cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 10 KOTA TERNATE The, Fera; Marsaoly, Ryan Rinaldy; Imbar, Andri William Johan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.39840

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi adalah salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Salah satu sasaran global dalam penanggulangan penyakit tidak menular adalah mengurangi angka kejadian hipertensi sebanyak 33% antara tahun 2010 hingga 2030. Hipertensi pada anak dan remaja sulit dideteksi karena tanda dan gejalanya seringkali tidak jelas. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa angka hipertensi pada remaja telah meningkat selama dua puluh tahun terakhir, yang berarti bahwa anak-anak dan remaja dengan tekanan darah tinggi berisiko terkena hipertensi esensial. Metode: Penelitian ini dilakukan secara cross sectional di ambil sampel secara cluster pada siswa SMA yang berada di Ternate yang notabene sebagai daerah pesisir dan kepulauan Hasil: Hasil analisis didapatkan 45 terdiagnosis hipertensi dan 169 tidak terdiagnosis hipertensi serta menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara determinan yang dapat dimodifikasi dengan hipertensi yaitu aktivitas (p = 0,000), pegetahuan (p = 0,001),dan tingkat stress (p = 0,005). Simpulan: Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa determinan aktivitas fisik, pengetahuan, dan stress memiliki hubungan erat dengan kejadian hipertensi.
PENGARUH LATIHAN KEKUATAN TERHADAP PENURUNAN GEJALA RESTLESS LEGS SYNDROME PASIEN HEMODIALISA Puluhulawa, Nikmawati; Rahman, Sri Povintyawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.41376

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronik merupakan hasil kerusakan fungsi dan struktur ginjal yang terjadi secara progresif hingga menjadi End Stage Renal Disease (ESRD). Gangguan neurologi yang dapat terjadi pada pasien hemodialisis adalah gangguan pergerakan dan restless leg syndrome. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh latihan kekuatan terhadap penurunan gejala restless legs syndrome pasien hemodialisa di ruangan hemodialisa RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-experimental dengan pendekatan one group pretest-postest. kriteria Inklusi; Pasien dengan diagnosa gagal ginjal kronik, pasien yang menjalani hemodialisis, pasien yang mengalami gejala restless legs syndrome, tekanan darah pasien yang akan menjalani HD dengan tekanan darah sistolik berkisar dari 110-150 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 80-90 mmH, pasien yang sadar dan kooperatif. Sedangkan kriteria Ekslusi yaitu pasien penurunan kesadaran, pasien dengan komplikasi hipotensi dan hipertensi, pasien yang tiba-tiba mengalami keluhan kegawatdaruratan yang                menyebabkan tidak bisa melanjutkan penelitianHasil penelitian didapatkan bahwa hasil uji statistic nilai signifikan atau nilai p-value yaitu 0,000 yang berarti 0,000<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh latihan kekuatan terhadap penurunan gejala restless legs syndrome pasien hemodialisa di ruangan hemodialisa RSUD Toto Kabila Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini dapat menjadi sumber informasi dan bahan referensi bagi peneliti selanjutnya dengan menggunakan dua kelompok penelitian yaitu kelompok pemberian intervensi dan kelompok kontrol agar lebih jelas dan terlihat keefektifan dari pemberian latihan kekuatan.
HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PETUGAS CLEANING SERVICE DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Kusumaningrum, Eka Dyahayu; Darnoto, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.41388

Abstract

Muskuloskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh para pekerja di berbagai sektor pekerjaan, termasuk petugas cleaning service di rumah sakit. Gangguan ini umumnya berhubungan dengan postur tubuh yang buruk, pengulangan gerakan, pekerjaan fisik yang berat, serta penggunaan alat yang tidak ergonomis. Gangguan ini umumnya berhubungan dengan postur tubuh yang buruk, pengulangan gerakan, pekerjaan fisik yang berat, serta penggunaan alat yang tidak ergonomis. Pekerja yang setiap harinya terlibat dalam tugas-tugas yang memerlukan tenaga fisik dan gerakan berulang, seperti petugas cleaning service, memiliki risiko yang dapat meningkatkan terjadinya MSDs. Penelitian ini mengkaji hubungan antara postur kerja dan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada petugas cleaning service di RSUD Pandan Arang Boyolali. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 69 responden melalui total sampling. Pengukuran postur kerja dilakukan menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment), sementara keluhan MSDs dinilai menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori risiko tinggi (55,1%) dengan tingkat keluhan MSDs sedang (52,2%). Uji statistik chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara postur kerja dan keluhan MSDs (p=0,007; r=0,346). Temuan ini mengindikasikan pentingnya penerapan prinsip ergonomi dalam pekerjaan guna mengurangi risiko MSDs dan meningkatkan kesejahteraan pekerja. Intervensi berbasis pelatihan ergonomi dan evaluasi stasiun kerja direkomendasikan sebagai langkah pencegahan.
ANALISIS DISTRIBUSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE MENURUT WAKTU DI SULAWESI UTARA TAHUN 2018 - 2023 Jacob, Marselia Maria Magdalena; Langi, F. L. Fredrik G.; Asrifuddin, Afnal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.42483

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Sekitar setengah dari populasi dunia kini berisiko terkena penyakit demam berdarah dengan perkiraan 100-400 juta infeksi terjadi setiap tahunnya. Insiden demam berdarah telah meningkat secara dramatis di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit yang sedang trend di Provinsi Sulawesi Utara, penyakit berbasis lingkungan ini masih menjadi suatu masalah yang belum terselesaikan. Sulawesi Utara karena kondisi geografis yang mendukung perkembangbiakan virus dengue sehingga angka prevalensi kejadian demam berdarah dengue masih sangat tinggi setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis data surveilans demam berdarah dengue (DBD) di Sulawesi Utara tahun 2018-2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderita demam berdarah dengue di Sulawesi Utara yang tercatat atau terkonfirmasi dari tahun 2018-2023. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kasus demam berdarah dengue (DBD) selama 6 tahun (2018-2023) mengalamai fluktuasi dan puncak tertinggi kasus demam berdarah dengue (DBD) ada pada tahun 2023 yang dimana tercatat berjumlah 2643 kasus dimana Kabupaten Bolaang Mongondow Utara merupakan Kabupaten tertinggi yang mengalami kasus demam berdarah dengue (DBD) dan kasus terendah yaitu di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Distribusi kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) tertinggi pada tahun 2021, paling tinggi terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Minahasa Utara yaitu 20 kasus kematian dari total 32 kasus kematian. Tingginya angka kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Sulawesi Utara disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kepdatanan penduduk, tingginya curah hujan, kelembaban udara dan juga suhu udara. Berdasarkan penelitian ini diharapkan dapat memperioritaskan pencegahan dan pengendalian di daerah-daerah yang termasuk dalam daerah penemuan kasus tertinggi demam berdarah dengue (DBD), dengan melakukan program Promosi Kesehatan mengenai penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) sehingga masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian demam berdarah dengue (DBD).
ANALISIS BODY MASS INDEX (BMI) DAN DERAJAT PROTEINURIA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DENPASAR Paramitha, I Gusti Ayu Mas Diah; Lestarini, Asri; Sari, Ni Luh Putu Eka Kartika; Aryastuti, Anak Agung Sri Agung; Permatananda, Pande Ayu Naya Kasih; Cahyawati, Putu Nita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43217

Abstract

Diabetes melitus (DM) masih menjadi permasalahan kesehatan yang serius di dunia. Salah satu komplikasi DM tipe 2 yakni nefropati diabetik yang menyebabkan kerusakan pada struktur ginjal. DM tipe 2 timbul akibat adanya berbagai faktor risiko, seperti obesitas yang menunjukkan status gizi dan dapat diukur menggunakan body mass index (BMI). BMI menunjukkan tingkat metabolisme serta memengaruhi fungsi ginjal yang tercermin dari proteinuria pada DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara BMI dengan derajat proteinuria pada pasien DM tipe 2 di Denpasar. Metode yang digunakan ialah observasi analitik dengan pendekatan cross sectional serta menggunakan 50 subjek DM tipe 2 yang tersimpan di Laboratorium Biomolekuler FKIK Universitas Warmadewa. Pengumpulan data dilakukan melalui formulir yang berisi data dasar penderita, data onset, tekanan darah, kadar gula darah puasa, data BMI, serta data protein dalam urin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji Spearman). Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki (56%), berusia 61-70 tahun (44%), memiliki riwayat menderita DM tipe 2 kurang dari 10 tahun (56%), memiliki tekanan darah kategori pre hipertensi (52%), dan memiliki gula darah puasa (GDP) yang tinggi (62%). Mayoritas subjek tergolong dalam kategori BMI normal (52%) dan memiliki proteinuria positif +1 (62%). Nilai p pada penelitian ini adalah 0,235 artinya terdapat hubungan yang tidak signifikan antara body mass index (BMI) dengan derajat proteinuria pada pasien DM tipe 2 di Denpasar.
SCOPING REVIEW: PENGARUH ANEMIA KEHAMILAN TERHADAP DEPRESI PASCA PERSALINAN Khotimah, Husnul; Khasanah, Yosi Yusrotul; Arofah, Nur; Basrowi, Ray Wagiu; Nafilata, Ikrimah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43266

Abstract

Depresi pascapersalinan adalah gangguan suasana hati yang umum terjadi setelah melahirkan, ditandai dengan gejala seperti kecemasan, insomnia, dan perubahan berat badan, yang mempengaruhi sekitar 10–15% ibu di dunia dan berkontribusi signifikan terhadap beban penyakit global. Depresi pascapersalinan dapat dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan psikologis, termasuk anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh anemia kehamilan terhadap depresi pascapersalinan. Tinjauan cakupan ini dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA dan menggunakan kerangka kerja PICOS untuk mengidentifikasi studi yang relevan mengenai anemia pada ibu hamil dan depresi pascapersalinan. Artikel diperoleh dari basis data PubMed dan Scopus, kemudian disaring secara ketat menggunakan perangkat lunak referensi untuk menghindari duplikasi dan memastikan kesesuaian dengan kriteria inklusi. Dari 112 artikel yang ditemukan, 14 studi akhir dipilih setelah proses penyaringan yang ketat berdasarkan relevansi, desain studi, dan populasi yang sesuai. Hasil telaah terhadap 14 artikel menunjukkan bahwa anemia kehamilan berkontribusi terhadap depresi pascapersalinan. Anemia selama kehamilan dan pascapersalinan dapat meningkatkan risiko depresi pascapersalinan melalui mekanisme perubahan neurotransmitter, stres oksidatif, hormon tiroid, serta sitokin inflamasi. Selain itu, kelelahan akibat anemia juga berkontribusi terhadap penurunan energi dan aktivitas, yang dapat memperburuk gejala depresi. Meskipun beberapa studi juga menemukan faktor lain seperti gizi, usia ibu, paritas, dan dukungan sosial sebagai penyebab tambahan. Pencegahan anemia selama kehamilan sangat penting untuk mengurangi risiko depresi pascapersalinan. Dapat disimpulkan bahwa anemia selama kehamilan berkontribusi terhadap depresi pascapersalinan, sehingga pencegahannya dengan suplementasi zat besi dan asam folat sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.
HUBUNGAN SUMBER AIR DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING DI DESA SOOKO Farantika, Laras Diah; Wulandari, Windi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43324

Abstract

Anak dengan kondisi panjang atau tinggi badan yang lebih pendek dari standar usia nya yaitu kurang dari -2 standar deviasi dikatakan mengalami stunting. Stunting disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berpengaruh satu sama lain diantaranya pemberian ASI eksklusif dan sanitasi lingkungan yang buruk. Tujuan penelitain ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan sumber air bersih dengan kejadian stunting di desa Sooko, Ponorogo. Penelitian ini menerapkan pendekatan observasional analitik dengan rancangan studi cross sectional. Populasi sebanyak 189 responden yaitu ibu yang memiliki bayi dan balita umur 0 – 5 tahun dengan sampel minimal 92 responden. Pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling. Variabel yang dianalisis diantaranya pemberian ASI eksklusif, sumber air bersih dan kejadian stunting. Instrumen yang digunakan kuesioner, microtoise dan growth child WHO. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan signifikansi (α) 0,05. Hasil penelitian mengindikasikan, terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian stunting di Desa Sooko, Ponorogo dengan nilai p-value 0,022 (p ˂ 0,05), sedangkan antara sumber air dengan kejadian stunting di Desa Sooko, Ponorogo tidak terdapat hubungan dengan nilai p-value 0,975 (p ≥ 0,05).
HUBUNGAN PENGETAHUAN ANAK DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN PERILAKU JAJAN AMAN DAN SEHAT PADA ANAK SD Safarinda, Elvina; Wulandari, Windi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43828

Abstract

Kebiasaan jajanan anak SD dapat membahayakan kesehatan, terutama jika makanan tersebut mengandung zat berbahaya, Bahan Tambahan Pangan (BTP), dan tidak higienis. Penelitian ini mengkaji pengaruh pengetahuan anak dan dukungan orang tua terhadap kebiasaan jajanan yang aman dan sehat pada siswa SD Pucangan Kartasura. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, kuantitatif, potong lintang terhadap 222 siswa. Penelitian ini melibatkan 156 siswa kelas 5 dan 6. Pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling. Faktor yang diteliti meliputi pengetahuan, dukungan orang tua, dan perilaku jajan anak aman dan sehat. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square . Sebagian besar anak memiliki pengetahuan rendah (50,6%), dukungan orang tua (57,1%), dan perilaku (52,6%). Statistik menunjukkan bahwa kesadaran anak SD ( p-value 0,053) dan dukungan orang tua ( p-value 0,678) hasil tersebut tidak memiliki hubungan dan tidak mempengaruhi kebiasaan jajanan yang aman dan sehat. Namun, edukasi dan pemantauan pola makan anak tetap penting dilakukan. Peran aktif orang tua dan sekolah dapat membantu anak-anak memilih makanan jajanan yang lebih sehat dan aman dengan mengetahui dan mengawasi pola makan mereka. Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak-anak tentang makanan yang aman dan sehat dalam memilih makanan yang bergizi, diperlukan pendekatan edukasi pendidikan gizi yang berkelanjutan.
STRESS MENYEBABKAN DIARE PADA PEKERJA KANTORAN Setyawan, Yuswanto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43848

Abstract

Pravelensi diare di Indonesia terus meningkat setiap tahun, hal tersebut juga dialami para pekerja kantoran yang diduga disebabkan oleh stress. Tujuan penelitian ini menambah literatur terkait diare dan stress khususnya terkait pekerja kantor baik swasta maupun pemerintahan. Total partisipan yaitu 155 pekerja kantoran yang ada di Surabaya. Selanjutnya data diolah menggunakan SPSS dan korelasi spearman. Kriteria penelitian yaitu pekerja kantoran yang mengalami gejala stress minimal 2x dalam 1 bulan. Hasilnya Dari 155 partisipan mayoritas mengalami kejadian stress presentase diatas 70% dengan penyebab tertinggi yaitu kesulitan untuk tenang setelah sesuatu yang mengganggu 74,2% dan pada kejadian diare gejala tertinggi yang dialami yaitu tinja encer atau berair sebesar 68,4%. Hubungan Stress terhadap Diare memiliki nilai koefisien korelasi r hitung 0.737 tergolong kategori Kuat maka semakin tinggi tingkat stress dapat meningkatkan kejadian diare pada pekerja kantoran. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat menggunakan depression anxiety stress scales (dass 42) sebagai kuesioner dan melakukan pemeriksaan feses untuk mengetahui tingkat keparahan diare pada masing masing partisipan Kata Kunci : Diare, Stress, Pekerja Kantoran
EFEKTIVITAS EDUKASI KELUARGA DALAM PERAWATAN KESEHATAN DIRI (PERSONAL HYGIENE) ODGJ DALAM KELUARGA Harvianza, Ardo; Rindu, Rindu; Fitriani, Dianita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43879

Abstract

Orang dengan gangguan jiwa adalah mereka yang mengalami gangguan dalam berfikir, berperilaku dan perasaan. Gangguan ini dapat menyebabkan perilaku yang menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi manusia seperti perawatan kebersihan diri yang dapat berdampak pada permasalahan kesehatan yang lebih buruk. Keluarga adalah orang terdekat yang mempunyai peran penting dalam memberikan perawatan pada anggota keluarganya dengan gangguan jiwa. Untuk melakukan itu tentunya harus mempunyai informasi dan pemahaman tentang kebersihan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas edukasi keluarga dalam perawatan kesehatan diri serta mengetahui apa saja yang menjadi pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method yang menggabungkan antara penelitian kuantitatif yang dilakukan analisis dengan paired sample T-Test serta Wilcoxon dan kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam. Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam skor pengetahuan dan perilaku keluarga tentang personal hygiene ODGJ setelah diberikan edukasi (p-value = 0,000). Analisis kualitatif mengungkapkan bahwa edukasi memberikan pemahaman yang lebih baik bagi keluarga serta meningkatkan motivasi dan mengatasi hambatan dalam merawat kebersihan diri ODGJ. Kesimpulannya bahwa edukasi keluarga terbutki efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku keluarga dalam perawatan personal hygiene ODGJ. Oleh karena itu program edukasi berbasis keluarga perlu diimpelementasikan secara lebih luas untuk mendukung perawatan ODGJ secara berkelanjutan.