cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OESAPA TAHUN 2024 Yusak, Cindy Putri; Purnawan, Sigit; Tira, Deviarbi Sakke; Riwu, Yuliana Radja
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35137

Abstract

Diare merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami buang air dengan frekuensi sebanyak tiga atau lebih per hari dengan konsistensi tinja dalam bentuk cair. Puskesmas Oesapa merupakan puskesmas dengan kasus diare pada balita terbanyak di Kota Kupang pada tahun 2023 yaitu sebanyak 322 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Oesapa tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah survey analitik, dengan rancangan penelitian case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berusia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Oesapa bulan Januari-Juli tahun 2024 sebanyak 928 dengan populasi kasus sebanyak 92 balita dan populasi kontrol sebanyak 836 balita. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 52 kasus dan 52 kontrol dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada balita (p = 0,024; OR = 1,784). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku cuci tangan pakai sabun (p = 0,005; OR = 3,500), sumber air bersih (p = 0,014; OR = 3,086) dan sarana pembuangan air limbah (OR= 4,348) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Oesapa Kota Kupang.  
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER SERVIKS DI INSTALASI RADIOTERAPI RSPP Imratul, Viny; Andriani, Ditha Augustina; Astina, Kadek Yuda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35154

Abstract

Kanker serviks adalah penyakit yang memberikan dampak besar pada kualitas hidup pasien, mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membantu pasien menghadapi kondisi ini, meskipun tidak semua jenis dukungan memberikan pengaruh yang sama pada setiap aspek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap kualitas hidup pasien kanker serviks yang menjalani perawatan di Instalasi Radioterapi RSPP, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain korelasional. Data dikumpulkan dari 30 pasien yang menjalani radioterapi melalui kuesioner yang mengukur kualitas hidup dan jenis dukungan keluarga yang diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan penghargaan tidak memiliki hubungan signifikan dengan kualitas hidup pasien pada ketiga aspek yang diteliti, yaitu fisik, psikologis, dan sosial. Sebaliknya, dukungan instrumental menunjukkan hubungan yang signifikan pada aspek sosial, membantu pasien dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. Dukungan informasi menjadi jenis dukungan yang paling berpengaruh secara signifikan pada ketiga aspek kualitas hidup, memberikan dampak positif pada kemampuan pasien memahami dan mengelola kondisi mereka. Namun, dukungan emosional tidak menunjukkan pengaruh signifikan pada aspek fisik dan sosial, meskipun penting secara umum untuk mendukung aspek psikologis pasien. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan informasi dan instrumental merupakan jenis dukungan yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker serviks, terutama pada aspek fisik dan sosial, sedangkan dukungan penghargaan dan emosional cenderung tidak signifikan dalam penelitian ini.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TENAYAN RAYA Mutiara, Sherly; Putri, Dea Ariesta; Handoko, Bobi; Firdaus, Muhammad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35155

Abstract

Hipertensi mengancam jiwa manusia sekitar satu miliar di belahan dunia, 2 /3 yang terkena diabetes bertempat tinggal di negara berkembang dengan tingkat penghasilan dari rendah-sedang. Dari data Puskesmas Tenayan Raya bulan Januari, Februari, Maret tahun 2024 diketahui bahwa Hipertensi pada lansia berjumlah 920 orang, dibandingkan penyakit pada lansia lainnya Hipertensi adalah penyakit tertinggi. Metode penelitian Menggunakan Metode kuantitatif yang berlandaskan pada prinsip positivisme menggunakan data numerik dan analisis statistik yang bersifat crosssectional. Dengan jumlah sampel 43 lansia Puskesmas Tenayan Raya. Hasil Penelitian diketahui bahwa diantara 5 faktor hipertensi pada lansia yang di analisis, ada dua faktor hipertensi pada lansia yang adanya hubungan terhadap hipertensi pada lansia di wilayah kerja puskesmas tenayan raya, yaitu Konsumsi alkohol dan kafein berlebih dengan Likehood Ratio 0,024 ((<0,05). Dan faktor yang berpengaruh lainnya ialah Konsumsi Garam berlebih dengan likehood ratio 0,000 (<0,05). Saran bagi Puskesmas Tenayan Raya adalah dengan meningkatkan penyuluhan dan melakukan usaha preventif untuk mencegah penyakit hipertensi serta penyakit penyerta lainnya. Saran Bagi peneliti selanjtnya adalah untuk menggunkana teori, desain, dan variabel lain untuk mengetahui faktor hipertensi pada Lansia.
PEMERIKSAAN MRI LUMBOSACRAL DALAM MENDIAGNOSA SYNDROME PIRIFORMIS PADA MRI 0,35 TESLA Pradnya Dewi, Dewa Ayu Mas; Juliantara , I Putu Eka; Sugiantara, I Wayan Ariec
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35159

Abstract

MRI (Magnetic Resonance Imaging) merupakan modalitas pencitraan diagnostic karena menggunakan radiasi non ionisasi, bersifat non invasif, dan menghasilkan resolusi yang tinggi pada jaringan lunak serta memungkinkan pencitraan dari berbagai arah irisan pada segala bidang (transversal, sagittal, coronal, bahkan oblique) sehingga hasil gambaran lebih detail dan jelas. Sistem muskuloskeletal memiliki berbagai struktur seperti; tulang, otot, tulang rawan, tendon, sendi, dll. Salah satu yang dapat dilakukan seperti pemeriksaan MRI Lumbosacral. Untuk mengetahui penatalaksanaan pemeriksaan MRI Lumbosacral dalam menegakkan diagnose syndrome piriformis pada MRI 0.35 Tesla di Unit Radiologi Kasih Ibu Hospital Saba. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dimana penulis melakukan observasi, pencatatan, dan pengumpulan data, kemudian melakukan wawancara terhadap responden sesuai rumusan masalah yang ada, dan ditarik suatu kesimpulan. Penatalaksaan MRI Lumbal dilakukan dengan sequence T1 TSE Sagital, dan Axial, T2 TSE Sagital Coronal, dan Axial, T2 Tirm Fat saturation sagittal, T2 Hasteirm3D coronal myelo. Pada kasus syndrome piriformis MRI Lumbosacral dilakukan dengan penambahan sequence T2 Trufi3D Axial Periformis. Setelah citra terbentuk kemudian dilakukan filter, dan dikirim ke radiolog melalui PACS. Kelebihan dari penatalaksanaan ini membantu melihat penyebab dari syndrome piriformis dan mengoptimalkan hasil citra pada diagnosa syndrome piriformis. Sementara kekurangannya, penambahan waktu yang lebih lama dalam melakukan pemeriksaan.
PENGARUH KONDISI FISIK RUMAH DAN PERILAKU KELUARGA DENGAN PENYAKIT NASOFARANGITIS AKUT(COMMOND COLD) PADA BALITA DI DESA SIABU WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALO KABUPATEN KAMPAR MAHFHIROH, INTAN; Leonita, Emy; Herniwanti, Herniwanti; Rahayu, Endang Purnawati; Alamsyah, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35169

Abstract

Kepuasan pasien salah satu masalah utama di rumah sakit. Salah satunya sering tertuju pada pelayanan gizi. Angka kunjungan pasien di RS Awal Bros Panam meningkat dalam tiga tahun terakhir. Hal ini mungkin karena dampak positif kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi. Namun disisi lain tiga indikator kualitas layanan gizi yaitu ketepatan waktu, jumlah komplen pasien, kekurangan porsi dan jumlah makanan pasien masih belum mencapai target capaian 100%. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan kepuasan pasien dengan mutu pelayanan gizi rumah sakit. Metode penelitian kuantitatif menggunakan desain studi cross-sectional dimulai pada Maret 2024, sampel dari 212 pasien rawat inap menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisa data menggunakan uji univariat, bivariat (Chi-square) dan multivariat (regresi logistik ganda). Menurut hasil uji multivariat regresi logistik ganda, proporsi kepuasan pasien di RS Awal Bros Panam Pekanbaru adalah 59,4%. Variabel ketepatan waktu menunjukkan hubungan yang signifikan OR 2,314 (CI = 1,128-4,748) artinya ketepatan waktu mempunyai peluang 2 kali lebih besar terhadap kepuasan pasien dan dikendalikan oleh variabel cita rasa makanan. Kesimpulannya adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien adalah ketepatan waktu yang berasosiasi dengan variabel cita rasa makanan. Untuk lima variabel lainnya tidak ada hubungan yang signifikan. Upaya untuk meningkatkan kepuasan pasien terhadap layanan gizi meliputi pemantauan dan evaluasi beban kerja tenaga ahli gizi, pengkajian multidisipliner perjanjian kerja sama pihak ketiga sebagai penyedia makanan untuk meningkatkan kualitas penyajian makanan, terutama dengan memperbaiki waktu pengantaran dan penjemputan makanan, perubahan cita rasa yang dapat meningkatkan selera makan sehingga pasien makan dengan baik.
ANALISIS RISIKO PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO DENGAN METODE LCA (LIFE CYCLE ASSESSMENT) Irawati, Roosdiana; i Joko, Tr; Raharjo, Mursid
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35184

Abstract

kesehatan lingkungan. Limbah medis yang dihasilkan harus dikelola sesuai ketentuan agar tidak mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Berbagai risiko yang timbul dari pengelolaan limbah medis dapat terjadi jika pengelolaan limbah yang dilakukan tidak menerapkan prosedur yang tepat dan sesuai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi dampak lingkungan dari pengelolaan limbah medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menggunakan metode LCA (Life Cycle Assessment). Metode LCA merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui dampak risiko terhadap lingkungan dari aktifitas kegiatan, salah satunya aktifitas pengelolaan limbah medis. Metode dalam penelitian yang digunakan melalui pendekatan LCA dengan analisis data menggunakan IMPACT 2002+ dengan mengukur empat kategori dampak yaitu human health, ecosystem quality, climate change dan resources. Hasil penelitian menunjukkan pengolahan limbah onsite menggunakan insinerator rumah sakit memiliki dampak yang signifikan pada seluruh kategori dampak lingkungan yang diteliti yaitu: human health, ecosystem quality, climate change dan resources. Pemilahan limbah yang tepat untuk mengurangi timbulan limbah medis dengan optimalisasi daur ulang limbah dapat menurunkan dampak dari pengolahan limbah secara onsite menggunakan insinerator.
PENGARUH VIDEMIA (VIDEO EDUKASI ANEMIA) TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP TENTANG ANEMIA DAN PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN (HB) Aredya, Diva' Noeriza; Rahfiludin, Mohammad Zen; Winarni, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35193

Abstract

Anemia dapat menimbulkan berbagai masalah serius pada remaja. Masalah anemia pada remaja putri dapat dicegah apabila mereka memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang anemia dan pencegahannya. Diperlukan media yang mendukung dalam proses edukasi kesehatan untuk mempermudah penerimaan pesan oleh individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh VIDEMIA terhadap pengetahuan, sikap tentang anemia dan peningkatan kadar Hb. Metode penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan two group pretest dan posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei-juni 2024 di Kota Bengkulu. Sampel sebanyak 110 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test untuk data normal, data uji wilcoxon, mann-whitney, dan kruskal wallis untuk data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan sebelum diberikan perlakuan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol  (p=0,957). Setelah diberikan perlakuan terdapat peningkatan kadar Hb dan ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,000). Berdasarkan perbedaan peningkatan skor rerata pengetahuan, ada perbedaan yang signifikan sesudah diberikan perlakuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,000). Ada perbedaan yang signifikan peningkatan skor rerata sikap sesudah diberikan perlakuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p=0,000). Temuan ini mengindikasi bahwa terdapat pengaruh VIDEMIA terhadap peningkatan pengetahuan, sikap tentang anemia dan kadar Hb remaja putri.
ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS FARMASI DI DEPO FARMASI RAWAT JALAN RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU Salim, Agus; Syabania, Durratul; Angella, Shelly; Tonis, Marian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35211

Abstract

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan bisa diukur dari tingkat produktivitas petugas karena adanya beban kerja. Beban kerja tersebut dapat muncul karena ada faktor yang memengaruhinya seperti beban kerja fisik meningkat karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dengan jumlah pasien. Berdasarkan informasi dan data yang didapatkan oleh peneliti dimana 1 hari mencapai 300 lebih pasien. Dan terhitung jumlah pasien selama hampir 3 bulan bisa mencapai 21.568 kunjungan pasien, dengan begitu bisa menjadi beban kerja bagi petugas farmasi. Tujuan dari skripsi ini untuk menganalisis beban kerja petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan RSUD Arifin Achmad. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif observasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 orang petugas farmasi yaitu seluruh petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.  Analisis data dilakukan dengan cara melakukan analisis beban kerja petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan yang kemudian akan digolongkan menjadi 3 kategori yaitu golongan beban kerja rendah, beban kerja sedang, dan beban kerja tinggi. Selanjutnya menghitung kebutuhan tenaga kerja yang dilakukan dengan tahapan-tahapan dengan metode Workload Indicator Of Staffing (WISN). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa beban kerja petugas farmasi di depo farmasi rawat jalan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dalam kategori beban kerja sedang dengan persentase (78,65%). Sedangkan hasil perhitungan jumlah total tenaga yang dibutuhkan dengan metode WISN sebesar 18 orang tenaga sedangkan tenaga yang ada di depo farmasi rawat jalan masih berjumlah 16 orang, sehingga terdapat kekurangan 2 orang tenaga.
ANALISIS PERBEDAAN INFORMASI CITRA ANATOMI SEKUEN SAGITTAL T2 FSE DAN SAGITTAL T2 FSE PROPELLER PADA PEMERIKSAAN MRI CERVICAL DENGAN KASUS CERVICAL ROOT SYNDROME Palar, Gloria Tesalonika Kyrieous; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Sugiantara, I Wayan Ariec
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35219

Abstract

Cervical Root Syndrome (CRS) adalah kondisi medis yang menyebabkan nyeri, kelemahan, dan gangguan sensorik akibat iritasi atau tekanan pada akar saraf cervical. Untuk diagnosis CRS, Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah teknik yang sangat direkomendasikan karena mampu menghasilkan citra detail tanpa menggunakan radiasi ionisasi. Namun, salah satu tantangan utama dalam MRI cervical adalah motion artifact yang disebabkan oleh gerakan pasien, seperti menelan atau bernapas, ataupun pergerakan CSF yang dapat mempengaruhi informasi citra. Teknik PROPELLER dikembangkan untuk mengatasi masalah ini dengan mengambil sampel k-space dalam strip berputar yang tumpang tindih, sehingga mengurangi distorsi citra akibat gerakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan informasi citra anatomi yang dihasilkan oleh sekuen Sagittal T2 FSE dan Sagittal T2 FSE PROPELLER pada pemeriksaan MRI cervical, serta menentukan sekuen yang lebih optimal untuk digunakan pada pasien CRS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan 10 pasien CRS di Instalasi Radiologi Sentra Medika Hospital Minahasa Utara yang menjalani pemeriksaan MRI dengan kedua sekuen tersebut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara Sagittal T2 FSE dan Sagittal T2 FSE PROPELLER yang dapat dilihat pada hasil p valuenya <0,001. Sekuen T2 FSE PROPELLER memberikan informasi citra yang lebih baik dibandingkan Sagittal T2 FSE juga dapat dilihat dari nilai Mean Rank yaitu Spinal Cord (1.00 vs 0.00) dan CSF (5.50 vs 0.00), dan Corpus Vertebrae PROPELLER unggul (4.50 vs 0.00). Kesimpulannya, terdapat perbedaan antara kedua sekuen dan sekuen Sagittal T2 FSE PROPELLER mendapatkan hasil yang lebih optimal serta memberikan informasi citra anatomi yang lebih baik pada pemeriksaan pasien CRS.
ANALISIS PEMERIKSAAN CT SCAN THORAX PADA KASUS TUMOR PARU DI RSUP HASAN SADIKIN Kurnia, Yoktobriyati; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Mahayani, Desak Nyoman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35233

Abstract

Tumor paru merupakan jenis tumor yang umum terjadi di dunia dan dapat bersifat baik (jinak) atau ganas. Pemeriksaan CT Scan Thorax dengan kontras adalah salah satu metode yang efektif dalam mendiagnosis tumor paru dan mengevaluasi hubungan anatomi dengan struktur sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prosedur pemeriksaan CT Scan Thorax pada kasus tumor paru di RSUP Hasan Sadikin dan membandingkannya dengan teori. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 3 radiolog, 3 radiografer, 1 dokter pengirim, dan 3 pasien. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan di RSUP Hasan Sadikin Bandung sebagian besar suda sesuai dengan teori, namun terdapat perbedaan dalam penggunaan delay time dan slice thickness. Delay time yang digunakan adalah 35 detik sudah cukup untuk untuk kontras mencapai target paru-paru dan pembuluh darah sekitarnyta dan penggunaan slice thickness 5 mm merupakan ukuran seimbang antara mendapatkan detail anatomi yang cukup jelas tanpa memperbesarkan ukuran data berlebihan. Meskipun demikian, parameter ini terbukti efektif dalam menghasilkan gambar yang memadai tanpa meningkatkan dosis radiasi secara signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik yang digunakan sudah optimal dan dapat diterapkan untuk diagnosis tumor paru dengan mempertimbangkan waktu pemeriksaan yang lebih cepat dan keamanan pasien.