cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERIMAAN ORANG TUA PADA PEMBERIAN IMUNISASI nOPV2 (NOVEL ORAL POLIO VACCINE TYPE 2) ANAK USIA 0-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDREHE KABUPATEN NIAS BARAT Dharma Putra Waruwu, Eka; Priajaya Warouw, Sonny; Sinaga, Janno; Alyakin. Dakhi, Rahmat; Irennius Girsang, Vierto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35236

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor  yang berhubungan dengan penerimaan orang tua pada pemberian imunisasi nOPV2 (Novel Oral Polio Vaccine Type 2) anak usia 0-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Mandrehe Kabuapten Nias Barat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain studi potong lintang (cross sectional) dikarenakan penelitian ini dilakukan dalam satu waktu pengukuran yang sama untuk variabel dependen dan variabel independent. Jumlah Sampel dalam penelitian ini adalah 95 orang tua yang mempunyai anak usia 0-59 bulan, dengan teknik probability sampling arti semakin banyak jumlah populasi semakin banyak juga jumlah sampel yang diambil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki nilai sig-p 0,000 < 0,05, sikap sig-p 0,001 < 0,05, kepercayaan sig-p 0,007 < 0,05, peran Petugas kesehatan sig-p 0,000 < 0,05 dan dukungan keluarga sig-p 0,002 < 0,05, Yang artinya memiliki hubungan dengan penerimaan orang tua pada pemberian imunisasi nOPV2. Untuk Variabel pekerjaan nilai sig-p 0,651 > 0,05 dan keterjangkauan sig-p 0,381 > 0,05, Yang artinya tidak memiliki hubungan dengan penerimaan orang tua pada pemberian imunisasi nOPV2. Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan pengetahuan, sikap, kepercayaan, dukungan keluarga serta peran petugas Kesehatan yang menjadi faktor dominan dengan penerimaan orang tua pada pemberian Imunisasi nOPV2, sedangkan pekerjaan dan keterjangkauan tidak memiliki hubungan dengan penerimaan orang tua pada pemberian imunisasi nOPV2. Dinas Kesehatan diharapkan berperan dalam pengembangan mutu dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta memfasiltasi petugas kesehatan sehingga membantu menjaga dan memperkuat kepercayaan orangtua terhadap kualitas pelayanan kesehatan.
ANALISIS SISTEM PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG FARMASI DINAS KESEHATAN KABUPATEN SAMOSIR TAHUN 2024 Sari Sagala, Nomita; Alyakin Dakhi, Rahmat; Ester J. Sitorus, Mido; Nababan, Donal; Irennius Girsang, Vierto; Manurung, Kesaktian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35239

Abstract

Menurut WHO di negara berkembang, biaya obat sebesar 24-66% dari total biaya kesehatan. Belanja obat yang demikian besar tentunya harus dikelola dengan efektif dan efisien. Perencanaan merupakan kegiatan dasar dari pengelolaan obat untuk menentukan kebutuhan obat dan merupakan salah satu fungsi yang menentukan keberhasilan kegiatan selanjutnya di Gudang Farmasi Kabupaten yang nantinya akan bermanfaat bagi kelancaran pelayanan di rumah sakit dan puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap sistem penyimpanan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir. Penelitian ini dilakukan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir.Penelitian ini dilakukan pada bulan Pebruari – Juli 2024.  Input penyimpanan obat di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir sudah tersedia dan sudah mencukupi yang terdiri dari Sumber Daya Manusia, Dokumen, SOP, Anggaran dan Sarana Prasarana. Hanya saja  belum optimalnya kerjasama antar petugas gudang farmasi sebagai suatu tim dalam suatu sistem, pegawai baru harus diajarkan dan dibiasakan mengikuti SOP yang sudah ada, kekurangtelitian petugas mencatat transaksi obat, dan jumlah pallet yang tersedia masih perlu penambahan merupakan kendala dalam input penyimpanan.Proses penyimpanan obat di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir sudah dilakukan sesuai prosedur yang terdiri dari penerimaan, penyusunan, pengeluaran, stock opname dan pencatatan dan pelaporan. Namun masih ada kedala dalam pencatatan yakni terkadang terdapat kesalahan dalam pencatatan akibat petugas kurang teliti dalam melakukan pencatatan. Sehingga masih ditemukan jumlah stok fisik berbeda dengan kartu stok. Demikian juga pegawai baru masih perlu diajari agar dapat menyesuaikan diri dengan prosedur penyimpanan obat.
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN (MANAGER), MOTIVASI KERJA, DISIPLIN KERJA, KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP MUTU PELAYANAN KARYAWAN ASURANSI KESEHATAN PLN INSURANCE DI JAKARTA Ulina, Sri; Nababn, Donal; Asnawati Munthe, Seri; Sembiring, Rinawati; Elisabeth Purba, Ivan; Brahmana, Nettietalia Br.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35240

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Gaya Kepemimpinan manager, motivasi kerja, dsiplin kerja,kompetensi dan lingkungan kerja terhadap  mutu pelayanan karyawan asuransi PLN di Jakarta. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk melihat hubungan gaya kepemimpinan manager, motivasi kerja,disiplin kerja,kompetensi dan lingkungan kerja terhadap mutu pelayanan  karyawan asuransi kesehatan PLN Insurance di Jakarta. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di kantor Asuransi PLN di Jakarta yang dilaksanakan pada bulan Februari 2024.  Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan asuransi kesehatan sebanyak 40 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan asuransi Kesehatan sebanyak 40 orang dengan Teknik total sampling. Teknik dan cara pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil analisis bivariat diperoleh hasil bahwa variabel gaya kepemimpinan (manager) p value= 0,00 < 0,05, motivasi kerja diperoleh p value= 0,00<0,05, displin kerja diperoleh p value= 0,00 < 0,05, kompetensi diperoleh p value = 0,00 < 0,05 dan lingkungan kerja diperoleh 0,00< 0,05. Hasil analisis uji multivariat diperolah hasil bahwa faktor dominan dari kelima variabel adalah variabel gaya kepemimpinan (Manager) dimana diperoleh Exp. B sebesar 0,26.805 yang artinya gaya kepemimipinan (Manager) 26.805 kali mempengaruhi mutu pelayanan karyawan asuransi kesehatan  PLN Insurance di Jakarta.. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa gaya kepemimpinan, motivasi kerja, disiplin kerja, kompetensi, dan lingkungan kerja memiliki hubungan terhadap peningkatan mutu pelayanan karyawan asuransi kesehatan dimana diperoleh hasil < 0,05.
STRES PADA DOKTER PRAKTEK : STUDI KUALITATIF PADA DOKTER UMUM DI FKTP BIDDOKKES POLDA SUMUT TAHUN 2023 Octavianus Panjaitan, Triwil; Nababan, Donal; Mariani Siregar, Laura; Tua Siagian, Mindo; Sinaga, Janno; Hutajulu, Johansen
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35242

Abstract

Penelitian ini menyelidiki stres pada dokter FKTP Biddokkes Polda Sumut. Penelitian ini bersifat kualitatif. Sifat subjektif peneliti menjadi instrumen penelitian, oleh karena itu digunakan perpanjangan waktu, triangulasi sumber, dan triangulasi metode pengumpulan data untuk memverifikasi data. Dokter, Kasubbag Kespol Biddokkes, dan keluarga menjadi informan. Data dianalisis menggunakan Miles dan Hubberman. Penelitian menunjukkan dokter FKTP Biddokkes Polda Sumut stres. Karena padatnya beban kerja, kelelahan cukup besar. Gejala stres berkisar dari ringan hingga berat. Dokter bersantai dengan menonton TV, istirahat, bercerita, berlibur, serta merawat tanaman dan hewan peliharaan. Kapolda Sumut yang membawahi seluruh FKTP di tingkat yang sama, berupaya mengurangi stres para dokternya dengan menambah jumlah dokter honorer untuk membantu mereka dalam memberikan pelayanan di FKTP maupun dalam kegiatan kepolisian. Dengan lebih banyak dokter, dokter praktik seharusnya memiliki lebih banyak waktu istirahat dan meminimalkan stres.
PERBANDINGAN PEMBERIAN TEH DAUN BINAHONG DAN POVIDONE IODINE TERHADAP LAMANYA PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM DERAJAT 1 DAN 2 PADA IBU NIFAS Nurhidayati , Nurhidayati; Afdila, Reva; Rahmadani, Nala
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35243

Abstract

Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi. Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Kejadian Robekan perineum tejadi pada sebagian besar (80%) ibu yang melahirkan spontan per vaginam dan pada kelompok usia 20-35 tahun sebanyak 86,7%, sedangkan pada umur kurang dari 20 dan lebih dari 35 tahun sebesar 13,3%. Terapi farmakologi yang digunakan dalam perawatan luka perineum yaitu penggunaan Povidone Iodine. Povidone Iodine dapat mengakibatkan efek samping berupa iritasi pada orang yang sensitive dan penyembuhan cukup lama sekitar 7-10 hari. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis perlakuan yang lebih berpengaruh terhadap lama penyembuhan luka perineum derajat 1 dan 2 pada ibu nifas di PMB Kecamatan Langsa Barat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah ibu nifas dengan luka perineum derajat 1 dan 2 di PMB Kecamatan Langsa Barat, dengan jumlah sampel 20 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Uji analisis yang digunakan yaitu uji Mann-Withney. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas dengan teh daun binahong adalah 5 hari, sedangkan pada kelompok pemberian Povidone Iodine adalah 9 hari. Artinya teh daun binahong lebih berpengaruh dalam mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Hasil dari uji Mann-Withney didapatkan nilai p yaitu 0.000 < 0.005 yang artinya ada perbedaan bermakna terhadap lama penyembuhan luka perineum dengan menggunakan teh daun binahong dan Povidone Iodine.
OPTIMALISASI CONCATENATION TERHADAP IMAGE QUALITY PADA PEMERIKSAAN MRI LUMBAL KASUS HERNIA NUCLEUS PULPOSUS (HNP) Istiqamah, Yunda; Astina, Kadek Yuda; Sugiantara, I Wayan Ariec
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi pengaturan concatenation terhadap kualitas citra MRI lumbal pada kasus Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Penelitian ini berfokus pada bagaimana perbedaan pengaturan concatenation memengaruhi Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Contrast-to-Noise Ratio (CNR), dua parameter penting yang sangat berpengaruh pada keakuratan diagnosis. Metode yang digunakan adalah desain eksperimental, di mana dua pengaturan concatenation yang berbeda diterapkan pada pemeriksaan MRI lumbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Concatenation 2 memberikan peningkatan yang signifikan pada nilai SNR dan CNR dibandingkan dengan Concatenation 1. Peningkatan ini menghasilkan citra yang lebih jelas dan detail, sehingga membantu meningkatkan akurasi dalam mendiagnosis HNP. Dengan kualitas citra yang lebih unggul, Concatenation 2 juga dinilai lebih efisien secara klinis, karena dapat mempermudah interpretasi hasil oleh radiolog dan mengurangi kemungkinan kesalahan diagnosis. Berdasarkan temuan ini, Concatenation 2 direkomendasikan sebagai pengaturan optimal untuk pemeriksaan MRI lumbal pada pasien dengan HNP. Pengaturan ini tidak hanya memberikan citra dengan kualitas yang lebih baik, tetapi juga mendukung efisiensi dalam praktik klinis sehari-hari. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi peningkatan kualitas prosedur pencitraan medis.
PERANAN NILAI APPARENT DIFFUSION COEFFICIENT (ADC) PADA PASIEN MRI KNEE JOINT DENGAN KASUS RUPTURE ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT (ACL) Fallo, Gratia Agrianti Eldis; Astina, I Kadek Yuda; Sugiantara, I Wayan Ariec
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran nilai Apparent Diffusion Coefficient (ADC) dalam pemeriksaan MRI knee joint pada pasien dengan kasus Rupture Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan menilai efektivitasnya dalam membedakan jaringan ligamen normal dari yang abnormal. Penelitian dilakukan di RSUP Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah Denpasar dengan melibatkan tiga pasien sebagai subjek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pemeriksaan MRI knee joint dengan kondisi Rupture ACL. Berdasarkan hasil penelitian, nilai ADC tidak memberikan kontribusi signifikan dalam membantu diagnosis Rupture ACL dibandingkan dengan teknik MRI konvensional, seperti Proton Density Fat Saturation (PD Fat Sat) dan T1-Weighted Fat Saturation (T1 Fat Sat). Meskipun nilai ADC diakui bermanfaat dalam menilai sensitivitas jaringan pada kasus tumor, teknik ini tidak memberikan informasi tambahan yang berarti dalam kasus trauma seperti Rupture ACL. Oleh karena itu, MRI konvensional tetap menjadi metode diagnostik yang lebih disarankan untuk cedera ligamen akibat trauma. Penelitian ini memberikan rekomendasi klinis mengenai penggunaan nilai ADC yang lebih selektif, terutama untuk kondisi non-traumatik, di mana sensitifitas jaringan dapat memberikan informasi yang lebih bermanfaat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi praktisi radiologi dalam menentukan teknik pencitraan yang tepat berdasarkan kondisi pasien, sehingga dapat meningkatkan efisiensi serta ketepatan diagnosis pada kasus cedera ligamen. Hasil penelitian ini juga menyoroti pentingnya pemahaman tentang keterbatasan dan potensi ADC dalam MRI untuk mendukung pilihan teknik diagnostik yang efektif.  
ANALISIS VERIFIKASI GEOMETRI LAPANGAN PENYINARAN PESAWAT LINAC PADA KASUS KNF Ayuningrum, Rizka; Kartyapratiwi, Putu Ayu; Juliantara, I Putu Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35263

Abstract

Teknik VMAT pada penyinaran KNF perlu dilakukan verifikasi geometri sebelum dilakukan penyinaran. Verifikasi geometri bertujuan untuk memeriksa bahwa presisi geometri dari suatu perawatan berada dalam batas toleransi yang ditetapkan. Verifikasi dilakukan kepada pasien sebelum dilakukan terapi radiasi pada 5 fraksi pertama dan diikuti 5 fraksi berikutnya, dengan batas toleransi  3mm. Pada RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung verifikasi geometri dilakukan hanya sekali sebelum dilakukan penyinaran pada pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat berapa besar pergeseran yang terjadi dan apakah melebihi batas toleransi yang sudah ditentukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus 2024 di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Data dikumpulkan melalui pencarian data retro verifikasi geometri pertama, serta observasi verifikasi kedua pada fraksi ke-16. Analisis data dilakukan dengan membuat tabel kategorisasi dan mencari nilai rata – rata pergeseran menggunakan excel. Pada hasil penelitian ini terdapat nilai pergeseran pada sumbu X 0,29 sedangkan sumbu Y 0,22 dan sumbu Z 0,25. Nilai terbesar pergeseran yaitu pada sumbu X dengan nilai 0,29 dan tidak melebihi batas toleransi yaitu 3mm. Pergeseran ini dipengaruhi oleh faktor seperti penurunan berat badan dan perubahan ukuran tumor yang mempengaruhi fiksasi masker thermoplastik.
KARAKTERISTIK PENDERITA DEMAM TIFOID PADA ANAK Sukri, Muhammad; Darma, Sidrah; Badruddin, Kartini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35270

Abstract

Di Indonesia terjadi peningkatan angka kejadian demam tifoid dengan kejadian sekitar 500 per 100.000 penduduk. Jumlah kejadian tertinggi demam tifoid terjadi pada pada anak-anak dengan usia 5-15 tahun, bahwa jumlah kejadian demam tifoid sebesar 81,7 insidensi tiap 100.000 penduduk per tahun. Tinjauan literature review dilakukan dengan memanfaatkan berbagai basis data elektronik seperti PubMed, Scopus, dan Web of Science. Pencarian difokuskan pada artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu 2014 hingga 2024 dengan menggunakan kata kunci anak, demam, tifoid, dan karakteristik. Kriteria inklusi yang digunakan mencakup studi retrospektif, cross-sectional, dan observasional yang ditulis dalam bahasa Inggris. Dari 500 artikel yang awalnya ditemukan, sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara menyeluruh. Karakteristik penderita demam tifoid pada anak didapatkan bahwa anak yang paling sering terkena demam tifoid rata – rata berumur 5 - 15 tahun berjenis kelamin laki – laki  lebih banyak daripada perempuan. Gejala klinis terbanyak adalah demam dan gejala gastrointestinal seperti mual, muntah dan diare. Demam tifoid juga berhubungan dengan personal hygiene dan persediaan air bersih. Diangnosis ditegakkan dengan pemeriksaan widal test, tatalaksana antibiotik yang menjadi pilihan adalam ceftriaxone dan cefixime. Anak – anak lebih rentan terkena demam tifoid karena cenderung belum memahami atau tidak menjaga kebersihan pribadi. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya menjaga dan mengajarkan prinsip hidup bersih dan sehat kepada anak – anak mereka untuk mencegah penyakit demam tifoid.
PERAN SEKUEN DIXON PADA PEMERIKSAAN MRI MRCP DENGAN KASUS KOLELITIASIS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP PROF. DR. I. G. N. G. NGOERAH DENPASAR Lintjewas, Christina Aptriana Venia; Juliantara, I Putu Eka; Sugiartha, Putu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35271

Abstract

Kolelitiasis adalah penyakit yang sering terjadi pada sistem bilier, ditandai dengan adanya batu empedu yang dapat menyebabkan nyeri akut dan komplikasi lainnya. Magnetic Resonance Cholangiopancreatography (MRCP) merupakan salah satu metode non-invasif yang digunakan untuk visualisasi saluran empedu dan pankreas, dengan penggunaan sekuen Dixon yang bertujuan untuk memisahkan jaringan lemak dari jaringan non-lemak guna meningkatkan kualitas citra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekuen dixon pada pemeriksaan MRCP dengan kasus kolelitiasis di Instalasi Radiologi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan radiografer dan dokter spesialis radiologi, serta analisis citra hasil pemeriksaan MRI MRCP. Lima pasien dengan kasus kolelitiasis dari Januari hingga Maret 2024 menjadi subjek penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sekuen Dixon pada prosedur MRI MRCP dapat meningkatkan kontras citra dengan meminimalkan artefak yang disebabkan oleh jaringan lemak, sehingga memudahkan identifikasi batu empedu. Namun, kekurangan dari sekuen ini adalah durasi pemeriksaan yang lebih lama, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien. Kesimpulannya, sekuen Dixon memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kualitas hasil pencitraan pada pemeriksaan MRI MRCP, terutama dalam kasus kolelitiasis, meskipun terdapat beberapa kendala teknis yang perlu diperhatikan.