cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
STUDENTS EMPOWERMENT THROUGH FIRST AID TRAINING TO ENHANCE EMERGENCY READINESS Mulyana, Budi; Angin, Mayliana Perangin; Rahman, Fauzan Habibi; Damanik, Vevi Sustria; Susanti, Ayu Retno; Kamelia, Kamelia; Rahmawati, Ratu Dini; Anggraeni, Puspita Dwi; Aulia Hasna, Sifa Faddilah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56680

Abstract

First aid training equips students with the knowledge and confidence to respond effectively to potentially life-saving emergencies. A patient's outcome is significantly influenced by the actions taken at each stage of the integrated emergency management system, including the first aid provided by students before professional health workers arrive. This community service initiative, made possible through the support and collaboration of our partners, is designed to enhance female students' knowledge, skills, response time, and emergency preparedness. The program involved two days of training for 44 female students at Plus Khodizah Islamic High School, using a video-based approach, problem-based learning, and demonstrations of four key skills: basic life support, choking relief, wound and bleeding management, and evacuation techniques. The results showed a significant improvement in students' knowledge, practical skills, and response time, making them more efficient and effective in emergency situations. To support long-term learning, students were provided with instructional videos, pocketbooks, and essential emergency response skills for daily use. This community service has been well-received, with our partners giving an average satisfaction score of 8 out of 10. Overall, the first aid training program has successfully increased students’ emergency readiness by enhancing their knowledge, skills, and responsiveness. Pelatihan pertolongan pertama membekali siswi dengan pengetahuan dan kepercayaan diri untuk merespon secara efisien pada kondisi gawat atau darurat yang berpotensi menyelamatkan nyawa. Keberhasilan pasien tertolong bergantung pada keberhasilan pada setiap tahapan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu termasuk bagaimana siswi memberikan pertolongan pertama sebelum petugas kesehatan terampil datang. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, respon time dan kesiapan siswi dalam menghadapi kondisi gawat darurat sehari-hari. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan video, problem-based learning dan demonstrasi empat keterampilan kepada 44 siswi SMA Plus Khodizah Islamic School selama 2 hari. Keterampilan yang diberikan yaitu bantuan hidup dasar, pertolongan tersedak, pertolongan luka dan perdarahan, dan proses evakuasi. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan bahwa pengetahuan keterampilan dan respon time siswi meningkat signifikan. Untuk pengetahuan dan keterampilan jangka panjang, siswi dibekali video keterampilan dan buku saku penangan kegawatdaruratan sehari-hari. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini memberikan kepuasan kepada mitra, dimana mitra memberikan skor rata-rata 8 (0-10). Pelatihan pertolongan pertama ini efektif dalam meningkatkan kesiapan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan respon time.
PELATIHAN BUAT ECOBRICK INDAH (BEBI) DI SEKOLAH DASAR NEGERI CIAWI JATINANGOR Hasanah, Ferli; Handayani, Vincentia Tri; Wardiani, Sri Rijati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54279

Abstract

Waste is a problem that cannot be avoided in the school environment. Food, paper, plastic, and other types of waste frequently accumulate and are challenging to manage. However, processing plastic waste is the most challenging because it decomposes slowly and requires costly machinery for recycling into new products. Creating eco-bricks is one of the fastest and most cost-effective solutions for managing plastic waste. Ecobricks transform rubbish into a useful resource with significant environmental benefits by compacting clean, dry plastic debris into plastic bottles. This article discusses a community service project that involves ecobrick-making at SDN Ciawi Jatinangor. This activity aims to set an example and raise awareness among elementary school students about the dangers of improper waste disposal, particularly plastic waste, both in school and in drainage systems (watercourses). Through this program, it is expected that Ciawi Elementary School students will be inspired to repurpose their plastic waste rather than disposing of it carelessly. The Service Learning (SL) approach was adopted, involving campaigns and collaboration between teachers and students. Several eco-bricks were made as a direct outcome of this initiative by students using food packaging waste collected from the school environment. The outcomes of this activity were significant, particularly in terms of students’ awareness and behavior. To make this transformation a beneficial habit in society, though, continuous campaigns are still necessary.Sampah merupakan masalah yang tidak bisa dihindari di lingkungan sekolah. Sampah makanan, kertas, plastik dan berbagai jenis sampah lain seringkali menumpuk dan sulit ditanggulangi. Meskipun demikian, sampah plastik merupakan jenis sampah yang paling sulit ditangani karena lama terurai dan jika ingin mengubahnya menjadi produk daur ulang, mesin yang dibutuhkan cukup mahal. Membuat ecobrick adalah cara tercepat dan termurah untuk mengatasi sampah plastik. Ecobrick mengubah sampah menjadi bahan yang berguna dengan cara mengemas sampah plastik yang telah dibersihkan dan dikeringkan di dalam botol. Artikel ini membahas laporan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tentang pembuatan ecobrick di SDN Ciawi Jatinangor. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menggugah kesadaran di antara siswa sekolah akan bahayanya membuang sampah secara sembarangan -khususnya sampah plastik- di sekolah atau bahkan di parit. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa SDN Ciawi dapat mengubah sampah plastik yang ada menjadi sesuatu yang berguna. Metode service learning digunakan dalam kegiatan ini dengan kolaborasi siswa dan guru. Beberapa ecobrick berhasil dibuat sebagai hasil langsung dari kegiatan ini. Para siswa menggunakan sampah plastik bekas kemasan makanan yang dikumpulkan sebelumnnya di lingkungan sekolah. Hasil dari kegiatan ini cukup signifikan khususnya dalam pemahaman dan perilaku siswa. Untuk menjadikan transformasi ini sebagai kebiasaan yang bermanfaat di masyarakat, kampanye yang panjang masih perlu dilakukan.
PENERAPAN TEKNOLOGI DIVERSIFIKASI OLAHAN SUSU DI KELOMPOK USAHA OMAH COWBOY DESA BANYUANYAR, KABUPATEN BOYOLALI Mufidah, Kholifia Ahsanul; Barokah, Aprilia Nur; Sultoni, Tasya Putri; Ramadana, Alvin Ishafa; Budiati, Aprilania Eko; Nirindra, Aulia Sophie; Hertanto, Bayu Setya
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.57986

Abstract

One of the keys to success in strengthening the village economy is capitalizing on local resources. Banyuanyar Village has the highest cow’s milk production in Boyolali Regency, which presents an opportunity to improve the community’s economy by converting cow’s milk into various processed products. The extension and training activities on dairy product diversification technology (milk tofu and milk sticks) for the "Omah Cowboy" business group aimed to equip partners with knowledge and skills in dairy product diversification, enabling them to innovate with milk-based products. This activity used an extension method to educate partners about processed dairy products (milk tofu and milk sticks) and their production processes, as well as hands-on training to build the technical skills of partner group members in applying the technology. Additionally, a questionnaire was used to assess the success of the extension and training activities. The results of the pre- and post-extension assessments were analyzed statistically using a paired t-test, while participant interest was evaluated using descriptive statistics. The results showed a significant increase in the partners’ knowledge levels after the extension. Participants also responded positively to the training, showing high levels of interest and increased understanding. In conclusion, the extension and training provided on the production of milk tofu and milk sticks successfully improved the knowledge and skills of partner members in implementing dairy product diversification technology. Pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa. Desa Banyuanyar merupakan desa yang memiliki produksi susu sapi terbesar di Kabupaten Boyolali dapat membuka peluang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan susu sapi menjadi aneka olahan produk. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan penerapan teknologi diversifikasi produk olahan susu (tahu dan stik susu) di mitra kelompok usaha “Omah Cowboy” bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keahlian kepada mitra tentang teknologi diversifikasi produk olahan susu sehingga dapat memberikan inovasi produk olahan susu. Kegiatan ini mengunakan metode penyuluhan sebagai sarana untuk mengedukasi mitra untuk memahami tentang produk olahan susu (tahu dan stik susu) dan proses pembuatannya serta pelatihan untuk melatih ketrampilan anggota kelompok mitra agar dapat menerapkan teknologi pembuatan tahu dan stik susu. Selain itu, terdapat pengukuran keberhasilan kegiatan penyuluhan dan pelatihan menggunakan kuesioner. Hasil pengukuran pra dan pasca penyuluhan dianalisis statistik dengan uji paired t-test, sedangkan respon peserta pasca pelatihan dinalisis dengan statistik deskriptif. Hasil kegiatan menunjukan tingkat pengetahuan mitra meningkat secara signifikan setelah diberikan penyuluhan. Begitu juga dengan respon positif yang diberikan peserta pasca pelatihan berupa minat dan pengetahuan yang tinggi. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk tahu dan stik susu yang diberikan dapat memperkaya informasi dan ketrampilan anggota mitra dalam menerapkan teknologi diversifikasi produk olahan susu. 
PELATIHAN BUDIDAYA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY MENGGUNAKAN LIMBAH PERTANIAN KEPADA KARANG TARUNA DESA PONAIN Setyani, Ni Made Paramita; Pradana, I Putu Yoga Bumi; Sabat, Diana Meliani; Ruliati, Luh Putu
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56463

Abstract

Ponain Village is located in Amarasi District, Kupang Regency, where most of the residents work as free-range chicken farmers and general farmers. However, agricultural by-products such as rotten tomatoes and chilies have not been optimally utilized. These by-products can serve as a medium for cultivating Black Soldier Fly (BSF) maggots (Hermetia illucens). This community service program was conducted using the Participatory Action Research (PAR) method, which involves active participation from specific groups. The process consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation phase included socialization and training on BSF maggot cultivation. The evaluation was carried out through pre-tests and post-tests. A total of 30 participants attended the program, including members of Karang Taruna (youth organization), church youth, and farmers from Ponain Village. The results showed a significant increase in knowledge about BSF maggots, rising from 13.33% to 96.67%. Additionally, awareness of the potential use of agricultural by-products for BSF maggot cultivation increased from 26.67% to 83.33%. In conclusion, this community service activity successfully enabled Karang Taruna, church youth, and farmers in Ponain Village to utilize agricultural by-products for BSF maggot cultivation. Moreover, it significantly improved participants' knowledge of optimizing these resources for sustainable farming practices.Desa Ponain merupakan desa yang terletak di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang yang mana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani sayuran dan peternak ayam kampung.  Hasil sampingan dari pertanian adalah limbah tomat dan cabai yang tidak layak dijual dan masih belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah sayuran tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media untuk budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) (Hermetia illucens). Metode pendekatan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). PAR merupakan metode yang dilakukan dengan melibatkan partisipasi kelompok tertentu, dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pelaksanaan meliputi penyuluhan dan pelatihan budidaya maggot BSF. Evaluasi yang digunakan yaitu pre-test dan post-test. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 30 peserta yang terdiri dari Karang Taruna, Pemuda-Pemudi Gereja dan Petani Desa Ponain. Hasil dari pengabdian ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan mengenai maggot BSF dari 13,33% menjadi 96,67%, serta adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai bahwa limbah pertanian dapat digunakan sebagai budidaya maggot BSF dari 26,67% menjadi 83,33%. Dapat disimpulkan bahwa Karang Taruna, Pemuda-Pemudi Gereja dan Petani Desa Ponain mampu memanfaatkan limbah pertanian untuk budidaya maggot BSF, serta meningkatnya pengetahuan peserta dalam memanfaatkan limbah pertanian untuk budidaya maggot secara maksimal.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Business Model Canvas pada Usaha Konveksi Johor Production Kota Medan Wisnubroto, Muhammad Parikesit; Yulianto, Kiki
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54719

Abstract

Johor Production is one of the companies engaged in the garment industry and supplier of convection products. This company was established in 2018, and has consistently provided a variety of high-quality products. Its products have been trusted by various government agencies, private companies, schools, and specific communities in Medan City, North Sumatra. Over time, more new companies have emerged that operate in similar fields, leading to increased competition and the need for business analysis and development methods in order to maintain their existence. This community service activity aims to assist Johor Production in developing a business model, namely the Business Model Canvas (BMC) to support the company’s growth. The method used in this service includes educational activities through online Zoom meetings for BMC material presentations and direct practice at Johor Production’s production site. During the presentation of the material, the team from Johor Production seemed to pay attention enthusiastically. The discussion and question and answer sessions proceeded smoothly. The direct practice results identified nine (9) BMC elements, each of which is clearly described. These nine elements will be the basis for the development of convection business from Johor Production.Johor Production merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang garment industry dan supplier produk konveksi. Perusahaan ini telah berdiri sejak 2018 yang selalu konsisten dalam menghadirkan berbagai produk berkualitas. Produk yang dihasilkan telah dipercayai oleh berbagai instansi pemerintah, swasta, sekolah, hingga komunitas tertentu di Kota Medan, Sumatera Utara. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak munculnya perusahaan baru yang bergerak pada bidang serupa. Akibatnya, persaingan akan semakin ketat dan perlunya suatu analisis dan metode pengembangan usaha agar eksistensinya tetap terjaga. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk membantu dan mendampingi Johor Production dalam menyusun model bisnis, yaitu Business Model Canvas (BMC) agar perusahaan semakin berkembang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah edukasi melalui pemaparan materi BMC secara online dengan Zoom meeting dan praktek langsung di lokasi produksi Johor Production. Selama penyampaian materi, tim dari Johor Production terlihat memperhatikan dengan antusias. Diskusi dan proses tanya jawab berlangsung lancar. Dari hasil praktek langsung di lokasi diperoleh sembilan (9) elemen BMC yang masing-masing diuraikan dengan jelas. Kesembilan elemen ini akan menjadi dasar pengembangan usaha konveksi dari Johor Production.
PEMBERDAYAAN WIRAUSAHA DIGITAL WANITA: PELATIHAN PEMBUATAN KEMASAN PRODUK DAN KATALOG DIGITAL BAGI KADER PKK DAN IBU RUMAH TANGGA Purbasari, Ratih; Sukmadewi, Rani; Kurniawati, Linda; Muttaqin, Zaenal
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.59799

Abstract

Women entrepreneurs in Cikeruh Village face challenges in increasing business competitiveness due to a lack of understanding and skills in product packaging and digital catalog creation. Many of their products still use simple packaging, and most entrepreneurs have not yet utilized digital catalogs as promotional media, affecting consumer appeal and market reach. This Community Service Program aims to enhance the capacity of women digital entrepreneurs—particularly members of the Family Welfare Empowerment group and housewives—in understanding and applying techniques for product packaging and digital catalog creation. The method used is interactive training that combines theory and practice, including presentations, demonstrations, and hands-on exercises in designing packaging and digital catalogs. Evaluation was conducted by measuring participants’ knowledge before and after the training using a questionnaire to assess improvement. The training results showed a significant increase in participants' skills in creating more attractive and professional product packaging and developing effective digital catalogs as marketing tools. After evaluation and monitoring, participants demonstrated a better understanding of branding strategies and digital marketing. In conclusion, this program successfully improved the competencies of women digital entrepreneurs in Cikeruh Village in utilizing technology to develop their businesses. This is expected to enhance their business competitiveness and sustainability in the digital era.Wirausaha wanita di Desa Cikeruh menghadapi kendala dalam meningkatkan daya saing usaha karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan kemasan produk dan katalog digital. Produk yang dihasilkan masih menggunakan kemasan sederhana, dan sebagian besar pelaku usaha belum memanfaatkan katalog digital sebagai media promosi, sehingga berpengaruh terhadap daya tarik konsumen dan jangkauan pasar. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas wirausaha digital wanita, khususnya kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga dan ibu rumah tangga, dalam memahami serta mengaplikasikan teknik pembuatan kemasan produk dan katalog digital. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif yang menggabungkan teori dan praktik, meliputi pemberian materi, demonstrasi, serta latihan langsung dalam mendesain kemasan dan katalog digital. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan dengan kuesioner untuk mengetahui tingkat peningkatan pengetahuan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterampilan peserta dalam menciptakan kemasan produk yang lebih menarik dan profesional, serta menyusun katalog digital yang efektif sebagai alat pemasaran. Setelah dilakukan evaluasi dan monitoring, peserta menunjukkan pengetahuan yang lebih baik mengenai strategi branding dan pemasaran digital. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi wirausaha digital wanita di Desa Cikeruh dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha mereka, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis di era digital. 
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN HILIRISASI PRODUK KOPI MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI PETANI DI DESA KARANGPRING KABUPATEN JEMBER Wiryawan, Adhipramana Khansa; Adinda Putri, Frisca Teanna; Rengga, Virgilia Carolina; Afkarina, R Miftah; Sayekti, Yosefa; Irmadariyani, Ririn; Aprillianto, Bayu; Sulistiyo, Agung Budi; Widiyanti, Novi Wulandari; Putri, Imamatin Listya
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58042

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas yang sering dijumpai di kawasan pedesaan, sehingga kopi menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat desa, salah satu yaitu Desa Karangpring. Desa Karangpring menjadi salah satu desa yang memiliki komoditas kopi yang besar terutama di Dusun Durjo yang menjadi sentra kopi pada desa tersebut. Banyak warga yang menjadi petani kopi pada desa ini tetapi petani kopi ini masih mendapatkan pendapatan yang rendah dari hasil bertani. Hal tersebut dikarenakan mereka tidak mampu dalam proses hilirisasi produk yaitu mengolah kopi menjadi produk yang lebih bernilai. Pengabdian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan kemandirian ekonomi para petani melalui hilirisasi produk kopi melalui pelatihan dan pendampingan pengolahan kopi menjadi berbagai macam olahan seperti, kopi bubuk, kopi celup/tanpa ampas dan bakpia kopi. Pelatihan ini dilaksanakan dengan memberikan materi terkait pengolahan kopi dan melakukan praktik pengolahan biji kopi sehingga masyarakat akan memiliki keterampilan dalam mengolah kopi menjadi berbagai macam produk olahan dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan mereka melalui penjualan produk olahan tersebut. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan pengolahan komoditas kopi ini diharapkan masyarakat dapat mencapai kemandirian ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meningkatkan kemampuan dalam mengolah kopi menjadi berbagai olahan yang memiliki inovasi lebih baru. Indikator pengukuran keberhasilan program yaitu dengan pemberian nilai raport dan produk luaran yang berhasil diproduksi.
PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KAMPUNG JAGARA DISTRIK WALESI Irna, Irna; Kogoya, Jimince Jimrianita; Rahmatullah, Bella Safirah; Wandikbo, Maclon; Kogoya, Bernadmus; Yikwa, Akim
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.56849

Abstract

Violence against women is still a problem that threatens the welfare and human rights of women in various regions, including Jagara Village, Walesi District, Jayawijaya Regency. Violence against women in Jayawijaya Regency has continued to increase over the last three (3) years. The main trigger for acts of violence is economic problems. Various efforts have been made by the Jayawijaya Regency Government to overcome poverty, one of which is through the Extreme Poverty Social Assistance program for fourteen (14) districts in Jayawijaya Regency, but it has not been optimal due to a lack of supervision and lack of involvement from other institutions. This community service aims to prevent violence against women through community empowerment based on local wisdom. The method used is an approach that involves traditional leaders, women's leaders, and communities in socialization activities, training, and empowerment through strengthening cultural values and local wisdom that support the protection of women. The results of the service show an increase in public awareness of the importance of respecting women's rights and rejecting violence, the formation of a strong network and community-based support that plays an active role in preventing violence, and a high level of community enthusiasm during practical activities. This program proves that community empowerment with a local wisdom approach is effective in creating a safe and supportive environment for women in Jagara Village. Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan yang mengancam kesejahteraan dan hak asasi perempuan di berbagai daerah, tak terkecuali Kampung Jagara, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya. Kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Jayawijaya terus meningkat dalam tiga (3) tahun Terakhir. Pemicu utama tindakan kekerasan adalah persoalan ekonomi. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya guna menuntaskan kemiskinan, salah satunya melalui Program Bantuan Sosial Kemiskinan Ekstrim untuk empat belas (14) distrik di Kabupaten Jayawijaya. Namun, belum maksimal karena kurangnya pengawasan dan kurang melibatkan lembaga lain. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan melalui pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan kearifan lokal setempat. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan yang melibatkan tokoh adat, tokoh perempuan, dan komunitas dalam kegiatan sosialisasi, pelatihan, serta pemberdayaan melalui penguatan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang mendukung perlindungan perempuan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menghormati hak perempuan dan menolak kekerasan, terbentuknya jaringan yang kuat, dan dukungan berbasis komunitas yang berperan aktif dalam pencegahan kekerasan, serta antusiasme masyarakat selama kegiatan praktek sangat tinggi. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan kearifan lokal efektif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi perempuan di Kampung Jagara.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGGERAK WISATA DALAM PROGRAM KONSERVASI TERUMBU KARANG BERBASIS EDUKASI PELESTARIAN Bunga, Markus; Riwu, Yonas Ferdinand; Nenabu, Junita Cestilia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58544

