cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 3 (2024)" : 9 Documents clear
Evaluasi penggunaan obat antibiotika pada pasien anak penderita penyakit pneumonia Ramdani, Robby; Kartidjo, Pudjiastuti; P Suherman, Linda; Septiani, Vina; Islamiyah, Alfi Nurul; Rahmi, Adinda
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.977

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan berbagai mikroorganisme, pneumonia menjadi kematian utama pada balita di seluruh dunia. Antibiotika merupakan terapi utama untuk penyakit pneumonia. Penggunaan antibiotika yang tepat ialah penggunaan antibiotika yang efektif dengan meminimalkan kemungkinan terjadinya resistensi, peningkatan efek terapeutik, serta dapat meminimalkan biaya obat. Penggunaan antibiotika dikatakan rasional apabila memenuhi beberapa kriteria diantaranya yaitu tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat rute pemberian dan tepat interval waktu. Pemberian penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan efek samping dan toksisitas antibiotik, pemborosan biaya dan tidak tercapainya tujuan terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan obat antibiotika pada pasien anak penderita penyakit pneumonia. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data sekunder berupa rekam medis pasien pneumonia anak, dengan total sampel 54 yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki merupakan jenis kelamin terbanyak yang menderita pneumonia, sedangkan kelompok usia dengan jumlah penderita paling banyak adalah balita. Antibiotik tunggal yang paling banyak digunakan oleh pasien adalah seftriakson sebanyak 10 pasien (18,52%) sedangkan untuk antibiotik kombinasi adalah injeksi ampisilin dan gentamisin sebanyak 13 pasien (24,07%) Ketepatan penggunaan antibiotik dengan parameter 5T untuk kasus pneumonia anak di instalasi rawat inap Rumah Sakit Dustira diperoleh hasil ketepatan indikasi 100%, ketepatan pemilihan obat (100%), ketepatan dosis (100%), ketepatan rute pemberian (100%), dan ketepatan interval waktu pemberian (100%)
Efektivitas ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan Trichophyton rubrum secara in vitro Angelica, Tracy; Setyaningsih, Yuni; Razi, Fachri; Zulfa, Fajriati
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.997

Abstract

Dermatofitosis adalah infeksi jamur yang menyerang epidermis dan keratin, dengan spesies yang menjadi penyebab salah satunya adalah Trichophyton rubrum. Penggunaan obat-obatan kimia dalam waktu lama dapat berpotensi memberikan efek samping berupa efek toksik dan resistensi. Buah mengkudu memiliki kandungan senyawa Flavonoid, Alkaloid, Tanin, Saponin dan Fenol yang telah diketahui dapat menghambat pertumbuhan jamur. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan jamur T. rubrum secara in vitro. Penelitian ini dilakukan dengan kelompok kontrol post-test eksperimental laboratorium. Pada uji ini, ekstrak buah mengkudu didapatkan dengan metode maserasi etanol 96%. Pengujian aktivitas anti fungi dilakukan dengan metode difusi sumuran dengan variabel bebas yaitu ekstrak buah mengkudu konsentrasi 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12,5% serta ketokonazol (kontrol positif) dan aquadest (kontrol negatif). Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat yang dihasilkan setelah diberikan perlakuan ekstrak buah mengkudu. Pengamatan dilakukan pada waktu 24 jam dan 48 jam. Konsentrasi ekstrak dengan daya hambat tertinggi terdapat pada konsentrasi 8%, dengan rata-rata diameter zona hambat 8,095 mm pada pengamatan 48 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak buah mengkudu konsentrasi 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12,5% efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur T. rubrum.
Korelasi caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua di bangsal anak Hikmawati, Anna Nur; Suib, Suib; Rafida, Rafida; Octavia, Nurul Azizah; Amalia, Devi; Pamungkas, Firda Juliana; Amry, Riza Yulina
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.1153

Abstract

Komunikasi merupakan elemen penting dalam pelayanan keperawatan, khususnya dalam membangun hubungan yang efektif antara perawat, pasien, dan keluarga pasien. Komunikasi terapeutik yang tidak efektif dapat menyebabkan kecemasan akibat kurangnya penjelasan, perhatian (caring), dan interaksi antara perawat dengan keluarga pasien. Hal ini seringkali membuat keluarga pasien merasa cemas, tidak percaya, dan tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua di bangsal anak Rumah Sakit Nur Hidayah, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah orang tua (ayah atau ibu) yang menemani anaknya dirawat di bangsal anak, dengan jumlah responden sebanyak 50 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur aspek caring perawat dan tingkat kecemasan orang tua. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Kendall’s-tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26 responden (52,0%) menilai caring perawat sebagai baik, sementara 24 responden (48,0%) mengalami tingkat kecemasan ringan. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua (nilai p = 0,000; r = 0,621). Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik caring perawat, semakin rendah tingkat kecemasan orang tua. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua di bangsal anak Rumah Sakit Nur Hidayah, Bantul, Yogyakarta. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi terapeutik yang efektif dan perhatian penuh dari perawat dalam upaya mengurangi kecemasan keluarga pasien.
Perancangan desain user interface ekspedisi elektronik dokumen rekam medis rawat inap Gristiari, Ni Made Piar; Adiputra, I Made Sudarma; Aditya, Made Wahyu
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.1161

Abstract

Pencatatan peminjaman dan pengembalian dokumen rekam medis yang dilakukan secara manual dengan buku ekspedisi menghadapi berbagai kendala, seperti kelengkapan data peminjaman yang tidak tercatat, pengembalian dokumen rekam medis yang melebihi batas waktu 24 jam, serta keterlambatan dalam proses pengembalian. Selain itu, penggunaan buku ekspedisi manual dinilai kurang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain user interface ekspedisi elektronik dokumen rekam medis rawat inap. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan perancangan waterfall serta pengujian menggunakan SUS (System Usability Scale) pada desain user interface. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan pengguna terhadap desain user interface termasuk dalam kategori "dapat diterima" (acceptable). Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata SUS sebesar 90, yang mengindikasikan tingkat ketergunaan yang sangat baik. Dengan hasil tersebut, desain user interface ini tidak memerlukan perbaikan lebih lanjut dan dapat direkomendasikan untuk diterapkan di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya sebagai solusi pencatatan dan pelacakan dokumen rekam medis yang lebih efektif dan efisien.Kata kunci: Caring; kecemasan orang tua; perawat
Laserasi palpebra inferior tertimpa pecahan kaca: case report Suprabowo, Salomo Hizkia; Joenianto, Heroe; Mulyadi, Ezra Michael; Maulana Akbar, Alpin; Rizal Permana, Muhammad
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.989

Abstract

Laserasi palpebra dapat terjadi karena trauma tumpul atau disebabkan oleh benda tajam, gigitan binatang, perkelahian dan luka bakar. Trauma tajam pada mata adalah ketika benda tajam atau benda berukuran kecil menembus mata dengan kecepatan tinggi yang mengenai kornea atau sklera baik sengaja ataupun tidak disengaja. pada orang dewasa sering terjadi akibat kelalaian atau kesengajaan dengan maksud   seseorang. Laki-laki lebih sering mengalami hal ini. Laporan kasus ini dilaksanakan berdasarkan Surat Uji Etik yang dikeluarkan oleh UPT RSUD R.A.A Soewondo Pati No. 800/4192/017 pada tanggal 21 Desember 2023. Jenis penelitian ini adalah laporan kasus. Jenis laporan kasus berbentuk deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk membuat gambaran masalah yang terjadi bertujuan untuk mendeskripsikan apa yang terjadi pada saat dilakukan penelitian. Jenis studi kasus ini cenderung memperhatikan permasalahan dan gambaran penatalaksanaanya terutama di RSUD R.A.A Soewondo Pati terhadap kasus yang ingin peneliti temukan. Laporan ini dilakukan di RSUD R.A.A Soewondo Pati. Subjek dalam laporan kasus ini yaitu seorang laki-laki, Tn.S berusia 60 tahun, datang ke IGD RSUD RAA Soewondo pati dengan keluhan utama kelopak bawah mata kiri robek karena tertimpa pecahan kaca. Alat pemeriksaan berupa pemeriksaan fisik. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Dilaporkan satu kasus laserasi palpebra inferior pada laki-laki berusia 60 tahun dan telah dilakukan reparasi palpebra dan rekontruksi saluran kelenjar lakrimalis. Tatalaksana utama pada kasus-kasus trauma pada mata adalah tindakan rekonstruksi guna mencegah perburukan prognosis dan mengembalikan kualitas hidup pasien. 
Efektifitas ekstrak daun sukun (Artocarpus Altilis F.) terhadap jumlah total spermatozoa tikus jantan diabetik yang diinduksi streptozotosin Triandini, Erdieny Fahliza; Fauziah, Cut; Yusmaini, Hany; Bahar, Meiskha
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.996

Abstract

Indonesia mengalami prevalensi diabetes mellitus yang meningkat setiap tahun. Diabetes mellitus sebagai penyakit metabolisme dapat meningkatkan produksi ROS (reactive oxygen species) dan berpotensi menyebabkan penyakit komplikasi seperti penyakit pada sistem reproduksi yaitu infertilitas. Hal ini salah satunya dapat dicegah dengan pengobatan herbal yang saat ini sedang banyak dimaksimalkan penggunaannya. Daun sukun menjadi salah satu tanaman herbal dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai sumber antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun sukun (A. altilis F.) terhadap peningkatan jumlah total spermatozoa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain kelompok control post-test-only dan menggunakan subjek yang diinduksi oleh streptozotosin (STZ). Kelompok perlakuan dibagi menjadi 3 dengan dosis ekstrak daun sukun 200 mg/KgBB, 400 mg/KgBB, dan 800 mg/KgBB diuji bersama dengan kontrol negatif (diberikan pakan standar, minum, dan tidak diberikan induksi STZ dan kontrol positif (diberikan pakan standar, minum, dan diberikan induksi STZ tanpa ekstrak daun sukun). Dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Uji Pos-Hoc Mann Whitney, hasil yang didapatkan adalah signifikan (P Value <0,05) pada kelompok kontrol positif dengan kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan 1,2, dan 3. Ekstrak duan sukun dengan dosis 200 mg/KgBB memberikan efek yang hampir sama dengan kelompok kontrol negatif. Dapat dismpulkan bahwa pemberian ekstrak daun sukun dapat memberikan pengaruh terhadap jumlah total spermatozoa pada tikus diabetik.
Profil penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan pneumonia yang dirawat di RSUD Wonosari Al Madury, Shalahuddin; Sugiyono, Sugiyono; Fitrianti, Meidina; Kurniawati, Siska Putri
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.1296

Abstract

Pneumonia merupakan peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh mikroorganisme, telah menyebabkan kematian 808.694 anak pada tahun 2017, dengan total mortalitas meningkat 15% pada tahun 2015 dan 16% pada tahun 2016. Meningkatnya prevalensi pneumonia menyebabkan pemberian antibiotik sebagai terapi juga meningkat, sehingga pemberian antibiotik harus terus dipantau. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran penggunaan antibiotik empiris pada pasien anak yang dirawat di rumah sakit dengan diagnosis pneumonia. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif terhadap pasien pneumonia yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 100 orang dengan time limited sampling. Pengambilan data dilakukan melalui rekam medis pasien anak yang dirawat di rumah sakit dengan diagnosis pneumonia pada bulan Januari-Desember 2023. Pasien pneumonia anak terbanyak yang dirawat di instalasi rawat inap berjenis kelamin laki-laki 52%, berusia <59 bulan 82%, pasien terbanyak mengalami leukositosis 51%, dan didukung dengan gambaran pneumonia rontgen toraks 94%. Lama rawat inap pasien terbanyak pada kategori 4-6 hari yaitu 52%. Penggunaan antibiotik monoterapi sebanyak 57,86%. Kelompok antibiotik yang paling sering digunakan adalah kelompok sefalosporin generasi ketiga yaitu seftriakson sebanyak 32,23%. Penggunaan antibiotik kombinasi pada pasien pneumonia sebanyak 42,14% dengan kelompok antibiotik kombinasi yang paling sering digunakan yaitu antibiotik penisilin-aminoglikosida dengan pilihan antibiotik ampisilin + gentamisin sebanyak 10,74%. Sebagian besar antibiotik berada pada kategori Watch yaitu 68,60%. Pasien mayoritas mendapatkan monoterapi dengan seftriakson sebagai antibiotik yang paling sering dipilih dan sebagian besar masuk dalam kategori Watch.
Korelasi tingkat pengetahuan dengan perilaku seksual pada remaja SMK Hawa, Ika Ismatul; Nito, Paul Joae Brett; Mahmudah, Rifa’atul; Ariani, Malisa
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.1323

Abstract

Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan, baik secara fisik, mental, maupun intelektual. Remaja memiliki karakter khas seperti rasa ingin tahu yang besar, menyukai tantangan, serta cenderung berani mengambil risiko tanpa pertimbangan yang matang. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada masa ini adalah perilaku seksual pranikah, yang umumnya terjadi pada remaja usia pertengahan (15–18 tahun) dan remaja akhir (19–21 tahun). Pada usia tersebut, remaja mulai mencari jati diri, timbul rasa cinta pada lawan jenis, dan mulai memikirkan berbagai hal yang berkaitan dengan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi tingkat pengetahuan  dengan perilaku seksual remaja di SMK Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Banjarmasin sebanyak 92 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil analisis data dengan uji chi-square menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan baik (31,5%) cenderung tidak berisiko terhadap perilaku seksual, sedangkan responden dengan pengetahuan cukup (68,5%) memiliki risiko ringan dalam perilaku seksual. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai p = 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku seksual siswa di SMK Banjarmasin.
Pengaruh senam vitalisasi otak terhadap fungsi daya ingat pada lanjut usia penderita demensia Saputra, Muhammad; Syufian, Syufian Noor; Lestari, Agustina
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.1245

Abstract

Masalah kesehatan pada lansia umumnya diakibatkan oleh adanya penurunan fungsi organ, salah satunya adalah penurunan fungsi daya ingat, dimana setelah memasuki usia 60 tahun pada setiap 5 tahun kenaikan akan meningkatkan 2 kali risiko penurunan daya ingat lansia tersebut. Selain itu daya ingat juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor termasuk kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, gangguan mental depresi, dukungan sosial, gangguan fungsi fisik dan kurangnya aktivitas fisik yang dapat berujung pada terjadinya demensia. Faktor-faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik, status sosial dan kegiatan yang bersifat menstimulasi intelektual, dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan yang berhubungan dengan daya ingat. Pada kasus demensia latihan seperti senam vitalisasi otak dapat menjadi salah satu bentuk olahraga untuk meningkatkan fungsi daya ingat pada lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam vitalisasi otak terhadap daya ingat pada lanjut usia penderita demensia. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre eksperimental design dengan pendekatan One group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia yang mengalami penurunan fungsi daya ingat (demensia), teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 25 responden dengan uji statistik menggunakan Wilcoxon signed ranks. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan pada daya ingat responden setelah dilakukan senam vitalisasi otak dengan hasil nilai (P value = 0,000) < a (0,05). Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa senam vitalisasi otak pada lansia penderita demensia sangat baik untuk meningkatkan fungsi daya ingat pada lansia.

Page 1 of 1 | Total Record : 9