cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
STRATEGI PENCEGAHAN PENYAKIT ANTRAKS PADA MANUSIA DI KABUPATEN MERAUKE Marbun, Julia; Hartono, Risky Kusuma; Muskita, Nevile Rymon
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36172

Abstract

Kasus Penyakit Antraks di Kabupaten Merauke diketahui pada tanggal 23 april 2024, yang diawali dengan adanya kasus kematian misterius hewan ternak berupa sapi dan babi di daerah pemukiman transmigrasi (di Distrik Tanah Miring- Kabupaten Merauke) yang semula dicurigai berasal dari gigitan nyamuk karena didapati oleh para peternak adanya kasus kematian sapi setelah digigit oleh nyamuk yang berukuran lebih besar dari nyamuk pada umumnya. Setelah Beberapa hari kemudian dilakukan pemeriksaan sampel pada babi yang mati dan ditemukan adanya bakteri bersifat zoonosis. Tujuan  Penelitian untuk mengkaji langkah-langkah yang harus ditempuh Pemerintah Daerah setempat agar dapat mempercepat pengendalian dan pencegahan kasus antraks pada Manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui pengambilan data sekunder dan primer dari berbagai pihak serta studi literatur dari penelitian sebelumnya, sedangkan manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Daerah dan warga masyarakat untuk lebih waspada dan terhindar dari kasus antraks sehingga  tidak terjadi Kejadian Luar Biasa Penyakit Antraks Pada Manusia.  Untuk mendapatkan data terkait penelitian dilakukan wawancara dengan instrument pertanyaan yang disesuaikan dengan pengertian variable. Informan dalam penelitian ini antara lain Pejabat Otoriter Veteriner Provinsi Papua Selatan (POV PPS),. Gambaran kewaspadaan dini sebagai salah satu bentuk respons kesiapsiagaan, deteksi dini kemungkinan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Antraks pada manusia di Kabupaten Merauke belum sepenuhnya sesuai dengan petunjuk teknis yang dikeluarkan Kemenkes. Berdasarkan pengolahan data dan identifikasi masalah terkait pencegahan Antraks di Kabupaten Merauke, maka perlu dibuat suatu strategis prioritas yang harus diperhatikan sebagai langkah antisipasi yang terbagi menjadi strategi jangka panjang dan jangka pendek.
EVALUASI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP PESERTA BPJS DI RSUD MERAUKE Madi, Linda Yuliati; Saputra , Fajar; Ayamiseba, Yunus O.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36197

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kualitas pelayanan dan kepuasan pasien BPJS yang menerima perawatan rawat inap di RSUD Merauke, sebagai mitra penting dalam program jaminan kesehatan nasional di Indonesia. Manfaat dari penelitian ini meliputi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, penanganan keluhan yang lebih efisien, serta kontribusi pada pengembangan layanan kesehatan yang lebih baik di RSUD Merauke dan potensi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat nasional. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dan analitik dengan pendekatan campuran (mixed-methods) yang menggabungkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif diterapkan melalui wawancara mendalam dengan pasien BPJS, dokter, perawat, dan petugas BPJS di RSUD Merauke sampel 22 orang. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, responsivitas terhadap keluhan pasien, mencegah kejadian serius, serta memperbaiki reputasi RSUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50,9% responden menilai ketersediaan obat baik, sementara 49,1% menilai kurang baik, menunjukkan ketidakpuasan hampir separuh pasien terhadap ketersediaan obat. Sebanyak 58,8% responden menilai kebersihan lingkungan baik, sedangkan 41,2% menilai kurang baik, menunjukkan perlunya peningkatan kebersihan. Banyak pasien merasa petugas kurang cekatan dalam menanggapi keluhan non-darurat karena tingginya jumlah pasien dan terbatasnya staf. Kesimpulan penelitian menunjukkan perlunya implementasi Sistem Manajemen Persediaan Obat yang lebih efektif, peningkatan kebersihan lingkungan, dan perbaikan manajemen petugas kesehatan untuk meningkatkan kepuasan pasien di RSUD Merauke
FAKTOR RISIKO HIPERTENSI JAMAAH HAJI DKI JAKARTA TAHUN 2024, STUDI POTONG LINTANG Pratiwi, Endah Dwi; Helda, Helda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36236

Abstract

Ibadah Haji membutuhkan stamina yang baik agar dapat melaksanakan serangkaian ibadah fisik yang intens baik didalam ruang tertutup maupun terbuka. Haji 2024 mayoritas terdiri dari lansia yang merupakan kelompok usia berisiko tinggi dan menderita berbagai penyakit. Keadaan ini dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan seperti kelelahan, dehidrasi dan kondisi kesehatan yang ada saat pelaksanaan Haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan kejadian hipertensi pada calon jamaah haji dari provinsi DKI Jakarta pada tahun 2024. Metode analitik dengan desain studi potong lintang melibatkan sebanyak 8014 responden yang diperiksa kesehatannya 2-3 bulan sebelum keberangkatan haji. Menggunakan total sampel dari populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder siskohatkes. Data dianalisis dengan uji chi square (bivariat) dan uji cox regression (multivariat). Hasil penelitian didapatkan sebanyak 46.8 % responden menderita penyakit hipertensi. Faktor risiko kejadian hipertensi pada jemaah haji yaitu usia 41-50 tahun dengan (PR 1.79; 95% CI: 1.49–2.16), usia 51 – 60 tahun (PR 2.42; 95% CI: 2.03–2.89) dan usia ? 61 tahun (PR 3.04; 95% CI: 2.54-3.63), IMT (PR 1.26; 95% CI: 1.18–1.35), diabetes melitus (PR 1.18; 95% CI: 1.09-1.27), dislipidemia (PR 1.12; 95% CI: 1.05–1.20), riwayat keluarga dengan hipertensi (PR 1.25; 95% CI: 1.16–1.35). Faktor risiko dominan pada penelitian ini ialah usia, dimana usia ? 61 tahun memiliki risiko yang paling besar yaitu 3.04 kali untuk terjadinya hipertensi. Meningkatkan pengetahuan jamaah mengenai potensi risiko kesehatan yang dihadapi selama haji dan mengikuti langkah-langkah pencegahan dapat membantu mengurangi risiko kesehatan jamaah selama haji
DETERMINAN TINGGI BADAN LAHIR DAN PREVALENSI WASTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN DI DESA KARAMPI, KECAMATAN LANGGUDU, KABUPATEN BIMA, NUSA TENGGARA BARAT Darmin, Darmin; Hamzah, ST. Rahmawati; Noris, M.; Novitasari, Dalia; Avila, Dea Zara
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36245

Abstract

Wasting adalah kondisi anak yang berat badannya menurun dari waktu ke waktu hingga berat badan total jauh di bawah standar kurva pertumbuhan atau berat badan untuk tinggi badan rendah (underweight) dan menunjukkan penurunan berat badan yang parah dan akut. Lokasi penelitian berada di Desa Karampi, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2024. Metode penelitian kualitatif Observasional Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah 47 anak usia 12-59 bulan di Desa Karampi Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Sampel menggunakan teknik total sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengolahan data berupa editing data, coding dan entry data. Analisis data menggunakan uji univariat, bivariat dan uji chi-square. Variabel independen adalah berat badan lahir, sedangkan variabel dependen adalah prevalensi balita dengan berat badan kurang pada usia 12-59 bulan. Distribusi berat badan lahir balita usia 12-59 bulan sebagian besar adalah < 48 cm, yaitu sebesar 97,9%. Distribusi prevalensi Wasting pada anak balita usia 12-59 bulan sebagian besar adalah gizi normal yaitu sebesar 83,0% dan gizi kurang sekitar 14,9%. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dasar untuk menurunkan angka Wasting di desa karampi. saran perlu adanya sosialisasi lebih lanjut terkait bahasa prevalensi Wasting terhadap kondisi balita. Pemerintah daerah dapat meningkatkan program kesehatan ibu dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dan pemantauan gizi bagi ibu hamil, serta mendorong konseling gizi prenatal dan pemberian makanan tambahan.
DETERMINAN STRES PERAWAT RSUD DOLOK SANGGUL TAHUN 2023 Simanjuntak, Netty Iriani; Nababan, Donal; Sitorus, Mido Ester J; Tarigan, Frida Lina; Warouw, Sony Priajaya; Pane, Masdalina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36249

Abstract

Kesehatan  adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. WHO memprediksi stres kerja akan menjadi ancaman utama kesehatan manusia menjelang tahun 2020. Stres yang dialami perawat merupakan stres yang didapat atau dialami ditempat kerja yang termasuk kedalam stres kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Determinan stres pada perawat rawat inap di RSUD Doloksanggul. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional yaitu untuk mengetahui hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Dolok Sanggul tahun 2022.  Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Desember tahun 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di RSUD Doloksanggul tahun 2022 yang berjumlah 98 orang.  Teknik dalam pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Teknik Purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan yang dibuat oleh si peneliti. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan beban kerja dengan tingkat stres pada perawat. Ada hubungan kelelahan kerja dengan tingkat stres pada perawat. Ada hubungan Shift  kerja dengan tingkat stres pada perawat. Ada hubungan usia dengan tingkat stres pada perawat. Ada hubungan keamanan kerja dengan tingkat stres pada perawat. Faktor  yang paling dominan mempengaruhi  tingkat stres pada perawat adalah keamanan kerja.
LOPERAMIDE AND CODEINE THERAPY FOR ENTEROCUTANEOUS FISTULA : CASE SERIES Pradnyana, Dadek Biakta; Antara, Gede Eka Rusdi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36277

