cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
Keterkaitan Kesehatan Lingkungan dan Pengaruh Sosial Budaya pada Masyarakat Pesisir di Lingkungan 29 Pekan Labuhan Desputri, Syavira; Arika, Romiza; Muhajirina, Dinda; Tanjung, Sophie Zafira; Aulia, Amanda Zafira; Nasution, Rahmi Indah Syahrina; Harahap, Rezki Safitri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i2.2084

Abstract

Latar Belakang:Masyarakat pesisir adalah kelompok masyarakat yang hidup bersama di wilayah pesisir dan membentuk budaya tersendiri yang terkait dengan ketergantungan mereka terhadap pengembangan sumber daya pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir dan pengaruh sosial budaya. Metode:Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian kuantitatif deskriptif yaitu dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner terhadap masyarakat pesisir di Lingkungan 29, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan Sumatera Utara. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan jamban keluarga, selokan/sungai dan tempat pembuangan sampah untuk sanitasi lingkungan belum mencapai 100%, namun sebagian warga sudah mampu menjaga lingkungan sebagaimana mestinya di lapangan, bukti bahwa 70% warga membuang sampah ke TPS, dan 83,3% hunian memiliki ventilasi yang memadai, pada sosial budaya masyarakat dalam penelitian ini sudah cukup baik dalam memilih pengobatan dimana 66,7% masyarakat akan ke puskesmas atau klinik terdekat saat sakit, 26,7% memilih obat di warung, dan 40% memilih obat dokter saat sakit, 33,3% memilih obat bidan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya keterkaitan kesehatan lingkungan masyarakat pesisir dan pengaruh sosial budaya, dimana pada masalah kesehatan lingkungan sebagian warga sudah mampu menjaga lingkungan sebagaimana mestinya di lapangan, Hanya saja perlu peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membudayakan kebiasaan membuang langsung limbah ke selokan atau laut, karena dapat mempengaruhi hasil tangkapan mereka yang sudah terkontaminasi limbah tersebut, dan untuk masalah sosial budaya masyarakat dalam penelitian ini sudah cukup baik, dan Hal ini menunjukan bahwa sebagian masyarakat percaya bahwa pengobatan modern adalah cara pengobatan terbaik untuk bisa menyembuhkan sakit.
Pengaruh Pengetahuan dan Status Sosial Ekonomi Masyarakat Bangkalan terhadap Perilaku Swamedikasi Antibiotik Nuraini, April; Rokhani, Ratri; Isnawati, Nafisah
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2142

Abstract

Latar Belakang: Swamedikasi adalah praktik individu yang mengobati penyakitnya sendiri tanpa pengawasan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan status sosial ekonomi terhadap praktik pengobatan sendiri yang melibatkan penggunaan antibiotik di masyarakat Bangkalan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan kuesioner terstruktur menggunakan teknik snowball sampling untuk mengumpulkan data dari sampel representatif masyarakat Bangkalan. Kuesioner terdiri dari bagian pengetahuan tentang penggunaan antibiotik, kebiasaan pengobatan sendiri, dan faktor sosial ekonomi. Analisis statistik regresi dan uji korelasi, dilakukan untuk mengkaji hubungan antar variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan masyarakat berada pada kategori yang cukup baik (41,4%), dengan kategori kelas menengah masyarakat Bangkalan (70,2%). Tindakan swamedikasi antibiotik yang dilakukan oleh masyarakat Bangkalan tergolong rasional dengan persentase 66,5%. Kesimpulan: Berdasarkan Uji Kolmogorov-Smirnov didapatkan nilai signifikansi (p) dari ketiga variabel tersebut adalah p<0,001 sehingga dapat dikatakan bahwa data tidak terdistribusi normal, sehingga dilakukan uji korelasi Spearman. Dalam analisis tersebut, menunjukkan nilai signifikan p<0,001, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan status sosial ekonomi dengan pengobatan sendiri dalam korelasi positif, semakin baik pengetahuan dan status sosial ekonomi, semakin rasional tindakan swamedikasi antibiotik.
Perbedaan Teknik Pemasangan Tourniquet Terhadap Kadar Magensium Serum Safitri, Hana; Wulan, Wieke Sri; Nidianti, Ersalina
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2144

