cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PELATIHAN KETERAMPILAN BERBAHASA ISYARAT DI LINGKUNGAN INDIVIDU DENGAN HAMBATAN PENDENGARAN Pamungkas, *Bayu; Hermanto, Hermanto
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.38705

Abstract

Pengabdian masyarakat melalui pelatihan Bahasa Isyarat Dasar bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta terkait Bahasa Isyarat Dasar sebagai bekal berkomunikasi dengan individu yang mengalami hambatan pendengaran (tunarungu). Pelatihan ini diikuti 30 peserta dengan berbagai latar belakang, yakni: orang tua, guru dan masyarakat di lingkungan individu dengan hambatan pendengaran. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode diskusi terarah, workshop, dan pendampingan dalam penggunaan Bahasa Isyarat. Hasil program menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penggunaan Bahasa Isyarat dapat meningkat. Hal tersebut dapat terlihat dari kemampuan peserta dalam mempraktekkan bahasa  isyarat yang dipelajari. This community service through sign language training aims to improve the skills of participants regarding basic sign language as communication with individuals who experience basic hearing impairments. This training was attended by 30 participants with various backgrounds, namely parents, teachers, and the community in the environment of individuals with hearing impairments. This community service is carried out by means of focused discussions, workshops, and assistance in the use of sign language. The results of the program indicate that the knowledge and skills of participants in the use of Sign language can improve. This can be seen from the ability of participants to practice the language seen in practice.
PELATIHAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN METODE ACTIVE LEARNING DI SMK PADJADJARAN, JATINANGOR Siti Aminah, Dea Ayu; Dewi, Anggia Utami; Dermawan, Windy; Nurhayati, Heni
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.54981

Abstract

Pendidikan berperan penting bagi masyarakat Indonesia sehingga diperlukan interaksi yang efektif dalam proses pembelajaran. Tujuan dari artikel ini untuk membahas efektivitas metode pembelajaran yang aktif dalam mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah. Metode active learning dalam kegiatan pembelajaran diperoleh secara aktif di dalam kelas sehingga dapat menuntut siswa untuk berpikir kritis, melatih kemampuannya, dan kreatif. Metode ini dapat diterapkan pada semua mata pelajaran di sekolah. Kegiatan dilakukan untuk meningkatkan minat siswa dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Dari hasil penilaian penggunaan metode pembelajaran efektif di kelas, disarankan agar metode tersebut diterapkan secara terus menerus pada kegiatan pembelajaran bahasa Inggris secara rutin karena terbukti dapat meningkatkan minat dan semangat siswa dalam belajar. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil kegiatan pendampingan asistensi mengajar di SMK Padjadjaran yang berlokasi di Jatinangor, Jawa Barat
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK PENGOLAHAN IKAN LAUT DENGAN PULSED ELECTRIC FIELD KELURAHAN MUARAREJA KOTA TEGAL Qirom, Qirom; Prabandari, Sari; Darmawan, Arry
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.50776