Abstract

This Community Service Activity (CSA) is entitled "Community Empowerment of Tourism Drivers in the Coral Reef Conservation Program Based on Conservation Education", which was carried out by involving the main partners from the Anana Laut Nature Lovers Community and the community in Namosain Village. This activity was conducted with the aim of providing socialization and training on community empowerment of tourism drivers in the coral reef conservation program in the Namosain sub-district area, Kupang City, so that the community can gain knowledge about coral reef conservation programs and utilize simple tools in coral reef conservation. The methods used in this community service activity include socialization, discussion, training, and mentoring for the community. The expected output is that the community will gain an understanding and knowledge of coral reef conservation and how they can utilize technology and simple methods for coral reef transplantation. This is important due to the current lack of public awareness in preserving coral reefs as a marine ecosystem, as well as the limited technical knowledge, skills, and technological resources in coral reef management and conservation. The results of this activity have contributed to fostering public understanding and encouraging a forward-thinking approach in utilizing technology and simple tools for coral reef conservation. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Penggerak Pariwisata Dalam Program Konservasi Terumbu Karang Berbasis Edukasi Pelestarian”, yang dilakukan dengan melibatkan mitra utama yang berasal dari Komunitas Pecinta Alam Anana Laut dan masyarakat di Kelurahan Namosain. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan pemberdayaan masyarakat penggerak wisata dalam program konservasi terumbu karang di wilayah Kelurahan Namosain, Kota Kupang, agar masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang program konservasi terumbu karang dan memanfaatkan alat sederhana dalam pelestarian terumbu karang. Penggunaan metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah sosialiasi, diskusi, pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat dengan target luaran yang ingin dicapai adalah masyarakat dapat memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang konservasi terumbu karang dan bagaimana mereka dapat memanfaatkan teknologi dan sederhana untuk transplantasi terumbu karang karena masih minimnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan terumbu karang sebagai ekosistem laut, kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dan keterbatasan teknologi dalam pengelolaan dan pelestarian terumbu karang. Hasil dari kegiatan ini membentuk pemahaman masyarakat untuk mempunyai pemikiran kedepan dalam memanfaatkan teknologi dan alat sederhana untuk pelestarian terumbu karang.
PENERAPAN REAKTOR BIOGAS FIXED DOME DALAM PENGOLAHAN LIMBAH PETERNAKAN MENJADI SUMBER ENERGI TERBARUKAN DI DESA BRAJAN, BOYOLALI Ariastuti, Reni; Qonitah, Fadilah; Indriastiningsih, Erna; Widagdo, Arisena; Nabila, Jihan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57988

Abstract

The potential natural resources of Brajan Village, Mojosongo, Boyolali include the availability of fertile rice fields covering an area of 166.651 hectares, almost 60% of the total area. Residents utilize this potential for farming and animal husbandry. These activities produce various kinds of waste, including post-harvest waste and livestock manure. The waste produced is generally unused or disposed of by residents. Starting from the large amount of existing potential, Sahid University Surakarta held community service activities aimed at reducing environmental pollution caused by untreated waste, as well as making the waste more useful and economically valuable. This activity was carried out by constructing a fixed dome biogas reactor and continued with training on the application of using the reactor to process livestock manure into biogas and organic compost from bio-slurry. In this service activity, the team provided a biogas reactor installation to one of the Brajan Village residents as a grant recipient. In addition, support in the form of chopping machines and agricultural tools was also provided to Gapoktan members as farming and composting equipment. Training activities were also conducted to increase the knowledge of Brajan Village residents regarding biogas and compost. This community service activity was considered successful and well-targeted because, after participating in the training, the residents' knowledge level regarding biogas and compost, which was initially classified as fair, improved to a very good level. Moreover, agricultural and livestock waste that was previously discarded now has higher economic value because it can be processed into biogas and compost. Potensi sumber daya alam Desa Brajan, Mojosongo, Boyolali berupa ketersediaan lahan persawahan subur seluas 166,651 Hektar, hampir 60% dari luas total wilayah. Potensi tersebut dimanfaatkan warga untuk bertani dan berternak, dari aktivitas tersebut menghasilkan berbagai macam limbah, diantaranya limbah pasca panen dan kotoran ternak. Limbah yang dihasilkan pada umumnya tidak dimanfaatkan/dibuang oleh warga. Berawal dari banyaknya potensi yang ada, Universitas Sahid Surakarta mengadakan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah yang tidak tertangani, serta menjadikan limbah lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis. Kegiatan ini dilakukan dengan pembuatan reaktor biogas teknologi fixed dome dan dilanjutkan pelatihan aplikasi penggunaan reaktor dalam mengolah kotoran ternak menjadi biogas dan komos organik dari bio-slurry. Pada kegiatan pengabdian ini, tim pengabdi memberikan instalasi reaktor biogas kepada salah satu warga Desa Brajan sebagai penerima hibah. Selain itu bantuan berupa mesin pencacah dan alat pertanian juga diberikan kepada anggota gapoktan sebagai sarana bertani dan membuat kompos. Kegiatan pelatihan juga dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan warga Desa Brajan terkait biogas dan kompos. Kegiatan pengabdian ini dinilai  berhasil dan tepat sasaran karena setelah mengikuti pelatihan tigkat pengetahuan warga terkait biogas dan kompos yang awalnya tergolong cukup menjadi sangat baik. Di samping itu, limbah pertanian dan peternakan yang dibuang begitu saja sekarang menjadi lebih bernilai ekonomis karena mampu diolah menjadi biogas dan kompos.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue