sign of openness, while Javanese students tend to speak more softly to uphold the value of politeness (unggah-ungguh). Differences in interpretation and linguistic norms occasionally lead to cross-cultural misunderstandings. Nevertheless, students successfully minimize conflicts and social distance through communicative accommodation, such as the use of Indonesian, adjustment of speech tone, and direct clarification. This study concludes that the UNG campus environment can function as a small-scale multicultural space, where linguistic diversity does not weaken communication but rather strengthens tolerance among students.