Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Articles
565 Documents
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA AGROWISATA DI KECAMATAN ARJASARI KABUPATEN BANDUNG
Buchari, Rd. Ahmad;
Muhtar, Entang Adhy;
Miradhia, Darto;
Muharam, Riki Satia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.51148
Kabupaten Bandung memiliki ukuran total wilayah seluas 176.238,67 hektar. Dengan sebagian besar wilayahnya berada di antara bukit-bukit dan gunung-gunung. Ada pula kawasan budidaya pertanian meliputi kebun campur, perkebunan, sawah, ladang, dan tegal. Semuanya didukung panorama pariwisata yang cukup indah dan alami. Dan hari ini Pariwisata di Kabupaten Bandung telah menjadi tujuan utama kunjungan domestik dari Bandung maupun dari luar Bandung bahkan dari mancanegara. Ketercapaian target pada kegiatan PPM ini cukup baik, karena materi sosialisasi telah dapat disampaikan secara keseluruhan. Materi workshop yang telah disampaikan secara umum dengan tema Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Agrowisata di Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung.
SOSIALISASI PENGELOLAAN SAMPAH DI RANCAEKEK KULON, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT
Sulaksana, Nana;
Zakaria, Zufialdi;
Raditya Rendra, Pradnya Paramarta;
Sulastri, Murni
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.45957
Rancaekek Kulon merupakan salah satu desa di Kecamatan Rancaekek yang memiliki permasalahan sampah. Permasalahan sampah yang terjadi disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dan terbatasnya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah setempat. Hal tersebut mengakibatkan di sebagian pingir jalan desa dapat ditemukan tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik. Selain itu, terbatasnya TPS juga menyebabkan masyarakat memilih untuk membakar sampah rumah tangga secara mandiri. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi terkait pengelolaan sampah perlu dilakukan untuk mendorong dan memotivasi masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan serta mendorong pemerintah daerah setempat untuk membantu dalam penyediaan TPS yang memadai. Sosialisasi dilakukan untuk menghimbau masyarakat hidup bersih serta menjaga lingkungan setempat dengan tidak membuang sampah sembarangan serta melakukan pengelolaan sampah secara baik melalui proses pemilahan dan pemilihan sebelum sampah diangkut 302 Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2024 menuju TPS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pada dasarnya masyarakat ingin hidup bersih dan sehat. Namun demikian, kurangnya kesadaran serta keterbatasan TPS menjadi kendala yang perlu diselesaikan. Oleh karena itu, sosialisasi ini bermanfaat sebagai salah satu upaya untuk mendorong masyarakat dan pemerintah setempat untuk bersama-sama saling membantu menjaga lingkungan agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.
PEMBERDAYAAN UMKM KAUM DISABILITAS BINAAN YPII DI PROVINSI BALI
Br Sitepu, Sri Nathasya;
Sienatra, Krismi Budi;
Teguh, Monika
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.54391
Pemberdayaan dan pendampingan wirausaha UMKM kaum disabilitas yang merupakan binaan Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) bertujuan untuk mempersiapkan wirausaha muda khususnya kaum disabilitas meningkatkan taraf hidup. Kegiatan pendampingan ini dilakukan dengan dua metode secara daring dan onsite. Pendampingan daring yang dilakukan meliputi tentang membangun mindset entrepreneurial, motivasi diri, pitching komunikasi. Pendampingan onsite dilakukan dengan melakukan analisis situasi, mentoring dan masukan perbaikan, penerapan story telling. Hasil dari pendampingan ini memberikan berbagai manfaat baik non-ekonomi dan ekonomi. Manfaat non-ekonomi menghasilkan kepercayaan diri dari peserta dimana mereka yakin dapat berkontribusi seperti orang nomal lainnya. Manfaat secara ekonomi menghasilkan adanya penghasilan dari angkatan kerja kaum disabilitas dan munculnya berbagai inovasi dari produk yang dihasilkan kaum disabilitas.
LITERASI PANGAN SEJAK DINI KEPADA SISWA-SISWI SD DAN SOSIALISASI LP2B DI DESA TANJUNGJAYA, KAB. KARAWANG
Nurlinda, Ida;
Astriani, Nadia;
Zamil, Yusuf Saeful;
Adharani, Yulinda;
Kultsum, Fatia;
Widyanto, Prima Rizki
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.45172
Ketersediaan lahan untuk pertanian merupakan salah satu syarat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Ketahanan pangan merupakan situasi dimana semua rumah tangga mempunyai akses baik fisik maupun ekonomi untuk memperoleh pangan bagi seluruh anggota keluarganya, dimana rumah tangga tidak beresiko mengalami kehilangan kedua akses tersebut. Akan tetapi, lahan pertanian di Indonesia setiap tahunnya mengalami pengurangan akibat dari alih fungsi lahan. Kabupaten Karawang merupakan wilayah yang berkembang dengan pesat dan menjadi produsen beras tertinggi kedua yang lahannya merupakan kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Oleh karena itu, kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Tanjungjaya terutama mengenai ketahanan pangan dirasa tepat di lokasi ini untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka KKN-PPM. Ada pun kegiatannya berupa “Literasi Pangan Melalui Pengenalan Pangan Sejak Dini kepada Siswa-Siswi SD” dan “Sosialisasi LP2B di Desa Tanjungjaya, Kabupaten Karawang”. Metode yang digunakan pada kedua kegiatan tersebut adalah Pendidikan masyarakat dan advokasi. Hasil dari kegiatan tersebut adalah bertambahnya pemahaman dan pengetahuan siswa-siswi SDN 1 Tanjungjaya mengenai jenis-jenis pangan, dan bertambahnya pengetahuan dan pemahaman aparat pemerintah desa dan masyarakat terutama petani terkait pengelolaan dan perlindungan lahan pangan (sawah).The availability of land for agriculture is one of the conditions for realizing food security. Food security is a situation where all households have both physical and economic access to food for all family members, where households are not at risk of losing both accesses. However, agricultural land in Indonesia is reduced every year due to land use change. Karawang Regency is a rapidly growing area and is the second-highest rice producer whose land is a Sustainable Food Agricultural Land (LP2B) area. Therefore, community empowerment activities in Tanjungjaya Village, especially regarding food security, are considered appropriate in this location to carry out activities in the framework of KKN-PPM. There are also activities in the form of "Food Literacy through Early Food Introduction to Elementary School Students" and "LP2B Socialization in Tanjungjaya Village, Karawang Regency". The methods used in both activities are community education and advocacy. The result of this activity was an increase in the understanding and knowledge of SDN 1 Tanjungjaya students about the types of food, and an increase in knowledge and understanding of village government officials and communities, especially farmers related to the management and protection of food land (rice fields).
PENDAMPINGAN SERTIFIKAT HALAL PRODUK PADA UMKM SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI KECAMATAN GRATI KABUPATEN PASURUAN
Badriyah, Nurul;
Wahyudi, Setyo Tri;
Pimada, Laila Masruro;
Prastiwi, Arum;
Radeetha, Radeetha;
Sari, Kartika;
Nabella, Rihana Sofie
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.46964
Penerapan UU No 33 Tahun 2014 mengenai sertifikasi halal, untuk usaha kuliner, pengurusan Sertifikat Halal berlaku hanya sampai tahun 2024. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah menerbitkan UU UU 33 Tahun 2022 tentang Juknis Pendamping Proses Produk Halal. Oleh karena, pengurusan sertifikasi halal diberikan jangka waktu hingga tahun 2023, maka Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pendampingan sertifikasi halal produk pada UMKM sektor makanan-minuman di Kecamatan Grati, Pasuruan untuk mendukung akselerasi Jaminan Produk Halal pada UMKM.Pengabdian ini berfokus pada usaha sektor makanan minuman binaan LAZISNU (Lembaga Amil Zakat dan Shodaqoh) di Kecamatan Grati, yang terpusat di Sentra UMKM Pujasera di Desa Gratitunon, sebagai bagian dari upaya edukasi dan advokasi bagi pelaku UMKM untuk menyiapkan diri merespon aturan mengenai legalitas Halal Produk, dan memberikan pendampingan untuk self declare. Metode pengumpulan data dengan pembagian kuesioner sedangkan metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion dan Sosialisasi Prosedur Pengajuan Sertifikasi Halal oleh Tim Pengabdian. Hasil dari kegiatan pengabdian diketahui bahwa (i) pelaku UMKM tidak banyak yang memahami proses pengajuan sertifikasi halal (ii)kurangnya pemahaman masyarakat terhadap konsep halal (iii) berdasarkan hasil FGD diketahui pula tidak sedikit UMKM yang sudah mendapatkan sertifikat halal. iv) terdapat beberapa produk potensial sebagai produk khas Kecamatan Grati tetapi masih belum mendapatkan sertifikasi halal. Implementation of Law No. 33 of 2014 regarding halal certification, for culinary businesses, the processing of Halal Certificates is valid only until 2024. The Halal Product Assurance Organizing Agency (BPJPH) has issued Law No. 33 of 2022 concerning Technical Assistance for Halal Product Processing. Because the processing of halal certification is given a period of up to 2023, the purpose of this activity is to provide assistance with halal product certification to MSMEs in the food and beverage sector in Grati District, Pasuruan to support the acceleration of Halal Product Assurance for MSMEs. This service focuses on sector businesses. food and beverage assisted by LAZISNU (Amil Zakat and Shodaqoh Institute) in Grati District, which is centered at the UMKM Pujasera Center in Gratitunon Village, as part of an education and advocacy effort for MSME actors to prepare themselves to respond to regulations regarding the legality of Halal Products, and provide assistance for self-declaration. The data collection method is by distributing questionnaires while the method used is Focus Group Discussion and Socialization of Halal Certification Submission Procedures by the Service Team. The results of community service activities show that (i) not many MSME actors understand the process of applying for halal certification (ii) there is a lack of public understanding of the halal concept (iii) based on the results of the FGD it is also known that not a few MSMEs have received halal certificates. iv) there are several potential products as typical products of Grati District but they have not yet received halal certification.
PENGUATAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DALAM MEMBANTU TUGAS PEMERINTAHAN DI KAMPUNG MUKIM SINGKIR YAN KEDAH, MALAYSIA
Rauf, Rahyunir
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.53429
Kebutuhan dan dinamika masyarakat yang kompleks tentu menjadi pekerjaan yang cukup berat bagi pemerintah sehingga pemerintah membutuhkan mitra dalam membantu tugas pemerintahan adapun unsur yang dibentuk yaitu Lembaga kemasyarakatan. Namun masih terbatasnya sumber daya yang dimiliki oleh Lembaga kemasyarakatan dalam membantu tugas pemerintah atau sebagai mitra pemerintah. Dari isu tersebut Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Islam Riau (UIR) bekerjasama dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) dan Pemerintah Mukim Yan District Negeri Kedah, Malaysia membuat program kegiatan dengan tema penguatan Lembaga kemasyarakatan dalam membatu tugas pemerintahan di Mukim Singkir Yan Kedah, malaysia. Kegiatan Pengabdian yang dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan penyampaian materi tanya jawab, dan konsultasi. Manfaat dari kegiatan pengabdian bagi unsur pemerintah dan Lembaga kemasyarakatan yaitu membantu pemerintah dalam merumuskan program pengembangan Lembaga kemasyarakatan, manfaat bagi masyarakat yaitu masyarakat menjadi memahami keberadaan Lembaga kemayarakan sebagai wadah aspirasi masyarakat dalam pembangunan, sedangkan manfaat akademik yaitu dapat di integrasikan kedalam bahan ajar. Kata Kunci: Lembaga Kemasyarakatan; Penguatan; Mitra Pemerintah; Tugas Pemerintahan.
PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN PAKAN DOMBA BERBASIS TEKNOLOGI PAKAN TERNAK DI DESA CIPADA, KECAMATAN CIKALONG WETAN, KABUPATEN BANDUNG BARAT
Unanda, Mahaldi;
Dahliyana, Asep;
Asyahidda, Fajar Nugraha
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.47243
Masyarakat Desa Cipada memiliki potensi di berbagai bidang salah satunya di bidang peternakan dan perkebunan. Kondisi wilayah pedesaan sangat mendukung untuk memelihara hewan ternak seperti domba dan membudidayakan tanaman rumput odot yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun, masyarakat belum memiliki keterampilan untuk berinovasi dan mengembangkan potensi yang sudah mereka miliki. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya fasilitas yang mendukung kegiatan peternakan seperti mesin yang berteknologi canggih, sehingga menghambat langkah masyarakat untuk berkarya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan memfasilitasi masyarakat Desa Cipada dalam pengembangan usaha peternakan dan budidaya rumput odot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Participatory Rapid Appraisal (PRA) atau penilaian desa secara partisipatif dengan mengidentifikasi masalah pada situasi dan kondisi yang ada di desa dengan melakukan survey bersama perangkat desa dan masyarakat desa. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pengolahan rumput odot menjadi pakan ternak terfermentasi melalui teknologi silase, memberikan fasilitas kepada masyarakat Desa Cipada berupa mesin pencacah rumput tipe AGR-CH65 yang memudahkan masyarakat untuk memproduksi pakan ternak terfermentasi, ilmu tentang pemasaran produk di era digital, serta meningkatkan solidaritas antar masyarakat di Desa Cipada. Dengan demikian, kegiatan ini nantinya dapat berkelanjutan hingga kebermanfaatannya dapat dirasakan oleh masyarakat terutama terhadap perekonomian masyarakat Desa Cipada. The Cipada Village community has potential in various fields, one of which is agriculture and plantations. Conditions in rural areas are very supportive for raising livestock such as sheep and cultivating odot grass which is used as animal feed. However, people do not yet have the skills to innovate and develop the potential they already have. This is caused by the limited facilities that support livestock activities, such as sophisticated technological machines, thus hindering people's ability to work. This research aims to increase the capacity and facilitate the Cipada Village community in developing livestock businesses and cultivating odot grass. The method used in this research is Participatory Rapid Appraisal (PRA) or participatory village assessment by identifying problems in the situation and conditions in the village by conducting surveys with village and village officials. The results of this activity are providing knowledge to the community about processing odot grass into fermented animal feed through silage technology, providing facilities to the Cipada Village community in the form of an AGR-CH65 type grass chopper machine which makes it easier for the community to produce fermented animal feed, knowledge about product marketing in this era. digital, as well as increasing solidarity between communities in Cipada Village. In this way, this activity can be sustainable so that its benefits can be felt by the community, especially for the economy of the people of Cipada Village.
PENDAMPINGAN WIRAUSAHA MUDA UNTUK MEMBANGUN USAHA MIKRO KECIL DAN MENEGAH (UMKM) DI PROVINSI BALI
Br Sitepu, *Sri Nathasya;
Teguh, Monika;
Sienatra, Krismi Budi;
Kenang, Irantha Hendrika
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.50220
Pendampingan wirausaha muda diberikan kepada 25 orang generasi milenial dan 25 orang generasi Z yang tinggal di Provinsi Bali. Tujuan pendampingan mempersiapkan unit usaha bagi wirausaha muda dan menciptakan lapangan kerja baru bagi penduduk di Provinsi Bali. Klasifikasi unit usaha yang akan mendapatkan pendampingan adalah unit usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM). Kegiatan pendampingan akan dilakukan dengan cara online dan offline. Pendampingan online berisi pemberian materi entrepreneurship dan manajemen usaha. Pendampingan offline dilakukan degan cara cross check dan mentoring unit usaha yang dijalankan wirausaha muda. Hasil kegiatan pendampingan wirausaha muda dengan sistem online memberikan manfaat non-ekonomi yaitu: 1) pemahaman entrepreneurship, 2) menumbuhkan motivasi, 3) peningkatan rasa percaya diri, 4) pemahaman konsep manajamen usaha, 5) saran praktis serta teknis untuk mengola unit usaha. Pendampingan offline berhasil memberikan manfaat ekonomi berupa: 1) menciptakan unit bisnis baru, 2) tambahan pendapatan dari profit usaha, 3) menciptakan lapangan kerja baru. Young entrepreneurial assistance is given to 25 millennials and 25 gen Z people living in Bali Province. The purpose of mentoring is to prepare business units for young entrepreneurs and create new jobs for residents in Bali Province. The classification of business units that will receive assistance is micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Mentoring activities will be carried out online and offline. Online assistance contains entrepreneurship and business management materials. Offline assistance is carried out by cross-checking and mentoring business units run by young entrepreneurs. The results of mentoring young entrepreneurs with an online system provide non-economic benefits including: 1) understanding entrepreneurship, 2) fostering motivation, 3) increasing self-confidence, 4) understanding the concept of business management, and 5) practical and technical advice for managing business units. Offline assistance has succeeded in providing economic encouragement in the form of 1) creating new business units, 2) additional income from business profits, and 3) creating new jobs.
PELATIHAN PENCATATAN KEUANGAN PADA YAYASAN DHARMA IBU JAWA BARAT DI KABUPATEN BANDUNG
Tiffani, Ignasia;
Debby, Teresia;
Agung, Chris Petra
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.50305
Pencatatan Keuangan merupakan salah satu bagian penting dalam suatu organisasi, baik untuk organisasi profit maupun organisasi non-profit. Pencatatan Keuangan yang baik akan membentuk laporan Keuangan dimana akan digunakan sebagai informasi untuk organisasi dalam pengambilan keputusan. Di era digitalisasi ini banyak media yang dapat membantu dalam pencatatan Keuangan, salah satunya dengan menggunakan Microsoft Excel dan Accurate Online. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian peserta kegiatan dalam pencatatan transaksi keuangan baik menggunakan Microsoft Excel dan Accurate Online. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Yayasan Dharma Ibu Jawa Barat, yang merupakan suatu yayasan bergerak dalam industri pendidikan. Metode yang dipakai dalam kegiatan pengabdian ini yaitu audience centered, yang terdiri dari tiga tahap kegiatan dimulai pada Desember 2022 sampai Mei 2023. Kegiatan pertama yaitu tahap pra kegiatan, tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan kegiatan, dan tahap ketiga yaitu tahap evaluasi kegiatan. Hasil dari pengabdian ini yaitu pelatihan dan pendampingan mengenai pencatatan keuangan memberi dampak positif berupa proses pencatatan keuangan yang tersistemasi dan rapi bagi Yayasan Dharma Ibu Jawa Barat sebagai sumber informasi dalam pengambilan keputusan. Bookkeeping is an important part of an organization, both for-profit organizations and non-profit organizations. Ideal bookkeeping will form financial reports which will be used as information for organizations in making decisions. In this era of digitalization, many media can assist in bookkeeping, one of which is using Microsoft Excel and Accurate Online. The purpose of this dedication is to increase the knowledge and expertise of activity participants in recording financial transactions using both Microsoft Excel and Accurate Online. The partner in this dedication activity is the Dharma Ibu Jawa Barat Foundation, which is a foundation engaged in the education industry. The method used in this dedication activity is audience-centered, which consists of three stages of activity starting from December 2022 to May 2023. The first activity is the pre-activity stage, the second stage is the activity implementation stage, and the third stage is the activity evaluation stage. The results of this service, regarding bookkeeping training, have had a positive impact in the form of a systematic and neat financial recording process for the Dharma Ibu Jawa Barat Foundation as a source of information in decision-making.
SOSIALISASI PEMANFAATAN LALAPAN UNTUK PEMENUHAN GIZI SEIMBANG PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA CIREUNDEU, KOTA CIMAHI, JAWA BARAT
Irawan, *Budi;
Rohmatullayaly, Eneng Nunuz;
Annisa, Annisa
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.45557
Tradisi mempengaruhi kesehatan dan status gizi suatu populasi masyarakat karena terkait dengan pola konsumsi pangan. Masyarakat Adat Cireundeu (Suku Sunda) memiliki kebiasaan mengonsumsi beras singkong (Rasi) sebagai makanan pokok. Perlu penambahan jenis makanan lainnya, seperti sayuran, untuk memenuhi Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan. Suku Sunda memiliki tradisi mengonsumsi sayuran dalam bentuk lalapan. Akan tetapi, rata-rata anak usia 5 sampai 12 tahun kurang mengonsumsi sayur dan buah. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi terhadap anak usia tersebut sebagai upaya mengenalkan berbagai jenis lalapan, serta menumbuhkan kegemaran untuk mengonsumsi sayur. Kegiatan ini dilakukan kepada Siswa/i SD Negeri Cireundeu yang berlokasi di Kampung Adat Cireundeu. Siswa/i sangat antusias mengikuti kegiatan yang dirancang dengan berbagai media dan games “Wayang Lalapan” dan “Lalap in The Box”. Pada kegiatan ini mereka dikenalkan tidak hanya pada jenis lalapan, tetapi juga manfaat lalapan yang cenderung belum banyak diketahui. Oleh karena itu, media sosialisasi berupa leaflet yang memuat informasi tersebut dibagikan untuk dapat dipelajari kembali. Traditions affect a population's health and nutritional status because they are related to food consumption patterns. The Cireundeu Indigenous People (Sundanese) habitually consume cassava rice (Rasi) as a staple food. Adding other types of food, such as vegetables, is necessary to meet the recommended Nutrition Adequacy Rate (RDA). The Sundanese have a tradition of consuming vegetables in the form of Lalapan. On average, children aged 5 to 12 consume fewer vegetables and fruit. Therefore, it is necessary to socialize and educate children of this age to introduce various types of Lalapan and foster a passion for consuming vegetables. This activity was carried out for Cireundeu Public Elementary School students in the Cireundeu Traditional Village. The students were enthusiastic about participating in the activities designed with various media and games, "Wayang Lalapan" and "Lalap in the Box." In this activity, they were introduced not only to the types Lalapan but also to the benefits of Lalapan, which are not widely known. Therefore, socialization media in the form of leaflets containing this information were distributed to be studied again.