cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
Realitas Perjamuan Khong Guan Adalah Realitas Kita Dewi, Liana Shinta; Rizal, M. Daniel Fahmi; Khoirunnahya, Muhammad Iqbal
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.10499

Abstract

General Social Construction in Illustration of Perjamuan Khong Guan ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah membahas topik pembicaraan dan permainan bahasa yang ada di dalam kumpulan sajak Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo. Konsep dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah hermeneutika. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengarang memilih topik-topik yang relatable dengan masyarakat, misalnya, religiusitas, keterasingan sosial, dan cinta dan kerinduan.  Terkait bahasa, pemilihan bahasa-bahasa yang sederhana dan kontekstual oleh pengarang justru untuk membuat maknanya mudah dipahami dan bisa dengan mudah direfleksikan kembali oleh masyarakat pembacanya.Kata kunci: Joko Pinurbo, Khong Guan, Hermeneutika, Cinta, ReligiusitasABSTRACTThe aims of this study are discussing the topic converstion and how the language play in the book of poem collection, Perjamuan Khong Guan written by Joko Pinurbo. Concept and method used in this study is hermeneutics.The study shows that the author chose topics that are relatable to society i.e., religiosity, social alienation, and love and longing. From the language perspective, the author chose simple and contextual languages precisely to make the meaning easily to be understood and be reflected by the reader.Keyword: Joko Pinurbo, Khong Guan, Hermeneutics, Love, Religiosity
Wacana Rubrik Kriminal di Media Daring Jawa Pos Radar Madura Imron, Moh.; Junal, Junal; Masnawati, Eli
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.10597

Abstract

Criminal Rubric Discourse in Online Media Jawa Pos Radar Madura ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis wacana rubrik yang memuat berita kriminal di koran daring Jawa Pos Radar Madura. Penganalisisan wacana pada rubrik berita kriminal didasarkan pada struktur berita yang ditulis dapat merujuk pada pemarjinalan posisi dalam suatu wacana. Kelompok dominan lebih memegang kendali dalam menafsirkan suatu peristiwa dan pemakainya, sementara kelompok lain posisinya rendah cenderung untuk terus menerus sebagai objek pemaknaan dalam berita. Wacana rubrik criminal ini akan dikaji dengan pendekatan analisis wacana Theo Van Leeuwen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan teknik baca catat. Hasil penelitian ini adalah dalam wacana  berita kriminal yang terdapat bentuk pasivasi. Pemakaian kalimat pasif yang digunakan oleh wartawan dalam menyampaikan suatu wacana dapat menghilangkan aktor (pelaku) tindakan kriminal. Bentuk objektivasi dalam wacana kriminal akan memberikan informasi yang lebih konkrit terhadap pembaca karena menggunakan data sesuai dengan yang ditemukan di lapangan. Kemunculan abstraksi dalam wacana berita Nampak pada penyebutan secara berulang-ulang kejadian yang telah disebutkan sehingga memengaruhi pembaca untuk mencapai simpulan. Dalam wacana berita kriminal juga terdapat kategorisasi sering disampaikan dalam bentuk ciri fisik pelaku. Wacana berita kriminal dapat memengaruhi konsepsi dan persepsi pembaca dan akan menghasilkan keberpihakan.Kata kunci: wacana kriminal, inklusi, eksklusiABSTRACTThis study aims to analyze the rubric discourse that contains criminal news in the online newspaper Jawa Pos Radar Madura . Discourse analysis in the crime news rubric is based on the structure of the written news which can refer to the marginalization of positions in a discourse. The dominant groups have powerful control of interpreting an event and its users, while the other groups have a low position which tends to continuously as the object of meaning in the news. The discourse on the criminal rubric will be studied using Theo Van Leeuwen's discourse analysis approach. The research method used is the documentation method with reading and note-taking techniques. The result of this research is that in the discourse of criminal news there is a form of passivation. The use of passive sentences used by journalists in conveying a discourse can eliminate actors (agent) of criminal acts. The form of objectification in criminal discourse will provide more concrete information to the reader because it uses data in accordance with what is found in the field. The emergence of abstraction in news discourse appears in the repeated mention of the events that have been mentioned. Consequently, it influences the reader to reach a conclusion. In the discourse of criminal news, there is also categorization that is often conveyed in the form of the physical characteristics of the perpetrator. Crime news discourse can influence the reader's conception and perception and will result in partisanship.Keyword: Criminal discourse, inclusive, exclusive
Teori Filsafat Politik Agamben dalam Karya Sastra: Bare Life dan Homo Sacer Rahmawati, Damay; Sulistyowati, Ecclisia
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.10766

Abstract

Agamben Theory of Political Philosophy in Literature Work: Bare Life and Homo Sacer ABSTRAKPenelitian ini menyajikan gagasan dan teori sosio-politik Agamben seputar kedaulatan negara dan hak asasi manusia, untuk memberikan pandangan dan perbandingan dalam hubungannya dengan teori-teori pada ilmu sosial dan sastra. Agamben adalah salah satu filsuf yang muncul di era modern, yang mana pemikirannya berkaitan dengan filsuf besar pendahulunya, seperti Michel Foucault dan Hannah Arendt yang juga dibahas di dalam penelitian ini. Oleh karena itu, hubungan antara konsep-konsep pemikiran mereka pun dipresentasikan dalam penelitian ini, beserta konsep politik Agamben yang diaplikasikan dalam artikel kritik sastra. Berdasarkan data-data yang didapatkan melalui studi pustaka ditemukan penggambaran dari istilah bare life dan homo sacer yang merupakan pandangan Agamben terhadap kualitas manusia sebagai individu. Agamben menunjukkan bahwa kedaulatan negara dapat mengubah status manusia menjadi tanpa hak asasi maupun hak politik di bawah kekuasaannya, yang mana penerapannya pun dapat ditemukan dalam beberapa karya sastra, yang dibahas dalam artikel kritik sastra.Kata kunci: Agamben, Kedaulatan Negara, Homo Sacer, Bare Life, Hak Asasi Manusia ABSTRACTThis study provides Agamben’s socio-political ideas and theory regarding sovereignty and human right, to give a deeper insight and comparison in the relation of social theory and literary studies. Giorgio Agamben is one of modern philosopher, which his thoughts are connected to other previous philosophers, such as Michel Foucault and Hannah Arendt who are also discussed in this study. Thus, the connections between their concepts are presented in this study, along with the Agamben political concepts which is applied in literary criticism articles. Based on the data obtained from library research is found the depictions of the terms bare life and homo sacer which Agamben’s view of human qualities as individuals. Agamben shows that sovereignty can change human status to be without human rights or political rights under its power, which the implementation can be found in several literature works that are discussed in critical literary articles.Keyword: Agamben, Sovereignty, Homo Sacer, Bare Life, Human Rights.
Kajian Sastra Didaktis dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata Kartini, Ari; Sumiyadi, Sumiyadi
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.11063