Abstract

Background: Magnesium is an electrolyte that plays an important role in the body's reactions, because if there is a lack or too much magnesium it will cause organ dysfunction and even a person's death. That is the reason why errors in magnesium measurements can create serious conditions for patients if laboratory results are inaccurate. The hemoconcentration state of the sample can influence the final results obtained. The aim of the study was to determine the difference between tourniquet application techniques and the results of serum magnesium levels. Methods: This type of research is experimental research. In the first group of treatments, a tourniquet was dabbed which was maintained only until the vein could be accessed and the second group was dabbed with a tourniquet until the blood drawn reached the desired volume at the research object, measured and collected at the same time. Then the serum magnesium test was measured. Results:Research results on differences in tourniquet application techniques in serum magnesium examination. This research involved 20 respondents with a total sample of 40 samples (respondents' blood was taken twice). The research results mean magnesium levels with the released tourniquet technique were 2.8 mg/dL, higher than the second intervention, namely the tourniquet technique which was maintained at 2.5 mg/dL. The statistical results of the paired T-test carried out obtained data with a p-value of 0.849, which means p-value > 0.05. Conclusion: There was no significant difference between magnesium levels with the tourniquet removed and the tourniquet maintained to a volume of 3 cc.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan MPASI dengan Stunting pada Balita Usia 6-24 Bulan di Desa Sendang Ayu Kabupaten Lampung Tengah Permata Sari, Diah; Abdullah, Abdullah; Muharramah, Alifiyanti; Basuki, Uki
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2156

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh rendahnya asupan gizi. Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan pemberian ASI Eksklusif dan MPASI dengan stunting pada balita usia 6-24 bulan di Desa Sendang Ayu Kabupaten Lampung Tengah. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh balita usia 6-24 bulan berjumlah 117 balita dengan sampel 80 balita menggunakan metode simple random sampling. Variabel independen yaitu ASI Eksklusif dan MPASI (usia pemberian, tekstur, frekuensi, porsi) sedangkan variabel dependen yaitu stunting. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Dari 80 sampel diperoleh sebanyak 21 (26,3%) balita mengalami stunting, 44 (55%) balita ASI Eksklusif, 58 (72,5%) balita mendapatkan usia pertama MPASI sesuai, 53 (66,3%) balita mendapatkan tekstur MPASI sesuai, 42 (52,5%) balita mendapatkan frekuensi MPASI sesuai dan 44 (55%) balita mendapatkan porsi MPASI sesuai. Hasil penelitian ada hubungan pemberian ASI Eksklusif (ρ-value = 0,01), usia pemberian MPASI (ρ-value = 0,001), frekuensi MPASI ( ρ-value = 0,000), dan porsi MPASI (ρ-value = 0,039) dengan stunting, sebaliknya tidak ada hubungan tekstur MPASI (ρ-value = 0,825) dengan stunting pada balita usia 6-24 bulan di Desa Sendang Ayu Kabupaten Lampung Tengah. Kesimpulan ada hubungan pemberian ASI Eksklusif, usia pemberian, frekuensi, dan porsi MPASI dengan stunting, sedangkan tekstur MPASI tidak ada hubungan dengan stunting. Saran bagi pihak puskesmas tingkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan stunting melalui kegiatan emo demo praktik PMBA bagi sasaran dan keluarga.
Kemampuan Ikan Black Skirt Tetra (Gymnocorymbus Ternetzi) Memangsa Larva Aedes Aegypti Bravimasta, Bracovanca Diwayestara; Firmanto, Ian Ardhiya; Adrianto, Hebert
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2164

