cover
Contact Name
Nurdayati
Contact Email
ojsjpp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
muzizatakbarrizki@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian
ISSN : 18581625     EISSN : 26851725     DOI : -
Core Subject : Health,
Objective of JOURNAL OF DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL EXTENTION DEVELOPMENT REVIEW: AGRICULTURE REVIEW ISSUES issued with the aim of describing conceptual thoughts or ideas and results of research to participate in developing animal husbandry studies, with open and contributions from various scientific disciplines and approaches that meet at the intersection of research results and critical analysis of contemporary development issues, including research articles, literature studies and other scientific reviews.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 22 No. 1 (2025): Juli" : 11 Documents clear
Produksi Karkas dan Non Karkas Domba Lokal dengan Variasi Bobot Potong di BBPKH Cinagara Wirondas, Wilmy Rahmah; Aryanti, Fera
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.887

Abstract

Domba merupakan komoditas ternak penghasil daging yang potensial. Tujuan penelitiam ini untuk mengetahui  persentase karkas dan non karkas (kepala, kulit, kaki, offal hijau , offal merah) dengan vareasi bobot domba jantan local.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan total delapan domba jantan,  dengan bobot potong 26,7 kg, 26,2 kg, 26 kg, 29,5 kg, 28,7 kg,26 kg, 22 kg, 27 kg.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karkas domba  yaitu : 40,67 %, 40,45 %, 42,15 %, 40,54 %, 39,23 %,37,7 %, 33,0 %, 39,5 %. dan persentase non karkas domba ; untuk persentase bobot kepala: 9,13 %, 9, 46 %, 10,76 %, 9,22 % , 8,1 %, 9, 15 %, 9,90 % , 7,33 %, persentase bobot kulit:  8,01 % , 7,25 %, 7,61 %, 7,72 %, 8,43 %, 8,23 %, 8,00 %, 10, 96 %,  persentase bobot kaki: 2,47 %, 2,59 %, 2,84 %, 2,23 %, 2,16 %, 2,69 %, 2,81 %, 2,29 %.  Bobot potong yang meningkat menghasilkan persentase  karkas dan non karkas yang besar
Pengaruh Infusa Biji Buah Pinang (Areca catechu) terhadap Tingkat Mortalitas Haemonchus Contortus pada Kambing Kacang Mubarokah, Wida Wahidah; Makmun, Lutfan; Purwono, Edi; Cahyani, Annisa Putri; Pranatasari, Dewi; Akbarrizki, Muzizat; Awaludin, Aan
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1375

Abstract

Haemonchus contortus is the most pathogenic blood-sucking gastrointestinal nematode worm found in the abomasum of small ruminants, especially in goats and sheep. Haemonchus contortus has been identified as a significant problem in ruminants because it causes economic losses. The purpose of this study was to determine the effect of areca nut seed infusion (IBP) on the mortality rate of Haemoncus contortus. This study was divided into 9 groups, each group containing 10 Haemoncus contortus worms. Group I was treated with IBP 2.5%; group II was treated with IBP 5%; group III was treated with IBP 7.5%; group IV was treated with IBP 10%; group V was treated with IBP 12.5%; group VI was treated with IBP 15%; group VII was treated with IBP 17.5%, group VIII as a negative control (0.9% NaCl) and group IX as a positive control (Albendazole). Mortality of Haemonchus contortus was recorded every hour until the mortality of the worms was 100%. Data analysis with ANOVA, to determine the differences in the effects of different treatments, analysis of variance and significant differences (P <0.01) were carried out, followed by further testing by the Duncan method (Duncan Multiple Range Test). The results of this study indicate that IBP significantly affects the mortality rate of Haemonchus contortus at various concentrations. In this study, the best concentration to kill 100% Haemonchus contortus for 4 hours was IBP concentrations of 12.5% 15% and 17.5%
Deteksi Parasit Gastrointestinal Pada Domba Di Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Purwono, Edi; Mubarokah, Wida Wahidah; Achmad, Ferdian; Makmun , Lutfan; Riyadi, Riyadi; Mustamimah, Siti
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1382

Abstract

Sektor peternakan merupakan sektor yang sangat strategis di dalam proses pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat, namun dalam proses budidayanya banyak faktor yang menjadi kendala, salah satunya adalah penyakit cacingan yang sering menyerang ternak domba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan telur cacing yang diduga menginfeksi ternak domba di kelompok ternak domba yang ada di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang serta menentukan seberapa besar tingkat prevalensinya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan 50 sampel feses domba dan di uji dengan metode uji apung. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sampel dinyatakan positif terinfeksi cacing dari spesies Ostertagia sp, Haemonchus sp, Trichuris sp, Eimeria sp dan Moniezia sp dengan persentase infeksi sebesar 92%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ternak dompa positif terinfeksi cacing dengan tingkat prevalensi tertinggi pada spesies Ostertagia sp.
Mikroflora Saluran Pencernaan, Morfologi Usus, Dan Pertambahan Bobot Badan Ayam Broiler Yang Diberi Ransum Dengan Penambahan Asam Humat Perdinan, Acep; Larasati, Yenny Niken; Lestari, Puji; Salsabila, Sekar Almira
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam humat dalam pakan terhadap mikroflora saluran pencernaan, morfologi usus, dan pertambahan bobot badan harian (PBBH) ayam broiler. Sejumlah 100 ekor ayam broiler umur 1 hari strain Lohmann dengan rerata bobot badan 36,13 ± 2,76 gram digunakan dalam penelitian ini yang dipelihara selama 35 hari. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan masing-masing unit terdiri dari 5 ekor ayam broiler. Perlakuan yang diberikan adalah P0= pakan basal, P1= pakan basal + 0,025% asam humat, P2= pakan basal + 0,050% asam humat, P3= pakan basal + 0,075% asam humat, dan P4= pakan basal + 0,1% asam humat. Variabel yang diamati adalah mikroflora saluran pencernaan meliputi populasi bakteri Eschericia coli dan bakteri asam laktat, morfologi usus meliputi tinggi vili dan kedalaman kripta serta PBBH ayam broiler. Data dianalisis menggunakan Analisis Variansi (ANAVA) dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) serta non parametrik Independent Samples Kruskal-Wallis dengan Pairwise Comparisons. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan asam humat dalam pakan berpengaruh nyata (P≤0,05) menurunkan populasi bakteri E. coli, meningkatkan jumlah bakteri asam laktat, meningkatkan tinggi villi menurunkan kedalaman kripta, serta meningkatkan pertambahan bobot badan. Kesimpulan penelitian ini penambahan 0,1% asam humat dapat memperbaiki keseimbangan mikroflora saluran pencernaan, morfologi usus dan meningkatkan PBBH ayam broiler.
Minat Wanita Tani Terhadap Inovasi Maggot BSF Sebagai Pakan Tambahan Ayam Kampung Desa Sidorejo Kecamatan Bandongan Karimah, Alifa Naafiul; Andanawari, Suci; Prabewi, Nur
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1433

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui minat wanita tani anggota KWT Berdikari terhadap inovasi budidaya dan pemberian maggot BSF sebagai pakan tambahan ayam kampung, untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi minat tersebut. Sampel berjumlah 34 responden menggunakan sampling jenuh, yang merupakan seluruh anggota KWT Berdikari Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang. Metode penelitian deskriptif kuantitatif, dengan desain kajian minat menggunakan One shot case study. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pencatatan dan kuisioner. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik regresi linier berganda. Hasil analisis deskrptif menunjukkan tingkat minat wanita tani dalam berinovasi budidaya dan pemberian maggot BSF (black soldier fly) sebagai pakan tambahan ayam kampung mencapai 94,01% dalam kategori sangat tinggi. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor umur (X1), pengalaman beternak (X2), dan tingkat Pendidikan (X3) secara simultan berpengaruh sangat signifikan (p<0,01) terhadap minat wanita tani. Pengujian secara parsial menunjukkan bahwa faktor umur (X1) sangat signifikan berpengaruh terhadap menurunkan minat Wanita tani dan pengalaman beternak (X3) sangat signifikan berpengaruh (p<0,01) terhadap peningkatan minat Wanita tani, sedangkan variabel tingkat Pendidikan (X2) tidak signifikan berpengaruh (p>0,05) terhadap minat wanita tani.
Hubungan Kompetensi Penyuluh Perikanan Dalam Mengembangkan Fungsi Kelompok Nelayan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung Provinsi Sumatera Barat Nurmahmudin, Rijal; Nugroho, Firman; Metalisa, Rindi
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1331

Abstract

ABSTRAK Kelompok nelayan memiliki peran strategis dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, yang keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kompetensi penyuluh perikanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kompetensi penyuluh perikanan dengan fungsi kelompok nelayan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif melalui purposive sampling terhadap 85 responden dari 22 kelompok nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh perikanan memiliki kompetensi baik dalam memberikan pendidikan, memecahkan masalah, dan membangun hubungan kerja. Fungsi kelompok nelayan juga tergolong sangat baik melalui kegiatan kelas belajar, unit produksi, unit usaha, dan wahana kerja sama. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang antara kompetensi penyuluh dan fungsi kelompok nelayan. Disarankan peningkatan kapasitas penyuluh dan dukungan kebijakan berkelanjutan untuk memperkuat peran penyuluh dalam pemberdayaan masyarakat pesisir.
Tingkat Adopsi Inovasi Teknologi Sistem Tanam Jajar Legowo Pada Usahatani Padi Sawah Juita, Firda; Nurhayati, Nurhayati; Effendi, Midiansyah
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1355

Abstract

Teknologi sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu teknologi penanaman padi sawah dengan menentukan jarak tanam antar barisan tanaman menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan-tahapan dan tingkat adopsi petani terhadap inovasi teknologi sistem tanam jajar legowo serta golongan petani dalam adopsi teknologi sistem tanam jajar legowo di Desa Ncera Kecamatan Belo Kabupaten Bima.Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2023 di Desa Ncera Kecamatan Belo Kabupaten Bima, menggunakan metode penelitian survei dengan teknik observasi dan wawancara kepada 30 responden., Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif menggunakan pengukuran dengan skala Likert dan skala Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan tahap kesadaran, tahap minat, tahap penilaian; 0% petani tidak ada pada tahap tersebut. Tahap mencoba; 43.3%. Tahap menerima/menerapkan; 56.7%. Tingkat adopsi inovasi teknologi sistem tanam jajar legowo di Desa Ncera Kecamatan Belo Kabupaten Bima adalah sebesar 60% berada pada kategori tinggi, 40% berada pada kategori sedang dan 0% pada kategori rendah. Petani pengguna teknologi sistem tanam jajar legowo berada pada golongan perintis (innovator) sebanyak 36.7%, golongan pengetrap dini (early adopter) sebanyak 13.3%, golongan pengetrap awal (early majority) sebanyak 23.3%, golongan pengetrap akhir (late majority) sebanyak 26.7% dan golongan penolak (Laggard) 0%. Keberhasilan adopsi inovasi teknologi sistem tanam jajar legowo di Desa Ncera tergantung pada kemauan petani untuk mengadopsi inovasi baru dan intensitas penyuluhan petugas mengenai teknologi sistem tanam jajar legowo kepada petani.
Nilai PH dan Kandungan Kadar Air Bakso Ayam Broiler Dengan Menggunakan Tepung Ubi Jalar Ungu: Physicochemical quality of broiler chicken meatballs using purple sweet potato flour Rokhayati, Umbang Arif; Sayuti M, Muhammad; Gubali, Syukri I.; Nugroho, Tri Ananda Erwin; Syahruddin, Syahruddin
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1377

Abstract

Broiler chicken meat is one of the meats that plays a significant role in meeting the nutritional needs of the community. Meatballs are processed meat that has long been known and is very popular with the Indonesian people. This study aims to observe the physicochemical properties of broiler chicken meatballs using purple sweet potato flour. This study was conducted from June to October 2024 at the Animal Husbandry Laboratory, Faculty of Agriculture, Gorontalo State University. The materials and tools used include a stove, pan, knife, spoon, basin, plastic plate, cutting board, meat grinder, camera, broiler chicken, purple sweet potato flour and salt. This study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments used were P1: Meatballs with 5% purple sweet potato flour, P2: Meatballs with 10% purple sweet potato flour, P3: Meatballs with 15% purple sweet potato flour, and P4: Meatballs with 20% purple sweet potato flour. The data were processed using analysis of variance based on a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Purple sweet potato flour in broiler chicken meatballs had no significant effect (P>0.05) on pH value and a significant effect (P<0.01) on water content.
Peningkatan Efisiensi Dan Kualitas Simplisia Herbal Melalui Teknologi Solar Dryer Dome Berbasis Iot Di Cv Timoer Sentosa Ramadhan, Galang; Darmawan, Ilham Catur; Puspitojati, Endah; Lufti A’yuni, Nur Rohmah
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1319

Abstract

CV Timoer Sentosa merupakan produsen jamu tradisional yang menghadapi kendala dalam proses pengeringan simplisia akibat penggunaan metode pengeringan konvensional yang tidak konsisten dan sering kali tidak memenuhi standar kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan teknologi Solar Dryer Dome (SDD) berbasis Internet of Things (IoT) dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pengeringan simplisia di CV Timoer Sentosa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pemilik serta kepala bagian produksi sedangkan data sekunder dari literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi SDD berbasis IoT mampu menurunkan waktu pengeringan dari 3–5 hari menjadi 1–2 hari, mengurangi kadar air bahan hingga <10%, serta meningkatkan konsistensi mutu simplisia. Dengan pengendalian suhu 40–60°C secara otomatis, kandungan bioaktif tetap terjaga, dan risiko kontaminasi mikroba menurun. Secara keseluruhan, penerapan teknologi ini berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi energi, stabilitas mutu, dan daya saing produk herbal perusahaan.
Benefits of Urban Farming Programs in Urban Areas (Case of Kutisari Village, Surabaya City) Triwahyuni, Dini Ayu; Agief Julio Pratama; Tri Budiarto
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1372

Abstract

Urban farming adalah kegiatan pengembangan pertanian yang dilakukan di wilayah perkotaan untuk menghasilkan pertanian lokal, dengan memanfaatkan lahan yang terbatas dan meningkatkan kemandirian pangan. Urban farming penting dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi beberapa masalah lingkungan yang sering muncul di kawasan perkotaan diantaranya polusi udara, pencemaran lingkungan dari limbah industri maupun limbah rumah tangga, dan padatnya pemukiman yang menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan manfaat program urban farming di kawasan perkotaan yaitu di Kelurahan Kutisari, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif (mix methods). Metode pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, kuesioner, perhitungan data di lapangan, dan literatur terkait. Unit analisis pada penelitian yaitu komunitas urban farming sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan responden dalam penelitian dilakukan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran komunitas terhadap manfaat program urban farming berada pada kategori tinggi. Hal tersebut didukung dari hasil perhitungan produktivitas lahan yang mengalami peningkatan dari 0,8 kg/m² menjadi 2,7 kg/m² setelah melaksanakan kegiatan. Hasil produksi kegiatan terdiri dari beberapa komoditas yaitu bawang merah, terong ungu, cabai, tomat, pakcoy, melon, selada, dan samhong. Pengetahuan komunitas juga mengalami peningkatan dari 55% menjadi 70% yang diukur melalui pre-test dan post-test. Kegiatan urban farming selain dapat menyediakan hasil produk pertanian sebagai bahan pangan, juga dapat membantu mengurangi pengeluaran konsumsi kebutuhan keluarga. Kegiatan tersebut dapat menunjang sebanyak 26% dari total kebutuhan sayur per bulan.

Page 1 of 2 | Total Record : 11