Abstract

Analysis of Didactic Literature In Guru Aini Novel Written by Andrea Hirata ABSTRAKNovel sabagai salah satu karya sastra dapat dikatakan sebagai interprestasi kehidupan dan perilaku yang nyata. Penelitian ini mencoba menggali dimensi nilai-nilai didaktis pada sebuah novel. Kajian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif  analisis deskripsi  dengan pendekatan sastra didaktis. Data diambil bersumber dari novel berjudul “Guru Aini” yang dibuat oleh salah satu penulis terkenal Andrea Hirata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam novel “Guru Aini” karya Andrea Hirata terdapat unsur sastra didaktis berkenaan dengan pertama melalui kajian alur tokoh dan penokohan, serta latar dapat ditemukan nilai-nilai karakter seperti kepribadian yang bermartabat, mandiri, kreatif, tanggung jawab, idealis, kerja keras, penuh semangat, dan mampu mengendalikan diri; kedua adanya dimensi nilai pendidikan nasional, yaitu nilai karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas; ketiga bahasa yang disajikan sangat menarik, mudah dipahami, mengandung metafora, dan perumpamaan dalam menjelaskan ilmu matematika serta kehidupan. Secara garis garis besar, novel berjudul “Guru Aini” karya Andrea Hirata dapat dijadikan sebagai bahan ajar pembelajaran sastra di sekolah dalam meningkatkan karakter siswa.Kata kunci: sastra didaktis, novel guru aini, nilai karakterABSTRACTNovel as a literary work can be said as an interpretation of real life and behavior. This study tries to explore the dimensions of didactic values in a novel. The study was conducted using a qualitative descriptive analysis method with a didactic literary approach. The data is taken from a novel entitled "Guru Aini" which was written by one of the famous writers, Andrea Hirata. The results show that in the novel "Guru Aini" by Andrea Hirata there are didactic literary elements related to the first through the study of the plot of characters and characterizations, and the setting can be found character values such as dignified, independent, creative, responsible, idealistic, personality. hard work, passionate, and able to control themselves; secondly, there are dimensions of national education values, namely the values of religious, nationalist, independent, mutual cooperation, and integrity characters; The three languages presented are very interesting, easy to understand, contain metaphors, and parables in explaining mathematics and life. Broadly speaking, the novel entitled “Guru Aini” by Andrea Hirata can be used as a teaching material for learning literature in schools in improving the character of students.Keyword: didactic literature, “Guru Aini”, character values
Afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau Tyas, Debora Korining; Oktaviani, Ursula Dwi; Fitrianingrum, Evi; Oktaviani, Irmaculata
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.11096

Abstract

The Dayak Hibun Language Affixation in Hibun Village Folklore Parindu District, Sanggau Regency ABSTRAKTujuan penelitian yaitu mengetahui afiksasi Bahasa Dayak Hibun dalam Cerita Rakyat di Desa Hibun Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah rekaman cerita rakyat bahasa Dayak Hibun dengan sumber data dari dua orang informan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan aplikasi Elan dan Toolbox, selanjutnya hasil eksport dari Toolbox dianalisis manual menyesuaikan materi yang ada dalam kaidah morfologi untuk menemukan afiksasi yang ada dalam cerita rakyat bahasa Dayak Hibun. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1)hanya terdapat satu jenis afiksasi yaitu prefik. (2) prefik yang didapatkan dalam penelitian ini ada 9 jenis yaitu: prefik be-, ke-, ko-, n-, ng-, ngo-, ny-, se-, te-. (3) total kata yang berprefik adalah 72 kata. (4) jumlah kata pokok dalam ketujuh cerita adalah 1.313. Berdasarkan korpus data yang digunakan peneliti dari tujuh cerita berbahasa Dayak Hibun yang sudah dipaparkan diatas menyatakan bahwa didalam bahasa Dayak Hibunhanya terdapat satu afiksasi saja. Hal ini bisa saja terjadi karena itu merupakan keunikan yang dimiliki oleh bahasa tersebut. Selain hanya terdapat satu afiksasi saja, bahasa Dayak Hibunjuga memiliki keunikan lain yaitu sangat minim penggunaan konsonan “r” dalam penyebutan katanya.Kata kunci: Afiksasi, Bahasa, DayakHibun, Cerita RakyatABSTRACTThe purpose of the study was to determine the Dayak Hibun language affixation in Hibun Village Folklore, Parindu District, Sanggau Regency. The research approach is a qualitative approach with descriptive research method. The data of this study is a recording folklore in Dayak Hibun language with the data source from two informants. Data collection technique is observation, in-depth interviews and documentation. The research data result were analyzed using the Elan and Toolbox applications. Then, the export results is obtained from the Toolbox. Moreover, it were analyzed manually by adjusting the material contained in the morphological rules to find affixes in the folklore of the Dayak Hibun language. The results obtained are: (1) there is only one type of affixation, namely prefixes. (2) there are 9 types of prefixes obtained in this study, namely: be-, ke-, ko-, n-, ng-, ngo-, ny-, se-, te-. (3) the total words with prefixes are 72 words. (4) the number of root lexical in the seven stories is 1,313. Based on the corpus of data which is used by researchers from seven stories in the Dayak Hibun language described above, it is stated that in the Dayak Hibun language there is only one affixation. This can happen because it is the uniqueness of the language. In addition to having only one affixation, the Dayak Hibun language also has another uniqueness, namely the very minimal use of the "r" consonant in pronunciation the word.Keyword: Affixation, Dayak Hibun Language, Folklore
Kanon Style dalam Retorika Najwa Shihab pada Acara Mata Najwa di Metro Tv Sari, Lusi Komala
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i1.11110

Abstract

Canon Style in Najwa Shihab’s Rhetoric at Mata Najwa Shows on Metro Tv ABSTRAKPenelitian kualitatif deskriptif ini untuk mendapatkan data diksi dan majas sebagai bentuk style retorika Najwa Shihab (NS). Pengumpulan data menggunaan teknik dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik content analysis. Diksi yang paling dominan digunakan NS dalam membawaan acara adalah diksi populer. Diksi ini memberikan kesan rendah hati dan kesetaraan pada tuturan NS. Selain itu tuturan NS diwarnai diksi khusus, percakapan, dan idiom. Diksi khusus memberikan efek tajam pada bahasa. Diksi percakapan memberikan efek santai, ringan, dan akrab. Idiom memberikan efek estetika pada bahasa sekaligus makna yang padat. Majas paling dominan pada tuturan NS adalah majas penegasan. Kemudian, diikuti oleh majas pertautan, perbandingan, dan pertentangan. Majas penegasan membawa efek tajam pada bahasa sehingga tuturan menjadi jelas. Majas pertautan, perbandingan, dan pertentangan, menjadikan acara Mata Najwa menjadi hidup dan bertenaga. Penelitian ini menunjukkan bahwa majas tidak lagi digunakan secara konvensional untuk mendapatkan unsur keindahan semata. Lebih dari itu, pengunaan majas menunjukkan kecerdasan dan lebih menjelaskan konsep secara estetis.Kata kunci: Kanon, gaya retorika, presenterABSTRACTThis descriptive qualitative research is to obtain diction and figure of speech data as a form of Najwa Shihab's (NS) rhetorical style. Data collection used documentation techniques, while data analysis used content analysis techniques. The most dominant diction which is used by NS in presenting the program is popular diction. This diction gives the impression of humility and equality in NS speech. In addition, NS speech is varied by special diction, conversation, and idioms. Special diction gives a sharp effect on the language. Conversational diction gives a relaxed, light, and familiar effect. Idioms give an aesthetic effect to language as well as solid meaning. The most dominant figure of speech in NS speech is affirmative figure of speech. Then, it is followed by the figure of speech of linkage, comparison, and contradiction. Affirmation figure of speech has a sharp effect on language. Therefore, the speech becomes clear. The figure of connection, comparison, and contradiction, makes the Mata Najwa event come alive and powerful. This research shows that figure of speech is no longer used conventionally to get the element of beauty alone. Moreover, the use of figure of speech shows intelligence and explains the concept more aesthetically.Keyword: Canon, rhetoric style, host
Afiks Nge- pada Media Sosial Twitter Nurjanah, Ayu Fitria; Yosani, Yosephine Marrietta Ardhya; Ginanjar, Bakdal
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.11111

Abstract

Affix Nge- on Twitter Social Media ABSTRAKPembahasan pada penelitian ini mengenai perubahan bentuk afiksasi khususnya prefiks nge- pada media sosial Twitter. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bentuk afiks nge- dan makna yang ada dalam unggahan Twitter oleh warganet. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif dengan data berupa kalimat yang mengandung afiks nge- dan sumber data berasal dari Twitter. Data dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat. Kemudian, analisis data menggunakan metode agih yang dilanjutkan dengan teknik bagi unsur langsung. Berdasarkan hasil analisis, pada media sosial Twitter ditemukan perubahan afiksasi pada afiks nge-, yaitu nge + v = v, nge + v + in = v, nge + n = v, nge + n + in = v, nge + adj.= v, nge + adj. + in = v. Kemudian, dari hasil data yang dianalisis keenam perubahan afiksasi menghasilkan kata berkategori verba.Kata kunci: afiks, Twitter, verbaABSTRACTThe discussion in this study is about changing in the form of affixation, especially the nge- prefix on Twitter social media. Therefore, this study aims to describe the changes in the form of the affix nge- and the meaning contained in Twitter uploads by netizens. The method which is used in this study is a qualitative descriptive method with data in the form of sentences containing the affix nge- and data sources is from Twitter. The data were collected using the listening method and note-taking technique. Then, the data analysis used the distribution method followed by the indirect division technique. Based on the analysis, on Twitter social media, it was found that the affixation changes in the affix nge-, namely nge + v = v, nge + v + in = v, nge + n = v, nge + n + in = v, nge + adj. = v , nge + adj. + in = v. Then, based on the results of the data analysis, the six changes in affixation produce verb words categorized.Keyword: affixes, Twitter, verb
Persepsi Pembelajaran Membaca Kritis Cerita Anak Melalui Blended Learning Sebagai Implementasi Kebijakan MBKM Lestari, Zubaedah Wiji; Apriliyani, N Yeffa Afnita; Salmun, Ahmad; Kresnawaty, Anita
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.11621

Abstract

The Critical Reading Learning Perceptions Using Children Story Through Blended Learning As An Implementation of MBKM ABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran membaca kritis dengan bahan ajar cerita anak melalui blended learning, dan mengevaluasi persepsi mahasiswa dan stakeholder terhadap pembelajaran membaca kritis cerita anak melalui blended learning sebagai   implementasi   kebijakan MBKM di Perguruan Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survey. Partisipan adalah 88 mahasiswa semester tiga dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Instrumen yang digunakan adalah ceklist observasi, kuesioner dengan pertanyaan tertutup dan terbuka melalui google form. Analisis dari implementasi membaca kritis bahan ajar yang diberikan dengan blended learning menunjukkan bahwa selama pembelajaran mahasiswa memperoleh pengetahuan baru mengenai cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui cerita anak. Dari kuesioner yang diberikan diperoleh informasi bahwa mahasiswa dan stakeholder memberikan respon yang positif dan memberikan opini bahwa membaca kritis dapat dilakukan pada bidang ilmu lain dan dianggap mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dan selanjutnya dapat diimplementasikan saat mengajar membaca pada anak usia dini.Kata kunci: membaca kritis, cerita anak, blended learningABSTRACTThe research is conducted to analyze the implementation of critical reading learning using children story through blended learning and to evaluate stakeholders and students towards critical reading learning through blended learning using children story as the implementation of MBKM in Higher Education. The research uses qualitative approach with survey design. The participants are 88 students from 2 studies program, those are English Education study program and Indonesian Education Study Program. The instruments to collect the data are observation checklist and questionnaire (open-ended and closed-ended) through google-form. The implementation analysis of critical reading of teaching materials provided with blended learning shows that during learning students gain new knowledge about how to improve critical thinking skills through children’s stories. From questionnaire given, information was obtained that students and stakeholders gave positive responses and gave opinions that critical reading can be done in other fields of science, and is considered capable of improving students’ critical thinking skills and can then be implemented when teaching reading to early childhood.Keyword: Critical Reading, Children Story, blended learning
Nominalisasi Melalui Proses Afiks pada Proposal Tugas Akhir Mahasiswa Kebidanan Giri Satria Husada Wonogiri Muryati, Sri; Wicaksana, Muhlis Fajar; Sudiatmi, Titik
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12335

Abstract

The Affixed Nominalization of Final Assigment Proposal Student of Giri Satria Husada Midwifery in Wonogiri  Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan nominalisasi dengan afiksasi dan fungsinya dalam teks proposal tugas akhir mahasiswa kebidanan. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan data berupa kata nominalisasi melalui afiksasi dalam kalimat pada teks proposal tugas akhir mahasiswa kebidanan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Adapun  analisis data yang digunakan yakni metode padan  dan metode agih. Hasil penelitian ini adalah (1) nominalisasi yang ditemukan yakni nomina hasil pelekatan afiks pe-, -an, -nya, ke-an, per-an, dan pe-an; nominalisasi yang dihasilkan berasal dari verba, adjektiva, dan konjungsi; (2) fungsi penggunaan nominalisasi yakni: tercipta kepadatan leksikal sehingga terjadi pemadatan informasi, penyajian ide abstrak dengan pengedepanan tema/topik sehingga tulisan bersifat objektif, menghubungkan makna antarkalimat/paragraf sehingga menjadi padu. Kata kunci: Afiksasi, nominalisasi, proposal The aim of this research is to reveal affixed nominalization and its function in final assignment proposal of midwifery student. This research method is a qualitative method with data in the form of nominalization lexical through affixation in the midwifery students final project proposal sentences. The data collection techniques employed in this research are reading and recording techniques. Whereas, the data analysis was conducted by exerting the padan and agih methods. The results of this research are as follows: (1) the affixed nominalization which is found in this research are non-noun words with pe-, -an, -nya, ke-an, per-an, and pe-an; the nominalizations are as result of adjective and conjunction, (2) the utilization of nominalization function are: creating lexical density. It is therefore information can be compressed, presenting abstract idea by prioritizing themes/topics. As a result, the writing can be objective in connecting sentence/paragraph. Thus, it can be coherent. Keyword: Student Literacy Tour, Pantun, Student Awareness, Student Confidence, School Action Research
Kesantunan dalam Komentar pada Akun Resmi Instagram Liga Sepak Bola Indonesia dan Inggris Virginio, Gabriel Aditya
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.12424

Abstract

Politness Strategies in Comments on Instagram Official Accounts of Indonesian and English Football Leagues ABSTRAKPenelitian berikut melihat kesantunan dalam komentar orang Indonesia dan Inggris dalam konteks sepak bola, serta menganalisis komentar santun melalui bidal kesantunan dalam prinsip kesantunan. Data yang diambil dari komentar dalam 5 unggahan dari setiap akun Instagram liga sepak bola Indonesia dan Inggris. Data didapatkan dari komentar yang ada dalam Instagram yang mengandung prinsip kesantunan. 5 unggahan yang diambil merupakan unggahan pada rentang waktu 30 Maret 2020 sampai dengan 1 April 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan menggunakan purposive sampling dalam pemerolehan data. Teori yang digunakan untuk meneliti data tersebut adalah teori prinsip kesantunan. Data yang didapatkan merupakan fenomena contoh kasus prinsip kesantunan dalam komentar di liga Indonesia dan dalam komentar liga Inggris. Tidak semua komentar dalam setiap unggahan terindikasi semua bidal kesantunan, ada yang dalam satu unggahan hanya memiliki bidal pujian saja. Namun, ada pula dalam satu unggahan terindikasi dalam keenam bidal kesantunan tersebut.Kata kunci: Lintas Budaya, Prinsip Kesantunan, Sepak Bola, Liga Indonesia, Liga InggrisABSTRACTThe following research examines politeness in Indonesian and English comments in the context of football, and analyzes polite comments through politeness thimbles in the politeness strategies. Data is taken from comments in 5 uploads from every Instagram account of the Indonesian and English football leagues. The data is obtained from comments on Instagram which contain the politeness strategies. The 5 uploads is chosen from posts  from March 30, 2020 to April 1, 2020. This study uses a qualitative method and uses purposive sampling in data collection. The theory used to examine the data is the theory of politeness strategies. The data obtained is a phenomenon of case study in the politeness strategies in comments of the Indonesian league and in the comments of the English league. Not all comments in every posts indicate all politeness thimbles, some in one post only have praise thimbles. However, there are also one post indicated in the six politeness thimbles.Kata kunci: Cross Culture, Politeness Strategies, Football, Indonesian League, English League