cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
KORELASI SOSIODEMOGRAFI DAN KULTURAL DENGAN PRAKTIK KEBERSIHAN MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI AKADEMI ANALIS KESEHATAN PUTRA JAYA BATAM Noviawati, Noviawati; Ginting, Chrismis Novalinda; Pratama, Irza Haicha
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.43995

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik kebersihan menstruasi pada remaja putri di Akademi Analis Kesehatan Putra Jaya Batam serta menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi praktik tersebut. Penelitian dilaksanakan pada periode 1 Juni hingga 30 Juni 2024 dengan jumlah responden sebanyak 60 remaja putri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (88%) memiliki praktik kebersihan menstruasi yang tergolong baik, seperti mengganti pembalut secara teratur, menjaga kebersihan area genital, dan menggunakan air bersih. Faktor pendidikan ibu terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap praktik kebersihan menstruasi; remaja putri yang memiliki ibu dengan pendidikan di atas tingkat SMA atau perguruan tinggi menunjukkan perilaku kebersihan yang lebih baik dibandingkan dengan yang ibunya berpendidikan SD atau SMP. Selain itu, pendapatan keluarga juga berperan, di mana remaja putri dari keluarga dengan pendapatan di atas Upah Minimum Provinsi (UMP) cenderung memiliki praktik kebersihan menstruasi yang lebih optimal. Menariknya, perbedaan agama tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap praktik kebersihan menstruasi. Namun, keragaman suku memperlihatkan pengaruh, di mana remaja putri dari etnis Jawa cenderung memiliki praktik kebersihan yang kurang baik, yang kemungkinan besar berkaitan dengan faktor budaya dan tradisi yang masih kuat. Keyakinan terhadap tabu menstruasi juga terbukti mempengaruhi praktik, di mana remaja putri yang mempercayai tabu memiliki praktik kebersihan yang lebih rendah. Berdasarkan temuan ini, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang lebih komprehensif dan intensif dengan memperhatikan aspek sosial dan budaya, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku kebersihan menstruasi yang sehat di kalangan remaja putri.
INDONESIA KARAKTERISTIK KLINIS INFEKSI PSEUDOMONAS AERUGINOSA DI RUMAH SAKIT GUNUNG JATI Rachman, Faqih Oktavian; Erwin I, Mohamad; Weni, Mustika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44116

Abstract

Angka kejadian infeksi di Indonesia nosokomial mencapai 15,74%, jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara maju yang berkisar antara 4,8–15,5%. Tingkat mortalitas akibat infeksi Pseudomonas aeruginosa dilaporkan sebesar 15,1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik klinis pasien dengan infeksi Pseudomonas aeruginosa. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan teknik total sampling, sehingga diperoleh sebanyak 153 sampel. Dari 153 pasien yang terinfeksi Pseudomonas aeruginosa, mayoritas berjenis kelamin laki-laki (56,9%) dengan kelompok usia balita (0–5 tahun) sebagai kelompok usia terbanyak (34,0%). Tindakan medis yang paling sering dilakukan adalah operasi pada saluran cerna dan abdomen (4,6%). Penggunaan alat invasif, terutama infus intravena, ditemukan pada 136 pasien (35,7%). Diagnosis klinis primer yang paling sering ditemukan adalah gagal napas (17,0%), sedangkan diagnosis sekunder terbanyak adalah bronkopneumonia (6,5%). Sebagian besar pasien (89,7%) tidak memiliki penyakit penyerta. Angka kematian akibat infeksi Pseudomonas aeruginosa dalam penelitian ini mencapai 58,2%, dengan rerata lama perawatan selama 5 hari. Di RSUD Gunung Jati, dari 153 kasus infeksi yang tercatat, kelompok usia balita dan lansia merupakan kelompok paling rentan, dengan dominasi pasien laki-laki (56,9%). Infeksi ini berkaitan erat dengan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), infeksi saluran kemih (ISK), infeksi luka, serta penggunaan alat medis invasif seperti infus intravena dan ventilator. Sebagian besar pasien juga menjalani tindakan pembedahan, dan beberapa di antaranya memiliki komorbiditas seperti diabetes mellitus, penyakit jantung, dan penyakit paru kronik.
HIGIENE SANITASI DAN KEBERADAAN Escherichia coli PADA JUS BUAH Napitu, Sania Nikita; Santi, Devi Nuraini; Naria, Evi; Tumanggor, Winni R. E.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44123

Abstract

Jus buah merupakan minuman olahan buah yang bergizi. Namun, jus bisa terkontaminasi Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis higiene sanitasi, mengetahui pengetahuan, sikap, dan tindakan pedagang, serta mengetahui keberadaan Escherichia coli pada pedagang jus buah di Kecamatan Siantar Barat Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional untuk menganalisis higiene sanitasi, mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan pedagang, serta uji laboratorium untuk mengetahui keberadaan Escherichia coli pada sampel jus, air, dan es dari pedagang jus buah di Kecamatan Siantar Barat. Pedagang yang menjadi responden ditentukan dengan metode total sampling yaitu sebanyak 21 orang. Sampel jus, air, dan es diperoleh dari 6 pedagang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua pedagang jus buah tidak memenuhi persyaratan higiene sanitasi makanan berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. Hasil penelitian terkait higiene sanitasi makanan dan minuman menunjukkan 61,9% pedagang memiliki pengetahuan baik, 61,9% pedagang memiliki sikap cukup baik, 61,9% pedagang memiliki tindakan cukup baik. Hasil uji mikrobiologis menunjukkan bahwa 33,3% sampel jus dan 50% sampel es terkontaminasi Escherichia coli, sedangkan seluruh sampel air minum tidak terkontaminasi Escherichia coli. Hal ini menunjukkan bahwa terlepas dari pengetahuan, sikap, dan tindakan pedagang yang secara umum cukup baik, pelaksanaan higiene sanitasi masih tidak memenuhi syarat dan ditemukan E. coli pada sampel. Pedagang disarankan untuk meningkatkan higiene sanitasi selama berjualan dan dan menjaga kebersihan diri dan peralatan selama berjualan.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA (CEA) PADA PENGGUNAAN OBAT KOMBINASI ANTIHIPERTENSI CANDESARTAN+BISOPROLOL DAN CANDESARTAN+AMLODIPIN PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN BPJS DI RSUD KABUPATEN REJANG LEBONG Aninda, Fitri; Hasan, Delina; Derriawan, Derriawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44179

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dengan biaya yang cukup tinggi. Pemilihan terapi yang kurang tepat dapat menyebabkan hasil pengobatan tidak optimal dan meningkatkan beban ekonomi bagi pasien maupun penyedia layanan kesehatan. Untuk menentukan terapi antihipertensi yang paling efektif dan efisien, diperlukan analisis farmakoekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan efisiensi penggunaan kombinasi antihipertensi A (Candesartan+Bisoprolol) dengan kombinasi B (Candesartan+Amlodipin). Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari rekam medis pasien rawat jalan peserta BPJS di RSUD Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, pada periode April–Juli 2024. Jumlah sampel terdiri dari 80 pasien, dengan masing-masing 40 pasien pada kelompok kombinasi A dan kombinasi B. Analisis dilakukan dengan uji Chi-Square untuk efektivitas serta analisis Cost-Effectiveness untuk efisiensi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi A lebih efektif dengan 33 pasien memiliki tekanan darah terkendali, sementara pada kombinasi B hanya 29 pasien. Dari segi efisiensi, kombinasi A juga lebih hemat dengan total biaya Rp 29.659.769,93, lebih rendah daripada kombinasi B. Berdasarkan perhitungan unit cost, ACER, dan ICER, kombinasi A lebih unggul secara keseluruhan. Kesimpulannya, kombinasi A lebih efektif dan efisien dibandingkan kombinasi B, meskipun berbeda dengan hasil penelitian RS Bhayangkara 2019 yang menyebut kombinasi A lebih efektif namun kombinasi B lebih efisien.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK USIA 6-23 BULAN DI INDONESIA Br Barus, Erika Besty; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Fitri, Adelina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44234

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak di Indonesia. Pemberian ASI eksklusif berperan dalam meningkatkan sistem imun anak dan mengurangi risiko ISPA. Namun, cakupan ASI eksklusif masih rendah, sementara prevalensi ISPA tetap tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian ISPA pada anak usia 6-23 bulan menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 23.461 anak. Hasil menunjukkan prevalensi ISPA sebesar 17,30% dan anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 42,86%. Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik setelah dikontrol variabel status imunisasi dan status gizi yang merupakan faktor risiko terhadap kejadian ISPA dengan nilai aPR=1,151 (95%CI : 1.047-1.266). Hal ini dikarenakan anak yang tidak mendapatkan ASI secara eksklusif memiliki sistem kekebalan tubuh yang kurang baik.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK ANGGOTA KELUARGA DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA Ramadhani, Shakina Villia; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Wisudariani, Evy; Butar, Marta Butar; Ibnu, Ismi Nurwaqiah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44388

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas dan bawah dengan tingkat keparahan bervariasi. Pada tahun 2019, WHO melaporkan 13 juta balita terinfeksi ISPA, dengan angka kematian yang terus meningkat. Di Indonesia, ISPA selalu berada di peringkat teratas dalam daftar 10 penyakit tertinggi, termasuk di Provinsi Jambi, dengan prevalensi 18,8% pada tahun 2023. Salah satu faktor risiko ISPA adalah kebiasaan merokok anggota keluarga di dalam rumah, yang menyebabkan balita menjadi perokok pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok anggota keluarga dan kejadian ISPA pada balita di Provinsi Jambi. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Sampel penelitian berjumlah 1.500 balita, dipilih menggunakan systematic sampling dengan implicit stratification. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan Mantel Haenzel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang tinggal dengan anggota keluarga yang merokok di dalam rumah memiliki risiko 2,335 kali lebih tinggi terkena ISPA (PR = 2,335; 95% CI: 1,458–3,741; p = 0,000). Prevalensi kejadian ISPA pada balita di Provinsi Jambi tahun 2023 adalah 7,13%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di Provinsi Jambi tahun 2023. Tidak ditemukan adanya potencial confounder dalam penelitian ini sehingga secara statistik dapat dibuktikan bahwa paparan asap rokok dari anggota keluarga secara langsung dapat meningkatkan risiko balita terkena ISPA. 
EFEKTIVITAS PENURUNAN RESIDU PESTISIDA DENGAN AIR MENGALIR DAN RENDAMAN AIR PANAS PADA BUAH JERUK (CITRUS SINESIS) Susanto, Beni Hari; Cahyani, Septia Dwi; Yuniastuti, Tiwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44656

Abstract

Penggunaan pestisida yang tidak tepat akan menimbulkan dampak negatif seperti residu pestisida pada komoditi pertanian seperti komoditi jenis sayuran, yang dikonsumsi mentah sebagai lalapan. Ini terjadi karena petani menggunakan pestisida yang tidak sesuai dengan petunjuk yang tercantum pada label kemasan. Petani melakukan penyemprotan berkisar antara 3-6 kali dalam satu kali masa tanam sesuai dengan jenis hama penganggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui penurunan residu pestisida yang paling efektif di antara metode penurunan residu pestisida pada buah jeruk (Citrus Sinesis). Penelitian ini bersifat kuantitatif deskriptif dengan pendekatan true eksperimental menggunakan desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel pada penelitan ini adalah buah jeruk (Citrus Sinesis). Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Chocran-Q untuk mengetahui hipotesis efektivitas penurunan residu pestisida pada buah jeruk (Citrus Sinesis). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa hasil uji efektivitas penurunan residu pestisida pada perlakuan merendam dengan air panas mengalami penurunan paling besar yaitu sebesar 95,494%. Nilai hasil uji Chocran-Q pada penurunan residu pestisida adalah 0,046 < 0,05, sehingga terdapat efektivitas penurunan residu pestisida pada buah jeruk (Citrus Sinesis). Sehingga, dapat disimpulkan efektivitas penurunan, residu pestisida yang paling efektif terdapat pada perlakuan perendaman dengan air panas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK (0-5 TAHUN) DI POSYANDU WILAYAH PUSKESMAS CIKARANG Putri, Aulia Yasmin Mulyana; Hoerudin, Hoerudin; Padaallah, Ananda Patuh; Setianingsih, Triseu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44699

Abstract

Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak terhambat sehingga menyebabkan tinggi badan lebih rendah disandingkan dengan umurnya. WHO (2022) menyatakan 148,1 juta (22,3%) balita menderita stunting. Pada tahun 2022, data melaporkan bahwa balita di Indonesia yang menderita stunting sebanyak 21,6%, di Jawa Barat 20,2%, dan tahun 2024 di Posyandu Wilayah Puskemas Cikarang 3,6%. Pengetahuan seorang ibu mengenai stunting memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku yang mendukung pencegahan stunting dan memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. Fokus dari studi ini untuk mengidentifikasi apakah antara pengetahuan ibu mengenai stunting dengan perilaku pencegahannya di anak usia 0-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Cikarang terdapat hubungan yang signifikan. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional diterapkan dalam studi ini untuk mengukur data. Teknik accidental sampling diterapkan untuk memperoleh sampel penelitian ini yang terdiri dari 99 ibu dengan anak usia 0-5 tahun dari populasi sebanyak 133 ibu dengan anak usia 0-5 tahun. Kuesioner merupakan instrumen yang digunakan guna mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan. Uji Chi square adalah pengujian yang diterapkan diterapkan untuk menganalisis data. Temuan penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dan upaya pencegahannya, bernilai p = 0,018 (p≤0,05) dan Odds Ratio 2,935. Maka dari itu, pengetahuan ibu memengaruhi perilaku pencegahan stunting anak usia 0-5 tahun, dengan ibu berpengetahuan rendah 2,935 kali lebih berisiko memiliki perilaku pencegahan stunting kurang baik dibandingkan ibu berpengetahuan baik tentang stunting.
HUBUNGAN ANTARA NOMOPHOBIA DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMA NEGERI 1 MANADO Walangitan, Rayn Christian; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Kandou, Grace Debbie
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44733

Abstract

Prevalensi kekurangan tidur pada anak sekolah menengah memiliki peningkatan dari tahun 2009 sampai 2021 dengan presentase siswa laki-laki sebesar 67% meningkat menjadi 75% dan siswa perempuan 72% meningkat menjadi 80% (CDC, 2021). Hasil survei yang dilakukan di Indonesia pada bulan Juli 2023 menemukan bahwa mayoritas orang tidur 6 sampai 8 jam per malam berkisar 34,9% hingga 46,2%, dan orang yang tidur kurang dari 4 jam permalam berkisar 1,7% hingga 14,4% (Annur C. M, 2023). 20 publikasi, yang mencakup data dari 12.462 individu dari 10 negara berbeda, disimpulkan bahwa prevalensi gabungan nomophobia berada pada tingkat sedang hingga berat, dengan sekitar 71% individu terpengaruh, dimana 21% menderita nomophobia berat dan 50% mengalami nomophobia pada tingkat sedang (Jahrami, et al, 2022). Kualitas tidur yang baik dapat diperoleh dengan mengendalikan stres, yakni dengan melakukan metakognisi, dan membatasi penggunaan smarthphone dimalam hari. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara nomophobia dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 1 Manado. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Manado dengan jumlah populasi 1994 siswa dan jumlah sampel sebanyak 103 sampel yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis univariat akan menunjukan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat untuk melihat hubungan dilakukan dengan uji Spearman Rank dengan menggunakan aplikasi SPSS ver.27. Hasil penelitian mendapatkan 56,3% responden memiliki tingkat nomophobia sedang, 23,3% responden tingkat nomophobia tinggi, dan 20,4% responden memiliki tingkat nomophobia rendah. Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p <0,001dengan nilai R (koefisien korelasi) = 0,378, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara nomophobia dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 1 Manado.
HUBUNGAN RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA DAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS BAHU Siagian, Friska Natasya Romauly; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Kaunang, Wulan Pingkan Julia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44772

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme kronis dengan gejala tingginya kadar gula darah pada tubuh. Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2021, terdapat sekitar 537 juta kasus diabetes di seluruh dunia pada kelompok usia 20-79 tahun. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 mengungkapkan bahwa jumlah total kasus diabetes melitus mencapai 877,531. Sementara itu, Provinsi Sulawesi Utara, jumlah penderita diabetes melitus tahun 2023 mencapai 9,721 orang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Manado pada tahun 2022, angka kejadian diabetes melitus mencapai 12,991 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat penyakit keluarga dan kebiasaan makan dengan Diabetes Melitus Tipe II pada pasien di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan observasional analitik dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Penelitian dilakukan pada bulan November 2024 - Januari 2025 dengan sampel 104 responden. Analisis statistik dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square dengan nilai p<0,05 dianggap signifikansi statistik. Hasil analisis chi-square antara riwayat penyakit keluarga dengan Diabetes Melitus Tipe II adalah <0,001 dengan nilai OR=14,929; CI 95% = 5,653 - 9,423, dan untuk kebiasaan makan dengan Diabetes Melitus Tipe II didapatkan nilai p <0,001 dengan nilai OR=60,429; CI 95% = 17,871 - 204,328. Kesimpulan didapatkan hubungan signifikan antara riwayat penyakit keluarga dan kebiasaan makan dengan Diabetes Melitus Tipe II, dengan risiko 14,929 kali lebih besar pada orang dengan riwayat penyakit keluarga, dan risiko 60,429 kali lebih besar pada orang dengan kebiasaan makan buruk.