cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH FASILITAS KESEHATAN, PELATIHAN, SUPERVISI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PERILAKU BIDAN DALAM DETEKSI DINI RESIKO TINGGI IBU HAMIL Octaviani, Nurul Dwi Putri; Kusumastuti, Istiana; Darmaja, Sobar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35803

Abstract

Perilaku Bidan dalam deteksi dini resiko tinggi ibu hamil adalah semua tindakan yang dilakukan oleh bidan dalam upaya penjaringan dan penyaringan yang dilaksanakan untuk menemukan gejala kehamilan risiko tinggi sejak awal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung serta besaran antara fasilitas kesehatan, pelatihan, supervisi, dan disiplin kerja, terhadap perilaku bidan dalam deteksi dini resiko tinggi ibu hamil. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang menggunakan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu Bidan yang bekerja di UPTD Puskesmas Rawat Inap Sukaresmi. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Sampel dalam pennelitian ini sebanyak 45 responden. Pengumpulan data dalam penelitian dengan menggunakan kuesioner atau angket. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM) mengunakan Smart PLS 3.0 dan SPSS. Hasil pengujian hipotesis dengan Structural Equation Model (SEM) dengan metode Smart PLS didapat temuan bahwa variabel perilaku bidan dalam deteksi dini resiko tinggi ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Sukaresmi Kabupaten Cianjur dipengaruhi oleh fasilitas kesehatan yang dimediasi pelatihan dan disiplin (1,38%), pelatihan (36,04%), supervisi (25,23%), dan disiplin kerja (27,29%). Pengaruh langsung perilaku bidan dalam deteksi dini resiko tinggi ibu hamil sebesar 88,56% dan pengaruh tidak langsungnya sebesar 2,28%. Kesimpulan dalam penelitian ini menyatakan bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi perilaku bidan dalam deteksi dini resiko tinggi ibu hamil adalah pelatihan
ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA KUPANG TAHUN 2019-2022 Winda, Winda; Syamruth, Yendris Krisno; Wahyuni, Maria Magdalena Dwi; Weraman, Pius
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35814

Abstract

Analisis spasial adalah salah satu cara pendataan dalam upaya manajemen lingkungan dan merupakan bagian dari manajemen penyakit berbasis wilayah. Salah satu penyakit berbasis lingkungan yaitu demam berdarah dengue. DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes betina. DBD saat ini telah menyebabkan endemik di 100 negara di wilayah WHO, termasuk Indonesia. Kota Kupang merupakan ibu kota Provinsi NTT yang selama 2019-2022 menjadi salah satu penyumbang kasus DBD yang tinggi dimana pada tahun 2019 kasus DBD sebanyak 681, tahun 2020 meningkat sebanyak 821 kasus, tahun 2021 menurun menjadi 654 kasus dan tahun 2022 menurun menjadi 455 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian DBD. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian studi ekologi. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh kepadatan penduduk dengan DBD dan terdapat satu wilayah kecamatan yang berada di wilayah High-High yaitu Kecamatan Kota Lama. Ketinggian wilayah tidak berpengaruh dengan DBD dan terdapat satu wilayah kecamatan yang berada di wilayah High-Low yaitu Kecamatan Kota Alak. Curah hujan berpengaruh dengan DBD tahun 2019-2020, sedangkan 2021-2022 tidak berpengaruh dengan DBD. Kelembaban udara berpengaruh dengan DBD. Kecepatan angin tidak berpengaruh dengan DBD. Saran yaitu melakukan pengendalian dan penanggulangan terhadap penyakit DBD terutama pada kecamatan yang memiliki kasus demam berdarah dengue tinggi dan peningkatan preventif terhadap DBD
ANALISIS PELAKSANAAN POSYANDU BALITA DI PUSKESMAS BANGKO JAYA KECAMATAN BANGKO PUSAKO KABUPATEN ROKAN HILIR Saragi, Novita; Dewi, Oktavia; Syafrani, Syafrani; Kiswanto, Kiswanto; Widodo, Dedi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35823

Abstract

Balita yang tidak terpantau tumbuh kembangnya dapat mengakibatkan permasalahan gizi. Upaya untuk memperbaiki masalah gizi balita salah satunya adalah penimbangan balita di posyandu. Namun capaian kunjungan posyandu balita di Kecamatan Bangko Pusako tahun 2023 yaitu 24,62%, masih jauh dari target 80%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pelaksanaan Posyandu Balita di Puskesmas Bangko Jaya Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Lokasi penelitian ini dilakukan di posyandu wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir pada bulan Juni-Juli 2024. Informan penelitian ini yaitu Kepala Puskesmas sebagai informan kunci. Informan utama terdiri dari pemegang program gizi, 3 orang kader dan 3 orang bidan. Sedangkan informan pendukung yaitu penghulu. Teknik pemilihan informan yaitu menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian ini yaitu sumber daya manusia aktif adalah puskesmas, kader, dan bidan, dengan peran tokoh masyarakat yang terbatas. Dana desa menjadi sumber utama anggaran, digunakan untuk makanan tambahan dan operasional. Sarana prasarana posyandu seringkali kurang memadai. Kebijakan pemerintah mendukung namun terdapat tantangan administratif. Ketersediaan peralatan penting namun terbatas oleh pelatihan dan infrastruktur. Perencanaan melibatkan berbagai pihak, dan pelaksanaan umumnya baik. Pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh puskesmas, dengan hasil yang bervariasi. Saran untuk Puskesmas yaitu inovasi pelatihan, syarat usia kader 20-50 tahun, media sosial, jadwal sesuai ibu balita, evaluasi rutin, promosi oleh tokoh masyarakat, dan koordinasi lintas sektor.
ANALISIS DETERMINAN PEMANFAATAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) HIPERTENSI LANJUT USIA (LANSIA) DI KECAMATAN SEBERANG ULU 1 Septiani, Siti Ariffah; Misnaniarti, Misnaniarti; Sitorus, Rico Januar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35915

Abstract

Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk banyak penyakit seperti masalah penglihatan, gangguan ginjal, stroke, gagal jantung kongestif, dan penyakit jantung. Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) bertujuan untuk menjamin kesehatan peserta penyakit kronis melalui pelayanan holistik dan pendekatan proaktif yang melibatkan fasilitas kesehatan, peserta, dan BPJS Kesehatan. Provinsi Sumatera Selatan memiliki 1.979.134 penderita hipertensi yang berusia > 15 tahun pada tahun 2022. Kota Palembang memiliki jumlah penderita hipertensi terbanyak, dengan 411.518 orang. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan program pengelolaan penyakit kronis (PROLANIS) pada pasien lansia di Kecamatan Seberang Ulu I Palembang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 211 sampel dengan metode pengambilan sampel Propotional Stratified Random Sampling (secara acak stratifikasi), Analisa data bivariat menggunakan uji chi square dan uji confounding multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa jenis kelamin (p = 0,901), umur  (p = 0,039), pendidikan( p = 0,687), pengetahuan  (p = 0,038), akses informasi ( p= 0,067 ), akses pelayanan kesehatan  ( p= 0,511 ),peran tenaga kesehatan ( p =0,042) dan dukungan keluarga ( p = 0,025 ). Uji regresi menunjukkan  umur memiliki nilai OR = 2,041 (1,148-3,628), akses informasi nilai OR =1,855 ( 1,030 – 0,911) dan dukungan pengetahuan memiliki nilai OR = 0,5 (0,275-0,911). Meningkatkan dukungan sosial mulai dari melibatkan keluarga dan komunitas dalam mendukung peserta, seperti mendampingi kunjungan ke fasilitas kesehatan atau membantu dalam menjalankan rencana perawatan di rumah.
PENERAPAN ETIKA DALAM PEMBERIAN HEALTH EDUCATION ASI EKSLUSIF TERHADAP PELAYANAN KEBIDANAN Sari, Lili Purnama; Kadir, Arisna; Masnilawati, Andi; Saleha, Saleha; Indar, Indar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35928

Abstract

Bidan sebagai pemberi pelayanan harus menjamin pelayanan yang profesional dan akuntabilitas serta aspek legal dalam pelayanan kebidanan. Pengetahuan dan penerapan etika dalam praktik kebidanan, akan menjadikan seorang bidan terlindung dari pelanggaran etik ataupun moral yang sedang berkembang di hadapan public. Kesadaran akan isu etika dalam intervensi menyusui dan laktasi sangat penting mengingat intervensi ini sering kali menargetkan lingkungan pribadi dan melibatkan populasi yang rentan. Pengetahuan terkini tentang isu etika yang terkait dengan intervensi menyusui dan laktasi masih sangat terbatas. Penerapan Pendidikan Kesehatan pada Ibu post partum sangat penting. Bayi yang terlambat diberikan ASI terutama di usia 6 bulan pertama dapat menyebabkan terjadinya kekurangan nutrisi dan penurunan berat badan bayi. Upaya pemberian ASI eksklusif pada bayi merupakan bentuk kesadaran bagi masyarakat, khususnya Ibu post partum dan Ibu yang memiliki bayi dengan usia 6 bulan pertama. Untuk mengetahui penerapan etika dalam pemberian health education ASI Ekslusif terhadap  pelayanan kebidanan di Puskesmas Pattingaloang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Jumlah sampel sebanyak 30 ibu nifas yang ASI Ekslusif, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik Accidental Sampling. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai p = 0,003 yang artinya lebih kecil dari pada nilai p (0,05). Dengan demikian hipotesis penelitian dinyatakan diterima, berarti ada hubungan penerapan etika dalam pemberian health education Asi Ekslusif terhadap pelayanan kebidanan di Puskesmas Pattingaloang Terdapat pengaruh penerapan etika dalam pemberian health education ASI Ekslusif terhadap pelayanan kebidanan di Puskesmas Pattingaloang
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM PENDAMPINGAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI DI DESA MENANG KECAMATAN PAGU KABUPATEN KEDIRI Yoto, Mohamad; Sukarjiyah, Waritsah; Swi Antika, Cicik; Dewi Safitri, Febrina; Andani, Afidah; Andzar Ridwanah, Azizah; Jannatul Firdausi, Nurul; Dwi Sulistiani, Elok
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35942

Abstract

Kesehatan ibu hamil merupakan salah satu prioritas utama dalam upaya menurunkan AKI dan AKB yang masih tinggi di Indonesia. Maka dari itu, diperlukan adanya pendampingan intensif untuk memastikan ibu hamil mendapatkan perawatan yang sesuai dan tepat waktu, terkhusus pada ibu hamil risiko tinggi. Adapun penelitian ini bertujuan mengidentifikasi implementasi program pendampingan ibu hamil risiko tinggi. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD) dan indepth interview di Desa Menang, Kabupaten Kediri pada Agustus 2024. Peserta FGD, terdiri dari 2 Kelompok, yaitu ibu hamil risiko tinggi dan kader pendampingan. Sedangkan, indepth interview dilakukan bersama kepala puskesmas, PJ KIA, dan Bidan Desa. FGD dilakukan perekaman dan ditranskrip secara verbatim, kemudian data dianalisis untuk memperoleh tema penelitian. Hasil Penelitian dijabarkan ke dalam 4 tema terkait implementasi program pendampingan ibu hamil risiko tinggi, yaitu: 1) Input, 2) Proses, 3) Output, 4) Tantangan Program. Program pendampingan ibu hamil risiko tinggi di Desa Menang Kecamatan Pagu efektif dalam deteksi dini, pendampingan, dan sistem rujukan, namun menghadapi tantangan dalam mencapai target K1 dan permasalahan ibu hamil yang menyembunyikan kehamilannya. Kelemahan program terdapat pada mekanisme pasca-rujukan, yakni kurangnya umpan balik dari FKRTL, yang menghambat pemantauan dan tindak lanjut, sehingga perbaikan sistem rujukan diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DAN RIWAYAT PENYAKIT DM & HIV TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERCULOSIS DI KOTA MEDAN PADA TAHUN 2022 A'isa, A'isa Maharani Hasibuan; Sari, Amelia Resita; Sheillawany, Anggun; Saragih, Devi Herdini; Manurung, Lutfia Nurfadilah; Gantina, Sri Rezky; Ismah, Zata
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35944

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi penyakit yang sulit disembuhkan, dengan ketidakpatuhan pasien sebagai salah satu penyebab utama. Di Indonesia, tercatat sekitar 842.000 kasus TB per tahun, dengan 569.899 laporan, menyisakan 32% kasus yang belum terlaporkan. Di Sumatera Utara, pada 2022 terdapat sekitar 200.000 kasus TB, dengan 20.000 hingga 30.000 pasien yang sedang menjalani pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain studi Cross-Sectional dan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Sampel penelitian mencakup 9.967 pasien TB di Kota Medan pada 2022, terdiri dari 8.552 orang sembuh dan 1.415 orang kehilangan jejak (LTFU). Kriteria inklusi mencakup pasien yang mengikuti pengobatan, kecuali yang meninggal sebelum diketahui kondisi pengobatannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat diabetes mellitus (DM) dan kepatuhan pengobatan TB (p = 0,000), di mana pasien TB-DM lebih sulit patuh terhadap pengobatan. Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan signifikan antara riwayat HIV dan kepatuhan pengobatan TB (p = 0,143). Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat penyakit DM secara signifikan memengaruhi kepatuhan pengobatan TB, sementara riwayat HIV tidak menunjukkan hubungan yang serupa. Selain itu, faktor demografis seperti usia dan jenis kelamin juga berperan dalam kepatuhan pengobatan. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini saat merancang intervensi kesehatan yang lebih efektif
INDEKS MASSA TUBUH PRA HAMIL, PENINGKATAN BERAT BADAN SELAMA KEHAMILAN DAN KADAR GULA DARAH IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR Lestari, Yusri Dwi; Maulidia, Nasinatul; Firdaus, Izzatil
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35963

Abstract

Berat bayi baru lahir adalah indikator yang penting dan reliabel bagi kelangsungan hidup neonatus dan bayi, baik ditinjau dari segi pertumbuhan fisik dan perkembangan status mentalnya. Dalam hal ini, berat lahir yang tidak seimbang, baik kurang atau berlebih, dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan bayinya. Selain gangguan pertumbuhan dan nutrisi selama kehamilan, diabetes gestasional merupakan salah satu faktor menyebabkan bayi makrosomia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kohort retrospektif. Data diambil dari data sekunder rekam medis ibu yang melahirkan bayi hidup dengan usia kehamilan aterm (37 -42 minggu) pada tahun 2023. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Paiton pada bulan Juli sampai Agustus 2024. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu bersalin dan bayi baru lahir selama tahun 2023 diwilayah kerja puskesmas Paiton sebanyak 784 orang. Sampling menggunakan total sampling. Data yang digunakan berupa data sekunder dari data PWS KIA, kohort ibu, kohort bayi dan rekam medis ibu. Analisa data menggunakan koefisian korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Prahamil dengan berat badan bayi baru lahir dengan nilai 0,029< ? (0,05), ada hubungan Peningkatan dengan berat badan selama kehamilan dengan berat badan bayi baru lahir dengan nilai 0,001< ? (0,05), ada hubungan Kadar gula darah ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi baru lahir dengan nilai 0,013< ? (0,05). Deteksi dini dan kepatuhan melakukan antenatal. Berat badan bayi baru lahir dapat dipengaruhi oleh indeks massa tubuh ibu sebelum hamil, peningkatan berata badab selama hamil, dan kadar gula bdarah ibu.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI RSU ROYAL PRIMA MEDAN Nadapdap, Faskanita Maristella; Pangaribuan, Rindang Mardiana; Sitepu, Sadarita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36004

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit penyebabnya dipicu suatu bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis yang selalu menyerang pada bagian paru, tuberkulosis adalah suatu penyebab utama kematian pederita Diabetes Melitus diperkuat dengan adanya otopsi postmortem, menunjukkan bahwa 50%nya  tersebut juga menderita tuberculosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pravelensi TB paru dan diabetes Melitus tipe II, faktor yang mempengaruhi TB dan Diabetes melitus seperti dari faktor umur, jenis kelamin, pekerjaan. Jenis penelitian akan dipergunakanpada penelitian adalah Analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Menjelaskan tentang analisis faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru pada pasien penderita DM tipe 2 di RS Royal Prima. Anwar (Yafie 2016) metode purposive sampling teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, alasan menggunakan teknik purposive sampling karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian. Hasil uji chi square p-value (0,336), p-value  maka, keputusan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang nyata (signifikan) usia terhadap kejadian tuberkulosis paru pada penderita diabetes melitus tipe II, Hasil uji Chi square ditetapka p-velue (0,417)  karena p-value < maka H1 diterima berarti ada pengaruh kategori IMT terhadap kejadian  TB paru pada penderita Dm Tipe 2. Pasien DM Tipe 2 dengan TB paru dengan usia 40-59 tahun memiliki jumlah terbanyak 24 orang , kategori IMT 18,5-24,9 (normal) memiliki jumlah terbanyak 38 orang pasien DM Tipe 2 dengan TB paru  dengan HbA1c 5,7 (tinggi) memiliki jumlah terbanyak 41 orang ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan DM Tipe 2 mengalami komplikasi TB paru, pasien dengan usia 40-59  tahun lebih memiliki resikoTuberkulosis merupakan penyakit penyebabnya dipicu suatu bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis yang selalu menyerang pada bagian paru, tuberkulosis adalah suatu penyebab utama kematian pederita Diabetes Melitus diperkuat dengan adanya otopsi postmortem, menunjukkan bahwa 50%nya  tersebut juga menderita tuberculosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pravelensi TB paru dan diabetes Melitus tipe II, faktor yang mempengaruhi TB dan Diabetes melitus seperti dari faktor umur, jenis kelamin, pekerjaan. Jenis penelitian akan dipergunakanpada penelitian adalah Analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Menjelaskan tentang analisis faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru pada pasien penderita DM tipe 2 di RS Royal Prima. Anwar (Yafie 2016) metode purposive sampling teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, alasan menggunakan teknik purposive sampling karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian. Hasil uji chi square p-value (0,336), p-value  maka, keputusan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang nyata (signifikan) usia terhadap kejadian tuberkulosis paru pada penderita diabetes melitus tipe II, Hasil uji Chi square ditetapka p-velue (0,417)  karena p-value < maka H1 diterima berarti ada pengaruh kategori IMT terhadap kejadian  TB paru pada penderita Dm Tipe 2. Pasien DM Tipe 2 dengan TB paru dengan usia 40-59 tahun memiliki jumlah terbanyak 24 orang , kategori IMT 18,5-24,9 (normal) memiliki jumlah terbanyak 38 orang pasien DM Tipe 2 dengan TB paru  dengan HbA1c 5,7 (tinggi) memiliki jumlah terbanyak 41 orang ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan DM Tipe 2 mengalami komplikasi TB paru, pasien dengan usia 40-59  tahun lebih memiliki resikoTuberkulosis merupakan penyakit penyebabnya dipicu suatu bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis yang selalu menyerang pada bagian paru, tuberkulosis adalah suatu penyebab utama kematian pederita Diabetes Melitus diperkuat dengan adanya otopsi postmortem, menunjukkan bahwa 50%nya  tersebut juga menderita tuberculosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui pravelensi TB paru dan diabetes Melitus tipe II, faktor yang mempengaruhi TB dan Diabetes melitus seperti dari faktor umur, jenis kelamin, pekerjaan. Jenis penelitian akan dipergunakanpada penelitian adalah Analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Menjelaskan tentang analisis faktor yang mempengaruhi kejadian TB paru pada pasien penderita DM tipe 2 di RS Royal Prima. Anwar (Yafie 2016) metode purposive sampling teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, alasan menggunakan teknik purposive sampling karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan penelitian. Hasil uji chi square p-value (0,336), p-value  maka, keputusan H1 diterima, berarti ada pengaruh yang nyata (signifikan) usia terhadap kejadian tuberkulosis paru pada penderita diabetes melitus tipe II, Hasil uji Chi square ditetapka p-velue (0,417)  karena p-value < maka H1 diterima berarti ada pengaruh kategori IMT terhadap kejadian  TB paru pada penderita Dm Tipe 2. Pasien DM Tipe 2 dengan TB paru dengan usia 40-59 tahun memiliki jumlah terbanyak 24 orang , kategori IMT 18,5-24,9 (normal) memiliki jumlah terbanyak 38 orang pasien DM Tipe 2 dengan TB paru  dengan HbA1c 5,7 (tinggi) memiliki jumlah terbanyak 41 orang ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan DM Tipe 2 mengalami komplikasi TB paru, pasien dengan usia 40-59  tahun lebih memiliki resiko
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN PROGRAM YANG MENDUKUNG KEBERHASILAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI KABUPATEN SERANG Hariyanti, Istianah; Ramadhani, Nur Rizky
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36016

Abstract

Pelayanan Kesehatan Penderita Hipertensi merupakan salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan yang harus dipenuhi Pemerintah Daerah dengan target 100 %, sedangkan di Kabupaten Serang tahun 2023 baru mencapai 77,4 %. Manajemen Program yang tepat, efektif dan efisien sangat diperlukan untuk mencapai target SPM. Tujuan penelitian  ini untuk Pengembangan Model Manajemen Program melalui Evaluasi CIPP (Contex, Input, Proses, Product) dalam mendukung Keberhasilan Program Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi di Kabupaten Serang. Data telaah kualitatif didapatkan melalui pengamatan langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi terkait program dari aspek konteks, input, proses manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan pengendalian serta produk yaitu keberhasilan program pencegahan dan pengendalian hipertensi di Kabupaten Serang. penelitian menunjukkan  aspek konteks yang meliputi kebijakan, strategi dan penetapan sasaran program sebagian besar sudah ada dan dilaksanakan sesuai regulasi Kementerian Kesehatan, regulasi daerah diperlukan untuk memperkuat implementasinya. Aspek input masih kurang terutama sumber daya manusia baik jumlah, jenis, kompetensi maupun kapasitasnya, demikian juga sarana prasarana, alat, obat, media KIE maupun sarana pencatatan dan pelaporan sehingga masih butuh upaya pemenuhan. Aspek proses atau manajemen harus lebih diperkuat karena kekurangan (Sumber Daya Manusia) SDM dan kurangnya pelatihan untuk meningkatkan kapasitas manajerial SDM. Kemampuan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan pengendalian masih harus ditingkatkan.