cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI RUANG RAWAT INAP Kisworo, Nurhidayat Tamam Hadi; Arif, Yulastri; Ferdian, Rian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40789

Abstract

Discharge planning merupakan salah satu bagian penting dari pelaksanaan asuhan keperawatan, namun banyak penelitian yang menunjukkan dalam pelaksanaan discharge planning masih buruk terutama pada faktor pengetahuan, sikap dan motivasi perawat dalam pelaksanaan discharge planning di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan discharge planning diruang rawat inap RSUD Kota Tanjungpinang. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan menggunakan uji Chi square dan dilakukan di ruang inap RSUD Kota Tanjungpinang. Sampel berjumlah 75 perawat pelaksana. Teknik sampel yang digunakan adalah Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan Dokumen Discharge planning berbasis RME, Hasil penelitian adalah sebagian besar perawat Buruk dalam pelaksanaan discharge planning (57,3%), pengetahuan perawat Buruk (53,3%), lebih dari separuh sikap perawat dalam pelaksanaan discharge planning kategori negatif (66,7%) dan sebagian besar motivasi perawat dalam pelaksanaan discharge planning dalam kategori baik (94,7%). Hasil uji analisis menunjukan bahwa sikap dan pengetahuan perawat memiliki hubungan signifikan dengan pelaksanaan discharge planning (p-value = 0,013 dan 0,021), motivasi perawat tidak memiliki hubungan dengan pelaksanaan discharge planning (p-value = 0,632) dan Sikap merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi kepatuhan perawat dalam pelaksanaan discharge planning berbasis E-RM. Saran bagi pihak rumah Agar pihak rumah sakit dapat meningkatkan pengetahuan perawat dengan melalukan sosialisasi dan pelatihan tentang pelaksanaan discharge planning yang baik dan meningkatkan sikap positif pada perawat dengan mengawasi dan mendampingi perawat dalam pelaksanaan discharge planning, dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti faktor lain seperti komunikasi, supervisi yang berhubungan dengan pelaksanaan discharge planning, menggunakan melakukan observasi langsung pada pelaksanaan discharge planning.  
PERBEDAAN WAKTU PULIH SADAR PENGGUNAAN PESFLURAN DAN SEVOFLURAN ANESTESI BEDAH MODIFIED RADICAL MASTECTOMY Rodli, Muhammad; MR, Merisdawati; Negoro, Widigdo Rekso; Permana, Annes Rindy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40826

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan waktu pulih sadar antara penggunaan anestesi inhalasi desfluran dan sevofluran pada pasien general anestesi dengan bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 100 populasi yang merupakan pasien Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey yang menjalani tindakan anestesi desfluran dan sevofluran. Dari 100 populasi tersebut, kemudian ditentukan sampel penelitian dengan menggunakan rumus slovin dan diperoleh sampel sebanyak 76. Dari total sampel yang diperoleh, sampel tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok, sebanyak 38 responden sebagai sampel desfluran dan 38 sisanya sebagai sampel sevofluran. Dari 76 responden diperoleh sebanyak 38 responden menjalani tindakan anestesi desfluran, dimana sebanyak 97,4% responden memiliki waktu pulih sadar cepat dan sisanya hanya 2,6% responden memiliki waktu pulih sadar lambat. Sebanyak 38 responden menjalani tindakan anestesi sevofluran, dimana terdapat 78,9% responden memiliki waktu pulih sadar cepat dan sisanya sebanyak 21,1% responden memiliki waktu pulih sadar lambat. Hasil pengujian statistic dengan Teknik Chi-Square diperoleh nilai =0,014 yang berarti bahwa terdapat perbedaan waktu pulih sadar antara penggunaan anestesi desfluran dengan sevofluran pada pasien general anestesi dengan bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey. Berdasarkan hasil perbedaan waktu pulih sadar pasien dan hasil pengujian statistic pada data penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan waktu pulih sadar pasien yang menjalani tindakan anestesi desfluran dan sevofluran dengan Teknik bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey.Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan waktu pulih sadar antara penggunaan anestesi inhalasi desfluran dan sevofluran pada pasien general anestesi dengan bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 100 populasi yang merupakan pasien Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey yang menjalani tindakan anestesi desfluran dan sevofluran. Dari 100 populasi tersebut, kemudian ditentukan sampel penelitian dengan menggunakan rumus slovin dan diperoleh sampel sebanyak 76. Dari total sampel yang diperoleh, sampel tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok, sebanyak 38 responden sebagai sampel desfluran dan 38 sisanya sebagai sampel sevofluran. Dari 76 responden diperoleh sebanyak 38 responden menjalani tindakan anestesi desfluran, dimana sebanyak 97,4% responden memiliki waktu pulih sadar cepat dan sisanya hanya 2,6% responden memiliki waktu pulih sadar lambat. Sebanyak 38 responden menjalani tindakan anestesi sevofluran, dimana terdapat 78,9% responden memiliki waktu pulih sadar cepat dan sisanya sebanyak 21,1% responden memiliki waktu pulih sadar lambat. Hasil pengujian statistic dengan Teknik Chi-Square diperoleh nilai =0,014 yang berarti bahwa terdapat perbedaan waktu pulih sadar antara penggunaan anestesi desfluran dengan sevofluran pada pasien general anestesi dengan bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey. Berdasarkan hasil perbedaan waktu pulih sadar pasien dan hasil pengujian statistic pada data penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan waktu pulih sadar pasien yang menjalani tindakan anestesi desfluran dan sevofluran dengan Teknik bedah modified radical mastectomy di Rumah Sakit Tk II 17.05.01 Marthen Indey.
ANALISIS DAMPAK STIGMA TERHADAP PENYAKIT MENTAL DAN UPAYA PENGURANGANNYA DI MASYARAKAT Kusumawati, Prima Dewi; Arlia, Arlia; Abdal, Fitriani; Agustini, Aat; Kurniawan, Wawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.10353

Abstract

Stigma terhadap penyakit mental merupakan salah satu hambatan utama dalam penanganan dan pemulihan pasien dengan gangguan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak stigma terhadap penyakit mental di masyarakat dan mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk menguranginya. Dengan menggunakan metode kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan individu yang mengalami gangguan mental, keluarga mereka, serta praktisi kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma berdampak negatif pada akses layanan kesehatan, integrasi sosial, dan kesejahteraan psikologis pasien. Upaya pengurangan stigma meliputi edukasi masyarakat, pelatihan bagi tenaga kesehatan, dan kampanye media. Studi ini memberikan wawasan penting untuk mendukung perubahan sosial yang inklusif bagi individu dengan penyakit mental.
SCOOPING REVIEW TRANSFORMASI PENGETAHUAN, SIKAP, KEPATUHAN BEROBAT INOVASI EDUKASI PASIEN TUBERKULOSIS (TB) Ariyani, Ariyani; Saefudin, Saefudin; Mafruhah, Okti Ratna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.32791

Abstract

Tuberkulosis penyakit yang dapat dihindari, umumnya dapat diobati, tetapi pada tahun 2022, prevalensinya meningkat menjadi penyebab kematian kedua terbanyak di dunia. Penyakit Tuberkulosis memerlukan tingkat kepatuhan yang tinggi selama menjalani terapi. Kepatuhan pasien Tuberkulosis terhadap pengobatan dapat ditingkatkan melalui Edukasi Kesehatan Tujuan penelitian ini untuk menyajikan rangkuman ulasan terkait pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan sikap dan kepatuhan berobat pada pasien Tuberkulosis. Metode Penelitian Literatur Review artikel menggunakan database Google Scholar. Artikel dipilih berdasarkan kata kunci yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kategori inklusi dan eksklusi. Artikel yang direview seluruh artikel dari tahun 2017 – 2023. Hasil Penellusuran literatur diperoleh 29 artikel yang membahas Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis Perbedaan dari artikel yang diulas ini terletak pada metode pengambilan sampel, desain penelitian dan metode edukasi yang digunakan. Berdasarkan hasil penelusuran artikel, dapat disimpulkan metode pengambilan sampel bervariasi sehingga memberikan keberagaman dalam populasi yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan juga bervariasi. Disversitas ini memberikan sudut pandang yang komprehensif dalam mengeksplorasi pengaruh edukasi pada pengetahuan, sikap, dan kepatuhan pasien Tuberkulosis. Penelitian-penelitian ini juga melibatkan berbagai metode edukasi. hal ini mencerminkan upaya peneliti dalam menyajikan informasi dengan cara yang beragam, beradaptasi dengan preferensi serta kebutuhan pasien. Kesimpulan penting adalah adanya perbedaan signifikan terhadap pengetahuan, sikap dan kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis sebelum dan sesudah dilakukan edukasi.
THE EFFECT OF EXCLUSIVE BREASTFEEDING ON INFANT IMMUNITY STATUS THROUGH SICK BABY VISITS AT THE PUSKESMAS IN SUMBERJAYA VILLAGE Ihsani, Hurin Azmi; Ruhdiat, Rudi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.33491

Abstract

Jumlah keluhan kesehatan di Indonesia meningkat, terutama pada anak usia 0–4 tahun dengan prevalensi 37,40% (BPS, 2023). Persentase rawat inap pada balita juga tinggi, mencapai 5,10%. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemenuhan gizi melalui ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan, yang mendukung sistem kekebalan tubuh secara optimal karena kandungan nutrisinya yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ASI eksklusif terhadap sistem kekebalan bayi dengan mengamati kunjungan bayi sakit di Puskesmas Desa Sumberjaya. Fokus penelitian adalah korelasi antara pemberian ASI eksklusif dan kekebalan bayi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pencatatan kunjungan bayi sakit di Puskesmas dengan responden bayi usia 0–12 bulan yang menerima ASI eksklusif selama 0–6 bulan. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Smart PLS 3 untuk mengidentifikasi korelasi antara pemberian ASI eksklusif dan status kekebalan bayi. Hasilnya menunjukkan hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan status kekebalan bayi dengan nilai T <1,65 sebesar 0,979. Temuan ini menegaskan pentingnya ASI eksklusif dalam mendukung imunitas bayi usia 0–12 bulan, berkontribusi pada upaya meningkatkan kesehatan bayi di Indonesia.
a ANALISIS KUANTITATIF EKSTRAK KULIT MANGGA CENGKIR (MANGIFERA INDICA L) SEBAGAI KANDIDAT OBAT TRADISIONAL Artauli, Sari; Wisnu, Gilar; Nurjanah, Suci
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.35451

Abstract

Indonesia adalah satu negara yang memiliki jenis tanaman yang beraneka ragam. Salah satu tanaman yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah buah mangga. Salah satu varietas mangga yang khas di Indramayu adalah mangga cengkir. Mangga cengkir banyak dikonsumsi masyarakat namun kulit mangga tidak digunakan dan dibuang begitu saja menjadi limbah. Limbah kulit mangga dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri yang berpotensi sebagai kandidat obat tradisional. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kadar senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid dan terpenoid yang terkandung pada ekstrak kulit mangga cengkir yang dapat menjadi antibakteri. Potensi antibakteri yang terdapat pada ekstrak kulit mangga cengkir dapat digunakan sebagai kandidat obat tradisional untuk meningkatkan Kesehatan masyarakat. Penelitian ini merupakan suatu penelitian eksperimen laboratorium, metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ekstraksi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian hasil ekstrak kulit mangga cengkir dihitung kadar total flavonoid, tannin dan fenol yang merupakan senyawa antibakteri digunakan untuk kandidat obat tradisional. Penelitian ini menunjukkan kandungan tanin total sebesar 89,9706 mg ET/g, kandungan flavonoid total adalah 8,8333 mg EQ/g dan kandungan fenol total sebesar 77,4907 mg EGA/g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak limbah kulit mengandung senyawa tannin, flavonoid dan fenol yang dapat digunakan sebagai antibakteri yang dapat membunuh pertumbuhan bakteri sehingga dapat digunakan sebagai kandidat obat tradisional kedepannya.
DIAGNOSIS KOMUNITAS UPAYA PENURUNAN KASUS TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRESEK Syahputri, Rahmi; Drew , Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.35532

Abstract

Kasus Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Meskipun sudah ada berbagai program pemerintah untuk menanggulangi TB, jumlah kasus TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kresek tetap tinggi. Penyakit menular ini tidak hanya menimbulkan dampak buruk pada kesehatan individu, tetapi juga dapat menyebabkan masalah sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program intervensi yang telah diterapkan oleh Puskesmas Kresek dalam menurunkan kasus TB paru di wilayah kerjanya. Metode yang digunakan dalam mengevaluasi program intervensi ini adalah pendekatan sistem, yang mencakup analisis berbagai komponen dan proses yang mempengaruhi penurunan kasus TB paru. Data dikumpulkan menggunakan beberapa teknik, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil intervensi yang dilakukan untuk menangani tingginya kasus TB di Desa Kemuning menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada Intervensi I, dari 36 responden, 29 peserta (80,5%) mengalami peningkatan nilai dari pre-test ke post-test, dengan 32 peserta (88,9%) mencapai nilai post-test ≥ 70. Sebanyak 29 orang (80,5%) memenuhi indikator keberhasilan. Pada Intervensi II, dari jumlah responden yang sama, 34 peserta (94,4%) menunjukkan peningkatan nilai pre-test dan post-test, serta 35 peserta (97,2%) mencapai nilai post-test ≥ 70. Sebanyak 34 orang (94,4%) memenuhi indikator keberhasilan
PENGARUH STATUS OBESITAS TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA TENAGA SANITARIAN DAN SURVEILANS DI PUSKESMAS KOTA BANDUNG soni Redha, Pratiwi; Kristanti, Melly; Chairani, Aulia; Rahmawati, Desie
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.35640

Abstract

Kelelahan kerja pada tenaga kesehatan dapat mempengaruhi akan kondisi kesehatan sehigga pelayanan kesehatan yang tidak maksimal. Kelelahan kerja dapat dirasakan oleh semua tenaga kesehatan seperti tenaga surveilans dan sanitarian di Puskesmas yang ada di kota Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh status obesitas terhadap kelelahan kerja pada tenaga sanitarian dan surveilans di Puskesmas Kota Bandung. Desain penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian merupakan tenaga sanitarian dan surveilans di Puskesmas Kota Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode total sampling, jumlah sampel penelitian yaitu 51 orang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis crosstabulation dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa kerja (p=0,788), usia (p=0,991), beban kerja (p=0,203), jenis kelamin (p=0,172) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelelahan kerja, tetapi status gizi berpengaruh secara signifikan terhadap kelelahan kerja (p=0,009; OR= 2,36). Status gizi obesitas berpeluang meningkatkan risiko kelelahan kerja sebesar 2,36 kali dibandingkan dengan yang tidak obesitas. Tenaga kesehatan termasuk tenaga surveilans dan sanitarian di Puskesmas dapat mendapatkan beban kerja yang tidak berlebihan dan dapat melakukan pemilihan akan pekerjaan sehingga dapat mencegah terjadinya kelelahan kerja, selain itu juga tenaga sanitarian yang obesitas untuk dapat menjalankan diet dan olahraga teratur agar mengurangi risiko kelelahan kerja.
HUBUNGAN PEMBERIAN VITAMIN A, IMUNISASI DAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI UPTD PUSKESMAS BANDA RAYA Zhafirah, Rana; Sari, Syilvi Rinda; Yuniarti, Rafita; Nasution, Muhammad Amin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.35862

Abstract

Di Indonesia masalah gizi pada anak balita merupakan masalah yang menjadi topik utama yang membutuhkan perhatian besar dari berbagai pihak. Salah satu permasalahan gizi yang menjadi topik utama di Indonesia adalah stunting. Stunting menjadi salah satu permasalahan gizi yang serius bagi anak anak di Indonesia. Stunting ialah kondisi dimana tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak pada usia yang sama, atau dengan kata lain tinggi badannya lebih rendah dari standar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian vitamin A dan imunisasi pada anak stunting, serta mengetahui upaya pencegahan kejadian stunting pada anak dan Untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua terhadap kejadian anak stunting. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif non eksperimental dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini 201 anak usia 24-59 bulan di UPTD puskesmas Banda Raya, terdiri dari 74 anak dengan kelompok stunting dan 127 anak kelompok nonstunting. Pengambilan data secara retropektif, menggunakan data primer dan sekunder, dimana data primer data yang di peroleh dari kuesioner penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Data dianalisis menggunakan spss. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan terdapat adanya hubungan antara pemberian vitamin A, imunisasi dan Tingkat pengetahuan orang tua terhadap kejadian anak stunting. Dimana hasil dari uji chi square pada pemberian vitamin A imunisasi dan Tingkat pengetahuan orang tua didapatkan nilai p value = 0.001 (p < 0.05) yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian vitamin A dan imunisasi terhadap kejadian stunting pada balita di UPTD puskesmas Banda Raya.
SUSPECT KAWASAKI DISEASE PADA ANAK LAKI – LAKI BALITA PADA RUMAH SAKIT SUMBER WARAS JAKARTA BARAT Arisona, Ignatia Chavella Archelly; Halim, Hendy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40689

Abstract

Rumah Sakit Sumber Waras merupakan salah satu penyedia pelayanan kesehatan di daerah Jakarta Barat. Pasien datang ke IGD pada tanggal 10 September 2024, didapati pasien dengan jenis kelamin laki-laki berusia 6 bulan 15 hari datang dengan keluhan demam selama 4 hari. Saat datang, demam hari ke-4 dengan tipe demam demam remiten. Keluhan lain disertai dengan batuk, sesak dan muntah yang dimulai bersamaan dengan keluhan demam. Keluhan pasien tidak mebaik dengan pemberian obat walaupun sudah diberikan terapi sesuai keluhan pasien. Hingga saat ini pasien masih minum ASI dan makanan pendamping ASI. Tidak terdapat keluhan selama kehamilan ataupun beberapa hari setelah lahir.  Berdasarkan pediatric assesment triangle, pasien dinyatakan memiliki gangguan pada sistem saraf pusat atau gangguan metabolik. Berdasarkan hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik didapatkan ruam di kulit kepala, bibir merah, lidah tampak gambaran “strawberry tongue”, sesak napas, penurunan Hemoglobin dan peningkatan LED serta edema pada ekstremitas atas dan bawah. Dari hasil pemeriksaan ditegakkan diagnosa utama dari pasien tersebut adalah Kawasaki Disease dengan diagnosa tambahan pneumonia dan anemia hipokrom mikrositik. Dari diagnosa tersebut pasien diberikan terapi dengan aspirin dan intravenous immunoglobulin (IVIG) untuk mengurangi komplikasi dari penyakit Kawasaki Disease. Namun pada pasien tidak diberikan terapi intravenous immunoglobulin (IVIG) dikarenakan terdapat keterbatasan pada pelayanan kesehatan di Indonesia. Pada pasien memiliki prognosis yang baik walaupun tidak diberikan terapi intravenous immunoglobulin (IVIG).