cover
Contact Name
asriyadin@gmail.com
Contact Email
asriyadin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
asriyadin@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880294     EISSN : 26219166     DOI : https://doi.org/10.37630/jpm
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan MIPA STKIP Taman Siswa Bima, terbit 2 kali setahun dengan edisi Januari–Juni dan Juli-Desember. Sebagai media informasi, pemikiran dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan alam.
Arjuna Subject : -
Articles 1,150 Documents
Analisis Kebutuhan LKPD Berbasis Etno-STEM Kincir Cai untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Dini Restu Kurniati; Agnestasia Ramadhani Putri; Srie Mulyati
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4822

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting dikembangkan sejak sekolah dasar, namun hasil studi PISA 2022 menunjukkan capaian siswa Indonesia dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi masih rendah. Salah satu upaya mengatasi hal tersebut adalah melalui pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Etno-STEM yang mengintegrasikan kearifan lokal Kincir Cai masyarakat Sunda ke dalam pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan metode Design Based Research (DBR) yang dibatasi pada tahap identifikasi dan analisis masalah, sehingga belum sampai pada tahap perancangan, uji coba, maupun evaluasi produk akhir. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru kelas IV, penyebaran angket kepada 22 siswa kelas IV SDN 2 Manonjaya, dan studi dokumentasi LKPD yang digunakan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan tiga temuan utama: (1) pembelajaran IPA telah dilaksanakan secara kontekstual melalui praktikum namun masih terkendala keterbatasan sarana dan LKPD yang digunakan belum mengintegrasikan unsur Etno-STEM; (2) sebagian besar siswa memiliki minat belajar yang baik tetapi masih kesulitan memahami materi Energi dan Gaya; (3) LKPD yang digunakan belum memfasilitasi indikator kemampuan berpikir kritis secara optimal. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan LKPD berbasis Etno-STEM Kincir Cai sebagai solusi kontekstual untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPA fase B.
Kajian Etnosains pada Proses Pembuatan Minyak Kemiri Menggunakan VCO sebagai Sumber Belajar IPA Jeni Elvandari Susanti Ani; Agustina Dua Kuki; Kristiana Nathalia Wea
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4824

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran IPA untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, bermakna, serta mendukung pelestarian budaya lokal. Salah satu bentuk pengetahuan lokal yang berpotensi dijadikan sumber belajar adalah proses pembuatan minyak kemiri menggunakan metode maserasi dengan pelarut Virgin Coconut Oil (VCO) yang masih dipraktikkan oleh masyarakat Desa Boru, Kabupaten Sikka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji muatan etnosains yang terkandung dalam proses pembuatan minyak kemiri, mengidentifikasi konsep-konsep IPA yang terintegrasi di dalamnya, serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar IPA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnosains. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi etnosains berhasil memetakan setiap tahapan pembuatan minyak kemiri menggunakan VCO ke dalam konsep-konsep IPA, yaitu penjemuran sebagai perubahan fisika, penumbukan sebagai perubahan ukuran partikel, proses maserasi sebagai ekstraksi melalui mekanisme difusi, penggunaan VCO sebagai pelarut berdasarkan prinsip kelarutan (like dissolves like), penyaringan sebagai proses filtrasi, serta karakteristik minyak kemiri sebagai contoh sifat fisika dan sifat kimia zat. Hasil rekonstruksi tersebut disusun menjadi peta keterkaitan antara pengetahuan lokal masyarakat Desa Boru dengan konsep-konsep IPA sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains.
Pengembangan PowerPoint Interaktif Berbantuan Canva pada Materi Ikatan Kimia untuk Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa Iqlima Iqlima; Haryanto Haryanto; Isra Miharti; Asrial Asrial; Firdiawan Ekaputra
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4833

Abstract

Siswa mengalami kesulitan untuk memahami prinsip-prinsip yang dibahas dalam materi ikatan kimia karena bersifat abstrak. Selain itu, siswa tidak terlibat atau termotivasi untuk belajar ketika lebih sedikit sumber belajar interaktif yang digunakan. Akibatnya, diperlukan media pembelajaran yang dapat menghidupkan ide-ide abstrak dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang media pembelajaran PowerPoint interaktif berbantuan Canva pada materi ikatan kimia; menganalisis kepraktisan media; dan mengumpulkan umpan balik dari guru dan siswa tentang keefektifan media. Model Lee & Owens, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi, digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini. Sebanyak 10 siswa kelas XI Tahap F SMAN 11 Muaro Jambi, satu ahli media, satu guru kimia, dan satu ahli materi, menjadi subjek penelitian. Angket respon siswa, lembar Penilaian guru, lembar validasi ahli media, dan lembar validasi ahli materi adalah instrumen yang digunakan. Media menerima skor validasi 96,6% dari pakar media dan 93,4% dari pakar materi, termasuk dalam kategori sangat layak, menurut hasil penelitian. Tingkat jawaban siswa adalah 93,72% pada kategori sangat baik, sedangkan tingkat evaluasi guru adalah 92,3%. Mengingat hal ini, disimpulkan bahwa materi ikatan kimia dapat diajarkan secara efektif melalui PowerPoint interaktif berbantuan Canva, yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Efektivitas Penggunaan Video Pembelajaran Edpuzzle terhadap Pemahaman Konsep Peserta Didik pada Materi Struktur Bumi dan Perkembangannya Muh Ryamuzard Ryadi Putra; St. Humaerah Syarif; Ade Hastuty Hasyim; Imranah Imranah
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4871

Abstract

Penelitian ini berupaya menjawab tantangan yang dihadapi peserta didik dalam menginternalisasi konsep geologi yang abstrak, yang seringkali diperparah oleh metode pengajaran tradisional yang kurang partisipatif. Sasaran utama studi ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif penggunaan video interaktif melalui platform edpuzzle dalam meningkatkan pemahaman konsep mengenai Struktur Bumi dan Perkembangannya di kalangan peserta didik kelas VIII. Berbeda dengan studi terdahulu yang hanya berfokus pada literasi sains, penelitian ini menawarkan novelty dengan menguji efektivitas video pembelajaran edpuzzle dalam menjembatani kesulitan visualisasi. Pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen yang menerapkan nonequivalent control group design pada sampel sebanyak 53 peserta didik yang diantaranya 27 kelas eksperimen dan 26 kelas kontrol. Yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis terhadap data pemahaman konsep dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, uji-t, serta perhitungan N-Gain. Temuan studi mengindikasikan bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata post-test yang lebih unggul (82,56) dibandingkan dengan kelompok kontrol (77,77), dengan perbedaan yang tergolong signifikan (p=0,001 < 0,05). Skor N-Gain pada kelompok eksperimen mencapai 0,74, yang dikategorikan sebagai tingkat tinggi, dengan efektivitas sebesar 74%, yang termasuk dalam kategori cukup efektif. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa edpuzzle berperan penting dalam meningkatkan pemahaman konsep secara signifikan. Hal ini dicapai dengan mengurangi beban kognitif peserta didik melalui elemen interaktivitas visual, yang secara efektif mentransformasi proses pembelajaran pasif menjadi aktif. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan studi longitudinal guna mengukur retensi memori dan menguji media ini berdasarkan variasi gaya belajar pada materi sains yang lebih kompleks.
Efektivitas Media Augmented Reality dalam Meningkatkan Pemahaman Sistem Pernapasan Manusia pada Murid Disabilitas Rungu Rindi Andika; Arisul Mahdi; Marlina Marlina; Mardhatillah Zulpiani; Rila Muspita
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4872

Abstract

Murid disabilitas rungu lebih mengandalkan informasi visual dalam proses pembelajaran. Namun, materi sistem pernapasan manusia yang sulit diamati secara langsung serta keterbatasan penggunaan media pembelajaran menyebabkan rendahnya pemahaman terhadap organ dan fungsinya. Oleh karena itu, diperlukan media yang mampu menyajikan konsep secara konkret, visual, dan interaktif, seperti augmented reality. Artikel ini mengkaji efektivitas penggunaan media augmented reality dalam meningkatkan pemahaman sistem pernapasan manusia pada murid disabilitas rungu menggunakan metode single subject research (SSR) dengan desain multiple baseline across subjects. Subjek terdiri atas tiga murid disabilitas rungu. Data diperoleh melalui tes pemahaman pada fase baseline dan intervensi, dengan jumlah sesi baseline 4–8 dan intervensi 5–8 pada masing-masing subjek. Analisis dilakukan secara visual dalam kondisi dan antar kondisi meliputi kecenderungan arah, stabilitas, perubahan level, dan persentase overlap. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman pada seluruh subjek setelah intervensi. Pada fase baseline, kemampuan berada pada tingkat rendah dan stabil, sedangkan pada fase intervensi terjadi peningkatan yang konsisten. Perubahan level mencapai 31% pada dua subjek dan 38% pada satu subjek, dengan persentase overlap 0% pada seluruh subjek. Temuan ini menunjukkan bahwa media augmented reality efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman sistem pernapasan manusia pada murid disabilitas rungu.
Validitas Media Pembelajaran Augmented Reality Berbasis Flashcard Interaktif untuk Pengenalan Lambang Bilangan pada Murid Disabilitas Intelektual Zikra Putri Wahyuni; Johandri Taufan; Elsa Efrina; Gaby Arnez
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4873

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan media pembelajaran yang sesuai untuk pengenalan lambang bilangan pada murid disabilitas intelektual berdasarkan karakteristik belajarnya. Penggunaan media pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan proses pengenalan lambang bilangan belum memberikan stimulus visual yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality untuk pengenalan lambang bilangan pada murid disabilitas intelektual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan mengadaptasi model Borg and Gall yang dibatasi pada enam tahapan, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Validitas media dinilai oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa menggunakan angket validasi. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif berupa persentase validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase validitas yang diperoleh dari ahli materi sebesar 100%, ahli media sebesar 98,18%, dan ahli bahasa sebesar 100%, dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 99,39% yang termasuk kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran berbasis Augmented Reality dinyatakan sangat valid untuk pengenalan lambang bilangan pada murid disabilitas intelektual dan layak diujikan pada tahap penelitian selanjutnya.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan melalui Media Canva Interaktif pada Murid Disabilitas Intelektual Mutiara Tree Rahayu; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Zulmiyetri Zulmiyetri; Mardhatillah Zulpiani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4874

Abstract

Kemampuan mengenal lambang bilangan 6 sampai 10 pada murid disabilitas intelektual masih menjadi tantangan karena keterbatasan dalam memahami konsep simbolik dan mengingat bentuk lambang bilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan 6 sampai 10 pada murid disabilitas intelektual setelah diberikan intervensi menggunakan media Canva interaktif. Media Canva interaktif dipilih karena mampu mengintegrasikan gambar, animasi, dan aktivitas interaktif dalam satu media sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dibandingkan media yang hanya menyajikan materi secara statis, serta sesuai dengan karakteristik belajar murid disabilitas intelektual. Penelitian menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B. Subjek penelitian terdiri atas satu murid disabilitas intelektual kelas VI di SLB Al-Azhar Bukittinggi. Data dikumpulkan melalui tes perbuatan yang diberikan pada fase baseline dan fase intervensi, kemudian dianalisis menggunakan analisis visual dalam kondisi dan antar kondisi yang meliputi kecenderungan arah, tingkat stabilitas, perubahan level, serta persentase overlap. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan subjek setelah diberikan intervensi menggunakan media Canva interaktif. Penelitian dilaksanakan dalam 10 kali pertemuan yang terdiri atas fase baseline sebanyak 3 sesi dengan persentase 20%, 20%, dan 20% yang menunjukkan arah data mendatar dan stabil, serta fase intervensi sebanyak 7 sesi dengan persentase 20%, 20%, 40%, 40%, 60%, 60%, dan 60%. Analisis data menunjukkan perubahan level yang positif dan persentase overlap sebesar 0%, yang mengindikasikan efektivitas intervensi yang kuat. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menunjukkan bahwa penerapan media Canva interaktif pada pembelajaran mengenal lambang bilangan 6 sampai 10 melalui desain Single Subject Research dapat menjadi alternatif media pembelajaran bagi murid disabilitas intelektual. Penerapan media Canva interaktif pada materi mengenal lambang bilangan 6 sampai 10 dengan desain Single Subject Research pada murid disabilitas intelektual masih jarang dikaji dalam penelitian sebelumnya. Dengan demikian, peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan 6 sampai 10 pada murid disabilitas intelektual dapat dicapai melalui penggunaan media canva interaktif.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Numerasi melalui Problem Based Learning Berbantuan Jam Sudut di Gugus Ki Hajar Dewantara Nisa Afdhilla; Nursiwi Nugraheni
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4772

Abstract

Guru dituntut menghadirkan media dan model pembelajaran kreatif guna mengasah kemampuan berpikir kritis  dan numerasi pada siswa. Penelitian ini menggunakan 2 kelompok yang akan dijadikan sampel. Kelompok eksperimen untuk SDN 2 Karanggayam dan kelompok kontrol untuk SDN Penimbun. Sehingga penelitian ini memiliki 3 tujuan. Tujuan pertama adalah untuk menguji bedanya kemampuan berpikir kritis dan numerasi siswa antara SDN 2 Karanggayam, yang menggunakan model pembelajaran PBL dengan media pembelajaran jam sudut,  dan SDN Penimbun. Tujuan kedua penelitian ini yaitu menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis dan numerasi yang signifikan antara kelas yang mengimplementasikan model pembelajaran PBL berbantuan jam sudut dengan kelas kontrol. Tujuan ketiga yaitu menganalisis efektivitas peningkatan kemampuan berpikir kritis dan numerasi berdasar dari nilai Gain yang dinormalisasi antara SDN 2 Karanggayam dan SDN Penimbun. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh sekolah dasar di wilayah Gugus Ki Hajar Dewantara yang terdiri atas 6 sekolah dasar. Sampel penelitian yaitu SDN 2 Karanggayam dan SDN Penimbun. Perolehan hasil menggunakan uji t sampel independen pada kemampuan berpikir kritis menunjukkan hasil uji 0,003 (< 0,05), sedangkan pada kemampuan numerasi menunjukkan hasil uji 0,000 (< 0,05). Hasil ini menyatakan jika kemampuan berpikir kritis dan numerasi siswa berbeda rata-rata antara SDN 2 Karanggayam dan SDN Penimbun. Selanjutnya, uji t-test paired sampel menunjukkan skor 0,000 (<0,005), yang menunjukkan adanya beda rata-rata yang signifikan antara tes awal dan tes akhir dari kedua kelompok, baik pada kemampuan berpikir kritis maupun numerasi. Selanjutnya, pada uji Normalized Gain persen untuk kemampuan berpikir kritis SDN 2 Karanggayam sebesar 63,20% (cukup efektif), sedangkan pada SDN Penimbun sebesar 49,60% (kurang efektif). Sementara pada kemampuan numerasi, nilai N-gain persen SDN 2 Karanggayam yaitu 62,17% (cukup efektif) dan pada SDN Penimbun yaitu 50,89% (kurang efektif).
Penerapan Model Pembelajaran Peer Teaching pada Mata Kuliah Matematika Fisika Irma Fitria Amalia; Dini Andriani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4827

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran peer teaching terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Fisika, khususnya materi persamaan diferensial parsial. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 64 mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran menggunakan model peer teaching, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pembelajaran konvensional yang dilaksanakan melalui metode ceramah dan tanya jawab. Data dikumpulkan melalui Tes Pencapaian Akademik Matematika Fisika yang telah divalidasi oleh ahli. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan skor rata-rata dan normalized gain (N-gain), serta menggunakan independent samples t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Nilai N-gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang, sedangkan kelompok kontrol berada di kategori rendah. Hasil uji independent samples t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa model peer teaching efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Fisika. Efektivitas tersebut didukung oleh meningkatnya interaksi akademik, keterlibatan aktif mahasiswa, serta proses konstruksi pengetahuan melalui diskusi dan tutor sebaya. Dengan demikian, peer teaching dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mendukung pembelajaran pada mata kuliah yang memiliki karakteristik konsep abstrak dan kompleks di perguruan tinggi.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Etnomatematika Berbantuan Liveworksheets pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Inggrit Tiara Nuari; Rusdiana Rusdiana; Asyril Asyril; Zainuddin Untu
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4829

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui langkah-langkah pengembangan, tingkat validitas, dan tingkat praktikalitas E-LKPD berbasis etnomatematika berbantuan Liveworksheets pada materi bangun ruang sisi lengkung. Subjek penelitian ini adalah guru, dan peserta didik kelas IX SMP Negeri 22 Samarinda, serta para validator yang terdiri atas ahli materi dan ahli media. Adapun objeknya adalah E-LKPD berbasis etnomatematika berbantuan Liveworksheets pada materi bangun ruang sisi lengkung. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dibatasi hanya sampai tahap develop. Pada tahap define, hasil survei awal menunjukkan minimnya penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran matematika, kontras dengan Kurikulum Merdeka yang menuntut integrasi teknologi dalam pembelajaran. Di sisi lain, peserta didik menunjukkan respon positif terhadap penggunaan E-LKPD dan ketertarikan terhadap pembelajaran berbasis etnomatematika. Tahap design meliputi perancangan E-LKPD dengan pendekatan etnomatematika dan model Problem Based Learning, dengan struktur yang menyesuaikan Kurikulum Merdeka. Pada tahap develop, E-LKPD yang dikembangkan dinilai melalui uji validitas oleh ahli materi dan ahli media, serta uji praktikalitas oleh guru dan peserta didik untuk mengetahui tingkat validitas dan praktikalitasnya. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa E-LKPD ini memperoleh persentase 98% untuk aspek materi dan 87% untuk aspek media, maka rerata skornya ialah sebesar 92,5% dengan kategori “sangat valid”. Sementara itu, hasil uji praktikalitas oleh guru dan peserta didik memperoleh persentase 75% dan 83%, sehingga rerata skornya ialah 79% dengan kategori “praktis”. Temuan ini menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis etnomatematika yang dikembangkan valid dan praktis sehingga layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi bangun ruang sisi lengkung.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 3 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 13 No. 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 2 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 11 No 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 10 No 2 (2020): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 9 No 2 (2019): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 9 No 1 (2019): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 2 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 8 No 1 (2018): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 7 No 2 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 7 No 1 (2017): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 6 No 2 (2016): JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 6 No 1 (2016): JURNAL PENDIDIKAN MIPA More Issue