cover
Contact Name
Henny Syapitri
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL ONLINE KEPERAWATAN INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 26212161     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Online Keperawatan Indonesia dikelola Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia merupakan wadah bagi dosen dan mahasiswa baik dilingkungan kampus maupun luar kampus untuk mengisi tulisan ataupun artikel penelitian khususnya masalah-masalah keperawatan yang terdapat dimasyarakat dan bagaimana penanggulangannya.
Arjuna Subject : -
Articles 196 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PATIENT SAFETY PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT Masri Saragih; Adventy Riang Bevy Gulo; Eva Kartika Hasibuan; Carolina Oktavia Sihite
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v9i1.6269

Abstract

Latar belakang: Keselamatan pasien (patient safety) merupakan indikator penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Komunikasi yang belum optimal, rasa takut perawat akibat budaya menyalahkan, serta sistem pelaporan insiden yang belum efektif diduga dapat mempengaruhi penerapan keselamatan pasien. Tujuan: untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan patient safety pada perawat di rumah sakit. Metode: Jenis Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat ruang rawat inap sebanyak 86 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor komunikasi terhadap penerapan patient safety (p = 0,034), terdapat hubungan yang signifikan antara rasa takut perawat terhadap penerapan patient safety (p = 0,034), dan terdapat hubungan sistem pelaporan insiden dengan penerapan patient safety (p = 0,027). Kesimpulan: sistem pelaporan serta komunikasi yang efektif antar tenaga kesehatan berperan penting dalam mendukung pelaksanaan keselamatan pasien. Pengelolaan rasa takut perawat terkait budaya menyalahkan dapat mempengaruhi keberanian perawat dalam melaporkan insiden keselamatan.
HUBUNGAN CYBERBULLYING DENGAN KECEMASAN PADA REMAJA SMP: LITERATURE REVIEW Meisya Amelia; Siti Nafisatul Mutmainah; Sri Suryani; Gina Rosdiana Febriana; Siska Silviani zp; Lilis Lismayanti
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v9i1.6273

Abstract

Latar belakang: Bullying dan cyberbullying merupakan bentuk perundungan yang masih sering terjadi pada remaja sekolah menengah pertama (SMP) dan dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis, terutama kecemasan. Remaja yang menjadi korban perundungan cenderung mengalami perasaan takut, gelisah, rendah diri, serta kesulitan dalam berinteraksi sosial. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara bullying dan cyberbullying dengan kecemasan pada remaja SMP. Metode: literature review dengan pendekatan PRISMA, melalui penelusuran artikel pada Google Scholar menggunakan kata kunci bullying, cyberbullying, kecemasan, dan remaja SMP. Hasil pencarian awal menemukan 1.930 artikel yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, meliputi kesesuaian topik, subjek penelitian, ketersediaan artikel full text, serta rentang tahun publikasi 2024–2025. Setelah proses seleksi, diperoleh 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil: menunjukkan bahwa empat dari lima penelitian menemukan adanya hubungan yang signifikan antara bullying dan kecemasan pada remaja SMP, dimana semakin tinggi pengalaman bullying yang dialami maka semakin tinggi tingkat kecemasan yang dirasakan. Bentuk bullying yang ditemukan meliputi bullying verbal, fisik, sosial, dan psikologis. Sementara itu, satu penelitian mengenai cyberbullying menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan dengan kecemasan sosial. Kesimpulan: bahwa bullying memiliki hubungan dengan peningkatan kecemasan pada remaja SMP, sehingga diperlukan upaya pencegahan, edukasi, dan dukungan psikologis untuk mengurangi dampak negatif perundungan terhadap kesehatan mental remaja.
EFEKTIVITAS PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Normi Parida Sipayung; Rosetty Rita Sipayung; Blaise Pascal Larosa
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v9i1.6430

Abstract

Latar belakang: Henti jantung dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan sekolah dan rumah yaitu sebesar 70-80%. Orang yang mengalami henti jantung diluar rumah sakit pada umunya meninggal dunia, sebesar 90%. Apabila Cardiopulmonary resuscitation (CPR) segera diberikan segera setelah henti jantung, dapat meningkatkan survival rate 6,4 -16,1%. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis keefektifan pelatihan BLS: CPR pada siswa SMP Primbana Medan Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test one group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMP Swasta Primbana Medan T/A 2025/2026 yang berjumlah 156 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Proportionate Stratified Random Sampling.  Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi kemudian dianalisis menggunakan uji paired T-Test. Hasil: Hasil penelitian terdapat perbedaan yang nyata antara tingkat pengetahuan siswa pada pre-test dan post-test didapatkan hasil p=0,000 dan terdapat perbedaan yang nyata anatar tingkat keterampilan siswa pada data pre-test dan post-test. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pelatihan CPR dan terjadi peningkatan keterampilan psikomotor yang sangat drastis dan signifikan. Penelitian ini membuktikan bahwa siswa SMP (usia 12-15 tahun) mampu menerima dan mempraktikkan CPR dengan baik  sesuai standar AHA 2025.
KOMPONEN YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN DIRI PENDERITA DIABETES DI UPT. PUSKESMAS DESA LAMA SEI LEPAN Agnes Silvina Marbun; Lasma Rina Efrina Sinurat; Henny Syapitri; Eliasna Sembiring; Popi Paranita Harefa
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v9i1.6481

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme pada tubuh seseorang dengan gejala hiperglikemia yang mana hal ini berhubungan dengan produksi karbohidrat, lemak, dan protein yang terjadi karena penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin. Penurunan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 dikarenakan pasien tidak mampu melakukan management diri. Tujuan: untuk mengetahui penyebab dikaitkan kepada pengaturan diri penderita diabetes. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua pasien dengan DM tipe 2 yang berobat yang berjumlah 35 orang, sampel pada penelitian ini berjumlah 35 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil: menunjukkan ada pengaruh usia terhadap diabetes self management pada pasien DM tipe 2 nilai p value 0,039 (p<0,05), ada pengaruh jenis kelamin terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,004 (p<0,05), ada pengaruh pendidikan terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,000 (p<0,05), ada pengaruh pengetahuan terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,000 (p<0,05), ada pengaruh dukungan terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: faktor-faktor yang mempengaruhi Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga. Disarankan dapat memberikan pengetahuan baru bagi pasien DM tipe 2 tentang faktor yang mempengaruhi diabetes self-management dan bagaimana cara meningkatkannya sehingga pasien memiliki kesehatan yang lebih baik lagi, dapat menjadi acuan bagi perawat untuk memberikan penyuluhan mengenai pentingnya melakukan self-management.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KUALITAS TIDUR PERAWAT RAWAT INAP Umi Eliawati; Rachmawaty M. Noer; Sri Mulyani
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v9i1.6470

Abstract

Latar belakang: Stres kerja dan gangguan tidur sering dialami perawat rawat inap karena tuntutan pelayanan berkelanjutan, tanggung jawab terhadap keselamatan pasien, beban emosional, dan sistem kerja shift. Kondisi tersebut dapat mengurangi kebugaran, konsentrasi, serta kesiapan perawat dalam memberikan asuhan yang aman. Tujuan: Mengetahui hubungan stres kerja dengan kualitas tidur pada perawat rawat inap sebagai dasar perbaikan kesehatan kerja berkelanjutan. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang ini melibatkan 157 perawat dari populasi 259 perawat pada 12 ruang rawat inap. Sampel dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Stres kerja diukur menggunakan Expanded Nursing Stress Scale dan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan 5%. Hasil: Sebanyak 114 perawat (72,6%) mengalami stres kerja dan 112 perawat (71,3%) memiliki kualitas tidur buruk. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara stres kerja dan kualitas tidur (p=0,035), dengan OR=0,389. Nilai tersebut menunjukkan bahwa perawat yang mengalami stres kerja memiliki risiko sekitar 2,5 kali lebih besar mengalami kualitas tidur buruk dibandingkan perawat yang tidak mengalami stres kerja. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara stres kerja dan kualitas tidur perawat rawat inap. Manajemen rumah sakit disarankan melakukan pengelolaan stres melalui evaluasi rasio perawat–pasien, penataan sistem shift, pengurangan beban administratif, skrining stres, dan konseling berkala.
BUNDLE PERAWATAN HIDUNG TERHADAP RISIKO MDRPI PADA BAYI PREMATUR DENGAN NASAL CPAP DI RUANG NICU Maya Susanti; Tuti Asrianti Utami
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v9i1.6530

Abstract

Latar Belakang: Bayi prematur dengan gangguan respirasi sering memerlukan bantuan napas non-invasif (nCPAP). Penggunaan nCPAP dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko terjadinya MDRPI, terutama pada area hidung akibat tekanan dari nasal prong. Kulit bayi prematur yang tipis dan imatur meningkatkan kerentanan terhadap cedera tekanan. Tujuan: Menganalisis penerapan bundle perawatan hidung terhadap risiko MDRPI pada bayi prematur dengan nCPAP di ruang NICU. Metode: Studi kasus deskriptif pada dua bayi prematur yang menggunakan nCPAP di ruang NICU RS X Jakarta. Intervensi dilakukan selama 3 hari menggunakan penerapan bundle perawatan hidung meliputi pengkajian kulit hidung, pemilihan ukuran prong yang sesuai, penggunaan hydrocolloid, reposisi interface, serta menjaga kebersihan area hidung. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi MDRPI dan monitoring respirasi. Hasil: Pada responden pertama (By. Ny. A), ditemukan kemerahan ringan pada hari pertama dengan skor MDRPI 1, kemudian membaik menjadi skor 0 pada hari kedua dan ketiga. Responden kedua (By. Ny. L) menunjukkan skor MDRPI 0 sejak hari pertama hingga hari ketiga. Monitoring respirasi menunjukkan perbaikan berupa penurunan frekuensi napas, saturasi oksigen stabil 98–100%, FiO₂ tetap 21%, dan berkurangnya retraksi. Kesimpulan: Bundle perawatan hidung efektif dalam mencegah MDRPI pada bayi prematur dengan nCPAP serta mendukung stabilitas respirasi. Intervensi ini direkomendasikan sebagai standar asuhan keperawatan berbasis evidence-based practice di NICU.