cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
KLASIFIKASI FAKTOR IBU TERHADAP RISIKO TERJADINYA STUNTING MENGGUNAKAN METODE CLASSIFICATION AND REGRESSION TREE (CART) (STUDI PADA BALITA USIA 0-24 BULAN DI KEC. BLULUK, KAB. LAMONGAN) Nurfirdaus, Yasmine; Afianto, Rery; Astuti, Aldiella Ayu Prasetya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36026

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak signifikan pada tumbuh kembang anak, terutama balita usia 0-24 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor ibu, termasuk pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI (MP-ASI), dan pola asuh, terhadap risiko stunting pada balita di Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah Classification and Regression Tree (CART) dengan sampel sebanyak 261 balita, diambil dari data sekunder laporan hasil skrining bayi dua tahun (Baduta) yang dilakukan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting pada Mei 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif merupakan faktor paling berpengaruh terhadap risiko stunting, dengan ketepatan klasifikasi mencapai 79,7%. Balita yang tidak diberikan ASI eksklusif memiliki risiko stunting yang lebih tinggi dibandingkan yang diberi ASI eksklusif. Selain itu, pemberian MP-ASI dan pola asuh yang baik juga berkontribusi terhadap pencegahan stunting. Berdasarkan hasil penelitian ini menekankan pentingnya edukasi kepada ibu mengenai pemberian ASI eksklusif sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting. Dengan memahami faktor-faktor yang berpengaruh, intervensi yang tepat dapat dirumuskan untuk meningkatkan status gizi balita di wilayah tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pengambil kebijakan dan praktisi kesehatan dalam upaya mengurangi prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, yang masih memiliki tantangan tinggi dalam masalah gizi anak.
KEPATUHAN PEMAKAIAN APD PADA PEMBUANGAN LIMBAH MEDIS OLEH PETUGAS IPAL DI RSU Cahyani, Regita; Permata, Maulidya; Nasution, Keyla Harista; Hasibuan, Nurfaizah; Bara, Raisa Shabrina Batu; Latifah Mutiah Nurhidayah; Agustina, Dewi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kepatuhan petugas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) melalui kegiatan sosialisasi dan penyebaran poster di lingkungan IPAL Rumah Sakit Umum Mitra Medika Amplas. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam dengan petugas IPAL, yang menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar petugas mematuhi peraturan penggunaan APD saat pengelolaan limbah medis, beberapa masih merasa kurang nyaman saat menggunakannya, terutama karena rasa panas dan pengap. Ketidaknyamanan ini dapat menurunkan konsistensi dalam penggunaan APD, meskipun rumah sakit telah menyediakan APD sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman petugas tentang bahaya limbah medis cukup baik, seperti risiko infeksi, paparan zat radioaktif, dan cedera benda tajam. Namun, kendala seperti kurangnya pengawasan dan pelatihan berkelanjutan tetap menjadi hambatan. Edukasi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas APD, dan evaluasi rutin diperlukan untuk memastikan kepatuhan yang optimal. Selain itu, pentingnya dukungan institusi dalam penyediaan fasilitas yang memadai dan pembentukan budaya keselamatan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS). Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kebijakan keselamatan kerja, menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, serta mendukung implementasi K3RS untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat paparan limbah medis.
KOLERASI KEJADIAN RETINOPATI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Iskandar, Darariani; Pangerang, Andi Fatika Sari; Nurtania, Ariyanie
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36079

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Komplikasi kronis DM dibagi menjadi dua yaitu komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Beberapa penelitian yang dilaksanakan Retinopati Diabetik (RD) merupakan salah satu komplikasi mikrovaskular Diabetes Melitus yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah di retina dan dapat menimbulkan kebutaan yang permanen. Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara diabetes melitus tipe 2 dengan retinopati diabetik, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan komplikasi ini. Penelitian ini menggunakan metode review article dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel-artikel yang relevan terkait dengan retinopati diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2. Sumber data penelitian ini diperoleh melalui literatur yang didapatkan dari berbagai publikasi jurnal yang dapat diakses melalui internet. Jurnal-jurnal yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari literatur internasional dan nasional yang telah dipublikasikan di berbagai database akademik, seperti PubMed, Google Scholar, dan jurnal kesehatan lainnya. Untuk analisis data, digunakan analisis kualitatif yang melibatkan pengorganisasian, pengelompokan, dan perbandingan antara temuan-temuan yang ada pada artikel yang dikaji. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa pada pasien dengan durasi diabetes yang lebih lama cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan Retinopati Diabetik. Semakin lama seseorang menderita Diabetes Melitus Tipe 2, semakin besar kemungkinan mereka akan mengalami Retinopati Diabetik.
HUBUNGAN KEJADIAN STROKE DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA LANSIA DI RUMAH SAKIT UMUM ROYAL PRIMA MEDAN Rahma, Arinda Aulia; Harahap, Alvin Abrar; Pratama, Irza Haicha
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36089

Abstract

Stroke tetap menjadi masalah kesehatan utama dan penyebab kecacatan terbesar di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara kejadian stroke dan kadar kolesterol total pada lansia yang dirawat di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan. Desain penelitian menggunakan metode observasional analitik deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada April hingga Juni 2024, dengan populasi lansia penderita stroke yang memiliki data kadar kolesterol total dari tahun 2021 hingga 2023. Sampel penelitian sebanyak 80 orang. Data dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden dengan stroke iskemik maupun hemoragik memiliki kadar kolesterol total yang berada di ambang batas. Namun, hasil analisis statistik bivariat menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kejadian stroke dengan kadar kolesterol total pada lansia. Hal ini dibuktikan dengan nilai Asymptotic Significance (2-sided) sebesar 0,700 yang lebih besar dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kadar kolesterol total sering berada di ambang batas, tidak ada bukti kuat yang menghubungkannya secara langsung dengan kejadian stroke pada lansia di rumah sakit tersebut. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mempertimbangkan faktor risiko lain yang mungkin berperan dalam kejadian stroke, seperti hipertensi, diabetes, dan gaya hidup.
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN STROKE DI KLINIK PRATAMA INSAN SEHATI XIN MEN REHABILITATION CENTRE MEDAN 2024 Suhaila, Alzira; Harahap, Alvin Abrar; Pratama, Irza Haicha
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36090

Abstract

Stroke masih menjadi penyakit penyebab kematian utama di Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara gaya hidup dengan kejadian stroke di Klinik Pratama Insan Sehati Xin Men Rehabilitation Centre Medan. Jenis rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian case control. Penelitian ini dilakukan di Klinik Pratama Insan Sehati Xin Men Rehabilitation Centre Medan dengan jumlah sampel sebanyak 28 orang pasien stroke. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa Global Physical Activity GPAQ (2016) dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42). Metode analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden penelitian penderita stroke di Klinik Pratama Insan Sehati Xin Men Rehabilitation Centre Medan berjenis kelamin laki-laki berjumlah 21 orang atau 70%, berusia > 60 tahun sebanyak 17 orang (56,7%), memiliki tekanan darahnya tergolong prehipertensi yaitu sebanyak 13 orang (43,3%), memiliki Aktivitas fisik normal sebanyak 27 orang (90%), tidak merokok yaitu sebanyak 19 orang (63,3%), tidak minum alkohol yaitu sebanyak 22 orang (73,3%), responden dengan tingkat stres yang tergolong sedang sebanyak 13 orang (40%) dan memiliki gaya hidup yang tergolong baik yaitu sebanyak 17 orang (56,7%).
PENGARUH PENDAMPINGAN GIZI TERHADAP PERBAIKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA SISWI KELAS X DI SMA N 1 DAN 3 LUWUK BANGGAI Masir, Sabrianto; Kasmini H, Oktia Woro; Budiono, Irwan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36130

Abstract

Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang anemia menimbulkan sikap negatif dalam pencegahan anemia. Sehingga pendampingan gizi sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendampingan gizi terhadap perbaikan pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia siswi kelas X di SMA N 1 Dan 3 Luwuk Banggai. Desain penelitian ini adalah pre test-post test with control group design dengan pendekatan quasy eksperiment. Sampel sebanyak 79 orang. Variabel independen adalah pendampingan gizi dan variabel dependen adalah perbaikan pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia. Hasil uji statistik menggunakan wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pre-test pada kelompok kontrol sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang dengan persentase 56.4% sedangkan pada post test terdapat 82.1% dengan pengetahuan yang baik. Hasil pre-test pada kelompok kasus hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan yang kurang dengan persentase 40.0%, sedangkan pada post test terdapat 80.0% dengan pengetahuan yang baik setelah mendapatkan mendapatkan intervensi. Hasil pre-test pada kelompok kontrol sebagian besar responden memiliki sikap negatif dengan persentase 66.7% sedangkan pada post test terdapat 92.3% dengan sikap positif. Hasil pre-test pada kelompok kasus sebagian besar responden memiliki sikap negatif dengan persentase 75.0% sedangkan pada post test terdapat 90.0% dengan sikap positif setelah mendapatkan mendapatkan intervensi. Hasil analisa data menunjukan bahwa ada pengaruh pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia pada remaja putri sebelum dan setelah pendampingan gizi diperoleh nilai p-value 0,000. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengetahuan remaja putri maka semakin positif sikap dalam pencegahan anemia.
EVALUASI KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JAMBE Mulyanti, Sari; Sidik, Halik; Lestari, Dewi Yuliani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36141

Abstract

Kasus stunting di beberapa kecamatan di Kabupaten Tangerang masih cukup tinggi, salah satunya di Puskesmas Jambe, Kecamatan Jambe. Puskesmas Jambe mencatat sebesar 0,49% atau 88 kasus stunting pada Februari 2024. Hal tersebut menandakan bahwa tingkat stunting di Puskesmas Jambe masih tergolong tinggi. Meskipun telah dilakukan upaya penurunan stunting melalui program STBM di beberapa desa, kesenjangan dalam pencapaian standar pengentasan stunting masih terlihat. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor lokal yang terkait dengan stunting dan mendukung upaya pengurangan stunting di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yakni analisis regresi logistik biner menggunakan program SPSS for Windows versi 25.0. Penelitian dilakukan pada periode bulan Mei hingga Juli 2024 dengan populasi mencakup seluruh balita berusia 0-59 bulan yang berada di wilayah Puskesmas Jambe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara tinggi badan ibu dan kejadian stunting pada balita. Di sisi lain, variabel berat badan lahir, panjang badan lahir, dan pendidikan ibu memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Sementara itu, jenis kelamin balita, pendapatan orang tua, dan pemberian ASI eksklusif tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Panjang badan lahir merupakan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi kejadian stunting di wilayah Puskesmas Jambe Tahun 2024.
PELAKSANAAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI PELAKU PERJALANAN LUAR NEGERI DI PINTU MASUK BANDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO Manannohas, Mouren; Kandou, Grace Debbie; Posangi, Jimmy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36145

Abstract

Masalah Kesehatan merupakan tantangan besar saat ini. Munculnya penyakit potensial wabah yang banyak menjangkiti masyarakat dunia mulai dari pandemi Covid-19, Acute Hepatitis of Unknown Aetiology, Monkeypox dan penyakit infeksi emerging lainnya menyebabkan dunia kesehatan harus bekerja lebih keras dalam hal cegah tangkal faktor risiko penyakit. Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa surveilans merupakan kegiatan pengamatan yang sistematis dan terus menerus terhadap kejadian penyakit dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan penularan penyakit untuk memperolah dan memberikan informasi guna mengarahkan tindakan penanggulangan penyakit secara efektif. Balai Kekarantinaan Kesehatan yang dalam tugas dan fungsinya melaksanakan Upaya mencegah dan menangkal keluar dan masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat di pintu masuk Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado melaksanakan surveilans epidemiologi pada pelaku perjalanan yang tiba dari daerah/negara terjangkit. Hal ini dilakukan dalam bentuk pengawasan pelaku perjalanan lewat pengamatan, pengumpulan data, pengolahan data, analisa data sampai dengan penyebarluasan informasi atau disebut dengan diseminasi informasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran Pelaksanaan Surveilans Epidemiologi Pelaku Perjalanan Luar Negeri di Pintu Masuk Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisa atau deskriptif dengan peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian menggunakan triangulasi metode lewat wawancara menadalam dan observasi dokumen. Informan ditentukan berdasarkan kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upaya cegah dan tangkal masuk dan keluarnya masalah dan/atau faktor risiko kesehatan di pintu masuk BKK Kelas I Manado telah melakukan surveilans epidemiologi pelaku perjalanan luar negeri di pintu masuk Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado tetapi dalam pelaksanaannya ditemukan kendala seperti tidak lagi dilakukan wawancara di pintu masuk, diseminasi informasi hanya dibagikan dalam bentuk informasi lewat media sosial , respon pelaku perjalanan yang kurang baik saat dilakukan pemeriksaan atau skrining di pintu masuk, petugas atau SDM yang masih kurang, thermalscan yang tidak berfungsi dengan baik, dan peraturan yang berubah-ubah yang mengakibatkan penerapan kebijakan pun berubah-ubah, sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan surveilans epidemiologi pada pelaku perjalanan luar negeri di pintu masuk Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado belum berjalanan maksimal.
PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP SKALA NYERI PADA PASIEN POST OPERASI DI RSUD KANJURUHAN Wibowo, Wahyu Pangestu; Kurniawan, Dedi; Kumalasari, Galuh
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36157

Abstract

Masalah yang dihadapi pasien pasca operasi adalah nyeri akibat bekas luka operasi. Setelah efek anestesi hilang, pasien akan merasakan nyeri di lokasi operasi. Hal ini menyebabkan pasien merasa tidak nyaman, gelisah, dan mengalami berbagai gangguan emosi dan mood lainnya. Secara fisiologis, dzikir mempunyai beberapa efek medis dan psikologis, termasuk menyeimbangkan kadar serotonin dan norepinefrin dalam tubuh. Hal tersebut merupakan morfin alami yang bekerja pada otak dan menenangkan pikiran dan jiwa setelah berdzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap skala nyeri pada pasien post operasi. Jenis penelitian ini adalah pra exsperiment one group pretest and posttest without control. Pengambilan sampel mempergunakan teknik convenience sampling dan uji statistik menggunakan uji paired t test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa  terapi dzikir terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap skala nyeri pada pasien pascaoperasi, dengan ditemukannya perbedaan yang jelas pada rerata skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian terapi. Hasil ini menunjukkan bahwa rerata skala nyeri sebelum perlakuan adalah 4,95 dan rerata skala nyeri sesudah diberikan terapi dzikir adalah 3,90. Sedangkan nilai signifikansi sebesar 0,000 ( p < 0,05 ),     sehingga terdapat pengaruh terapi dzikir terhadap skala nyeri pasien post operasi. Terapi dzikir dapat menjadi metode efektif dalam membantu mengurangi intensitas nyeri. Oleh karena itu, diharapkan perawat dapat memanfaatkan terapi dzikir sebagai salah satu intervensi mandiri dalam keperawatan, khususnya dalam manajemen nyeri pada pasien yang mengalami nyeri setelah operasi.
PENGARUH STRES KERJA TERHADAP KINERJA KERJA KARYAWAN DI PT SEI MANGKEI NUSANTARA TIGA anisha putri, dinda tiara; Siregar, Muthia Afrah Goslan; Daulay, Syukri Pratama Putra; Shafa, Banafsyah; Mahendra , Akmal Fiqhi Ranu; Astuty, Delfriana Ayu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36169

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah dengan memperhatikan stres kerja. Stres dapat terjadi pada setiap individu manusia kapan saja, karena stres juga merupakan bagian hidup manusia yang tidak dapat dihindari. Stres kerja merupakan suatu kondisi dinamis dimana individu menghadapi peluang, hambatan, atau tuntutan terkait dengan apa yang sebenarnya mereka inginkan dan apa yang mereka hasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan di Kantor Sei Mangkei Nusantara Tiga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan kuesioner dan observasi sebagai teknik pengumpulan datanya dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 33 karyawan dengan Teknik non probability sampling. Untuk perhitungan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan program SPSS yang dapat menunjukkan hubungan kedua variabel, dan seberapa besar pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan. stres kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan pada perusahaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun stres kerja dapat mempengaruhi kinerja. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengaruh stres kerja terhadap semangat kerja pegawai berada pada tahap korelasi cukup sebesar 0,324 yang berarti tidak terdapat pengaruh prestasi kerja terhadap masa kerja pegawai. pekerjaan sebesar 32,4%, sedangkan sisanya sebesar 67,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini seperti pengalaman kerja, kepuasan kerja dan lain-lain.