Abstract

Fistula enterokutan (Enterocutaneous Fistula/ECF) adalah hubungan abnormal antara saluran pencernaan intra-abdomen dan kulit atau luka. Keberadaan saluran ini menyebabkan cairan lambung atau usus bocor ke lingkungan eksternal. ECF dapat disebabkan oleh berbagai faktor, namun paling sering terjadi sebagai komplikasi pascaoperasi. Dalam seri kasus ini, disajikan dua kasus ECF yang ditangani menggunakan kombinasi loperamide dan codeine. Laporan Kasus 1: Seorang wanita berusia 46 tahun dengan obstruksi ileus total akibat Adenokarsinoma kolon transversum (grade rendah) cT4N1M1 (metastasis hati) menjalani laparotomi, adhesiolisis, dan hemikolektomi kanan ekstensif. Pemeriksaan pascaoperasi menunjukkan ECF dengan keluaran tinggi dan kebocoran anastomosis. Pasien distabilkan melalui koreksi elektrolit, nutrisi, antibiotik, serta terapi konservatif menggunakan loperamide, codeine, omeprazole, dan octreotide. Perawatan luka menggunakan vacuum-assisted closure (VAC). Laporan Kasus 2: Seorang wanita berusia 39 tahun dengan kanker ovarium stadium lanjut rekuren menjalani laparotomi dengan debulking. Luka pascaoperasi mengalami dehiscence yang berkembang menjadi ECF dengan keluaran rendah. Pasien dirawat dengan nutrisi, antibiotik, loperamide, codeine, dan omeprazole. Kantong kolostomi digunakan untuk perawatan luka. ECF merupakan kondisi kompleks yang sering kali berasal dari komplikasi bedah dan sulit diatasi. Seri kasus ini membahas terapi konservatif dengan loperamide dan codeine.
FAKTOR - FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI UNIVERSITAS SAM RATULANGI Wijaya, Natalya; Manampiring, Aaltje Ellen; Niode, Nurdjannah Jane
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36285

Abstract

Peningkatan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker di kalangan dewasa muda, terutama mahasiswa, menjadi perhatian serius mengingat perilaku gaya hidup tidak sehat yang sering terjadi pada kelompok ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko perilaku yang berkontribusi terhadap perkembangan PTM pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Fokus penelitian ini meliputi kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan tidak sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengambilan data menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 24 mahasiswa, terdiri dari 12 mahasiswa pre-klinik dan 12 mahasiswa klinik. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola-pola perilaku berisiko yang berkontribusi terhadap PTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16,6% responden adalah perokok aktif, dengan sebagian besar merokok sebagai bagian dari interaksi sosial. Konsumsi alkohol dilaporkan oleh beberapa mahasiswa, meskipun dalam frekuensi yang rendah, terutama dalam konteks kegiatan sosial. Aktivitas fisik mahasiswa sangat kurang, mayoritas responden tidak mencapai rekomendasi WHO untuk berolahraga setidaknya 150 menit per minggu. Sebagian besar responden juga menunjukkan pola makan yang tidak sehat, dengan kecenderungan konsumsi makanan cepat saji dan rendahnya asupan buah serta sayuran. Kesimpulan  penelitian ini faktor lingkungan memiliki kontribusi besar terhadap praktik prilaku yang dapat berisiko terjadinya penyakit tidak menular. Kemampuan manajemen stres, waktu, ekonomi, akses terhadap fasilitas olahraga yang tidak adekuat merupakan faktor penunjang praktik perilaku yang dapat berisiko pada terjadinya penyakit tidak menular.  Perlunya intervensi institusi, seperti promosi kesehatan yang lebih intensif, peningkatan fasilitas olahraga, dan penyediaan opsi makanan sehat di kampus, untuk mengurangi prevalensi perilaku berisiko di kalangan mahasiswa.
HUBUNGAN POLA MAKAN DUKUNGAN SUAMI DAN BUDAYA DENGAN KEJADIAN KEK PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Ulfah, Mariya; Latip, Abdul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36309

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) salah satu penyebab angka Kematian Ibu (AKI) yang menjadi salah satu indikator penting derajat kesehatan Masyarakat, survei status gizi (PSG) 2017, yang menunjukkan bahwa 14,8% ibu hamil berisiko mengalami Kurang Energi Kronik, Kurang Energi Kronik (KEK) yang ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm.Faktor penyebab KEK,diantaranya asupan zat gizi tidak mencukupi kebutuhan ibu hamil dalam jangka lama ,dan budaya pantang makanan. Jenis Penelitian ini analitik korelasional menggunakan pendekatan kuantitatif. Rancang bangun penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi 233 ibu hamil. Sampel 96 ibu hamil. Menggunakan data primer dengan kuesioner dan data sekunder. Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian nilai signifikasi tingkat kemaknaan ? =,0,05 di dapatkan nilai (? = 0,000),ada Hubungan Pola Makan dengan Kejadian KEK, uji statistik ( ? = 0,000)  lebih kecil dari ? (0,05) ada Hubungan dukungan suami dengan Kejadian KEK dan Hasil uji statistik ? value = 0,000  Ada hubungan budaya dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Dander Kabupaten Bojonegoro. Saran:   Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil melalui kelas ibu hamil pentingnya pola makan yang baik baik jenis,jumlah variasi lauk sayur dan frekuensi makan, adanya dukungan yang baik suami secara emosional,penghargaan,informatif maupun instrumental serta budaya tidak berpantang makanan dalam kehamilan agar angka kejadian ibu hamil KEK dapat ditekan jumlahnya.
SEVERE DELAYED COMPLICATIONS FOLLOWING ACCIDENTAL INGESTION OF ALKALINE CLEANING FLUID IN A YOUNG ADULT : A CASE REPORT Insiyah, Basyirotul; Noor Wicaksono, Ardhian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36341

Abstract

Esofagitis korosif adalah kondisi yang dapat terjadi akibat konsumsi zat berbahaya secara tidak sengaja, khususnya zat alkali yang kuat. Zat-zat ini dapat merusak saluran gastrointestinal bagian atas secara parah, yang menyebabkan komplikasi seperti jaringan parut, penyempitan esofagus, perforasi, dan hasil lain yang berpotensi mengancam jiwa. Laporan kasus ini membahas seorang wanita berusia 21 tahun yang secara tidak sengaja mengonsumsi cairan pembersih kamar mandi, mengira itu minuman karena warnanya yang biru dan penyimpanannya dalam botol plastik. Awalnya, ia mengalami sensasi terbakar di tenggorokan, dada, dan perutnya, disertai dengan sinkop, kelemahan, dan muntah berwarna biru. Kemudian, ia mengalami gejala yang lebih parah termasuk nyeri tenggorokan, hematemesis, disfagia, dan melena. Pemeriksaan fisik menunjukkan luka bakar orofaring dan nyeri tekan perut, sementara pencitraan menunjukkan penyempitan esofagus, gastritis, dan kemungkinan perforasi lambung. Ia didiagnosis dengan esofagitis korosif akibat konsumsi alkali, yang diperumit oleh dugaan perforasi. Penanganannya meliputi status nihil per oral (NPO), cairan intravena, dan obat-obatan, diikuti dengan rujukan untuk perawatan bedah setelah tiga hari stabilisasi. Kasus ini menyoroti kebutuhan kritis untuk tindakan diagnostik dini, seperti endoskopi, dan pemantauan berkelanjutan dalam kasus konsumsi korosif, karena komplikasi yang tertunda dapat muncul meskipun ada perbaikan awal. Penyimpanan dan pelabelan zat berbahaya yang tepat merupakan strategi pencegahan utama untuk menghindari konsumsi yang tidak disengaja.
COMPREHENSIVE MANAGEMENT OF NEPHROTIC SYNDROME AND LUPUS NEPHRITIS IN A PATIENT WITH MULTIPLE COMORBIDITIES : A CASE REPORT Windiyanti, Lifia Virginia; Murbani, Ita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36350

Abstract

Laporan kasus ini membahas manajemen komprehensif pasien perempuan berusia 62 tahun yang didiagnosis dengan sindrom nefrotik, yang rumit dengan berbagai penyakit penyerta. Pasien datang dengan proteinuria signifikan dan urin berbusa, yang merupakan indikator utama sindrom nefrotiknya. Biopsi ginjal mengonfirmasi nefritis lupus, dan intervensi farmakologis berikutnya termasuk kortikosteroid, imunosupresan (Myfortic), insulin, antihipertensi (Ramipril), dan agen penurun lipid (Simvastatin), yang bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan multifaktorialnya. Meskipun pengobatan agresif, pasien terus menunjukkan kadar kreatinin dan proteinuria yang berfluktuasi, yang menunjukkan insufisiensi ginjal yang berkelanjutan. Kasus ini menyoroti kompleksitas pengelolaan pasien dengan berbagai kondisi kronis, yang memerlukan penyesuaian dinamis dalam pengobatan berdasarkan hasil klinis dan laboratorium. Tidak adanya riwayat keluarga dan psikososial yang terperinci dicatat sebagai keterbatasan dalam kasus ini, yang dapat memberikan wawasan lebih jauh tentang perkembangan penyakit. Pada akhirnya, laporan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan multidisiplin untuk mengelola sindrom nefrotik dan nefritis lupus, terutama bila disertai dengan gangguan metabolik lain seperti diabetes dan hipertensi.