cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PROGRAM RUMAH CERDAS DIGITAL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LITERASI DIGITAL DI DESA MALLONGI-MALLONGI Dassa, Awi; Assagaf, Said Fachry; Herman, Herman; Putri, Ardita Amelia; Putra, Arianto Dwi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.49833

Abstract

Digital literacy can be defined as the ability to use and understand information from a very wide range of sources that can be displayed on computer devices. The measurement of the digital literacy index is seen from four dimensions, namely, digital skills, digital ethics, digital security, and digital culture. When measured against these four dimensions, the level of digital literacy, Mallongi-Longi Village is considered as low in its application. Therefore, the Student Activity Unit  (PPK Ormawa) of the Mathematics Department at FMIPA UNM seeks to address the issues in Mallongi-Longi Village by implementing a work program called the Digital Smart Home Program. It is hoped that this Smart Home Program can broaden the knowledge, attitudes, and skills of the Mallongi-Lonngi Village community regarding digital literacy. This program is conducted through classes and seminars. It consists of two main activities, namely digital classes and digital workshops, targeting the Mallongi-Longi Village community. This program runs for 58 days. Based on the program evaluation results, it was found that the target participants have responded well, the target community wants the sustainability of this program and this program has achieved all the objectives of the program implementation.
PAJRI NANAS SEBAGAI TEROBOSAN PENGOLAHAN BUAH NANAS DI DESA WISATA EDUKASI KAMPUNG NANAS Sa`diyah, *Halimatus; Ikhsan, Muhammad Khairul; Kho’im, Khoiron Nur; Hidayatullah, Rizaldi Pratama
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.44938

Abstract

Desa wisata edukasi “Kampung Nanas” merupakan suatu desa wisata berwawasan edukasi yang terletak di Dusun Sukoyuwono, Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Julukan “kampung nanas” diberikan karena merupakan desa penghasil nanas jumbo yang berat buahnya dapat mencapai 3-5 kg. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membuat terobosan baru mengenai inovasi olahan buah nanas yang disebut pajri nanas. Pajri nanas berbahan utama nanas dan termasuk makanan khas melayu yang berkhasiat sebagai obat penyembuh beberapa penyakit dan merupakan produk ekonomi kreatif. Pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan kepada para warga, khususnya para wanita tentang pembuatan pajri nanas dengan jumlah 35 peserta. Pasca dilakukan kegiatan pengabdian ini, masyarakat memperoleh pengetahuan yang meningkat tentang pembuatan pajri nanas dengan hasil rata-rata pretes adalah 7.42% dan 100% sebagai rata-rata postes. Selain itu, pajri nanas diberi nilai 9 oleh 5 peserta dan nilai 10 oleh 30 peserta, sehingga pajri nanas layak menjadi salah satu produk inovasi di desa ini. The educational tourism village "Kampung Nanas" is an educational tourism village located in Sukoyuwono Hamlet, Palaan Village, Ngajum District, Malang Regency. The nickname “pineapple village” is given because it is a village that produces jumbo pineapples whose fruit can reach 3-5 kg. The purpose of this community service is to make a new breakthrough regarding the innovation of processed pineapple called pajri nanas. Pajri nanas is made from pineapple and is a typical Malay food which is efficacious as a cure for several diseases and is a product of the creative economy. This community service was in the form of training for residents, especially women, on making pajri nanas with a total of 35 participants. After this community service activity was carried out, the community gained increased knowledge about making pajri nanas with an average pre-test result of 7.42% and 100% as a post-test average. In addition, pajri nanas was given a score of 9 by 5 participants and a score of 10 by 30 participants, so that pajri nanas deserve to be one of the innovative products in this village.
TEACHING FACTORY: PROGRAM MAGANG SKEMA EFISIENSI PENGADAAN ELECTRONIC VEHICLE DAN HYBRID DI KOTA BANDUNG Setiyowati, Yeni; Zahra, Nashwa Safiya Oktovia; Yuliana, Rahma; Munajat, Mas Dadang Enjat; Firmansyah, Anry; Miftah, Ahmad Zaini; Halimah, Mas
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.56577

Abstract

Peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia melalui Pendidikan vokasional, berorientasi kepada penerapan ilmu yang terstruktur dan keahlian guna melahirkan lulusan yang berkompeten serta terampil dalam bekerja. Teaching Factory (TeFa), merupakan program berbasiskan Problem Based Learning (PBL) yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kompetensi, karakter dan attitude mahasiswa yang diperlukan di dunia kerja. Melalui program Teaching Factory (TeFa), mahasiswa dihadapkan pada persoalan bagaimana mengembangkan skema perbandingan efisiensi biaya pengadaan antara kendaraan dinas berbasis EV (Electric Vehicle) dan kendaraan hybrid. Mahasiswa berperan sebagai pelaksana teknis yang diperkenalkan berbagi Teknik analisis yang relevan dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh mitra. Selain itu, mahasiswa diberikan aktivitas role play sebagai CEO, COO, CFO, dan CPO guna memberikan pengalaman dalam mengelola suatu entitas bisnis. Pada program Teaching Factory (TeFa) ini, Program Studi Administrasi Keuangan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bermitra dengan dan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bandung yang difasilitasi oleh PT. Quadran Energi Rekayasa. Keluaran dari program ini antara lain diseminasi dan rekomendasi kebijakan dalam efisiensi biaya pengadaan antara kendaraan dinas berbasis EV (Electric Vehicle) dan kendaraan hybrid di Pemerintah Kota Bandung.
PENERAPAN DIGITAL MARKETING MELALUI E- COMMERCE TOBEL (TOKO BELI) DI DESA BONTOSUNGGU KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN Ri Esso, Andi Sawe; Yahya, Muhammad; Nur, Kherayani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.50010

Abstract

Teknologi yang begitu pesat memberikan kemudahan dalam bermobilisasi pada semua aspek di kehidupan manusia, Hal ini tentunya akan menghemat waktu dan memberikan kemudahan para pelaku UMKM di Kecamatan Bajeng Desa. Bontosunggu, Kabupaten Gowa. Saat ini pengetahuan para pelaku UMKM kurang memanfaatkan teknologi yang berkembang. Kurangnya sosialisasi dan pengetahuan teknologi telah menghambat perkembangan pemasaran UMKM di daerah tersebut. Solusi yang dapat diterapkan untuk mitra binaan adalah pemanfaatan aplikasi digital marketing dalam aspek manajemen. Toko Beli dalam memasarkan Produk UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penerapan digital marketing melalui e-commerce bagi Tobel Toko Beli di Desa Bontosunggu. Kegiatan ini mengadopsi pendekatan partisipatif. Metode pelatihan, konsultasi, dan pelaksanaan praktik lapangan telah digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan. Dengan tersebut, dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang digital marketing dan mampu mengimplementasikan dalam memasarkan produknya. The rapid advancement of technology provides convenience in various aspects of human life, which undoubtedly saves time and offers benefits to small and medium-sized enterprises (UMKM) stakeholders in the Bajeng District, Bontosunggu Village, Gowa Regency. Currently, the knowledge of UMKM stakeholders in utilizing evolving technology is limited. The lack of socialization and technological awareness has hindered the development of UMKM marketing in the area. The solution that can be applied to our partner is the utilization of digital marketing applications in the management aspect. "Toko Beli" in marketing UMKM products. This research aims to optimize the implementation of digital marketing through e-commerce for "Toko Beli" in Bontosunggu Village. This activity adopts a participatory approach. Training, consultation, and field practice methods have been used to enhance understanding and skills. Consequently, it can improve community's understanding of digital marketing and their ability to implement it in marketing their products.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAMPUNG PASIR ANGLING MELALUI PENGOLAHAN MAGGOT MENJADI KONSENTRAT PAKAN TERNAK SAPI Aslamiah, Lisa; Ramadhan, Miftahul Akbar; Amanda, Deliana; Sadiyah, Halimatus; Asyahidda, Fajar Nugraha
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.52805

Abstract

Tingginya harga konsentrat pakan ternak sapi saat ini telah memberikan dampak negatif terhadap masyarakat peternak, menyebabkan kerugian yang signifikan dan menurunkan produktivitas. tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai pembuatan konsentrat pakan ternak dari maggot yang dibudidaya. Pengabdian pada masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research dengan metode berupa ceramah, diskusi, praktek langsung dan pendampingan. Peserta kegiatan pengabdian ini difokuskan kepada para peternak sapi, karang taruna dan masyarakat umum yang berada di Kampung Pasir Angling, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Hasil pengabdian ini adalah besarnya  antusias peserta dengan dibuktikan bahwa aktifnya  peserta  mengikuti  kegiatan  dari  awal  sampai  akhir. Sosialisasi dilakukan sebanyak tiga kali,  dengan sosialisasi pertama mengenai pengolahan limbah organik dan budidaya maggot, sosialisasi kedua dengan topik bahasan pembuatan konsentrat pakan ternak dan pembentukan kelompok pelaksanaan kegiatan, dan sosialisasi ketiga dengan topik bahasan terkait pemasaran produk dan bisnis digital. Dengan alternatif pakan ternak berupa maggot BSF ini diharapkan dapat memberikan nutrisi yang baik bagi ternak, menekan biaya produksi pakan, dan meningkatkan produktivitas para peternak sapi. Di samping itu, diidentifikasi bahwa maggot BSF merupakan solusi penanganan sampah organik rumah tangga dan menjadi peluang bisnis. Kata Kunci: Pakan Ternak; Budidaya Maggot; Pengabdian Masyarakat
PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SDI KOTANDORA KABUPATEN MANGGARAI TIMUR, NTT Men, Fulgensius Efrem; Ningsi, Gabariela Purnama; Jehadus, Emilianus; Sugiarti, Lana
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.53907

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka dalam satuan pendidikan masih merupakan tantangan bagi beberapa sekolah. Meskipun ada sekolah yang sudah menerapkan kurikulum merdeka dalam tahapan mandiri berubah, namun tidak menutup kemungkinan bahwa sekolah masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka ini dengan baik. Selain itu, masih ada guru-guru yang kurang termotivasi untuk menerapkan kurikulum merdeka dalam pembelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, maka tim pengandian melaksanakan kegiatan pelatihan implementasi kurikulum merdeka di SDI Kotandora. SDI ini merupakan salah satu sekolah yang mengalami tantangan ini. Kegiatan pengabdian dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan. Kegiatan pelatihan dilakukan mulai dari pukul 08.00-16.00 WITA selama 2 hari yaitu pada tanggal 19-20 Februari 2024 dan diikuti oleh 19 peserta yang merupakan guru-guru SDI Kotandora. Dalam kegiatan ini, guru-guru telah menyusun KOSP yang sudah dapat digunakan, beberapa draf modul ajar dan modul P5 yang perlu untuk disempurnakan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan guru-guru peserta pelatihan tentang implementasi Kurikulum Merdeka serta peningkatan skills peserta dalam menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka.
PENGUATAN INTERAKSI BUDAYA SUNDA DAN TIONGHOA MELALUI FESTIVAL BULAN DI KOTA BANDUNG Krisnawati, Ekaning; Afrina, Uray; Cleveresty, Tri Bigrit; Citraresmana, Elvi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.52717

Abstract

Di samping etnis Sunda yang merupakan etnis terbesar yang berada di kota Bandung, terdapat pula etnis Tionghoa. Untuk memperkuat toleransi serta meningkatkan sikap saling memahami dan menghargai antara kedua etnis ini dilakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dalam bentuk Festival Bulan dengan tema “Sinar Bulan yang Terang Membawa Kebahagiaan”. Kegiatan ini dipilih karena baik dalam budaya Sunda dan Tionghoa terdapat kemiripan pandangan tentang bulan. Kemiripan pandangan inilah yang mendasari kegiatan PPM melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas Sunda dan Tionghoa. Festival Bulan dilaksanakan dengan menggandeng Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Bandung yang telah memiliki aset yang diperlukan untuk terlaksananya kegiatan ini. PPM dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu tahap discover, design, define, dan reflect. Inti dari kegiatan PPM adalah Festival Bulan yang terdiri atas serangkaian acara yang dilaksanakan pada 29 September 2023 di Aula YDSP. Dalam Festival Bulan ini terdapat pemaparan materi tentang makna bulan dari sudut pandang etnis Sunda dan etnis Tionghoa, penampilan seni berupa nyanyian, tarian, musikalisasi puisi dan drama yang semuanya bertemakan bulan. Pada kegiatan ini baik masyarakat etnis Sunda dan etnis Tionghoa saling mengenal dan belajar tentang bulan dari budaya yang berbeda sehingga tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk memperkuat interaksi antara budaya Sunda dan Tionghoa tercapai. Besides the Sundanese ethnic group as the largest ethnic group in the city of Bandung, there is also the Chinese ethnic group. To strengthen tolerance and enhance mutual understanding and appreciation between these two ethnic groups, a Community Service Activity (PPM) was conducted in the form of a Moon Festival with the theme "Bright Moonlight Brings Happiness". This activity was chosen because both Sundanese and Chinese cultures have similarities in their views of the moon. It is this similar perspective that underpins the PPM activity through collaboration with various Sundanese and Chinese communities. The Moon Festival was carried out in collaboration with Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Bandung, which already has the necessary assets for the implementation of this activity. PPM was carried out through four stages: discover, design, define, and reflect. The core of the PPM activity is the Moon Festival, consisting of a series of events held on September 29, 2023, in YDSP Hall. During this Moon Festival, there were presentations on the meaning of the moon from the perspectives of the Sundanese and Chinese ethnic groups, artistic performances including singing, dancing, musical poetry, and drama, all themed around the moon. In this activity, both the Sundanese and Chinese communities get to know each other and learn about the moon from different cultural perspectives, thus achieving the goal of strengthening interaction between Sundanese and Chinese cultures.
MENTORING DAN PERANCANGAN PEMBENTUKAN BUMDES DI KECAMATAN BUAY BAHUGA KABUPATEN WAY KANAN Darmawan, *Arif; Sulastuti, Sri; Septiani, Winda; Intan, Amartya; Kemal Abilio, Muhammad; Chairunnisa, Chairunnisa
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.49641

Abstract

Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) seringkali menghadapi tantangan karena faktor-faktor seperti kurangnya pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan dalam mengelola sumber daya manusia, dan pemilihan usaha BUMDes yang tidak memperhitungkan potensi keunggulan yang dimiliki oleh desa, serta kurangnya keikutsertaan warga desa dalam menyampaikan aspirasi positif. Akibatnya, BUMDes tidak mampu memaksimalkan pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada pejabat desa tentang pembentukan BUMDes sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa, mengidentifikasi potensi desa dan merumuskan bentuk usaha yang dapat dilakukan melalui BUMDes di Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Waykanan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Mentoring dan Pendampingan BUMDes Desa Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan melalui diskusi dalam forum pertemuan desa dan menyusun rencana usaha. Selain dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pemangku kepentingan tentang pembentukan BUMDes, Hasil dari latihan ini dapat mengidentifikasi bentuk usaha BUMDes yang sesuai dengan potensi unggulan desa dan menyusun prioritas rencana usaha BUMDes. Rencana bisnis BUMDes yang telah memperhatikan aspirasi masyarakat dan potensi desa dapat memetakan potret desa yang lebih akurat, dan direkomendasikan untuk ditindaklanjuti dan dilaksanakan sebagai usaha ekonomi produktif yang dapat membantu dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Pengabdian berhasil membantu pengurus BUMDes untuk memetakan potensi desa dan membangun usaha dari potensi desa. Management of Village-Owned Enterprises (BUMDes) often faces challenges due to factors such as a lack of knowledge, understanding, and ability in managing human resources, and the selection of BUMDes businesses that do not take into account the potential advantages possessed by the village, as well as the lack of participation of village residents in conveying positive aspirations. As a result, BUMDes is unable to maximize the economic growth of village communities. This community service activity aims to share understanding and knowledge with village officials regarding the formation of BUMDes in accordance with village needs and potentials, identifying village potentials and formulating forms of business that can be carried out through BUMDes in Buay Bahuga District, Waykanan Regency. The method used in this service is Mentoring and Assistance for BUMDes in Buay Bahuga Village, Way Kanan Regency through discussions in village meeting forums and preparing business plans. Apart from being able to increase stakeholders' knowledge and understanding regarding the formation of BUMDes, the results of this exercise can identify BUMDes business forms that are in accordance with the superior potential of the village and develop priorities for BUMDes business plans. A BUMDes business plan that takes into account community aspirations and village potential can map a more accurate portrait of the village and is recommended for follow-up and implementation as a productive economic venture that can help empower the village community's economy. Devotion succeeded in helping BUMDes administrators to map village potential and build businesses from village potential. 
A HOLISTIC INQUIRY INTO RISK COMMUNICATION DYNAMICS: YOUTH-LED INITIATIVES AND SOCIETAL ENGAGEMENT IN SURABAYA'S RURAL LANDSCAPES Ida, Rachmah; Kinasih, Sri Endah; Febriyanti, Syafrida Nurrachmi; Puspa, Ratih; Romadhona, Mochamad Kevin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.52052

Abstract

The overarching aim of this community service program is to contribute significantly to the understanding of risk communication dynamics and its profound implications within broader societal contexts. Beyond mere dissemination of information, this initiative serves as a comprehensive study, delving into the intricate web of societal attitudes, perceptions, and the intricate pathways through which information traverses within communities. Central to this endeavor is the creation of educational videos geared towards enhancing community awareness, particularly targeting the youth in rural village settings. These videos, crafted by local youth in Surabaya, encapsulate not only informative content but also culturally nuanced messaging that resonates deeply with the intended audience. Methodologically, the program adopts a multifaceted approach. Firstly, it involves the online dissemination of educational materials, strategically targeting bustling areas in Surabaya, notably Petemon and Kaliasin. Secondly, it encompasses Focus Group Discussions with children, providing invaluable insights into their utilization of smartphone cameras and their perceptions of media content. Lastly, the program includes a hands-on video workshop, empowering children to actively participate in the creation of visual narratives, thereby fostering a sense of ownership and agency. The duration of the research spanned a comprehensive 15-day period, allowing for in-depth exploration and analysis of community dynamics and perceptions. The outcomes of these community engagement activities unveil nuanced layers of perception and understanding regarding COVID-19 prevention programs, particularly the government's vaccination efforts. Notably, there emerges a preference for peer-driven engagement, with individuals opting to involve those within their immediate social circles. Within this communal framework, the created videos serve as powerful tools, employing a blend of straightforward visual storytelling and everyday language to effectively communicate crucial messages, thereby fostering a sense of collective responsibility and empowerment within the community.
PENGOLAHAN AIR GAMBUT MENJADI AIR BERSIH BAGI SANTRI DI PESANTREN NURUL HIJRAH JORONG KALIMANTAN SELATAN Nugrahadi, Dodon Turianto; Wianto, Totok; Wahyono, Sri Cahyo; Gunawan, Gunawan; Azwari, Ayu RianaSari; Arrahimi, Ahmad Rusadi; Apriana, Susi; Utomo, Edy Setyo
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.51325

Abstract

Pada saat ini kebutuhan akan pengolahan air untuk mendukung perkembangan ekonomi dan kesehatan dialami oleh pondok pesantren. Pondok Pesantren Nurul Hijrah Jorong Kalimantan Selatan menggunakan air dari sumur bor air gambut untuk memenuhi kebutuhan. Air tersebut merupakan air gambut, hal ini disebabkan oleh kondisi daratan di Kalimantan Selatan yang merupakan lahan gambut. Berbagai masalah penggunaan air saat ini diantaranya kebersihan dan kesehatan, seperti meninggalkan noda coklat hasil endapan serta kondisi gatal-gatal kulit yang dialami santri, dengan jumlah lebih 300 santri dan jamaah di Pondok Pesantren Nurul Hijrah Jorong. Hal ini masih merupakan masalah yang harusnya tersolusikan, maka tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu upaya untuk meningkatkan kualitas air sumur bor air gambut tersebut sesuai baku mutu air bersih. Metode yang dilakukan yaitu proses pengolahan air yang menggabungkan proses filtrasi, absorpsi dan ultrafiltrasi dengan sistem single flow ultrafiltrasi. Hasil evaluasi berdasarkan laboratorium menunjukkan bahwa terjadi penurunan yaitu nilai jumlah zat terlarut (total dissolved solid/TDS) 0,2%, kekeruhan 25,8%, warna air 63,6%, nitrat 95%, coliform 49,8% serta peningkatan nilai keasaman 2%. Hasil produksi air bersih memiliki kapasitas besar hingga 2400 lt. 80% perwakilan santri dan ustad pengelola mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang penggunaan dan perawatan teknologi pengolahan air ini. At this time, Islamic boarding schools experience the need for water treatment to support economic development and health. The Nurul Hijrah Islamic Boarding School in Jorong, South Kalimantan, uses water from drilled peat wells to meet its needs. This water is peat water caused by the condition of the land in South Kalimantan, which is peat land. Various problems with water use today include cleanliness and health, such as leaving brown stains from sediment and itchy skin conditions experienced by students, with more than 300 students and congregations at the Nurul Hijrah Jorong Islamic Boarding School. So, this community service aims to improve the water quality of drilled peat wells according to clean water quality standards. The method used is a water treatment process that combines filtration, absorption, and ultrafiltration processes with a single-flow ultrafiltration system. The results of the evaluation based on the laboratory showed that there was a decrease in the value of the total dissolved solids  (TDS) 0.2%, turbidity 25.8%, watercolor 63.6%, nitrate 95%, coliform 49.8% and increased acidity value 2%. Besides, clean water production has a large capacity of up to 2400 lt, and the management ustad has knowledge and skills of up to.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue