cover
Contact Name
Dian Trilus
Contact Email
dian.trilus@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hestech@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
ISSN : 2615398X     EISSN : 26223600     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel dengan fokus pada bidang ilmu kesehatan dan aplikasi teknologi dalam bidang medis. Bidang-bidang yang dapat didiskusikan antara lain : (1) Kesehatan Ibu dan Anak, (2) Maternity (Persalinan, Nifas, Kehamilan dan Menyusui), (3) Keluarga Berancana, (4) Promosi Keehatan dan Gaya Hidup, (5) Teknologi Pengolahan Darah (serologi Darah, Manajemen tata kelola kepalangmerahan), (6) Kesehatan Reproduksi, (7) Kesehatan dan Nutrisi, (8) Etika Kesehatan dan Regulasi, (9) Kesehatan Lingkungan dan Ketenagakerjaan, (10) Farmakologi, Radiologi, dan Medical Record.
Articles 198 Documents
Pengaruh Pemanfaatan Alarm Reminder Terhadap Peningkatan Kunjungan Balita Dan Ibu Hamil Di Posyandu Anggraeni, Novi; Jannah, Rohilatul; Risca Wulandari, Umianita; Rosyaria Badrus, Arkha; Rahmawati, Sylvina
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v9i1.11261

Abstract

Abstrak: Cakupan kunjungan ibu dan balita ke Posyandu di Jawa Timur pada tahun 2023 belum mencapai target yang ditetapkan. Di Kabupaten Bangkalan, capaian K6 masih di bawah standar, yaitu hanya 56% dari target 100%. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan jumlah kunjungan Posyandu melalui penggunaan aplikasi pengingat alarm. Metode: Desain penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Populasi adalah balita dan ibu hamil yang terdaftar di wilayah kerja Posyandu Jaddih. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa setelah penggunaan alarm pengingat, jumlah kunjungan ibu hamil meningkat sebesar 60% dibandingkan sebelumnya, dan jumlah anak pada kelompok usia tersebut juga meningkat sebesar 69%. Kesimpulan: Metode Alarm Pengingat cukup efektif dalam meningkatkan pelayanan promotif dan preventif serta kepatuhan pasien terhadap kunjungan Posyandu baik ibu hamil maupun balita di wilayah kerja Posyandu Jaddih.
Kesenjangan dan Kesetaraan dalam Perawatan Persalinan di Masyarakat Pesisir, Pegunungan, dan Perkotaan Diana, Wulan; Widiastutik, Sulenti; Mustalia, Mustalia; Noventi , Iis
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v9i1.11759

Abstract

Kesenjangan akses layanan persalinan masih menjadi tantangan utama dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. Perbedaan karakteristik geografis seperti wilayah pesisir, pegunungan, dan perkotaan berkontribusi terhadap ketimpangan pemanfaatan fasilitas kesehatan saat persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan dan kesetaraan dalam perawatan persalinan berdasarkan wilayah tempat tinggal serta faktor predisposisi, enabling, dan need. Penelitian mengunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari ibu yang melahirkan dalam lima tahun terakhir di wilayah pesisir, pegunungan, dan perkotaan (masing-masing n=15). Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α < 0.05. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara wilayah tempat tinggal dan pemilihan tempat persalinan (p = 0.000). Variabel pendidikan ibu (p = 0.001), pekerjaan ibu (p = 0.028), dan status ekonomi keluarga (p = 0.005) juga berhubungan signifikan dengan pemilihan persalinan di fasilitas kesehatan (p < 0.05). Sementara itu, tingkat pengetahuan kesehatan ibu (p = 0.073) dan jumlah anak (paritas) (p = 0.071) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0.05). Variabel pekerjaan suami tidak dapat dianalis menggunakan uji Chi-Square karena seluruh responden berada pada kategori yang sama. Disparitas spasial dipengaruhi oleh akses transportasi, kondisi geografis, faktor sosial budaya, dan distribusi tenaga kesehatan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan kesenjangan perawatan persalinan masih nyata terjadi antara wilayah terpencil dan perkotaan. Intervensi berbasis komunitas, penguatan kader kesehatan, serta dukungan kebijakan berbasis wilayah diperlukan untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDG) 2030.
Ginger as a Non-Pharmacological Intervention for Dysmenorrhea: Systematic Literature Review herdian putri; ayu rosita; nareswari diska nugraha; Mia Ashari; ellatyas rahmawati tejo putri
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v9i1.11994

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a discomfort during menstruation that occurs due to increased prostaglandins. Dysmenorrhea can reduce individual productivity. Ginger has active compounds that can reduce prostaglandin synthesis. Objective: This study aims to summarize experimental research on the effect of ginger administration on dysmenorrhea. Method: This study used the PRISMA method. Literature searches used several databases (ScienceDirect, crossreff, Google Scholar, willey, pubmed) with inclusion criteria of Indonesian and English, published 2021-2025, experimental research, research subjects in adolescents, and open access journals. Results: A review of 5 eligible articles showed that ginger is more effective than placebo in reducing dysmenorrhea. The majority of articles were pre-experimental. Pain scale measurements used the NRS and VAS scales. Pain scale measurements were carried out before and after the intervention. Conclusion: Ginger has been proven effective in reducing dysmenorrhea. However, there are several shortcomings in.
Hubungan Konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) dengan Derajat Dismenore pada Mahasiswi Kebidanan di Tulungagung Oktaviana Manda Putri; Siti Suciati; Poppy Farasari; Friska Oktaviana
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v9i1.12003

Abstract

Abstrak : Dismenore primer merupakan masalah yang sering dialami perempuan usia reproduksi dan dapat menurunkan kualitas hidup serta produktivitas. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah pola konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) yang cenderung tinggi lemak, gula, dan zat tambahan, sehingga berpotensi memicu inflamasi dan gangguan keseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara konsumsi UPF dengan derajat dismenore primer pada mahasiswi kebidanan di Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain cross-sectional dari 35 responden. Pengukuran konsumsi UPF dilakukan melalui kuesioner FFQ, sedangkan tingkat nyeri diukur menggunakan skala NRS, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola konsumsi UPF tinggi (74,3%) dan sebagian besar mengalami nyeri menstruasi kategori berat (71,4%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel (p < 0,05) dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat (r = 0,933). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan konsumsi UPF sejalan dengan meningkatnya tingkat keparahan dismenore. Dengan demikian, perbaikan pola makan melalui pengurangan konsumsi makanan dapat menjadi salah satu langkah preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan. Abstrak: Dismenore primer adalah kondisi umum di kalangan wanita usia reproduktif yang dapat berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari, kualitas hidup, dan produktivitas. Kebiasaan makan, khususnya konsumsi Makanan Ultra-Olah (UPF) yang sering, diduga berkontribusi terhadap kondisi ini karena kandungan lemak, gula, dan aditifnya yang tinggi, yang dapat memicu peradangan dan ketidakseimbangan hormon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara tingkat keparahan dismenore primer dan konsumsi UPF pada mahasiswa kebidanan Tulungagung. Sebanyak 35 responden berpartisipasi dalam penelitian observasional analitik potong lintang. Kuesioner Frekuensi Makanan (FFQ) digunakan untuk mengukur konsumsi UPF, dan Skala Peringkat Numerik (NRS) digunakan untuk mengukur intensitas nyeri. Uji Chi-Square dan korelasi Spearman digunakan untuk menilai data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki konsumsi UPF yang tinggi (74,3%), dan sebagian besar mengalami nyeri menstruasi yang parah (71,4%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara konsumsi UPF dan tingkat keparahan dismenore (p < 0,05), dengan korelasi positif yang sangat kuat (r = 0,933). Temuan ini menyiratkan bahwa asupan UPF yang lebih banyak dikaitkan dengan dismenore yang lebih parah. Oleh karena itu, meningkatkan kebiasaan makan dengan mengurangi konsumsi makanan olahan dapat menjadi strategi pencegahan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan reproduksi wanita.
Aromaterapi Lavender Sebagai Intervensi Komplementer Untuk Ma-najemen Kecemasan Pada Wanita Pra-Menopause An Nisa Fithri; Eka Yuni Indah Nurmala; Tarni; Miftakhul Maghfirah Ermadona; Arti Wardani; Lilik Winarsi; Siti Kholifah; Ulfa Nur Hidayati; Chintia Kartikaningtias; Nanda Agnesia; Nanik Susanti; Afiatur Rohimah; Rezha Alifia Hildayanti; Eny Rahmawati; Luluk Nur Aini
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Background: Hormonal changes in women during the transition to menopause may increase emotional sensitivity, making them more vulnerable to anxiety. Safe and easily applicable non-pharmacological interventions are therefore needed. Lavender aromatherapy is known to have relaxing and anxiolytic effects. Objective: To examine the effect of lavender in inhaler form on anxiety levels among premenopausal women. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach. Respondents were divided into two groups: an intervention group and a control group. The intervention group received lavender aromatherapy inhalation eight times over four weeks, with a frequency of twice per week, each session lasting 15–20 minutes. Anxiety levels were measured before and after the intervention using a validated instrument. Data were analyzed using a paired t-test. Results: A reduction in anxiety scores was observed in both groups after the study period. In the intervention group, the mean anxiety score decreased from 19.97 ± 4.08 to 11.07 ± 2.92. In the control group, the mean score decreased from 19.17 ± 4.74 to 9.97 ± 2.44. Statistical analysis showed that the reduction in anxiety scores in both groups was significant (p < 0.05). Conclusion: Lavender in aromatherapy inhaler form has potential to reduce anxiety levels in premenopausal women and may be considered a complementary therapy in promotive and preventive women’s health services at the community level Keywords: Anxiety, Lavender, menopause Abstrak Latar Belakang: Perubahan hormonal pada perempuan selama masa transisi menuju menopause dapat meningkatkan sensitivitas emosional sehingga lebih rentan mengalami kecemasan. Intervensi nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Aromaterapi lavender diketahui memiliki efek relaksasi dan anxiolitik. Tujuan: Membuktikan pengaruh lavender dalam sediaan inhaler terhadap rasa cemas pada wanita premenopause. Metode: desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest control group. Responden terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan aromaterapi lavender sebanyak 8 kali selama 4 minggu dengan frekuensi dua kali per minggu, masing-masing selama 15–20 menit. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen yang telah ditentukan. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Menurunan skor kecemasan pada kedua kelompok setelah periode penelitian. Rata-rata skor kecemasan menurun dari 19,97 ± 4,08 menjadi 11,07 ± 2,92 pada kelompok perlakuan . Sementara itu, pada kelompok kontrol skor kecemasan menurun dari 19,17 ± 4,74 menjadi 9,97 ± 2,44. Uji statistik menunjukkan bahwa penurunan skor kecemasan pada kedua kelompok signifikan secara statistik (p < 0,05). Kesimpulan: lavender yang dibuat dalam sediaan aromaterapi memiliki potensi untuk menurunkan tingkat kecemasan pada wanita premenopause dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer dalam upaya promotif dan preventif kesehatan perempuan di layanan kesehatan komunitas. Kata kunci: kecemasan, lavender, menopause
The Relationship between the Effectiveness of Nurses' Therapeutic Communication and the Quality of Inpatient Services Based on Patient Perceptions at Hospital X, Kota Kediri Anggraini Setiyarini; David Raditya Soehartono; Salmaqonita Khusnul Irvani Sari; Sahat Manampin Siahaan; Safari Hasan; Agus Sulistiawan
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v9i1.12007

Abstract

Background: Lack of skills in therapeutic communication can affect the patient's treatment process and impact the quality of services in health facilities. Data collection was carried out through questionnaires, and data analysis used the Chi Square statistical test. The results showed that 57% of respondents indicated that nurses' therapeutic communication was in the good category, and 63% of respondents assessed that the quality of nursing services was also good. The Chi Square test analysis produced a p-value of 0.000, which indicated a relationship between therapeutic communication and the quality of nursing services. Purpose: This study aims to determine whether there is a relationship between the effectiveness of nurses' therapeutic communication and the quality of inpatient services based on patient perceptions at Hospital X, Kediri Regency. Method: This study used a quantitative observational analytical research design with a cross-sectional design. The sampling technique used in this study was the cluster random sampling method. The following are the names of the rooms in this study: Cendana, Flamboyan, Seruni, Melati, Bugenville, Anggrek, and Teratai. Each room was taken 15 samples. The total sample was 105. Results: The results of this study showed that the results of the statistical test p-value were 0.000 (<0.005); it can be concluded that there is a relationship between the effectiveness of nurses' therapeutic communication and the quality of inpatient services based on patient perceptions at Hospital X, Kediri Regency. Conclusion: There is a relationship between the effectiveness of nurses' therapeutic communication and the quality of inpatient services based on patient perceptions at Hospital X, Kediri Regency.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Campak di Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 : Analisis Faktor Risiko Kejadian Campak di Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 nofita sari; Elvanda Helzalia Putri2; Krisnita Dwi Jayanti; Endah Retnani Wismaningsih; Ayu Pangestuti; Anggraini Dyah Setiyarini
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v9i1.12008

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih tingginya angka kasus campak di Jawa Timur yang dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara cakupan imunisasi MR 1, MR 2, pemberian vitamin A, status gizi buruk, dan kepadatan penduduk dengan kejadian suspek campak di Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji korelasi terhadap data sekunder yang bersumber dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh variabel independen tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik terhadap kejadian suspek campak (p > 0,05). Nilai koefisien korelasi ditemukan lemah, yakni MR 1 (-0,180), MR 2 (-0,072), pemberian vitamin A (0,059), status gizi buruk (-0,111), dan kepadatan penduduk (-0,126). Simpulan dari penelitian ini adalah faktor-faktor risiko tersebut tidak berkorelasi langsung dengan jumlah kasus suspek campak pada periode data tersebut, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor lingkungan fisik dan validitas pelaporan data lapangan. Kata Kunci: Campak, Imunisasi MR, Vitamin A, Gizi Buruk, Jawa Timur. ABSTRACT The background of this research is based on the persistently high number of measles cases in East Java, influenced by various health risk factors. This study aims to analyze the correlation between MR 1 and MR 2 immunization coverage, vitamin A supplementation, malnutrition status, and population density with the incidence of suspected measles in East Java Province. The method used is bivariate analysis with correlation tests on secondary data sourced from the East Java Provincial Health Profile. The analysis results showed that all independent variables did not have a statistically significant relationship with the incidence of suspected measles (p > 0.05). The correlation coefficients were found to be weak: MR 1 (-0.180), MR 2 (-0.072), vitamin A supplementation (0.059), malnutrition (-0.111), and population density (-0.126). The conclusion of this study is that these risk factors do not directly correlate with the number of suspected measles cases during the data period, suggesting the need for further research into physical environmental factors and the validity of field data reporting. Keywords: Measles, MR Immunization, Vitamin A, Malnutrition, East Java.
- Integrasi Video Microlearning dan Gamification dalam Pembelajaran Leadership Mahasiswa Kedokteran: A Pre Experimental Study: Indonesia Jesica Mulyadi; Zuhriana K. Yusuf; Riska Nuryana; Sulaiman Putra Nagaring; Sitty Fadhilla Fitrianty Lahay
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v9i1.12149

Abstract

Abstract Background: Digital transformation in medical education has encouraged the implementation of innovative learning methods that are more interactive and student-centered. The integration of video microlearning and gamification is considered capable of improving the effectiveness of leadership learning among medical students through a more flexible, engaging, and participatory learning experience. This study aimed to analyze the effect of integrating video microlearning and gamification on leadership knowledge among medical students. Methods: This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The study was conducted among fourth-semester undergraduate medical students with a total sample of 65 respondents selected using total sampling technique. The intervention consisted of short-duration microlearning videos on transformational leadership theory followed by gamification-based interactive quizzes using the Quizizz platform. Leadership knowledge was measured using a 16-item multiple-choice questionnaire that had been validated (p<0.001) and demonstrated good reliability (Cronbach’s Alpha=0.78). Data were analyzed using a paired t-test with a significance level of p<0.001. Results: Most respondents were female (72%). The findings demonstrated an increase in the mean leadership knowledge score following the intervention. The mean pretest score increased from 9.46 to 15.28 in the posttest, with a mean difference of 5.82. Statistical analysis revealed that the integration of video microlearning and gamification had a significant effect on improving leadership knowledge among medical students (p<0.001). Conclusion: The integration of video microlearning and gamification was effective in improving leadership knowledge among medical students. This technology-based learning approach has the potential to become an innovative strategy for promoting more active, interactive, and student-centered leadership learning in medical education.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 7 No. 1 (2024): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 6 No. 2 (2023): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 6 No. 1 (2023): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 5 No. 2 (2022): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 5 No. 1 (2022): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 2 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 4 No 1 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 4 No. 1 (2021): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 3 No 1 (2020): JURNAL HESTECH VOL.3 NO.1 Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL HESTECH VOL.3 NO.1 Vol. 3 No. 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY) Vol 3 No 2 (2020): J-HESTECH (JOURNAL OF HEALTH EDUCATIONAL SCIENCE AND TECHNOLOGY) Vol. 3 No. 1 (2020): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Hestech Vol 2. No 2 Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Hestech Vol 2. No 2 Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal J-HESTECH vol.2 no.1 Vol 2 No 1 (2019): Jurnal J-HESTECH vol.2 no.1 Vol. 2 No. 2 (2019): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 2 No. 1 (2019): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol 1 No 2 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.2 Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.2 Vol 1 No 1 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.1 Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal J-HESTECH vol.1 no.1 Vol. 1 No. 2 (2018): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) Vol. 1 No. 1 (2018): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology) More Issue