cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
redaksi.jsgp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jsgp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Latammacelling No. 9 B Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 26546477     DOI : https://doi.org/10.30605/jsgp
Core Subject : Education,
JSGP (Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, ISSN 2654-6477) is an academic publication media managed by the Faculty of Teacher Training and Education and published by Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Publishing research results and theoretical studies in the field of education, JSGP is a reference source as well as a means of publication for teachers, lecturers, students, school supervisors, policymakers, and education observers.
Articles 736 Documents
The Impact of Repeated Reading Technique as A Phonological Practice Tool for Enhancing Pronunciation Clarity in EFL Learners at 11th Graders MA Birrul Walidain NW Rensing Maulinda, Iswari; Prasetyaningrum, Ari; Yusri, Ahmad; Maysuroh, Siti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6825

Abstract

Pronunciation clarity is one of the most crucial aspects in mastering English for EFL learners, yet many students still struggle with phoneme articulation, word stress, and intonation. Preliminary observation at MA Birrul Walidain NW Rensing revealed that 11th-grade students frequently mispronounced phonemes such as /θ/ and /ð/, misplaced stress, and produced monotonous intonation, which hindered their intelligibility and confidence. This highlights the urgency of applying an effective and structured phonological training method to improve students’ pronunciation. The present study aimed to examine the impact of the Repeated Reading (RR) technique as a phonological practice tool to enhance pronunciation clarity. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental non-equivalent control group design. The study was conducted at MA Birrul Walidain NW Rensing during the 2025/2026 academic year, involving 26 eleventh-grade students selected randomly into experimental (n=12) and control groups (n=14). Data were collected through pre-test and post-test oral reading tasks, assessed with a pronunciation rubric covering both segmental and suprasegmental features. The instrument was validated by two English teachers, and data were analyzed using SPSS through Shapiro-Wilk test, Levene’s test, Paired Sample t-Test, and Independent Sample t-Test. The results showed that the experimental group’s mean score increased from 9.00 to 12.58 (SD=2.49 to 2.30), with a mean difference of 3.58 (t=10.62, p=0.000). In contrast, the control group only improved from 9.00 to 9.64 (mean difference=0.64, t=1.64, p=0.125). Independent Sample t-Test confirmed a significant difference in post-test scores between groups (mean diff=2.94, t=2.83, p=0.009). These findings indicate that RR significantly enhances pronunciation clarity, particularly in phoneme accuracy, stress placement, intonation, and rhythm. Thus, repeated reading can be considered an effective strategy for EFL pronunciation instruction.
Penerapan Media Puzzle untuk Meningkatkan Kosakata Bahasa Arab pada Siswa Kelas VII MTS Muhammadiyah Boarding School Palopo Kamuz, Raodatul Jannah; Syamsuddin, Naidin; Yamin, Muhammad; Ainun, Nur; Fitriani, Fitriani; Sarmila, Sarmila
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan media puzzle dalam meningkatkan kosakata bahasa Arab pada siswa kelas VII MTs Muhammadiyah Boarding School Palopo. Urgensi penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kosakata siswa, yang selama ini hanya diajarkan menggunakan media buku cetak. Kondisi tersebut membuat siswa kurang termotivasi, pasif, serta mengalami kesulitan dalam mengingat dan memahami kosakata baru. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, salah satunya melalui penggunaan media puzzle. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas VII A MTs Muhammadiyah Boarding School Palopo. Instrumen pengumpulan data terdiri atas observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan melihat peningkatan nilai rata-rata, persentase ketuntasan belajar, serta respon siswa terhadap pembelajaran. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila nilai rata-rata siswa mencapai ≥75 dan tingkat ketuntasan klasikal minimal 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media puzzle dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Arab. Hal ini terlihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa dari 64,4 pada pra-siklus, menjadi 74,8 pada siklus I, dan mencapai 86 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 48% pada pra-siklus menjadi 88% pada akhir siklus II. Selain itu, siswa menunjukkan respon positif, lebih antusias, termotivasi, dan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media puzzle terbukti efektif sebagai alternatif strategi pembelajaran kosakata bahasa Arab di tingkat madrasah tsanawiyah.
The Influence of the Deep Learning Approach on Students' Physics Learning Outcomes Suardin, Dina; Haeruddin, Haeruddin; Sani, Nurul Kami; Jarnawi, Muhammad; Zaky, Muhammad; Khuzaimah, Andi Ulfah
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6833