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue adalah salah satu penyakit infeksi arbovirus yang endemis di Indonesia sepanjang tahun. Kementerian Kesehatan telah menetapkan penggunaan ikan predator larva sebagai program 3M Plus untuk menurunkan infeksi dengue. Tujuan penelitian adalah menganalisis kemampuan ikan black skirt tetra (Gymnocorymbus ternetzi) memangsa larva Aedes aegypti. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan desain post test only control group design. Eksperimen ini menggunakan 4 kelompok ikan, yaitu tetra merah, tetra oranye, dan tetra hijau. Ikan cupang serit sebagai kelompok kontrol. Pengujian dilakukan dengan cara akuarium kaca diisi 1 liter air, 1 ekor ikan, dan 25 larva Ae. aegypti instar III. Replikasi setiap kelompok sebanyak 5 kali. Data jumlah larva yang dimangsa oleh ikan selama 20 menit dianalisis dengan sofware SPSS dengan uji Kruskall Wallis. Hasil: Rerata jumlah larva yang dimangsa adalah ikan tetra merah (22,20 larva), ikan tetra hijau (18 larva), ikan tetra oranye (15,20 larva), dan ikan cupang serit (25 larva). Uji statistik Kruskall Wallis menunjukkan bahwa keempat ikan uji memiliki kemampuan yang berbeda nyata dalam memangsa larva Ae. aegypti dengan nilai p = 0,015 (p < 0,05). Kesimpulan: Ikan tetra (G. ternetzi) yang memiliki kemampuan paling baik dalam memangsa larva Ae. aegypti dengan jumlah larva yang dimakan paling banyak selama 20 menit adalah ikan tetra merah, ikan tetra hijau, dan terakhir ikan tetra oranye
Peningkatan Kemampuan Menolak Ajakan Irasional dengan Problem-Solving Therapy dan Assertiveness Training pada Remaja Penyalahguna NAPZA Setiyani, Adek; Keliat, Budi Anna; Mustikasari, Mustikasari; Hardayati, Yunita Astriani
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2172

Abstract

Remaja penyalahguna Napza berisiko tinggi kambuh ketika muncul ajakan menggunakan kembali Napza dari lingkungan sekitar terutama menghadapi masalah atau berada pada situasi berisiko setelah rehabilitasi. Problem-solving therapy dan assertiveness training merupakan tindakan keperawatan yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan menolak ajakan irasional, sehingga risiko kekambuhan pada remaja penyalahguna Napza menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh problem-solving therapy dan assertiveness training terhadap kemampuan menolak ajakan irasional pada remaja penyalahguna Napza yang mengikuti rehabilitasi. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experimental pre-posttest without control. Jumlah sampel 30 remaja dengan metode consecutive sampling. Responden mendapatkan tindakan keperawatan ners, problem-solving therapy dan assertiveness training. Instrument yang digunakan adalah Drug Avoidance Self-Efficacy Scale (DASES). Analisis data menggunakan independent T-test, paired T-test, repeated ANOVA dan Pearson. Hasil penelitian menunjukkan tindakan keperawatan ners yang dikombinasikan dengan problem-solving therapy dan assertiveness training mampu meningkatkan rata-rata kemampuan menolak ajakan irasional. Perawat ners dapat memberikan tindakan keperawatan ners koping individu tidak efektif dan perawat ners spesialis dapat mengkombinasikan tindakan keperawatan ners dengan problem-solving therapy dan assertiveness training untuk semakin meningkatkan kemampuan remaja penyalahguna Napza dan menurunkan risiko kekambuhan.
Ketersediaan “Key Medicine” di Puskesmas Kota Palembang Simamora, Sarmalina; Mangunsong, Sonlimar; Sefriadi, Ilham
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2180

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Key medicine adalah obat kunci yang menjad indikator dalam pelayanan obat. Kelompok ini merupakan obat yang dipilih untuk program kesehatan ibu, program kesehatan anak, penanggulangan dan pencegahan penyakit serta obat pelanyanan kesehatan dasar, jika obat ini tidak tersedia maka pelayanan kesehatan menjadi tidak optimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ketersediaannya, yang selanjutnya dalam artikel ini disebut obat indikator di Puskesmas kota Palembang tahun 2023. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah non-eksperimental yang bersifat deskriptif, dengan data yang diambil dari pencatatan pada kartu stok yang terdiri dari 40 obat indikator. Di Kota Palembang terdapat 42 Puskesmas yang tersebar di 18 Kecamatan, maka akan dipilih sebanyak 18 Puskesmas di Kota Palembang yang mewakili per Kecamatan. Hasil : Persentase ketersediaan obat – obat indikator di Puskesmas kota Palembang sebesar 70,83% - 96,67% dimana 15 Puskesmas telah memenuhi standar dan 3 Puskesmas belum memenuhi standar. Kesimpulan : Semua Puskesmas sudah memiliki obat indikator, namun mash terdapat 3 Puskesmas yang ketersediaannya dibawah 80%, dengan alasan tidak ada permintaan dalam waktu yang lama untuk jenis obat obat tersebut. Abstract Background: Key drugs are become indicators in drug services. This group of drugs are selected for maternal health programs, child health programs, prevention and control disease and basic health service drugs, if these drugs are not available then health services are not optimal. This study was conducted with the aim of knowing the availability, which hereinafter in this article is called indicator drugs in Palembang city health centers in 2023. Methods: The type of research conducted was non-experimental descriptive, with data taken from records on stock cards consisting of 40 indicator drugs. In Palembang City there are 42 public health centers (PHC), named it PUSKESMAS. They were spread across 18 sub-districts, so 18 health centers in Palembang City will be selected to represent each sub-district. Results: The percentage of availability of indicator drugs in Palembang PHC is 70.83% - 96.67% where 15 have met the standards and 3 Puskesmas have not met the standards. Conclusion: All of PHC already have indicator drugs, but there are still 3 whose availability is below 80%, with the reason that there is no demand in a long time for this type of drug
Potensi Growth Factor dalam Platelet Rich Plasma (PRP) sebagai Pengobatan Regeneratif: Tinjauan Pustaka Wulandari, Septi; Oktariana, Desi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2195

Abstract

Latar Belakang: Platelet Rich Plasma (PRP) merupakan suatu bagian plasma dari darah yang diambil dari pasien itu sendiri (autologous) dengan kandungan konsentrasi platelet atau trombosit yang cukup tinggi yakni 3 sampai 5 kali lebih besar dari konsentrasi trombosit dalam darah. PRP memiliki kandungan Growth Factor (GF) yang melimpah, di antaranya Platelet Derived Growth Factor (PDGF), Transforming Growth Factor (TGF), Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), Epithelial Growth Factor (EGF) dan Insulin-Like Growth Factor (IGF) yang berfungsi mempercepat regenerasi endothelial, epitel, dan epidermal, merangsang angiogenesis, meningkatkan sintesis kolagen, penyembuhan jaringan, mengurangi jaringan parut pada kulit, dan meningkatkan respon hemostatik terhadap cedera. Berbagai studi baik in vitro maupun uji klinis menunjukkan bahwa pemberian PRP berpengaruh signifikan dalam penyembuhan cedera, perbaikan jaringan dan angiogenesis. Terapi PRP telah digunakan dalam dunia kesehatan sebagai pengobatan dalam berbagai penyakit yang berkaitan dengan pertumbuhan sel Kata kunci : Plasma kaya trombosit, faktor pertumbuhan, pengobatan regeneratif
Antibodi Monoklonal Anti-CD38 (Daratumumab) dalam Terapi Kanker Mieloma Multipel Afifah, Salwa Nur Nur; Oktariana, Desi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2196

Abstract

Mieloma multipel (MM) merupakan jenis keganasan hematologi yang belum dapat dibudidayakan dan prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Antibodi monoklonal Anti-CD38, khususnya daratumumab, telah membuktikan efektivitasnya dalam pengobatan MM dengan memicu berbagai mekanisme anti tumor.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dental dengan Jenis Kelamin, Pendidikan dan Pengalaman Ekstraksi Gigi Di RSGM Universitas Andalas Aulia, Rahmi Khairani; Arini, Mustika; Rahmasari, Suci; Putra, Afifarsyah Rayatama
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v19i1.2209

Abstract

Latar Belakang: Pencabutan gigi adalah salah satu perawatan yang sering menyebabkan kecemasan dental pada pasien. Kecemasan dental dapat menjadi masalah karena orang yang menderita kecemasan cenderung menunda atau membatalkan rencana perawatan. Terdapat banyak faktor kecemasan dental dapat terjadi pada pasien. Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross -sectional. Besar sampel pada penelitian ini berjumlah 117 sampel dengan teknik total sampling dari pasien yang datang ke departemen bedah mulut dan memenuhi kriteria pemilihan. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara yang menggunakan kuisioner Modified Dental anxiety Scale – Dental Extraction Procedures (MDAS-DEP) untuk mengukur tingkat kecemasan responden. Hasil: Mayoritas pasien memiliki tingkat kecemasan moderate (moderate anxiety) sebanyak 36 orang (59%). Tingkat kecemasan laki-laki lebih rendah dibandingkan perempuan (p<0.05). Tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah (p<0.05). Tidak ada hubungan antara pengalaman mencabut gigi sebelumnya dengan tingkat kecemasan (p>0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan jenis kelamin dan Pendidikan, tapi tidak terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan pengalaman ekstraksi gigi.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue