cover
Contact Name
Lutfiah Ayundasari
Contact Email
lutfiah.ayundasari.fis@um.ac.id
Phone
+6285646664559
Journal Mail Official
jpsi.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26221837     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of history learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2023)" : 15 Documents clear
PELUANG DAN TANTANGAN METAVERSE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH: SEBUAH KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS Alim, Muhammad Rofiul
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p201-215

Abstract

Abstract: The metaverse technology was massively developed in the last decade. The utilization and development of the metaverse in the field of education is considered in line with the concept of society 5.0 and 21st century competencies. Innovation makes the learning process interactive by cultivating critical thinking, communication, creative thinking, and collaboration. The development of the metaverse in the field of education is an effort to present the concept of student center learning. This research method uses a literature review by collecting scientific studies, analyzing, and comparing the use and utilization of the metaverse in education. Data search procedures, data analysis, topic determination, literature review and conclusions related to the opportunities and challenges of the metaverse as a medium for learning history. Data analysis used a literature review with descriptive qualitative. The keywords in the literature search are "Metaverse" and "Learning Media" with a publication period of 2015-2023. The Opportunities for metaverse technology in the world of education have great opportunities to be developed to improve the quality of education. The presence of metaverse technology has challenges such as crime and digital data security and a lack of humanity. This needs to be balanced with an understanding of digital literacy so that it is the center of progress in human-centered society, science and technology. Abstrak:Teknologi metaverse masif dikembangkan dalam dekade belakangan. Pemanfaatan dan pengembangan metaverse dalam bidang pendidikan dinilai selaras dengan konsep masyarakat 5.0 dan kompetensi abad 21. Inovasi menjadikan proses belajar pembelajaran interaktif dengan menumbuhkan critical thinking, communication, creative thinking, and collaboration. Pengembangan metaverse pada bidang pendidikan menjadi upaya menghadirkan konsep pembelajaran student center. Metode penelitian ini menggunakan literature review dengan mengumpulkan kajian ilmiah, menelaah, dan membandingkan penggunaan dan pemanfaatan metaverse pada pendidikan. Prosedur pencarian data, analisis data, penentuan topik, literature review dan kesimpulan terkait peluang dan tantangan metaverse sebagai media pembelajaran sejarah. Analisis data menggunakan literatur review dengan kualitatif deskriptif. Kata kunci dalam pencarian literatur yakni “Metaverse” dan “Media Pembelajaran” dengan rentang waktu publikasi tahun 2015-2023. Peluang teknologi metaverse di dunia pendidikan memiliki peluang besar untuk dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Hadirnya teknologi metaverse memiliki tantangan seperti adanya kejahatan dan keamanan data digital dan kurangnya sisi kemanusiaan. Hal ini perlu diimbangi pemahaman literasi digital sehingga pusat kemajuan pada human-centered society, sains, dan teknologi.
PERSEPSI GURU SEJARAH TERHADAP IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER TOLERANSI PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA KABUPATEN MALANG Santi, Dwijayati Ari Novia; Sayono, Joko; Agung, Dewa Agung Gede
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p440-450

Abstract

Abstract: The Hindu-Buddhist heritage sites in Indonesia, dating back to the kingdom era, bear witness to the diverse religious practices coexisting among the people. These historically significant sites are frequently utilized in history lessons to underscore the nation's tradition of tolerance. However, questions arise about the extent of teachers' awareness regarding the tolerance content within these heritage sites and their effective incorporation of such content into history classes. Recent phenomena, such as children mocking each other and using religious symbols for jokes, emphasize the need for a comprehensive understanding of tolerance in history education. This descriptive qualitative research focuses on exploring history teachers' perceptions of implementing tolerance character education in high schools in SMA Malang Regency, examining their knowledge of tolerance content within Hindu-Buddhist sites in Malang Raya and the teaching methods employed for Hindu-Buddhist material. Conducted through interviews and research documentation with history teachers at SMA Malang Regency, the study ensures data validity through source triangulation. This research also employs data reduction, presentation, and verification in the analysis. The findings reveal that history teachers possess a reasonably good understanding of Hindu-Buddhist heritage sites in Greater Malang. Notably, teachers are knowledgeable about the tolerance content found in sites like Singosari Temple, Sumberawan Stupa, and Jago Temple, connecting this content to architectural features, religious practices of the past, and their relevance to contemporary society. In terms of teaching methods, some history teachers use cooperative learning and contextual teaching, emphasizing the importance of incorporating tolerance character education into the curriculum. All informants unanimously stress the significance of imparting tolerance education in the classroom as a crucial measure to prevent national disintegration, considering Indonesia's diverse conditions.Abstrak:Situs peninggalan Hindu-Buddha di Indonesia yang berasal dari masa kerajaan menjadi saksi beragamnya praktik keagamaan yang hidup berdampingan di kalangan masyarakat. Situs-situs bersejarah yang penting ini sering digunakan dalam pelajaran sejarah untuk menekankan pentngnya tradisi toleransi bangsa Indonesia. Namun, muncul pertanyaan tentang sejauh mana kesadaran guru mengenai konten toleransi dalam situs warisan tersebut dan efektivitas penggabungan konten tersebut ke dalam kelas sejarah. Fenomena terkini, seperti anak-anak yang saling mengejek dan menggunakan simbol agama untuk bercanda, menekankan perlunya pemahaman komprehensif tentang toleransi dalam pendidikan sejarah. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menggali persepsi guru sejarah terhadap penerapan pendidikan karakter toleransi di SMA se-Kabupaten Malang, mengkaji pengetahuan konten toleransi dalam situs Hindu-Buddha di Malang Raya, dan metode pengajaran yang digunakan pada materi Hindu-Buddha. Melalui wawancara dan penelitian dokumentasi dengan guru sejarah SMA Kabupaten Malang, penelitian ini menjamin keabsahan data melalui triangulasi sumber. Penelitian ini juga melakukan reduksi data, penyajian, dan verifikasi dalam analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang situs peninggalan Hindu-Buddha di Malang Raya. Khususnya, para guru memiliki pengetahuan tentang konten toleransi yang terdapat di situs-situs seperti Candi Singosari, Stupa Sumberawan, dan Candi Jago, menghubungkan konten tersebut dengan ciri-ciri arsitektur, praktik keagamaan di masa lalu, dan relevansinya dengan masyarakat kontemporer. Dalam hal metode pengajaran, beberapa guru sejarah menggunakan pembelajaran kooperatif dan pengajaran kontekstual, menekankan pentingnya memasukkan pendidikan karakter toleransi ke dalam kurikulum. Seluruh informan sepakat menekankan pentingnya pendidikan toleransi di kelas sebagai langkah penting untuk mencegah disintegrasi bangsa, mengingat kondisi Indonesia yang beragam.
JARINGAN PERNIAGAAN HITU SEBAGAI BANDAR REMPAH DAN KAJIAN POTENSI PEMBELAJARAN SEJARAH DALAM KURIKULUM MERDEKA UNTUK JENJANG SMK Ersanda, Privera Ajeng; Wahyudi, Deny Yudo
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p264-285

Abstract

Abstract: This study discusses the Hitu spice trade network and studies the potential for learning history in the Independent Curriculum for the SMK level. The writing of this study uses the literature study method by conducting an assessment of various literature in the form of articles, books, scientific journals, and previous studies that is relevant to the topic to be studied. The result of writing this study is that the Maluku Islands have been known as a trade network in the archipelago. The growth of the Hitu spice trading network is related to the creation of interaction and connectivity with local and foreign traders. Having a strategic location, Ambon Island is a place for boats and ships to stop as well as a spice trading market. This is because the Ambon coastal area connects ports or ports in the Maluku Islands which form a local network for trading activities with the main commodities being cloves and nutmeg. With the increasing number of Hitu, this led to the formation of a kingdom known as the Tanah Hitu Kingdom and was formed by the Four Primes. The arrival of the Portuguese to Hitu initially did not have a bad influence, but over time there were differences in interests which led to the Portuguese being expelled from Hitu. Then at the end of the 16th century the arrival of the Portuguese was followed by the Dutch and in 1605 succeeded in subduing the Portuguese and controlling Ambon. In an effort to achieve the learning objectives in the Independent Curriculum, vocational school history subject teachers are required to be able to design learning by utilizing various media and learning models that support the implementation of the Independent Curriculum, namely digital-based learning media and project-based learning models. Thus, the purpose of writing this study was to design an innovative and creative history lesson, and it is hoped that it will create future generations who are educated and able to compete globally in order to advance the quality of education in Indonesia. Abstrak: Kajian ini membahas mengenai jaringan perniagaan rempah Hitu dan kajian potensi pembelajaran sejarah dalam Kurikulum Merdeka untuk jenjang SMK. Penulisan kajian ini menggunakan metode studi pustaka dengan melakukan pengkajian terhadap berbagai literatur baik berupa artikel, buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang akan dikaji. Hasil dari penulisan kajian ini adalah Kepulauan Maluku telah dikenal sebagai jaringan perniagaan di Nusantara. Tumbuhnya jaringan perniagaan rempah Hitu berkaitan dengan terciptanya interaksi dan konektivitas dengan para pedagang lokal dan asing. Memiliki letak yang strategis, Pulau Ambon menjadi tempat singgah perahu dan kapal sekaligus pasar perniagaan rempah. Hal tersebut karena wilayah pesisir Ambon menghubungkan pelabuhan atau bandar di Kepulauan Maluku yang membentuk jaringan lokal bagi aktivitas perniagaan dengan komoditi utama cengkeh dan pala. Dengan semakin ramainya Hitu, maka mendorong terbentuknya suatu kerajaan   yang dikenal dengan Kerajaan Tanah Hitu dan dibentuk oleh Empat Perdana. Kedatangan Portugis ke Hitu pada  awalnya tidak memunculkan pengaruh buruk, namun seiring berjalannya waktu terdapat perbedaan kepentingan yang membuat Portugis terusir dari Hitu. Kemudian pada akhir abad ke 16 kedatangan Portugis disusul oleh Belanda dan pada tahun 1605 berhasil menundukkan Portugis serta menguasai Ambon. Sebagai upaya mencapai tujuan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, guru mata pelajaran sejarah SMK dituntut harus mampu mendesain pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media dan model pembelajaran yang menunjang penerapan Kurikulum Merdeka yakni media pembelajaran berbasis digital dan model pembelajaran berbasis projek. Sehingga, tujuan penulisan kajian ini dilakukan untuk mendesain pembelajaran sejarah yang inovatif dan kreatif, serta diharapkan dapat mewujudkan penerus bangsa yang terdidik dan mampu  bersaing secara global guna memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 BERBASIS AR –VIDECK (AUGMENTED REALITY, VIDEO, KOMIK DIGITAL, PEARDECK, AND QUIZZIZ) Nafi'ah, Ulfatun; Djono, Djono
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p358-373

Abstract

Abstract: History learning is required to produce more innovation to answer the challenges and developments of the industrial revolution 4.0. This is because the students we are dealing with are the digital generation. Therefore, this research aims to produce innovative history learning media based on AR-VIDECK (augmented reality, video, digital comics, peardeck, and quizziz). This research uses the development method carried out by Davidson-Shiver and Rasmunssen. The model was selected based on suitability to appropriate development characteristics in developing AR-VIDECK media with stages 1) Analysis, 2) Evaluation Plan, 3) Simultaneous Design which includes design, system development, testing and Implementation and Formative evaluation. This phase can be done many times up to an indefinite time limit; 4) Full Implementation; 5) Summative Evaluation and Research. The data collection technique is in the form of a questionnaire. The type of data used is qualitative and quantitative data. The instrument used in this research was a questionnaire. The questionnaire created was measured using a scale. The data analysis technique uses qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive analysis. Based on the results of product trials with 92.5% media experts and 95% material experts, the feasibility of AR-VIDECK learning media content is categorized as valid. Abstrak: Pembelajaran sejarah dituntut lebih banyak menghasilkan inovasi untuk menjawab tantangan dan perkembangan revolusi industri 4.0. Hal ini dikarenakan siswa yang dihadapi adalah generasi digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan inovasi media pembelajaran sejarah berbasis AR-VIDECK (augmented reality, video, komik digital, peardeck, dan quizziz). Penelitian ini menggunakan metode pengembangan yang dilakukan oleh  Davidson-Shiver dan Rasmunssen. Model tersebut dipilih berdasarkan kesesuaian terhadap karakteristik pengembangan yang sesuai dalam mengembangan media AR-VIDECK dengan tahapan 1) Analisis, 2) Rencana Evaluasi, 3) Desain Serentak yang meliputi desain, pengembangan sistem, ujicoba dan implementasi dan evaluasi formatif. Fase ini dapat dilakukan berkali-kali hingga batas waktu yang tidak ditentukan; 4) Implementasi Penuh; 5) Evaluasi Sumatif dan Penelitian. Teknik pengumpulan data berbentuk angket. Jenis data yang digunakan data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Angket yang dibuat diukur dengan menggunakan skala. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil uji coba produk kepada ahli media 92,5% dan ahli materi 95% maka kelayakan konten media pembelajaran AR-VIDECK dikategorikan valid.
E-HANDOUT MATERI PERANAN ULAMA MASA PROKLAMASI KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH DAN HASIL BELAJAR SISWA Supriadi, Supriadi; Andayani, Endang Sri
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p216-228

Abstract

Abstract:The problem that arises in the process of learning history is the lack of supporting teaching materials so learning history becomes less interesting. For this reason, it is necessary to develop teaching materials that fit to the characteristics and potential of students at MA Al-Umm. The required teaching materials are e-handouts as  supplement books in history learning. The material focuses on the role of Muslim clerics during the proclamation of independence. This research and development aims to determine the effectiveness of e-handouts in increasing historical awareness and student learning outcomes. Collecting research data through observation, interviews, questionnaires, and tests. Based on the data analysis it was concluded that the e-handout shows valid, effective, practical, and interesting results and can increase historical awareness and student learning outcomes. From the results of expert validation and the teacher's assessment of the e-handout, it was easier for students to understand and most students liked the pictures inserted in this book. Students' interest in material containing the character of Islamic figures in Islamic boarding schools is the main reason for the high interest of students in this product. Therefore, it can be concluded that the product is effective in increasing historical awareness and learning outcomes.  Abstrak:Permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran sejarah adalah kurangnya bahan ajar pendukung sehingga pembelajaran sejarah menjadi kurang menarik. Untuk itu perlu dikembangkan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan potensi siswa di MA Al-Umm. Bahan ajar yang dibutuhkan berupa e-handout sebagai buku pelengkap dalam pembelajaran sejarah. Materi berfokus pada peran ulama Muslim selama proklamasi kemerdekaan. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-handout dalam meningkatkan kesadaran sejarah dan hasil belajar siswa. Pengumpulan data penelitian melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Berdasarkan analisis data disimpulkan bahwa e-handout menunjukkan hasil yang valid, efektif, praktis, dan menarik serta dapat meningkatkan kesadaran sejarah dan hasil belajar siswa. Dari hasil validasi ahli dan penilaian guru melalui angket dan observasi yang diberikan terhadap e-handout mendapatkan hasil sangat valid sehingga lebih mudah dipahami siswa. Kemudian melalui wawancara yang dilakukan sebagian besar siswa menyukai gambar yang disisipkan dalam buku ini. Minat santri terhadap materi yang memuat karakter tokoh Islam di pondok pesantren menjadi alasan utama tingginya minat santri terhadap produk ini. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa produk tersebut efektif dalam meningkatkan kesadaran sejarah dan hasil belajar.
PENGEMBANGAN BUKU TEKS PELAJARAN BERBASIS SEJARAH LOKAL KESULTANAN KUTARINGIN DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR DAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK KELAS X SMKN 1 PANGKALAN BANTENG Setiyowati, Cici; Sapto, Ari; Leksana, Grace
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p286-299

Abstract

Abstract: Learning using an environment-based approach is urgently needed in the current Merdeka curriculum. In history subjects, one of them is by utilizing local history as teaching materials in schools. However, from the findings of problems at SMKN 1 Pangkalan Banteng, many students do not know their local history because they have obstacles in learning local history such as lack of internet access, lack of reading materials on local history, and living places that are far from historical sites. Next is also the lack of social attitudes of students in the aspects of mutual cooperation and self-confidence. Based on the findings of these problems, a teaching material was developed in the form of a textbook based on local history using historical studies of the Kutaringin Sultanate, and to know the effect on learning outcomes and social attitudes. This development uses the Dick & Carey research and development method which has 10 research steps. In the research conducted starting from the validation test, individual test, small group test, and usage test, it was found that the history textbook with the title Sejarah Kesultanan Kutaringin was valid and feasible to use. As for its influence on learning outcomes and social attitudes, especially in the aspects of cooperation and self-confidence, It was discovered that the textbook might enhance student social attitudes and learning results in the areas of collaboration and confidence, so that the history textbook with the title Sejarah Kesultanan Kutaringin was appropriate. used in secondary level schools, Tenth Grade students in West Kotawaringin Regency and can be mass-produced.Abstrak:Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan berbasis lingkungan sangat diperlukan pada Kurikulum Merdeka saat ini. Pada mata pelajaran sejarah salah satunya adalah dengan memanfaatkan sejarah lokal sebagai bahan ajar di sekolah. Namun dari temuan masalah di SMKN 1 Pangkalan Banteng, banyak peserta didik yang belum mengetahui sejarah lokalnya karena memiliki kendala dalam belajar sejarah lokal seperti kurangnya akses internet, kurangnya bahan bacaan mengenai sejarah lokal, dan tempat tinggal yang terpaut jauh dari situs sejarah. Berikutnya juga kurangnya sikap sosial peserta didik pada aspek gotong-royong dan percaya diri. Berdasarkan temuan masalah tersebut dikembangkan sebuah bahan ajar dalam bentuk buku teks pelajaran berbasis sejarah lokal dengan menggunakan kajian sejarah Kesultanan Kutaringin dan untuk diketahui pengaruhnya terhadap hasil belajar dan sikap sosial. Pengembangan ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Dick & Carey yang memiliki 10 langkah penelitian. Pada penelitian yang dilakukan mulai dari uji validasi, uji perorangan, uji kelompok kecil, dan uji pemakaian didapatkan hasil bahwa buku teks pelajaran Sejarah Kesultanan Kutaringin valid dan layak digunakan. Adapun pengaruhnya terhadap hasil belajar dan sikap sosial khususnya dalam aspek kerjasama dan percaya diri, didapatkan hasil bahwa buku teks tersebut dapat meningkatkan hasil belajar dan nilai sikap sosial siswa dalam aspek gotong-royong dan percaya diri, sehingga buku teks pelajaran Sejarah Kesultanan Kutaringin layak digunakan di sekolah-sekolah tingkat menengah khususnya kelas X di Kabupaten Kotawaringin Barat dan bisa diproduksi secara massal.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERDASARKAN SEJARAH KURIKULUM DI INDONESIA: SEBUAH SUDUT PANDANG TEORI BELAJAR Hasan, Hasan; Kuswandi, Dedi; Thaariq, Zahid Zufar At
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p374-402

Abstract

Abstract: This study presents a theoretical framework for instructional management in Indonesia, taking into account the historical context of curriculum development and aligning it with the principles of sustainable development goals. Instructional management plays a crucial role in optimizing resources to achieve instructional objectives, and its significance is closely tied to the historical evolution of the curriculum in Indonesia. We examine the instructional management practices employed throughout the history of the curriculum in Indonesia, starting from the Rentjana Pelajaran in 1947 to the implementation of the Merdeka Curriculum since February 2022. By adopting a historical approach, we provide a narrative exploration of instructional management. This article uncovers insights into the theoretical shifts in learning approaches based on the established policies. Furthermore, the curriculum journey in Indonesia has been predominantly influenced by behavioristic learning theory. However, recent curriculum developments have embraced the principles of sustainable development goals. As a result, this article can serve as a valuable reference for teachers seeking guidance on effective instructional management in the classroom.Abstrak: Studi ini menyajikan kerangka teori untuk manajemen pembelajaran di Indonesia, dengan mempertimbangkan konteks historis pengembangan kurikulum dan menyelaraskannya dengan prinsip-prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan. Manajemen pembelajaran memainkan peran penting dalam mengoptimalkan sumber daya untuk mencapai tujuan pembelajaran, dan signifikansinya terkait erat dengan evolusi historis kurikulum di Indonesia. Kami meneliti praktik manajemen pembelajaran yang digunakan sepanjang sejarah kurikulum di Indonesia, mulai dari Rentjana Pelajaran pada tahun 1947 hingga implementasi Kurikulum Merdeka sejak Februari 2022. Dengan mengadopsi pendekatan historis, kami memberikan eksplorasi naratif tentang manajemen pembelajaran. Artikel ini mengungkap wawasan tentang pergeseran teoritis dalam pendekatan pembelajaran berdasarkan kebijakan yang ditetapkan. Lebih jauh lagi, perjalanan kurikulum di Indonesia sebagian besar dipengaruhi oleh teori pembelajaran behavioristik. Namun, perkembangan kurikulum baru-baru ini telah merangkul prinsip-prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, artikel ini dapat menjadi referensi yang berharga bagi para guru yang mencari panduan mengenai manajemen pembelajaran yang efektif di kelas.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Agung, Rendi Marta; Septianingsih, Sumiyatun; Jazimah, Ipong
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p229-238

Abstract

Abstract: The development of the 21st century presents challenges for the education sector to produce globally competitive human resources. One crucial demand in 21st-century learning is the cultivation of character. Character is a key aspect in education, and one of them is the character of love for one's homeland. National education in Indonesia faces complexity in addressing students' character issues, including the lack of love for the homeland character among students. This research aims to find appropriate solutions, identify root problems, and discover ways to strengthen the character of love for the homeland among students. The method used is qualitative research with a phenomenological approach, aiming to understand and study human life experiences and seek the essence of those experiences. The research findings show that character encompasses values that govern all aspects of life. The formation of the character of love for the homeland is vital for nation-building. Nationalism and love for one's homeland reflect loyalty, concern, and appreciation for the country and its culture. History education is considered a means to instill nationalism and love for the homeland values in students. Proper history learning can develop a sense of nationalism and love for one's homeland. Teachers play a crucial role in the success of history learning and the formation of the character of love for the homeland in students. By integrating effective history learning and the cultivation of the character of love for the homeland, it is hoped that students will become citizens with a nationalist spirit, caring for their nation and ready to face future challenges. Abstrak: Perkembangan abad ke-21 menghadirkan tantangan bagi dunia pendidikan untuk menghasilkan SDM yang kompetitif secara global. Salah satu tuntutan penting dalam pembelajaran abad ke-21 adalah pembentukan karakter. Karakter menjadi aspek kunci dalam pendidikan, dan salah satunya adalah karakter cinta tanah air. Pendidikan nasional di Indonesia menghadapi kompleksitas dalam mengatasi masalah karakter siswa, termasuk rendahnya karakter cinta tanah air pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi yang sesuai, mengidentifikasi akar masalah, dan menemukan solusi untuk menguatkan karakter cinta tanah air pada siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yang bertujuan untuk memahami dan mempelajari pengalaman hidup manusia serta mencari hakikat pengalaman tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang meliputi segala aspek kehidupan. Pembentukan karakter cinta tanah air sangat penting dalam pembangunan bangsa. Nasionalisme dan cinta tanah air mencerminkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan terhadap negara dan budaya bangsa. Pendidikan sejarah dianggap sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air pada siswa. Pembelajaran sejarah yang tepat dapat mengembangkan semangat nasionalisme dan cinta pada tanah air. Guru memiliki peran krusial dalam keberhasilan pembelajaran sejarah dan pembentukan karakter cinta tanah air pada siswa. Dengan mengintegrasikan pembelajaran sejarah yang efektif dan pembentukan karakter cinta tanah air, diharapkan siswa akan menjadi warga negara yang berjiwa nasionalis, peduli terhadap bangsa dan negaranya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-MODUL BERBASIS CANVA MATERI MANUSIA PURBA INDONESIA UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X IPS 5 DI SMAN 1 SUMBERPUCUNG MALANG Swastika, Aprilia Iva; Jati, Slamet Sujud Purnawan
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p300-321

Abstract

Abstract: This research aimed to develop and test the effectiveness of using an e-module developed using Canva as an instructional aid for teaching about early humans in the Indonesian archipelago. This research used Sugiyono’s 10 stages of research and development (R&D). In this study, we developed an instructional aid using Canva and shared it as links that can be easily accessed using smartphones and laptops. This e-module comprises several main sections: instructions, learning outcomes and objectives, conceptual maps, textual contents, pictures, photos, videos, and assessments. Based on reviews by content and media experts, this e-module is valid at school. The results from the small-group and large-group trials confirmed the effectiveness of the e-module developed in this study. The data obtained from this research demonstrate that the e-module developed using Canva about the early humans in the Indonesian archipelago is valid and very effective as an instructional medium in history learning. Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengembangkan dan menguji keefektifan penggunaan e-modul yang dikembangkan dengan menggunakan Canva sebagai alat bantu pengajaran tentang manusia purba di Indonesia. Penelitian ini menggunakan 10 tahap penelitian dan pengembangan (R&D). Pada penelitian ini, peneliti mengembangkan alat bantu pembelajaran dengan menggunakan Canva dan membagikannya dalam bentuk tautan yang dapat diakses dengan mudah menggunakan smartphone dan laptop. E-modul ini terdiri dari beberapa bagian utama yaitu petunjuk, hasil dan tujuan pembelajaran, peta konsep, isi teks, gambar, foto, video, dan penilaian. Berdasarkan ulasan ahli isi dan ahli media, e-modul ini valid untuk digunakan di sekolah. Hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar menegaskan efektivitas e-modul yang dikembangkan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan menggunakan Canva tentang manusia purba di Indonesia sangat valid dan sangat efektif sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran sejarah.
POTENSI MUATAN SEJARAH LOKAL PERJUANGAN ABDUL MANAN WIJAYA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DI MALANG 1945-1948 PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KURIKULUM MERDEKA Setia, Nanda; Ayundasari, Lutfiah
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p403-418

Abstract

Abstract: History learning is often embedded with negative stigma due to the lack of approach to student’s environment. Local history content can be a means of teaching environmentally-oriented history. The Merdeka Curriculum provides an opportunity integrate local history content in learning. The purpose of this study is (1) to describe the potential for local content in history learning in the Merdeka Curriculum, (2) to describe Abdul Manan Wijaya's struggle to defend independence in Malang 1945-1948 as local history content and, (3) to integrated the material raised can be into the Merdeka Curriculum. This article was written using literature study. The results of the research show that local history content is one of the learning achievements that students must master and the material on Abdul Manan Wijaya's struggle to defend independence in Malang 1945-1948 has the potential to be integrated into history learning because it explains the form of the Indonesian people's struggle in an effort to maintain independence which is also appropriate with the scope of material in Phase F.Abstrak:Pembelajaran sejarah identik dengan stigma negatif karena kurangnya pendekatan dengan lingkungan. Muatan sejarah lokal dapat menjadi sarana untuk mengajarkan pembelajaran sejarah berwawasan lingkungan. Kurikulum Merdeka memberikan posisi tersendiri terkait perlunya pembelajaran dengan mengintegrasikan muatan sejarah lokal. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan potensi muatan sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah pada Kurikulum Merdeka, (2) mendeskripsikan perjuangan Abdul Manan Wijaya dalam mempertahankan kemerdekaan di Malang 1945-1948 sebagai muatan sejarah lokal dan, (3) mengintegrasikan materi muatan sejarah lokal yang diangkat pada Kurikulum Merdeka. Penulisan artikel ini menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa muatan sejarah lokal menjadi salah satu capaian pembelajaran yang harus dikuasai siswa dan materi perjuangan Abdul Manan Wijaya dalam mempertahankan kemerdekan di Malang 1945-1948 berpotensi untuk diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah karena menjelaskan tentang bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya membertahankan kemerdekaan yang sesuai dengan lingkup materi pada Fase F.

Page 1 of 2 | Total Record : 15