Abstract

This study aims to analyze the effect of a Deep Learning approach combined with Problem-Based Learning (PBL) on students' physics learning outcomes regarding the topic of the First Law of Thermodynamics. The urgency of this research is based on students' low understanding of the concepts of energy, heat, and work, as well as the high rate of misconceptions that impact physics learning achievement. The research method used a quantitative approach with a quasi-experimental design of the Nonequivalent Control Group Design type. The sample was determined through purposive sampling, consisting of 31 students from class XI H as the experimental group and 28 students from class XI I as the control group at MAN 2 Palu. The research instruments were a learning outcome test (pretest-posttest) and an observation sheet. Data analysis included normality tests, homogeneity tests, hypothesis testing with the Mann-Whitney U Test, and N-Gain calculation. The results showed a significant difference between the experimental and control groups (p = 0.000 < 0.05). The average N-Gain score for the experimental group reached 87.70 (high category), while the control group only reached 69.08 (medium category). Observations of the learning implementation also obtained an average score of 93% (very good category). It can be concluded that the application of the PBL-based Deep Learning approach is effective in improving the understanding of physics concepts, specifically on the material of the First Law of Thermodynamics. This approach is able to foster learning that is more mindful, meaningful, and joyful, making it relevant for supporting the achievement of 21st-century competencies.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Berbasis Media Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Ekonomi di SMA Negeri 8 Semarang Handayani, Wahyu Wiwhid; Mulyono, Kemal Budi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6853

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting abad ke-21 yang masih rendah pada pembelajaran Ekonomi di SMA Negeri 8 Semarang, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil pra-penelitian dengan rata-rata nilai pretest hanya 52,3 dan tingkat ketuntasan 38%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) berbasis media digital terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain nonequivalent control group. Sampel penelitian terdiri atas 72 siswa kelas X IPS, dengan kelas X IPS 8 sebagai kelompok eksperimen (n = 36) yang mendapatkan pembelajaran TPS terintegrasi Google Docs dan Mentimeter, serta kelas X IPS 9 sebagai kelompok kontrol (n = 36) yang belajar dengan metode konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian berpikir kritis berbasis indikator HOTS (C4–C6). Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis di kelas eksperimen, dengan rata-rata skor meningkat dari 45 (pretest) menjadi 80 (posttest), sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 49 menjadi 56. Uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05) dengan effect size besar, yang menandakan bahwa penerapan TPS berbasis media digital efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi TPS dengan media digital mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan interaktif, sekaligus mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21. Implikasi praktisnya, guru dapat memanfaatkan media digital sebagai sarana kolaborasi dan interaksi dalam diskusi kelas. Penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan sampel lebih luas, durasi perlakuan lebih panjang, dan mengeksplorasi variabel tambahan seperti motivasi belajar, kreativitas, atau keterampilan kolaboratif siswa.
The The Effect of Differentiated Learning on Creativity and Independent Learning of Class VIII Students in Bintan District Nur'aliah, Lia; Belawati, Tian; Prihantoro, C. Rudy
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6861

Abstract

This research aims to determine the effect of differentiated learning on the creativity and learning independence of class VIII students in Bintan Regency. This research uses a quantitative method with a quasi-experimental design with a nonequivalent pretest and posttest control group design.  The sample for this research was class VIII students of SMPN 2 Bintan as a sample of Driving Schools and SMPN 6 Bintan as a sample of Independent Curriculum Implementation Schools who were chosen randomly. Data was collected through creativity and learning independence questionnaires which were filled out by students before and after differentiated learning was implemented. Data were analyzed using the Manova parametric test if the data was normally distributed and the Mann-Whitney non-parametric test if the data was not normally distributed. Both tests were used to determine whether there were significant differences in the combination of dependent variables based on the nominal independent variable category. The research results showed that students' creativity and learning independence experienced significant differences after the implementation of differentiated learning, with a significance value of Asymp. (sig.) 0.000 in the experimental class. There was the highest increase in the indicator of fluent thinking of 7.4% in student creativity and the indicator "having self-confidence" of 12.7% in student learning independence. These results indicate that differentiated learning has a significant effect on students' creativity and learning independence. The data obtained broadly illustrates that differentiated learning can increase student creativity and learning independence in any type of school. The implication of this research is that differentiated learning can be used as an alternative learning approach to increase students' creativity and learning independence and has novelty value in the application of differentiated learning in schools.
Implementasi Kebijakan Perilaku Bullying di Sekolah: Studi Komparasi Penerapan P5 di SMPN 2 Srumbung dan SMPN 2 Sawangan Putra, Dwi Ilham; Hakim, Lukman
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6868

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai upaya pencegahan bullying di SMP Negeri 2 Srumbung dan SMP Negeri 2 Sawangan, terkait tingginya kasus perundungan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Magelang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan guru dan siswa aktif P5 melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk meningkatkan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying dominan adalah verbal, berupa ejekan fisik, pemanggilan nama orang tua tanpa sapaan hormat, dan komentar merendahkan yang sering disamarkan sebagai candaan. Strategi pencegahan bullying yang diterapkan mencakup role play, diskusi kasus, pembuatan poster, kampanye digital, dan deklarasi anti-bullying. SMP N 2 Srumbung lebih menonjolkan pendekatan partisipatif interpersonal dengan guru sebagai change agent, sementara SMP N 2 Sawangan mengoptimalkan media kreatif dan prosedur formal berbasis komunikasi eksplisit. Hambatan yang ditemukan mencakup perbedaan persepsi guru, keterbatasan sumber daya, bahasa yang berpotensi menyinggung dari guru, dan sikap defensif orang tua. Berdasarkan Teori Diffusi of innovation dan High/Low-Context Communication, tahap knowledge belum optimal, sehingga diperlukan standardisasi pesan yang eksplisit untuk menghindari salah tafsir. Secara keseluruhan, P5 berkontribusi signifikan dalam menekan bullying, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh strategi komunikasi dan dukungan dari pemangku kepentingan.
The Effect of Clustering Technique on Students’ Achievement in Writing Skill Recount Text at the Ninth grades Students of SMPN 5 Masbagik Aini, Serlina; Nazri, M. Adib; Agustina, Yulia; Arfah, Hajriana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6887

Abstract

This research aims to know the effect of the Clustering Technique on students’ achievement in writing recount texts at the ninth grade of SMPN 5 Masbagik in the school year 2025–2026. The study applied a true experimental design with a pre-test and post-test control group. The sample consisted of 60 students selected through simple random sampling, with 30 students in the experimental group and 30 in the control group. The instrument used was a writing test assessed on content, organization, vocabulary, and language use, with proven validity and high reliability (Cronbach’s Alpha = 0.936). The experimental group was taught recount text writing using the clustering technique, while the control group received conventional instruction. Data were analyzed using descriptive statistics, normality and homogeneity tests, and an independent sample t-test. The results revealed that the experimental group's mean score improved from 56.33 (SD = 6.52) in the pre-test to 71.40 (SD = 7.38) in the post-test, while the control group's mean score increased from 49.87 (SD = 5.20) to 53.40 (SD = 5.78). The independent sample t-test indicated a significant difference between the post-test scores of the two groups (t = 10.513, p < 0.05), confirming that the clustering technique significantly enhanced students' writing achievement. Based on the data analysis, the researcher concluded that clustering is an effective pre-writing strategy to improve the ability to generate and organize ideas, leading to better recount text writing performance.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Sumber (Resource Based Learning) untuk Meningkatkan Pemahaman Fiqih Peserta Didik Kelas VIII MTS Mafatihul Akhlaq Demangan Jepara Rahmah, Aliefia Nirmala; Al Mufti, Alex Yusron
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6918

Abstract

Pembelajaran Fiqih di madrasah selama ini cenderung menekankan aspek hafalan teks dengan keterlibatan peserta didik yang masih terbatas. Kondisi ini menimbulkan urgensi untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Salah satu alternatifnya adalah Resource Based Learning (RBL) yang menekankan pemanfaatan berbagai sumber belajar agar peserta didik dapat membangun pemahaman secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan RBL dalam meningkatkan pemahaman Fiqih peserta didik kelas VIII MTs Mafatihul Akhlaq Demangan Jepara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru Fiqih, kepala madrasah, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana model Miles & Huberman, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi berbagai sumber belajar seperti buku teks, LKS, video, dan praktik nyata mampu meningkatkan pemahaman konseptual, keterlibatan aktif, serta keterampilan berpikir kritis peserta didik. Sebagian besar siswa menyatakan lebih mudah memahami materi melalui media visual dan praktik langsung, meskipun sebagian lainnya tetap mengandalkan LKS sebagai sumber utama. Faktor pendukung berupa kesiapan guru dan dukungan kelembagaan sangat berperan dalam keberhasilan implementasi RBL, sedangkan kendala meliputi keterbatasan manajemen kelas dan akses internet yang tidak stabil. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan RBL berkontribusi dalam menggeser orientasi pembelajaran Fiqih dari sekadar hafalan menuju pemahaman yang lebih aplikatif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat konstruktivisme dalam konteks pendidikan agama Islam. Secara praktis, penelitian ini memberikan rekomendasi bagi guru dan lembaga pendidikan untuk merancang pembelajaran yang variatif dan adaptif. Penelitian lanjutan disarankan untuk memperluas cakupan materi, menggunakan pendekatan mixed-methods, serta mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan RBL terhadap praktik keagamaan peserta didik.
From Fidelity to Flexibility: Developing the Adaptive Fidelity Framework (AFF) for Pedagogical Innovations in Teacher Education Estacio, Maria Leah Paola; Quileste, Ronald; Morales, Kathleen
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6931

Abstract

This mixed-methods study explored the implementation of the Dynamic Learning Program (DLP), a student-centered pedagogy, in a Philippine private school, examining adherence, achievement, and stakeholder experiences. Through surveys, standardized tests, and interviews, the research revealed robust adherence but variable achievement, with stronger outcomes in literacy than STEM. Teachers’ adaptations, such as supplemental explanations, addressed conceptual challenges, highlighting the need for flexibility. These findings informed the Adaptive Fidelity Framework (AFF), a novel model balancing fidelity to core principles, teacher-led adaptation, and contextual moderators like resources and student readiness. The AFF redefines implementation science by prioritizing dynamic, context-responsive fidelity, offering a scalable approach for teacher education and policy in low- and middle-income countries and beyond. The study underscores the importance of teacher agency in navigating fidelity-adaptation tensions, contributing to global discourses on equitable, sustainable reform. Implications include training teachers as adaptive implementers and designing monitoring systems that value contextual responsiveness. This Philippine case provides a blueprint for scaling innovations worldwide, advancing efforts to balance educational quality with equity.
Analisis Kebijakan Desentralisasi Sistem Pendidikan Nasional dan Dampaknya terhadap Pendidikan Madrasah Mustabsyirah, Mustabsyirah; Yuspiani, Yuspiani
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6523

Abstract

Urgensi dari penelitian ini adalah untuk memahami dampak kebijakan desentralisasi dalam sistem pendidikan nasional terhadap eksistensi dan kualitas pendidikan madrasah di Indonesia. Desentralisasi bertujuan untuk memberdayakan pemerintah daerah dalam mengelola pendidikan, menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan lokal, serta meningkatkan tata kelola dan mutu pendidikan. Namun, kebijakan ini juga menimbulkan tantangan seperti ketidakmerataan pendanaan, inkonsistensi peraturan, dan kesenjangan kualitas antara madrasah dan sekolah umum. Tujuan artikel ini adalah untuk mengevaluasi implikasi desentralisasi terhadap madrasah, termasuk peluang dan tantangan yang dihadapi, serta membandingkannya dengan sekolah umum. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan menganalisis artikel pada jurnal ilmiah terkait kebijakan desentralisasi dan pendidikan madrasah. Artikel disaring berdasarkan kriteria inklusi untuk memastikan relevansinya, yaitu secara eksplisit membahas kebijakan desentralisasi pendidikan atau otonomi daerah, institusi madrasah, serta dampak, hubungan, atau implikasi antara keduanya. Analisis difokuskan secara eksklusif pada konteks Indonesia dengan rentang waktu publikasi antara tahun 1999 hingga 2025, dengan pertimbangan bahwa periode tersebut merupakan era berlakunya otonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi memberikan otonomi kurikulum yang lebih besar bagi madrasah, memungkinkan adaptasi dengan nilai-nilai Islam dan konteks lokal, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemerintah daerah. Namun, madrasah juga menghadapi tantangan serius seperti pendanaan yang tidak merata, infrastruktur terbatas, dan ketidakkonsistenan dalam sertifikasi guru. Analisis komparatif dengan sekolah umum mengungkap kesenjangan dalam tata kelola, pendanaan, dan pengawasan, di mana madrasah seringkali kurang mendapatkan dukungan kelembagaan. Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa meskipun desentralisasi mendorong inovasi dan adaptasi, diperlukan kebijakan yang lebih terkoordinasi untuk memastikan kesetaraan akses dan kualitas pendidikan. Rekomendasi yang diajukan meliputi harmonisasi pendanaan antara Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, serta penguatan mekanisme pengawasan untuk madrasah. Dengan langkah-langkah ini, madrasah dapat berkontribusi lebih efektif dalam mencapai tujuan pendidikan nasional yang inklusif dan berkualitas.