cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP LANSIA MELALUI AKTIVITAS SOSIAL CAMER: (CEGAH ALZHEIMER) DI KAMPUNG CIKONENG DESA CIBIRU WETAN Resnawaty, Risna -; Rivani, Rivani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.52077

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari pelaksanaan pengabdian pada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui aksi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup lansia berupa Tindakan preventif untuk mencegah Alzheimer. Kegiatan ini terdiri dari 3 (tiga) yaitu sosialisasi  melalui poster dan games edukatif serta penanaman tanaman obat keluarga. Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi yang ditambahkan permainan serta praktik langsung. Hasil dari kegiatan ini lansia dan keluarga mendapatkan pengetahuan mengenai pencegahan Alzheimer dan lansia memiliki aktivitas yang dapat mencegah dirinya terkena Alzheimer yaitu bercocok tanam. Informasi yang memadai mengenai Alzheimer bagi lansia dan keluarga diharapkan dapat menciptakan sistem pendukung yang positif dan sehat dalam mewujudkan lingkungan Kampung Ramah Lansia di Cibiru Wetan.
PENGUATAN KOMPETITIVITAS UMKM KULINER DI DESA BANGUNREJO, PONOROGO MELALUI PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI MEDIA PEMASARAN DIGITAL Widagdho, Aryyo; Retnowati, May Shinta; Masyail, Muhammad Shidqi; Pratama, Ardena Afif
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.54186

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi media pemasaran digital dalam memperkuat kompetitivitas UMKM kuliner di Desa Bangunrejo, Ponorogo. Metode kegiatan terdiri dari 3  kegiatan antara lain; pertama,pelaksanaan sosialisasi dengan teknis observasi masalah dan melakukan wawancara, kedua, pendampingan digital marketing yang terdiri dari kegiatan pembuatan akun Instagram, pelatihan dalam mengunggah konten ke Instagram, dan ketiga, monitoring aktivitas, dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa masih terdapat minimnya pemanfaatan media digital marketing untuk alat promosi oleh UMKM kuliner Desa Bangunrejo. Namun, dengan penerapan strategi pemasaran digital melalui Instagram, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM kuliner. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan visibilitas dan pengenalan merek UMKM kuliner di media sosial, terbukti dari peningkatan penjualan sebesar 10%. Diharapkan penggunaan media digital dapat terus ditingkatkan sebagai bagian integral dari strategi pemasaran UMKM kuliner, sehingga dapat berdampak baik dan memberikan kontribusi positif bagi sektor peningkatan ekonomi lokal
IMPLEMENTASI SEA RANCHING TERIPANG BERBASIS KEARIFAN LOKAL SISTIM SASI DI DESA WARBAL, MALUKU TENGGARA Tomatala, Pitjont
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.53171