Abstract

Kelurahan Muarareja merupakan salah satu pusat aktivitas pengolahan ikan laut yang potensial di Kota Tegal dengan tiga sektor utama, yaitu industri pengolahan ikan, petani tambak, dan nelayan. Sebagian besar industri pengolahan ikan di Tegal masih termasuk dalam kategori Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) termasuk di dalamnya adalah kelompok Pengolah ikan Mina Rizqi. Pada Kelompok ini masih menggunakan peralatan sederhana dalam mengolah, tidak memperhatikan SOP dalam menunjang CPPOB (Cara Penanganan Pangan Olahan Baik) dan kurangnya kesadaran pentingnya sertifikasi kualitas produk dari cemaran bakteri yang ditunjukkan dengan COA. Pada kegiatan Pengabdian ini dilakukan pendekatan yang inovatif dan efektif untuk meningkatkan kualitas produk pengolahan ikan laut dengan teknologi pulsed electric field (PEF) yang telah berhasil mereduksi bakteri ikan laut. Peralatan  industri  yang  kami  miliki  serta  dukungan  institusi  tentang Teaching Factory, kami bekerja sama dengan Penyuluh Dinas Kelautan dan Perikanan kota Tegal serta Kelompok Pengolah ikan Mina Rizqi untuk meningkatkan kualitas produk ikan dengan teknologi PEF. Metode yang digunakan pada program ini yaitu dengan pemberian pelatihan tentang teknologi PEF dan melakukan pendampingan cara menggunakan PEF oleh mahasiswa. Melakukan pendampingan pengurusan  COA (Certified  of  Analysis) dan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB). Hasil dari program ini yaitu diterapkannya teknologi PEF pada pengolahan ikan kelompok pengolah dan pemasar ikan Mina Rizqi. Dengan demikian, kualitas olahan ikan dapat dipertahankan dan masa simpannya dapat diperpanjang. Serta dimilikinya dokumen COA dan CPPOB untuk menunjang pemasaran lebih luas, yaitu pasar retail dan eksportir. Muarareja Village is one of the potential centers of marine fish processing activities in Tegal City with three main sectors, namely the fish processing industry, pond farmers, and fishermen. Most of the fish processing industry in Tegal is still categorized as Small Micro Medium Enterprises (MSMEs), including the Mina Rizqi fish processing group. This group still uses simple equipment in processing, does not pay attention to SOPs in supporting CPPOB (Good Processed Food Handling Methods) and lack of awareness of the importance of product quality certification from bacterial contamination indicated by COA. In this service activity, an innovative and effective approach was taken to improve the quality of marine fish processing products with pulsed electric field (PEF) technology which has successfully reduced marine fish bacteria. With our industrial equipment and institutional support on Teaching Factory, we worked together with the Tegal city Marine and Fisheries Extension Service and the Mina Rizqi fish processing group to improve the quality of fish products with PEF technology. The method used in this program is by providing training on PEF technology and providing assistance on how to use PEF by students. Assistance in managing COA(Certified of Analysis) and Good Processed Food Production Methods (CPPOB). The result of this program is the application of PEF technology in the fish processing of the Mina Rizqi fish processing and marketing group. Thus, the quality of processed fish can be maintained and the shelf life can be extended. As well as having COA and CPPOB documents to support wider marketing, namely retail markets and exporters.
EDUKASI DAN PEMBENTUKAN KADER PEDULI KESEHATAN KULIT DI PESANTREN BANI HUSEN – KABUPATEN PANGANDARAN Sujatmiko, Budi; Fauzan Nabil, Muhammad; Basyirasaniyanti, Belgia; Tyas Anggaeni, Trianing; Prima Mulya, Adelse
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.46279

Abstract

Pesantren adalah salah satu unit pendidikan berbasis agama yang cukup populer di Indonesia. Berbeda dengan sistem pendidikan formal umumnya, pesantren mengharuskan para peserta didiknya untuk tinggal di lingkungan sekolah. Mereka melakukan kegiatan pendidikan dan kegiatan keagamaan bersama-sama dalam kelompok besar.  Situasi ini memungkinkan penyakit infeksi mudah menular pada para peserta didik salah satu contoh yang biasa terjadi adalah infeksi penyakit kulit seperti scabies. Pesantren Bani Husen sebagai salah satu Pesantren popular di Pangandaran juga memiliki permasalahan yang serupa dengan pesantren lain pada umumnya. Selain itu, intervensi kesehatan pada komunitas pesantren masih jarang dilakukan. Oleh karena itu tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bermaksud untuk melakukan edukasi dan pembentukan kader kesehatan peduli penyakit kulit “scabies” pada pesantren ini. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah observasi, edukasi, dan pendampingan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada lingkungan Pesantren. Pada akhir kegiatan ini seluruh santriwan dan santriwati telah mendapat edukasi terkait kebersihan diri dan di lingkungan pesantren, telah terbentuk kader kesehatan, serta telah dipasang media informasi terkait kebersihan diri dan lingkungan di seluruh lingkungan pesantren. Islamic boarding schools are one of the most popular religious-based education units in Indonesia. In contrast to the general formal education system, Islamic boarding schools require their students to live in the school environment. They carry out educational activities and religious activities together in large groups. This situation allows infectious diseases to be easily transmitted to students. One common example is skin infections such as scabies. Bani Husen Islamic Boarding School as one of the popular Islamic boarding schools in Pangandaran also has problems similar to other Islamic boarding schools in general. In addition, health interventions in the Islamic boarding school community are still rarely carried out. Therefore the Community Service Team (PKM) intends to carry out education and form health cadres concerned with skin disease "scabies" at this Islamic boarding school. The methods used in this service are observation, education, and assistance in implementing Clean and Healthy Behavior (PHBS) in Islamic boarding schools. At the end of this activity, all students and female students had received education regarding personal hygiene and in the Islamic boarding school environment, health cadres had been formed, and information media related to personal and environmental hygiene had been installed throughout the Islamic boarding school environment.
OPTIMALISASI DIGITAL MARKETING MELALUI TIKTOK MARKETING BAGI STARTUP BISNIS DI JAWA BARAT Purbasari, Ratih; Sukmadewi, Rani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.53680

