cover
Contact Name
Dr. Lilik Ariyanto, S.Pd., M.Pd.
Contact Email
lilikariyanto@upgris.ac.id
Phone
+6281325457116
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Pendidikan Matematika, IPA, dan Teknologi Informasi
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : 26853892     DOI : -
Core Subject : Education,
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu di ranah matematika dan pendidikan. Lingkup dari fokus utama tersebut meliputi pendidikan dan terapan.
Articles 531 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Flipped Classroom Berbantuan Lumi Education Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa Maknun, Luluil; Azizah, Dewi
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 4 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i4.27953

Abstract

This study aims to analyze the differences in students’ mathematical problem-solving abilities and learning independence between students taught using the Lumi Education-assisted flipped classroom model and students taught using the expository model on the topic of sequence and series applications. This research employed a quasi-experimental design with a quantitative approach, using a non-equivalent posttest-only control group design. The research sample was selected using cluster random sampling technique, with class XI Hosfour 1 as the experimental group and class XI Hosfour 2 as the control group. Data analysis was conducted using the R program, employing Hotelling's T² test for multivariate analysis, and Mann-Whitney and Independent T-test for univariate analysis. The results showed that: 1) there was a significant simultaneous difference between the two groups, with a p-value = 1.028×10⁻⁵ 0.05, 2) there was a significant difference in mathematical problem-solving ability, with a p-value = 2.348×10⁻⁵ 0.05, and 3) there was no significant difference in learning independence, with a p-value = 0.684 0.05. This study concludes that the Lumi Education-assisted flipped classroom model has a significant effect on mathematical problem-solving ability, while it has no significant effect on learning independence.
Studi Etnomatematika pada Ornamen dan Konstruksi Jembatan Musi VI sebagai Representasi Kearifan Lokal Irfansyah, Hastin Nur; Arfinanti, Nurul
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i1.25625

Abstract

Ethnomathematics can create enjoyable and meaningful learning for students. Ethnomathematics not only improves understanding of mathematical concepts but also fosters a love for one's own culture. This study aims to explore the cultural elements and mathematical concepts found in the Musi VI Bridge. The research method used was qualitative research using a literature review, document study, observation, and interviews. The results of the analysis and discussion show that the Musi VI Bridge contains cultural and mathematical concepts known as ethnomathematics. Mathematical elements such as geometry, including isosceles triangles, circles, semicircles, squares, rectangles, and blocks, were found. In addition to mathematical elements, the Musi VI Bridge serves as a connector between the Seberang Ulu and Seberang Ilir areas in the city of Palembang.
Evaluasi Program Matematika Kabematsuh di SDN 10 Sungai Selan (Model CIPPO) Suryadin, Asyraf; Safitri, Ritanti; Anggreini, Ochi
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i1.26259

Abstract

Evaluasi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran matematika kabematsuh di sekolah dasar dengan menggunakan model evaluasi CIPPO (Context, Input, Process, Product, and Outcome). Program matematika ini perlu dievaluasi untuk mengetahui apakah tujuan utamanya, yaitu meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa, benar-benar tercapai. Evaluasi juga dilakukan untuk mengidentifikasi kendala seperti rendahnya kehadiran, minimnya pemahaman siswa, serta keterbatasan sarana, sehingga program dapat diperbaiki dan dikembangkan. Selain itu, karena program belum memiliki SK resmi, evaluasi diperlukan sebagai dasar pertimbangan keberlanjutan dan pengembangan menjadi program sekolah. Evaluasi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara dengan pendekatan evaluatif. Populasi dalam evaluasi ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI SD Negeri 10 Sungai Selan, dengan sampel evaluasi adalah berjumlah tiga puluh siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan mencangkup; (1) Observasi yang dilakukan untuk melihat kondisi aktual implementasi kebijakan di lapangan; (2) Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah dan naras umber penting lainnya untuk mendapatkan informasi tambahan; (3) Dokumentasi yang digunakan untuk memperkuat hasil evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Program Matematika kebematshu di SD 10 Sungai Selan efektif meningkatkan kemampuan dasar numerasi dan minat belajar siswa kelas V dan VI. Program ini berjalan sesuai tujuan meskipun menghadapi kendala kehadiran dan pemahaman awal siswa.
Optimasi Keuntungan Produksi Kue Kering Nastar dan Semprit Menggunakan Metode Simpleks dan Aplikasi POM-QM Putri, Nadine Aliza; Puspita, Fitri Maya; Octarina, Sisca
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i1.25497

Abstract

Usaha kue kering rumahan "Dapur Ma’Ina" menghadapi persaingan ketat dan keterbatasan alokasi bahan baku harian, sehingga sulit menentukan kombinasi produksi yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan program linier guna menghitung kombinasi produksi optimal kue nastar dan semprit yang memberikan keuntungan maksimum. Metode yang diaplikasikan adalah Program Linier dengan penyelesaian menggunakan perhitungan manual Metode Simpleks dan divalidasi menggunakan perangkat lunak POM-QM, menggunakan data primer berupa resep, ketersediaan bahan, dan keuntungan dari usaha "Dapur Ma’Ina". Hasil perhitungan menunjukkan keuntungan maksimal yang dapat diperoleh adalah sebanyak Rp 1.050.000, dengan kombinasi produksi optimal yang disarankan adalah 3 resep Nastar dan 2 resep Semprit. Bagi peneliti berikutnya, dianjurkan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menyertakan variabel kendala lain seperti waktu produksi atau tenaga kerja. The home-based pastry business 'Dapur Ma'Ina' faces tight competition and limited daily raw material allocation, making it difficult to determine the right production combination to maximize profit. This research aims to apply linear programming to calculate the optimal production combination of nastar and semprit cakes that yields maximum profit. The method used is Linear Programming, solved using manual Simplex Method calculations and validated using POM-QM software, utilizing primary data including recipes, material availability, and profit from the 'Dapur Ma'Ina' business. The calculation results show that the maximum achievable profit is Rp 1,050,000, with the optimal production combination recommended being 3 Nastar recipes and 2 Semprit recipes. For future researchers, it is suggested to expand this research by adding other constraint variables, such as production time or labor.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Eksponen Ditinjau dari Self-Regulated Learning Nurhayati, Uhti Hafida; Aziz, Abdul; Purnomo, Eko Andy
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i1.26110

Abstract

Penelitian ini merujuk pada anaisis kemampuan pemecahan masalah materi eksponen dikaji dari sisi tingkat Self-Regulated Learning (SRL). Metode yang diimplementasikan ialah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan tiga instrumen utama: tes pemecahan masalah berbasis indikator Polya, kuesioner SRL yang mencakup aspek-aspek mulai dari perencanaan hingga refleksi, dan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi strategi berpikir siswa. Subjek pada penelitian ini berjumlah 30 siswa SMA yang telah mendapatkan materi eksponen dan dipilih meggunakan teknik purpose sampling. Hasilnya 16 siswa berada pada kategori rendah dalam penerapan SRL. Sebanyak 9 siswa tergolong SRL sedang, sedangkan hanya 5 siswa yang masuk golongan tinggi. Situasi ini memperlihatkan adanya perbedaan yang jelas antara siswa dengan tingkat SRL tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan SRL tinggi mampu menguasai indikator pemecahan masalah secara menyeluruh. Kemudian Siswa dengan SRL sedang menguasai sebagian dari indikator pemecahan masalah, seperti memahami masalah dan menyimpulkan hasil dari permasalahan. Sementara siswa dengan SRL rendah hanya mampu melaksanakan perencanaan penyelesaian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan tingkat SRL siswa berbanding lurus dengan peningkatan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah matematika.
Analisis Pemahaman Konsep Murid Ditinjau dari Kesiapan Belajar dalam Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Gradasi Scaffolding Evrihatin, Dita Susi; Rahmawati, Erlita Nur; Herawati, Any; Alifiani, Alifiani
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 4 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i4.27705

Abstract

This study aimed to describe the conceptual understanding of high-, medium-, and low-ability students in Discovery learning based on graduated scaffolding on the topic of future value of annuities (prenumerando and postnumerando). The study employed a descriptive qualitative approach within a Lesson study framework conducted through two cycles (plan–do–see) involving eleventh-grade students at SMA Negeri 3 Malang. Deep analysis was applied to three subjects selected through purposive sampling based on the results of the diagnostic assessment. These three subjects represented three student ability groups: high (10 students), moderate (17 students), and low (8 students).Data were collected through diagnostic assessment, differentiated student worksheets, observations, documentation, and analysis of students’ work. The findings revealed that students’ conceptual understanding varied according to their learning readiness. High-ability students demonstrated flexible deductive–inductive thinking patterns, independently derived formulas, and accurately applied concepts to contextual problems. Medium-ability students showed guided linear thinking patterns through gradual scaffolding, whereas low-ability students exhibited fragmented thinking patterns with a higher dependence on teacher support. The Lesson study results indicated that Cycle 1, which implemented random grouping, was unable to optimally accommodate the diversity of students’ learning readiness, as reflected in uneven participation and the emergence of conceptual errors. Improvements implemented in Cycle 2 through the use of diagnostic assessment, readiness-based grouping, and graduated scaffolding-based worksheets resulted in more equitable student engagement and enhanced conceptual understanding. The findings emphasize that students cannot be treated uniformly. Effective mathematics instruction requires learning-readiness-based differentiation to create more adaptive, meaningful, and inclusive learning experiences that accommodate students’ diverse needs.
Pelabelan Anggun Super Pada Graf Tripartit Komplet K1,m,n Untuk m, n >=1 Putra, Dewa Made Krisna Dharma; Dewi, Putu Kartika; Suparta, I Nengah
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i1.25690

Abstract

Sebuah graf G dengan himpunan titik V(G) dan himpunan sisi E(G) dikatakan memiliki pelabelan anggun super jika terdapat fungsi bijektiff : V(G) U E(G) - {1, 2, 3, ..., |V(G)| + |E(G)|}sedemikian hingga untuk setiap sisi uv dalam E(G) berlaku:f(uv) = |(f(u) - f(v)|.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa graf tripartit komplet K(1,m,n) untuk m,n = 1 memiliki pelabelan anggun super. Metode yang digunakan adalah konstruksi langsung, yaitu dengan memberikan fungsi pelabelan yang memenuhi sifat-sifat pelabelan anggun super pada setiap titik dan sisi graf K(1,m,n).Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk setiap nilai m,n = 1, graf K(1,m,n) dapat dilabeli secara anggun super melalui penentuan label yang sistematis dan terstruktur.
Mathematics Anxiety and Metacognitive Skills: An Analysis of the Relationship among Junior High School Students Sukriyah, Dewi; cholella, Alifvita Nur; nuriyatin, siti
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i1.26393

Abstract

This study aims to determine the relationship between mathematical anxiety and the metacognitive skills of eighth-grade students in linear equation material. This is based on the importance of metacognitive skills in supporting mathematical understanding and problem solving, as well as the influence of anxiety as an affective factor that can inhibit the thinking process. This study used a quantitative approach with a one-shot case study design. The research subjects were 23 eighth grade students at SMP Islam Parlaungan who were selected through purposive random sampling. Data collection was conducted through a mathematics anxiety questionnaire, descriptive tests, and interviews on metacognitive skills. Data analysis used Pearson's correlation test, preceded by normality and linearity tests with the assistance of SPSS. The results showed a weak positive and insignificant relationship between mathematics anxiety and students' metacognitive skills, with a correlation coefficient of 0.303 and a significance value of 0.160. It was also found that some students with high anxiety actually demonstrated good metacognitive skills. This indicates that the relationship between the two variables is not linear and may be influenced by other factors. This study suggests the need for a learning approach that supports students' emotional regulation and reflective thinking skills.
Analisis Kebutuhan Penerapan RME pada Pembelajaran materi matriks di kelas XI Waruwu, Maria Lilis Sartika; Siregar, Budi Halomoan; Sinaga, Rosmelia Elsada; Siagian, Kristiani; Putri, Tasya Alifa
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i1.26061

Abstract

Pembelajaran matriks di sekolah menengah masih menghadapi kendala karena penyajiannya yang cenderung abstrak dan berfokus pada prosedur, sehingga siswa kesulitan memahami konsep secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) untuk meningkatkan pemahaman konsep matriks pada siswa kelas XI SMA Negeri 12 Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi pembelajaran dan penelaahan dokumen pendukung, kemudian dianalisis berdasarkan teori dan temuan penelitian terkait RME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran belum memanfaatkan konteks nyata, tidak menggunakan model konkret, dan kurang memberi ruang eksplorasi, diskusi, serta refleksi. Kondisi ini membuat pemahaman siswa bersifat mekanis dan lemah dalam menyelesaikan masalah kontekstual. Kajian literatur memperkuat bahwa RME mampu membangun pemahaman konseptual melalui konteks autentik, representasi visual, proses matematisasi bertahap, dan interaksi kelas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan RME merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matriks dan mendukung pemahaman siswa secara bermakna.Kata Kunci: Realistic Mathematics Education; matriks; pemahaman konsep; pembelajaran kontekstual.
Analisis Profil Kemandirian Belajar Matematika Mahasiswa Teknik Informatika Menggunakan Algoritma K-Means Clustering Febrinita, Filda; Zaman, Wahid Ibnu; Puspitasari, Wahyu Dwi; Fanderella, Nur Cindy Intan
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 4 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v8i4.27576

Abstract

Student dependence on lecturers in mathematics learning demonstrates a low level of independence, which in turn influences learning outcomes. This study aims to group students by the level of self-regulated learning in mathematics and to describe the characteristics of each group. The study used a quantitative descriptive exploratory design. Data were collected through questionnaires and analyzed using the k-means clustering algorithm and descriptive statistics. The results showed that 18.80% of students were in the low category, with responsibility indicators 78.66%, discipline 54.75%, self-control 80.31%, initiative 56.15%, motivation 73.00%, and self-confidence 67.29%. A total of 53.85% of students were in the medium category, with responsibility indicators 87.89%, discipline 63.94%, self-control 86.30%, initiative 69.95%, motivation 86.03%, and self-confidence 81.80%. Furthermore, 27.35% of students are in the high category with responsibility indicators 97.27%, discipline 82.55%, self-control 97.42%, initiative 87.27%, motivation 97.45%, and self-confidence 95.00%. Based on these results, it can be concluded that the level of student independence in learning mathematics is dominated by the medium category. Students in the high self-regulated learning category have very good abilities in the indicators of responsibility, self-control, motivation, and self-confidence. Meanwhile, in the medium and low categories, the indicators that need improvement are discipline, initiative, and self-confidence.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 3 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2026): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 6 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 5 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 4 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 6 (2024): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 5 (2024): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 4 (2024): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2024): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2024): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2024): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 6 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 5 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 4 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 3 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2023): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 6 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 5 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 4 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 3 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 4, No 1 (2022): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 6 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 5 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 4 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 3 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2021): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 6 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 5 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 4 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 3 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 2, No 1 (2020): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 6 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 5 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 4 (2019): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika More Issue