Abstract

Teripang merupakan komuditi laut yang bernilai ekonomis laut namun populasinya semakin berkurang di alam.  Tahun 2009, desa Warbal membangun tempat agama dari hasil penerapan kearifan lokal sistem SASI teripang selama 5 tahun. Tahun 2017, desa Warbal menerapkan kearifan lokal sistem SASI teripang selama 2 tahun namun hasilnya tidak sebanyak tahun 2009. Masyarkat berkerinduan menerapkan kearifan lokal sistem SASI teripang dengan waktu 2 – 3 tahun namun berharap hasilnya melimpah. Keterbatasan pengetahuan mengenai Sea Ranching teripang merupakan permasalahan yang dihadapi masyarakat desa Warbal. Kegiatan ini bertujuan mengimplementasi Sea Ranching berbasis kearifan lokal sistem SASI untuk membantu masyarakat desa Warbal menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu Sosalisasi, penetapan aturan kearifan lokal sistem SASI, pelatihan dan pembutan wadah budidaya, penerapan kearifan lokal sistem SASI dan penebaran benih serta monitoring evaluasi. Dari hasil kegiatan diketahui bahwa masyarakat desa Warbal telah menginplementasi Sea Ranching berbasis kearifan lokal sistem SASI dan menyakini bahwa melalui Sea Ranching dapat mempercepat waktu pelaksanaan kearifan lokal sistem SASI dan hasil panen teripang yang melimpah. Selain itu, pengetahuan mengenai pembuatan wadah pembesaran dan biologi reproduksi teripang telah diketahui masyarakat desa Warbal dengan baik. Sea cucumbers are a marine commodity that has marine economic value but their population is decreasing in nature. In 2009, Warbal village built a religious place from the results of implementing local wisdom SASI system of the sea cucumber during five years. In 2017, Warbal village implemented the local wisdom SASI system of the sea cucumbers during two years but the results were not as good as in 2009. The community hopes to implement local wisdom SASI system of the sea cucumbers within two to three years but hopes that the results will be abundant. Limited knowledge about Sea Ranching of sea cucumbers is a problem faced by the Warbal village community. This activity aims to implement Sea Ranching based on the local wisdom of the SASI system to help the Warbal village community solve the problems they face. The methods used in this activity are socialization, establishing local wisdom SASI system rules, training and making Pen-culture, implementing local wisdom SASI system, spreading seeds, as well as monitoring evaluation. From the results of the activity, it is known that the Warbal village community has implemented Sea Ranching based on the local wisdom SASI system and believes that Sea Ranching can speed up the closing time for local wisdom SASI system and produce abundant sea cucumber harvests. Besides that, knowledge about making Pen-culture and the reproductive biology of sea cucumbers is well known to the people of Warbal village.
PENINGKATAN PERAN ORANG TUA MENJAGA KESEHATAN ANAK MELALUI PROGRAM BIAN (BULAN IMUNISASI ANAK NASIONAL) DAN LITERASI DIGITAL DI DESA PADAMULYA KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Karlina, *Nina; Muharam, Riki Satia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.42227

Abstract

Imunisasi adalah vaksin yang dilakukan untuk membangun sistem kekebalan anak. Tujuan dari imunisasi adalah  mempersiapkan tubuh untuk melawan infeksi serius yang mungkin terjadi di masa depan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi COVID-19. Terbanyak di Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta. Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Pada Tahun 2022 Kementerian Kesehatan mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap yang belum memenuhi standar nasional UCI merupakan permasalahan yang harus segera diatasi. Tujuan umum pada pengabdian pada Masyarakat  ini adalah peningkatan   peran dan kesadaran orang tua dalam pemberian imunisasi dasar agar  optimalisasi Program Bulan Imunisasi anak nasional (BIAN). Selain penyuluhan Program BIAN proses Literasi Digital dalam menangkal HOAX mengenai imunisasi pun dilakukan pada orang tua dan anak anak di Desa Padamulya. Dari pelaksanaan program BIAN dan literasi digital, masyarakat tidak sepenuhnya mengerti apa itu imunisasi dan kegunaan serta manfaat imunisasi serta arti literasi digital, tapi dengan adanya kegiatan PPM yang meliputi edukasi mengenai pengenalan imunisasi dan literasi digital terkhususnya dengan topik Etis Bermedia Digital menjadi pengaruh yang baik serta pengetahuan tambahan bagi masyarakat dan pelajar atau anak-anak Desa Padamulya. Immunization is a vaccine that is carried out to build a child's immune system. The goal of immunization is to prepare the body to fight serious infections that may occur in the future. Based on data from the Ministry of Health, 1.7 million Indonesian children have not received complete basic immunization during the COVID-19 pandemic. Mostly in West Java, Aceh, North Sumatra, Riau, West Sumatra and DKI Jakarta. Immunization has been proven to protect children from dangerous diseases so that children are healthier and more productive. In 2022 the Ministry of Health is launching National Child Immunization Month (BIAN). The low coverage of complete basic immunization which does not yet meet UCI national standards is a problem that must be addressed immediately. The general aim of this community service is to increase the role and awareness of parents in providing basic immunizations in order to optimize the National Child Immunization Month Program (BIAN). Apart from counseling on the BIAN Program, the Digital Literacy process in preventing HOAXes regarding immunization was also carried out on parents and children in Padamulya Village. From the implementation of the BIAN and digital literacy programs, people do not fully understand what immunization is, the uses and benefits of immunization and the meaning of digital literacy, but with PPM activities which include education regarding the introduction of immunization and digital literacy, especially on the topic of Ethical Digital Media, it is a good influence and additional knowledge for the community and students or children of Padamulya Village..
PEMETAAN KEBUTUHAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK GEMPA DI KABUPATEN CIANJUR Candradewini, Candradewini
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.52308

