cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PENDAYAGUNAAN SAMPAH DIAPERS MENJADI PUPUK ORGANIK SEBAGAI PROGRAM KOLABORASI PENINGKATAN EKONOMI HIJAU BERBASIS LINGKUNGAN Putri, Marsha Savira Agatha; Rusminah, Sani; Prasidya, Denaya Andrya; Mustika, Elisa Ayu
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.48147

Abstract

Berawal dari permasalahan timbunan sampah yang menjadi masalah utama Desa Sekaran Lamongan, khususnya sampah popok sekali pakai (diapers) yang kuantitasnya mencapai 120 kg/hari. Sehingga perlu dilakukan program penanganan khusus untuk menanggulangi permasalahan tersebut dengan metode daur ulang (recycle). Untuk mengatasi masalah tersebut dan sebagai perwujudan komitmen menuju visi desa mandiri sampah pada tahun 2025, program ini perlu dilaksanakan. Dengan pemilahan sampah yang telah dilakukan oleh warga Desa Sekaran, sehingga program ini tinggal meneruskan untuk pengelolaan dan pengolahan sampah yang telah dipilah. Walaupun demikian, masih ada beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra antara lain: sampah diapers pada TPS 3R yang dikelola oleh mitra memiliki kapasitas yang tinggi, dan mitra tidak mengetahui bagaimana solusi pengolahan sampah diapers dan manajemen sampah. Dengan demikian, kami tim pengusul berkolaborasi dengan mitra memberikan solusi antara lain: memberikan pengetahuan dampak lingkungan akibat pencemaran yang diakibatkan oleh sampah diapers, memberikan penyuluhan terkait manajemen pemilahan sampah diapers untuk disalurkan ke bank sampah, dan memberikan pengetahuan berupa pemanfaatan/pengelolaan sampah diapers menjadi pupuk cair dan pupuk padat yang bernilai ekonomis. Program-program yang direncanakan untuk mengatasi permasalahan mitra dilakukan dengan metode antara lain: melakukan rapat dan focus group discussion (FGD) dengan mitra, melakukan penyuluhan dampak sampah diapers terhadap lingkungan, melakukan penyuluhan pengolahan sampah diapers menjadi pupuk cair dan pupuk padat, setelah itu dilakukan kegiatan evaluasi program dan rencana tindak lanjut kolaborasi kedepannya, setelah itu akhir dari rangkaian program ini adalah mitra bersama warga Desa Sekaran dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan sehingga tercipta sustainable environment skala desa. It begins from the landfill problem as the main problem of Sekaran Lamongan Village, especially disposable diapers whose quantity reaches 120 kg/day. Thus, it is necessary to do a special handling program to overcome these problems with the recycling method (recycle). To overcome this problem and as a manifestation of commitment towards the vision of an independent waste village in 2025, this program needs to be implemented. With the segregation of waste that has been carried out by the residents of Sekaran Village, this program only remains for the management and processing of the sorted waste. Even so, there are still some problems experienced by partners, including: diapers waste at TPS 3R which is managed by partners has a high capacity, and partners do not know how to solve diapers waste management and waste management. Thus, our proposing team collaborates with partners to provide solutions including: providing knowledge of the environmental impact due to pollution caused by waste diapers, providing counseling regarding the management of segregating diapers waste to be distributed to waste banks, and providing knowledge in the form of utilizing/managing diapers waste into fertilizer liquid and solid fertilizers with economic value. Programs planned to address partners' problems are carried out using methods including: holding meetings and focus group discussions (FGD) with partners, conducting counseling on the impact of diapers waste on the environment, conducting counseling on processing diapers waste into liquid fertilizer and solid fertilizer, after that it is carried out program evaluation activities and follow-up plans for collaboration in the future, after that the end of this series of programs is that partners with Sekaran Village residents can produce products that are economically valuable and environmentally friendly to create a sustainable village-scale environment.
PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN COOKIES DARI TEPUNG JAGUNG LOKAL DI JUBUNG, SUKORAMBI, JEMBER Fariroh, Indri; Harsanti, Restiani Sih; Munandar, Denna Eriani; Sundahri, Sundahri; Usmadi, Usmadi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.50849

Abstract

Bahan baku pembuatan kue umumnya berasal dari tepung terigu yang sebagian besar merupakan barang impor dan mahal, sehingga kelompok mitra hanya membuat kue berdasarkan pesanan. Produksi kue yang tidak kontinu menyebabkan pendapatan yang rendah dan tidak pasti. Untuk mendukung keberlanjutan proses usaha di Amanda Jaya, diperlukan modifikasi bahan baku pembuatan kue dari tepung jagung. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengenalkan teknologi pengolahan dan pengemasan cookies dari tepung jagung lokal untuk meningkatkan nilai guna dari jagung lokal serta berdaya saing. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan praktik yang terdiri dari (a) penyuluhan tentang produksi makanan sesuai Good Manufacturing Practices (GMP), (b) praktik pembuatan cookies dari tepung jagung lokal, (c) penyuluhan tentang teknologi pengemasan dan pelabelan produk. Para peserta belum mengetahui standar GMP menggunakan prinsip Cara Pembuatan Makanan yang Baik (CPMB) dalam proses pembuatan kue, namun lokasi produksi kue sudah baik. Cookies dikemas menggunakan toples plastik dan aluminium foil dan diberi label “Jalo Cookies” (jagung lokal cookies) supaya lebih menarik. Cookies dari 100% tepung jagung mempunyai rasa yang bisa diterima, namun peserta tidak terlalu menyukai teksturnya karena terlalu kasar dan mudah pecah. Rencana selanjutnya adalah memodifikasi komposisi tepung jagung dengan tepung terigu pada resep.
PELATIHAN PENANGANAN HAMA DAN PENYAKIT KOPI BAGI PETANI KOPI GUGELS (GUNUNG GEULIS) DI DESA JATIROKE KECAMATAN JATINANGOR SUMEDANG Darmayanti, Nani; Wagiati, Wagiati; Suganda, Dadang; Al Zahra, Risya; Harzi, Azka Athallah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.53883

Abstract

Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor Sumedang memiliki potensi untuk menjadi Desa Wisata. Selain memiliki Teras Gunung Geulis sebagai salah satu destinasi unggulan, Desa Jatiroke juga memiliki kekayaan potensi alam, yaitu Produk Kopi Gugels (Kopi Gunung Geulis) yang dipropduksi oleh para petani kopi yang ada di kaki gunung Geulis, Desa Jatiroke. Kopi Gugels terdiri atas dua jenis, yaitu Arabica dan Robusta. Hingga saat ini proses produksi Kopi Gugels terus meningkat. Namun, para petani tetap menghadapi kendala yaitu adanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi mereka. Oleh karena itu, kegiatan KKN-PPM ini diarahkan untuk mencari solusi atas kendala dan masalah yang dihadapi para petani Kopi Gugels. Oleh karena itu, dihadirkan para pakar hama dan penyakit kopi dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Para pakar memberi penjelasan dan pelatihan mengenai berbagai jenis hama dan penyakit kopi serta upaya atau cara memusnahkannya. Kegiatan yang diikuti oleh 27 orang petani kopi Gugels ini sangat diapresiasi oleh para peserta pelatihan karena sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi kopi mereka dan terhindar dari hama dan penyakit kopi.
KEMAMPUAN AWAL GURU SD PADA PEMBELAJARAN MENDONGENG ANTI BULLIYING BERBANTUKAN MEDIA SHADOW THEATRE Septiana, Ika; Muhajir, Muhajir; Ripai, Ahmad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.51547

Abstract

Bullying merupakan tindakan perundungan yang bisa terjadi pada siapa saja dan di mana saja. Bahkan juga bisa terjadi pada orang-orang yang ada di sekitar.  Bullying juga bisa terjadi di dunia pendidikan seperti di lingkungan sekolah. Perundungan atau bullying dapat dihindarkan dengan cara menumbuhkan sikap kasih sayang, empati, tolong menolong sesama teman maupun orang sekitar. Sikap mengganggu tumbuh dengan maksud ingin menunjukkan kekuatan, melihat orang lain lebih rendah, dan keinginan mengalahkan orang lain. Hal itu dapat diminimalkan dengan menumbuhkan jiwa kasih sayang, empati, tolong menolong melalui kegiatan bercerita. Hal itu dikarenakan dengan cerita, anak tidak merasa digurui. Anak akan mengambil pelajaran dari pesan yang disampaikan dalam cerita dan mengidentifikasikan dirinya melalui tokoh-tokoh ditunjukkan dalam cerita. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa dongeng dipilih untuk mengatasi banyaknya bullying yang terjadi di sekolah. Guru melibatkan peserta didik dalam bercerita dengan menggunakan media seperti media Shadow Theatre. Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa materi ajar dongeng diajarkan di Sekolah Dasar. Hal itu sesuai dengan indikator atau tujuan pembelajaran yang ada di kurikulum SD mata pelajaran Bahasa Indonesia. Bahkan guru-guru Sekolah Dasar Kecamatan Karangawen juga mengajarkan mendongeng kepada peserta didik. Berdasarkan data awal pengabdian diperoleh mengenai aspek pengetahuan tentang bullying, sebanyak 75% guru-guru memahami tentang bullying. Aspek bullying terjadi di sekolah, sebanyak 75% terjadi di SD. Aspek materi, 82% responden mengakui tidak mengaitkan topik bullying dalam pembelajaran. Aspek media, pengetahuan guru tentang penggunaan media Shadow Theatre sebanyak 96% responden kurang memahami mengenai media Shadow Theatre. Aspek jenis kekerasan, bahwa jenis kekerasan yang dipahami responden, yaitu kekerasan psikis.  Bullying terjadi di sekolah akan tetapi tema ini tidak banyak diangkat atau dikaitkan guru dalam pembelajaran di sekolah. Bullying is an act of bullying that can happen to anyone and anywhere. It can even happen to people around you. Bullying can also occur in the world of education, such as in the school environment. Bullying or bullying can be avoided by cultivating an attitude of compassion, empathy, and helping fellow friends and those around you. Disruptive attitudes grow intending to show strength, see others as inferior, and the desire to defeat others. This can be minimized by cultivating a spirit of compassion, empathy, and helping through storytelling activities. This is because, with stories, children do not feel patronized. Children will learn from the messages conveyed in the story and identify themselves through the characters shown in the story. This is the reason why fairy tales were chosen to overcome the amount of bullying that occurs in schools. Teachers involve students in telling stories using media such as Shadow Theater media. Based on the results of the service that has been carried out, it is concluded that fairy tale teaching material is taught in elementary schools. This is per the indicators or learning objectives in the elementary school curriculum for Indonesian language subjects. Even Karangawen District Elementary School teachers also teach storytelling to students. Based on initial service data obtained regarding aspects of knowledge about bullying, as many as 75% of teachers understand bullying. Aspects of bullying occur in schools, as much as 75% occur in elementary schools. In terms of material, 82% of respondents admitted that they did not relate the topic of bullying to learning. Media aspect, teachers' knowledge about the use of Shadow Theater media as much as 96% of respondents do not understand about Shadow Theater media. Aspects of types of violence, namely the type of violence that respondents understand, namely psychological violence. Bullying occurs in schools, but this theme is not often raised or related by teachers in school learning.
PENINGKATAN LITERASI LEMBAGA KEUANGAN PADA PELAKU UMKM DI KAMPUNG WISATA BALUWARTI KOTA SURAKARTA Martini, *Endang; Ayuninggar, Lintang; Damayanti, Rosita Mei; Pramesti, Diah; Rosdaliva, Mehilda; Yulianti, Deva Putri; Prameswary, Melinda Intan; Ambarwati, Valents Carollina Yuliani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.48824

Abstract

 Sektor keuangan memanfaatkan perkembangan teknologi dengan melakukan inovasi berupa FinTech, yaitu inovasi dengan konsep digitalisasi pembayaran. FinTech terdiri dari P2P lending atau sering disebut pinjaman online, membuat pelaku pelaku usaha kecil dan menengah tertarik menggunakan layanan tersebut. Inovasi tersebut tidak dibarengi dengan pemahaman mengenai literasi lembaga keuangan khususnya pelaku usaha kecil dan menengah menyebabkan terjadinya 19,711 kasus pinjaman online illegal. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan memberi pemahaman kepada pelaku usaha kecil dan menengah mengenai literasi lembaga keuangan. Dengan metode sosialisasi terkait dengan literasi lembaga keuangan kepada pelaku usaha kecil dan menengah di Kampung Wisata Baluwarti Kota Surakarta. Hasil kegiatan ini yaitu telah melakukan sosialisasi dan penyuluhan serta workshop dan pelatihan pengelolaan keuangan oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Meskipun kegiatan ini telah selesai, tetapi monitoring dan evaluasi terus dilakukan secara berkelanjutan. The financial sector takes advantage of technological developments by innovating in the form of FinTech, namely innovation with the concept of digitizing payments. FinTech consists of P2P lending or often called online lending, making small and medium businesses interested in using the service. This innovation was not accompanied by an understanding of financial institution literacy, especially small and medium business actors, causing 19,711 cases of illegal online loans. Community service activities aim to provide understanding to small and medium business actors regarding financial institution literacy. Through the socialization method related to financial institution literacy to small and medium business actors in the Baluwarti Tourism Village, Surakarta City. The results of this activity were socialization and counseling as well as workshops and training on financial management by the community service team. Even though this activity has been completed, monitoring and evaluation continue to be carried out on an ongoing basis. 
PENYULUHAN HUKUM DAN PRAKTIK PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA BAGI KELOMPOK PKK DESA PONGGANG, KABUPATEN SUBANG Sinaga, Valerie Selvie; Siombo, Marhaeni Ria; Wulandari, Bernadetta Tjandra; Melani, Rr. Adeline; Puspita, Natalia Yeti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.51966

Abstract

Green Economy adalah suatu gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan. Program ini sedang digalangkan pemerintah sebagai bentuk adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim. Sampah rumah tangga merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Pembuangan sampah rumah tangga yang tidak benar dapat berkontribusi pada meningkatnya pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim. Padahal, sampah rumah tangga jika dikelola dengan benar selain dapat mengurangi pemanasan global dapat juga mempunyai nilai ekonomi/bisnis bagi rumah tangga. Perempuan mempunyai peranan penting sebagai penggerak ekonomi keluarga yang membutuhkan pendampingan. Salah satunya dengan mengadakan penyuluhan hukum dan praktik pengolahan sampah rumah tangga. Penyuluhan hukum akan dilakukan pada kelompok masyarakat dalam hal ini kepada kaum perempuan yang pengetahuan hukumnya masih rendah dan sering melakukan hubungan hukum dalam kegiatannya. Kelompok masyarakat tersebut adalah kaum perempuan yang tergabung dalam Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ponggang, Kabupaten Subang. Peningkatan pengetahuan terhadap  komunitas ini diharapkan membantu wawasan mereka bagaimana meminimalkan sampah dan mengolah sampah sehingga bernilai ekonomi, bagaimana standar barang untuk diperdagangkan dalam tingkat global, bagaimana isu lingkungan terkait hak kekayaan intelektual (HKI), bagaimana dengan kewajiban terkait perpajakan dan perlindungan terhadap konsumen, dan hal-hal praktis lainnya dianggap perlu untuk memperkuat wawasan kelompok ini. 
SEKOLAH DASAR BEBAS ASAP ROKOK: MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEHAT DAN RAMAH ANAK Sutha, Diah Wijayanti; Christine, Christine; Prihartanti, Niken Grah; Kartika, Ria Chandra
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.50461

Abstract

Sekolah merupakan tempat yang wajib bebas dari asap rokok. Namun, dalam praktiknya masih terdapat temuan aktifitas merokok yang dilakukan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di UPTD SDN Pacanggaan 1 Kabupaten Sampang Madura, dengan melibatkan semua pihak di sekolah, temasuk guru, staf, siswa dan orang tua murid. Kegiatan ini mengupas beberapa faktor penyebab terjadinya aktifitas merokok di lingkungan sekolah, termasuk kurangnya penegakan kebijakan, kurangnya kesadaran akan bahaya rokok, dan pengaruh lingkungan di luar sekolah. Melalui kerja sama antar sekolah dan orang tua murid, kegiatan ini berhasil menimbulkan solusi seperti meningkatkan kesadaran akan kebijakan kawasan bebas asap rokok, mengadakan program anti rokok, dan memperkuat penegakan kebijakan tersebut. Selain itu, hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran akan bahaya merokok dan tindakan konkrit untuk mengurangi aktifitas merokok di lingungan sekolah melalui program anti-rokok dan pemberlakuan sanksi bagi pelanggar. Kegiatan ini menyoroti pentingnya komitmen bersama dalam menciptakan sekolah bebas asap rokok yang sehat dan ramah anak. Melibatkan semua pihak sekolah dan orang tua murid merupakan langkah kunci dalam mengatasi tantangan terkait terjadinya aktifitas merokok di lingkungan sekolah.Schools are places that must be free from cigarette smoke. However, in practice there are still findings of smoking activities carried out in the school environment. This activity was carried out at UPTD SDN Pacanggaan 1 Sampang Madura Regency, involving all parties at the school, including teachers, staff, students, and parents. This activity explores several factors that cause smoking in the school environment, including lack of policy enforcement, lack of awareness of the dangers of smoking, and environmental influences outside the school. Through collaboration between schools and parents, this activity succeeded in creating solutions such as increasing awareness of smoke-free area policies, holding anti-smoking programs, and strengthening enforcement of these policies. Apart from that, the results of this activity are increased awareness of the dangers of smoking and concrete actions to reduce smoking activities in the school environment through anti-smoking programs and the implementation of sanctions for violators. This activity highlights the importance of joint commitment to create smoke-free schools that are healthy and child-friendly. Involving all school officials and parents is a key step in overcoming challenges related to smoking in the school environment.
PENINGKATAN LITERASI MASYARAKAT DALAM UPAYA MENCEGAH STUNTING DI DESA ORINGBELE KECAMATAN WITIHAMA KABUPATEN FLORES TIMUR Dhening, Maria Yulita; Tokan, Frans Bapa
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.48683

Abstract

Stunting merupakan permasalahan serius dalam kesehatan Indonesia, termasuk di Desa Oringbele, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur. Tingginya angka stunting di wilayah ini mengindikasikan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap gizi dan perawatan anak. Tujuan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi tingkat literasi gizi dan perawatan anak di Desa Oringbele, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengevaluasi upaya peningkatannya. Melalui metode pendidikan masyarakat yang terstruktur, mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, telah diperoleh hasil yang positif. Masyarakat kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya stunting dan pentingnya gizi yang seimbang melalui edukasi yang terarah. Mereka telah mengadopsi praktik-praktik yang lebih sehat dalam pola makan dan perawatan ibu hamil. Kolaborasi efektif antara pengabdi, kader Poskesdes, dan PKK berhasil mengurangi angka stunting melalui program pemberian makanan tambahan yang terencana dengan baik. Hasilnya adalah peningkatan kualitas hidup anak-anak dan ibu hamil di desa ini, dengan penurunan angka stunting yang mencerminkan pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik. Kesadaran akan pentingnya gizi yang baik telah meningkat di seluruh komunitas, dan model pendidikan masyarakat yang digunakan dalam kegiatan ini dapat diadopsi di wilayah lain untuk mengatasi masalah serupa. Keseluruhan, kegiatan ini telah membawa perubahan positif yang signifikan dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan literasi gizi di Desa Oringbele, menunjukkan keberhasilan dan dampak positif yang kuat dalam pembangunan masyarakat dan kesejahteraan anak-anak serta ibu hamil di wilayah tersebut. Stunting is a serious health problem in Indonesia, including in Oringbele Village, Witihama District, East Flores Regency. The high stunting rate in this region indicates the community's low understanding of nutrition and child care. The aim of this article is to explore the level of nutritional literacy and child care in Oringbele Village, identify the challenges faced, and evaluate efforts to improve them. Through structured community education methods, including preparation, implementation, and evaluation stages, positive results have been obtained. The public now has a better understanding of the dangers of stunting and the importance of balanced nutrition through targeted education. They have adopted healthier practices in the diet and care of pregnant women. Effective collaboration between service providers, Poskesdes cadres, and PKK succeeded in reducing the stunting rate through a well-planned supplementary food program. The result is an improvement in the quality of life for children and pregnant women in this village, with a reduction in stunting rates reflecting better growth and development. Awareness of the importance of good nutrition has increased throughout the community, and the community education model used in this activity can be adopted in other regions to address similar problems. Overall, this activity has brought significant positive changes in efforts to prevent stunting and increase nutritional literacy in Oringbele Village, showing success and a strong positive impact on community development and the welfare of children and pregnant women in the area.
PEMBUATAN FILM DOKUMENTER SEBAGAI MEDIA SOSIALISASI AKTIVITAS YAYASAN PUSAT INFORMASI DAN KEGIATAN PERSATUAN ORANG TUA DAN ANAK DENGAN DOWN SYNDROME JAWA BARAT Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana; Rachmawanti, Ranti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.52186

Abstract

Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome atau biasa disingkat POTADS adalah sebuah Yayasan untuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Yayasan yang dimulai di Jakarta ini memiliki cabang POTADS Jawa Barat yang kantor sekretariatnya berada di Kota Bandung. POTADS Jawa Barat seringkali mengadakan kegiatan-kegiatan yang tujuannya adalah mengedukasi orang tua anak dengan down syndrome. ‘Lensa media sosial’, dengan jangkauan dan pengaruhnya yang luas, menjadi platform penting untuk penyebaran informasi. Seiring dengan perkembangan masyarakat, kekuatan penyampaian cerita visual melalui film dokumenter telah muncul sebagai katalis perubahan, menantang stigma, dan mendorong inklusivitas. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini mengeksplorasi bentuk film dokumenter untuk menjadi wadah kegiatan komunitas POTADS yang menekankan pentingnya kegiatan berkomunitas untuk saling mendukung dalam mengembangkan kreativitas dan potensi anak-anak dengan down syndrome. Dengan menggunakan bentuk film dokumenter expository dan pendekatan mosaic narrative, tim pengabdian merekam aktivitas POTADS PIK Jawa Barat selama bulan Oktober 2023 untuk menangkap momen Down Syndrome Awareness Month event tahunan untuk merayakan dan meningkatkan kesadaran down syndrome di masyarakat. Tim pengabdian masyarakat menekankan peran penting penggunaan media film dokumenter sebagai kekuatan advokasi down syndrome. Hasil dari pengabdian masyarakat ini POTADS PIK Jawa Barat menggunakan media ini untuk sosialisasi pentingnya berkomunitas untuk orang tua anak dengan kebutuhan khusus. The Association of Parents of Children with Down Syndrome commonly abbreviated as POTADS is a Foundation for children with special needs (ABK). Initially established in Jakarta, POTADS extends its reach to West Java, featuring a branch with its secretariat office located in Bandung City. POTADS West Java is actively engaged in organizing various activities aimed at educating parents of children with Down Syndrome. ‘Lens of social media’, with its wide reach and influence, became an important platform for the distribution of information. As society evolved, the power of visual storytelling through documentary films has emerged as a catalyst for change, challenging stigma and encouraging inclusivity. This community service initiative strategically employs the documentary film format to showcase POTADS community activities, underscoring the collective emphasis on supporting one another in nurturing the creativity and potential of children with Down syndrome. Through the deliberate use of an expository documentary form and a mosaic narrative approach, the community service team recorded POTADS activities during October 2023, to capture the moment of Down Syndrome Awareness Month annual event to celebrate and increase awareness of Down syndrome in the community. The community service team underscores the crucial role of documentary film media in advocating for Down syndrome. As a result, POTADS PIK West Java uses this media to socialize the importance of community for parents of children with special needs.
WORKSHOP DAN PEMBUATAN VIDEO PENDEK SEBAGAI UPAYA PROMOSI DESA WISATA DI DESA PANCA MUKTI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Muzni, *Nurlianti; Hadiprashada, Dhanurseto; C Marlina, Neneng
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.47875

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat melihat peluang promosi desa melalui video pendek, serta meningkatkan akun sosial media yang dikelola oleh Desa. Pengabdian ini mencoba untuk fokus pada potensi wisata religi di Desa Panca Mukti untuk dapat menjadi contoh implementasi bagi pengembangan potensi wisata lainnya dari desa ini. Pelaksanaan pengabdian berada di Pondok Pesantren Hafizd Nurul Quran dengan peserta perwakilan dari santri dan pengurus pondok pesantren Hafizd Nurul Quran, perangkat desa dan tokoh masyarakat Desa Panca Mukti. Materi disampaikan dalam workshop, melalui tiga sesi materi dan praktek. Selama pelaksanaan peserta menunjukkan antusias dan keinginan untuk  mengembangkan promosi potensi wisata desa melalui media sosial. Workshop ini telah menghasilkan 5 video pendek yang telah disebarkan melalui media sosial masing-masing dengan hastag #Wisatabengkulu #wisatabengkulutengah #PancaMukti #DesaWisata. Workshop Pembuatan Video Pendek sebagai Media Promosi Desa telah meningkatkan semangat masyarakat untuk melihat peluang promosi potensi desa yang semakin dipermudah lewat media sosial. Selain itu masyarakat dapat menyalurkan kreativitasnya dengan menggunakan smartphone dan media sosial untuk hal yang bermanfaat bagi promosi desa. The purpose of this community service is to help the community see village promotion opportunities through short videos, as well as improve social media accounts managed by the village. This service tries to focus on the potential of religious tourism in Panca Mukti Village to be an example of implementation for the development of other tourism potential from this village. The implementation of the service was at the Hafizd Nurul Quran Islamic Boarding School with participants representing students and administrators of the Hafizd Nurul Quran Islamic Boarding School, village officials and community leaders of Panca Mukti Village. The material is delivered in the workshop, through three sessions of material and practice. During the implementation, participants showed enthusiasm and desire to develop the promotion of village tourism potential through social media. This workshop has produced 5 short videos that have been disseminated through social media each with the hashtag #Wisatabengkulu #wisatabengkulutengah #PancaMukti #DesaWisata. The Short Video Making Workshop as a Village Promotion Media has increased community enthusiasm to see opportunities for promoting village potential which is increasingly facilitated through social media. In addition, the community can channel their creativity by using smartphones and social media for things that are beneficial for village promotion 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue