cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
OPTIMALISASI PELAKSANAAN INVESTIGASI KONTAK SERUMAH DALAM PENCEGAHAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN SERANG TAHUN 2024 Sofiani, Rizka; Pramudho, Kodrat; Fitriadi, Rahmat
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40174

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masalah kesehatan dan tantangan global dimana Indonesia menduduki peringkat ke-2 setelah India untuk insiden TBC. Pelaksanaan Investigasi Kontak mempunyai dua fungsi salah satunya untuk memperkuat penemuan orang yang terinfeksi dan mencegah penularan TBC. Tujuan telaah Untuk mengetahui mendalam Optimalisasi Pelaksanaan Investigasi Kontak Serumah Dalam Pencegahan Tuberkulosis di Kabupaten Serang Tahun 2024, Metode penelitian eksploratif dengan pendekatan Kualitatif sampel 2 Puskesmas dengan informan 12 orang. Hasil Penelitian terfokus pada 3 kebijakan sudah terimplementasikan dengan adanya regulasi tentang tim percepatan Penanggulangan Tuberkulosis dan HIV-AIDS, di upayakan pemenuhan fasilitas, mendekatkan akses layanan Laboratorium TCM , pemenuhan Sumber Daya Manusia dan dukungan penganggaran. Pengelolaan Program belum optimal terlihat dari capaian tahun 2023 Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kontak serumah pengelolaan manajemen program belum terkoordinatif dengan baik yang masih di kerjakan terfokus pengelola program belum team kerja, pencatatan dan pelaporan lewat SI TB belum maksimal terlaporkan tepat waktu. Investigasi Kontak serumah belum optimal dimana kader masih tergantung pada penjadwalan pengelola program, minimnya edukasi kader pada keluarga, dukungan keluarga terhadap penderita TB, belum pahamnya keluarga terhadap pentingnya Pengawasan Minum Obat (PMO). Penganggaran kolaboratif program, edukasi massif melalui inovasi Strategi Eliminasi TB mulai dari keluarga), optimalkan SI TB sebagai sistem terintegratif antara petugas kesehatan dan kader.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN TIN (FICUS CARICA) SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA INFEKSI MULUT Syamsu, Rachmat Faisal; Rachman, Moch. Erwin; Nuryanti, Siska; Akbar, Muhammad Alief; Ancha, Annisa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40256

Abstract

Penyakit infeksi merupakan penyakit yang sering terjadi, baik yang menginfeksi anggota tubuh maupun pada rongga mulut. Hasil Riskesdas tahun 2018 bahwa proporsi masalah gigi dan mulut di Indonesia  sebanyak 57,6% tahun 2018 dengan proporsi terbesar adalah karies (45,3%). Infeksi rongga mulut di picu bakteri dominan Streptococci yakni spesies Streptococcus mutans. Di era sekarang perkembangan penelitian tentang kandungan dan manfaat pohon tin, baik daun, buah maupun akarnya sangat banyak. Ekstrak daun tin (Ficus carica .L) mengandung zat aktif seperti flavonoid, tanin, dan terpenoid telah dikenal memiliki potensi antibakteri. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin melakukan penelitian untuk melihat aktivitas ekstrak Daun Tin (Ficus Carica) sebagai antibakteri pada infeksi mulut yang belum pernah dilakukan sebelumnya dengan melibatkan mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian desktiptif yang dilakukan dengan cara mengukur diameter zona hambat pada aktivitas antibakteri pada mulut seperti Streptococcus mutans. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi dan dilusi agar di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Farmasi UMI. Hasil penelitian menemukan bahwa yakni nilai minimum inhibitor concentration (mic) yg dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yaitu konsentrasi 6,4% dan Nilai minimum bactericidal concentration (mbc) yg dapat membunuh pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yaitu konsentrasi 12,8%. Sedangkan untuk konsentrasi terbaik dari ektrak etanol daun tin terhadap bakteri Streptococcus mutans ada pada konsentrasi 40% dengan diametar zona hambat 20,7 mm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat efek antibakteri dari ekstrak daun tin (Ficus carica) terhadap infeksi yang disebabkan bakteri di mulut yaitu Streptococcus Mutans (sm).
ANALISIS PEMETAAN TERHADAP POLUTAN SO₂ DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEJADIAN BBLR DI KOTA PALEMBANG PADA 2020-2023 Qotrunnada, Kamila Sabina; Septiawati, Dwi; Putri, Dini Arista; Purba, Imelda Gernauli
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40299

Abstract

Data dari BPS menunjukkan jumlah kasus Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Palembang pada tahun 2021 mencapai 2.015 kasus, tertinggi dibandingkan daerah lain. Salah satu faktor penyebab BBLR adalah paparan polusi udara, termasuk SO2. Paparan SO2 selama kehamilan dapat memicu peradangan pada paru-paru dan plasenta, yang berperan penting dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin. Penurunan fungsi plasenta akibat paparan ini dapat meningkatkan risiko BBLR. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi bertujuan untuk menganalisis dugaan keterkaitan antara polusi SO2 dengan kasus BBLR di Palembang menggunakan pendekatan spasial. Data diperoleh dari Profil Dinkes Kota Palembang, DLH Kota Palembang, dan Bappeda Kota Palembang. Penelitian dilakukan di tujuh kecamatan, dengan pemetaan menggunakan Quantum GIS. Analisis overlay digunakan untuk mengaitkan konsentrasi SO2 (2019-2022) dengan kasus BBLR (2020-2023). Disimpulkan setelah dilakukan overlay antara kasus konsentrasi SO2  dan BBLR ditemukan adanya keterkaitan antara konsentrasi polutan SO2 dengan kasus BBLR di Kecamatan Plaju pada tahun 2021-2022 dan Kecamatan Ilir Timur III tahun 2022, namun secara umum tidak ditemukan adanya keterkaitan antara konsentrasi polutan SO2 dengan kasus BBLR. Kasus BBLR di kecamatan Plaju dan Ilir Timur I cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya, dimulai dari tahun 2020-2023. Konsentrasi polutan SO2 tertinggi pada periode 2019-2022 terdapat pada Kecamatan Kertapati dengan hasil pengukuran 59 μg/NM3/jam dan Kecamatan Plaju sebesar 57 μg/NM3/jam.
FAKTOR RISIKO TERJADINYA PERDARAHAN PASCAPERSALINAN DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA Utami, Reyhanna Rizqi; Rahayuningsih, Faizah Betty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40342

Abstract

Perdarahan postpartum (PPH) adalah penyebab utama kematian ibu di dunia, termasuk di Indonesia, dengan atonia uteri sebagai salah satu faktor penyebab utama. Atonia uteri terjadi ketika rahim gagal berkontraksi setelah persalinan, menyebabkan perdarahan yang berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian PPH, dengan fokus pada atonia uteri, serta strategi pencegahannya. Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan pendekatan kuantitatif yang menganalisis berbagai referensi dari artikel, jurnal, dan laporan yang relevan. Jumlah sampel sebanyak 200 catatan medis ibu nifas di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2022-2024 yang terbagi dalam 100 kasus perdarahan dan 100 kontrol tanpa perdarahan, pengambilan data dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor risiko utama PPH meliputi usia ibu yang ekstrem (terlalu muda atau terlalu tua), riwayat persalinan sebelumnya, penggunaan alat bantu persalinan, dan adanya komplikasi selama persalinan seperti plasenta previa atau kelainan plasenta lainnya. Selain itu, faktor-faktor penyebab atonia uteri termasuk persalinan yang lama, kelainan bentuk rahim, serta penggunaan obat-obatan yang dapat menghambat kontraksi rahim. Upaya pencegahan terhadap PPH dan atonia uteri dapat dilakukan melalui pemberian obat uterotonik untuk merangsang kontraksi rahim, pengelolaan persalinan yang baik, serta pemantauan ketat ibu pasca persalinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan yang tepat, termasuk deteksi dini faktor risiko, pengelolaan persalinan yang optimal, serta pemantauan ketat pasca persalinan, sangat penting untuk menurunkan angka kematian ibu akibat PPH.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN INSOMNIA DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA Putri, Wayan Adelia; Yuniarni, Desni; Asroruddin, Muhammad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40369

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan peningkatan penggunaan media sosial yang digunakan sebagai media komunikasi, mencari informasi, dan media hiburan. Mayoritas pengguna media sosial adalah kalangan pelajar dan mahasiswa. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memunculkan masalah kesehatan, salah satunya adalah insomnia. Mahasiswa kedokteran umumnya memiliki stressful environment yang berpotensi meningkatkan kecemasan dan stres sehingga menyebabkan insomnia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan insomnia di masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa kedokteran Universitas Tanjungpura. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner SONTUS dan ISI-versi Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran Universitas Tanjungpura angkatan 2019,2020, dan 2021 dengan jumlah responden yaitu 75 mahasiswa. Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Dari 75 responden, penggunaan media sosial pada responden dengan intensitas sedang yaitu 36 mahasiswa, dan tingkat insomnia ringan yaitu sebanyak 42 mahasiswa. Terdapat 19 mahasiswa (25,3%) yang memiliki intensitas penggunaan media sosial yang sedang dengan insomnia ringan. Dari uji korelasi Spearman terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan insomnia, dengan nilai p=0,000 (<0,05). Kesimpulan, terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media social dengan insomnia di masa pandemi COVID-19 pada mahasiswa kesokteran Universtias Tanjungpura.
GAMBARAN KINERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS BIDANG KEKARANTINAAN KESEHATAN DI INDONESIA Taran, Iskandar; Achadi, Anhari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40516

Abstract

Salah satu strategi pengendalian penyakit menular yang dapat berpotensi menjadi kegawatdaruratan kesehatan masyarakat adalah melalui upaya penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan RI yang memiliki peran dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian kesehatan di pintu masuk negara (pelabuhan/bandara/pos lintas batas darat negara) adalah Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bidang Kekarantinaan Kesehatan di Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi meliputi seluruh UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan di Indonesia. Sampel berjumlah 45 satuan kerja yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil menunjukan bahwa terdapat 4 (empat) indikator yang capaiannya sudah baik yaitu 1) indeks deteksi dini faktor risiko penyakit di pintu masuk negara (pelabuhan/bandara/pos lintas batas darat negara (PLBDN); 2) persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan; 3) indeks pengendalian faktor risiko di pintu masuk negara (pelabuhan/bandara/PLBDN) dan 4) Persentase ASN yang ditingkatkan kompetensinya. Sementara 4 (empat) indikator lainnya perlu menjadi perhatian pengambil kebijakan yaitu indikator 1) nilai kinerja anggaran; 2) nilai indikator kinerja pelaksanaan anggaran; 3) Kinerja implementasi Wilayah Bebas Korupsi (WBK) satuan kerja dan 4) persentase realisasi anggaran. Untuk hasil yang lebih baik, maka pengambil kebijakan baik di level pusat maupun satuan kerja perlu melakukan pemantauan berkala dan evaluasi yang lebih ketat, penguatan perencanaan, eksekusi efektif serta pengelolaan anggaran yang lebih realistis untuk menghindari variasi besar dalam realisasi anggaran antar satuan kerja
ANESTESI KETAMIN PADA TERAPI MANIPULASI ZERO POSITION PADA PASIEN FROZEN SHOULDER Avrilya, Reghita; Sommeng, Faisal; Abidin, Nuraini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40577

Abstract

Ketamin telah memainkan peran serbaguna dalam pengobatan karena spektrum penggunaannya yang luas dalam sejarah termasuk penggunaan dalam sedasi, katalepsi, analgesia somatik, dan bronkodilatasi. Pendekatan  multimodal  analgesik  non-opioid  atau Opioid  Free  Anastesia(OFA)  ditujukan  untuk mengoptimalkan  opsi  tambahan  intraoperatif,  Beberapa  meta-analisis  juga  telah  melaporkan  efek menguntungkan dari anestesi ketamin pada proses sedasi pasien yang menjalani operasi. Namun, Pemberian ketamin dosis subanestesi 0,1-0,5 mg/kg IV merupakan salah satu obat yang dapat menggantikan opioid sebagai analgetik dengan memberikan efek samping minimal. Kami menyajikan kasus seorang laki-laki berusia 49 tahun dengan diagnose medis frozen shoulder, datang dengan keluhan nyeri berat pada bahu kiri yang menyebabkan terganggunya aktifitas sehari-hari. Pasien mendapatkan tindakan manipulasi zero position untuk membantu dalam mengurangi perlengketan pada kapsul sendi bahu dengan anastesi umum menggunakan  ketamin  dosis  rendah  0,3  mg/kgBB  IV. Zero position dengan menggunakan induksi ketamin 0,3 mg/kgBB dilakukan dalam waktu 2 menit, tindakan berjalan dengan baik tanpa penyulit dan komplikasi. Kami menyajikan kasus ini untuk menunjukkan bagaimana efektivitas penggunaan ketamin pada pasien frozen shoulder yang diinduksi dengan anestesi umum dapat menyebabkan pengendalian nyeri, efek relaksasi dan fleksibilitas otot, serta peningkatan kualitas hidup pasien.
DIAGNOSIS AND COMPREHENSIVE MANAGEMENT OF ACUTE POST-STREPTOCOCCAL GLOMERULONEPHRITIS IN A PEDIATRIC PATIENT : A CASE REPORT Winda, Winda; Sulawati, Ity
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40613

Abstract

Glomerulonefritis pascastreptokokus akut (GNAPS) adalah kelainan ginjal yang dimediasi imun setelah infeksi streptokokus, yang terutama menyerang anak-anak. Laporan ini membahas diagnosis, penanganan, dan tindak lanjut GNAPS pada pasien anak. Seorang anak perempuan berusia enam tahun datang dengan edema, hipertensi, dan riwayat infeksi pernapasan. Evaluasi klinis, uji laboratorium (proteinuria, hematuria, peningkatan titer ASTO), dan pencitraan mengonfirmasi GNAPS. Penanganannya meliputi diuretik, ACE inhibitor, dan antibiotik, dengan pemantauan ketat untuk komplikasi sistemik. Pengobatan secara efektif mengurangi edema, menstabilkan tekanan darah, dan mengatasi infeksi streptokokus. Tindak lanjut menunjukkan penurunan proteinuria dan hematuria, tanpa reaksi merugikan terhadap pengobatan. Pasien dipulangkan dalam kondisi stabil dengan rencana tindak lanjut untuk memantau pemulihan ginjal. Intervensi dini pada GNAPS, termasuk manajemen cairan dan tekanan darah, sangat penting dalam mencegah hasil ginjal yang parah. Kasus ini menyoroti pentingnya rencana perawatan terstruktur dan tindak lanjut rutin untuk mengurangi kekambuhan dan masalah ginjal jangka panjang pada GNAPS pediatrik.
CHRONIC AND COMPLICATED PEDICULOSIS CAPITIS : A RARE CASE OF PROLONGED INFESTATION WITH SECONDARY LESIONS IN AN ADOLESCENT FEMALE Florensia, Vionie; Sutedja, Gina Triana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40616

Abstract

Pediculosis capitis merupakan infestasi parasit umum yang terutama menyerang anak-anak dan remaja. Meskipun biasanya dapat sembuh sendiri dan sembuh dengan pengobatan standar, kasus kronis dan rumit yang terkait dengan lesi sekunder dan dampak psikososial yang signifikan jarang terjadi. Kasus-kasus atipikal ini menimbulkan tantangan diagnostik dan terapi yang unik, yang memerlukan pendekatan yang komprehensif dan multidisiplin. Laporan ini menyajikan kasus seorang perempuan berusia 16 tahun dengan riwayat pruritus kulit kepala persisten selama dua tahun dan lesi sekunder yang disebabkan oleh pediculosis capitis yang tidak diobati. Pemeriksaan klinis menunjukkan papula eritematosa, ekskoriasi, dan krusta berdarah, disertai kutu dan telur kutu yang hidup. Diagnosis banding, termasuk tinea capitis dan dermatitis seboroik, secara sistematis disingkirkan. Penatalaksanaan meliputi terapi topikal, edukasi kebersihan, dan dukungan psikososial. Pengobatan awal menghasilkan perbaikan parsial, dengan berkurangnya pruritus dan penyembuhan lesi. Namun, kepatuhan terhadap pembersihan telur kutu dan sanitasi lingkungan tetap menjadi tantangan, yang menyoroti hambatan untuk mencapai penyembuhan total. Konseling psikososial mengatasi stigma dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pedikulosis kapitis kronis dan rumit merupakan penyimpangan signifikan dari kasus-kasus umum, yang memerlukan pendekatan holistik yang memadukan pengobatan farmakologis, manajemen lingkungan, dan dukungan psikososial. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan strategi guna meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pencegahan kasus kronis.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN WAKTU ERUPSI GIGI PERMANEN PADA ANAK USIA 7-8 TAHUN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KUTA UTARA Arini, Ni Kadek Dwi Putri; Sutiari, Ni Ketut; Sudirman, Putu Lestari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40737

Abstract

Erupsi gigi adalah rangkaian proses dari pertumbuhan dan perkembangan gigi, proses yang terjadi berupa pergerakan gigi dari dalam tulang rahang  kearah gusi dan ditandai dengan terbentuknya mahkota gigi. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui hubungan status gizi dengan waktu erupsi gigi permanen pada anak usia 7-8 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara. Metode  penelitian berupa penelitian observasional disertai pendekatan cross-sectional dengan sampel sebanyak 119 orang anak usia 7-8 tahun berdasarkan teknik probability random sampling dan multistage random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa pemeriksaan langsung menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) berdasarkan z score, pemeriksaan langsung pada rongga mulut anak, kuisioner sosiodemografi dan kuisioner pola asuh. Analisis data diuji dengan uji simple regression logistic dilanjutkan dengan uji regresi logistic binary. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ditemukan hubungan signifikan antara status gizi, usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi dengan erupsi gigi permanen tetapi terdapat hubungan signifikan antara pola asuh gizi dan pola asuh kesehatan gigi dengan erupsi gigi permanen. Anak-anak dengan pola asuh gizi yang baik memiliki kemungkinan 2,7 kali lebih besar untuk mengalami erupsi gigi permanen dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki pola asuh gizi kurang (nilai p=0,010). Demikian pula, anak-anak dengan pola asuh kesehatan gigi yang baik memiliki kemungkinan 1,9 kali lebih besar untuk mengalami erupsi gigi permanen dibandingkan dengan anak-anak yang menerima pola asuh kesehatan gigi yang kurang (nilai p=0,092). Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa  tidak terdapat hubungan yang signifikan antara erupsi gigi permanen dengan status gizi anak usia 7-8 tahun di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kuta Utara.