Abstract

Kebutuhan tanah untuk relokasi perumahan bagi warga terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur masih belum dapat memenuhi kebutuhan sebagaimana mestinya. Kegiatan PPM ini bertujuan sebagai salah satu upaya mengatasi masalah dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Metode PPM yang dilakukan oleh penulis adalah Participatory Action Research (PAR). Berbagai kebijakan terkait pembangunan perumahan dan permukiman telah disosialisasikan kepada berbagai stakeholders. Hasilnya, kebutuhan pembangunan perumahan dan permukiman bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Cianjur masih belum terpenuhi secara maksimal. Hal ini terlihat dari masih adanya kebutuhan tenaga kerja dan bahan bangunan dalam pembangunan hunian tetap, penyediaan tanah untuk relokasi, keselamatan bangunan, Rencana Kontigensi, dan dokumen atau SOP penanganan bencana. Kesimpulannya Pemerintah Kabupaten Cianjur berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan berbagai cara, di antaranya dengan pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Namun, upaya tersebut masih perlu ditingkatkan agar kebutuhan masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi secara maksimal.
KNOWLEDGE SHARING DALAM BUDIDAYA KOPI: STUDI KASUS PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS PETANI LMDH WANA ASRI, KABUPATEN KEBUMEN Widiyanto, Widiyanto; Santosa, Fajar Julian; Purwanto, Danang; Wardani, Raden Roro Ilma Kusuma; Muhammad, Dimas Rahadian Aji; Jamaluddin, Anif; Wahyudi, Wahyudi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.53036

Abstract

Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen merupakan salah satu desa yang menerima program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat dari Perum Perhutani Jawa Tengah. Melalui program tersebut, masyarakat Desa Kebakalan menerima bantuan bibit kopi yang diberikan kepada Lembaga Masyarakat Hutan Desa (LMDH) Wana Asri. Akan tetapi, petani kopi di Desa Kebakalan masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai cara budidaya kopi dan pengolahan pasca-panen. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan literatur terkait peran penting knowledge sharing kelompok LMDH Wana Asri dalam meningkatkan pengetahuan tentang budidaya kopi baik pada peningkatan kualitas tanaman, hasil, dan keberlanjutan. Metode penelitian yaitu sosial kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Wawancara mendalam dilakukan kepada 7 informan petani kopi yang dipilih secara purposive. Selain itu, dilakukan observasi dan kajian data sekunder. Kegiatan knowledge sharing dilakukan melalui diskusi (offline dan online) dan praktik langsung.Selain praktik budidaya, petani kopi juga melakukan praktik pengolahan pasca-panen yang meliputi praktik sortasi cherry kopi, pemecahan kulit menggunakan pulper, pengeringan, hingga roasting menggunakan mesin sangrai (roaster). Adapun peran penting dari knowledge sharing yaitu: 1) mendorong dan membuka wawasan petani; 2) memfasilitasi pengembangan kompetensi petani dalam kemandirian dan berinovasi; 3) pengaruh positif dalam meningkatkan kepercayaan diri para petani; 4) memunculkan jaringan kemitraan dan spirit dalam pengembangan komoditas kopi yang baik dan berkelanjutan. Kebakalan Village, Karanggayam District, Kebumen Regency is one of the villages that received the Community Forest Management program from Perum Perhutani Central Java. Through this program, the people of Kebakalan Village received coffee seed assistance provided by the Wana Asri Village Forest Community Institute (LMDH). However, coffee farmers in Kebakalan Village still need more knowledge about cultivating coffee and post-harvest processing. This study aims to provide literature on the vital role of knowledge sharing of the LMDH Wana Asri group in increasing knowledge about coffee cultivation in improving crop quality, yield, and sustainability. The research method is social qualitative with a case study approach. In-depth interviews were conducted with seven purposively selected coffee farmer informants. In addition, observations and secondary data studies were conducted. Knowledge-sharing activities are carried out through discussions (offline and online) and direct practice. In addition to cultivation practices, coffee farmers also carry out post-harvest processing practices, including coffee cherry sorting practices, skin splitting using pulpers, drying, and roasting using roaster machines. The important roles of knowledge sharing are: (1) Encouraging and opening farmers' insights; (2) Facilitating the development of farmers' competencies in self-reliance and innovation; (3) Positive influence in increasing the confidence of farmers; (4) Establishing a network of partnerships and spirits in the development of excellent and sustainable coffee commodities.
OPTIMIZATION AND EMPOWERMENT OF VILLAGE POTENTIALS IN NAGROG TOURISM VILLAGE Yunani, Akhmad; Astuti, Yuhana; Nurhazizah, Eva; Rubiyanti, Nurafni; Ahmad, Mokhtarrudin; Fazrin bin Abu Sujak, Aznul; Zahid, Azham; Raja Razali, Raja Razana; Mangsor, Miza; Pradana, Mahir; Tantra, Tarandhika; Silvianita, Anita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.50107

Abstract

Pengembangan desa Nagrog sebaga destinasi desa wisata dilakukan dengan mengidentifikasi destinasi atau objek wisata yang ada, melakukan pemetaan untuk membuat model bisnis yang sesuai dan memberikan ekomendasi prototype desa, serta melakukan rancangan desa wisata yang akan dibangun serta iklan untuk promosinya.Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan pemetaan potensi wisata yang dimiliki oleh desa Nagrog, model bisnis yang dapat dilaksanakan guna mendukung pogram desa wisata mandiri, juga lebih memahami pentingnya iklan melalui video profile desa guna mempromosikan lokasi wisata. Selain itu, hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah atau pihak-pihak terkait. Diskusi kelompok terfokus (FFGD) dengan pemangku kepentingan desa adalah beberapa pendekatan multi-tahun (bertahun-tahun) yang digunakan dalam kegiatan ini, seperti halnya mempromosikan desa wisata menggunakan strategi seperti pemasaran media sosial. Dekan FAC Multimedia University, Dr. Mokhtarrudin Ahmad, yang juga memberikan kuliah kepada pengelola desa, mewakili Universitas Multimedia Malaysia dan mengawasi proyek tersebut. Kunjungan pertama ke Desa Nagrog menandai dimulainya inisiatif pengabdian masyarakat Telkom University dan Universitas Multimedia di wilayah ini karena telah dilakukan selama beberapa tahun.  The development of Nagrog village as a tourist village destination is carried out by identifying existing destinations or tourist attractions, carrying out mapping to create an appropriate business model and providing village prototype recommendations, as well as planning the tourist village to be built and advertising for its promotion. It is hoped that the results of this community service will provide an overview of the tourism potential of Nagrog village, business models that can be implemented to support the independent tourism village program, and also better understand the importance of advertising through village profile videos to promote tourist locations. Apart from that, it is hoped that the results of this community service can become recommendations for local governments or related parties. Focus group discussions (FGD) with village stakeholders are some of the multiyear (many years) approaches employed in this activity, as is promoting tourist villages using strategies like social media marketing. The Dean of the Faculty of Applied Communication, Dr. Mokhtarrudin Ahmad, who also gave a lecture to the village management, represented Multimedia University Malaysia and oversaw the project. The first trip to Nagrog Village marked the start of Telkom University and Multimedia University's community service initiatives in this region since they would be carried out over several years. 
PENYULUHAN HUKUM JUAL BELI ONLINE GUNA MENINGKATKAN LITERASI TRANSAKSI E-COMMERCE SISWA DI KOTA PALANGKA RAYA Sudiarti, Elin; Evi, Evi; Dewi, Yurika Fahliany; Ali, Nuraliah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.49755

Abstract

Lonjakan drastis angka jual beli secara online tidak diimbangi dengan kemelekan penjual dan pembeli akan pengaturan hukum terkait transaksi jual beli online dan perlindungan hukum jika terjadi sengketa jual beli yang merugikan konsumen, termasuk konsumen kalangan pelajar. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait jual beli online dalam perspektif hukum. Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kemelekan atau literasi siswa dalam melakukan transaksi pada online shop atau e-commerce. Metode kegiatan dilakukan dalam bentuk penyuluhan hukum yang secara garis besar terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sebanyak 53 siswa siswi SMK Karsa Mulya mengikuti pretest yang dilanjutkan dengan menerima materi terkait jual beli online dari perspektif hukum perdata dan pidana. Selanjutnya kegiatan ditutup dengan evaluasi yakni tanya jawab dan pemberian post test. Hasil kegiatan diperoleh informasi peningkatan pengetahuan dan pemahaman akan pengaturan transaksi jual beli, hak dan kewajiban penjual dan pembeli dalam transaksi online, perlindungan hukum bagi konsumen dan langkah hukum apa yang dapat ditempuh bilamana salah satu pihak dalam transaksi jual beli online merasa dirugikan. Dengan kemelekan siswa terhadap kebijakan pemerintah terkait perlindungan konsumen dalam jual beli online diharapkan menutup kemungkinan terjadinya cidera janji terhadap hak-hak bagi pembeli atau konsumen. The drastic increase in the number of online buying and selling transactions is not directly proportional to the increase in sellers' and buyers' knowledge regarding the legal regulation of online trading transactions and their understanding of legal protection in the event of a buy-sell dispute that is detrimental to consumers, including student consumers. This Community Service aims to provide an understanding of online buying and selling from a positive legal perspective. Through this service, students can increase literacy in carrying out transactions in online shops or e-commerce. The method used in this service is legal counseling. It consists of the planning, implementation, and evaluation stages. Amount of 53 SMK Karsa Mulya students took the pretest and received material related to online buy-sell from a civil and criminal law perspective. Ultimately, the activity closed with an evaluation. The results of the service are the increasing knowledge and understanding by students regarding the regulation of trading transactions, the rights and obligations of sellers and buyers in online transactions, legal protection for consumers, and what legal steps they can choose if one of the parties to an online transaction feels disadvantaged. With students' literacy of government policies related to consumer protection in online buying and selling, it will close the possibility of default on the rights of buyers or consumers.
OPTIMALISASI PEMUKTAHIRAN DATA KEPENDUDUKAN MELALUI PROGRAM KALIMASADA DI KELURAHAN GUNUNG ANYAR TAMBAK Aysah, *Irma Nur; Hendrati, Ignatia Martha; Wardaya, Wirya
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.48259

Abstract

Peningkatan kepemilikan data kependudukan dapat didukung dengan adanya data kependudukan muktahir yang dapat dilaksanakan melalui program KALIMASADA. Tujuan dari program KALIMASADA ini untuk mewujudkan pemuktahiran data kependudukan sebagai upaya tercapainya tertib administrasi kependudukan. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan yaitu adanya warga yang belum tertib administrasi kependudukan, maka peserta MSIB akan melaksanakan program KALIMASADA di beberapa RT yang sudah ditunjuk sebagai RT rintisan KALIMASADA. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui pemberian sosialisasi dan konsultasi kepada Ketua RT, KSH, dan Warga secara door to door terkait pentingnya administrasi kependudukan. Kemudian melaksanakan survei kepada warga yang masuk dalam data kependudukan yang belum muktahir untuk selanjutnya dibantu pengajuan berkas administrasi kependudukan tersebut. Pelaksanaan optimalisasi pemuktahiran data kependudukan ini juga dibantu oleh Ketua RT, dimana para ketua RT memberikan informasi kepada warganya melalui group whatsapp. Hasil kegiatan KALIMASADA ini dianggap efektif dan berhasil karena banyak warga yang berpartisipasi dalam kepengurusan berkas administrasi kependudukan. Pemohon dari pengajuan berkas ini tidak hanya dari data warga yang termasuk dalam lima cakupan data kependudukan yang belum muktahir, namun warga yang lainnya juga ikut serta untuk melakukan pemuktahiran data kependudukannya. Sehingga dengan banyaknya warga yang sadar administrasi kependudukan maka dapat menciptakan tertib administrasi kependudukan dengan cepat dan efektif. Increased ownership of population data can be supported by the availability of up-to-date population data that can be implemented through the KALIMASADA program. The purpose of the KALIMASADA program is to realize the updating of population data as an effort to achieve orderly population administration. Based on the problems found, namely the existence of residents who have not been in an orderly manner in population administration, the MSIB participants will carry out the KALIMASADA program in several RTs that have been designated as KALIMASADA pilot RTs. This service activity is carried out through the provision of outreach and consultation to the Head of the RT, KSH, and Residents door to door regarding the importance of population administration. Then carry out a survey of residents who are included in population data that is not up-to-date to then be assisted in submitting the population administration file. The implementation of optimizing the updating of population data is also assisted by the Head of the RT, where the Heads of the RT provide information to their citizens through the WhatsApp group. The results of this KALIMASADA activity are considered effective and successful because many residents participate in the management of the population administration file. The applicant for submitting this file is not only from citizen data included in the five population data scopes that are not up-to-date, but other residents also participate in updating their population data. So that with many residents who are aware of population administration, it can create an orderly population administration quickly and effectively.
EDUKASI PEMELIHARAAN LINGKUNGAN HIDUP BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN WARGA DESA WATUTULIS KECAMATAN PRAMBON DARI LIMBAH POSPAK Prabawangi, Rani Prita; Fatanti, Megasari Noer; Ridhoi, Ronal; Pramesti, Lilya Windi; Alfianistiawati, Rohmatin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.47580

Abstract

Hasil penelitian Ecoton menyatakan sekitar 37% aliran sungai Brantas tercemar oleh bekas popok sekali pakai (pospak). Kondisi tersebut semakin diperparah dengan adanya kepercayaan warga lokal akan penyakit suleten, yang akan menjangkiti bayi dan batita jika pospak tidak dibuang ke sungai. Dengan harga yang jauh lebih murah daripada popok kain, masyarakat cenderung memilih pospak sebagai kebutuhan dasar bayi dan batita mereka. Namun, sebagian besar orang tua masih belum memahami bagaimana cara yang benar dalam membuang dan mengelola sampah pospak bekas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi kader PKK dan Posyandu Desa Watutulis sebanyak 60 orang terkait (1) cara membuang sampah pospak yang benar dan (2) literasi informasi menangkal hoaks seputar pospak. Metode pelaksanaan terbagi menjadi (1) perencanaan (diskusi dan wawancara dengan mitra); (2) pelaksanaan sosialisasi dan edukasi terkait bahaya membuang popok sekali pakai ke sungai dan hoaks seputas pospak; dan (3) evaluasi kegiatan melalui kuis dan pengisian kuesioner yang dibagikan kepada kader posyandu dan PKK Desa Watutulis Kecamatan Prambon Sidoarjo. Hasil post-test menunjukkan bahwa peserta memahami bahaya membuang sampah pospak  ke sungai, faktor penyebab suleten,  serta tertarik untuk mendaur ulang sampah pospaknya. Oleh karena itu, sebagai bentuk kelanjutan program, pihak mitra meminta untuk mengadakan program sosialisasi serupa dengan target sasaran yang lebih luas agar masyarakat dapat lebih teredukasi khususnya terkait limbah pospak.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue