cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,239 Documents
DIAGNOSIS KOMUNITAS DALAM UPAYA PENURUNAN INSIDEN TUBERKULOSIS : STUDI DI SALAH SATU PUSKESMAS DI KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN Nursalim, Kezia Azaria; Himawan, Alister Garcia; Adinda, Angela Aprilia; Meylani, Siti Dian; Ernawati, Ernawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54490

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di salah satu puskesmas di Kabupaten Tangerang karena terjadi peningkatan kasus secara signifikan dari 90 kasus pada 2021 menjadi 206 kasus pada 2023. Hal ini menunjukkan adanya kekurangan dalam penemuan kasus, kepatuhan pengobatan, serta edukasi kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil diagnosis komunitas untuk mengidentifikasi faktor risiko, menentukan prioritas masalah, dan merancang intervensi berbasis masyarakat dalam upaya pengendalian TBC. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimental dengan pendekatan diagnosis komunitas, dengan populasi seluruh masyarakat wilayah kerja puskesmas dan sampel berupa data sekunder program TBC tahun 2021–2023 yang diambil melalui total sampling. Variabel penelitian mencakup faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan kondisi sosial; data dikumpulkan melalui telaah dokumen, observasi lapangan, dan wawancara dengan petugas kesehatan. Analisis dilakukan menggunakan Paradigma Blum, metode USG dan Delphi untuk penetapan prioritas, serta diagram fishbone untuk identifikasi akar masalah. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan kasus dipengaruhi terutama oleh rendahnya pengetahuan masyarakat, perilaku berisiko, kondisi rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan, serta keterbatasan deteksi dini. Intervensi yang disusun, berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan dahak gratis, dan pelatihan kader TBC, terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat, menemukan suspek baru, dan memperkuat kapasitas kader. Simpulan penelitian menegaskan bahwa diagnosis komunitas merupakan pendekatan efektif dalam mengidentifikasi determinan masalah dan menyusun intervensi terarah guna mendukung upaya penurunan insiden TBC di wilayah kerja salah satu puskesmas, di Kabupaten Tangerang.
METODE PHYSIOEX®️ DAN KOMBINASI DENGAN KONVENSIONAL DALAM PRAKTIKUM FISIOLOGI RESPIRASI MAHASISWA KEDOKTERAN : SUATU PERBANDINGAN Rahman, Devi Aulia Putri Nurindah; Pateda, Sri Manovita; Pantow, Sefry M.; Yusuf, Muhamad Nur Syukriani; Monayo, Edwina Rugaiah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54495

Abstract

Penguasaan praktikum fisiologi respirasi sangat penting bagi mahasiswa kedokteran karena berhubungan langsung dengan pemahaman fungsi vital sistem pernapasan. Laboratorium virtual PhysioEx® telah digunakan sebagai media utama praktikum, namun hasil evaluasi menunjukkan tingkat kelulusan dan rata-rata nilai praktikum masih rendah. Praktikum konvensional memberikan penjelasan konseptual dam pengalaman langsung dalam pengukuran parameter fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran praktikum fisiologi respirasi yang lebih efektif, dengan membandingkan penggunaan PhysioEx® saja dengan kombinasi praktikum konvensional dan PhysioEx® pada mahasiswa kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan rancangan true experimental dengan desain pretest–posttest control group pada 58 mahasiswa yang dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Penguasaan praktikum diukur menggunakan tes pilihan ganda pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan uji paired t-test, Wilcoxon, independent t-test, dan Mann–Whitney U sesuai hasil uji normalitas. Kedua kelompok menunjukkan peningkatan skor yang signifikan antara pretest dan posttest, menunjukkan bahwa baik PhysioEx® tunggal maupun kombinasi metode mampu meningkatkan penguasaan praktikum. Namun, uji perbandingan antar kelompok pada nilai posttest menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Kombinasi praktikum konvensional dan PhysioEx® lebih efektif dibandingkan penggunaan PhysioEx® saja dalam meningkatkan penguasaan praktikum fisiologi respirasi mahasiswa kedokteran.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN C-ARM DAN NON C-ARM DALAM PENANGANAN FRAKTUR RADIUS DI RSU ISLAM BOYOLALI Utami, Shindy Yudha; Soekiswati, Siti; Romadhon, Yusuf Alam
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas biaya penggunaan metode C-ARM dan Non C-ARM dalam penanganan fraktur radius di RSU Islam Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode Activity-Based Costing (ABC) untuk menghitung biaya berdasarkan aktivitas yang terlibat dalam prosedur medis dan Cost Effectiveness Analysis (CEA) untuk membandingkan biaya dan hasil klinis dari kedua metode tersebut. Sampel yang digunakan periode 2023-2025 dengan 69 pasien non C-ARM dan 100 pasien C-ARM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan C-ARM memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan Non C-ARM, terutama pada biaya tindakan operasi dan radiologi, namun C-ARM menawarkan efisiensi waktu yang lebih baik serta hasil klinis yang lebih optimal. Hal ini membuat RSU Islam Boyolali perlu mempertimbangkan penggunaan C-ARM untuk kasus-kasus yang memerlukan akurasi tinggi meskipun dengan biaya yang lebih tinggi, sementara Non C-ARM dapat digunakan untuk kasus yang lebih sederhana dengan efisiensi biaya yang lebih baik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengelolaan sumber daya rumah sakit melalui pendekatan yang lebih terperinci dalam analisis biaya dan efektivitas, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam penetapan tarif dan pemilihan metode pengobatan yang optimal.  
KOMPOSISI NUTRIEN DAN POTENSI FUNGSIONAL DANGKE (PANGAN FERMENTASI TRADISIONAL INDONESIA) Maharani, A.Putri Salwa Dita; Safitri, Asrini; Bima, Irmayanti Haidir
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54551

Abstract

Makanan merupakan bagian integral dari kebudayaan daerah yang krusial bagi keberlangsungan hidup manusia. Di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, terdapat makanan tradisional bernama dangke, yakni produk fermentasi susu kerbau yang diolah secara konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi nutrien serta potensi fungsional dangke sebagai pangan lokal melalui tinjauan literatur sistematis menggunakan panduan PRISMA. Pencarian data dilakukan pada pangkalan data Google Scholar, Garuda, dan SINTA untuk periode 2015–2025. Dari total 248 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 10 studi inklusi yang menggunakan metode ICP-MS, spektrofotometri, hingga Randomized Controlled Trial (RCT) dianalisis lebih lanjut. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa dangke memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, mencakup kalsium sebesar 200–1.281 mg/100g (15 studi), zat besi 0,2–0,86 mg/100g (8 studi), fosfor 100–598 ppm (5 studi), serta seng dan vitamin A masing-masing sebesar 0,0027% dan 0,00613%. Temuan klinis mengindikasikan bahwa konsumsi dangke mampu meningkatkan kadar kalsium saliva hingga 157% (21,4 menjadi 55,17 ppm; p<0,05). Selain itu, intervensi dangke terbukti meningkatkan hemoglobin ibu hamil dari 1,2 menjadi 11,8 g/dL dan mereduksi risiko bayi berat lahir rendah (BBLR) sebesar 27%. Proses fermentasi pada dangke berperan penting dalam meningkatkan bioavailabilitas mineral melalui aktivitas probiotik. Sebagai simpulan, dangke memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional lokal untuk mengatasi masalah malnutrisi dan meningkatkan status kesehatan masyarakat secara signifikan.
HEALTH EDUCATION AND HYPERTENSION EXERCISE ACTIVITIES TO IMPROVE TREATMENT ADHERENCE AMONG HYPERTENSIVE PATIENTS IN TALAGA VILLAGE, WORKING AREA OF CIKUPA COMMUNITY HEALTH CENTER, CIKUPA DISTRICT, CIKUPA REGENCY, BANTEN PROVINCE PERIOD: SEPTEMBER 22 – NOVEMBER 15, 2025 Murdoko, Ilham Wicaksono San; Fahri, Sindytia; Immanuel, Nathania; Paramitha, Yesan Suci; Atzmardina, Zita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54577

