cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN, PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT), DAN PEMBERDAYAAN USAHA KELUARGA DI DESA CINTARATU KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Sukoco, Iwan; Hermanto, Bambang; Gemiharto, Ilham; Fordian, Dian
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56568

Abstract

The issue of stunting is a global concern that requires serious attention from all stakeholders. In 2024, the Government of the Republic of Indonesia aims to reduce the stunting rate to 14%. Based on this objective, the Pangandaran Regency government, particularly in Cintaratu Village, has implemented various activities to prevent and address stunting. The method used in this PKM activity is counseling to optimize the management of small, healthy, and prosperous families. Stunting prevention and intervention ef orts have been carried out through counseling, the provision of supplementary food (PMT), and the empowerment of family businesses. These activities have been implemented according to plan and are running ef ectively. Additionally, health services through Posyandu (integrated health post) are operating regularly and ef iciently. Field research results indicate that there are no toddlers identified as stunted in Cintaratu Village, Parigi District, Pangandaran Regency.Masalah stunting merupakan permasalahan dunia yang perlu perhatian serius dari semua stakeholder. Pemerintah Republik Indonesia di tahun 2024 ini mencanangkan penururan stunting sampai 14 %. Berdasarkan alasan tersebut bagaimana pemerintah Kabupaten Pangandaran, khususnya di Desa Cintaratu  melakukan kegiatan pencegahan dan penanganan stunting. Metode yang digunakan pada kegiatan PKM ini, berupa penyuluhan optimalisasi manajemen keluarga kecil, sehat dan sejahtera. Kegiatan pencegahan dan penanganan stunting  melalui  penyuluhan, pemberian makanan tambahan (PMT), dan pemberdayaan usaha keluarga sudah dilaksanakan sesuai rencana dan berjalan dengan baik, layanan kesehatan melalui posyandu sudah berjalan baik dan teratur. Hasil penelitian lapangan tidak ada balita terindikasi stunting di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN PRODUK URBAN FARMING DI KELURAHAN PANDANWANGI KOTA MALANG Relawati, Rahayu; Ariadi, Bambang Yudi; Shodiq, Wahid Muhammad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.55427

Abstract

The Urban Farming Group in Pandanwangi Village, Malang City, produces both agricultural and processed products, however, their marketing is still limited in the local area. This community service program aims to provide training and marketing assistance to expand market reach and increase the income of group members. The procedure of the activity is carried out by training and mentoring methods. The target participants of this program are members of the Urban Farming group in Pandanwangi Village, Malang City. The training covered  product marketing materials, namely direct marketing and digital (online) marketing. The implementation of the next mentoring is focused on digital marketing. Intensive mentoring was conducted  for two months in collaboration with students participating in the PMM (Community Service by Students) program. The results of the activity indicate that the training and mentoring carried out are able to open up broader marketing insights and show great digital marketing potential. The target participants were highly engaged and cooperative during the mentoring process, leading to the creation of a joint platform accessible to all Urban Farming Working Groups. Further community service activities are needed to maintain the sustainability and development of digital marketing, increase viewers and transactions in digital marketing of Urban Farming products. Kelompok Urban Farming di Kelurahan Pandanwangi Kota Malang memiliki produk-produk pertanian dan olahan produk, namun pemasaran masih terbatas di wilayah setempat. Kegiatan pengabdian bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan pemasaran agar lebih luas dan pendapatan anggota kelompok bisa meningkat. Prosedur kegiatan dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan. Sasaran kegiatan adalah anggota kelompok Urban Farming di Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang. Pelatihan diberikan dengan materi pemasaran produk, yakni pemasaran langsung dan pemasaran digital (online). Pelaksanaan pendampingan selanjutnya difokuskan pada pemasaran digital. Pelaksanaan pendampingan secara intensif selama dua bulan dikolaborasikan dengan mahasiswa peserta PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan yang dilakukan mampu membuka wawasan pemasaran yang lebih luas dan menunjukkan potensi digital marketing yang besar. Mitra sasaran sangat aktif dan kooperatif selama pendampingan hingga terbentuk platform bersama yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh Pokja Urban Farming. Kegiatan pengabdian selanjutnya diperlukan untuk menjaga keberlanjutan dan pengembangan pemasaran digital, peningkatan viewer dan transaksi pada pemasaran digital produk urban farming.
SOSIALISASI PENERAPAN KAJIAN BIOTEKNOLOGI DALAM INDUSTRI PANGAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK BIOTEKNOLOGI DI MADRASAH ALIYAH AL-JIHAD PONTIANAK Fitriagustiani, Fitriagustiani; Khairillah, Yuyun Nisaul; Pasmawati, Pasmawati; Putri, Anggraini; Nuruniyah, Nuruniyah; Handayani, Fitri; Putri, Nurul Febriani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56824

Abstract

Throughout the ages, humans have processed and produced food and beverages by applying the principles of biotechnology. In Indonesia, foods produced through biotechnology—such as tempeh and bread—are commonly found across different segments of society. However, due to a lack of information, many people remain unaware that these foods and drinks are the result of conventional biotechnology processes. Therefore, the aim of this activity was to introduce biotechnology and its role in the food industry, as well as to train students of Madrasah Aliyah Al-Jihad Pontianak in producing biotechnology-based products such as bread and tempeh. This activity was divided into two stages: the preparation stage and the implementation stage. During the implementation stage of the community service program, three main activities were carried out: first, a presentation of the socialization materials; second, hands-on training in making bread and tempeh; and third, the evaluation process. Monitoring and evaluation of the activity outcomes were conducted using questionnaires. Based on the results of the pre-test and post-test, it was found that there was an 83% increase in knowledge among female students at Al-Jihad regarding biotechnology-based food products. Sejak ribuan tahun lalu, manusia telah mengolah dan menghasilkan makanan dan minumannya dengan menerapkan prinsip bioteknologi. Di indonesia, berbagai macam makanan yang merupakan produk bioteknologi dapat dengan mudah dijumpai pada berbagai kalangan masyarakat seperti tempe dan roti. Masih banyak yang tidak mengetahui bahwa makanan dan minuman tersebut merupakan produk yang dihasilkan dari proses bioteknologi karena kurangnya informasi. Oleh karena itu pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk mengenalkan kajian ilmu bioteknologi dan peranannya dalam industri pangan serta melatih siswa Madrasah Aliyah Al-Jihad Pontianak dalam menghasilkan produk bioteknologi seperti roti dan tempe. Kegiatan ini dibagi menjadi menjadi dua tahapan yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan kegiatan. Dalam tahap pelaksanaan PKM dilakukan 3 rangkaian kegiatan yaitu tahapan pemaparan materi sosialisasi, tahapan kedua adalah pelaksanaan pelatihan pembuatan roti dan tempe, dan tahapan terakhir adalah proses evaluasi. Monitoring evaluasi hasil kegiatan dilakukan melalui pengisian kuesioner. Berdasarkan hasil pre-test dan post didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 83% di kalangan santri Al-Jihad putri mengenai produk pangan berbasis bioteknologi.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN BRIKET DAN KERAJINAN DARI SAMPAH BAGI SISWA SMP NEGERI 1 KABILA, GORONTALO Mustofa, Mustofa; Antu, Evi Sunarti; Pade, Satriawati; Suleman, Sinta
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54243

Abstract

Until now, waste is still one of the aspects that causes many environmental problems, so it requires serious effort and attention. This role is the responsibility of all parties, especially academic parties from elementary to tertiary levels. Various efforts have been made, especially to educate the public about waste and its impacts. This activity aims to assist students in processing waste into briquettes and several craft products. The activity was carried out for three days through several stages, namely consolidation, preparation, presentation of material, assistance in product creation, and documentation. The target of this activity is class VII students which consists of 8 classes, where each class has 4 groups. The core activity begins with the presentation of material related to waste and its processing. The next stage is to provide assistance in processing paper waste and dry leaves into briquettes. The activity continued with processing plastic spoon waste into mirror frames. In the final stage of the activity, assistance in processing bottle waste into crafts. Based on the results of the activity, the students' enthusiasm was very high. This is proven by the participation of each group in carrying out waste processing activities, both into briquettes, mirror frames and crafts. Apart from that, the involvement of teachers in assisting is also very active so that students remain concentrated in carrying out activities. Activities like this can be used as a basis for cultivating environmentally caring character and for fostering student creativity and innovation.Sampah hingga saat ini masih menjadi salah satu aspek yang banyak menimbulkan permasalahan lingkungan, sehingga memerlukan upaya dan perhatian yang serius. Peran ini merupakan tanggung jawab semua pihak, terutama pihak akademis dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Berbagai upaya telah dilakukan terutama dalam mengedukasi masyarakat akan sampah dan dampaknya. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada siswa-siswa dalam mengolah sampah menjadi briket dan beberapa produk kerajinan. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari melalui beberapa tahapan, yaitu konsolidasi, persiapan, penyajian materi, pendampingan pembuatan produk, dan dokumentasi. Sasaran kegiatan ini adalah siswa-siswa kelas VII yang terdiri dari 8 kelas, di mana setiap kelas terdapat 4 kelompok. Kegiatan inti dimulai dengan pemberian materi berkaitan dengan sampah dan pengolahannya. Tahapan berikutnya adalah melakukan pendampingan pengolahan sampah kertas dan daun kering menjadi briket. Kegiatan dilanjutkan dengan pengolahan sampah sendok plastik menjadi bingkai cermin. Pada tahap akhir kegiatan, pendampingan pengolahan sampah botol menjadi kerajinan. Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh antusias siswa-siswa yang sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan partisipasi masing-masing kelompok dalam melakukan kegiatan pengolahan sampah, baik menjadi briket, cermin hias, maupun hiasan meja. Selain itu, keterlibatan guru-guru dalam melakukan pendampingan juga sangat aktif sehingga membuat siswa-siswa tetap berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan. Kegiatan semacam ini dapat dijadikan dasar dalam penanaman karakter peduli lingkungan dan untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi siswa.
ENHANCING PUBLIC SERVICE DELIVERY "TEMAN PBB” APPLICATION WITH INSIGHTS FROM SOUTH KOREA Dwiputrianti, Septiana; Agatha, Jessica; Wirjatmi T.L, Endang; Lee, Hye Kyoung
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.57615

Abstract

This community service initiative aims to enhance public awareness of the importance of paying Land and Building Tax (PBB) through the use of the digital application Teman PBB, launched by the Bandung City Government. The selection of South Korea as a reference country for this application is based on its renowned reputation for technological innovation and the successful implementation of effective e-governance systems. By adopting best practices from South Korea, it is anticipated that the Teman PBB application will significantly improve the quality of public services, particularly in terms of efficiency and transparency. The methodology employed in this initiative includes outreach and direct assistance to neighborhood heads (RW) and residents in Bandung City. The community service approach is concentrated in the Cihaurgeulis Sub-district, encompassing the stages of planning, implementation, and evaluation. Activities include socialization efforts aimed at increasing taxpayer awareness through direct engagement and the distribution of informational materials. Quantitative and qualitative data will be collected to measure the success of this program, including the increase in application users and feedback from the community regarding their experiences with the application. The results of this initiative indicate that the implementation of the Teman PBB system not only simplifies the tax payment process for citizens but also raises public awareness of the importance of digital technology in tax administration. Despite certain challenges—such as limited access for iOS users—collaboration with South Korean academics is expected to provide innovative solutions to enhance the inclusivity and effectiveness of the application. Consequently, this initiative not only elevates public awareness but also makes a tangible contribution to the development of technology-based public services in Bandung. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) melalui pemanfaatan aplikasi digital Teman PBB yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Bandung. Pemilihan Korea Selatan sebagai negara referensi dalam pengembangan aplikasi ini didasarkan pada reputasinya dalam inovasi teknologi dan keberhasilan implementasi sistem e-governance yang efektif. Dengan mengadopsi praktik terbaik dari Korea Selatan, diharapkan aplikasi Teman PBB dapat meningkatkan kualitas layanan publik secara signifikan, terutama dalam hal efisiensi dan transparansi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pendampingan langsung kepada Ketua RW dan warga di sekitar Kota Bandung. Pendekatan ini difokuskan pada Kecamatan Cihaurgeulis, melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak melalui keterlibatan langsung dan distribusi materi informasi. Data kuantitatif dan kualitatif akan dikumpulkan untuk mengukur keberhasilan program ini, termasuk peningkatan jumlah pengguna aplikasi dan umpan balik dari masyarakat terkait pengalaman mereka dalam menggunakan aplikasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem "Teman PBB" tidak hanya menyederhanakan proses bagi wajib pajak, tetapi juga meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya teknologi digital dalam pembayaran pajak. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan akses bagi pengguna iOS, kolaborasi dengan akademisi Korea Selatan diharapkan dapat memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan inklusivitas dan efektivitas aplikasi. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pelayanan publik berbasis teknologi di Bandung.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH DASAR NEGERI 10 HUTABOHU LIMBOTO BARAT Ramadhani, Fika Nuzul; Makkulawu, Andi; Uno, Wiwit Zuriati; Yuminarti, Umi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56303

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan perilaku yang dilakukan oleh seseorang agar selalu memperhatikan kebersihan, kesehatan, dan berperilaku sehat. Permasalahan kurangnya personal hygiene dan PHBS pada siswa sekolah dasar yang sering muncul adalah timbulnya penyakit diare. Prevalensi diare pada anak usia sekolah di Indonesia tahun 2022 yaitu usia 7 sampai 12 tahun menunjukkan proporsi yang terkena penyakit ini berkisar antara 2 sampai 20%. Kasus penyakit diare di Gorontalo merupakan 10 penyakit tertinggi ke-5 di Provinsi Gorontalo pada tahun 2022. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaraan dan kebersihan diri serta lingkungan pada siswa sekolah dasar sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah yang meliputi berberapa tahapan dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemberian penyuluhan yang berkaitan dengan PHBS di sekolah. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan yang diukur melalui pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan mengenai PHBS di sekolah. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa menyimak materi dengan baik. Peningkatan pengetahuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kebersihan dan kesehatan siswa di sekolah dasar.Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) refers to behaviors practiced by individuals to maintain cleanliness, health, and overall well-being. A common issue related to poor personal hygiene and PHBS among elementary school students is the occurrence of diarrhea. In Indonesia, the prevalence of diarrhea among school-age children (7 to 12 years old) in 2022 ranged from 2% to 20%. In Gorontalo, diarrhea was among the top five most common diseases in the province that year. This community service activity aims to raise awareness about personal and environmental hygiene among elementary school students, helping them prevent various diseases. The activities were conducted using the telling method, which involved several stages: preparation, implementation, and evaluation. This initiative included educational counseling on PHBS in schools. The results of pre-test and post-test assessments showed an increase in students' knowledge about PHBS, indicating that they actively engaged with the material. This improvement in knowledge is expected to contribute to better hygiene and health among elementary school students.
PENDAMPINGAN MAJLIS TAKLIM ALHAMDULILLAH YANG TERKENA DAMPAK COVID-19 MELALUI BUDIDAYA ULAT HONGKONG DI PEKANBARU Yendraliza, Yendraliza; Oksana, Oksana; Ariyanti, Ervina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.54616

Abstract

The nutritional content of mealworm caterpillars has been studied and its benefits have been widely reported. Mealworm caterpillars are utilized as feed for poultry and fish, and even as ingredients in cosmetic products. Mealworm caterpillar farming does not require a large area. The feed used can be supplemented with household or market waste. Mealworm caterpillar farming containers can also be made from wood scraps or thick cardboard scraps. This community service aims to strengthen family resilience by increasing household income through mealworm caterpillars farming. The method used in this program is the Asset-Based Community Development (ABCD) method. This program involved 5 members of the Majlis Taklim, with a total distribution of 1 kg of mealworm breeding stock with 30 rearing boxes. This community service program was conducted from June to October 2023. The program implementation of the service begins with the preparation for caterpillar cultivation, caterpillar enlargement, harvesting, and marketing. The program results can help family resilience by increasing the knowledge of Majlis Taklim about the cultivation of mealworm caterpillar breeding. The Participating farmers were able to increase their household income, with an initial investment of IDR 80,000 yielding IDR 180,000 within 10 days. The findings suggest that mealworm caterpillar farming can serve as an alternative to increase the income of communities affected by Covid-19.Kandungan ulat hongkong sudah diteliti dan manfaatnya sudah banyak dilaporkan. Ulat hongkong dimanfaatkan sebagai pakan unggas dan pakan ikan, bahkan digunakan untuk bahan kosmetik. Beternak ulat hongkong tidak memerlukan tempat yang luas. Pakan yang diberikan dapat bersinergi dengan limbah rumah tangga atau limbah pasar. Kandang ulat hongkong juga dapat dibuat dari sisa-sisa kayu atau sisa kartun yang tebal. Tujuan pengabdian ini adalah membantu ketahanan keluarga dengan meningkatkan pendapatan masyarakat dengan budidaya ulat hongkong. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ABCD. Pengabdian ini melibatkan 5 orang majlis taklim, total penyebaran induk ulat hongkong 1 kg dengan 30 kotak kandang yang digunakan. Pengabdian dilakukan bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 2023. Pelaksanaan pengabdian diawali dengan persiapan budi daya ulat, pembesaran ulat, pemanenan dan pemasaran ulat hongkong. Hasil pengabdian dapat membantu ketahanan keluarga dengan menambah pengetahuan, ketrampilan dan pemasukan majlis taklim tentang budi daya beternak ulat hongkong. Peternak yang terlibat dapat meningkatkan pendapatan keluarga dengan modal Rp. 80.000,- dapat menghasilkan Rp. 180.000,- dalam waktu 10 hari. Hasil dari pengabdian ini adalah beternak ulat hongkong dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan Masyarakat yang terkena dampak Covid-19.
PEMBUATAN MURAL PARTISIPATORIS SEBAGAI ELEMEN ESTETIS DAN KONTEN MEDIA SOSIAL BERSAMA PERSATUAN ORANG TUA DAN ANAK DENGAN DOWN SYNDROME JAWA BARAT Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana; Widyaevan, Dea Aulia
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56307

Abstract

Mural, in the form of public art, has the power to raise social issues by transforming public spaces into spaces of dialogue. Meanwhile, participation in contemporary art and design is an approach that actively involves the community in realizing a joint project. This paper discusses a community service project using participatory mural media to raise awareness about inclusive education issues for the future of children with special needs, particularly those with Down syndrome. Together with the community of parents and children with Down syndrome—POTADS PIK West Java—the community service team aims to foster a spirit of inclusivity through the role of parents and the creative expression of POTADS students, who are children with Down syndrome. Parents and community mentors of POTADS are given the opportunity to share their experiences and struggles regarding inclusive education. These stories and narratives are then transformed into visuals representing those experiences as visual symbols. The project process is also documented in the form of a short documentary to capture the creative journey and interactions between the service team and the POTADS community. Utilizing social media platforms, this short documentary aims to reach a wider audience, promote social inclusion, and showcase the creativity of individuals with Down syndrome. This project also highlights the role of art and participatory methods in community engagement, emphasizing the importance of community and contemporary art in supporting inclusive education. Mural, sebagai salah satu bentuk seni publik memiliki kemampuan untuk mengangkat isu sosial dengan mengubah ruang publik menjadi ruang ‘dialog’. Sementara itu partisipatori dalam seni dan desain kontemporer adalah bentuk pendekatan yang melibatkan secara aktif komunitas untuk realisasi projek bersama. Tulisan ini membahas Pengabdian Masyarakat yang menggunakan media mural partisipatoris sebagai peningkatan kesadaran akan isu pendidikan inklusif bagi masa depan anak dengan kebutuhan khusus terutama Down syndrome. Bersama-sama dengan komunitas orang tua dan anak dengan Down syndrome, POTADS PIK Jawa Barat. Tim Pengabdian masyarakat bertujuan untuk menumbuhkan semangat inklusivitas, melalui peran orang tua dan ekspresi kreatif siswa-siswi POTADS yang merupakan anak-anak dengan Down syndrome. Para orang tua sekaligus pembina komunitas POTADS diberikan kesempatan untuk bercerita tentang pengalaman dan perjuangan mereka untuk pendidikan inklusif, dimana nanti cerita dan narasi ini akan diubah menjadi visual yang merepresentasikan pengalaman tersebut menjadi simbol visual. Proses kegiaatan ini juga didokumentasikan dalam bentuk dokumenter singkat, tujuannya untuk menangkap perjalanan kreatif dan interaksi tim pengabdian bersama komunitas POTADS. Dengan memanfaatkan platform media sosial, film dokumenter singkat ini bertujuan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, mempromosikan inklusi sosial dan menunjukkan kreativitas individu dengan Down Syndrome. Proyek ini juga menyoroti bagaimana seni dan metode partisipatif dalam keterlibatan masyarakat, menekankan peran dan fungsi komunitas serta seni rupa kontemporer untuk pendidikan yang inklusif.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENINGKATAN SKILL DAN KETERAMPILAN BAGI PELAKU UMKM RAJA BANDENG TANPA TULANG DI KABUPATEN MAROS Tahir, Nurbiah; Nasrullah, Nasrullah; Hamna, Dian Muhtadiah; Handayani, Nurul Anisa; Masnawi, Nisaul Amanah
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.56572

Abstract

Lack of skills and knowledge among Micro, Small, and Medium Enterprises (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, UMKM) can lead to business stagnation, ineffective management, difficulty in accessing markets and financing, and low productivity. Training and mentoring in management and marketing are essential for Raja Bandeng Boneless MSMEs in Maros Regency to achieve sustainable success. This service activity aims to enhance soft skills in leadership, decision-making, milkfish de-boning techniques, social media marketing strategies, content marketing, and financial management. Leadership and decision-making training improves managerial skills, enabling managers and business owners to manage teams and production processes more effectively. Leadership training also helps business owners motivate and direct their teams efficiently, increasing productivity and work performance. Additionally, milkfish de-boning training was conducted to enhance product quality. Furthermore, training in marketing and financial management was provided to encourage more creative packaging and better business strategies. The results of these activities highlight the importance of regular training to improve operational efficiency, product quality, and marketing effectiveness. Timely training on time and resource management is crucial for operational efficiency. Intensive training on milkfish de-boning techniques is also necessary to enhance product quality and ensure hygienic standards. Moreover, professional social media management and the development of content marketing strategies are essential to expanding consumer reach. By implementing these strategies, Raja Bandeng Boneless MSMEs can enhance their competitiveness and ensure long-term business sustainability. Kurangnya skill dan pengetahuan di kalangan UMKM dapat menyebabkan stagnasi bisnis, manajemen yang tidak efektif, kesulitan mengakses pasar dan pembiayaan, serta rendahnya produktivitas. Pelatihan dan pendampingan dalam manajemen dan pemasaran sangat penting bagi UMKM seperti Raja Bandeng Tanpa Tulang di Kabupaten Maros untuk mencapai keberhasilan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan soft skill kepemimpinan, pengambilan keputusan, teknik pencabutan tulang ikan bandeng, serta strategi pemasaran media sosial, konten marketing serta manajemen keuangan. Pelatihan kepemimpinan dan pengambilan keputusan meningkatkan kemampuan manajerial, memungkinkan manajer dan pemilik usaha mengelola tim dan proses produksi secara lebih efektif. Kemudian, dalam pelatihan tersebut juga diberikan pelatihan kepemimpinan agar memungkinkan para pelaku usaha untuk memotivasi dan mengarahkan tim mereka secara efektif, meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Pelatihan pencabutan tulang ikan bandeng juga dilakukan guna meningkatkan kualitas produk. Kemudian, hasil kegiatan yang dilakukan ialah memberikan pelatihan manajemen marketing dan manajemen keuangan agar dapat membuat kemasan yang lebih kreatif. Adapun kesimpulannya ialah untuk meningkatkan efisiensi operasional, kualitas produk, dan efektivitas pemasaran perlu adanya pelatihan secara rutin. Tersedianya pelatihan tentang pengelolaan waktu dan sumber daya untuk meningkatkan efisiensi operasional. Kemudian, perlu adanya pelatihan intensif tentang teknik pencabutan tulang ikan bandeng untuk meningkatkan kualitas produk dan terapkan standar higienis. Selanjutnya perlu membuat dan mengelola akun media sosial secara profesional untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan pengebangan strategi konten marketing. Dengan menerapkan hal tersebut, UMKM Raja Bandeng Tanpa Tulang dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. 
PENDAMPINGAN KADER BINA KELUARGA LANSIA DALAM PENGEMBANGAN MODUL LANSIA SMART DI SEKOLAH SELARAS DESA TANDEM HULU II KABUPATEN DELI SERDANG Berutu, Nurmala; Hodriani, Hodriani; Setya Diningrat, Diky; Rahmi, Ana; Junaidi, Junaidi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i1.55572

Abstract

Indonesia is projected to experience a 41.4% increase in its elderly population, marking the highest growth rate globally. One of the key issues faced by Tandem Hulu II Village is the significant proportion of elderly residents, who currently make up approximately 34% of the total population. This categorizes Tandem Hulu II Village as an ageing population. The objective of this initiative is to assist BKL cadres in developing structured and easy-to-understand teaching modules, supported by engaging learning media such as videos and games tailored for the elderly. The implementation method employs a persuasive approach, including mentoring and socialization, group discussions, Q&A sessions, simulations, the application of teaching modules, as well as documentation and reporting. The outcomes of this initiative demonstrate that the PKM team from Universitas Negeri Medan successfully created the Lansia SMART Module and the Lansia SMART Facilitator Book. These modules are complemented by various interactive learning media, such as educational videos and games, making the learning process more engaging and easier to understand. Furthermore, the socialization and mentoring conducted by the PKM Unimed team for the Family Elderly Development (BKL) cadres yielded highly positive results, significantly enhancing the participants’ knowledge.Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah populasi lansia sebesar 41,4%, merupakan angka peningkatan tertinggi di seluruh dunia. Permasalahan yang dihadapi oleh Desa Tandem Hulu II bahwa hingga saat ini persentase Lansia mencapai angka signifikan, yaitu sekitar 34%, dari jumlah penduduk, sehingga Desa Tandem Hulu II telah masuk dalam Kategori penduduk tua atau Ageing Population. Adapun tujuan kegiatan ini yaitu memberikan Pendampingan kepada Kader BKL dalam mengembangkan modul ajar yang terstruktur dan mudah dipahami didukung dengan menyiapkan media Pembelajaran video dan permainan yang menarik bagi Lansia. Metode Pelaksanaan Menggunakan Pendekatan persuasif, Pendampingan dan Sosialisasi, Diskusi kelompok, Tanya jawab, simulasi, Penerapan Modul Ajar, Pencatatan dan pelaporan. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa Tim PKM Universitas Negeri Medan berhasil menciptakan Modul Lansia SMART dan Buku Fasilitator Lansia SMART. Modul ini didukung oleh berbagai media pembelajaran interaktif seperti video dan game edukatif yang membuat proses belajar lebih menarik dan mudah dipahami oleh peserta. Selain itu, Sosialisasi dan pendampingan yang dilakukan oleh tim PKM Unimed terhadap Kader Bina Keluarga Lansia (BKL) menunjukkan hasil yang sangat positif, dimana setelah dilakukannya Pendampingan menunjukkan Peningkatan pengetahuan peserta.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue