cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Efektifitas pelatihan preceptorship dan mentorship terhadap pengetahuan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Ani Mashunatul Mahmudah; Rohayati Masitoh; RR Viantika Kusumasari; Sri Riyana
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i2.1529

Abstract

Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit. Pelatihan preceptorship dan mentorship merupakan metode pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan meningkatkan kemampuan pembimbing klinik dalam melaksanakan proses bimbingan secara efektif. Namun, bukti mengenai efektivitas pelatihan tersebut terhadap peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan di rumah sakit masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas pelatihan preceptorship dan mentorship terhadap pengetahuan tenaga kesehatan di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Populasi penelitian adalah 45 pembimbing klinik dengan teknik total sampling. Sebanyak 30 responden yang mengikuti seluruh rangkaian penelitian dianalisis sebagai sampel akhir. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Data dianalisis secara univariat, dilanjutkan uji normalitas Shapiro Wilk dan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian ini mendapatkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 63,20 pada pre-test menjadi 80,00 pada post-test, dengan peningkatan rerata sebesar 16,80 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat 21 responden mengalami peningkatan skor, 4 responden mengalami penurunan, dan 5 responden memiliki skor yang tetap. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan (p = 0,000). Pelatihan preceptorship dan mentorship terbukti efektif meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Asosiasi komunikasi, empati dan kompetensi perawat dengan kepuasan pasien BPJS rawat inap di Rumah Sakit Y Bantul Susyana Chandra Santi Dewi
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1532

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting keberhasilan pelayanan kesehatan, namun data BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa meskipun indeks kepuasan peserta JKN terus meningkat setiap tahun, angka tersebut masih berada di bawah standar minimal nasional sebesar 95%. Studi pendahuluan di Rumah Sakit Y Bantul turut menemukan sejumlah keluhan pasien terkait komunikasi perawat yang kurang ramah, empati yang dinilai rendah, serta kompetensi petugas yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi, empati, dan kompetensi perawat dengan kepuasan pasien BPJS rawat inap di Rumah Sakit Y Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional, menggunakan sampel sebanyak 68 responden yang ditentukan melalui rumus Lemeshow dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai komunikasi (52,9%), empati (60,3%), dan kompetensi perawat (61,8%) berada pada kategori cukup, dengan 57,4% responden menyatakan puas terhadap pelayanan yang diterima. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara komunikasi (X² = 10,876; p = 0,004), empati (X² = 9,183; p = 0,010), maupun kompetensi perawat (X² = 6,640; p = 0,036) dengan kepuasan pasien. Dapat disimpulkan bahwa komunikasi, empati, dan kompetensi perawat masing-masing berhubungan secara bermakna dengan kepuasan pasien BPJS rawat inap, dengan komunikasi menunjukkan hubungan paling kuat, sehingga penguatan komunikasi terapeutik perawat perlu menjadi prioritas utama dalam upaya peningkatan mutu pelayanan.
Faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain pada perajin tas dan bambu Nor Wijayanti
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i2.1534

Abstract

Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami pekerja, terutama pada pekerjaan dengan aktivitas berulang dan postur kerja yang kurang ergonomis. Pekerja perajin tas dan bambu memiliki karakteristik pekerjaan yang sebagian besar dilakukan secara manual dan dalam posisi duduk dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain pada pekerja sektor industri perajin tas dan bambu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah 30 perajin tas dan bambu di Padukuhan Bojong RT 02, Wonolelo, Pleret, Kabupaten Bantul, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Faktor yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, masa kerja, dan posisi duduk. Keluhan LBP diukur menggunakan skala nyeri, sedangkan posisi duduk dinilai menggunakan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Analisis bivariat menggunakan uji Mann-Whitney untuk variabel nominal dan Kendall’s Tau untuk variabel ordinal dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami LBP dengan kategori nyeri ringan (43,3%). Terdapat perbedaan keluhan LBP berdasarkan jenis kelamin (Z=-3,891; p=0,001) dan usia (Z=-2,155; p=0,031). Masa kerja menunjukkan hubungan positif yang sangat kuat dengan keluhan LBP (?=0,837; p<0,001). Disimpulkan bahwa jenis kelamin, usia, masa kerja, dan posisi duduk berhubungan dengan keluhan LBP pada pekerja sektor industri perajin tas dan bambu.