cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
DIFFICULT HELLER MYOTOMY DUE TO PROMINENT LARGE LEFT LIVER LOBE Tarigan T., Tomy Anditia; Rusdi Antara, Gede Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35276

Abstract

Achalasia Esofagus adalah gangguan motilitas esofagus yang ditandai dengan kegagalan peristaltik dan ketidakmampuan sfingter esofagus bagian bawah (LES) untuk relaksasi. Hal ini disebabkan oleh degenerasi pleksus saraf mienterikus pada dinding esofagus. Dalam kasus ini, kami melaporkan seorang pasien laki-laki berusia 24 tahun dengan achalasia esofagus. Tantangan teknis dalam kasus ini adalah adanya lobus hati kiri yang besar dan menonjol. Pasien laki-laki berusia 24 tahun tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Prof. IGNG Ngoerah dengan keluhan utama disfagia. Pasien mengeluhkan kesulitan menelan selama tiga bulan terakhir. Awalnya pasien merasakan ada yang tersangkut setiap kali makan dan minum. Keluhan tersebut memburuk dalam sebulan terakhir hingga pasien tidak dapat menelan makanan padat sama sekali. Pada saat masuk rumah sakit, pasien masih bisa mengonsumsi makanan cair. Tidak ada kelainan yang ditemukan pada pemeriksaan fisik dan hasil laboratorium. Evaluasi oesophagogram menunjukkan hampir total stenosis pada esofagus distal yang mencapai setinggi CV Th12 yang menyebabkan dilatasi pada esofagus proksimal. Hasil tersebut juga menunjukkan adanya dilatasi pada esofagus. Kemudian, pasien menjalani prosedur laparoskopi Heller Myotomy, namun karena adanya lobus hati kiri yang besar dan menonjol, prosedur tersebut diubah menjadi laparotomi dengan Dor fundoplikasi. Pasien mengalami pemulihan tanpa komplikasi selama tindak lanjut. Achalasia esofagus berhasil diatasi dengan Heller Myotomy. Lobus hati kiri yang besar dan menonjol dapat menjadi tantangan dalam prosedur ini.
EVALUASI KESESUAIAN CT NUMBER DAN KUALITAS CITRA PADA PERANGKAT CT SCAN : TINJAUAN LITERATUR DI BERBAGAI FASILITAS KESEHATAN Prasticha, Arlin Welda; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Wikanadi, Ni Nyoman Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35287

Abstract

Teknologi CT scan multislice (Computed Tomography) telah menjadi alat diagnostik utama dalam dunia medis berkat kemampuannya menghasilkan gambar rinci tubuh manusia. Kualitas gambar yang optimal sangat penting untuk akurasi diagnosis dan keselamatan pasien, sehingga pengujian kualitas perangkat secara berkala menjadi krusial. Salah satu langkah utama dalam pengujian ini adalah program Quality Control (QC) yang memastikan perangkat CT berfungsi dengan baik.Tinjauan literatur ini mengkaji lima penelitian yang diterbitkan antara 2014 hingga 2024 mengenai uji kesesuaian pada perangkat CT scan. Fokus utama dari penelitian ini adalah evaluasi akurasi dan keseragaman CT number, yang menggambarkan kepadatan jaringan tubuh dalam gambar CT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas gambar yang dihasilkan sangat bergantung pada akurasi dan keseragaman CT number, yang penting untuk diagnosis yang tepat. Beberapa fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit di Bali dan Padang, menunjukkan bahwa mayoritas perangkat CT scan telah memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan, meskipun beberapa perangkat masih memerlukan kalibrasi ulang.. Simpulan : studi yang melibatkan kelima jurnal mengenai uji kesesuaian CT scan menunjukkan bahwa evaluasi akurasi dan keseragaman CT Number sangat penting untuk memastikan kualitas citra diagnostik yang optimal serta keselamatan radiasi bagi pasien. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, uji kesesuaian CT Number pada perangkat CT scan dilakukan secara berkala di setiap fasilitas radiologi untuk memastikan kualitas citra diagnostik yang optimal dan keamanan radiasi bagi pasien.
PENGARUH VARIASI BERAT BADAN TERHADAP TEMPERATUR TUBUH DAN NILAI SPECIFIC ABSORPTION RATE (SAR) PADA PEMERIKSAAN MRI KEPALA Nakis, Yetri Putri Melani; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Wirajaya, Wayan Angga
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35290

Abstract

Penelitian tentang pengaruh variasi berat badan terhadap temperature tubuh dan nilai SAR pada pemeriksaan MRI kepala dengan menggunakan media kontras ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi berat badan terhadap suhu tubuh dan nilai SAR pada pemeriksaan MRI kepala. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi pasien yang menjalani pemeriksaan MRI kepala di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, dengan total sampel sebanyak 30 sampel. Variasi berat badan bertindak sebagai variabel independen sedangkan suhu tubuh dan nilai SAR bertindak sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan dengan mencatat berat badan, temperature sebelum dan sesudah pemeriksaan serta nilai SAR pada saat melakukan pemeriksaan MRI. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukan nilai p-value variabel variasi berat badan terhadap kenaikan suhu tubuh sebesar <0.001 < 0.05, sedangkan p-value antara variasi berat badan terhadap nilai SAR sebesar 0.041 < 0.05. Berdasarkan analisis data tersebut p value <0.05 maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara variasi berat badan terhadap kenaikan suhu tubuh dan nilai SAR pada pemeriksaan MRI kepala.  
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN TYPHOID FEVER DI RUMAH SAKIT X MEDAN Afifah, Puan Ibni; Sari, Syilvi Rinda; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35298

Abstract

Demam tifoid (tipes) adalah suatu penyakit sistemik yang bersifat akut disebabkan oleh bakteri salmonella typhii. Berdasarkan data dari World Health Organization tahun 2019 terdapat 9 juta kasus demam tifoid setiap tahunnya, tingginya prevalensi kejadian demam tifoid serta dampak yang ditimbulkannya membawa akibat pada tingginya konsumsi obat. Kebutuhan antibiotik di rumah sakit yang meningkat tajam, hal ini memunculkan permasalahan pengobatan yaitu kejadian DRPs. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian Drug Related Problems terhadap kondisi pasien demam tifoid di Rumah Sakit X Medan. Jenis penelitian ini deskriptif non eksperimental dengan menggunakan desain penelitian yang bersifat cross sectional. Pengambilan data secara retrospektif melalui penelusuran rekam medik pasien demam tifoid di Rumah Sakit X Medan. Pada penelitian ini memakai beberapa pengujian meliputi karakteristik pasien, jenis antibiotik yang dipakai, penggunaan obat rasional (POR), dan DRPs pasien demam tifoid. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik pasien demam tifoid diperoleh sejumlah 200 pasien, untuk pemilihan antibiotik yang paling banyak dipakai golongan sefalosporin yaitu obat ceftriaxone sebanyak 867 obat, untuk POR yang kategori tepat diagnosa 189 dan tidak tepat diagnosa 11 pasien, untuk tepat indikasi penyakit 196 dan yang tidak tepat 4 pasien, hasil identifikasi DRPs yaitu terapi obat yang tidak perlu & tidak efektif (8,16%), terapi obat tambahan (38,78%), reaksi obat yang merugikan diantaranya efek samping obat (16,33%) dan interaksi obat (36,73%). Farmasis berkontribusi dalam penyelesaian masalah yang berkaitan dengan manajemen terapi antibiotik pada pasien demam tifoid sehingga pengobatan menjadi optimal.
ANALISIS KUALITATIF KEBUTUHAN PEMBENTUKAN TIM MUTU DAN KETAHANAN KESEHATAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI SCABIES Ramadhani, Isniani; Kristanti, Melly; Krisnanik, Erly; Wahyuni, Yosha Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35320

Abstract

Scabies merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes Scabiei. Indonesia termasuk dalam 5 negara dengan beban scabies tertinggi dan pesantren salah satu tempat yang paling banyak menderita scabies. Untuk mengendalikan penyebaran scabies, diperlukan protokol preventif yang efektif serta tim kesehatan yang paham mengenai mutu dan ketahanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah pesantren sudah mengetahui konsep mutu dan ketahanan kesehatan serta infeksi scabies dan mengetahui apakah perlu dibentuk Tim Mutu dan Ketahanan Kesehatan di Pesantren. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan wawancara terstruktur. Pengolahan data menggunakan software NVivo 12. Dilakukan di Pesantren Darunna’im Yapia, Parung, Bogor. Didapatkan bahwa koding ke delapan responden mempunyai kemiripan (similarity) dengan angka pearson correlation coefficient ≥ 0,7 artinya saling berkorelasi satu sama lain. Kesimpulan yang di dapat tim kesehatan belum mengetahui secara mendalam tentang konsep mutu dan ketahanan kesehatan serta infeksi scabies. Perlu dibentuk Tim Mutu dan Ketahanan Kesehatan.
HUBUNGAN SELF EFFICACY DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF CARE PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS OESAPA KOTA KUPANG Rusnah, Fitrian; Syamruth, Yendris K.; Wahyuni, Maria M. Dwi; Weraman, Pius
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35355

Abstract

Diabetes melitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah yang disebut hiperglikemia dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Menurut IDF tahun 2021, tercatat sebanyak 537 juta orang dewasa umur 20-79 tahun menderita diabetes di seluruh dunia. Penderita diabetes perlu melakukan self care dalam kehidupan sehari-hari untuk mengontrol glukosa darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan keluarga dengan self care pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Oesapa Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Oesapa dengan jumlah 317 orang. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan sampel berjumlah 120 orang. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman dengan signifikansi ?=0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa self efficacy dan dukungan keluarga berhubungan dengan self care yaitu dimensi level (p=0,001) dengan nilai r=0,310, dimensi strength (p=0,007) dengan nilai r=0,243, dimensi generality(p=0,000) dengan nilai r=0,586, dukungan emosional (p=0,013) dengan nilai r=0,225, dukungan penghargaan (p=0,001) dengan nilai r=0,302, dukungan instrumental (p=0,000) dengan nilai r=0,679, dan dukungan informasi (p=0,019) dengan nilai r=0,213. Diharapkan petugas puskesmas dapat merancang program edukasi yang efektif untuk menigkatkan pengetahuan penderita diabetes tentang pentingnya melakukan self care dalam mendukung perbaikan penyakitnya.
MENGEKSPLORASI PERAN PENDIDIKAN KULINER DALAM MENINGKATKAN LITERASI GIZI DAN PERILAKU MAKAN SEHAT PADA REMAJA : STUDI INTERVENSI BERBASIS SEKOLAH Sinaga, Yakobus; Lolan, Yosef Pandai; Purba, Jedy Lucas Atemalem
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35375

Abstract

Masa remaja adalah fase penting dengan perubahan kesehatan yang signifikan, sehingga asupan nutrisi yang memadai sangat penting untuk mendukung transisi menuju dewasa. Namun, rendahnya literasi gizi di kalangan remaja Indonesia menyebabkan kurangnya pengetahuan dan keterampilan gizi, yang berdampak pada pola makan yang buruk. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-eksperimental dengan dua kelompok (intervensi dan kontrol) untuk menilai dampak pendidikan kuliner terhadap literasi gizi dan perilaku makan sehat, dengan pendekatan Mixed-methods. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner literasi gizi NVS dan Food Frequency Questionnaire. Focus Group Discussion juga digunakan untuk memperdalam data kuantitatif yang didapatkan. Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 60 orang (30 orang di kelompok intervensi dan 30 orang di kelompok kontrol). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi gizi dan perubahan pola makan pada kelompok intervensi setelah program kuliner. Konsumsi buah dan sayuran meningkat (+1,1 dan +0,9 porsi/hari), sedangkan konsumsi fast food dan minuman manis menurun (-0,6 porsi/minggu dan -1,2 porsi/hari). Uji paired t-test memperlihatkan perubahan signifikan dalam konsumsi buah, sayuran, fast food, dan minuman manis (p < 0,001). Focus Group Discussion mendukung hasil ini, dengan peserta melaporkan kesadaran gizi yang lebih tinggi dan peningkatan konsumsi buah serta sayuran. Namun, beberapa peserta menghadapi hambatan lingkungan seperti kebiasaan keluarga dan pengaruh teman. Penelitian ini membuktikan bahwa program pendidikan kuliner efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan mengubah perilaku makan remaja menjadi lebih sehat
PENILAIAN KINERJA, KECERDASAN EMOSIONAL DAN STRES KERJA PADA TENAGA GURU DI JOMBANG : STUDI CROSS-SECTIONAL Lutfiya, Indah; Qothrunnada, Novelia; Al-Khowwas, Ibrahim; Ibad, Mursyidul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35460

Abstract

Guru memiliki peran yang sangat penting di bidang pendidikan. Guru dituntut untuk beradaptasi dengan baik terhadap teknologi era digital. Tuntutan lingkungan kerja yang padat dengan teknologi digital meningkatkan stres kerja di kalangan pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penilaian kinerja,  kecerdasan emosional, dan stres kerja di kalangan guru Sekolah Menengah Pertama di Jombang, Indonesia. Penelitian ini merupakan pendekatan analitik observasional dengan desain studi cross-sectional. Sampel terdiri dari 138 orang yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Variabel bebas yang diteliti meliputi penilaian kinerja, kecerdasan emosional, faktor individu (usia, jenis kelamin, status perkawinan, masa kerja, tingkat pendidikan, dan pendapatan. Sedangkan variabel terikat yaitu stress kerja. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penilaian kinerja dan stres kerja (sig=0,000) dengan kekuatan sedang (r= -0,555), kecerdasan emosional dan stres kerja (sig=0,000), juga dengan kekuatan sedang (r= -0,561). Penilaian kinerja dan kecerdasan emosional dikaitkan dengan penurunan risiko stres terkait pekerjaan. Namun, faktor individu tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan stres kerja (sig > 0,05). Direkomendasikan untuk meningkatkan kinerja guru dan manajemen kecerdasan emosional dengan menerapkan strategi intervensi yang berfokus pada program manajemen stres, termasuk pelatihan dan pendampingan dalam keterampilan digital.
TROMBOSITOPENIA PADA PASIEN WEIL’S DISEASE : LAPORAN KASUS Putri, Hadyan Prasetyaningtyas; Handajaningrum, Ita Murbani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35505

Abstract

Weil’s disease merupakan bentuk parah dari penyakit leptospirosis atau dikenal dengan istilah leptospirosis ikterik dengan angka kematian >10%. Trombositopenia merupakan salah satu manifestasi hematologi yang dapat terjadi pada weil’s disease. Terjadinya trombositopenia pada pasien weil’s disease bersifat multifaktorial. Agreasi trombosit yang berlebihan hingga menyebabkan penurunan jumlah trombosit dalam sirkulasi darah, gagal ginjal akut, invasi langsung dari leptospira, serta sifat nefrolitik yang dimiliki oleh bakteri leptospira merupakan beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan trombositopenia pada pasien weil’s disease. Memahami penyakit ini secara menyeluruh sangat penting dalam penegakkan diagnosa, penatalaksanaan serta mencegah terjadinya kegagalan banyak organ. Sebuah kasus weil’s disease pada pasien berusia 60 tahun mengeluhkan kuning pada mata dan seluruh tubuh disertai demam, mual, penurunan nafsu makan, nyeri kepala dan sedikit berkemih. Pemeriksaan fisik didapatkan sklera ikterik pada kedua mata, kulit ikterik, nyeri tekan epigastrium. Pemeriksaan laboratorium ditemukan leukositosis, trombositopenia, peningkatan fungsi hati dan ginjal, ketidakseimbangan elektrolit, hipoglikemia, hiperurisemia, peningkatan HbA1C, serta IgM leptospira positif. Hasil USG abdomen mengesankan adanya fatty liver grade I, simple cyst ren dextra, nephrolithiasis ren sinistra, dan gambaran sistitis. Hasil foto thorax mengesankan adanya kardiomegali disertai dengan kalsifikasi arkus aorta dan gambaran bronkopneumonia. Dilakukan perawatan inap pada pasien selama 1 minggu dan pasien mengalami perbaikan hingga diperbolehkan untuk pulang.
PENGARUH POLA ASUH KELUARGA TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK Thasya Indirayanti, I Gusti Ayu; Maulina, Nathania; Yunita Tobing, Gritantya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35548

Abstract

Interaksi antara orang tua dan perlakuan terhadap anak memiliki peran yang krusial dalam kesehatan mental anak, karena orang tua merupakan lingkungan terdekat yang membentuk pengalaman awal anak. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pola asuh orang tua dan mengeksplorasi peran pola asuh terhadap kesehatan mental anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis pola asuh orang tua, yaitu otoritatif, otoriter, permisif, dan tidak terlibat/mengabaikan. Pola asuh orang tua memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan mental anak, di mana respons dan tuntutan yang diberikan oleh orang tua terhadap perilaku anak dapat memberikan dampak yang berbeda pada perkembangan sosial emosional anak. Perkembangan sosial emosional ini sangat memengaruhi kesehatan mental anak usia dini. Hubungan yang baik dan positif antara orang tua dan anak dalam keseharian terbukti memberikan pengaruh yang positif bagi kesehatan mental mereka.