cover
Contact Name
Frenta Helena Simaibang
Contact Email
frentaelenasimaibang@gmail.com
Phone
+628119114381
Journal Mail Official
ojslppmumht@gmail.com
Editorial Address
Kampus A Universitas Mohammad Husni Thamrin Jl. Raya Pondok Gede No. 23 - 25 Kramat Jati
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 23019255     EISSN : 26561190     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan is one of the online-based scientific periodic published by the Institute for Research and Community Service at Universitas Mohammad Husni Thamrin. This journal accepts articles or scientific papers that focus on health issues. This journal will be publishes biannually, in March and September.
Articles 512 Documents
The Effectiveness of Dark Chocolate Consumption on Dysmenorrhea in Adolescent Girls at SMK Widya Nusantara (Office Management in Business Institutions): Efektivitas Konsumsi Dark Chocolate Terhadap Dismenorea Pada Remaja Putri SMK Widya Nusantara (Manajemen Perkantoran Lembaga Bisnis) Dea Okta Viantri; Simanjuntak, Farida Mentalina; Lumban Siantar, Rupdi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2291

Abstract

Background : Dysmenorrhea is menstrual pain where this condition causes pain in the lower abdomen. Dysmenorrhea is caused by uterine contractions. Condition It often causes pain irregularly and feels strong that can interfere with daily activities. According to Riskesdas, in 2018 the prevalence of dysmenorrhea reached 107,673 people (64.25%), consisting of primary dysmenorrhea reaching 59,671 people (54.89%) and 9,496 people (9.36%) who experienced secondary dysmenorrhea.(Kemenkes RI, 2018). Treatment of dysmenorrhea can be done by non-pharmacological complementary therapy, one of which is by consumption dark chocolate. Methods : To determine the Effectiveness of Dark Chocolate Consumption on Dysmenorrhea in Adolescent Girls of SMK Widya Nusantara. Purpose : To determine the effectiveness of dates on hemoglobin levels in pregnant women with anemia at Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi 2024. Method: Using a quasi-experimental research design with a pre-test and post-test two-group design. The sample in this study amounted to 30 respondents. 15 respondents who consumed dark chocolate and 15 control respondents. The sampling technique uses purposive sampling. The research instrument used a numeric rating scale sheet. Result: Based on the results of the wilcoxon test in the intervention group, a probability value (P value) of 0.002 (p < 0.05) was obtained. In the control group, a probability value (P value) of 1,000 (p >0.05) was obtained. Conclusion : There is an Effectiveness of Dark Chocolate Consumption on Reducing Dysmenorrhea in Adolescents of SMK Widya Nusantara Keywords : Adolescent Women, Dysmenorrhea, Dark Chocolate
Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Bells’s Palsy Dengan Menggunakan Modalitas Electrical Stimulation, Massage Dan Terapi Latihan di RS Muhammadiyah Lamongan Fajrunnajah, Amalya; Nugraha, Dimas Arya; Kurnianing Putri, Aulia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2300

Abstract

Latar belakang:  Bell’s palsy adalah kelemahan wajah yang unilateral yang timbul dengan cepat dan memiliki gejala yang sangat luas karena tingkat keterlibatan syaraf wajah yang bervariasi. Di Indonesia kejadian bell's palsy sekitar 40-70% dari seluruh kelumpuhan saraf fasialis perifer akut, prevalensi rata-rata berkisar 10-30% per 100.000 penduduk per tahun). Kelumpuhan saraf wajah perifer unilateral sangat membahayakan kualitas hidup pasien, menimbulkan konsekuensi psikologi, seperti rendahnya harga diri, isolasi sosial, kecemasan, dan depresi. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penetalaksanaan fisioterapi dalam meningkatkan kekuatan otot, dan mengembalikan aktivitas fungsional pada kasus bell’s palsy dengan menggunakan modalitas electrical stimulation, massage dan terapi latihan. Metode: Studi kasus ini dilakukan di Rs Muhammadiyah Lamongan terhadap pasien A berusia 47 tahun dengan diagnosa bell’s palsy dextra dengan menggunakan electrical stimulation, massage, terapi latihan Hasil: Setelah dilakukan 5 kali terapi, didapatkan hasil ada peningkatan fungsional menggunakan skala ugo fichs, dan hasil kekuatan otot menggunakan MMT (manual muscle testing). Kesimpulan: Electrikal stimulation, massage, terapi latihan dapat mengembalikan aktifitas fungsional pasien bell’s palsy dextra
Comparison of Global Rating Assessment Between Examiners and Simulated Patients on Communication Skills with OSCE Scores: Perbandingan Penilaian Global Rating Antara Penguji dan Pasien Simulasi Pada Keterampilan Komunikasi Dengan Nilai OSCE Waty, Wenny; Hutagalung, Albert Rodney; Tih, Fen; Sanjaya, Ardo; Gunadi, Julia Windi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2303

Abstract

Introduction: In the field of medical education, the evaluation process of communication and clinical skills training is known as Objective Structured Clinical Examination (OSCE). OSCE can be assessed using the global rating method, which is a method of subjective evaluation by examiners and standardized patients of student performance. Objective: The study aims to examine the relationship between the subjectivity of examiners and standardized patients in OSCE scores using the global rating method. Methods: The study involved 985 students from the Faculty of Medicine at Maranatha Christian University who participated in the Local OSCE from December 2021 until January 2022. Secondary data were analyzed using logistic regression in SPSS software and presented in tables and multivariate analysis. Results: The global rating assessment by examiners showed a significant relationship with OSCE scores (p<0.001), while the global rating assessment by standardized patients did not show a significant relationship with OSCE scores (p>0.05). This indicates that the evaluation by examiners has a greater influence on OSCE results compared to the assessment by standardized patients. Recommendations: More comprehensive training is needed for standardized patients in conducting assessments using the global rating method to minimize bias. Furthermore, future research is recommended to explore other factors that may influence OSCE assessments to improve the validity and reliability of the evaluation.
Identifikasi Mikroplastik Pada Sedimen di Perairan Sungai Musi Wilayah Kabupaten Banyuasin Aisyah Umayah, Siti; Windusari, Yuanita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2309

Abstract

Mikroplastik berbahaya bagi kesehatan karena sifat karsinogenik nya. Mikroplastik dengan ukuran lebih besar atau cenderung berat itu mudah mengendap di dasar perairan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengidentifikasi mikroplastik pada sedimen di perairan sungai musi wilayah Kabupaten Banyuasin dan juga kurangnya data membuat penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan penetapan titik lokasi sampel air secara purpossive sampling sebanyak 250-500 gram pada bagian dasar perairan dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 100 ml sampel sedimen ditemukan variasi mikroplastik yang berbentuk film (1 partikel), fiber (1 partikel), dan fragmen (4 partikel). Bentuk mikroplastik yang lebih sering ditemukan yaitu fragmen sebanyak 4 partikel. Variasi warna mikroplastik yaitu warna hitam, coklat dan merah muda, dengan warna mikroplastik yang lebih sering ditemukan adalah warna coklat dengan jumlah 4 partikel. Untuk ukuran mikroplastik diperoleh sebanyak 6 ukuran, dari yang terkecil yaitu fragmen berukuran 650,90 μm sampai dengan yang terbesar yaitu fragmen berukuran 1884,15 μm. Identifikasi mikroplastik pada sedimen di Perairan Sungai Musi (hilir) wilayah Kabupaten Banyuasin menunjukkan variasi mikroplastik berbentuk fiber, film dan fragmen. Analisis menunjukkan bahwa warna mikroplastik terdiri dari berbagai warna diantaranya hitam, coklat dan merah muda dengan warna mikroplastik yang lebih sering ditemukan yaitu warna coklat dengan jumlah 4 partikel. Untuk rata-rata ukuran dari 6 partikel mikroplastik yaitu 1062,03 μm.
The Role of Home Care in Nutritional Management of Gerd Patients with Weight Faltering: Peranan Home Care Dalam Penatalaksanan Gizi Pasien Gerd Dengan Weight Falteringt Sari Alam, Tri Panuji; Ipa, Agustian; Hendrayati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i1.2315

Abstract

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) pada anak dapat menyebabkan asupan makanan yang tidak memadai, berpotensi mengakibatkan weight faltering dan malnutrisi. Studi kasus ini melibatkan seorang anak laki-laki berusia 4 tahun 11 bulan yang didiagnosis dengan GERD dan weight faltering, dengan status gizi BB/U -1,48 SD, TB/U -2,11 SD, dan BB/TB -0,29 SD. Keluhan utama meliputi mual, demam, sakit perut, dan penurunan nafsu makan. Diagnosa gizi mencakup asupan oral yang inadekuat, gangguan fungsi gastrointestinal, serta kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi. Intervensi dilakukan untuk meningkatkan asupan makanan hingga 80% kebutuhan harian melalui diet MB DL3 Rendah Lemak 1500 kkal. Bentuk intervesi yaitu edukasi informal keluarga mengenai pemilihan makanan dan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal seperti nugget ikan lele dan puding pisang. Monitoring selama 14 hari menunjukkan peningkatan asupan makanan, kenaikan berat badan 0,7 gram, serta perubahan tinggi badan dan lingkar lengan atas. Kesimpulannya, peningkatan asupan gizi melalui PMT, edukasi gizi secara informal, dan dukungan terapi medis efektif dalam menangani weight faltering pada anak dengan GERD.
Hubungan Kualitas Sumber Daya Manusia Dengan Kinerja Pegawai Non Medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Muhammadiyah Probolinggo Tahun 2024 Oktaviani, Rindy; Rakhmawati, Fitria; Tri Sugiyarti, Anis
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2325

Abstract

Kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas memicu akan rendahnya kinerja pegawai di era yang semakin kompetitif ini sehingga menjadi masalah utama di dalam sebuah instansi seperti rumah sakit yang disebabkan oleh faktor kualitas sumber daya manusia dengan kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas sumber daya manusia dengan kinerja pegawai non medis di RSIA Muhammadiyah Probolinggo Tahun 2024. Penelitian ini termasuk dalam dalam jenis penelitian kuantitatif menggunakan cross sectional study. Pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan data primer disertai kuisioner, sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 70 responden. Analisis data menggunakan uji statistic Spearman’s rho dan hasil uji Spearman’s rho mempunyai p-value 0,041 (ρ < 0,05) bahwa Ha diterima ada hubungan kualitas sumber daya manusia dengan kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 responden yang menilai kualitas sumber daya manusia sebagian besar mengatakan cukup sebesar 60,0% dan yang menilai kinerja pegawai sebagian besar mengatakan cukup sebesar 85,7%. Terdapat hubungan kualitas sumber daya manusia dengan kinerja pegawai non medis di RSIA Muhammadiyah Probolinggo Tahun 2024. Diharapkan bagi rumah sakit perlu mengembangkan beberapa indikator kualitas sumber daya manusia untuk peningkatan kinerja pelayanan rumah sakit agar terpenuhinya kinerja pegawai yang lebih baik
Skrining Talasemia Pada Mahasiswa TLM (D3) Fakultas Ilmu Dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi: Skrining Talasemia Pada Mahasiswa TLM (D3) Fakultas Ilmu Dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi Novilla, Arina; Clarisa, ⁠Tiara Nur; Furqon, Ayi; Romlah, Sitti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2327

Abstract

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2021, diperkirakan bahwa sekitar 20% dari seluruh populasi dunia menderita talasemia beta mayor. Di Indonesia, prevalensi talasemia berkisar antara 6-10%, dan provinsi Jawa Barat mempunyai kasus talasemia mayor tertinggi. Talasemia mayor terjadi akibat perkawinan antara individu yang membawa gen talasemia atau menderita talasemia minor, yang seringkali tanpa gejala, sehingga deteksi dini sangat penting untuk mencegah kelahiran anak dengan talasemia mayor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skrining talasemia menggunakan uji fragilitas osmotic (OTOF/One Tube Osmotic Fragility), hasil positif dilanjutkan dengan penentuan nilai indeks eritrosit, lalu dilanjutkan dengan penentuan Indeks Mentzer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, subjek penelitian adalah mahasiswa TLM (D3) di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi. Berdasarkan hasil penelitian dari 155 mahasiswa TLM (D3), hasil skrining talasemia minor menunjukkan bahwa 10 orang (6%) menunjukkan hasil OTOF positif. Hasil yang positif dilanjutkan pemeriksaan darah lengkap untuk menentukan Indeks Eritrosit, sebanyak 8 orang (80%) memiliki MCV <80 fL dan MCH <27 pg. Hasil MCV dan MCH rendah tersebut kemudian ditentukan nilai Indeks Mentzer dan didapatkan sebanyak 2 orang (25%) memiliki Indeks Mentzer <13. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat 2 orang (1%) yang terindikasi menderita talasemia beta minor, dan disarankan selanjutnya untuk dilakukan pemeriksaan elektroforesis hemoglobin.
Uji Daya Hambat Anti jamur dari Ekstrak Bawang Merah (Allium Cepa L.) dan Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Candida Albicans. Romlah, Sitti; Yulianti, Rika; Septiani, Anggy Candra; Hudli Febrian, Muhammad; Sumirat, Defan Angga; Manansang, Adittya Perwirang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2328

Abstract

Antibiotik biasanya efektif dalam mengobati kandidiasis; namun, dalam praktiknya, resistensi obat semakin m eningkat, sehingga pengobatan menjadi sulit. Pendekatan tambahan untuk mencegah penyalahgunaan obat termasuk penggunaan pengobatan herbal, seperti ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) dan bawang putih (Allium sativum), merupakan bahan yang alami tersedia dengan efek samping yang rendah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimal dan daya hambat bawang putih (Allium sativum), bawang merah (Allium cepa L.), dan kombinasi kedua bahan alami ekstrak terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Ekstrak bawang merah (Allium cepa L.), ekstrak bawang putih (Allium sativum), dan kombinasi kedua ekstrak tersebut pada konsentrasi 50%, 75%, dan 100%, serta kontrol negatif (air suling steril) dan kontrol positif (ketoconazole 2%), digunakan dalam metode penelitian. Metode eksperimen mempunyai tiga konsentrasi berbeda dan dua kali pengulangan. Zona penghambatan lebih sempit dibandingkan kontrol positif (11 mm), menurut data. Pertumbuhan jamur Candida albicans dihambat sebesar 50% 8 mm dengan ekstrak bawang merah (Allium cepa L.), 8 mm ekstrak bawang putih 100%, dan 50% 10 mm ekstrak gabungan pada konsentrasi optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih (Allium sativum), bawang merah (Allium cepa L.), serta kombinasi kedua ekstrak tersebut memiliki sifat antijamur.
Perbandingan Kadar Hemoglobin Menggunakan POCT (Point Care Of Testing) dengan Alat Hematology Analyzer Pada Pasien Normal dan Anemia Fauzi, Anggi; Novilla, Arina; Ningrum, Nining Ratna; Herawati, Iis
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2329

Abstract

Di laboratorium pemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan skrining, penggunaan alat bervariasi salah satunya adalah menggunakan POCT. Alasan penggunaan alat ini karena lebih efisien dibanding hematology analyzer, seperti pengerjaannya lebih mudah karena POCT biasanya bersifat portabel, sehingga bisa digunakan di berbagai lokasi tanpa perlu membawa sampel ke laboratorium pusat sehingga POCT bisa dijadikan alternatif pada kondisi tertentu. Alat POCT biasanya lebih murah untuk dibeli awalnya karena ukurannya yang kecil dan teknologi yang lebih sederhana. Tujuan penelitian ini membandingkan kadar hemoglobin yang diukur memakai alat Point of Care Testing (POCT) dan Hematology Analyzer pada pasien dengan kondisi normal, anemia sedang, dan anemia berat. Metode yang digunakan adalah penelitian komparatif dengan desain cross sectional. Besaran sampel digunakan dalam penelitian ini adalah 40 pasien dibagi secara proporsional menjadi 20 pasien dengan kadar hemoglobin normal, 10 pasien dengan anemia sedang dan 10 pasien dengan anemia berat. Hasil penelitian rerata kadar hemoglobin kategori normal pada POCT adalah 14,37 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 13,95 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia sedang pada POCT adalah 9,45 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 8,77 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia berat pada POCT adalah 6,42 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 5,82 mg/dL. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hasil uji Independent t-test ketiga kategori didapat nilai p value >0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan POCT dengan hematology analyzer. Kata Kunci: Point of Care Testing, Hematology Analyzer, Anemia
Pengaruh Edukasi Gizi menggunakan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang pada Ibu Balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan Kabupaten Kepulauan Anambas: Pengaruh Edukasi Gizi menggunakan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang pada Ibu Balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan Kabupaten Kepulauan Anambas Citra Dinanda; Ratna Mutu Manikam; Nursita Angesti, Annisa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2351

Abstract

Balita termasuk pada kelompok usia yang sangat rentan mengalami permasalahan gizi. Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang balita merupakan hal yang sangat penting agar pemenuhan asupan makanan dan zat gizi dapat tercukupi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada balita dapat melalui edukasi gizi menggunakan media leaflet. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan media leafletterhadap peningkatan pengetahuan gizi seimbang pada ibu balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan Kabupaten Kepulauan Anambas. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment designdengan rancangan pre test and post test with control group design. Populasi penelitian ini adalah ibu balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan. Pengambilan sampel menggunakan metode teknik simple random sampling berjumlah 56 responden. Analisis data univariat menggunakan uji statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan pengaruh pemberian media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan gizi seimbang pada ibu balita (P = 0,000). Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan secara signifikan pada saat pre test (P = 0,540) dan terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan secara signifikan pada saat post test (P = 0,001). Kesimpulan penelitian adalah media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada ibu balita. Saran bagi ibu balita diharapkan pengetahuan tentang gizi seimbang yang meningkat dapat mempertahankan pengetahuan dan mengubah sikap dalam kehidupan sehari-hari mengenai gizi seimbang pada balita usia 24 – 59 bulan.