cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 3 (2023)" : 11 Documents clear
Pengetahuan dan pola makan dengan status gizi siswa SMA Negeri 1 Banguntapan Fitri Anikasari; Anggoro, Sarni
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.960

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dengan mewawancarai 10 responden dari kelas XI IPS 3, didapatkan hasil 1 siswa telah mengetahui tentang pengetahuan gizi, sedangkan 9 siswa lainnya belum mengetahui tentang pengetahuan gizi. Diketahui pula, dari 10 siswa ini jarang mengkonsumsi sayur dan buah-buahan, dan sering konsumsi makanan cepat saji. Setelah dikaji lebih lanjut terdapat 1 siswa yang tergolong obesitas dan 2 gizi kurang. Sudah banyak penelitian yang mengkaji tentang hubungan pengetahuan dan pola makan dengan status gizi, namun masing-masing daerah biasanya memiliki karakterisitik tersendiri terkait tema tersebut, dengan ini perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan pengetahuan dan pola makan dengan status gizi siswa di SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul. Tujuan penelitian, untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola makan dengan status gizi pada Siswa SMA Negeri 1 Banguntapan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 109 siswa kelas XI IPS Negeri 1 Banguntapan Bantul Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner, timbangan injak, Microtosie. Analisa data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan status gizi dengan nilai p-value (0,026)<(0,05) dan tidak ada hubungan antara pola makan dengan status gizi dengan nilai p-value (0,921)>(0,05). Disimpulkan dari penelitian yang dilakukan yakni ada hubungan antara pengetahuan dengan status gizi siswa dan tidak adanya hubungan antara pola makan dengan status gizi siswa SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul
Tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan HIV/AIDS pada era pandemi Covid-19 Kurniawati Sambodo, Dwi; Aulia, Siska; Mahmudah, Ani Mashunatul; Wardani, Wahyu Tusi; Murti, Daniek Yulia Setya
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v6i3.1225

Abstract

Human imunodeficiency Virus (HIV) dan Acqured Immune Defficiency (AIDS) telah menjadi masalah darurat global. Didapati data bahwa di seluruh dunia 35 juta orang hidup dengan HIV dan 19 juta orang tidak mengetahui status HIV mereka. Corona Virus Disease (Covid-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Hingga saat ini belum ada studi yang mengaitkan HIV dengan inveksi SARS-CoV-2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pandemi Covid-19 terhadap kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. Darsono Kabupaten Pacitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang melibatkan pengukuran data kuantitatif dan analisis statistik terhadap objek penelitian. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan media kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa Asymp (2 tailed) menunjukkan hasil 1,00 dengan dasar pengambilan keputusan jika Asymp Sig < 0,05 maka hipotesis diterima dan jika Asymp Sig > 0,05 maka hipotesis ditolak dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kepatuhan pengobatan HIV/AIDS pada sebelum dan saat pandemi Covid-19 di RSUD Dr. Darsono Kabupaten Pacitan.
Penerapan model praktek keperawatan professional (MPKP) dan perilaku cuci tangan perawat Hikmawati, Anna Nur; Muskhab Eko Riyadi; Arita Murwani; Riza Yulina Amry; Edi Nuryanto
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.188

Abstract

Rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Manajemen keperawatan sebagai suatu pelayanan profesional dimana tim keperawatan dikelola dengan pendekatan fungsi-fungsi manajemen mulai planning, organizing, aktuating dan controlling. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) terhadap perilaku cuci tangan perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Wonosari. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy-eksperiment dengan pendekatan one grup pretest-posttest. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 24 kelompok intervensi. Pengumpulan data prilaku cuci tangan dengan menggunakan instrument SOP cuci tangan. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji-Marginal Homogeneity. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penerapan MPKP terhadap prilaku cuci tangan perawat dengan nilai signifikansi 0.000 (?<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh Penerapan MPKP terhadap Prilaku Cuci Tangan Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Wonosari.
Uji korelasi kepatuhan minum obat dengan hasil pemeriksaan CD4 pada pasien ODHA Abdul Rahman, Reza Ismail; Abdillah, Eric Kurnia; Nugrahini, Lestari; Hardiana, Iyan
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.665

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan kumpulan gejala yang timbul akibat menurunnya sistem imun tubuh diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji adanya hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi obat antiretroviral dengan jumlah CD4. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan Analytical Cross-Sectional yang memanfaatkan data rekam medis maupun wawancara langsung pada pasien HIV AIDS di Rumah Sakit XYZ Buleleng periode Januari-Juni 2021. Tingkat kepatuhan diukur dengan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Data yang terkumpul kemudian dilakukan analisis menggunakan korelasi Pearson, analisis uji T-berpasangan, serta melakukan uji one way anova. Data kemudian dianggap signifikan apabila nilai p < 0,05. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan secara statistik terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi kuat (r = 0,601) antara tingkat kepatuhan dengan jumlah CD4 pada pasien HIV AIDS di Rumah Sakit XYZ Buleleng dalam periode Januari-Juni 2021 (p<0,05). Hasil uji t-berpasangan secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat terhadap jumlah CD4 Awal dengan jumlah CD4 Akhir dengan hubungan korelasi kuat (r = 0,64) pada pasien HIV AIDS di Rumah Sakit XYZ Buleleng dalam periode Januari-Juni 2021 (p<0,05). Hasil uji One Way Anova menunjukkan secara statistik terdapat perbedaan hasil rerata Jumlah CD4 yang signifikan (p<0,05) antar ketiga kelompok subjek penelitian (kelompok patuh, kepatuhan sedang dan tidak patuh).
Pengetahuan kesehatan reproduksi melalui penyuluhan dengan booklet pada siswa SMA di Bantul Hidayah, Mudita Sri; Ermiyani, Ermiyani
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.731

Abstract

Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi belum dilakukan dan belum ada pembelajaran serta media tentang kesehatan reproduksi dan hasil wawancara dengan siswa-siswi di SMA Muhammadiyah Imogiri 8 dari 10 orang tidak bisa mendefinisikan apa itu kesehatan reproduksi. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan pendidikan kesehatan reproduksi dengan cara penyuluhan kepada remaja untuk mengatasi tingginya masalah kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan setelah penyuluhan melalui media booklet terhadap pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja di SMA Muhammadiyah Imogiri Bantul Yogyakarta Tahun 2022. Jenis penelitian ini Pre Experimental Design dengan menggunakan rancangan One-Group Pretest-Postest. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X DAN XI di SMA Muhammadiyah Imogiri Bantul DIY yang berjumlah 71 siswa. Analisis data menggunakan uji paired sample t test teknik total sampling dengan jumlah 31 responden. Setelah diberikan Penyuluhan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi menunjukkan adanya (P value = 0,000 atau P< 0,05). Maka Ho di tolak dan Ha diterima yaitu ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan artinya ada perbedaan antara hasil pretest dan postest. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan intervensi penyuluhan menggunakan booklet rata-rata pengetahuan responden memiliki pengetahuan yaitu 23,23 dan rata-rata setelah dilakukannya penyuluhan kesehatan menggunakan booklet yaitu 27,69 yang artinya ada kenaikan rata-rata pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan reproduksi melalui media booklet yaitu sebesar 4,45. Terdapat perbedaan pengetahuan kesehatan seproduksi sebelum dan setelah penyuluhan kesehatan melalui media booklet pada remaja di kelas X IPA dan X IPS di SMA Muhammadiyah Imogiri Tahun 2022.
Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun kokang terhadap Staphylococcus aureus Putri, Bella Pratiwi; Mentari, Ika Ayu
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.809

Abstract

Acne vulgaris atau jerawat ialah suatu penyakit kulit yang diakibatkan oleh peradangan pada folikel pilosebasea dengan struktur abnormalitas seperti komedo, pustul, papul, dan nodul. Pada suku Dayak Tunjung, daun kokang digunakan untuk menyingkirkan bercak hitam di wajah dan memulihkan sisa jerawat. Daun kokang diolah jadi bubuk dingin (pupur) untuk merawat kulit dan untuk mengobati jerawat. Riset ini bertujuan guna menguji adanya aktivitas, perbedaan, konsentrasi antibakteri ekstrak etanol, dan fraksi n-heksan daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian menggunakan kuantitatif eksperimental dengan menguji zona hambat bakteri dan uji anova dengan menggunakan sampel daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh), fraksi n-heksan, etanol 96% dan teknik analisis Kruskal wallis. Uji konsentrasi menggunakan ekstrak etanol 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Kontrol positif yang digunakan adalah klindamisin 0,05 gram dan kontrol negatif yang digunakan adalah etanol 96%. Hasil dari ekstrak etanol daun kokang dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% serta fraksi n-heksan daun kokang dengan konsentrasi 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan kategori lemah, sedangkan fraksi n-heksan daun kokang konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% tidak memiliki efek dalam membatasi bakteri Staphylococcus aureus. Ada perbedaan aktivitas antibakteri dengan menggunakan ekstrak etanol dan fraksi n-heksan daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) terhadap Staphylococcus aureus. Konsentrasi minimum ekstrak etanol daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu konsentrasi 20% dan konsentrasi minimum fraksi n-heksan daun kokang (Lepisanthes amoena (Hassk.) Leenh.) untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu konsentrasi 100%.
Analisis antosianin pada tape ubi kuning (Ipomoea batatas L.) secara spektrofotometri visibel Assalam, Akbar Syifani; Dhurhania, Crescentiana Emy
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.891

Abstract

Antioksidan diperlukan oleh tubuh untuk mengatasi dan mencegah stres oksidatif, yang merupakan ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh yang terjadi secara alami. Salah satu senyawa fitokimia yang dapat berfungsi sebagai antioksidan adalah antosianin, yaitu senyawa organik dari keluarga flavonoid yang larut dalam air dan memberikan warna merah, biru, dan violet. Fermentasi dapat meningkatkan kadar antosianin pada ubi kuning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan antosianin pada tape ubi kuning (Ipomoea batatas L.). Analisis kualitatif dilakukan dengan menggunakan HCl dan NaOH, dengan hasil positif yang ditandai dengan perubahan warna menjadi merah menetap dan hijau kebiruan yang kemudian memudar. Penetapan kadar antosianin total dilakukan menggunakan metode spektrofotometri visibel, dengan prinsip perbedaan pH, yaitu pH 1 dan pH 4,5 pada panjang gelombang maksimum 540,5 nm. Rata-rata kadar antosianin yang diperoleh adalah sebesar 11,73 mg/100 gram, dengan nilai koefisien variasi sebesar 0,021%.”
Profil pengobatan sindrom koroner akut di salah satu rumah sakit Tasikmalaya Nur Aulia, Iva Fadia; Rahayuningsih, Nur; Sukmawan, Yedy Purwandi
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.892

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia dan penyebab utama terjadinya kematian secara mendadak pada seseorang dengan penyakit kardiovaskular. Sampai saat ini penelitian terkait profil demografi dan pengobatan pada pasien SKA di Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran demografi serta profil pengobatan dari SKA di salah satu rumah sakit di Tasikmalaya periode Januari 2021 sampai dengan Juni 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Berdasarkan penelitian ini diperoleh sebanyak 67 pasien dengan pasien terbanyak berjenis kelamin laki-laki (80,60%), usia 45-55 tahun (38,81%), tekanan darah <120/80 mmHg (35,82%), gejala nyeri dada (44,04%) dan riwayat penyakit edema paru (28,07%). STEMI menjadi jenis SKA terbanyak yang dialami (62.69%) dibandingkan dengan NSTEMI (11,94 %), dan UAP (25,37%), sedangkan profil pengobatan meliputi penggunaan fibrinolitik dengan obat-obatan lainya yang mendukung terapi SKA dengan penyakit penyerta lainya. STEMI, jenis kelamin laki-laki, gejala nyeri dada dan tekanan darah <120/80 mmHg mendominasi profil pasien SKA. Oksigen, dual terapi anti platelet, fibrinolitik, antikoagulan dan isdn paling banyak digunakan untuk tatalaksana NSTEMI dan UAP.
Analisis faktor risiko karies gigi anak prasekolah di taman kanak-kanak Adnani, Hariza; Amalia Febbika
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.908

Abstract

Data dari UKGM Puskesmas Banguntapan I Bantul menunjukkan 100% kasus karies gigi ditemukan pada anak usia prasekolah di TK Pertiwi 27 Kretek dan TK PKK III Plakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko karies gigi pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan metode penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan adalah 20 anak TK A di TK Pertiwi 27 Kretek dan PKK III Plakaran Baturetno. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling. Data dianalisis dengan Chi Square dan Odd Ratio. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian susu botol dengan karies gigi dengan p = 0,017 dan OR = 1,448 (95% CI 1,448-2,804). Ada hubungan antara usia dini menggosok gigi dengan karies gigi dengan nilai p = 0,011 dan OR = 1,647 (95% CI1,223-2,219). Ada hubungan antara pengawasan dalam menyikat gigi dengan karies gigi dengan nilai p=0,000 dan OR=3,000 (95% CI1,467-6,137). Ada hubungan antara kunjungan ke dokter gigi dengan karies gigi dengan nilai p=0 ,000 dan OR= 11,000 (95% CI 1,697-71,282). Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi kariogenik dengan karies gigi dengan p=0,000 dan OR= 37,800 (95% CI 3,781-377,910). Kesimpulan yang dapat diambil adalah ada hubungan dan peningkatan risiko antara pemberian susu botol, usia dini menggosok gigi, pengawasan dalam menggosok gigi, kunjungan ke dokter gigi atau fasilitas kesehatan gigi, konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi. Faktor risiko yang paling dominan adalah konsumsi makan kariogenik.
Uji antiinflamasi krim ekstrak daun teratai (Nymphae Pusbescens Willd) terhadap penyembuhan luka Saputri, Aisyah Sari; Husna, Putri Nadhifatul; Maghfiroh, Ilvi; Nurmahmudah, Siti; Endartiwi, Sri Sularsih
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.951

Abstract

Teratai (Nymphaea pubescens L.) adalah tanaman yang belum dimaksimalkan manfaatnya sebagai tanaman obat. Teratai memiliki manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa konsentrasi ekstrak daun teratai yang paling optimum dalam menyembuhkan hewan uji dengan mengaplikasikan daun teratai sebagai obat krim luka sayat dan luka bakar dengan variasi konsentrasi ekstrak daun teratai. Metode yang digunakan adalah metode uji antiinflamasi in-vivo terhadap 30 ekor tikus putih (Rattus Novergicus) Galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok untuk variasi konsentrasi kontrol positif dan kontrol negatif. Pengolesan dilakukan secara merata 2 kali setiap pagi sore lalu diamati dan diukur panjang luas penutupan luka selama 21 hari, kemudian data diolah secara statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim ekstrak daun teratai (Nymphaea Pubescens L.) dosis konsentras 6% memiliki respon kesembuhan peradangan paling cepat kelompok hewan uji luka sayat konsentrasi 6% dengan persentase kesembuhan luka sayat sebesar 100% dan luka bakar sebesar 18,98% hingga perlakuan hari ke-21 yang mendekati efek obat antiinflamasi kontrol positif hidrokortison. Hasil uji Friedman luka sayat dan luka bakar menunjukan nilai sigifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti adanya perbedaan signifikansi. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun teratai (Nymphaea pubescens L.) memiliki potensi dalam aktivitas antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan penyembuhan terhadap luka.  Efek antiinflamasi dari daun teratai (Nymphaea pubescens L.) diduga karena adanya senyawa aktif flavonoid dan saponin. Konsentrasi paling aktif dan efektif dalam mengatasi inflamasi adalah konsentrasi 6%. Kemudian diikuti 8%, 4%.

Page 1 of 2 | Total Record : 11