cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
EMANCIPATED LEARNING INDEPENDENT CAMPUS: TEACHING ASSISTANCE PROGRAM AS COLLABORATIVE COMMUNITY ENGAGEMENT PRACTICE IN UNIVERSITY Dewi, Anggia Utami; Aminah, Dea Siti Ayu; Dermawan, Windy
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.53379

Abstract

Artikel ini membahas tentang praktik kolaboratif kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk program asistensi pengajaran di Universitas Padjadjaran sebagai bagian dari kebijakan 'Merdeka Belajar Kampus Merdeka' (MBKM) yang diprakarsai pemerintah, dengan mengambil kasus penggunaan metode pembelajaran aktif untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMK Padjadjaran, Jatinangor. Melalui program asistensi mengajar sebagai metode praktik pengabdian masyarakat, berbagai tujuan dapat dicapai. Pertama, program ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta mahasiswa untuk mengajar di lembaga pembelajaran formal. Kedua, program ini mendukung tujuan penyediaan kesempatan yang sama untuk pendidikan berkualitas di daerah-daerah yang kurang beruntung di Indonesia. Ketiga, memberikan kesempatan kepada siswa SMA sebagai pembelajar untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran bermakna dengan metode pembelajaran aktif. Keempat, program ini menyajikan praktik nyata fungsi ketiga tridharma perguruan tinggi yang dapat mendukung tujuan pembangunan nasional sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Terakhir, artikel ini menyoroti partisipasi berbagai pemangku kepentingan sebagai kunci untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.This article discusses the collaborative practice of community engagement activity in the form of a teaching assistance program as part of the government-led initiative ‘Emancipated Learning Independent Campus’ policy in Universitas Padjadjaran, by taking the case of the use of active learning methods to increase students’ interest in learning English at SMK Padjadjaran, Jatinangor. Through the teaching assistance program as a method of community engagement practice, multiple objectives are achieved. First, the program provides university student participants with real experiences to teach in a formal learning institution. Second, the program supports the goal of the provision of equal opportunity for quality education in the least advantaged areas in Indonesia. Third, it gives high school students as the learner to engage in meaningful learning activities with active learning methods. Fourth, the program presents the real practice of the higher education institution's third function which can both support the national development objective as well as contribute to the achievement of Sustainable Development Goals. Finally, this article highlights the multiple stakeholders' participation as a key to increasing program implementation effectiveness.
PENGUATAN USAHA PELAYANAN JASA ALAT DAN MESIN PERTANIAN (UPJA) CIOMAS TANI Wardani, Intan Kusuma
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.53649

Abstract

Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) adalah lembaga ekonomi petani yang bergerak di bidang jasa sewa alat dan mesin pertanian. UPJA dibentuk sebagai upaya optimasi mekanisasi pertanian dengan memanfaatkan bantuan dari pemerintah atau swadaya kelompok. Lingkup sewa jasa mulai dari pengolahan lahan, penanaman, sampai dengan pemanenan hasil pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa UPJA merupakan ujung tombak keberhasilan penerapan mekanisasi pertanian di lapangan. UPJA Ciomas Tani baru terbentuk sehingga pada aspek organisasi, ekonomi, dan teknis belum optimal. Oleh karena itu, dosen dan petugas bengkel pertanian melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui penguatan UPJA Ciomas Tani. Pada tahap awal dilaksanakan pengukuran kinerja UPJA Ciomas Tani yang melibatkan seluruh petani penyewa alat dan mesin pertanian sebanyak 15 orang. Kuesioner digunakan untuk mengukur aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Data dianalisis menggunakan statistika deskriptif berupa persentase dan diagram pie. Anggota menilai skala prioritas kebutuhan pelatihan dari tertinggi sampai terendah yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Urutan materi PKM disusun berdasarkan analisis prioritas tersebut tentang penguatan organisasi, program kerja, dan peningkatan produktivitas. Setelah itu dilaksanakan penguatan tentang penyusunan program kerja UPJA, penyusunan buku administrasi kelompok, dan peningkatan keterampilan perbengkelan alsintan. Sebagai bentuk evaluasi maka dilakukan penilaian dari tim Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) dengan hasil penilaian baik sekali. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif seperti meningatkan semangat dan kesejahteraan anggota UPJA Ciomas Tani.
KERUPUK BERBAHAN LIMBAH KULIT UDANG DAN TULANG IKAN SEBAGAI PENCEGAH KOLESTEROL DAN SUMBER KALSIUM Abdulkadir, Widy Susanti; Ramadhani, Fika Nuzul; Pakaya, Susanti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.49853

Abstract

Kulit udang dan tulang ikan seringkali dianggap masyarakat sebagai limbah makanan yang tidak memiliki manfaat. Kandungan kitin pada kulit udang serta kalsium pada tulang ikan dapat memiliki manfaat bagi tubuh sebagai pencegah kolesterol serta sumber kalsium yang tinggi. Pemanfaatan kulit udang dan tulang ikan yang diolah menjadi kerupuk dapat meningkatkan nilai tambah karena kerupuk merupakan jenis makanan ringan yang banyak diminati oleh berbagai kalangan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat kulit udang dan tulang ikan bagi kesehatan, serta memberikan keterampilan masyarakat dalam pengolahan kulit udang dan tulang ikan menjadi kerupuk. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mmberikan penyuluhan mengenai kandungan dan manfaat dari kulit udang dan tulang ikan serta melakukan praktek pembuatan kerupuk yang ditayangkan melalui video. Berdasarkan pengukuran tingkat pengetahuan peserta yang diukur pre dan post pemaparan materi menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata pre adalah 11,15 dan post 17,07. Hal ini menunjukkan bahwa peserta menyimak materi dengan seksama, mengerti, dan memahami setiap penjelasan dari tim pelaksana pengabdian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu PKK dalam pengolahan limbah kulit udang dan tulang ikan menjadi kerupuk yang disukai oleh semua umur dengan manfaat yang baik bagi kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat mengurangi potensi pencemaran lingkungan akibat  limbah kulit udang dan tulang ikan. Shrimp shells and fish bones are often regarded as food waste. Chitin in shrimp shells and calcium in fish bones are nutritionally beneficial in providing a rich dietary calcium source and reducing cholesterol in the human body. Processed shrimp shells and fish bones that are turned into crackers can increase added value because crackers are a type of snack that is in great demand by various groups. This activity aimed to provide the public with an understanding of the benefits of shrimp shells and fish bones for health, as well as providing community skills in processing shrimp shells and fish bones into crackers. This activity was carried out by providing education about the contents and benefits of shrimp shells and fish bones as well as carrying out the practice of making crackers which was shown via video. Based on measurements of the participants' level of knowledge measured before and after the material presentation, it shows that there is a difference  in participants' knowledge with the average value pre being 11.15 and post 17.07. This shows that participants listened to the material carefully, and understood and comprehended every explanation from the service implementation team. This community service activity can increase the knowledge and skills of PKK in processing shrimp shell and fish bone waste into crackers which are liked by all ages with good benefits for health. Apart from that, this activity can also reduce the potential for environmental pollution due to shrimp shells and fish bone waste.
PENGENALAN CODING DALAM RANGKA PENINGKATAN LITERASI DIGITAL BAGI SISWA M.I. JAMI’ATUL KHAIR CILEDUG TANGERANG Adrezo, *Muhammad; Yulnelly, Yulnelly; Indriana, Intan Hesti
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.47490

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Hal tersebut terlihat pada anak-anak yang sangat fasih dalam penggunaan teknologi namun hanya sebagai konsumen teknologi. Namun pendidikan ilmu komputer di tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah (SMP) dan sekolah atas (SMA) khususnya di Indonesia masih sangat minim. Pemahaman siswa dalam penggunaan teknologi sangat baik saat masuk di jenjang perkuliahan namun pemahaman dalam proses pembuatan sebuah teknologi (game, aplikasi, dan sebagainya) masih sangat minim. Dibandingkan dengan siswa di negara-negara berkembang lainnya, pendidikan komputer dalam hal ini coding sudah didapatkan semenjak SMA, SMP bahkan tingkat SD. Hal ini menunjukkan coding sangat penting diperkenalkan dari sejak dini dari tingkat sekolah dasar dengan pendekatan yang menyenangkan berbasis animasi. Saat ini, coding merupakan kunci sukses bersaing di era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Diharapkan generasi Indonesia kedepannya lebih paham dan dapat bersaing. Pembelajaran coding sejak dini memiliki manfaat yang sangat baik, karena anak dapat berpikir kreatif dan mengasah softskill mereka, selain itu juga mengajarkan anak berpikir logis, sistematis, kreatif, berani mencoba dan lain-lain. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diikuti oleh 28 siswa Madrasah Ibtidaiyah (M.I.) Jami’atul Khair, yang mana para siswa diajarkan cara membuat coding sebuah game dengan pendekatan animasi. Dari hasil evaluasi yang didapatkan dalam pelaksanaan ini, diketahui bahwa pembelajaran coding diminati oleh siswa di M.I. Jami’atul Khair.  Current technological developments are very rapid. This can be seen in children who are very fluent in using technology but are only consumers of technology. However, computer science education at the elementary school (SD), middle school (SMP), and high school (SMA) levels, especially in Indonesia, is still very minimal. So that when they enter college, students understand the use of technology but do not yet understand the process of creating technology (games, applications, etc.). Meanwhile, when compared with students in other developing countries, computer education, in this case coding, has been obtained since high school, middle school, and even elementary school. This shows that it is very important to introduce coding from an early age starting from elementary school level with a fun animation-based approach. Currently, coding is the key to competitive success in an era where technological developments are growing very rapidly. So it is hoped that the next generation of the Indonesian nation will understand better and be able to compete. Apart from that, learning to code from an early age has very good benefits, because children can think creatively and hone their soft skills. Apart from that, it teaches children to think logically, systematically, creatively, dare to try, and so on. This Community Service implementation was attended by 28 students of Madrasah Ibtidaiyah (M.I.) Jami'atul Khair, where the students were taught how to code a game using an animation approach. From the evaluation results obtained during this implementation, it is known that learning coding is of interest to M.I. Jami'atul Khair students.   
POTENSI PARIWISATA BERBASIS BUDAYA LOKAL DESA RAWABOGO, KECAMATAN CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG Novel, Nurillah Jamil Achmawati; Tresna, Pratami Wulan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.51419

Abstract

Fenomena dari tulisan ini adalah eksplorasi potensi pariwisata budaya berbasis budaya lokal di Desa Rawabogo, Kecamaran Ciwidey, Kabupaten Bandung. Tujuan program ini adalah untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mengembangkan potensi pariwisata berbasis budaya lokal di Desa Rawabogo, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Metode program ini terdiri dari tahapan perencanaan, FGD dengan stakeholder lokal, observasi lanjutan, wawancara dengan informan kunci, serta evaluasi data untuk menyusun profil potensi wisata budaya di Desa Rawabogo. Hasil dari program menunjukkan bahwa Desa Rawabogo memiliki potensi budaya yang kaya dalam bentuk ritual dan pertunjukan budaya yang menarik untuk pariwisata, tetapi belum sepenuhnya terdokumentasi atau dipromosikan secara optimal. Kesimpulannya adalah bahwa melalui keterlibatan masyarakat, dokumentasi yang lebih baik, dan promosi yang lebih luas, potensi pariwisata berbasis budaya lokal di Desa Rawabogo dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendapatkan pengakuan lebih luas dan manfaat ekonomi yang lebih optimal. 
PENGEMBANGAN TOPONIMI SEBAGAI DAYA DUKUNG WISATA DI DESA MEDALSARI KABUPATEN KARAWANG Widiatmoko, Sigit; Supriyana, Asep; Ash-Shiddiqy, Ahmad Rifqy
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.46504

Abstract

Desa Medalsari memiliki potensi alam dan budaya yang merupakan modal untuk menjadi desa wisata. Upaya mengarah pada pembentukan desa wisata pernah terjadi, namun karena kualitas sumber daya manusia yang masih kurang dan diperparah oleh pandemi Covid-19 membuat belum bisa terwujud. Oleh karena itu, sebagai langkah awal tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) melakukan program pengambangan toponimi sebagai daya dukung wisata di Desa Medalsari. Program tersebut dilaksanakan dalam dua kegiatan, yaitu penyuluhan mengenai toponimi sebagai refleksi budaya masyarakat Medalsari berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya, dan workshop pengembangan toponimi melalui aplikasi Google Maps dan Local Guide. Program PPM ini diselenggarakan pada bulan Juni-Agustus 2022 dan dilakukan dalam 4 tahap yaitu seleksi lokasi, sosialisasi pemberdayaan masyarakat, proses pemberdayaan masyarakat, dan pemandirian masyarakat. Setelah mengikuti program PPM, para peserta mengungkapkan dengan antusias bahwa mereka lebih mengetahui asal-usul nama tempat di wilayah mereka karena beberapa nama tempat tidak diketahui asal-usulnya. Mereka pun lebih mengetahui Google Maps dan manfaatnya untuk menyimpan nama kampung masing-masing setelah mendaftar diri dalam aplikasi Local Guide. Pendampingan dan pembinaan dari akademisi sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengembang desa dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Medalsari Village has natural and cultural potential which needs to be utilized to become a tourist village. Efforts to lead to the formation of a tourist village have occurred, but due to the lack of quality human resources and exacerbated by the Covid-19 pandemic, this has not been realized. Therefore, as a first step, the Community Service Team (PPM) carried out a toponymy development program as a tourism support in Medalsari Village. The program was implemented in two activities, namely counseling on toponymy as a reflection of the culture of the Medalsari community based on the results of previous research, and a toponymy development workshop through the Google Maps and Local Guide applications. The PPM program is held in June-August 2022 and is carried out in 4 stages, namely location selection, socialization of community empowerment, community empowerment process, and community self-reliance. After participating in the PPM program, the participants enthusiastically expressed that they know more about the origins of place names in their area because the origins of some place names are unknown. They also know more about Google Maps and its benefits for saving the names of their respective villages after registering in the Local Guide application. Assistance and guidance from academics is needed by the community to develop the village and improve the standard of living of the community.
PENINGKATAN KINERJA USAHA MELALUI PEMBENAHAN MANAJEMEN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) PADA INDUSTRI KULINER Agrina, Camelia Rizki; Kirana, *Desty Hapsari
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.47705

Abstract

Jawa Barat memiliki UMKM terbesar di bidang industri kuliner. Sebagian besar UMKM terkena dampak pandemi covid sehingga terjadi penurunan omset penjualan. Hal ini menjadi dorongan bagi UMKM untuk bertahan dengan cara mengelola usahanya lebih baik. Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan ini adalah untuk menjawab keresahan UMKM dalam menghadapi kondisi pandemi covid. Peserta pelatihan mayoritas masih kesulitan dalam pengelolaan manajemen usahanya. Sehingga UMKM diberikan pelatihan terkait dengan pengelolaan pada aspek pemasaran, produksi, manajemen organisasi dan legalitas usaha serta keuangan. Berdasarkan hasil pelatihan, UMKM yang sebelumnya tidak memiliki pencatatan keuangan, menjadi bisa melakukan pencatatan keuangan yang menghasilkan laporan keuangan yakni neraca usaha dan laporan laba rugi. Selain itu, pada aspek produksi dan manajemen organisasi pun UMKM bisa mengatur produksi dan organisasinya lebih baik. Pada aspek pemasaran, UMKM dapat memanfaatkan teknologi sebagai media promosi usahanya. West Java has the largest MSMEs in the culinary industry. Most MSMEs were affected by the covid pandemic resulting in a decrease in sales. This is a challenge for MSMEs to survive by managing their business better. The objective of the training was to answer the concerns of MSMEs in dealing with the conditions of the covid pandemic. The majority of training participants still have difficulties in managing their business management. So that MSMEs are trained related to management in the aspects of marketing, production, organizational management and business legality and finance. Based on the results, MSMEs, which previously did not have financial statements, are now able to carry out financial statements, namely a balance sheet and income statement. In addition, in terms of production and organizational management, MSMEs can better manage production and organization. In the marketing aspect, MSMEs can utilize technology as a tool for promoting their business West Java has the largest MSMEs in the culinary industry. Most MSMEs were affected by the covid pandemic resulting in a decrease in sales. This is a challenge for MSMEs to survive by managing their business better. The objective of the training was to answer the concerns of MSMEs in dealing with the conditions of the covid pandemic. The majority of training participants still have difficulties in managing their business management. So that MSMEs are trained related to management in the aspects of marketing, production, organizational management and business legality and finance. Based on the results, MSMEs, which previously did not have financial statements, are now able to carry out financial statements, namely a balance sheet and income statement. In addition, in terms of production and organizational management, MSMEs can better manage production and organization. In the marketing aspect, MSMEs can utilize technology as a tool for promoting their business.
PENGAPLIKASIAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN PADA PENGURUS BUMDES PUTRA MANDIRI KABUPATEN PANGANDARAN Sihombing, Siciliana Agave; Chan, Arianis; Nirmalasari, Healthy
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.53427

Abstract

Pelatihan kepemimpinan menjadi sebuah kebutuhan penting bagi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya bagi BUMDes Putra Mandiri Desa Selasari di Kabupaten Pangandaran. Meskipun BUMDes tersebut memiliki tata kelola dan aktivitas yang sangat baik, tantangan utama yang masih dihadapi adalah aspek kepemimpinan para pengurusnya. Untuk mengatasi hal ini, peneliti menciptakan program pelatihan berbasis kompetensi yang mengangkat tema kepemimpinan dengan nama SABUNDAR. Tahapan dalam penyusunan program ini mencakup analisis kebutuhan pelatihan, perancangan program, pengembangan program, implementasi, dan pengukuran efektivitas. Teori Kepemimpinan The Leadership Challenge Kouzes Posner diadaptasi untuk menjadi media refleksi selama pelatihan berbasis kompetensi berlangsung. Hasil analisis menunjukkan bahwa BUMDesa Putra Mandiri sedang menghadapi isu bisnis terkait rendahnya kepemimpinan pada pengurusnya. Program pelatihan dijalankan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan, dilaksanakan pada tanggal 23 September hingga 1 Oktober 2023. Pelaksanaan program pelatihan SABUNDAR dinilai tepat dalam meningkatkan jiwa kepemimpinan para pengurus BUMDes Putra Mandiri. Diharapkan program ini dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat tata kelola dan aktivitas BUMDes serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Selasari, Kabupaten Pangandaran. Leadership training is a crucial necessity for the management of Village-Owned Enterprises (BUMDesa) Putra Mandiri, particularly for BUMDesa Putra Mandiri in Selasari Village, Pangandaran Regency. Despite having exemplary governance and activities, the primary challenge faced is the leadership aspect among its administrators. To address this, the researcher developed a competency-based training program themed on leadership titled SABUNDAR. The stages in crafting this program include training needs analysis, program design, development, implementation, and effectiveness measurement. Kouzes Posner's The Leadership Challenge Leadership Theory was adapted to become a reflection medium during competency-based training. The analysis revealed that BUMDesa Putra Mandiri is currently grappling with business issues related to the low leadership quality among its administrators. The training program was executed according to the planned stages and took place from September 23rd to October 1st, 2023. The research findings depict that the SABUNDAR training program is a pertinent step towards enhancing the leadership qualities of BUMDesa Putra Mandiri's administrators. It is hoped that this program will significantly contribute to strengthening the governance and activities of BUMDesa, thereby fostering economic growth in Selasari Village, Pangandaran Regency.
PEMANFAATAN BAHAN BAKU LOKAL DALAM PEMBUATAN KREASI PRODUK PASTRY UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN WISATA DI DESA PANDANREJO, JAWA TENGAH Yuniastuti, Made Citra; Sanggramasari, Sandra; Novianti, Selvi; Luthfi, Tristy Firlyanie; Josary, P. Jessica J
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.46838

Abstract

Pandanrejo Village, Kaligesing District, Purworejo Regency, Central Java Province is a tourist village which is one of the supports for the Borobudur Area. Based on previous research, it is known that Kaligesing District, especially Pandanrejo Village, has a strong brand as a producer of very high quality Etawa Crossbreeds goats, Kaligesing race. Agricultural products in the form of various spices in Pandanrejo Village are also very abundant. However, the potential use of Etawa goat's milk and various spices has not been explored further by the villagers. As a result, the variety of tourist experience options that tourists get is still limited. The purpose of this community service is to increase the knowledge of the people of Pandanrejo Village to utilize Etawa goat's milk and spices into a simple but quality pastry product so that it can increase the variety of tourist experience choices. The method used in this activity is to provide training in the manufacture of pastry products made from Etawa goat's milk and Pandanrejo Village produce. The results of the evaluation of this activity showed that participants were able to remake the products that were used as training materials, furthermore, they directly apply them into a package that has economic value. Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah merupakan sebuah desa wisata yang menjadi salah satu penunjang Kawasan Borobudur. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, diketahui bahwa Kecamatan Kaligesing pada umumnya dan Desa Pandanrejo pada khususnya memiliki brand kuat sebagai penghasil Kambing Peranakan Etawa ras Kaligesing yang sangat berkualitas. Hasil pertanian berupa aneka ragam rempah di Desa Pandanrejo juga sangat melimpah. Namun, potensi pemanfaatan susu Kambing Peranakan Etawa ras Kaligesing serta rempah yang beraneka ragam ini belum digali lebih jauh oleh penduduk desa. Akibatnya ragam pilihan tourist experience yang didapatkan wisatawan masih terbatas. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Pandanrejo untuk memanfaatkan susu Kambing Peranakan Etawa ras Kaligesing dan rempah-rempah menjadi sebuah produk pastry yang sederhana namun berkualitas sehingga dapat meningkatkan ragam pilihan tourist experience. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara memberi pelatihan pembuatan produk pastry yang terbuat dari susu Kambing Peranakan Etawa ras Kaligesing dan hasil tani Desa Pandanrejo. Hasil evaluasi dari kegiatan ini memperlihatkan peserta mampu membuat kembali produk yang menjadi materi pelatihan, bahkan langsung mengaplikasikannya menjadi satu paket yang memiliki nilai ekonomis. Paket wisata ini menambah pengalaman kuliner wisatawan yang datang ke Desa Wisata Pandanrejo, Jawa Tengah.
PERENCANAAN MASTERPLAN KAWASAN WISATA WADUK MANGGAR BERBASIS KONSEP AGROFORESTRI PADA KELURAHAN KARANG JOANG KOTA BALIKPAPAN Wahab, Muhammad Fajrin; Khala, Christianto Credidi Septino; Rini, Intan Dwi Wahyu Setyo; Situmorang, Raftonado
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.48059

Abstract

Potensi wisata merupakan salah satu sektor yang terus dikembangkan hingga saat ini. Perkembangan perencanaan wisata tidak hanya terbatas pada wisata alam dan buatan saja, melainkan juga memanfaatkan hasil perkebunan. Agroforestri merupakan konsep wisata yang menggabungkan pemanfaatan lahan antara tanaman hutan dengan tanaman perkebunan. Salah satu lokasi di Kota Balikpapan yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata agroforestri terletak di Jalan PDAM KM 12 RT 17 Karang Joang. Perencanaan pembangunan kawasan wisata ini memerlukan masterplan sebagai rencana induk perencanaan. Proses penyusunan masterplan kawasan wisata Waduk Manggar ini melibatkan masyarakat sekitar sebagai pengurus wisata. Metode yang digunakan dalam penyusunan masterplan ini meliputi observasi lapangan, diskusi pembuatan desain wisata, dan perancangan kawasan wisata. Rancangan wisata ini kemudian disampaikan kepada pengurus wisata dalam bentuk diskusi grup terfokus. Hasil dari pembuatan masterplan memberikan dampak positif kepada pengurus berupa kemudahan dalam pengelolaan dan perencanaan wisata jangka panjang. Selain itu, membantu pengelola dalam proses pengajuan dana pengembangan pariwisata kepada pihak pemerintahan maupun swasta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar dan meningkatkan potensi wisata daerah.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue