cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,239 Documents
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN TUBERCULOSIS KABUPATEN PANIAI TAHUN 2025 Nurhayati, Nurhayati; Novita, Astrid
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54251

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat global dan nasional, termasuk di Indonesia. Meskipun telah diterapkan berbagai program seperti strategi End TB 2030, prevalensi TB, khususnya TB paru, tetap tinggi. Di Kabupaten Paniai, Papua, angka kasus TB menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Tantangan besar terlihat pada tingginya jumlah pasien yang putus berobat dan hilang kontak, serta keterbatasan fasilitas layanan TB yang hanya tersedia di dua titik layanan, yakni RSUD Paniai dan Puskesmas Enarotali. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pencegahan dan penanganan TB di Kabupaten Paniai serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan TB di Kabupaten Paniai Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus analitik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan kunci terdiri dari petugas TB (programer), dokter, dan kepala puskesmas, sedangkan informan pendukung meliputi pasien TB dan anggota keluarga pasien. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahap reduksi, kategorisasi, interpretasi, hingga penarikan kesimpulan. Penelitian ini dapat memberikan gambaran mendalam mengenai pelaksanaan program TB di Kabupaten Paniai, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan rekomendasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas program dan keberhasilan pengobatan TB, khususnya dalam aspek pemantauan pasien, aksesibilitas layanan, dan edukasi masyarakat. Secara umum, program pengendalian Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Paniai dapat dikatakan belum berjalan optimal. Hal ini terlihat dari masih tingginya angka keterlambatan diagnosis, rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan, serta belum meratanya akses layanan TB di seluruh puskesmas.
HUBUNGAN MUTU PELAYANANA DAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS SIMOMULYO Wartiningsih, Minarni; Attliantika W, Firzhoneinsky Arsyahera; Yuwono, Natalia; Handayani, Lidya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54253

Abstract

Mutu pelayanan yang baik mencerminkan kemampuan fasilitas kesehatan dalam memberikan layanan yang aman, efektif, responsif, serta sesuai dengan kebutuhan pasien. Mutu pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan pasien, karena kepuasan pasien mencerminkan penilaian pasien terhadap kesesuaian antara harapan dan pelayanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan dan kepuasan pasien di Puskesmas Simomulyo Surabaya.Penelitian menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden, diperoleh melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner mutu pelayanan dan kepuasan pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Exact TestMutu pelayanan dikategorikan baik dengan 70 responden (70%) dengan dimensi keterjangkauan akses, kenyamanan, dan informasi memiliki nilai baik oleh 65 responden (65%). Kepuasan dinilai baik dengan presentase 61 responden (61%). Mayoritas responden sebanyak 60 orang (85,7%) menilai mutu pelayanan berada pada kategori cukup dengan tingkat kepuasan tinggi, sementara hanya sebagian kecil responden sebanyak 1 orang (3,3%) yang menunjukkan mutu pelayanan dalam kategori cukup dan tingkat kepuasan rendah. Uji bivariat menunjukkan p-value sebesar <0,001 (p value <0,05). Dapat disimpulkan bahwa mutu dan kepuasan dinilai baik serta terdapat hubungan antara mutu pelayanan dan kepuasan pasien di Puskesmas Simomulyo Surabaya.
PENGARUH SENAM DUDUK TERHADAP FLEKSIBILITAS UPPER BODY DAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA LANSIA Roja, Aulia Shofia; Supriyadi, Arin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam duduk menggunakan kain terhadap fleksibilitas upper body dan kemampuan fungsional lansia. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan metode one group pretest-posttest yang melibatkan 22 lansia di Dusun Mantren, Klodran. Sebelum intervensi, seluruh responden menjalani pengukuran awal (pretest) untuk mengetahui kondisi fleksibilitas dan kemampuan fungsional. Instrumen yang digunakan adalah Back Scratch Test untuk mengukur fleksibilitas tubuh bagian atas dan Barthel Index untuk menilai kemampuan aktivitas sehari-hari. Intervensi senam duduk menggunakan kain dilakukan selama sepuluh sesi dengan durasi 90 menit setiap sesi. Setelah intervensi selesai, pengukuran akhir (posttest) dilakukan menggunakan instrumen yang sama. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Back Scratch Test sisi kanan meningkat dari 4,86 cm menjadi 5,40 cm. Selain itu, nilai Barthel Index juga mengalami peningkatan dari 74,41 menjadi 77,05 dengan nilai p = 0,000, yang menunjukkan adanya perubahan yang signifikan setelah intervensi diberikan. Latihan senam duduk dengan bantuan kain memberikan resistensi ringan yang membantu mengaktifkan otot bahu, lengan, dan tubuh bagian atas secara optimal. Aktivitas ini juga melatih koordinasi gerak, meningkatkan kelenturan, serta mendukung kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas harian. Dengan demikian, senam duduk menggunakan kain dapat disimpulkan sebagai intervensi yang sederhana, aman, mudah diterapkan, dan efektif untuk meningkatkan fungsi fisik serta kemandirian lansia.
ANALISIS PELAPORAN SISTEM KEWASPADAAN DINI DAN RESPON (SKDR) PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS HARAPAN RAYA TAHUN 2025 Herdiyanti, Fithri; Yunita, Jasrida; Yanti, Desri Novita; Zaman, M.Kamali
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54275

Abstract

Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) merupakan aplikasi berbasis website dan bagian dari kebijakan pemerintah untuk menanggulangi wabah penyakit menular, sehingga terjadi kewaspadaan dini dan kesiapan menghadapi wabah penyakit menular pada suatu wilayah. SKDR sangat penting dan harus dilaporkan dengan tepat, lengkap dan cepat. Namun yang terjadi adalah masih terjadinya keterlambatan laporan SKDR dari Fasyankes jejaring dan jaringan UPT Puskesmas Harapan Raya. Oleh karena itu, perlu dianalisis lebih lanjut mengenai pelaporan sistem SKDR pada Fasyankes di wilayah kerja UPT Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (problem solving cycle), dimana informan penelitian terdiri dari tiga orang. Sehingga data penelitian dikumpulkan dengan wawancara, dan analisisnya menggunakan analisis kualitatif dan fish bone analysis. Melalui hasil penelitian, diperoleh bahwa bahwa jumlah tenaga pelapor terbatas (satu orang), terbatasnya anggaran karena hanya menggunakan dana BOK, pelaporan yang masih manual, sosialisasi dan edukasi ke Fasyankes masih bersifat situasional, adanya keterbatasan formulir SKDR dan fasilitas komputer yang tidak tersedia, serta kurangnya kurangnya dukungan dan pengawasan pimpinan Fasyankes jejaring serta tidak adanya monitoring dan evaluasi terjadwal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterlambatan laporan SKDR dari Fasyankes jejaring dan jaringan UPT Puskesmas Harapan Raya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor man (sumber daya manusia), money (dana), method (metode), machine (sarana prasarana), material, dan management (manajemen).
PENGARUH EDUKASI PEMBERIAN MAKAN BAYI DAN ANAK (PMBA) BERBAHAN PANGAN LOKAL RONO TAPA TERHADAP BERAT BADAN BALITA DENGAN GIZI KURANG DI UPTD PUSKESMAS SINGGANI Asrianti, Asrianti; Tangkas, I Made; Sumarni, Sumarni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54283

Abstract

Gizi kurang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat pada balita di Indonesia dan berkaitan erat dengan praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang belum optimal. Berdasarkan laporan kinerja UPTD Puskesmas Singgani bulan Agustus 2025, masih ditemukan 93 kasus gizi kurang (4,8%). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa terhadap berat badan balita dengan gizi kurang di wilayah kerja UPTD Puskesmas Singgani. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan one-group pretest–posttest. Sampel terdiri atas 32 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan dengan gizi kurang, dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa diberikan melalui sesi edukasi terstruktur selama tiga minggu. Variabel yang diukur meliputi pengetahuan, sikap, dan praktik PMBA ibu, asupan zat gizi makro balita, serta perubahan berat badan balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang bermakna pada pengetahuan, sikap, dan praktik PMBA ibu, peningkatan asupan zat gizi makro, serta perubahan positif berat badan balita setelah intervensi (p < 0,05). Edukasi PMBA berbahan pangan lokal Rono Tapa berbasis digital efektif dalam memperbaiki praktik PMBA dan meningkatkan berat badan balita dengan gizi kurang, serta berpotensi menjadi model intervensi gizi berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan di layanan kesehatan primer.
KAPITASI BERBASIS KINERJA (KBK) PADA PUSKESMAS DI KABUPATEN KONAWE Husdiningsih, Ferra; Radiastu, I Wayan Angga; Tombora, Djasrin H.; Ismayanti, Ismayanti; Risky, Sartini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54286

Abstract

Kebijakan Pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) diterapkan untuk meningkatkan mutu layanan FKTP melalui penyesuaian kapitasi berdasarkan Angka Kontak (AK), Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT). Namun, capaian indikator di lapangan masih berfluktuasi dan berpotensi menurunkan persentase pembayaran kapitasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan implementasi KBK di Puskesmas Sampara Kabupaten Konawe tahun 2025 berdasarkan capaian indikator utama dan hambatan pelaksanaannya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Populasi adalah seluruh FKTP mitra BPJS Kesehatan di Kabupaten Konawe tahun 2025, dengan sampel diambil menggunakan total sampling pada FKTP yang memiliki data kinerja lengkap. Variabel meliputi AK, RRNS, dan RPPT. Data dikumpulkan dari laporan indikator KBK BPJS Kesehatan, kuesioner terstruktur kepada pengelola FKTP, serta wawancara terbatas; dianalisis secara deskriptif menggunakan Excel dan SPSS. Hasil menunjukkan rata-rata AK 4,71% (tertinggi Desember 6,71%; terendah Agustus 3,65%), RRNS tahunan 17,54% (20 rujukan dari 114 kasus), dan RPPT belum mencapai target (DM 0,91%; HT 2,12%). Total capaian KBK 95,42% dengan penyesuaian kapitasi minor, namun terjadi penyesuaian signifikan pada April dan Agustus. Implementasi KBK tergolong cukup baik, tetapi penguatan Prolanis, konsistensi layanan, dan kualitas pencatatan perlu ditingkatkan agar kapitasi optimal berkelanjutan.
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUANG UGD DAN RUANG RAWAT INAP DI RSU GMIM BETHESDA TOMOHON Montolalu, Mitha M. M.; Mantjoro, Eva M.; Sumampouw, Oksfriani J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54308

Abstract

Kelelahan kerja tidak hanya dirasakan oleh para tenaga kerja yang bekerja dibidang industri, tetapi juga dibidang tenaga kesehatan merasakan hal serupa. Salah satu faktor yang diduga memiliki pengaruh besar terhadap terjadinya burnout atau kelelahan adalah beban kerja atau workload. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di ruang UGD dan ruang rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Sampel penelitian berjumlah 61 responden dengan instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner NASA-TLX dan KAUPK2. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil uji didapatkan p = 0,040 (<0,05) yang artinya terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di Ruang UGD dan Ruang Rawat Inap di RSU GMIM Bethesda Tomohon. Kesimpulan yang didapatkan yaitu adanya hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di Ruang UGD dan Ruang Rawat Inap di RSU GMIM Bethesda Tomohon.
PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI PADA ASPERGILOSIS PULMONAL Sari, Rifta; Arfan, Ahmad; Karuniawati, Anis; Haryanto, Budi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54309

Abstract

Aspergilosis pulmonal merupakan infeksi jamur oportunistik yang disebabkan oleh Aspergillus spp. dan memiliki spektrum klinis luas, mulai dari bentuk alergi, kronik, hingga invasif yang mengancam jiwa. Peningkatan jumlah pasien imunokompromais, penyakit paru kronis, serta penggunaan kortikosteroid jangka panjang berkontribusi terhadap meningkatnya insidensi aspergilosis paru. Diagnosis penyakit ini masih menjadi tantangan karena gejala klinis dan temuan radiologis sering tidak spesifik serta menyerupai penyakit paru lain, seperti tuberkulosis dan keganasan paru. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pemeriksaan mikrobiologi pada aspergilosis pulmonal, meliputi pemeriksaan mikroskopis langsung, kultur jamur, identifikasi spesies, uji kepekaan antijamur, pemeriksaan serologi, serta deteksi molekuler. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif naratif terhadap literatur ilmiah nasional dan internasional sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemeriksaan mikrobiologi memegang peranan penting dalam menunjang diagnosis aspergilosis pulmonal, namun harus diinterpretasikan bersama data klinis dan radiologis untuk membedakan kolonisasi, kontaminasi, dan infeksi aktif. Cairan bronchoalveolar lavage (BAL) merupakan spesimen terbaik untuk berbagai metode diagnostik. Kombinasi pemeriksaan kultur, serologi, dan biomarker jamur seperti galaktomanan dapat meningkatkan akurasi diagnosis dan membantu penatalaksanaan yang tepat.
LITERATURE REVIEW : TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NON-BPJS TERHADAP MUTU PELAYANAN MEDIS DI RUMAH SAKIT DAN PUSKESMAS Arifin, Muhd. Andriadi bin; Hermiaty N, Hermiaty N; Palloge, Salahuddin A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54358

Abstract

Pelayanan medis dokter merupakan faktor penting dalam menentukan mutu layanan kesehatan, baik bagi pasien BPJS maupun non-BPJS. Mutu pelayanan yang baik akan berpengaruh terhadap kepuasan pasien, yang pada akhirnya mencerminkan keberhasilan pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien BPJS dan non-BPJS terhadap mutu pelayanan medis dokter. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan desain narrative review untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel yang telah dipublikasikan sebelumnya mengenai pengaruh mutu pelayanan medis terhadap kepuasan pasien. Analisis dilakukan terhadap 23 artikel terbitan tahun 2020– 2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa pasien BPJS umumnya merasa puas, namun tingkat kepuasannya lebih rendah dibanding pasien non-BPJS, terutama pada aspek kecepatan pelayanan dan prosedur administrasi. Sebaliknya, pasien non-BPJS menunjukkan tingkat kepuasan lebih tinggi, terutama pada dimensi empati dan keandalan dokter dalam memberikan diagnosis maupun tindakan medis. Secara keseluruhan, 19 artikel menyatakan terdapat pengaruh signifikan mutu pelayanan medis terhadap kepuasan pasien, 3 artikel menyatakan tidak terdapat pengaruh signifikan, dan 1 artikel tidak relevan secara langsung. Analisis lima dimensi SERVQUAL memperlihatkan bahwa empathy dan reliability merupakan dimensi yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien, diikuti assurance, tangibles, dan responsiveness. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan empati dokter dalam komunikasi klinis serta keandalan pelayanan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kepuasan pasien, baik BPJS maupun non-BPJS.
BLEEDING NEUROFIBROMA AS A MANIFESTATION OF NF1-ASSOCIATED VASCULOPATHY WITH CONCOMITANT GASTROINTESTINAL STROMAL TUMOR : A RARE CASE REPORT Gonga, Audrey Aprilia; Wilanti, Nesa Wike; Caroline, Devy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54486

Abstract

Neurofibromatosis tipe 1 (NF1) merupakan kelainan genetik autosomal dominan yang ditandai oleh manifestasi multisistem, termasuk predisposisi terhadap tumor dan kelainan vaskular. Salah satu komplikasi yang jarang dilaporkan adalah perdarahan aktif dari neurofibroma kutan akibat vasculopathy yang terkait dengan NF1. Gastrointestinal stromal tumor (GIST) juga memiliki hubungan erat dengan NF1, terutama muncul di usus halus, bersifat multifokal, dan sering kali tidak menunjukkan mutasi KIT maupun PDGFRA. Laporan kasus ini mendeskripsikan seorang perempuan berusia 53 tahun dengan riwayat NF1 yang datang ke unit gawat darurat dengan anemia akut akibat perdarahan aktif dari neurofibroma ulseratif di regio gluteal, serta riwayat GIST berisiko tinggi yang sebelumnya telah direseksi. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda khas NF1 berupa café-au-lait macules, neurofibroma multipel, dan nodul Lisch. Pemeriksaan laboratorium mengungkapkan hemoglobin 5,2 g/dL dengan leukositosis, sedangkan pencitraan abdomen menunjukkan massa mesenterik besar yang sesuai dengan GIST. Penatalaksanaan meliputi transfusi darah, perawatan luka lokal, serta terapi suportif, dengan perbaikan klinis meskipun pasien menolak tindakan eksisi lebih lanjut. Kasus ini menyoroti peran vasculopathy NF1 dalam meningkatkan fragilitas vaskular neurofibroma sehingga memicu perdarahan signifikan, serta kompleksitas prognosis pada pasien dengan kombinasi NF1 dan GIST.