cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN CAPAIAN PRESTASI MAHASISWA KEPERAWATAN DI UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Taebenu, Rimin; Siagian, Nurhayati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43779

Abstract

Penggunaan media sosial oleh mahasiswa semakin meningkat dan dapat berdampak pada capaian prestasi akademik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat memengaruhi kinerja mahasiswa secara positif, negatif, atau bahkan tidak berpengaruh sama sekali terhadap prestasi mahasiswa. Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan signifikan antara penggunaan media sosial dengan capaian prestasi akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial dan Capaian Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa Fakultas Keperawatan di Universitas Advent Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah 278 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 117 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah penggunaan media sosial, sementara variabel dependen adalah capaian prestasi akademik mahasiswa yang diukur melalui IPK. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi IPK, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rho dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini didapati bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tingkat penggunaan media sosial dalam kategori sedang hingga tinggi, dengan persentase masing-masing 49,6% dan 50,4%. Sementara itu, capaian akademik terbanyak berada pada kategori sangat memuaskan (52,1%), diikuti oleh cum laude (24,8%). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial dengan capaian prestasi akademik mahasiswa (p = 0,442). Kesimpulan dari penelitian ini yakni didapati bahwa penggunaan media sosial tidak secara langsung mempengaruhi prestasi akademik mahasiswa. Faktor lain seperti metode belajar, manajemen waktu, dan lingkungan akademik kemungkinan lebih berperan dalam menentukan prestasi mahasiswa dibandingkan dengan penggunaan media sosial.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FUNGSI LUTUT DAN KESIAPAN KEMBALI BEROLAHRAGA PASCA ACLR PADA KOMUNITAS ACL INDONESIA Dewi, Ni Kadek Ari Kusuma; Adhitya, Putu Gde Surya; Pramita, Indah; Yasa, I Wayan Putu Sutirta; Kurniawati, Ida
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43792

Abstract

Rekonstruksi ACL merupakan operasi cangkok jaringan ACL yang digunakan untuk mengembalikan stabilitas dan fungsi pada sendi lutut sehingga memungkinkan pasien untuk kembali ke tingkat aktivitas pra-cedera ACL. Tindakan anterior cruciate ligament reconstruction (ACLR) di Indonesia meningkat sebanyak 42% pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 dengan total 2.236 tindakan ACLR di tahun 2019 serta diperkirakan meningkat seiring dengan semakin tingginya partisipasi individu remaja serta dewasa muda di bidang olahraga. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi lutut dan kesiapan kembali berolahraga pasca ACLR. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan total sampel yang terlibat pada penelitian ini berjumlah 62 orang yang telah tergabung dalam Komunitas ACL Indonesia dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil : Uji deskriptif pada penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan distribusi karakteristik variabel seperti usia, jenis kelamin, body mass index (BMI), pendidikan, tipe graft, waktu operasi, jenis rehabilitasi setelah operasi, fungsi lutut menggunakan Lysholm Knee Scale, serta kesiapan kembali berolahraga menggunakan ACL-RSI. Simpulan : Secara statistik BMI dan waktu operasi dapat mempengaruhi fungsi lutut serta usia dan tingkat pendidikan mempengaruhi kesiapan kembali berolahraga pasca ACLR.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MILITUS TIPE DUA DI PUSKESMAS BESTARI KOTA MEDAN Ohara, Evy; Dakhi, Rahmat Alyakin; Munthe, Seri Asnawati; Nababan, Donal; Manurung, Kesaktian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.13206

