cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,239 Documents
MANAJEMEN GENERAL ANESTHESIA NASAL INTUBATION (GANI) PADA PASIEN FRAKTUR MANDIBULA DENGAN DIFFICULT AIRWAY : LAPORAN KASUS Resti, Adelia Dwi; Harahap, Wirawan; Nurdin, Haizah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54701

Abstract

Fraktur mandibula merupakan salah satu bentuk trauma maksilofasial yang paling sering dijumpai dan memiliki implikasi signifikan terhadap manajemen jalan napas. General Anesthesia Nasal Intubation (GANI) adalah teknik intubasi dengan memasukkan pipa endotrakeal melalui kavum nasi ke dalam trakea sehingga memungkinkan ventilasi anestesi yang adekuat tanpa mengganggu akses intraoral, sehingga banyak digunakan dalam pembedahan dental, orofaringeal, dan maksilofasial. Laporan kasus ini membahas seorang pria berusia 46 tahun yang datang dengan keluhan nyeri rahang sejak satu hari setelah terjatuh, nyeri memberat saat mengunyah, tanpa perdarahan maupun gejala sistemik, serta memiliki kebersihan gigi yang buruk. Pemeriksaan fisik menunjukkan deformitas mandibula, mukosa gingiva hiperemis, dan karies luas. Pemeriksaan MSCT mandibula mengonfirmasi adanya fraktur korpus mandibula terfragmentasi, fraktur ramus posterior kanan dan ramus anterior kiri, serta fraktur maksila kiri disertai laserasi lidah. Pasien direncanakan menjalani operasi rekonstruksi disertai prosedur tongue flap dengan anestesi umum menggunakan teknik GANI. Evaluasi jalan napas praoperatif dilakukan menggunakan kriteria LEMON (Look externally, Evaluate 3-3-2 rule, Mallampati, Obstruction, Neck mobility) yang menunjukkan risiko jalan napas sulit akibat trauma maksilofasial, keterbatasan pembukaan mulut, Mallampati kelas IV, dan keterbatasan mobilitas leher. Berdasarkan temuan tersebut, dipilih teknik awake nasotracheal intubation dalam anestesi umum. GANI memberikan stabilitas jalan napas yang lebih baik, meningkatkan visualisasi dan akses pembedahan, serta menurunkan risiko aspirasi dan obstruksi jalan napas dibandingkan pendekatan orotrakeal pada kasus trauma wajah.
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU MEROKOK REMAJA : META-ANALISIS DI ASIA TENGGARA Rahmadani, Putri; Markolinda, Yessy; Widoyo, Ratno
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54709

Abstract

Merokok di kalangan remaja tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat utama di Asia Tenggara, di mana lingkungan sosial sangat memengaruhi perilaku terkait kesehatan. Selama masa remaja, kebutuhan akan penerimaan sosial dan afiliasi kelompok meningkatkan kerentanan terhadap pengaruh teman sebaya, menjadikan kebiasaan merokok teman sebaya sebagai penentu penting perilaku merokok. Studi ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kebiasaan merokok teman sebaya dan perilaku merokok remaja di Asia Tenggara melalui meta-analisis. Pencarian literatur dilakukan menggunakan database PubMed, SAGE, dan EBSCO untuk mengidentifikasi studi observasional yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025. Studi yang memenuhi syarat mencakup remaja berusia 10–19 tahun dan melaporkan hubungan antara kebiasaan merokok teman sebaya dan perilaku merokok. Data disintesis menggunakan random effect model, dan ukuran efek gabungan dinyatakan sebagai odds ratio (OR) dengan interval kepercayaan 95% (CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki teman sebaya perokok secara signifikan lebih cenderung terlibat dalam perilaku merokok dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki teman sebaya perokok (OR = 2,32; 95% CI: 1,89–2,84). Hasil ini menggarisbawahi pentingnya strategi pengendalian tembakau yang melampaui intervensi tingkat individu dengan menggabungkan pendekatan berbasis teman sebaya, program yang berpusat di sekolah, dan modifikasi norma sosial untuk secara efektif mencegah inisiasi merokok di kalangan remaja.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI RSIA SITTI KHADIJAH 1 MAKASSAR Pratiwi, Wira Dharma; Bima, Irmayanti Haidir; Achmad, Andi Mursyid
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54759

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang perlu perhatian serius karena dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin, termasuk risiko persalinan prematur dan berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dalam kehamilan di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar selama periode penelitian dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang pengetahuan anemia dan dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil berusia 17–25 tahun (47,8%), memiliki pendidikan terakhir strata 1 (47,8%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (53,9%). Sebagian besar memiliki pengetahuan tinggi tentang anemia (86,1%). Analisis hubungan karakteristik ibu menunjukkan bahwa pendidikan terakhir memiliki hubungan signifikan dengan pengetahuan tentang anemia (p = 0,038), sedangkan usia dan pekerjaan tidak signifikan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang anemia di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar umumnya tinggi, dipengaruhi oleh pendidikan terakhir, dan dapat menjadi dasar perencanaan edukasi kesehatan ibu hamil.
STRATEGI PELAKSANAAN PENGOLAHAN LIMBAH MEDIS PADAT MENGGUNAKAN TEKNOLOGI STERILWAVE DI UPT LABORATORIUM KESEHATAN DAN LINGKUNGAN DINAS KESEHATAN PROVINSI RIAU Marwad, Marwad; Herniwanti, Herniwanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54798

Abstract

Pengelolaan limbah medis padat merupakan salah satu tantangan utama dalam pelayanan kesehatan karena berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola sesuai standar. Salah satu inovasi teknologi yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah teknologi Sterilwave berbasis gelombang mikro yang mampu mensterilisasi dan mereduksi volume limbah tanpa proses pembakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi pelaksanaan pengolahan limbah medis padat menggunakan teknologi Sterilwave di UPT Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap 10 informan yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pengelolaan limbah medis. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT dengan penyusunan matriks IFAS dan EFAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa skor kekuatan (2,11) lebih besar dibandingkan kelemahan (0,98), serta skor peluang (1,94) lebih dominan dibandingkan ancaman (0,65), sehingga posisi strategis UPT berada pada Kuadran I (strategi agresif). Strategi yang direkomendasikan berfokus pada optimalisasi kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang eksternal, antara lain pengembangan UPT sebagai pusat layanan pengolahan limbah medis, peningkatan kapasitas operasional, serta penguatan kerja sama lintas fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah. Penerapan strategi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan limbah medis yang efektif, aman, dan berkelanjutan berbasis teknologi ramah lingkungan.
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN WEIGHT FALTERING PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA TENGAH Lasena, Sri Wijayanti Saputri; Kasim, Vivien Novarina A.; Mohamad, Rini Wahyuni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54800

Abstract

Weight faltering adalah kondisi di mana pertumbuhan anak mengalami keterlambatan yang ditunjukkan dengan berat badan yang tidak bertambah sesuai dengan standar kenaikan berat badan minimal berdasarkan grafik pertumbuhan normal. Status sosial ekonomi dan ketahanan pangan keluarga berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status sosial ekonomi dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian weight faltering pada anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sampel berjumlah 95 anak yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner status sosial ekonomi, household food insecurity access scale (HFIAS), dan lembar observasi weight faltering. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji alternatif yakni Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status sosial ekonomi dengan kejadian weight faltering pada anak (p-Value = 0,002). Sementara itu, terdapat juga hubungan signifikan antara ketahanan pangan keluarga dengan kejadian weight faltering pada anak (p-Value = 0,035). Penelitian ini diharapkan dapat membantu puskesmas dalam memperhatikan faktor sosial ekonomi dan ketahanan pangan yang berhubungan dengan kejadian weight faltering.
HIPOKALSEMIA PASCA TIROIDEKTOMI : LAPORAN KASUS Trisnawati, Ni Nyoman Ayu; Dwipayana, I Made Pande
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54820

Abstract

Hipokalsemia merupakan suatu gangguan biokimia yang dapat bersifat asimtomatik pada kasus ringan atau muncul sebagai kondisi akut yang mengancam jiwa. Kadar kalsium dalam tubuh diatur oleh hormon paratiroid (parathyroid hormone/PTH), vitamin D, dan kalsitonin melalui efek spesifik pada saluran cerna, ginjal, dan tulang. Kami melaporkan sebuah kasus hipokalsemia pasca-tiroidektomi pada seorang perempuan berusia 62 tahun. Pasien datang dengan keluhan rasa kaku pada mulut, tangan, dan kaki. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda Chvostek positif, interval QT memanjang pada elektrokardiografi, serta hipokalsemia pada pemeriksaan laboratorium. Gejala klinis membaik setelah empat hari pemberian terapi kalsium dan kalsitriol. Namun, hipokalsemia akibat hipoparatiroidisme primer memiliki kecenderungan untuk kambuh. Oleh karena itu, diperlukan pemberian rutin kalsium oral dan kalsitriol oral sebagai terapi jangka panjang. Pemantauan laboratorium juga perlu dilakukan secara berkala, setidaknya setiap 3–6 bulan. Ke depan, terapi pengganti menggunakan PTH rekombinan dapat menjadi alternatif pengobatan pada kasus hipokalsemia pasca-tiroidektomi.
PENATALAKSANAAN PERIOPERATIF PASIEN SLE YANG MENJALANI PEMBEDAHAN KATUP MITRAL : SEBUAH LAPORAN KASUS Paramita, Diah Pradnya; Kurniari, Pande Ketut
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54821

Abstract

Lupus eritematosus sistemik (SLE) merupakan penyakit autoimun sistemik dengan keterlibatan multisistem yang berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan. Penyakit katup jantung merupakan manifestasi kardiak yang sering dijumpai dan dapat menyebabkan terjadinya regurgitasi katup mitral. Selain manifestasi valvular akibat proses autoimun, pasien SLE juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami infektif endokarditis, terutama pada katup yang telah mengalami kerusakan struktural. Tindakan pembedahan dapat dipertimbangkan berdasarkan keterlibatan struktural katup. Pada SLE aktif, diperkirakan luaran yang lebih buruk serta angka mortalitas pascaoperasi 30 hari yang lebih tinggi dalam enam bulan setelah pembedahan. Penggunaan kortikosteroid jangka panjang, terapi imunosupresif, serta aktivitas penyakit dapat meningkatkan risiko infeksi daerah operasi dan penyembuhan luka yang tidak optimal. Pasien juga lebih rentan mengalami komplikasi aterosklerotik pascaoperasi akibat kondisi inflamasi yang mendasari. Insufisiensi adrenal pada pasien yang menerima terapi steroid berkelanjutan juga menjadi perhatian penting pada pembedahan mayor, sehingga diperlukan pemberian kortikosteroid perioperatif untuk memenuhi peningkatan kebutuhan kortisol akibat stres pembedahan, insufisiensi adrenal, ketidakstabilan hemodinamik, serta kemungkinan terjadinya krisis adrenal. Krisis adrenal merupakan komplikasi yang jarang namun berpotensi fatal. Kami melaporkan sebuah kasus perempuan dengan SLE dan regurgitasi mitral berat yang menjalani operasi penggantian katup mitral. Artikel ini meninjau pentingnya tatalaksana optimal pada pasien dengan penyakit autoimun dalam situasi perioperatif.
TATALAKSANA NUTRISI PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN OBESITAS PADA KEHAMILAN Saraswati, Kadek Sinta Dwi; Gotera, Wira
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54845

Abstract

Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan global yang signifikan. Di antara gangguan metabolik, diabetes mellitus tipe 2 merupakan yang paling sering terjadi. Patogenesis diabetes mellitus tipe 2 melibatkan berbagai faktor. Obesitas berkontribusi terhadap perkembangan diabetes mellitus tipe 2 melalui mekanisme yang melibatkan resistensi insulin. Kontrol glikemik yang baik pada pasien diabetes dapat mengurangi risiko komplikasi diabetes. Terapi nutrisi medis merupakan komponen fundamental dalam penatalaksanaan diabetes mellitus. Komposisi, proporsi, dan kebutuhan kalori pasien diabetes disesuaikan dengan tingkat aktivitas, berat badan, serta kondisi stres atau pascaoperasi. Kondisi khusus lain pada pasien diabetes dengan obesitas, seperti kehamilan, juga memerlukan penatalaksanaan khusus terkait kenaikan berat badan ibu yang ideal pada masa kehamilan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui pendekatan terapi nutrisi pada wanita hamil dengan diabetes mellitus tipe 2 dan obesitas.
A CASE REPORT : TINDAKAN IMPLANT REVISION PADA IMPLANT FAILURE 1/3 MIDLE LEFT TIBIA DAN FIBULA PASCA TINDAKAN OPEN REDUCTION AND INTERNAL FIXATION PLATE AND SCREW Cahyani, Nafila; Hasbi, Berry Erida; Hidayatullah, Syarif; Sam, Andi Dhedie Prasatia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54921

Abstract

Implant failure merupakan salah satu komplikasi pasca Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) yang dapat menyebabkan instabilitas fraktur hingga non-union, terutama pada regio cruris yang sering mengalami cedera akibat trauma. Insidensi fraktur tibia masih tinggi baik secara global maupun di Indonesia, dengan kecelakaan lalu lintas dan jatuh sebagai penyebab utama. Faktor yang berperan dalam implant failure meliputi kualitas tulang yang buruk, kegagalan biomekanik implan, infeksi, serta ketidakpatuhan terhadap rehabilitasi, sehingga penatalaksanaan yang tepat dan multidisiplin diperlukan untuk mengembalikan stabilitas serta fungsi ekstremitas. Dilaporkan kasus seorang perempuan 29 tahun yang datang ke poli ortopedi RSP Ibnu Sina dengan keluhan nyeri tungkai kiri bawah pasca trauma jatuh, disertai riwayat ORIF tibia sebelumnya. Pemeriksaan klinis menunjukkan deformitas dan nyeri regio cruris sinistra dengan status neurovaskular distal (NVD) baik. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis ringan, dengan kadar hemoglobin dan trombosit dalam batas normal. Radiografi memperlihatkan fraktur tibia 1/3 tengah dengan plate dan screw yang mengalami pergeseran minimal, celah fraktur persisten, tanpa pembentukan kalus, mengarah pada implant failure dan risiko non-union. Diagnosis ditegakkan sebagai implant revision akibat implant failure pada tibia dan fibula sinistra pasca ORIF. Pasien menjalani tindakan ORIF revisi dengan hasil posisi implan stabil, alignment tulang membaik, serta perbaikan nyeri dan fungsi tanpa komplikasi akut. Rehabilitasi pascaoperasi yang adekuat berperan penting dalam keberhasilan penyembuhan fraktur.
OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS TIPE BENIGNA PADA DEWASA : LAPORAN KASUS Tamuntuan, Miftha Novitasari; Sanna A, Andi Tenri; Krisna, Muh Sidharta
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54922

Abstract

Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) adalah salah satu penyakit infeksi telinga tengah yang sering dijumpai, ditandai oleh perforasi membran timpani dan keluarnya sekret telinga lebih dari dua bulan. OMSK dapat menimbulkan gangguan pendengaran dan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik. Laporan kasus ini membahas seorang pasien laki-laki berusia 29 tahun yang datang dengan keluhan berdengung pada telinga kanan sejak dua bulan terakhir, disertai rasa penuh, gatal, otore kekuningan, dan penurunan pendengaran perlahan. Pemeriksaan fisik menunjukkan perforasi membran timpani tipe sentral dengan sekret purulen dan hiperemis pada telinga kanan. Pasien didiagnosis dengan OMSK tipe benigna dan mendapatkan terapi berupa aural toilet, antibiotik sistemik (azitromisin), antihistamin (loratadin), kortikosteroid (metilprednisolon), serta edukasi untuk menjaga kebersihan telinga, menghindari masuknya air, dan kontrol rutin. Setelah terapi, pasien melaporkan perbaikan gejala dengan berkurangnya otore dan berdengung. Laporan ini menegaskan pentingnya deteksi dini, tata laksana konservatif yang komprehensif, serta edukasi pasien untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan menekan angka kejadian OMSK di Indonesia.