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas akibat penyakit kardiovaskular di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi masih menunjukkan tren peningkatan, khususnya di tingkat komunitas, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kegiatan diagnosis komunitas dan intervensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan meningkatnya kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cikupa serta mengevaluasi efektivitas edukasi dan senam hipertensi dalam meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pengelolaan hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Talaga pada 30 Oktober 2025  dengan pendekatan diagnosis komunitas berdasarkan Paradigma Blum. Penentuan prioritas masalah dilakukan menggunakan metode USG dan Delphi, sedangkan analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone dan metode 5 Whys. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi mengenai hipertensi, cara penggunaan obat antihipertensi yang benar, serta demonstrasi senam hipertensi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pendekatan dengan siklus Plan–Do–Check–Action (PDCA). Hasil menunjukkan bahwa 29,41% responden mengalami peningkatan skor pengetahuan minimal 20 poin, 76,47% mencapai skor post-test di atas 70, dan 29,41% memenuhi kedua kriteria tersebut. Dapati disimpulkan bahwa  intervensi berupa edukasi dan senam hipertensi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai pengendalian hipertensi di komunitas.
COMMUNITY DIAGNOSIS ACTIVITIES TO REDUCE THE NUMBER OF DIABETES MELLITUS CASES IN KAMPUNG MELAYU TIMUR VILLAGE, RT 03/RW 11, WORKING AREA OF TELUKNAGA COMMUNITY HEALTH CENTER, TELUKNAGA DISTRICT, TANGERANG REGENCY, BANTEN PROVINCE PERIOD: JULY 14 – AUGUST 15, 2025 Ningrum, Leny Sulistia; Makmur, Shania; Felda, Felda; Jonathan, Jonathan; Surjadi, Tom
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54579

Abstract

Di Indonesia, beban diabetes melitus terus mengalami peningkatan, khususnya di tingkat komunitas, di mana rendahnya tingkat pengetahuan, perilaku gaya hidup yang tidak sehat, serta pengelolaan penyakit yang belum optimal berkontribusi terhadap buruknya kontrol glikemik. Kegiatan diagnosis komunitas dan intervensi ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor mendasar yang berkontribusi terhadap meningkatnya jumlah kasus diabetes melitus di Desa Kampung Melayu Timur RT 03/RW 11, wilayah kerja Puskesmas Teluknaga, serta mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan berbasis komunitas dalam meningkatkan pengetahuan terkait pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus. Kegiatan dilaksanakan pada periode 14 Juli hingga 15 Agustus 2025 dengan menggunakan pendekatan diagnosis komunitas berdasarkan Paradigma Blum. Penentuan prioritas masalah dilakukan menggunakan metode USG dan teknik Delphi, sedangkan analisis akar masalah dilakukan dengan menggunakan diagram fishbone dan metode 5 Whys. Intervensi yang diberikan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai diabetes melitus, konseling pola makan sehat dan aktivitas fisik, serta edukasi mengenai modifikasi gaya hidup untuk mendukung pengendalian kadar glukosa darah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang bermakna setelah intervensi, yang mengindikasikan bahwa program pendidikan kesehatan yang terstruktur dapat berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong perilaku hidup sehat guna mendukung pencegahan dan pengendalian diabetes melitus di tingkat komunitas.
MODEL KOMUNIKASI ONE-ON-ONE DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN K3 DI PT TAMBANG RAYA USAHA TAMA Paembonan, Agustinus Leo; Irdana, Nuryuda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54638

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas model komunikasi interpersonal one-on-one dalam meningkatkan pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pekerja di PT Tambang Raya Usaha Tama. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) yang meliputi analisis kebutuhan, pengembangan model, validasi ahli, uji coba lapangan, dan evaluasi efektivitas melalui pre-test dan post-test. Model komunikasi yang dikembangkan menekankan empat unsur utama, yaitu keterbukaan, empati, umpan balik, dan kejelasan pesan, serta dilaksanakan melalui tahapan sistematis mulai dari pembukaan interaksi hingga tindak lanjut pasca-sesi. Hasil uji lapangan dan analisis Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dasar K3 pekerja, dengan rata-rata skor post-test lebih tinggi dibanding pre-test (p < 0,001), menegaskan efektivitas komunikasi one-on-one sebagai strategi pembinaan K3. Implementasi model ini tidak hanya memperkuat pemahaman risiko dan prosedur aman, tetapi juga meningkatkan keterlibatan, kepercayaan, dan kepatuhan pekerja terhadap praktik keselamatan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan rutin komunikasi one-on-one, pelatihan khusus bagi pengawas, serta pemantauan berkala efektivitas metode untuk mendukung budaya keselamatan yang berkelanjutan.
PERAN DIGITAL HEALTH DALAM PENINGKATAN AKSES DAN MUTU KESEHATAN DI INDONESIA : TINJAUAN LITERATUR Yuliastuti, Ni Ketut; Juliatin, Juliatin; Janna, Siti Nur; Putri, Eka Novia Syah; Hasniar, Hasniar; Asmiati, Asmiati; Risky, Sartini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54647

Abstract

Digital health menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di negara kepulauan seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digital health dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan berdasarkan tinjauan literatur. Metode penelitian menggunakan literature review terhadap artikel ilmiah dan dokumen relevan yang membahas telemedicine, aplikasi kesehatan digital, rekam medis elektronik, Big Data, dan transformasi digital di sektor kesehatan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa digital health, khususnya telemedicine, berkontribusi signifikan dalam memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah rural dan kepulauan melalui kemudahan konsultasi jarak jauh, efisiensi waktu, dan pengurangan biaya. Selain itu, penerapan rekam medis elektronik dan pemanfaatan Big Data berperan dalam meningkatkan mutu pelayanan melalui integrasi data pasien, peningkatan akurasi diagnosis, serta pengembangan pengobatan berbasis data. Namun, implementasi digital health masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi, kesenjangan literasi digital, serta isu regulasi dan perlindungan data kesehatan. Secara keseluruhan, digital health memiliki potensi besar sebagai instrumen strategis dalam transformasi sistem pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan di Indonesia.
PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT. ROYAL COCONUT KAWANGKOAN MINAHASA UTARA Salila, Chrystania Veronika; Joseph, Woodford B. S.; Ratag, Budi T.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54660

Abstract

Teknologi modern yang digunakan dapat memberikan dampak negatif berupa suara atau bunyi yang dihasilkan dari mesin-mesin produksi yang dapat menimbulkan kebisingan (noise pollution) di lingkungan kerja. Secara fisiologis, kebisingan dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah (± 10 mmHg) yang diakibatkan Pekerja yang dalam kondisi stres, terjadi peningkatan hormon adrenalin yang dapat meningkatkan kontraksi arteri, yang menyebabkan denyut jantung mengalami peningkatan, sehingga darah yang dipompa oleh jantung akan semakin meningkat dan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh intensitas kebisingan terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada pekerja bagian produksi di PT. Royal Coconut Kawangkoan Minahasa Utara. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dan menggunakan desain Studi kohort prospektif (Prospective cohort study). Populasi pada penelitian ini yaitu pekerja bagian produksi PT. Royal Coconut Kawangkoan Minahasa Utara dengan jumlah sampel 56. Teknik pengambilan sampel diambil menggunakan Probability Sampling dengan metode Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu noise dosimeter dan sphygmomanometer digital. Analisis data menggunakan analisis korelasi spearman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada pengaruh intensitas kebisingan terhadap perubahan tekanan darah sistolik (p = 0,005), serta tidak terdapat pengaruh  intensitas kebisingan terhadap perubahan tekanan darah diastolik (p = 0,100).
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN RETINOPATI DIABETIK Khairun, Nadhifah Wasila; Namirah, Hanna Aulia; Hidayati, Prema Hapsari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54675

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat dan diketahui berperan sebagai faktor risiko penting pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Kondisi obesitas dapat memengaruhi terjadinya berbagai komplikasi kronis, salah satunya retinopati diabetik, yang merupakan penyebab utama gangguan penglihatan pada penderita diabetes. Masalah utama dalam penelitian ini adalah masih adanya perbedaan hasil penelitian terkait peran obesitas sebagai faktor risiko retinopati diabetik dibandingkan faktor risiko lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kejadian retinopati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan telaah literatur. Penelitian ini menggunakan desain literature review. Populasi penelitian adalah seluruh artikel ilmiah yang membahas hubungan obesitas dengan retinopati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Sampel berupa 10 artikel ilmiah yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian meliputi obesitas yang diukur melalui indeks massa tubuh dan lingkar pinggang serta kejadian retinopati diabetik. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran basis data jurnal ilmiah nasional dan internasional, kemudian dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa 7 dari 10 artikel melaporkan adanya hubungan signifikan antara obesitas dengan peningkatan risiko retinopati diabetik, sedangkan 3 artikel lainnya menyatakan bahwa obesitas bukan merupakan prediktor utama dibandingkan faktor lain seperti kontrol glikemik, durasi diabetes, hipertensi, usia, jenis kelamin, dan komorbiditas. Simpulan penelitian ini adalah obesitas berperan sebagai salah satu faktor risiko kejadian retinopati diabetik pada pasien diabetes mellitus tipe 2.