Abstract

Salah satu faktor terbesar yang menjadi penghambat kurang berkembangnya startup di Indonesia adalah terbatasnya ketersediaan talenta digital, padahal Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan startup. Kegiatan optimalisasi digital marketing melalui TikTok marketing bertujuan untuk meningkatkan talenta digital dan kualitas kewirausahaan startup bisnis, dengan melibatkan 30 Startup Bisnis di Jawa Barat sebagai khalayak sasaran. Khalayak sasaran pada kegiatan ini memiliki karakteristik sebagai usaha rintisan yang telah berdiri minimal 6 bulan yang berasal dari berbagai bidang usaha. Kegiatan optimalisasi digital marketing melalui TikTok marketing dilakukan dalam dua kegiatan. Pertama adalah pelatihan TikTok Marketing, dan yang kedua adalah evaluasi dan monitoring konten video untuk kegiatan TikTok marketing. Untuk mengukur keberhasilan implementasi TikTok Marketing pada usaha khalayak sasaran dan mengetahui peningkatan talenta digital startup bisnis, maka dilakukan pre-test dan post-test dalam bentuk kuesioner online. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari sisi pengetahuan, pemahaman dan kemampuan khalayak sasaran mengenai implementasi TikTok marketing, sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan pelatihan. Setelah dilakukan evaluasi dan monitoring, khalayak sasaran diketahui lebih memahami mekanisme kerja dan cara mengelola fitur pada TikTok Shop (TikTok Marketing) agar pemanfaatannya semakin optimal untuk dapat menjaring lebih banyak customer dan meningkatkan penjualan.
UNI.CORN: MEMBANGUN DESA MANDIRI MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA JRAGUNG Nihayah, Annis Nurfitriana; Rahmayani, Dwi; Marpaung, Grace Natalia; Ayuntavia, Ayuntavia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.51316

Abstract

Desa Jragung merupakan sebuah desa yang terletak di ujung selatan Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Desa Jragung salah satunya yang masuk kategori miskin di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Mayoritas penduduk Desa Jragung berprofesi sebagai petani, pedagang, dan buruh pabrik. Hasil pertanian masyarakat Desa Jragung mayoritas adalah komoditas jagung. Namun, besarnya hasil panen jagung tersebut kebanyakan masih dijual dalam bentuk pipil jagung mentah saja, sehingga menjadikan harga jagung di Desa Jragung murah dan tidak sebanding dengan waktu dan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksinya, hal tersebut disebabkan oleh kurangnya diversifikasi produk karena pengetahuan dan kreatifitas masyarakat Desa Jragung. Oleh karena itu, perlu adanya pemberdayaan masyarakat Desa Jagung agar dapat mengatasi masalah-masalah tersebut melalui pengabdian ini. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan survei dan wawancara, serta  pendekatan aksi, yaitu sosialisasi untuk mengedukasi pentingnya diversifikasi produk, dilanjut dengan kegiatan pelatihan pembuatan produk olahan jagung, produk kerajinan dari limbah jagung, dan pelatihan dalam desain pengemasan dan pemasarannya, lalu dilakukan pendampingan dengan metode diskusi bersama masyarakat dan aparat desa, kemudian yang terakhir adalah kegiatan supervisi dengan meninjau secara langsung sekaligus memonitor dan memberikan pengarahan terhadap kegiatan. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukan output yang positif, peserta sangat antusias dan interaktif. Dari rangkaian tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Jragung sehingga membentuk suatu kelompok atau perkumpulan orang yang memiliki usaha berbasis jagung yang dinamakan Uni.Corn (United Corn) agar Desa Jragung dapat terintegrasi menjadi desa wisata bisnis, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Jragung Village is located at the southern tip of Demak Regency, Central Java. Jragung Village is categorized as poor in Karangawen District, Demak Regency. Most Jragung Village residents work as farmers, traders, and factory workers. The majority of the agricultural products of the Jragung Village community are corn commodities. However, the giant corn harvest is mostly still sold in the form of raw corn shells only, thus making the price of corn in Jragung Village cheap and not commensurate with the time and costs spent in the production process. A need for product diversification causes this due to community knowledge and creativity. Jragung Village. Therefore, it is necessary to empower the Corn Village community so that they can overcome these problems through this service. The methods used in this service are surveys and interviews, as well as action approaches, namely socialization to educate the importance of product diversification, followed by training activities in making processed corn products, craft products from corn waste, and training in packaging design and marketing, then mentoring is provided. The results of the service activities showed positive output, the participants were very enthusiastic and interactive. This program is expected to increase the knowledge and skills of the Jragung Village community so that they form a group or association of people who have a corn-based business called Uni.Corn (United Corn) so that Jragung Village can be integrated into a business tourism village, to increase community income and welfare.
PENDAMPINGAN PEMASARAN DIGITAL MELALUI PEMBUATAN FOTO PRODUK UNGGULAN KELOMPOK TANI ELOK MEKARSARI SURABAYA Supriyati, Supriyati; Setyorini, Haryati -; Afandi, Haekal Ridlo; Puspitaningrum, Ari Cahaya; Hapsari, Indah; Burhanudin, Burhanudin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.48346

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada kelompok tani Elok Mekarsari Surabaya dengan tujuan membantu meningkatkan omzet mereka melalui pengenalan dan praktik pemasaran digital. Metode pelaksanaan yang dilakukan berupa workshop dan pendampingan pemasaran digital yang dilakukan di kampus maupun di lokasi mitra. Pesertanya adalah pengurus dan anggota kelompok tani yang sudah memiliki produk unggulan dan disiap dijual secara digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop berhasil meningkatkan antusiasme peserta mengoperasionalkan berbagai media sosial, melakukan foto produk dan upload pada media sosial yang diinginkan. Media sosial apapun saat ini dipandang sebagai media penting dalam pemasaran produk mereka. Pemahaman tentang media sosial harus dimiliki dan tidak mengandalkan orang lain. Foto produk merupakan hal penting dalam pemasaran, bila hasil pemotretan bagus tentu dapat menarik minat pembeli dan omzet meningkat. Berbagai kegiatan yang dilakukan telah dihasilkan foto produk unggulan yang siap diunggah pada berbagai media sosial. Community service program was carried out at Elok Mekarsari Farmers Community Surabaya to help increase their turnover through the introduction and practice of digital marketing. The implementation method used is in the form of workshops and digital marketing assistance which was carried out on campus and at partner locations. The participants are administrators and members of farmer groups who already have superior products and are ready to sell them digitally. The results of the program showed that the workshop succeeded in increasing the enthusiasm of the participants in operating various social media, taking product photos, and uploading them to the desired social media. Social media is currently seen as an important medium in marketing their products. An understanding of social media must be owned and not rely on other people. Product photos are important in marketing, if the shooting results are good, of course, it can attract buyers and increase turnover. Various activities carried out have resulted in superior product photos that are ready to be uploaded on various social media.
PENGEMBANGAN KESIAPAN DIPLOMATIK DESA BATUKARAS MENUJU DESA WISATA GLOBAL Dermawan, Windy; Alam, Gilang Nur; Mubarok, Kiagus Zaenal; Hidayat, Nashwa Safa
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.51518

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan kapasitas warga Desa Batukaras Kabupaten Pangandaran dalam menduniakan Batukaras sebagai desa wisata melalui instrumen paradiplomasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah mengenai potensi dan peluang wisata Desa Batukaras, mengenali kapasitas warga dan kapabilitas perangkat desa terhadap Desa Wisata, wisata global dan kediplomasian daerah. Kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pendidikan masyarakat 365 Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2024 dengan metode research-based community services di dalam melibatkan secara aktif individu, komunitas atau institusi, baik pendidik, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha wisata, perangkat desa, tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda. Dalam mengidentifikasi masalah, kami melakukan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para pemangku kepentingan dari Desa Batukaras. Diskusi mendalam pun dilakukan untuk menggali masalah dari berbagai pemangku kepentingan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan, sikap dan tindakan peserta kegiatan mengenai wisata global dan instrumennya melalui paradiplomasi. Kesiapan sosietal diperlukan oleh warga Desa Batukaras dalam meningkatkan kualitas wisatanya untuk menjadi wisata yang mendunia. Beberapa hambatan dan tantangan menjadi desa wisata yang dikenal publik mancanegara disadari perlu penanganan dalam bentuk kolaborasi berbagai pihak, termasuk perlunya pemanfaatan sumber-sumber mancanegara. Peserta berharap adanya keberlanjutan dari kegiatan yang dilakukan sehingga Desa Batukaras dapat mengoptimasi potensi yang dimilikinya sebagai Desa Wisata dan dikenal publik mancanegara.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KULIAH KERJA NYATA KEBANGSAAN DI DESA MONTERADO, KABUPATEN BENGKAYANG, KALIMANTAN BARAT: PERAN MAHASISWA DALAM MENDORONG KEMAJUAN DAN KESEJAHTERAAN DESA Alfauzi, Muhammad Ezzat; Rusdiyana, Eksa; Sudibya, Sudibya; Saputra, Alit Adi; Permatasari, Dinda Putri; ‘Aisy, Luthfiana Rihadatul; Prasetiyani, Dinda Dwi; Zuhri, Moh Sayful; Shof, Muhamad Najib
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.50703

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan sebagai bentuk pengabdian berdasarkan tri dharma perguruan tinggi kepada masyarakat dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral. Desa Monterado, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat, dipilih sebagai lokasi pelaksanaan KKN Kebangsaan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Tujuan utama adalah meningkatkan pemberdayaan melalui penjelasan, diskusi, dan praktik langsung di Desa Monterado. Implementasi kegiatan KKN Kebangsaan melibatkan sektor ekonomi (bantuan untuk UMKM), kesehatan (dukungan terhadap NAPZA, gizi seimbang, dan stunting), dan keagamaan (pengajaran di TPA). Hasil pelaksanaan kegiatan mencapai target yang ditetapkan, dan partisipasi serta antusiasme masyarakat dalam setiap kegiatan mencerminkan dampak positif dari KKN Kebangsaan ini. Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan keagamaan. Kesimpulannya, KKN Kebangsaan di Desa Monterado berhasil memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. The National Community Service Program (KKN) is a form of service based on the tri dharma of higher education to the community with a cross-disciplinary and sectoral approach. Monterado Village, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province, was chosen as the location for National KKN  to improve community empowerment. The main objective is to increase empowerment through explanation, discussion, and hands-on practice in Monterado Village. The implementation of National KKN activities involved the economic sector (assistance for MSMEs), health (support for drugs, balanced nutrition, and stunting), and religion (teaching at TPA). The results of the activities reached the set targets, and the community's participation and enthusiasm in each activity reflected the positive impact of National KKN Activities. The benefits felt by the community include improved economic welfare, health, education, and religion. In conclusion, the National KKN  in Monterado Village has made a positive contribution to improving community empowerment.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN APLIKASI MOBILE UNTUK SISWA SMAK BPK PENABUR SINGGASANA BANDUNG Wijaya, Marvin Chandra
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.46611

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa saat ini perkembangan teknologi telah memasyarakat luas. Penggunaan telepon genggam atau telepon pintar telah banyak digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Hampir semua lapisan masyrakat sudah mengenal dan menggunakan telepon gengggam. Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai salah satu institusi yang mengajarkan teknologi kepada para siswanya ternyata memiliki banyak keterbatasan. Keterbatasan seperti adanya pembatasan kurikulum, keterbatasan waktu pengajaran, keterbatasan fasilitas dan lainnya. Saat ini dalam pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMA belum banyak mengajarkan tentang pemrograman aplikasi mobile. Sehingga diperlukan pembekalan pelatihan praktis dalam hal pemrograman mobile. Pelatihan pemrograman aplikasi mobile ini merupakan perwujudan dari pendidikan praktis di bidang teknologi. SMAK BPK Penabur Singgasan Bandung dan Universitas Kristen Maranatha Bandung, Program Studi Sistem Komputer mengadakan kerjasama untuk pelatihan pemrograman mobile. Para peserta pelatihan pada awalnya tidak memiliki pengetahuan teori dasar tentang teknologi komputer, yang kemudian diberikan pelatihan hingga peserta memiliki pengetahuan teori tentang teknologi komputer. Dalam pelatihan ini diajarkan berbagai teori dan praktek dalam membuat aplikasi mobile. Para peserta pelatihan telah berhasil membuat berbagai aplikasi mobile menggunakan MIT App Inventor dan Responsive Website. Pelatihan ini telah berhasil 100% mengajarkan pembuatan aplikasi mobile bagi para siswa SMAK BPK Penabur Singgasana Bandung. This Community Service activity is motivated by current technological developments that have become widespread. Various groups of people have widely used mobile phones or smartphones. Almost all levels of society are familiar with and use mobile phones. High School (SMA) is an institution that teaches technology to its students, which turns out to have many limitations. Limitations include curriculum restrictions, limited teaching time, limited facilities, and others. Currently, there is not much teaching about mobile programming in Information and Communication Technology (ICT) lessons in high school. So it is necessary to provide practical training in terms of mobile programming. This mobile programming training is the embodiment of practical education in technology. SMAK BPK Penabur Singgasan Bandung and Maranatha Christian University Bandung, Computer Systems Study Program held a collaboration for mobile programming training. The trainees initially did not have basic theoretical knowledge of computer technology, which was then given training until the participants had theoretical knowledge of computer technology. In this training, various theories and practices are taught in making mobile applications. The trainees have successfully created various mobile applications using MIT App Inventor and Responsive Website. This training has been 100% successful in teaching the making of mobile applications for SMAK BPK Penabur Singgasana Bandung students.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue