cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Intertekstualitas dan Interdiskursivitas dalam Pemberitaan tentang Pengusiran terhadap Pengungsi Rohingya di detik.com Andriani, Cindy; Andriani, Merry
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6351

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan wacana dan narasi dalam pemberitaan yang digunakan untuk melegitimasi penolakan terhadap pengungsi Rohingya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan wacana historis. Data dalam penelitian adalah pemberitaan tentang pengusiran pengungsi Rohingya yang bersumber dari detik.com. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode simak dan catat. Sementara itu, data dianalisis menggunakan konsep intertekstualitas dan interdiskursivitas yang dikemukakan oleh Wodak (2001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat intertekstualitas antara teks berita dengan naskah konstitusi (Pembukaan UUD 1945), Pancasila, dan kovenan serta konvensi HAM. Sementara itu, interdiskursivitas yang ditemukan berupa keterkaitan antara wacana pengusiran pengungsi Rohingya dengan wacana budaya, wacana hukum, wacana politik, dan wacana kemanusiaan. Penolakan terhadap pengungsi Rohingya dilegitimasi dengan intertekstualitas yang menyiratkan bahwa penolakan yang dilakukan harus berlandaskan aspek etika dan norma kemanusiaan. Selain itu, penolakan terhadap pengungsi Rohingya juga diperkuat dengan interdiskursivitas pada wacana. Interdiskursivitas pada wacana budaya menunjukkan bahwa penolakan terhadap pengungsi Rohingya boleh dilakukan asal tidak merusak citra Indonesia yang terkenal baik di mata publik internasional. Hal ini berkaitan dengan interdiskursivitas pada wacana kemanusiaan yang menempatkan problematika pengungsi Rohingya sebagai bagian dari isu-isu kemanusiaan. Selain itu, interdiskursivitas pada wacana hukum menempatkan pengungsi Rohingya tidak hanya sebagai korban, tetapi juga sebagai pihak yang bermasalah secara hukum karena kedatangannya di Indonesia diperantarai oleh pelaku TPPO. Di sisi lain, interdiskursivitas pada wacana politik menunjukkan bahwa problematika pengungsi Rohingya bukan hanya tanggung jawab Indonesia saja, melainkan juga negara lain dan lembaga-lembaga internasional terkait pengungsi.
Hambatan Fonologis pada Remaja Tanpa Disleksia dalam Membaca Kata Kompleks: Perspektif Psikolinguistik Diwansyah, Fitria Anggraini; Rosidin, Odien; Juansah, Dase Erwin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan fonologis yang dialami oleh remaja berusia 13 tahun yang tidak didiagnosis menderita disleksia tetapi kesulitan membaca kata-kata kompleks (≥ lima suku kata). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi pembacaan, wawancara, dan tes fonologis dasar. Temuan mengungkapkan bahwa subjek mengalami kesulitan dalam segmentasi fonem, pengulangan suara yang kompleks, dan pemrosesan kata-kata panjang yang lambat. Tantangan-tantangan ini menunjukkan kelemahan dalam kesadaran fonologis dan memori fonologis jangka pendek, meskipun sifat disleksia khas seperti pembalikan huruf tidak diamati. Hasilnya mendukung pandangan psikolinguistik bahwa efisiensi pemrosesan fonologis sangat penting dalam membaca, bahkan di antara pembaca non-disleksia. Studi ini merekomendasikan intervensi fonologis lebih lanjut dan penggunaan penilaian fonologis tingkat mikro sebagai bagian dari strategi peningkatan literasi remaja.
Derivational Morphemes on Webtoon “Smile Brush” by Waroo: A Morphology Analysis Martini, Martini; Taufiq, M. Aries; Wulansari, Dini; Indriyani, Vivi; Asmawati, Asmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.5839

Abstract

This study aimed to identify and analyze derivational morphemes found in the Smile Brush Webtoon by Waroo, focusing on their types, word-formation processes, and their effects on word class and meaning. Derivational morphemes played an essential role in vocabulary expansion by changing grammatical categories and enriching lexical meaning. This research employed a qualitative descriptive method, using the morphological theory of Haspelmath and Sims (2010) to classify the data and focused on the role of affixation in word formation within digital media contexts. The data were collected from episodes 1 to 35 of the Webtoon, resulting in a total of 20 derivational morphemes, consisting of 16 suffixes and 4 prefixes. These morphemes were categorized into ten derivational processes, including verb to noun (dis-, -ment), adjective to noun (-ness), noun to noun (auto-, -ian), verb to verb (re-), noun to verb (un-), verb to adjective (-ful), noun to adjective (-less, -ous, -ful), and adjective to adverb (-ly). The most frequent derivation type was adjective to adverb, marked by the use of the suffix -ly, with a total of eight occurrences. The findings indicated that derivational morphemes significantly contributed to the transformation of grammatical categories and the expansion of word meanings. The dominance of suffix usage over prefixes suggested that suffixes were more productive in the morphological structure of digital narrative texts. This research provided insight into the use of derivational morphology in contemporary media and served as a reference for future linguistic analysis in digital content.
Associative Meaning Analysis in a Selected Song from The Rolling Stones Astuti, Prihatin Puji; Antika, Ria
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6180

Abstract

This research titled "Associative Meaning Analysis in a Selected Song from The Rolling Stones" examines the presence and function of associative meaning in selected lyrics from the Rolling Stones’ recent works. The objective is to identify and analyze the types of associative meaning found in the lyrics. The study uses a qualitative descriptive approach with content analysis as the primary method. The data source consists of selected lyrical lines, which are analyzed using Leech’s (1985) theory of associative meaning. The analysis reveals six types of associative meaning: connotative, reflective, social, affective, collocative, and thematic. Connotative meaning adds emotional and symbolic depth, such as the phrase “sweet scents of Heaven,” which suggests peace beyond literal scent. Reflective meaning is observed in lyrics that express personal and collective emotions, including nostalgia and national pride mixed with disillusionment. Social meaning reflects cultural values embedded in the lyrics, while affective meaning evokes emotional responses such as joy and innocence, as seen in phrases like “the sweet sounds of children.” Collocative meaning is shown through word combinations like “Heaven” and “earth,” which carry spiritual associations. Thematic meaning is present in repeated contrasts, such as between the divine and the worldly, or between chaos and calm, giving unity to the overall message. These meanings are expressed through imagery, symbolism, and emotional variation, encouraging deeper engagement from listeners. In conclusion, the selected lyrics demonstrate how associative meaning is effectively employed to produce layered, meaningful messages. The use of associative meaning allows the Rolling Stones to connect with listeners on both emotional and intellectual levels.
Analisis Tindak Tutur pada Iklan Pemasaran Produk Lokal di Media Sosial Twitter X Wisnu Putri Febriani; Suparmin, Suparmin; Titik Sudiatmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan tindak tutur dalam iklan pemasaran produk lokal yang dipublikasikan di media sosial Twitter, yang kini dikenal sebagai X. Kajian ini berfokus pada bagaimana strategi kebahasaan dimanfaatkan oleh pengiklan untuk membangun komunikasi yang persuasif dan memengaruhi audiens secara efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian analisis isi (content analysis). Sumber data terdiri dari delapan iklan produk lokal yang mencakup teks, gambar, serta elemen verbal dan visual lainnya, yang dikumpulkan selama periode tertentu. Analisis dilakukan berdasarkan teori tindak tutur oleh John L. Austin, dengan langkah-langkah berupa pengumpulan data, identifikasi unsur kebahasaan yang mengandung tindak tutur, klasifikasi jenis tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi), deskripsi data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi merupakan bentuk dominan dalam tuturan iklan. Hal ini menandakan bahwa iklan-iklan tersebut secara sadar dirancang untuk mendorong tindakan konsumen melalui ajakan, perintah halus, maupun pernyataan yang menonjolkan keunggulan produk. Temuan ini menunjukkan bahwa pengiklan produk lokal di Twitter X secara sadar memilih strategi kebahasaan tertentu untuk menciptakan efek komunikasi yang efektif dalam pemasaran digital.
Kajian Pragmatik Tindak Tutur Ilokusi pada Podcast Mata Najwa melalui Kanal YouTube Najwa Shihab dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Azka Aryahiyyah; Nani Solihati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6261

Abstract

seperti asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif dalam podcast Mata Najwa melalui kanal YouTube Najwa Shihab dan bagaimana implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang terdapat pada tiga episode podcast Mata Najwa. Peneliti mengamati tuturan dalam podcast dan mencatat bentuk tindak tutur ilokusi yang ditemukan. Data analisis melalui analisis isi, dengan tahapan berupa transkripsi seluruh tuturan, klasifikasi berdasarkan jenis tindak tutur ilokusi, serta verifikasi ulang untuk memastikan keakuratan data. Hasil analisis tindak tutur ilokusi yang terdapat pada podcast Mata Najwa melalui kanal YouTube Najwa Shihab menunjukan terdapat 170 data, terdapat 104 data tindak tutur ilokkusi dalam berbagai bentuk seperti menyatakan, memberitahukan, dan melaporkan. Selanjutnya tindak tutur direktif terdapat 61 data dengan bentuk memerintah dan meminta. Selain itu, tindak tutur komisif 3 data dengan bentuk menjanjikan dan bersumpah. Selanjutnya tindak tutur ekspresif 2 data dengan bentuk terima kasih dan memohon maaf. Tidak ditemukan bentuk deklaratif pada penelitian ini, karena narasumber tidak berbicara dalam situasi formal kelembagaan yang memungkinkan terjadinya pengesahan atau penetapan suatu hal secara resmi melainkan lebih bersifat informatif, persuasif, dan ekspresif. Hal ini menunjukan podcast merupakan saran efektif dalam menyampaikan maksud komunikatif yang beragam.
Representasi Peran Perempuan dalam Sektor Ekonomi pada Novel Gadis Kretek Karya Ratih Kumala Azra Aulya Widyani Wijayanto; Aprillia Firmonasari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6273

Abstract

Perjuangan perempuan dalam melawan stereotip gender di masyarakat masih terus digaungkan hingga saat ini. Sebagai salah satu hasil dari karya sastra, novel tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan saja, melainkan juga dapat menjadi media yang efektif untuk menentang ketidakadilan gender. Penelitian ini membahas mengenai bagaimana representasi tokoh perempuan dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala dapat menentang stereotip gender yang ada di masyarakat dan bertujuan untuk menganalisis bentuk perlawanan tokoh perempuan yang direpresentasikan melalui perannya dalam sektor ekonomi. Penelitian berjenis kualitatif ini memperoleh data berbentuk kata, frasa, klausa, dan kalimat yang bersumber dari novel Gadis Kretek melalui metode simak dan teknik catat. Dianalisis dengan menggunakan teori representasi aktor sosial perspektif dari Theo van Leeuwen, penelitian ini akan berfokus pada bagaimana tokoh perempuan direpresentasikan secara eksplisit oleh penulis. Hasil analisis menunjukkan adanya keterlibatan tokoh perempuan dalam sektor ekonomi yang direpresentasikan melalui peran, identitas sosial, dan emosi. Temuan ini mengindikasikan bahwa novel Gadis Kretek berusaha untuk memposisikan perempuan sebagai aktor sosial yang kuat dengan cara menentang stereotip gender di masyarakat yang membatasi peran perempuan hanya dalam sektor domestik saja. Keterlibatan tokoh perempuan dalam sektor ekonomi juga menunjukkan kompetensi perempuan di bidang bisnis yang didominasi oleh laki-laki.
Authenticity or Image-Making? A Critical Discourse Analysis of KDM’s Political Persona on Social Media Rossy Halimatun Rosyidah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6340

Abstract

This study investigates how Kang Dedi Mulyadi (KDM) constructs his political identity on social media through emotional storytelling and cultural symbolism. Using a qualitative descriptive method and Fairclough’s three-dimensional Critical Discourse Analysis (CDA), this research analyzes two purposively selected YouTube videos and corresponding public comments. The analysis focuses on textual choices, discursive practices, and socio-cultural contexts to explore how KDM’s identity is performed and received. Findings show that KDM consistently uses Sundanese language, informal speech, and acts of empathy to portray himself as a caring and approachable leader. Public responses reflect trust, emotional engagement, and cultural pride, indicating that his digital persona resonates with grassroots audiences. This study highlights how emotional narratives and local cultural elements can foster political legitimacy and trust in non-Western digital contexts. Limitations include platform bias and limited data scope. Future research should apply cross-platform and mixed-method approaches to examine broader patterns in digital political identity-making.
A Reflective Teaching Journey Through The Kampus Mengajar Batch 7 Program Aisa Fitri; Musdalifah, Musdalifah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6388

Abstract

Kampus Mengajar provides valuable opportunities for students to contribute directly as teaching partners at various levels of education, including elementary, junior high, and senior high schools, with a primary focus on improving learning quality and strengthening students’ literacy and numeracy skills, especially in schools that require additional support. The research investigates about a reflective teaching report which aimed to explore educational interventions and their impact. Employing qualitative descriptive approach using narrative reflection to document the author’s experience during the Kampus Mengajar Batch 7 Program at SD Negeri 61 Lekkong, Enrekang Regency, South Sulawesi. Data were collected primarily through daily reflective journaling throughout the program, feedback from the Field Supervisor and Mentor Teacher, and documentation of implemented activities, including reading corners, literacy and numeracy boards, the Market Day program, the English Club, and library revitalization. The findings reveal that literacy programs that fostered a reading culture, engaging numeracy activities that promoted real-life mathematical application, the integration of digital learning tools to enhance student participation, character education to instill essential values, and environmental awareness projects that encouraged responsibility toward nature. These results suggest that close collaboration with school stakeholders to ensure contextual relevance and long-term sustainability. By grounding approach in the actual conditions and culture of school, the programs succeeded in creating a positive impact not only on students’ academic performance but also on their personal development and enthusiasm for learning.
Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Kemampuan Menentukan Ide Pokok di SDN Kalibaru 07 Hafizhoh Widad, Feby; Endah Sugiharti, Rini; Sundari, Kori
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6411

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni guna mengetahui adanya pengaruh kemampuan menentukan ide pokok sesudah diberi suatu perlakuan yakni membuat berdasarkan model Project Based Learning siswa kelas IV SDN Kalibaru 07. Kegiatan pembelajaran berbasis proyek mendorong siswa agar aktif guna mencari informasi, memberikan saran, dan menganalisis masalah atau pertanyaan secara objektif. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan memanfaatkan rancangan The Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group, yang menjadi salah satu bentuk dari eksperimen quasi-experimental design. Studi ini melibatkan dua kelas, setiap kelasnya berjumlah 31 siswa. Subjek penelitian ialah siswa kelas IV di SDN Kalibaru 07. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji normalitas pada kelompok kontrol yaitu 0,072 > 0,05 dan kelompok eksperimen sebesar 0,060 > 0,05. Uji homogenitas yakni 0,070 > 0,05. Kemudian uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-test yang membuktikan yakni didapatkan nilai signifikansi yaitu 0,027 < 0,05. Hal ini menunjukkan yakni H0 ditolak serta H1 diterima. Maka bisa ditarik simpulan yakni model Project Based Learning efektif mengenai kemampuan menentukan ide pokok pada siswa kelas IV.

Page 97 of 178 | Total Record : 1779