Abstract

Diabetes Melitus merupakan PTM yang disebabkan oleh pankreas yang tidak dapat membentuk insulin, sehingga kadar glukosa dalam darah tidak terkontrol. Menurut IDF, pada tahun 2021 di dunia terdapat 537 orang yang mengidap diabetes. Jenis Diabetes Melitus yang paling banyak diderita yaitu DM Tipe II. Tidak terkontrolnya kadar gula darah pada penderita DM Tipe II sering disebabkan oleh faktor Kepatuhan kegiatan prolanis, Aktivitas fisik, status gizi yang baik, kepatuhan minum obat yang baik serta riwayat genetik penderita itu sendiri. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan menggunakan metode cross secsional. Populasi penelitian berjumlah 185 dengan jumlah sampel 65, pengambulan sampel menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Analisa bivariat meggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara kepatuhan prolanis dengan kadar gula darah pada pasien diabetes militus tipe dua p value = 0,000. Ada hubungan antara Aktivitas fisik dengan dengan kadar gula darah pada pasien diabetes militus tipe dua dengan p value = 0,000. Ada hubungan antara status gizi  dengan kadar gula darah pada pasien diabetes militus tipe dua dengan p value = 0,000. Ada hubungan antara kepatuhan minum obat dengan p value = 0,000. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kepatuhan kegiatan prolanis, aktivitas fisik, status gizi dan kepathuhan minum obat dengan dengan dengan kadar gula darah pada pasien diabetes militus tipe dua di Puskesmas Bestari Kota Medan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kadar gula darah pada penderita DM Tipe II adalah kepatuhan minum obat Kepatuhan pasien sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan terapi diabetes mellitus sehingga secara tidak langsung berperan untuk menstabilkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes mellitus.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU, KUALITAS PETUGAS KESEHATAN, KELENGKAPAN ALAT DAN AKSES DENGAN PREFERENSI IBU HAMIL PADA PELAYANAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS SIMALINGKAR TAHUN 2024 Siahaan, Eka; Tarigan, Frida Lina; Zulfendri, Zulfendri; Manurung, Kesaktian; Sinaga, Janno
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.24280

Abstract

Pelayanan ANC di Indonedia telah menjadi program prioritas pemerintah guna menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Namun, cakupan dan kualitas layanan ANC masih menghadapi tantangan besar, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses kesehatan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, cakupan kunjungan ANC di berbagai wilayah masih menunjukkan variasi yang signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik individu, kualitas petugas kesehatan, kelengkapan alat dan akses dengan preferensi ibu hamil pada pelayanan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Simalingkar Tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksakan dirinya ke Puskesmas Simalingkar sebanyak 84 orang , seluruh populasi dijadikan menjadi sampel penelitian. Pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Instrumen penelitian adalah lembar kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariate, bivariate dan multivariate . Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan umur (1,00), status pekerjaan (0,835), kelengkapan alat kesehatan (0,334) dengan Preferensi Ibu Hamil Pada Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Simalingkar Tahun 2024, dan ada hubungan kualitas pelayanan petugas kesehatan (0,001), akses/jarak ( 0,053) dengan Preferensi Ibu Hamil Pada Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Simalingkar Tahun 2024.
ANALISIS KESIAPSIAGAAN TENAGA KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM GEMPA BUMI DI RSU BETHESDA GUNUNGSITOLI TAHUN 2025 Lase, Yorien Setia Alfarianti; Warouw, Sonny Priajaya; Siregar, Laura Mariati; Nababan, Donal; Adiansyah, Adiansyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.30681

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam tentang semua hal yang berkaitan dengan kesiapsiagaan tenaga keperawatan dalam menghadapi bencana alam gempa bumi di Rumah Sakit Umum bethesda gunungsitoli. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi simulasi kesipasiagaan perawat dalam menghadapi bencana alam gempa bumi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala keperawatan, kepala pendidikan dan pelatihan, kepala ruangan dan perawat pelaksana. Analisis data dilakukan dengan metode Miles dan Hubberman. Hasil penelitian kesiapsiagaan Perawat dalam  fase Pre-impact dan Impact menujukkan bahwa tenaga keperawatan Rumah Sakit Umum Bethesda Gunungsitoli belum sepenuhnya ada kesiapsiagaan dalam meghadapi bencana alam gempa bumi didalam lingkungan Rumah Sakit Penyebabnya adalah Rumah Sakit Umum Betheda Gunungsitoli mengalami turn over tenaga keperawatan, kemudian manajemen Rumah Sakit tidak mempersyaratkan adanya sertifikat kebencanaan bagi calon tenaga keperawatan, serta belum diadakannya pelatihan dan simulasi rutin kebencanaan, sehingga kemampuan perawat belum sepenuhnya mampu siap siaga menghadapi bencana alam gempa bumi yang sewaktu – waktu dapat terjadi sedangkan dalam kesiapsiagaan bencana pada fase Post-Impact dikategorikan perawat ada kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam gempa bumi. Disarankan agar Manajemen Rumah Sakit Umum Bethesda Gunungsitoli secepatnya dapat melakukan evaluasi serta mengadakan pelatihan simulasi terkait dengan kesiapsiagaan tenaga keperawatan dalam menghadapi bencana alam gempa bumi.
FAKTOR DETERMINAN PHONOLOGICAL PROCESSING PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI SURAKARTA SUSANTI, NADYA; Putri, Anggi Resina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.34153

Abstract

Anak dengan gangguan phonological processing biasanya mengalami penurunan keterampilan sosial dan prestasi akademis. Masalah membaca adalah salah satu masalah berisiko tinggi yang muncul, dan anak-anak sering kali memerlukan bantuan ekstra di sekolah. Anak-anak sering kali merasa frustrasi dan menjadi sasaran perundungan oleh teman-teman sekelasnya. Anak-anak merasakan hal ini sebagai perasaan yang lebih nyaman di rumah atau bersama orang-orang terdekat mereka, dan lebih pendiam serta tertutup di tempat umum. Penelitian ini bertujuan untuk fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya phonological processing pada usia perkembangan. Desain dalam penelitian ini menggunakan cross-sectional yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memicu phonological processing pada anak. Variabel independen adalah jenis kelamin, kognitif dan status sosial ekonomi. Variabel dependen adalah phonological processing (Rapid Automatic Naming). Variabel antara adalah momory, auditory processing dan problem solving. Sampel yang digunakan sebanyak 100 subjek dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan path analysis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan phonological processing anak usia pra sekolah yang baik dipengaruhi secara langsung oleh adanya kemampuan kognitif yang baik (b=4.09 unit; CI 95%= 1.3 hingga 6,8; p = 0.004), jenis kelamin anak perempuan(b=3.9 unit; CI 95%= 0.6 hingga 7.0; p = 0.012), dan status sosial ekonomi anak menengah ke atas (b=3.7unit; CI 95%= 0.5 hingga 6.9; p = 0.023) Phonological processes pada anak usia pra sekolah yang sesuai dipengaruhi secara tidak langsung oleh memory yang baik, auditory processing yang baik dan problem solving yang baik.
KAJIAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PENYAKIT MENULAR MALARIA PASCA BANJIR DI KECAMATAN LAHEWA KABUPATEN NIAS UTARA TAHUN 2025 Telaumbanua, Rina Lis Diana; Tarigan, Frida Lina; Hakim, Lukman; Ketaren, Sinar Otniel; Sitorus, Mido Ester J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.34635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran para pemangku kepentingan, tingkat kesiapsiagaan dan dampak yang dialami masyarakat, serta keberadaan sistem peringatan dini dalam menghadapi penyakit malaria pasca banjir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model action research untuk mendeskripsikan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi malaria pasca banjir. Data dikumpulkan melalui wawancara untuk memahami pengalaman langsung subjek penelitian. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 15 orang dalam menentukan informan, peneliti menggunakan teknik “purposive sampling”, artinya informan yang dianggap tahu dan dipercaya dalam pengumpulan data dalam penelitian ini. Hasil Penelitian ini bertujuan mengkaji kesiapsiagaan masyarakat dan peran Stakeholders dalam menghadapi penyakit malaria pasca banjir. Hasil menunjukkan bahwa meskipun terdapat program nasional eliminasi malaria, implementasi di tingkat lokal masih lemah. Dinas Kesehatan dan UPTD Puskesmas bekerja sesuai regulasi, namun respons masih bersifat reaktif. Pemerintah desa belum memiliki program khusus, sementara koordinasi lintas sektor tidak berjalan optimal. Selain itu, sistem peringatan dini belum berkembang, keterbatasan anggaran menghambat intervensi, dan partisipasi masyarakat masih rendah. Dampak banjir memperburuk penyebaran malaria, mengganggu produktivitas, dan membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem tanggap darurat, pemanfaatan teknologi, peningkatan edukasi berbasis komunitas, serta reformasi kebijakan dan anggaran sebagai strategi menuju eliminasi malaria tahun 2030.
PENGARUH BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI TENAGA KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI DI JAKARTA SELATAN Kristanti, Melly; NurCita, Boenga; Chairani, Aulia; Abigail, Rebecca; Redha, Pratiwi Soni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.34696

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi di mana kesiagaan, kecepatan reaksi, dan kemampuan untuk mempertahankan keselamatan serta kesehatan menurun atau menghilang. Di Indonesia, setiap hari rata-rata terjadi 414 kecelakaan kerja, di mana 27,8% dari kecelakaan tersebut disebabkan oleh tingkat kelelahan yang cukup tinggi. Maka dari itu peneliti ingin melihat pengaruh beban kerja dengan kelelahan kerja pada pegawai tenaga kependidikan di Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel minimal 87 subjek menggunakan teknik simple random sampling, uji analisis oenelitian menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat pengaruh yang siginikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja dengan nilai p-vlaue 0,002;OR 95% CI 7,72  (2,16-27,62) dan usia merupakan faktor confounding  pvalue 0,024; OR 95% CI 3,37 (1,18-9,67). Maka dari itu perlu ditetapkan tupoksi masing-masing pegawai agar tidak melebihi beban kerja dan terutama diperhatikan usia pegawai yang melebihi 40 tahun untuk dikurangi beban kerjanya agar tidak menimbulkan kelelahan kerja terhadap pegawai.
THE RELATIONSHIP BETWEEN MATERNAL AGE AND PARITY WITH THE INCIDENCE OF LOW BIRTH WEIGHT (LBW) AT WALED HOSPITAL, CIREBON Permana, Irman; Shidqi, Muhammad Daffa; Pratiwi, Witri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.34708

Abstract

Usia ibu dan paritas merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan janin dan hasil kelahiran, termasuk risiko bayi berat lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Waled, Cirebon, guna memberikan wawasan dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di Rumah Sakit Waled, Cirebon. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 312 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling, dengan data yang diperoleh dari sumber sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Chi-Square dan regresi logistik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia ibu dan paritas berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian BBLR di Rumah Sakit Waled, di mana sebagian besar ibu termasuk dalam kategori usia dan paritas yang tidak berisiko, sementara sebagian kecil berada dalam kategori berisiko. Sebagian besar bayi lahir dengan berat normal (63,1%), sedangkan 36,9% mengalami BBLR. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara usia ibu dan BBLR (p = 0,000) serta antara paritas dan BBLR (p = 0,000). Odds Ratio (OR) menunjukkan bahwa usia ibu (OR = 7,048) memiliki pengaruh lebih besar terhadap BBLR dibandingkan paritas (OR = 6,581). Oleh karena itu, upaya penurunan kasus BBLR perlu difokuskan pada peningkatan kesadaran kesehatan ibu, terutama bagi kelompok usia berisiko, serta perawatan kehamilan yang optimal untuk mengurangi resiko akibat paritas.
HUBUNGAN WELAS ASIH DIRI DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA BERUSIA 18-24 TAHUN Kurniawan, Aditya Dwi; Winta, Mulya Virgonita Iswindari; Pratiwi, Margaretha Maria Shinta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.34711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion (welas asih terhadap dirisendiri) dengan psychological well-being (kesejahteraan psikologis) pada mahasiswa berusia 18–24tahun. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya tekanan akademik, sosial, dan emosional yangdialami oleh mahasiswa, terutama setelah pandemi COVID-19 yang menyebabkan berbagai tantangandalam kehidupan pribadi dan perkuliahan. Pada masa emerging adulthood, mahasiswa sering kaliberada dalam fase pencarian identitas, ketidakpastian masa depan, serta tanggung jawab baru yangmenimbulkan stres. Dalam kondisi tersebut, self-compassion dapat menjadi sumber daya psikologisyang membantu individu menerima kekurangan diri, bersikap lebih lembut terhadap kegagalan, dantidak merasa terisolasi dalam penderitaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif denganmetode korelasional. Partisipan terdiri dari 84 mahasiswa berusia 18–24 tahun yang dipilih secarapurposive. Instrumen yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) dan Psychological WellBeing Scale (PWBS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-compassion danpsychological well-being, dengan nilai korelasi sebesar 0.399 dan signifikansi < 0.001. Artinya,semakin tinggi self-compassion yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi pula kesejahteraanpsikologis mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa sikap welas asih terhadap diri sendiri bukan hanyaberdampak pada penurunan emosi negatif seperti stres dan kecemasan, tetapi juga berperan dalammeningkatkan aspek-aspek positif seperti penerimaan diri, tujuan hidup, dan relasi positif dengan oranglain.