cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DALAM PROGRAM KETAHANAN PANGAN DI DESA WATOONE, KABUPATEN FLORES TIMUR Tokan, Frans Bapa; Lamawuran, Yosef Dionisius; Bidi, Maximianus Ardon
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54527

Abstract

Law No. 6 of 2014 concerning Villages emphasizes the central government’s extensive promotion of strengthening the capacity of human resources in villages through village fund schemes for empowerment. However, village governments for various reasons, tend to focus more on village infrastructure development  over human resource empowerment, resulting in stagnant human resources in villages. The limited knowledge and skills of farmer groups have led to restricted access to community empowerment programs. This community service activity (PkM) aims to enhance the critical awareness of farmer groups to gain access to justice for village development programs and acquire agricultural technology skills for dryland farming through sustainable empowerment. The Participatory Rural Appraisal (PRA) approach is employed as a solution to empower farmer groups in addressing the problems they encounter. Through this PkM, which focuses on enhancing critical awareness and empowerment in the field of food security, farmer groups have become more confident in voicing their own aspirations, demanding access to justice to obtain assistance in the skills of using agricultural technology to increase their agricultural production.Undang-undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa menegaskan bahwa, pemerintah pusat secara masif mempromosikan penguatan kapasitas sumber daya manusia di desa melalui skema dana desa untuk bidang pemberdayaan. Namun pemerintah desa dengan berbagai alasan lebih fokus pada pembangunan infrastruktur desa dan hasilnya SDM di desa tetap berjalan di tempat. Minimnya tingkat pengetahuan dan ketrampilan kelompok tani telah berdampak pada rendahnya akses terhadap program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan PkM ini bertujuan meningkatkan kesadaran kritis kelompok tani  memperoleh akses keadilan terhadap program pembangunan desa dan penguasaan teknologi pertanian pada lahan kering melalui pemberdayaan secara berkelanjutan. Pendekatan "PRA" (Participatory Rural Appraisal) digunakan sebagai solusi untuk memberdayakan kelompok tani untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Melalui PkM yang fokus pada peningkatan kesadaran kritis dan pemberdayaan di bidang ketahanan pangan, kelompok tani mampu dan berani menyuarakan aspirasinya sendiri menuntut akses keadilan memperoleh bantuan ketrampilan menggunakan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi hasil pertaniannya.
PEMANFAATAN BIO URIN: NUTRISI ALTERNATIF DAN SOLUSI LIMBAH DI DESA BULU ULAWENG Hasniar, Hasniar; Ali, Muhammad; Asfar, Andi Muhammad Irfan Taufan; Asfar, Andi Muhamad Iqbal Akbar; Wahyuni, Sri; Nurfahmariani, Nurfahmariani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56118

Abstract

The abundant waste in Bulu Ulaweng Village, Bone Regency, South Sulawesi—particularly cow urine from community livestock—is further exacerbated by unprocessed rice husk waste. This community service initiative aims to provide solutions for Working Group (Pokja) IV Desa Sehat, Bulu Ulaweng Village, by transforming cow urine and rice husk waste into bio-urine through fermentation. The implementation method is participatory, involving three main stages: counseling, training, and mentoring. The results showed a 90% increase in participants' knowledge. Before the program, their understanding of the benefits of cow urine and rice husk waste was only 10%. Skills in production and marketing increased by 100% and 90%, respectively. Prior to the service, participants had almost no knowledge of production and marketing (0% and 10%, respectively). The impact of this community service is significant—it enhances skills and empowers participants, making them more capable. This initiative also presents a potential business opportunity by converting cow urine and rice husk waste into high-value products. It supports the Bulu Ulaweng Village government’s efforts to provide self-sufficient alternative fertilizers, leveraging local potential for sustainable development. Additionally, this effort contributes to reducing cow urine and rice husk waste, aligning with Sustainable Development Goal (SDG) No. 3, which focuses on healthy and prosperous communities. Kuantitas limbah yang sangat melimpah di desa Bulu Ulaweng Kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang belum mampu dipecahkan adalah urin sapi dari ternak masyarakat dan semakin diperparah oleh limbah sekam padi yang selama ini hanya dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengolahan lebih lanjut. Oleh karena itu, melalui pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi dan inovasi kepada Kelompok Kerja (Pokja) IV Desa Sehat Desa Bulu Ulaweng melalui transformasi urin sapi kombinasi limbah sekam padi menjadi bio urin melalui proses fermentasi. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah participatory by doing yang dilaksanakan dengan tiga tahapan utama yaitu penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada mitra. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan Pengetahuan mitra meningkat sebesar 90%. Sebelum pengabdian, pengetahuan mitra tentang manfaat urin sapi dan limbah sekam padi hanya 10%. Produksi dan keterampilan pendukung (pemasaran) meningkat masing-masing sebesar 100% dan 90%. Sebelum pengabdian, pengetahuan mitra tentang produksi dan keterampilan pendukung hampir tidak ada (0%), dan pengetahuan tentang pemasaran hanya 10%. Oleh karena itu, dampak dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan keterampilan dan pemberdayaan mitra, sehingga mitra menjadi lebih berdaya. Pengabdian ini memberikan peluang usaha yang sangat potensial dengan meningkatkan add value urin sapi dan limbah sekam padi menjadi produk bernilai komersial tinggi. Hal ini mendukung pemenuhan pupuk mandiri alternatif oleh pemerintah Desa Bulu Ulaweng, berbasis potensi lokal untuk pembangunan berkelanjutan. Selain itu, upaya ini juga membantu mengurangi limbah urin sapi dan sekam padi, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) No. 3, yaitu desa sehat dan sejahtera.
KEMANDIRIAN EKONOMI IKATAN KELUARGA BESAR ISTRI (IKBI) PEKERJA PERKEBUNAN MELALUI PELATIHAN STRATEGI MARKETING URBAN FARMING (Studi Pada IKBI PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater) Sholekhah, Irmadatus; Herlindawati, Dwi; Marjono, Marjono; Guntoro, Dibyo Waskito
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56483

Abstract

Urban farming innovation impacts food security at the household level. Utilizing land to cultivate various fruit and vegetable crops ensures food availability to meet family nutritional needs. Additionally, selling harvested crops provides an opportunity to increase income, which can help fulfill household needs. A preliminary study conducted by the community service team indicates that the urban farming concept adopted by PTPN I Regional 5, Kebun Kalisanen Kotta Blater, Jember Regency, has positively affected household food availability. However, excess fruit and vegetable yields have not been optimally utilized. Some are merely shared with neighbors or relatives, while others are left to rot and go to waste. The urban farming strategy training program aims to add value to these products and enhance partners' income and economic independence. The program targets the Wife's Extended Family Association (IKBI) of PTPN I Regional 5, Kebun Kalisanen Kotta Blater, Jember Regency, with a total of 20 participants. Activities include training on urban farming product processing, socialization on branding urban farming products, and assistance in developing marketing strategies. The results of this initiative show increased understanding and knowledge of urban farming practices, including organic vegetables, hydroponics, horticulture, and potted plants. Additionally, participants improved their skills in urban farming marketing strategies, particularly in digital marketing concepts. Inovasi urban farming memberikan dampak terhadap ketahanan pangan pada level rumah tangga. Pemanfaatan lahan untuk budidaya berbagai tanaman buah dan sayur menjamin tersedianya bahan pangan untuk memenuhi gizi keluarga. Peluang untuk meningkatkan pendapatan juga dimungkinkan dengan menjual hasil panen yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga.  Hasil studi pendahuluan tim pengabdian masyarakat menggambarkan bahwa konsep urban farming yang diadopsi PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater, Kabupaten Jember telah memberikan dampak ketersediaan bahan pangan bagi rumah tangga. Namun, kelebihan hasil buah dan sayur belum banyak dimanfaatkan, sebagian hanya diberikan kepada tetangga atau saudara dan sebagian lain busuk, terbuang, dan tidak termanfaatkan. Program pelatihan strategi urban farming bertujuan untuk memberi nilai tambah produk serta meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi mitra. Sasaran program yaitu Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) Pekerja PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater, Kabupaten Jember yang berjumlah 20 orang. Kegiatan ini terdiri dari pelatihan pengolahan produk urban farming, sosialisasi branding produk urban farming, serta pendampingan strategi marketing urban farming. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemahaman dan pengetahuan urban farming untuk sayuran organik, hidroponik, vertikultur, dan tabulampot, peningkatan keterampilan strategi marketing urban farming pada konsep digital marketing. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA KARANGTENGAH DALAM MENGHADAPI TRANSFORMASI DIGITAL: IMPLEMENTASI SMART VILLAGE Prasetyo, Eko; Firdiyani, Fitria; Machrunnisa, Machrunnisa
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.55037

Abstract

Digital transformation has a significant impact on rural communities, necessitating community empowerment initiatives to address challenges and capitalize on its opportunities. Karangtengah Village in Purbalingga, Indonesia, faces issues such as low prosperity, urbanization, and limited digital literacy. This initiative aimed to raise awareness and equip the community with digital skills to strengthen the village economy in preparation for smart village implementation in the digital era. The initiative employed a multifaceted approach, involving training, mentoring and coaching for administrators and teachers at the Quran Learning Center, mentoring for village youths, and institutional strengthening for social institutions. The results included an improvement in digital literacy among youth, increased awareness among youth regarding digital skills and entrepreneurship, increased awareness among teachers, and improved organizational structures for social institutions. The success of this initiative highlights the importance of rural communities proactively adopting digital technologies for sustainable development. Rural communities should proactively enhance their capacities, promote economic development, and elevate their quality of life.Transformasi digital memiliki dampak yang signifikan dalam kehidupan masyarakat desa.  Desa Karangtengah yang berada di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah menghadapi permasalahan rendahnya tingkat kesejahteraan, kehilangan talenta terbaiknya akibat urbanisasi, serta rendahnya penguasaan teknologi digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat terhadap teknologi digital dalam rangka meningkatkan kesiapan penerapan desa cerdas (smart village) menuju transformasi digital. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan, dan penguatan kelembagaan dalam rangka meningkatkan keterampilan digital masyarakat. Kegiatan pelatihan dilakukan terhadap pengelola dan guru TPQ untuk memperkenalkan teknologi digital dalam pembelajaran. Pelatihan dan pendampingan juga dilakukan terhadap pemuda desa untuk mengedukasi literasi digital dan jiwa kewirausahaan. Sedangkan penguatan kelembagaan dilakukan terhadap kelembagaan TPQ untuk mengembangkan struktur organisasi dan menyusun visi-misi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan literasi digital remaja pada tingkatan baik, dan adanya peningkatan kesadaran mengenai perlunya mengantisipasi transformasi digital. Sedangkan dari aspek kelembagaan adalah dengan tersedianya struktur organisasi dan visi-misi. Hal tersebut menunjukkan bahwa telah terjadi pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan ini. Implikasinya, masyarakat desa perlu lebih proaktif bukan hanya sekedar mengakses informasi yang tersedia, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas diri, perekonomian dan juga kualitas hidup di desa.
EDUKASI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA UNTUK MEWUJUDKAN EKONOMI BIRU DESA RANCABUNGUR Go, Ratna Yulika; Aini, Nur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.57089

Abstract

Global waste management data shows that only about 20% of total waste can be recycled or recovered each year. The remaining waste becomes an environmental issue, polluting ecosystems and degrading the quality of ecosystem services. The blue economy is a sustainable economic concept aimed at supporting economic growth, improving public welfare, and preserving environmental sustainability. In Rancabungur Village, the blue economy concept offers a new approach to development that supports economic growth, community well-being, and environmental health. This program aims to provide a better understanding of the importance of waste management, including waste separation and processing it into organic liquid fertilizer and compost. The training was conducted both in-person and online on May 28, 2024, from 1:00 PM to 5:00 PM WIB, utilizing digital platforms to reach a larger audience. The total number of participants was 120, with 50 attending in person and 70 participating online. The results of this activity showed that 88.2% of participants recognized the importance of waste management for creating a healthy and beautiful environment, while 48.5% saw the potential to generate income from waste management. Additionally, 29.1% of participants were interested in waste management practices, 20.6% expressed a need for a trustworthy waste management figure, and 19.1% felt they needed more detailed explanations. Pengelolaan sampah secara global menunjukkan bahwa hanya sekitar 20% dari total sampah yang dapat didaur ulang atau dipulihkan setiap tahunnya. Sisanya menjadi masalah lingkungan yang mencemari ekosistem dan mengurangi kualitas jasa lingkungan. Ekonomi biru adalah konsep ekonomi secara berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan. Di Desa Rancabungur, konsep ekonomi biru menawarkan pendekatan baru untuk pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kesehatan lingkungan. Pengelolaan sampah organik dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengoptimalkan proses daur ulang. Program pengelolaan sampah bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, termasuk memilah sampah dan mengolahnya menjadi pupuk cair organik dan kompos. Pelatihan ini dilaksanakan secara tatap muka dan daring pada tanggal 28 Mei 2024 pukul 13.00 – 17.00 WIB dengan memanfaatkan platform digital untuk menjangkau lebih banyak peserta. Total peserta pelatihan mencapai 120 orang, dengan 50 peserta hadir secara langsung dan 70 peserta mengikuti secara luring. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 88,2% peserta menyadari pentingnya pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan asri, sementara 48,5% melihat potensi menghasilkan pendapatan dari pengelolaan sampah. Selain itu, 29,1% peserta tertarik pada manajemen pengelolaan sampah, 20,6% menginginkan figur pengelola yang amanah, dan 19,1% merasa perlu penjelasan lebih detail.
PELATIHAN PEMASARAN PRODUK MAGGOT MELALUI MARKETPLACE PADA KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Isnaini, Nurul; Yekti, Aulia Puspita Anugra; Hamiyanti, Adelina Ari; Sulistyo, Hanief Eko; Andri, Faizal
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.51103

Abstract

The management of biogas sludge waste from dairy farming operation has not been properly managed, potentially causing environmental pollution. Biogas sludge waste can be utilized as a medium for maggot cultivation, which will yield products such as maggot flour and organic fertilizer, thus realizing a circular economy in dairy farming. This community service program aims to enhance the knowledge and skills of the Dairy Farmer Group in the Pujon District, Malang Regency, in marketing maggot products through online marketplaces. This program was conducted from June to August 2023. The method used in this community service is Participatory Learning and Action, implemented through activities such as socialization, discussions, and hands-on practice. The topics covered during socialization and discussions include the utilization of online marketplaces for marketing maggot products. Participants then engage in hands-on activities, including creating accounts, filling in store profile information, selecting delivery services, filling in bank account details, and uploading products. Participants actively and enthusiastically took part in the program. The initial evaluation results before the program indicate that the knowledge and skills of participants related to the target marketing of maggot products, types of online marketplaces, and marketing management with online marketplaces, scored 80, 65, and 70, respectively. Subsequently, the evaluation after program implementation showed an improvement in knowledge and skills of participants related to target marketing of maggot products, types of online marketplaces, and marketing management with online marketplaces, with scores of 95, 100, and 90, respectively. In conclusion, this community service has successfully enhanced the knowledge and skills of the Dairy Farmer Group in the Pujon District, Malang Regency, in marketing maggot-based products through online marketplaces.Hingga saat ini limbah sludge biogas pada peternakan sapi perah belum dikelola dengan baik sehingga berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah sludge biogas dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot yang akan menghasilkan produk berupa tepung maggot dan pupuk organik sehingga dapat mewujudkan ekonomi sirkular pada peternakan sapi perah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Peternak Sapi Perah Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dalam melakukan pemasaran produk budidaya maggot melalui marketplace. Program ini dilaksanakan mulai bulan Juni hingga Agustus 2023. Metode yang digunakan pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah Participatory Learning and Action yang dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi, diskusi, dan praktik. Materi yang disampaikan pada saat sosialisasi dan diskusi adalah tentang pemanfaatan marketplace untuk pemasaran produk budidaya maggot. Peserta kemudian melaksanakan praktik mulai dari pembuatan akun, pengisian informasi profil toko, penentuan jasa pengiriman, pengisian rekening bank, dan unggah produk. Peserta terlibat secara aktif dan antusias dalam pelaksanaan program ini. Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan peserta terkait target pemasaran produk budidaya maggot, jenis marketplace, dan manajemen pemasaran dengan marketplace sebelum dilaksanakan program memiliki skor masing-masing sebesar 80, 65, dan 70. Selanjutnya, evaluasi setelah pelaksanaan program menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan peserta terkait target pemasaran produk budidaya maggot, jenis marketplace, dan manajemen pemasaran dengan marketplace mengalami peningkatan dengan skor masing-masing sebesar 95, 100, dan 90. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Kelompok Peternak Sapi Perah Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dalam melakukan pemasaran produk budidaya maggot melalui marketplace.
PELATIHAN GREEN BUSINESS SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI GENERASI MUDA KARANG TARUNA DALAM BERWIRAUSAHA Pradana, Bayu Ilham; Ardian, Faril; Safitri, Rini
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56866

Abstract

Green business training is very important to implement, considering the challenges posed by the demographic bonus in Indonesia, which is dominated by a young, productive-age population but faces high unemployment rates and limited job opportunities. Green business, which combines business objectives with environmental sustainability, is seen as an opportunity that not only provides economic benefits but also enhances business value through environmentally friendly approaches. The purpose of this community service activity is to provide green business training to increase the motivation and interest in entrepreneurship among the younger generation, particularly in creating environmentally based business opportunities. The method used in this community service consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The training was conducted through theoretical and practical sessions involving youth participants from Karang Taruna, Mojolangu Village, Malang City. The training materials included ornamental plant cultivation, marketing through social media, and environmentally friendly product packaging techniques. The results of the community service showed a significant increase in participant motivation after attending the training. In addition, participants demonstrated a better understanding of the green business concept, as well as strong enthusiasm in applying this knowledge to start or develop environmentally based businesses. This training has proven effective in fostering interest in green business-based entrepreneurship among the younger generation, while also strengthening awareness of the importance of environmental conservation in the business world. Furthermore, the evaluation of results was conducted using a quantitative approach with the WarpPLS 8.0 analysis tool, based on data from 30 participants. Statistical tests showed that the training played a significant role as a direct predictor of entrepreneurial interest but did not act as a moderating variable between motivation and entrepreneurial interest. This indicates that while training directly increases participants' entrepreneurial interest, it does not strengthen the relationship between initial motivation and their interest in entrepreneurship. Pelatihan green business menjadi sangat penting untuk dilaksanakan mengingat tantangan bonus demografi di Indonesia, yang didominasi oleh generasi muda usia produktif namun dihadapkan pada tingginya angka pengangguran dan terbatasnya lapangan pekerjaan. Green business, yang menggabungkan tujuan bisnis dengan keberlanjutan lingkungan, dipandang sebagai peluang usaha yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga meningkatkan nilai usaha melalui pendekatan ramah lingkungan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan green business guna meningkatkan motivasi dan minat wirausaha generasi muda, terutama dalam menciptakan peluang usaha berbasis lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan melalui sesi teori dan praktik yang melibatkan peserta dari pemuda Karang Taruna Kelurahan Mojolangu, Kota Malang. Materi pelatihan meliputi budidaya tanaman hias, pemasaran melalui media sosial, dan teknik pengemasan produk yang ramah lingkungan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam motivasi peserta setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebih baik tentang konsep green business, serta antusiasme yang tinggi dalam memanfaatkan pengetahuan ini untuk memulai atau mengembangkan usaha berbasis lingkungan. Pelatihan ini terbukti efektif sebagai upaya untuk menumbuhkan minat wirausaha berbasis green business di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dalam dunia usaha. Berikutnya juga dilakukan evaluasi hasil dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan alat analisis WarpPLS 8.0, berdasarkan data dari 30 peserta. Dari uji statistik, ditemukan bahwa pelatihan berperan signifikan sebagai prediktor langsung terhadap minat wirausaha, namun tidak berfungsi sebagai moderasi antara motivasi dan minat wirausaha. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pelatihan secara langsung meningkatkan minat wirausaha peserta, itu tidak memperkuat hubungan antara motivasi awal dan minat mereka untuk berwirausaha. 
PREVENTION OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) FOR CHILDREN IN BEKASI REGENCY: INTERACTIVE EDUCATION AND AROMATHERAPY CANDLE MAKING Putra, Hadi Jaya; Veronica, Selly; Asyera, Erina; Aulia, Afina Nisa; P. Suradhuhita, Pratiwi; Siagian, Diandra Caroline; Adiarto, Nathania Florencia; Tambunan, Amoremio Obrianne C.
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56200

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a serious health issue in Bekasi Regency, particularly among school-aged children. In 2024, DHF cases reached 412, with four fatalities, marking an increase compared to the previous year. This study is based on a health outreach activity consisting of two sessions: interactive education and an aromatherapy candle-making workshop. These sessions aimed to enhance children's understanding of DHF prevention. The activity was conducted in RW 12 Graha Mattel, Bekasi Regency, and involved 77 children aged 4–9 years. The interactive education methods included storytelling, games, and simulations, while the workshop taught aromatherapy candle-making using essential oils from lemongrass and lavender. The pre-test and post-test results showed a significant increase in the children's knowledge. Understanding of DHF prevention increased from 46.7% to 83.6% after the interactive education session, while understanding of the benefits and methods of making aromatherapy candles increased from 14.3% to 75.1% after the workshop. High participation in these activities underscores the success of the interactive and engaging educational approach. This study concludes that interactive learning methods and hands-on practice are effective in improving children's knowledge of DHF prevention and can be applied in other health education programs to create a healthier and more knowledgeable generation.Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah masalah kesehatan serius di Kabupaten Bekasi, terutama di kalangan anak-anak usia sekolah. Pada tahun 2024, kasus DBD mencapai 412 dengan empat kematian, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Penelitian ini didasarkan pada kegiatan sosialisasi kesehatan yang terdiri dari dua sesi, yaitu edukasi interaktif dan workshop pembuatan lilin aromaterapi. Kedua sesi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pencegahan DBD. Kegiatan ini diadakan di RW 12 Graha Mattel, Kabupaten Bekasi, dan melibatkan 77 anak-anak usia 4-9 tahun. Metode edukasi interaktif meliputi storytelling, permainan, dan simulasi, sementara workshop mengajarkan pembuatan lilin aromaterapi dengan minyak esensial serai dan lavender. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan anak-anak. Pemahaman tentang penanggulangan DBD meningkat dari 46,7% menjadi 83,6% setelah sesi edukasi interaktif, dan pemahaman tentang manfaat serta cara membuat lilin aromaterapi meningkat dari 14,3% menjadi 75,1% setelah workshop. Partisipasi yang tinggi dalam kegiatan ini menegaskan keberhasilan pendekatan edukasi yang interaktif dan menarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembelajaran interaktif dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang pencegahan DBD dan dapat diterapkan dalam program edukasi kesehatan lainnya untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berpengetahuan.
PELATIHAN MANAJEMEN POS KESEHATAN PESANTREN PADA SANTRI HUSADA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN LAYANAN KESEHATAN DI PESANTREN Nafisah, Lu'lu; Aryani, Aisyah Apriliciciliana; Parmasari, Damairia Hayu; Rizqi, Yuditha Nindya Kartika
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54530

Abstract

The rapid development of Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia necessitates the enhancement of health services at Poskestren (Islamic boarding school health posts). Poskestren Darussalam in Banyumas Regency has significant potential to improve the health of its students, however, its program implementation remains suboptimal. Health cadres, referred to as Santri Husada, play a critical role in Poskestren management. Therefore, this management training was designed to enhance the capacity of Santri Husada cadres in managing Poskestren, enabling them to deliver better health services for students and contribute to a healthier pesantren environment. This training aimed to improve the knowledge, attitudes, and skills of Poskestren cadres in health post management. The methods used included lectures, discussions, and brainstorming, supported by instructional media such as PowerPoint presentations, modules, flipcharts, and posters. The training involved 33 Santri Husada cadres. Evaluation was conducted by comparing knowledge scores before and after the training. The results showed a statistically significant improvement in participants' knowledge (p-value = 0.001). This training effectively increased the cadres' understanding of health service management in pesantren. However, ongoing support and guidance from local health centers (Puskesmas) need to be strengthened to ensure program sustainability. Pesatnya perkembangan pesantren di Indonesia mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di Poskestren. Poskestren Darussalam di Kabupaten Banyumas memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesehatan santri, namun pelaksanaan programnya masih belum optimal. Kader kesehatan, Santri Husada, memegang peranan penting dalam pengelolaan Poskestren. Oleh karena itu, pelatihan manajemen ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader Santri Husada dalam mengelola Poskestren, sehingga mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi santri dan mendukung terwujudnya lingkungan pesantren yang sehat. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan kader Poskestren terkait manajemen Poskestren. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan brainstorming dengan media seperti powerpoint, modul, lembar balik, dan poster. Kegiatan diikuti oleh 33 kader Santri Husada. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta (p value = 0,001). Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman kader mengenai manajemen pelayanan kesehatan di pesantren. Namun, pembinaan dari Puskesmas setempat masih perlu ditingkatkan untuk mendukung keberlanjutan program.
PENINGKATAN LITERASI BAHASA DALAM MINAT BACA SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH SALAFIYAH (MIS) KURIPAN KIDUL PEKALONGAN Hardini, Isriani; Sari, Nurul Husnah Mustika; Nugroho, Dicky Anggriawan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56306

Abstract

The community service program aims to improve language literacy and reading interest among students at Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Kuripan Kidul, Pekalongan. This initiative was carried out in response to the low interest in reading observed at the school. During initial observations, many children admitted that they did not enjoy reading and had difficulty understanding texts when asked by their teachers. The methods used included observing to identify literacy challenges at the school, coordinating with school staff to plan outreach activities, and conducting sessions on the importance of reading. We also organized and provided books for the school library to offer students more engaging reading materials that align with their interests and needs. As a result of our efforts, the program has led to a significant increase in students' interest in reading, as shown by their enthusiasm in participating in the activities and the positive feedback from teachers. This program demonstrates that similar initiatives can help foster a reading culture in other schools and address the issue of low literacy rates in Indonesia. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi bahasa dan minat baca pada siswa di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Kuripan Kidul, Pekalongan. Kegiatan ini dilaksanakan karena rendahnya minat baca di sekolah tersebut saat dilakukan observasi. Berdasarkan observasi diketahui bahwa banyak anak yang mengaku tidak suka membaca serta kurang bisa memahami bacaan ketika ditanya oleh guru. Metode yang digunakan meliputi observasi untuk memahami tantangan literasi di sekolah, koordinasi staf sekolah untuk merencanakan penyuluhan, dan melaksanakan penyuluhan tentang pentingnya membaca. Tim pemberdayaan juga melakukan penaataan dan penyediakan buku-buku untuk perpustakaan sekolah agar siswa memiliki lebih banyak bahan bacaan yang menarik sesuai dengan apa yang diminati siswa dan apa yang mereka butuhkan. Sehingga setelah upaya yang dilakukan dari program ini dapat menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam minat baca siswa. Hal ini terlihat dari siswa yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan juga dari pihak guru juga memberikan tanggapan yang positif. Program ini menunjukkan bahwa inisiatif serupa dapat membantu menciptakan budaya membaca di sekolah lain dan mengatasi masalah rendahnya tingkat literasi di Indonesia.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue