cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH PERAN SUAMI SEBAGAI BREASTFEEDING FATHER (AYAH ASI) DAN SOCIAL CULTURE TERHADAP KEBERHASILAN ASI ESKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKAPITING Fatmasari, Fatmasari; Fauziah , Ika Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36384

Abstract

Rendahnya pemberian ASI Esklusif dipengaruhi oleh peran suami sebagai breastfeeding father dan social culture yang diterapkan pada suatu keluarga. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh peran suami sebagai breastfeeding father dan social culture terhadap keberhasilan ASI esklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bukapiting. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Analitik Observasional dengan pendekatan retrospektif. Tehnik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 66 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner tertutup dan dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh peran suami sebagai breastfeeding father dan social culture terhadap keberhasilan ASI esklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bukapiting karena memiliki nilai p value = 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian dari 66 responden sebagian besar responden kriteria mendukung sebagai ayah ASI sebanyak 47 responden (71,2%). Berdasarkan hasil penelitian adanya peran suami sebagai breastfeeding father dalam mendukung Ibu dapat mempengaruhi Ibu dalam memberikan ASI eksklusif sedangkan social culture juga memiliki hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif.
GRADUAL BONE LENGTHENING ON NON-UNION OF THE RIGHT DISTAL FEMUR WITH CRITICAL SIZED BONE DEFECT AND SHORTENING : A CASE REPORT Robiady, Yandriyane Stephanie; Alpharian, Gibran Tristan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36427

Abstract

Penanganan non-union merupakan tantangan bagi ahli bedah ortopedi. Kami menyajikan kasus non-union femur distal kanan dengan defek tulang berukuran kritis dan pemendekan yang dilakukan pemendekan akut dikombinasikan dengan pemanjangan tulang bertahap. Seorang wanita berusia 20 tahun datang ke pusat kami karena ketidakmampuan berjalan dan nyeri pada femur kanan. Dua tahun sebelumnya, ia ditabrak mobil dari sisi kanan saat mengendarai sepeda motor. Di rumah sakit, ia menjalani debridemen dan osteotomi. Satu tahun kemudian, ia menjalani pemanjangan tulang dengan fiksator eksternal rel. Pasien didiagnosis sebagai fraktur tertutup terabaikan pada femur distal kanan pasca osteogenesis distraksi dengan fiksator eksternal dan konversi ke plat femur distal dilakukan. Setelah satu tahun tindak lanjut, ada perbaikan klinis dan tanda kalus. Pasien dapat menahan beban sebagian dan tidak ada tanda infeksi pada luka. Beberapa keuntungan dari pemanjangan femur termasuk suplai darah subtrokanterik yang sangat baik dari anastomosis antara cabang-cabang pembuluh darah femoralis sirkumfleks medial dan lateral. Akibatnya, pembentukan regenerasi biasanya baik jika prinsip umum osteotom diikuti. Pada nonunion femoralis dengan defek tulang segmental, perawatan yang sering digunakan meliputi cangkok tulang autolog pedikel vaskular, teknik osteogenesis intramembran, dan osteogenesis distraksi Ilizarov. Untuk pasien dengan nonunion femoralis dengan defek tulang segmental besar, fiksasi eksternal monolateral dapat memberikan stabilitas yang efektif, meningkatkan kepatuhan, dan mengurangi komplikasi.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIKUMANA TAHUN 2023 Saka, Rosalia Dinda Putri; Purnawan, Sigit; Ndoen, Honey Ivon; Hinga, Indriati A. Tedju
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36433

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menginfeksi paru-paru, namun dapat menyerang organ tubuh lainnya. Puskesmas Sikumana menempati posisi tertinggi kasus tuberkulosis di Kota Kupang tahun 2022 sebanyak 133 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan desain case control. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Sikumana. Sampel berjumlah 108 responden dengan perbandingan 1:1 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel bebas adalah kepadatan hunian, riwayat covid-19, kebiasaan merokok dan riwayat kontak dengan penderita sedangkan variabel terikat adalah tuberkulosis paru. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran menggunakan roll meter. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ada hubungan antara kepadatan hunian (p-value= 0,004, OR= 3,504), riwayat kontak penderita (p-value= 0,002, OR= 4,060) dan tidak terdapat hubungan antara riwayat covid-19 (p-value= 0,270, OR= 0,308), kebiasaan merokok (p-value= 0,163, OR= 1,900) dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sikumana Tahun 2023. Kesimpulan, ada hubungan antara kepadatan hunian dan riwayat kontak penderita dengan kejadian tuberkulosis paru.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : PENGARUH MENTORING TERHADAP PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN Silvania, Silvania; Lisum, Kristina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36443

Abstract

Keselamatan pasien merupakan bagian penting dari sistem layanan kesehatan. Rumah sakit perlu mengembangkan intervensi yang ditargetkan, termasuk program pengembangan profesional berkelanjutan, untuk meningkatkan budaya dan praktik keselamatan pasien. Untuk mencapai dan mempertahankan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit, diperlukan tindakan yang komprehensif dan responsif agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Tidak diinginkan dapat diminimalisir bahkan dicegah dengan memperhatikan keselamatan pasien. Pelaporan data insiden keselamatan pasien menjadi penting karena insiden keselamatan pasien yang valid dan akurat akan menentukan evaluasi program dan pelayanan kesehatan berbasis keselamatan di masa depan serta mendasari perbaikan sistem pelayanan dan pencegahan terulangnya insiden keselamatan pasien. Banyak penelitian telah dilakukan mengenai budaya dan pendampingan. Selain itu, banyak penelitian yang fokus pada pengaruh program pendampingan terhadap keselamatan pasien melalui pelaporan insiden. Penelitian kepustakaan diperlukan untuk membahas permasalahan secara lebih spesifik. Dengan tinjauan pustaka ini diharapkan dapat diketahui dampak program bantuan terhadap keselamatan pasien melalui pelaporan insiden.  Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis terhadap temuan-temuan yang relevan dengan tujuan penelitian. Berdasarkan hasil scoping review, ditemukan total 20 artikel bahwa pendampingan merupakan suatu proses pembelajaran yang melibatkan pembentukan karakter dan kepribadian seseorang sebagai mentee atau peserta. Bisa juga dikatakan sebagai proses pembelajaran dimana mentor membantu anak didiknya menjadi mandiri melalui kegiatan belajar. Kurangnya sistem pelaporan insiden di rumah sakit dapat menghalangi staf untuk belajar dari kesalahan dan meningkatkan keselamatan pasien. Keselamatan pasien sangat penting di rumah sakit untuk akreditasi dan reputasi rumah sakit.
PENGALAMAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN PASIEN JKN TERHADAP PERSEPSI PELAYANAN KESEHATAN Kurnia Sari, Wulan; Idris, Haerawati; Misnaniarti, Misnaniarti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36466

Abstract

Penelitian ini berjudul pengalaman dan tingkat pendidikan pasien JKN terhadap persepsi pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman pasien dalam menggunakan layanan kesehatan yang dibiayai oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait kepuasan, tantangan, dan harapan pasien terhadap program JKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menghargai aksesibilitas dan biaya rendah yang ditawarkan oleh JKN, namun juga menghadapi beberapa masalah seperti lamanya waktu tunggu dan keterbatasan pilihan fasilitas kesehatan. Penelitian ini menggunakan penelitian field research dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dalam sistem JKN untuk meningkatkan kualitas pengalaman pasien dan efektivitas layanan kesehatan yang disediakan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi perbaikan program JKN guna memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pasien dengan lebih baik.
PENGARUH AKSES SANITASI TERHADAP PERILAKU STOP BABS PILAR PERTAMA STBM DI KECAMATAN MEDAN LABUHAN DAN MEDAN PERJUANGAN DI KOTA MEDAN Sinambela, Nur Delina; Saragih, Eka Fitria; Rahmadanty, Dwi Azura; Susilawati, Susilawati; Ramania Sabina; Dalimunthe, Halimatus Sa’diyah; Putri, Dini Azila
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36469

Abstract

Buang air besar Sembarangan di daerah kota Medan tercatat dinkes provinsi 2023 masih 78 desa sekitar 51,66% dari jumlah desa sebanyak 151, masih ada 73 desa yang belum melaksanakan STBM sekitar 48,34%. Tujuan penelitian ini adalah analisis pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar pertama di daerah Kota Medan yaitu Kecamatan Medan Perjuangan dan Medan Labuhan dan untuk melihat perbandingan antara akses sanitasi terhadap perilaku Stopbabs di daerah Medan Perjuangan dan Medan Labuhan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data yang di gunakan bersifat data sekunder berasal dari data progres bulanan STBM STOP BABS Dinas Kesehatan Kota Medan 2023. Populasi penelitian ini sebanyak 572.084 sampel dari penelitian pada kedua Kecamatan sejumlah 53.485 KK. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh nilai p Value 0,001 yang bermakna terdapat korelasi yang signifikan. Maka dengan demikian diperoleh nilai R 0,786 yang bermakna hubungan yang sangat kuat di antara kedua variable karena 0,786 >0,76. Sehingga dapat disimpulkan perbandingan KK BABS masih cukup tinggi di daerah pesisir dibanding kan daerah perkotaan, terdapat di kecamatan medan perjuangan dan medan Labuhan. mengindikasikan perlunya perbaikan  sanitasi di daerah pesisir, keterbatasan akses sanitasi di daerah pesisir menjadi faktor utama penyebab tingginya angka Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
EVALUASI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING BERBASIS KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS DI DESA SUMBER JAYA KABUPATEN BENGKALIS RAMADHANI, DEVI TRISNA; Tanziha, Ikeu; Fitri, Fitri; Mayrindika, Eko
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36475

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bengkalis. Program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) menjadi salah satu upaya strategis untuk memerangi stunting di Desa Sumber Jaya. Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki prevalensi stunting yang tinggi adalah Kabupaten Bengkalis. Pada tahun 2021, prevalensi stunting di Kabupaten Bengkalis mencapai 23,9%, lebih tinggi dari rata- rata nasional (24,4%). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran sumber daya manusia (SDM) dalam program percepatan penurunan stunting di Desa Sumber Jaya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan 12 responden yang terlibat dalam program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM memiliki peran penting dalam berbagai aspek program, seperti edukasi gizi, monitoring pertumbuhan anak, dan pendampingan keluarga. Integrasi program Kampung KB serta kolaborasi lintas sektor yang kuat merupakan langkah strategis dalam memerangi stunting di Indonesia. SDM di Kampung KB Desa Sumber Jaya berperan penting dalam edukasi gizi, pemantauan anak, dan pendampingan keluarga. Namun, masih ada kendala. Keberhasilan program penurunan stunting ditopang sinergi lintas sektor yang aktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia memiliki peran krusial dalam keberhasilan program Kampung Keluarga Berkualitas dalam menurunkan prevalensi stunting di Desa Sumber Jaya. Sehingga, perlu komitmen lintas sektor dalam membantu serta mendukung program pemerintah dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Bengkalis.
ANALISIS HAMBATAN ADMINISTRASI TERHADAP AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS DESA SECURAI KECAMATAN BABALAN KABUPATEN LANGKAT Gunawan, Amanda Natasya; Hanifa, Nazwa Ihza; Khathimah, Husnul; Hanafi, Riski Aditia; Farahany, Suci; Putri, Yuana Wangsa; Saragih, Tini Rezeki; Syah Putra, Ajib Atha; Agustina, Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36485

Abstract

Pelayanan medis di Puskesmas memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama pada tingkat dasar. Puskesmas berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan yang menyelenggarakan kegiatan preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Meskipun demikian, akses masyarakat terhadap pelayanan ini seringkali terhambat oleh berbagai masalah administratif yang memengaruhi kelancaran proses pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan-hambatan administratif yang memengaruhi akses masyarakat ke layanan kesehatan di puskesmas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap petugas kesehatan serta pasien di beberapa puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai hambatan administratif yang sering terjadi. Di antaranya adalah prosedur pendaftaran yang rumit dan memakan waktu, keterbatasan jumlah tenaga medis yang tersedia, serta kurangnya penerapan sistem teknologi informasi yang terintegrasi untuk mendukung kelancaran administrasi dan pelayanan. Selain itu, informasi tentang prosedur pelayanan yang tidak cukup disosialisasikan kepada masyarakat menjadi faktor penghambat lainnya. Hal ini sering kali menambah kebingungan pasien dan memperlambat proses pelayanan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan langkah-langkah perbaikan, seperti penyederhanaan proses administrasi, peningkatan kapasitas serta pelatihan tenaga medis, dan penerapan sistem teknologi informasi yang lebih efisien. Dengan perbaikan ini, diharapkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat lebih mudah, pelayanan menjadi lebih efektif, serta kualitas layanan di puskesmas meningkat.
PERAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DIARE : STUDI CROSS-SECTIONAL Ambodale, Saiful; Nurhasana, Nurhasana; Arni, Fitri; Sudirman, Sudirman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36507

Abstract

Sanitasi lingkungan berperan penting dalam pencegahan penyakit menular seperti diare, yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian. Diare menempati urutan keempat sebagai penyebab kematian di seluruh populasi di Indonesia dengan prevalensi mencapai 12,3%. Angka kejadian diare di Sulawesi Tengah mencapai 48,17% pada tahun 2020, dan beberapa daerah, termasuk Kabupaten Morowali, masih mencatat angka kejadian diare yang masih lebih tinggi. Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di negara-negara berkembang, di mana diare masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan dan kejadian diare, serta mengidentifikasi tingkat risikonya. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, desain penelitian cross-sectional dengan populasi sebanyak 2.200 orang, Sampel diambil secara random sederhana sebanyak 100 orang yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR) untuk mengukur risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diare (p<0,05). Ketersediaan air bersih menunjukkan OR=0,044, kondisi jamban memiliki OR=174,00, saluran pembuangan air limbah OR=171,00, dan pengelolaan sampah OR=50,556. Disimpulkan bahwa faktor sanitasi lingkungan yang buruk meningkatkan risiko kejadian diare, terutama pada kondisi jamban, pembuangan air limbah, dan pengelolaan sampah. Penelitian ini menekankan pentingnya perbaikan sanitasi lingkungan, termasuk penyediaan air bersih yang layak, fasilitas jamban, serta sistem pembuangan limbah yang efektif, dan pengelolaan sampah yang memadai untuk menurunkan risiko diare.  
LAPORAN KASUS : ERUPSI OBAT AKIBAT KARBAMAZEPIN Kangnata, Velika Elaine; Yudhitiara, Novia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36518

Abstract

Adverse Drug Eruption (ADR) didefinisikan sebagai reaksi yang membahayakan atau tidak diingikan terhadap dosis terapeutik suatu obat. ADR membagi menjadi 2 reaksi, yaitu reaksi tipe A disebut juga reaksi augmented “tergantung dosis”, dan dapat diprediksi berdasarkan farmakologi obat, dan reaksi tipe B, disebut juga reaksi bizzare, tidak dapat diprediksi dari farmakologi.(Coleman & Pontefract, 2016; Nguyen et al., 2020) Prevalensi Cutaneuous Adverse Drug Reactions (CADR) terjadi pada 8% pasien yang dirawat inap. Di bagian dermatologi, CADR mewakili 2% konsultasi dan sekitar 5% pasien rawat inap di bidang dermatologi.(Nguyen et al., 2020) Penatalaksanaan utama adalah menghentikaan obat yang menjadi penyebab atau yang sedang dikonsumsi, dan diberikan terapi kortikosteroid sistemik.(Nguyen et al., 2020) Ilustrasi kasus seorang perempuan berinisial An. NT berusia 16 tahun dengan keluhan sejak 1 minggu ini timbul ruam kemerahan yang disertai gatal dan panas di seluruh tubuh. Awalnya, sekitar 1 minggu yang lalu, pasien sempat mengalami kejang. Pasien mendapatkan pengobatan obat epilepsi (carbamazepine dan depakote). Setelah minum obat epilepsi tersebut, pasien mengeluhkan muncul ruam kemerahan disertai gatal dan panas diseluruh tubuh sehingga pasien di rujuk ke Poliklinik Kulit dan Kelamin. Kesimpulan pada kasus ini adalah erupsi obat merupakan kasus yang dapat mengancam nyawa apabila tidak ditatalaksana dengan baik. Tatalaksana yang utama erupsi obat adalah menghentikan obat yang menjadi penyebab.