cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
MEMBANGKITKAN SENSITIVITAS KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA LANSIA PANTI WERDHA PANGESTI LAWANG KABUPATEN MALANG MELALUI MELUKIS EKSPRESIF Tandjung, Crisca Nathania; So, Cinthya Fredya; Aundrea, Ashley; Suryanto, Juliana Stella; Andriesta, Reiki Fayola; Setyawan, Jefri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57517

Abstract

Loneliness, boredom, and feelings of abandonment from family are complex psychological issues that older adults in nursing homes often experience. This community service aims to identify the psychological needs and stimulate the subjective well-being of the elderly, ultimately helping them find meaning in old age. The method used includes painting together as an assessment, followed by group counselling as a form of intervention. The assessment involved ten elderly individuals aged 70–85 years at Panti Werdha Pangesti Lawang, where they expressed their feelings and experiences through the art of painting. The results showed that painting activities not only helped the elderly express thoughts that were difficult to convey verbally but also became a medium for meaningful self-reflection. The group counselling intervention further explored their social and emotional needs, especially the need for social interaction and family presence. The conclusion of this study emphasizes the importance of paying attention to social and emotional needs, as well as family support, in improving the subjective well-being of the elderly in nursing homes. Permasalahan kesepian, kejenuhan, dan perasaan terabaikan dari keluarga merupakan isu psikologis kompleks yang sering dialami oleh lansia di Panti Werdha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan psikologis dan menstimulasi kesejahteraan subjektif lansia, yang pada akhirnya membantu mereka menemukan makna dalam kehidupan masa tua. Metode yang digunakan mencakup kegiatan melukis bersama sebagai asesmen, diikuti dengan konseling kelompok sebagai bentuk intervensi. Asesmen melibatkan 10 lansia berusia 70-85 tahun di Panti Werdha Pangesti Lawang, di mana mereka mengekspresikan perasaan dan pengalaman melalui seni melukis. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan melukis tidak hanya membantu para lansia mengungkapkan pikiran yang sulit disampaikan secara verbal, tetapi juga menjadi media refleksi diri yang bermakna. Intervensi konseling kelompok selanjutnya menggali kebutuhan sosial dan emosional mereka, terutama kebutuhan akan interaksi sosial dan kehadiran keluarga. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya perhatian terhadap kebutuhan sosial, emosional, serta dukungan keluarga dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif lansia di panti werdha.
PENGEMBANGAN KAPASITAS KELOMPOK USAHA KECIL GULA AREN: STUDI KASUS PADA KELOMPOK KAMIBISA Ma'mun, Sitti Rahma; Ma'mun, Sitti Zakiah; Syamsinar, Syamsinar
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58943

Abstract

This program focused on strengthening the capabilities of the KAMIBISA small-scale palm sugar producer group in Lamosila Village, Kolaka Timur Regency. Through a participatory approach, this community engagement initiative aimed to address the group's challenges in production capacity, marketing, and financial management. The program included group dynamics training, production equipment upgrades, product innovation, digital marketing training, and financial record-keeping training. Findings indicate that the program successfully enhanced the group's communication and collaboration skills, improved product quality, expanded market reach, and heightened awareness of sound financial practices. Moreover, the program garnered support from the local government. In conclusion, this community engagement initiative positively impacted the capacity-building of the small-scale palm sugar producer group, with the potential to improve the overall well-being of the village community. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini berfokus pada program pemberdayaan Kelompok Komunitas Gula Aren KAMIBISA yang berlokasi di Desa Lamosila, Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan kelompok, sehingga dapat mendorong kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Permasalahan utama yang dihadapi oleh kelompok KAMIBISA mencakup tiga aspek: produksi, pemasaran, dan manajemen keuangan.  Program PKM ini berupaya untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh kelompok KAMIBISA. Beberapa langkah strategis akan diambil untuk mengatasi tantangan tersebut, antara lain peningkatan kualitas produksi gula aren, pelatihan dinamika kelompok untuk memperkuat manajemen usaha, serta pelatihan pencatatan keuangan sederhana dan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Pelaksanaan program ini menggunakan pendekatan partisipatif, yang melibatkan anggota kelompok secara aktif dalam setiap tahap kegiatan. HIngga saat ini, program tersebut mampu meningkatkan kualitas produksi gula aren kelompok.
PENERAPAN PIJAT ‘OYOG’ SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA PONED KOTA CIREBON Suratmi, Suratmi; Mariani, Nina Nirmaya; Sriyatin, Sriyatin
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58333

Abstract

Fifteen percent (15%) of pregnant women experience complications during pregnancy; in fact, the number can be even higher. The prevalence of pregnancy complications in Cirebon City reached 26.6%, as out of 5,284 pregnant women, 1,406 experienced complications. The purpose of this activity is to apply the Oyog massage to increase knowledge of pregnancy warning signs. Pregnancy danger signs are problems that must be addressed because they indicate complications that can result in the death of the mother and her baby. The method used is Oyog training for midwives, who will then perform this procedure on pregnant women. The object (target audience) consisted of 5 midwives and 15 pregnant women, with gestational age criteria of 28–30 weeks, no existing pregnancy complications such as hypertension or antepartum hemorrhage, and willingness to participate (mass delivery audience). The facilities used included the Oyog module, which is the result of research output and has obtained an Intellectual Property Rights certificate with No. EC00202035739. There is a difference in knowledge of pregnancy hazards before and after the Oyog procedure, and all midwives are competent in its implementation. The Oyog procedure can be used as a medium to increase knowledge of pregnancy danger signs so that the recognition of complications can be done as early as possible.Lima belas persen (15%) ibu hamil mengalami komplikasi dalam kehamilan, bahkan angkanya bisa lebih dari itu. Komplikasi kehamilan  di Kota Cirebon mencapai angka 26,6%,  karena dari 5.284 ibu hamil terdapat 1.406 ibu hamil mengalami komplikasi. Tujuan kegiatan ini adalah menerapkan pijat Oyog  untuk meningkatkan pengetahuan tanda bahaya kehamilan. Tanda bahaya kehamilan merupakan masalah yang harus diatasi karena tanda bahaya adalah tanda suatu komplikasi dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayinya. Metode yang digunakan adalah pelatihan Oyog kepada bidan dan selanjutnya bidan akan melakukan prosedur ini kepada ibu hamil.  Objek kegiatan adalah 5 bidan  dan 15 ibu hamil, dengan kriteria usia kehamilan 28-30  minggu, tidak memiliki komplikasi dalam kehamilan yaitu hipertensi, perdarahan antepartum serta bersedia menjadi objek (khalayak pengabmas). Sarana yang digunakan adalah modul Oyog hasil output penelitian dan telah mendapatkan sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual dengan nomor EC00202035739. Terdapat perbedaan pengetahuan tanda bahaya kehamilan sebelum dan setelah Oyog dan seluruh bidan kompeten dalam pelaksanaan Oyog. Prosedur Oyog dapat digunakan sebagai media untuk meningkatan pengetahuan tanda bahaya kehamilan sehingga pengenalan komplikasi dapat dilakukan sedini mungkin.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI TUJU WALI-WALI II MELALUI PEMBUATAN PUPUK KOMPOS TRICHODERMA DALAM MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA DAMAI Mursalat, Aksal; Syarifuddin, Rifni Nikmat; Muhanniah, Muhanniah; Thamrin, Nining Triani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57849

Abstract

Sidenreng Rappang Regency has great potential in the development of the agricultural sector, especially the chili crop, which acts as one of the main drivers of local economic growth. However, low soil fertility and dependence on chemical fertilizers and pesticides have had a negative impact on soil quality and chili crop productivity. To overcome these problems, training in making Trichoderma compost and fertilizer management is needed to increase chili production in a sustainable manner. The purpose of this community service is to provide solutions through training in making Trichoderma compost and effective fertilizer management, so as to increase soil fertility and the productivity of chili plants in Sidenreng Rappang Regency. The methods used included socialization, training, and evaluation using a pre-test and post-test model. Results showed significant improvements in farmers' knowledge, skills, and motivation. Farmers' knowledge increased from 40.43% to 92.85%, skills from 35.21% to 87.38%, and motivation from 60.54% to 98.61%. The success of this community service shows that the application of Trichoderma technology in agriculture helps farmers improve technical skills related to making Trichoderma compost fertilizer and provides a deeper understanding of effective fertilizer management. Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian, terutama tanaman cabai yang berperan sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, rendahnya kesuburan tanah serta ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia berdampak negatif terhadap kualitas tanah dan produktivitas tanaman cabai. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pelatihan pembuatan pupuk kompos Trichoderma dan manajemen pemupukan dalam meningkatkan produksi cabai secara berkelanjutan. Adapun tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu untuk memberikan solusi melalui pelatihan pembuatan pupuk kompos Trichoderma dan pengelolaan pemupukan yang efektif, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman cabai di Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi dengan model pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan, keterampilan, dan motivasi petani. Pengetahuan petani meningkat dari 40,43% menjadi 92,85%, keterampilan dari 35,21% menjadi 87,38%, dan motivasi dari 60,54% menjadi 98,61%. Keberhasilan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi Trichoderma dalam pertanian membantu petani dalam meningkatkan keterampilan teknis terkait pembuatan pupuk kompos Trichoderma serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang manajemen pemupukan yang efektif.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PEMBENTUKAN KELOMPOK PENCEGAHAN STUNTING Anis, Ulfah; Budiyanto, Budiyanto; Ekaputri, Retno Agustina; Dewiani, Kurnia; Fatharani, Arina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57312

Abstract

Palm fruit extract curry is modified from banga soup originating from Africa. Palm fruit extract curry is made from palm fruit extract obtained through an extraction process and added with spices. Curry uses a protein source to increase its nutritional content. The community service developed this curry as a nutritious food for pregnant mothers, breastfeeding mothers, and future pregnant mothers to prevent stunting in their children. The stunting problem occurs in Rindu Hati Village, Central Bengkulu. Stunting is a condition where children experience chronic malnutrition starting from the first 1,000 days of their lives. The service activity aims to provide knowledge and skills for the target audiences regarding cooking palm fruit extract curry and establishing mothers’ groups. The service activity method was implemented through practice, an organoleptic test, and group formation. The result showed the most liked formula, namely 1B (chicken and tempeh). Three groups were formed in Rindu Hati Village to prevent stunting in each of their communities. Gulai sari buah kelapa sawit merupakan gulai modifikasi dari banga soup yang berasal dari Afrika. Gulai sari buah kelapa sawit berbahan dasar ekstrak buah kelapa sawit yang diperoleh dari proses ekstraksi, selanjutnya ditambahkan bumbu-bumbu. Gulai menggunakan sumber protein untuk meningkatkan zat gizinya. Gulai tersebut dikembangkan oleh tim pengabdian sebagai salah satu makanan bernutrisi yang dapat dikonsumsi oleh ibu-ibu hamil, ibu menyusui, dan calon ibu, guna pencegahan stunting bagi anaknya. Permasalahan stunting terjadi di Desa Rindu Hati, Bengkulu Tengah. Stunting merupakan kondisi anak kekurangan gizi kronis yang dialami sejak 1000 hari kehidupannya. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi khalayak sasaran terkait pemasakan gulai sari buah kelapa sawit dan pembentukan kelompok ibu-ibu. Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah praktek memasak gulai, uji organoleptik masakan, dan pembentukan kelompok. Hasil dari organoleptik yang paling disukai oleh panelis secara keseluruhan yaitu formula 1B (ayam dan tempe). Terdapat tiga kelompok yang terbentuk di Desa Rindu Hati sebagai kelompok pencegah stunting di setiap dusunnya.
PEMBUATAN LILIN DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH: PRODUK EKONOMIS DAN RAMAH LINGKUNGAN Pratama, Anisa Oktina Sari; Kuswanto, Eko; Dwi Solviana, Meita; Oktafiani, Raicha; Hidayah, Nur; Dwi Kesumawardani, Aryani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Used cooking oil is waste oil that has been repeatedly used and contains carcinogenic compounds as well as persistent properties, posing a risk to health and the environment if consumed or discarded without proper treatment. This activity aims to enhance the understanding and awareness of residents in Pekon Lumbok Selatan, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung—particularly the women of the PKK group—about the negative impacts of used cooking oil on health and the environment. The implementation includes counseling on the harmful effects of used cooking oil and training on its utilization into economically valuable products. This community service program is carried out through training and counseling on the innovative use of used cooking oil for PKK members. The program aims to improve the community's economy, cleanliness awareness, environmental health, and understanding of the dangers of reusing cooking oil. Through this activity, 30 participants gained knowledge about the negative impacts of used cooking oil and the skills to utilize it as a base material for economic and environmentally friendly products. Minyak jelantah merupakan limbah minyak goreng yang telah digunakan berulang kali dan mengandung senyawa karsinogenik serta bersifat persisten. Kedua sifat ini berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan jika minyak jelantah dikonsumsi atau dibuang tanpa pengolahan yang tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran warga Pekon Lumbok Selatan, kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai dampak negatif minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang dampak negatif minyak jelantah dan pelatihan pemanfaatan limbah tersebut menjadi produk yang bernilai ekonomis. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui pelatihan, pendampingan, dan penyuluhan tentang inovasi pemanfaatan minyak goreng bekas atau minyak jelantah bagi anggota PKK Desa Lumbok Selatan, Kecamatan Lumbok Seminung, Kabupaten Lampung Barat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian serta kesadaran akan kebersihan, kesehatan lingkungan, dan bahaya penggunaan minyak goreng secara berulang. Melalui kegiatan ini, sebanyak 30 peserta dapat memahami dampak negatif minyak jelantah dan memperoleh keterampilan dalam memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan dasar pembuatan produk ekonomis dan ramah lingkungan.
PEMBERDAYAAN PELAKU UMKM DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL MELALUI CONTENT MARKETING DI DESA BANJANYAR Rosita, Yesy Diah; Nugroho, Nicolaus Euclides Wahyu; Salsabila, Zahra; Pamungkas, Andika Rizki Putra
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58238

Abstract

In the era of digital transformation, content marketing has become an effective marketing strategy. However, MSMEs often have difficulty adapting to technology and digital markets, especially in Banjaranyar Village, Pekuncen District, Banyumas Regency. This MSME empowerment program aims to increase their capacity in utilizing digital technology and content marketing through training, mentoring, and intensive support. The training methods include material presentation, practice, and direct simulation. Data were collected through tests conducted before and after the socialization and training activities. The results of the analysis showed that the increase was not statistically significant, but linear regression analysis indicated a strong relationship between training and increased participant knowledge. Therefore, this program has succeeded in improving the content marketing skills of MSMEs in Banjaranyar Village and is expected to be applied in other rural areas. Pada era transformasi digital, content marketing menjadi strategi pemasaran yang efektif. Namun, UMKM sering kesulitan menyesuaikan diri dengan teknologi dan pasar digital, terutama di Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Program pemberdayaan UMKM ini bertujuan meningkatkan kapasitas mereka dalam memanfaatkan teknologi digital dan content marketing melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan intensif. Metode pelatihan mencakup pemaparan materi, praktik, dan simulasi langsung. Data dikumpulkan melalui tes yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Hasil analisis menunjukkan peningkatan ini tidak signifikan secara statistik namun analisis regresi linier menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pelatihan dan peningkatan pengetahuan peserta. Oleh karena itu program ini berhasil meningkatkan keterampilan content marketing UMKM Desa Banjaranyar dan diharapkan dapat diterapkan di daerah pedesaan lainnya.
PENDAMPINGAN KELOMPOK SADAR WISATA DALAM UPAYA OPTIMALISASI POTENSI WISATA DESA MARGAMEKAR KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT Sunarni, Nani; Indrayani, Lia Maulia; Firmansyah, Eka Kurnia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57619

Abstract

In line with the objective of sustainable economic development, the tourism sector is one of the superior products that can be developed in Margamekar Village, Sumedang Regency, West Java. The presence of natural resources such as large upstream rivers, forests, mountains, and rice fields can be explored to increase economic value without damaging the ecological balance. In addition to the natural resources owned by the village, the community also possesses abundant intangible cultural wealth (intangible cultural heritage), which can be developed and transformed into tourist attractions. To improve the tourism sector in this village, it is necessary to provide assistance and training to the tourism awareness groups. The programs initiated include identifying the potential for natural, religious, and culinary tourism development. The method used in implementing this community service is the participatory action research approach. The results of this activity indicate that natural resources and cultural wealth can drive the realization of the village as a tourism destination, which greatly supports the enhancement of village potential and the improvement of the community's economy. Pembangunan ekonomi berkelanjutan pada sektor pariwisata menjadi salah satu  produk yang dapat dijadikan unggulan Desa Margamekar, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Keberadaan sumber daya alam seperti hulu sungai dan sungai yang cukup besar, hutan, gunung, dan pesawahan dapat dieksplorasi  untuk menambah nilai ekonomis tanpa merusak ekologisnya. Selain sumber daya alam yang dimiliki desa ini, masyarakatnya pun memiliki kekayaan budaya tak benda  (intangible cultural heritage) yang melimpah yang dapat dikembangkan dan dapat menjadi objek serta daya tarik wisata. Dalam upaya meningkatkan sektor pariwisata, perlu dilakukan pendampingan dan pelatihan terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di desa ini. Adapun program-program yang dilakukan mulai dari identifikasi pengembangan potensi wisata alam, religi, dan kuliner. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan participatory action research. Hasil dari kegiatan ini  diketahui bahwa  sumber daya alam dan kekayaan budaya dapat menjadi pendorong terwujudnya desa sebagai desa destinasi pariwisata yang sangat bermanfaat dalam menunjang peningkatan potensi desa dan meningkatkan perekonomian masyarakatnya.
PELATIHAN ARTIFICIAL INTELLEGENCE UNTUK MENDUKUNG KINERJA PEMASARAN PADA PELAKU USAHA INDUSTRI KREATIF DI JAWA BARAT Chan, Arianis; Sukmadewi, Rani; Waluyo, Tofa Alifya
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.59999

Abstract

The rapid advancement of digital transformation compels creative industry entrepreneurs, particularly SMEs, to adopt technology to remain competitive in the global market. Artificial intelligence (AI) emerges as a critical tool in marketing, offering capabilities such as consumer behavior analysis, personalized strategies, and efficient campaign management. Despite its significant potential, the adoption of AI in the creative economy sector—especially by SMEs—faces various challenges. To address this, a training program was designed to empower entrepreneurs with relevant knowledge and skills. The training began with a needs analysis to tailor the content to participants' initial knowledge levels, ensuring relevance and effectiveness. Evaluation tools, including pre-tests and post-tests, were implemented to measure knowledge improvement. The training covered basic AI concepts, its applications in marketing, hands-on simulations using AI platforms like Writesonic and Durable.co, and discussions on challenges in adopting the technology. The results demonstrated significant impact, with a collective pre-test score of 2,000 increasing to 2,178 on the post-test among 49 participants aged 20 to 55 years. These findings align with research indicating that practice-based training significantly enhances learning outcomes. This program provided creative industry entrepreneurs with new insights and skills to leverage AI in marketing, enhancing their efficiency and competitiveness. It underscores the importance of well-structured training in helping SMEs overcome technological adoption barriers in the digital era. Transformasi digital yang semakin pesat mendorong pelaku usaha di industri kreatif, khususnya UMKM, untuk mengadopsi teknologi agar tetap kompetitif di pasar global. Kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu teknologi penting dalam pemasaran, dengan kemampuan untuk menganalisis perilaku konsumen, personalisasi strategi, dan pengelolaan campaign yang efisien. Meski memiliki potensi besar, adopsi AI di sektor ekonomi kreatif, terutama oleh UMKM, masih menghadapi berbagai tantangan. Program pelatihan mengenai penggunaan AI dirancang dengan tujuan untuk memberdayakan pelaku usaha dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Metode yang dilakukan dalam pelatihan diawali dengan analisis kebutuhan untuk menyesuaikan materi dengan tingkat pengetahuan peserta, memastikan relevansi dan efektivitas pelatihan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Materi pelatihan mencakup konsep dasar AI, aplikasinya dalam pemasaran, simulasi langsung menggunakan platform AI seperti Writesonic dan Durable.co, serta diskusi mengenai tantangan adopsi teknologi. Hasil pelatihan menunjukkan dampak yang signifikan, dengan skor pre-test kolektif sebesar 2000 meningkat menjadi 2178 pada post-test dari 49 peserta yang berusia 20 hingga 55 tahun. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Kesimpulannya program pelatihan ini memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi pelaku usaha industri kreatif dalam memanfaatkan AI untuk pemasaran pada pelaku usaha, meningkatkan efisiensi dan daya saing. Hal ini menegaskan pentingnya pelatihan yang dirancang dengan baik untuk membantu UMKM menghadapi tantangan adopsi teknologi di era digital.
PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS TEPUNG MOCAF DI SINDANGSUKA, GARUT UNTUK KETAHANAN PANGAN DAN PENGURANGAN STUNTING Sarasi, Vita; Yulianti, Dina; Saefulhadjar, Deny
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58392

Abstract

The phenomenon of increasing wheat flour consumption in Indonesia has led to a high dependency on imports, which negatively impacts the country’s foreign exchange reserves. To address this challenge, utilizing local food sources has become an essential solution, one of which is developing mocaf (modified cassava flour) as a substitute for wheat flour. Mocaf, made from cassava rich in carbohydrates and nutrients, has significant potential to strengthen food security, reduce stunting, and support creative economies based on local resources. The Community Service Program (PPM) in Sindangsuka Village, Cibatu, Garut, conducted from July 1 to 31, 2024, involved 18 Universitas Padjadjaran (Unpad) students from various disciplines. This program focused on socialization and training in mocaf processing, while also introducing its benefits as a local food source that can enhance the local economy and support child growth. Activities included live demonstrations, production skills training, and assistance in mocaf product marketing. The program results showed an increase in community awareness and skills in mocaf production, followed by small business initiatives to locally market the products. The long-term impacts expected from this program include stronger food security, improved child health, and the development of a local economy based on mocaf products. Further research is recommended to evaluate the effectiveness of mocaf in stunting reduction efforts through clinical trials and to explore market development for mocaf at the national level.Fenomena meningkatnya konsumsi tepung terigu di Indonesia menimbulkan ketergantungan tinggi pada impor, yang berdampak negatif terhadap devisa negara. Untuk menghadapi tantangan ini, pemanfaatan sumber pangan lokal menjadi solusi penting, salah satunya dengan mengembangkan tepung mocaf (modified cassava flour) sebagai pengganti tepung terigu. Mocaf, yang terbuat dari singkong kaya karbohidrat dan nutrisi, memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan, mengurangi stunting, dan mendukung ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. Program Pengabdian Masyarakat (PPM) di Desa Sindangsuka, Cibatu, Garut, yang dilakukan pada tanggal 1 hingga 31 Juli 2024, di mana pesertanya terdiri dari 18 orang mahasiswa Unpad dari berbagai jurusan. Program ini berfokus pada sosialisasi dan pelatihan pengolahan tepung mocaf sekaligus memperkenalkan manfaatnya sebagai bahan pangan lokal yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan mendukung tumbuh kembang balita. Kegiatan ini melibatkan demonstrasi langsung, pelatihan keterampilan produksi, serta pendampingan dalam pemasaran produk mocaf. Hasil program menunjukkan peningkatan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi mocaf, yang diikuti oleh inisiatif pengembangan usaha kecil untuk memasarkan produk tersebut secara lokal. Dampak jangka panjang yang diharapkan dari program ini mencakup ketahanan pangan yang lebih kuat, kesehatan balita yang lebih baik, dan berkembangnya ekonomi lokal berbasis produk mocaf. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi efektivitas mocaf dalam upaya pengurangan stunting melalui uji klinis serta pengembangan pasar mocaf di tingkat nasional.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue