cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PELATIHAN TATA KELOLA PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA KALAKIJO, BANTUL Masjhoer, Jussac Maulana; Prakoso, Aditha Agung; Haryanto, Eko; Natriya, Nida; Devita, Hanna
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57931

Abstract

Kalakijo is one of the tourist villages in Bantul Regency, Yogyakarta, which has a featured attraction, namely Ingkung Ayam as a traditional culinary product. In its development, food waste from the culinary sector is one of the main problems in this village because it is still conventionally disposed of and not processed sustainably. The closure of the Piyungan landfill has resulted in an accumulation of food waste that should be the responsibility of the village, but limited resources for food waste processing pose a difficulty for the local community. This situation presents the potential for waste generation that disrupts environmental sustainability and tourism activities in Kalakijo. This community service activity aims to provide training to local communities in sustainable tourism governance. At this stage, activities are carried out through direct observation and training methods using Adult Learning principles. The result of the community service is an increased understanding among the Kalakijo community of sustainable tourism through the utilization of waste from tourism activities into something valuable and beneficial for the environment and society. Kalakijo merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Bantul, Yogyakarta yang mempunyai daya tarik unggulan yaitu Ingkung Ayam sebagai produk kuliner tradisional. Dalam perkembangannya, sisa makanan dari kuliner tersebut menjadi salah satu permasalahan utama di desa ini karena masih secara konvensional dibuang dan tidak diolah secara berkelanjutan. Penutupan TPA Piyungan mengakibatkan penumpukan sampah makanan yang harus menjadi tanggung jawab desa, namun keterbatasan sumber daya dalam pengolahan sampah makanan menjadi kesulitan yang dialami masyarakat setempat. Hal tersebut memberikan potensi timbulan sampah yang mengakibatkan terganggunya keberlanjutan lingkungan dan kegiatan pariwisata di Kalakijo. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan. Pada tahap ini, kegiatan dilakukan melalui metode observasi langsung dan pelatihan menggunakan prinsip Pembelajaran Orang Dewasa (POD). Hasil dari pengabdian adalah pemahaman masyarakat Kalakijo terhadap pariwisata berkelanjutan melalui pemanfaatan sampah dari kegiatan pariwisata menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS METODE ASSET-BASED COMMUNITY-DRIVEN DEVELOPMENT (ABCD) DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH KOTORAN SAPI MENJADI BIOGAS DI ACEH BESAR Nisah, Khairun; Meutia, Meutia; Aini, Zahrul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57337

Abstract

Proper management of livestock waste is essential in maintaining environmental balance, public health, and ecosystem sustainability, especially in rural areas that often rely on local resources. Unmanaged cow dung can be a source of soil, water, and air pollution, as well as pose health risks. Therefore, this community service aims to empower the community of Lamseunong Village, Kuta Baro, Aceh Besar, Aceh Province, by applying the Asset-Based Community-Driven Development (ABCD) method to convert cow dung waste into biogas. This program is implemented as an effort to increase local energy independence while reducing the environmental impact of livestock waste that has not been optimally managed. The method used involves active community participation in all stages, from problem analysis, planning, and construction of biogas installations to implementation and evaluation. The results of the activity show that the use of biogas not only provides a sustainable and environmentally friendly alternative energy source but also increases public awareness of the importance of waste management and environmental sustainability. Within three weeks after the biogas installation became operational, the volume of biogas produced reached an average of one cubic meter per day. This volume is sufficient to meet the cooking energy needs of one household in the village and can reduce LPG consumption by up to 70%, thus providing direct economic benefits to the community. This article concludes that the ABCD method is effective in empowering communities, increasing energy independence, and producing sustainable solutions at the village level. Pengelolaan limbah ternak yang tepat sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem, terutama di wilayah pedesaan yang sering bergantung pada sumber daya lokal. Limbah kotoran sapi yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pencemaran tanah, air, dan udara, serta menimbulkan risiko kesehatan. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Lamseunong, Kuta Baro, Aceh Besar, Provinsi Aceh, melalui penerapan metode Asset-Based Community-Driven Development (ABCD) dalam pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi biogas. Program ini diimplementasikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian energi lokal sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari limbah ternak yang selama ini tidak dikelola dengan optimal. Metode yang digunakan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam seluruh tahapan, mulai dari analisis masalah, perencanaan, pembangunan instalasi biogas, hingga implementasi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan biogas tidak hanya menyediakan energi alternatif yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah dan kelestarian lingkungan. Dalam kurun waktu tiga minggu setelah instalasi biogas beroperasi, volume biogas yang dihasilkan mencapai rata-rata satu meter kubik per hari. Volume ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi memasak bagi satu rumah tangga di desa dan dapat mengurangi konsumsi LPG hingga 70%, sehingga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Artikel ini menyimpulkan bahwa metode ABCD efektif dalam memberdayakan masyarakat, meningkatkan kemandirian energi, serta menghasilkan solusi yang berkelanjutan di tingkat desa.
PENDAMPINGAN DAN PENERAPAN IBU HAMIL DALAM RANGKA MENUJU IBU POST PARTUM LAHIR SEHAT DAN AMAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG AGUNG OKU Darussalam, Handry; Agustina, Fitriani; Lilia, Deli; Zahra, Tamela; Adelia, Suci; Aulia, Siti; Ardiansyah, Dimas; Pratama, Egi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58842

Abstract

The Community Service Program (PPM) aimed to improve the health of pregnant women and babies, enhance readiness for childbirth, and reduce maternal and infant mortality rates through socialization, training, technology application, mentoring, and evaluation. Conducted from September to October 2024 in the working area of the Tanjung Agung OKU Community Health Center (Puskesmas), the program involved 60 at-risk pregnant women (facing malnutrition, hypertension, and helminthiasis). The implementation team included 4 lecturers, 2 students, and Puskesmas staff. Activities comprised Pregnant Women’s Classes (exercise, counseling, nutritious food provision), anthropometric examinations, general health checks, and helminthiasis detection. Results showed a significant increase in participants' knowledge (mean score rose from 4.27 to 9.02; p-value = 0.000). Most participants were in their third trimester (83.3%) with normal nutritional status (51.7%). Health examinations revealed normal blood pressure in 60%, hemoglobin levels ≥11 g/dL in 96.7%, and normal blood sugar and uric acid levels in the majority. No helminthiasis cases were detected. The program successfully enhanced health awareness, detected health status, and prepared participants for healthy childbirth. Active participation demonstrated the program’s effectiveness. It is recommended that communities regularly undergo health checks at Posyandu or clinics and adopt healthy lifestyles. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi, meningkatkan kesiapan persalinan, serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Program ini dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober 2024 di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung OKU, dengan melibatkan 60 ibu hamil berisiko (mengalami masalah gizi, hipertensi, dan infeksi cacingan). Tim pelaksana terdiri dari 4 dosen, 2 mahasiswa, dan staf Puskesmas. Kegiatan yang dilakukan meliputi Kelas Ibu Hamil (senam, penyuluhan, pemberian makanan bergizi), pemeriksaan antropometri, pemeriksaan kesehatan umum, dan deteksi cacingan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta (skor rata-rata meningkat dari 4,27 menjadi 9,02; nilai p = 0,000). Sebagian besar peserta berada pada trimester ketiga (83,3%) dengan status gizi normal (51,7%). Pemeriksaan kesehatan menunjukkan tekanan darah normal pada 60% peserta, kadar hemoglobin ≥11 g/dL pada 96,7%, serta kadar gula darah dan asam urat yang normal pada sebagian besar peserta. Tidak ditemukan kasus cacingan. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran kesehatan, mendeteksi status kesehatan, dan mempersiapkan peserta untuk persalinan yang sehat. Partisipasi aktif menunjukkan efektivitas program ini. Disarankan agar masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kesehatan di Posyandu atau klinik serta menerapkan gaya hidup sehat.
INCREASING CAPACITY OF WOMEN AND CADRES TO PREVENT GESTATIONAL DIABETES AND STUNTING AT POSYANDU TERATAI 8 TANGERANG Sukarno, Anita; Azteria, Veza
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57352

Abstract

Stunting and gestational diabetes are critical health issues that need to be addressed among pregnant women and children. The impact of stunting extends beyond the present, affecting the future of children as the younger generation, both in terms of growth and cognitive development, which influences their academic achievements. It is essential to prevent nutritional deficiencies or excesses to address these issues effectively. This initiative aims to empower women of reproductive age and the Posyandu Teratai cadres in Teluknaga Village, Tangerang Regency, in preventing stunting and gestational diabetes. The methods used include health education programs on stunting and gestational diabetes, the Specific, Measurable, Achievable, Rational, and Time (SMART) Self-Homecare method as a guideline for pregnancy preparation, health maintenance during pregnancy, and postnatal care, as well as training on stunting anthropometry and blood glucose and hemoglobin measurements for the cadres. The results of this program showed a significant increase in knowledge among women of reproductive age regarding stunting, gestational diabetes, and the SMART Self-Homecare method (p<0.001), and a 100% improvement in the cadres' skills in using stunting anthropometry tools and blood glucose and hemoglobin measuring instruments. The conclusion of this program is that health education and training programs for cadres and women of reproductive age can assist healthcare workers in enhancing the knowledge and skills of the target groups, contributing to the prevention of stunting and gestational diabetes. Stunting dan diabetes gestasional menjadi masalah kesehatan yang penting untuk ditangani pada ibu hamil dan anak. Dampak stunting tidak hanya pada masa ini, namun mempengaruhi masa depan anak sebagai generasi muda, baik dari aspek pertumbuhan maupun aspek kognitif dalam pencapaian prestasinya. Faktor nutrisi yang kurang dari kebutuhan atau berlebih dari kebutuhan harus dicegah untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan wanita usia subur dan kader Posyandu Teratai Desa Teluknaga Kabupaten Tangerang dalam pencegahan stunting dan diabetes gestasional. Adapun metode yang digunakan adalah  program pendidikan kesehatan mengenai stunting dan diabetes gestasional, metode Specific Measurable Achievable Rational and Time (SMART) Self-Homecare sebagai acuan dalam persiapan kehamilan, pemeliharaan kesehatan saat hamil, dan saat bayi dilahirkan, serta pelatihan antropometri stunting dan pengukuran gula darah dan hemoglobin pada kader. Hasil dari program ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan pada wanita usia subur tentang stunting, diabetes gestasional, dan mengenal metode SMART Self-Homecare (p< 0.001) dan terdapat 100% peningkatan keterampilan kader dalam penggunaan antropometri stunting dan alat ukur gula darah dan hemoglobin. Kesimpulan program ini adalah bahwa  pendidikan kesehatan dan pelatihan pada kader dan wanita usia subur dapat membantu tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sasaran sebagai upaya pencegahan stunting dan diabetes gestasional.
KEMITRAAN KOMUNITAS DALAM KONSERVASI DAN PEMANFAATAN LEBAH TRIGONA PADA KELOMPOK TANI HUTAN MOLEKAT MAI BIRAHI KOTA TIDORE KEPULAUAN Nurdin, Aqshan Shadikin; Irmayanti, Laswi; Wahyuni, Sri; Pora, Muhammad Fachrizal; Sangadji, M. Amril; F. Hasan, Muhammad Zulfajri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57765

Abstract

Honey bee cultivation in various regions is widely carried out to stimulate the community's economy while still protecting the local environment. One of the forest farmer groups that cultivates Trigona bees is the Molekat Mai Birahi forest farmer group. Trigona bee cultivation was chosen because of its economic potential through the production of honey and other products, as well as its contribution as an important natural pollinator to the ecosystem. However, in the course of developing Trigona bees, several problems have emerged, including the threat of disease and predators, limited availability of nests, limited knowledge and skills, and lack of support from the government or related institutions. Based on several of these problems, the community service team (PkM) of the Faculty of Agriculture, Khairun University held a Community Partnership Empowerment Program activity for the Trigona Bee Conservation and Utilization Community, which is part of the Molekat Mai Birahi forest farmer group. The aim of this activity is to improve the local economy by creating positive social, economic, and environmental impacts through the sustainable use of natural resources, especially related to Trigona bee cultivation. This PkM activity was carried out from February to September 2024. The types of activities carried out by the PkM team included the presentation of material related to Trigona bee cultivation followed by a discussion session, training in making bee stups/beehives, and the application of an electric honey sucker. Participants were very enthusiastic, especially during the main discussion on how to deal with parasites or nuisance pests that often attack Trigona bees. The issue of limited nest availability can be addressed by building and developing artificial nests that suit the needs of Trigona bees. Artificial nests can be made using natural materials such as bamboo, wood, or other environmentally friendly artificial materials. Budidaya lebah madu di berbagai wilayah banyak dilakukan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga lingkungan setempat. Salah satu kelompok tani hutan yang membudidayakan lebah trigona adalah Kelompok Tani Hutan Molekat Mai Birahi. Budidaya lebah trigona dipilih karena potensi ekonomi yang dimilikinya melalui produksi madu, dan produk-produk lainnya, serta kontribusinya sebagai penyerbuk alami yang penting bagi ekosistem. Namun, terdapat beberapa permasalahan dalam perjalanan pengembangan lebah trigona tersebut, diantaranya ancaman penyakit dan predator, ketersediaan sarang yang terbatas, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan, dan kurangnya dukungan dari pemerintah atau lembaga terkait. Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Fakultas Pertanian Universitas Khairun mengadakan kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat kepada Komunitas Konservasi dan Pemanfaatan Lebah Trigona yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Molekat Mai Birahi. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk peningkatan ekonomi lokal dengan menciptakan dampak positif secara sosial, ekonomi, dan lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, khususnya terkait budidaya lebah trigona. Kegiatan PkM ini telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai September 2024. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh tim PkM yaitu pemaparan materi terkait budidaya lebah trigona yang dilanjutkan dengan sesi diskusi, pelatihan pembuatan stup lebah, dan aplikasi penggunaan alat sedot madu listrik. Peserta sangat antusias dengan diskusi turutama terkait cara penanggulangan terhadap parasit atau hama pengganggu pada lebah trigona yang sering menyerang kandang atau stupnya. Ketersediaan sarang terbatas dilakukan dengan membangun dan mengembangkan sarang buatan yang sesuai dengan kebutuhan lebah Trigona. Sarang buatan dapat dibuat menggunakan bahan-bahan alami seperti bambu, kayu, atau bahan buatan lainnya yang ramah lingkungan.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BRIKET TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF UNTUK PETANI DI DESA TETEY Aritonang, Henry Fonda; Wuntu, Audy Denny; Pasau, Guntur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.63391

Abstract

Every year, the amount of corn cob waste continues to increase. In Tetey Village, Dimembe District, North Minahasa Regency, North Sulawesi Province, corn cobs are considered to have no significant economic value by the community and are generally only used as animal feed. To address this issue, efforts were made to process corn cob waste into briquettes—an alternative energy source produced from carbon-based materials through a high-temperature pyrolysis process. The utilization of corn cob waste aimed to reduce waste while simultaneously boosting the economy of the people in Tetey Village. This activity was carried out through training and assistance in making briquettes from corn cobs. The preparation and coordination phase involved discussions on training materials and checking the availability of corn cobs in Tetey Village. In the implementation phase, the formulation of corn cob briquettes was analyzed to ensure it met the standards, along with the provision of training materials regarding the manufacturing process. The monitoring and evaluation phase involved measuring the partners' understanding of briquette making before and after the training, as well as analyzing the briquette formulation tested in the laboratory. The results of the assistance showed an increase of more than 60% in the partners' understanding of corn cob briquette production after receiving training. The briquette formulation test showed that using 72% water (v/b from the mass of corn cobs) and 10% tapioca flour (b/b from the mass of corn cobs) could be recommended for the development of corn cob charcoal briquette production by the partners. Setiap tahun, jumlah limbah tongkol jagung terus bertambah. Di Desa Tetey, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, tongkol jagung dianggap tidak memiliki nilai ekonomi yang signifikan oleh masyarakat, sehingga umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan upaya pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket. Briket merupakan sumber energi alternatif yang dihasilkan dari bahan berkarbon melalui proses pirolisis pada suhu tinggi. Pemanfaatan limbah tongkol jagung bertujuan untuk mengurangi limbah yang terbuang percuma sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tetey. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan briket dari tongkol jagung. Tahap persiapan dan koordinasi dilakukan melalui diskusi mengenai materi pelatihan serta pengecekan ketersediaan tongkol jagung di Desa Tetey. Pada tahap implementasi, dilakukan analisis formulasi briket tongkol jagung untuk memastikan sesuai dengan standar, serta pemberian materi pelatihan mengenai proses pembuatannya. Tahap monitoring dan evaluasi melibatkan pengukuran pemahaman mitra tentang pembuatan briket sebelum dan sesudah pelatihan, serta analisis formulasi briket yang diuji di laboratorium. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra hingga lebih dari 60% mengenai pembuatan briket tongkol jagung setelah menerima pembekalan. Uji formulasi briket arang menunjukkan bahwa penggunaan air sebesar 72% (v/b dari massa tongkol jagung) dan tepung tapioka 10% (b/b dari massa tongkol jagung) dapat dijadikan rekomendasi untuk pengembangan produksi briket arang tongkol jagung oleh mitra.
SUSTAINABLE ENERGY EDUCATION THROUGH IOT-BASED PLTS KIT TRAINING AND MENTORING AT SMAN 3 SINGKAWANG Aula, Abqori; Syaifurrahman, Syaifurrahman; Suryadi, Dedy; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Husin, Fitriah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58399

Abstract

The integration of Internet of Things (IoT) technology into training and mentoring programs for Photovoltaic Power System (PLTS) kits can significantly enhance the education of renewable energy, particularly in West Kalimantan, Indonesia. The partner in this community service program is State High School 3 of Singkawang City, West Kalimantan. The purpose of this community service is both to educate on the use of IoT for monitoring PLTS kits and to educate high school students about renewable energy. This approach involves classical teaching and hands-on learning, which enables real-time monitoring and data analysis, making it more effective and engaging for students. The method used in this service consists of the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. Within the preparation stage, PLTS kits were designed and constructed with an embedded IoT module. The implementation stage involved socialization about new and renewable energy as well as the trend in IoT, followed by hands-on training for participating students using the PLTS kits. There were about 20 students and a couple of accompanying teachers. The results of the evaluation stage show that the student participants were happily thrilled with the hands-on training, and the teachers were satisfied with the mentoring program.Integrasi teknologi Internet of Things (IoT) ke dalam program pelatihan dan pendampingan untuk kit Sistem Tenaga Fotovoltaik (PLTS) dapat secara signifikan meningkatkan pendidikan energi terbarukan, khususnya di Kalimantan Barat, Indonesia. Mitra dalam program pengabdian masyarakat ini adalah SMA Negeri 3 Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mendidik penggunaan IoT untuk memantau kit PLTS dan juga untuk mendidik siswa sekolah menengah tentang energi terbarukan. Pendekatan ini melibatkan pengajaran klasikal dan pembelajaran langsung yang memungkinkan pemantauan waktu nyata, dan analisis data, sehingga lebih efektif dan menarik bagi siswa. Metode yang digunakan dalam layanan ini terdiri dari tahap persiapan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Dalam tahap persiapan, kit PLTS dirancang dan dibangun dengan modul IoT yang tertanam. Tahap implementasi melibatkan sosialisasi tentang energi baru dan terbarukan serta tren di IoT, diikuti oleh pelatihan langsung bagi siswa yang berpartisipasi menggunakan kit PLTS. Ada sekitar 20 siswa dan beberapa guru pendamping. Hasil tahap evaluasi menunjukkan bahwa para peserta siswa merasa gembira dan gembira dengan pelatihan praktik, sedangkan para guru merasa puas dengan program bimbingan.
PENYULUHAN PEMANFAATAN OBAT BAHAN ALAM DAN PEMBUATAN LAHAN TOGA SEBAGAI UPAYA PROMOSI KESEHATAN PADA MASYARAKAT KAMPUNG YEWENA Tobi, Claudius Hendraman B.; Pratiwi, Mustika Endah; Rumanasen, David Waranda; Dimara, Makdalena Irpa; Hisyam, Muhammad; Sumardi, Sitti Rosnafian; Abraham, Abraham
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57943

Abstract

The “back to nature” trend has begun to increase along with public awareness of the health hazards caused by chemicals in food and medicines. The use of plants as medicine has been carried out by tribes in Papua for hundreds of years and continues to this day. This use needs to be accompanied by knowledge about the proper use of traditional medicine so that there are no adverse side effects that can endanger life. The purpose of writing this manuscript is to share information about the knowledge of the Yewena Village community, Depapre District, Jayapura Regency, about TOGA and its use. Community service activities were carried out through counseling and workshop methods. The number of participants in the activity was 29 people. The results of the counseling activity on the use of natural medicine and TOGA showed that the participants experienced an increase in knowledge after participating in the counseling, based on the percentage of correct answers to the pre-test and post-test questions, which increased from 37.24% to 98.69%. The workshop was carried out in the form of creating a TOGA demonstration area around the Yewena Village Hall. The Yewena Village community, as counseling participants, experienced an increase in knowledge about the use of natural medicine and TOGA after the counseling activity. It is hoped that writing about TOGA and its use will become more widespread and numerous so that more people will have the awareness and willingness to use natural medicines properly and correctly. Tren kembali ke alam (back to nature) mulai meningkat bersamaan dengan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kesehatan yang diakibatkan oleh bahan kimia dalam makanan maupun obat-obatan. Pemanfaatan tanaman sebagai obat telah dilakukan oleh suku-suku di Papua sejak ratusan tahun lalu hingga kini. Pemanfaatan tersebut perlu dibarengi dengan pengetahuan mengenai penggunaan obat tradisional secara baik dan benar agar tidak terjadi efek samping yang merugikan yang dapat membahayakan jiwa. Penulisan naskah ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai bagaimana pengetahuan masyarakat Kampung Yewena, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura tentang TOGA dan pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui metode penyuluhan dan workshop. Peserta kegiatan berjumlah 29 orang. Hasil kegiatan penyuluhan pemanfaatan obat bahan alam dan TOGA adalah peserta kegiatan mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti penyuluhan berdasarkan persentase jawaban benar pada pertanyaan pre-test dan post-test yaitu dari 37.24% menjadi 98.69%. Workshop yang dilakukan berupa pembuatan lahan percontohan TOGA di sekitar balai Kampung Yewena. Masyarakat Kampung Yewena sebagai peserta penyuluhan mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pemanfaatan obat bahan alam dan TOGA setelah kegiatan penyuluhan. Diharapkan penulisan mengenai TOGA dan pemanfaatannya lebih luas dan banyak lagi sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemauan untuk menggunakan obat bahan alam secara baik dan benar.
INOVASI PENGOLAHAN PANGAN LOKAL: PENINGKATAN NILAI EKONOMI UBI JALAR KUNING DAN SAWI HIJAU DI DESA KESIMAN, TRAWAS Rukmini, Rukmini; Nuraziza, Siti Shela; Alamsyah, Bahrul; Ahmada, Dzikrilla Al; Sidqiyah, Nasfa Laura; Akbar, Mohammad Aziz; Romadhoni, Muhammad Rizqi; Khodijah, Siti; Tsabita, Nur Afina; Qulub, Mohammad Tathmainul; Ramadhan, Noviandri Dwiprama; Attohiri, Rifqon Hadi; Makhrus, Subekhan Mu'Min; Geovanni, Muhammad Anand; Sujana, Munding Dharma; Junaihil, Junaihil; Umroh, Dwiyah Fakhriatul; Tias, Leli Dwi Agustining; Kuswoyo, Nyoko Adi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57356

Abstract

Kesiman Village, located in Trawas District, Mojokerto Regency, has significant agricultural potential, particularly in yellow sweet potatoes and green mustard greens. However, these agricultural products have not been optimally utilized, as most of the community sells them in fresh form without processing to increase their added value. This situation results in low selling prices and limited shelf life, preventing the local economy from fully developing. To address this issue, it is essential to enhance the community's knowledge and skills in processing local agricultural products into value-added goods, which can boost competitiveness and extend the shelf life of these products. This community service activity involved 24 participants, including Small and Medium Enterprises (SME) operators and residents of Kesiman Village. Through a workshop titled "Creative Food Processing," participants were trained in techniques for processing yellow sweet potatoes into sticks and green mustard greens into nuggets, which have the potential to create new business opportunities. The activity successfully increased participant enthusiasm, with over 80% expressing satisfaction with the material and training provided, and gaining valuable new knowledge on food processing. The results of this activity showed that most participants were able to understand and practice the food processing techniques, indicating that this effort could encourage the diversification of local food products and enhance the economic value of agricultural yields in Kesiman Village. Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi pertanian yang besar, khususnya dalam komoditas ubi jalar kuning dan sayur sawi hijau. Namun, hasil pertanian ini belum dimanfaatkan secara optimal karena sebagian besar masyarakat menjualnya dalam bentuk segar tanpa melalui proses pengolahan yang dapat meningkatkan nilai tambah. Kondisi ini menyebabkan harga jual yang rendah dan keterbatasan masa simpan produk, sehingga ekonomi masyarakat lokal belum sepenuhnya berkembang. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah, yang dapat meningkatkan daya saing serta memperpanjang masa simpan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan warga Desa Kesiman. Melalui workshop bertema "Pengolahan Pangan Kreatif", peserta diberikan pelatihan mengenai teknik pengolahan ubi jalar kuning menjadi stik ubi jalar dan sawi hijau menjadi nugget, yang berpotensi menjadi peluang usaha baru. Kegiatan ini berhasil meningkatkan antusiasme peserta, dengan lebih dari 80% menyatakan puas terhadap materi dan pelatihan yang diberikan, serta merasa mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat dalam pengolahan pangan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu memahami dan mempraktikkan teknik pengolahan pangan tersebut, sehingga diharapkan dapat mendorong diversifikasi produk pangan lokal dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian di Desa Kesiman.
PENDIDIKAN POLITIK TENTANG KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH KOTA BANDUNG Mustofa, Mustabsyirotul Ummah; Paskarina, Caroline; Rahmatunnisa, Mudiyati; Herdiansah, Ari Ganjar
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.58926

Abstract

Sexual violence in the school environment is a phenomenon that needs serious attention. As one of the educational sins according to the Ministry of Education and Culture, sexual violence in the school environment needs to be understood and addressed by various parties, one of which is through socialisation and political education on sexual violence. This political education activity was organised as an effort to reduce the number of cases of sexual violence in the school environment. This political education on sexual violence uses a board game as a learning medium that facilitates school students' understanding of the issues presented. The activity involved the participation of various parties, namely SMAN 25 Bandung City, SMAN 12 Bandung City, Daarut Tauhid High School, the West Java OSIS Forum (FOJB), and Mekarjaya Village PKK Cadre, Bandung City. Political education activities include discussions related to what sexual violence is, the kinds of sexual violence that we are aware of or rarely realise, power relations (body politics), and how to handle sexual violence. Activities are packaged in the form of board games, survey participation, and theatre. This activity provides an overview and fosters public awareness of the importance of the issue of sexual violence. With this awareness, it is hoped that students and the community can prevent or respond effectively if sexual violence occurs around them. Kekerasan seksual di lingkungan sekolah merupakan fenomena yang perlu mendapat perhatian serius. Sebagai salah satu dosa pendidikan menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, kekerasan seksual di lingkungan sekolah perlu dipahami dan ditangani oleh berbagai pihak, salah satunya melalui sosialisasi dan pendidikan politik mengenai kekerasan seksual. Kegiatan edukasi politik ini diselenggarakan sebagai satu upaya mengurangi angka kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Edukasi politik tentang kekerasan seksual ini menggunakan board game sebagai medium pembelajaran yang memudahkan pemahaman siswa-siswi sekolah terhadap isu yang disampaikan. Kegiatan melibatkan partisipasi dari berbagai pihak, yakni SMAN 25 Kota Bandung, SMAN 12 Kota Bandung, SMA Daarut Tauhid, Forum Osis Jawa Barat (FOJB), serta Kader PKK Kelurahan Mekarjaya Kota Bandung. Kegiatan pendidikan politik meliputi pembahasan terkait, apa itu kekerasan seksual, macam-macam kekerasan seksual baik yang disadari ataupun jarang kita sadari, relasi kuasa (politik tubuh), dan cara penanganan kekerasan seksual. Kegiatan dikemas dalam bentuk board game, pengisian survei serta pematerian. Kegiatan ini memberikan gambaran dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya isu kekerasan seksual. Dengan kesadaran tersebut diharapkan siswa dan masyarakat dapat mencegah ataupun menanggulangi jikalau terjadi kekerasan seksual di sekitar mereka.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue