cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENDING CLAIM RAWAT INAP PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI RUMAH SAKIT UMUM PADANG Murni, Melia Rahmadewi; Lukman, Syukri; Putra, Ikhsan Yusda Prima; Semiarty, Rima
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25673

Abstract

RSUP Dr. M Djamil merupakan RS tipe A sebagai faskes rujukan tingkat lanjut di wilayah Sumatera Barat, yang mengakibatkan jumlah klaim rawat inap per bulannya lebih tinggi dibandingkan RS lain di daerah tersebut. Berdasarkan studi dokumentasi yang dilakukan pada periode Bulan Januari hingga Juni 2022 di bagian Keuangan RSUP Dr. M. Djamil Padang, terlihat bahwa persentase pending berkas klaim cenderung meningkat dalam enam bulan terakhir. Penelitian ini bertujuan Mengeksplorasi faktor yang menyebabkan pending claim JKN rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan melalui tahapan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengisian resume medis yang tidak lengkap disebabkan oleh kesibukan DPJP, dan terkadang diisi oleh residen tanpa supervisi dari DPJP. Selain itu, ketidaksesuaian kode diagnosis dan prosedur terjadi karena koder dalam proses kodifikasi menggunakan ICD10 Volume 3 yang tidak merujuk ke volume 1, dan proses kodifikasi didasarkan pada hafalan. Selain itu, ketidakkelengkapan berkas administrasi klaim disebabkan oleh proses pengumpulan dan scanning berkas, pemberkasan yang masih dilakukan secara manual, serta ketidaktepatan verifikator dan perbedaan persepsi antara verifikator internal dan verifikator BPJS. Diharapkan manajemen Rumah Sakit melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap berkas klaim yang tertunda untuk mencegah terjadinya kesalahan berulang.
Hubungan Karakteristik Pasien dan Riwayat Pengobatan terhadap Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis Kota Palembang Fitri Samsuri, Ullya; Najmah, Najmah; Setiawan, Yudhi; Idrus, Muhammad; Fajri, Rahmat; Aprina, Fenty; Murniati, Happy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25700

Abstract

Kota Palembang menjadi kabupaten/kota penyalur kasus Tuberkulosis terbesar di Provinsi Sumatera Selatan yaitu sebanyak 7.360 kasus dengan kejadian TB anak sebanyak 1.032 kasus dan TB dewasa (? 15 tahun) sebanyak 6.324 kasus. Dengan banyaknya kasus Tuberkulosis, penderita diharuskan patuh pengobatan sehingga kemampuan bakteri TB dalam tubuh dapat dikurangkan dan disembuhkan untuk mencegah penularan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana hubungan karakteristik pasien dan riwayat pengobatan Tuberkulosis sebelumnya terhadap kepatuhan pengobatan Tuberkulosis di Kota Palembang tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 3.732 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling berdasarkan kriteria inklusi. Kriteria inklusi yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah pasien TB dengan usia ? 15 tahun, memiliki status pekerjaan, memiliki status riwayat pengobatan Tuberkulosis, dan hasil akhir pengobatan dengan status sembuh, pengobatan lengkap, dan putus pengobatan (lost to follow up). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan uji statistik univariat dan bivariat (chi square). Berdasarkan analisis data didapatkan hasil tidak terdapat hubungan karakteristik pasien yaitu faktor usia (p = 0,406), jenis kelamin (p = 0,143), status pekerjaan (p = 0,229), dan riwayat pengobatan Tuberkulosis sebelumnya (p = 0,235) dengan kepatuhan pengobatan Tuberkulosis di Kota Palembang. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah tidak adanya hubungan karakteristik pasien dan riwayat pengobatan Tuberkulosis sebelumnya dengan kepatuhan pengobatan TB di Kota Palembang tahun 2022.
STRATEGI INTERVENSI PENDIDIKAN KEDOKTERAN UNTUK MENGATASI KEKURANGAN DOKTER DI PEDESAAN: LITERATURE REVIEW Putri, Rona Firmana; Ilyas, Yaslis
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25707

Abstract

Kekurangan tenaga kesehatan di pedesaan merupakan permasalahan global yang menghambat masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan. Hampir semua pedesaan dan daerah terpencil di seluruh negara mengalami kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter. Dokter memainkan peran penting di antara tenaga kesehatan. Perpindahan dokter dari pedesaan dan daerah terpencil ke perkotaan telah menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pembuat kebijakan kesehatan. Distribusi dokter yang tidak proporsional dapat menyebabkan gangguan terhadap kinerja dan stabilitas sistem kesehatan. Indonesia merupakan salah satu negara yang masih mengalami permasalahan kekurangan dokter di pedesaan hingga saat ini. WHO telah merekomendasikan strategi untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di pedesaan dan daerah terpencil, salah satunya adalah melalui intervensi pendidikan yang terdiri atas lima kategori. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil penerapan intervensi pendidikan di beberapa negara dalam merekrut dokter ke pedesaan sehingga dapat menjadi strategi bagi Indonesia untuk mengatasi kekurangan dokter di pedesaan. Database yang digunakan sebagai pencarian literatur yaitu PubMed, Scopus, dan Embase. Ditemukan 296 artikel dari tiga database dan diperoleh 6 artikel penelitian yang relevan dengan topik. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa penerapan intervensi pendidikan yang direkomendasikan oleh WHO berdampak positif dalam mengatasi kekurangan dokter di pedesaan. Karena itu, Indonesia dapat menerapkan intervensi ini sebagai salah satu strategi dalam mengatasi kekurangan dokter di pedesaan.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KESELAMATAN PASIEN DI PUSKESMAS X KABUPATEN BANTUL Syam, Nur Syarianingsih; Siti Kurnia Widi Hastuti; Tira Alfiani Laariya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25713

Abstract

Keselamatan pasien menjadi prinsip dasar dalam pelayanan kesehatan baik pelayanan tingkat primer, tingkat skunder dan tingkat tersier. Keselamatan pasien perlu diimplementasikan oleh seluruh profesional kesehatan dan menjadi dasar kualitas pelayanan yang aman dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Implementasi (Komunikasi, Disposisi/Sikap, Struktur Birokrasi, dan Sumberdaya) kebijakan program keselamatan pasien untuk emmbangun budaya keselamatan pasien di salah satu Puskesmas di Kabupaten Bantul.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Teknik identifikasi objek penelitian menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian meliputi kepala puskesmas, penanggungjawab laboratorium, penanggungjawab farmasi, penanggung jawab Upaya kesehatan perorangan, penanggung jawab program keselamatan pasien, pelaksana program. Lokasi penelitian salah satu Puskesmas di Kabupaten Bantul. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu implementasi Langkah keselamatan pasien. Pengumpulan data menggunkan metode wawancara mendalam dan observasi. Analisis data menggunakan metode Milles dan Hubberman. Hasil penelitina menunjukkan, pada faktor komunikasi sudah ada proses transmisi informasi dalam bentuk apel pagi, loka karya mini dan juga rapat tinjauan manajemen. Faktor sumber daya sudah sesuai dari sisi SDM mencukupi namun belum semua mendapatkan pelatihan, prasarana dan sarana sudah sesuai dengan standar akreditasi, dan sudah ada anggaran untuk program keselamatan pasien. Faktor disposisi/sikap tim keselamatan pasien sudah memiliki komitmen untuk memberikan palayanan yang aman untuk pasien. Faktor struktur birokrasi sudah sesuai karena sudah ada SOP dan struktur organisasi tim keselamatan pasien. Kesimpulan dari penelitian ini implentasi sudah berjalan dengan baik namun perlu ada upgrade pengetahuan dan ketrampilan terkait program keselamatan pasien.
KORELASI JENIS PERSALINAN DENGAN KEJADIAN BABY BLUES SYNDROME Fikri, Chairul; Dewi, Anna Sari; Isra, Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25731

Abstract

Sindrom depresi pasca melahirkan merupakan suatu sindrom gangguan mood ringan yang sering diabaikan oleh ibu pasca melahirkan, keluarga atau penyedia layanan kesehatan, pada akhirnya sindrom depresi pasca melahirkan dapat berkembang menjadi depresi psikopatologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis persalinan terhadap kejadian baby blues syndrome. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber jurnal penelitian yang dilakukan sebelumnya. pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara cara persalinan dengan baby blues syndrome namun penelitian lain menunjukkan tidak ada hubungan cara persalinan dengan baby blues syndrome. terdapat hubungan antara cara persalinan dengan baby blues syndrome.
PENGUATAN KINERJA KADER DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA MEDAN Aidha, Zuhrina; Harahap, Reni Agustina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25752

Abstract

Stunting masih menjadi perbincangan di banyak negara termasuk Indonesia karena akibat yang ditimbulkan dari anak yang stunting adalah kegagalan tumbuh dan kembangnya. Sehingga diperlukan pencegahan yang serius agar anak-anak Indonesia tidak lahir dalam kondisi masalah gizi kurang bahkan stunting. Pencegahan stunting paling dasar dapat diperoleh masyarakat terutama ibu pada pelayanan Posyandu. Posyandu merupakan pelayanan kesehatan yang utama dalam pencegahan stunting. Terdapat kader yang dapat membantu Masyarakat dalam memahami stunting, maka pengetahuan dan motivasi kader dalam menjalankan tugas juga harus baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguatkan kinerja kader dari faktor pendukung kinerja kader, yaitu faktor individu, organisasi, dan psikologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan uji pretest dan posttest satu grup sampel. Hasil penelitian menunjukkan ada perubahan faktor individu, faktor organisasi, dan faktor psikologis setelah diberikan intervensi. Hasil uji T-test menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,000 < 0,005, faktor organisasi yaitu sebesar 0,000 < 0,005, faktor psikologi yaitu sebesar 0,000 < 0,005 yang berarti terdapat perbedaan antara hasil jawaban pretest dengan posttest yang berarti ada pengaruh antara sebelum dan sesudahnya dilakukan pemberian pelatihan dan penyuluhan dengan menggunakan video sebagai media promosi kesehatan mengenai tugas pokok dan fungsi kader posyandu di Kota Medan. Diharapkan kader mendapatkan motivasi baik dalam bentuk pelatihan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, juga insentif agar kinerja kader dapat meningkat dan menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting di Kota Medan.
DETERMINAN PEMANFAATAN TELEKESEHATAN PADA PENDUDUK USIA LANJUT SELAMA PANDEMI COVID-19: SCOPING REVIEW Wulandhani, Amilia; Achadi, Anhari; Ardhani, Putri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25757

Abstract

Peningkatan penduduk usia lanjut (lansia) merupakan permasalahan utama kesehatan di berbagai negara. Pandemi Covid-19 memperburuk status kesehatan lansia akibat terhambatnya akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Telekesehatan merupakan intervensi yang secara signifikan dapat meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi lansia selama pandemi, namun masih ditemukan berbagai hambatan dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi determinan pemanfaatan telekesehatan pada lansia selama pandemi Covid-19. Pendekatan scoping review dilakukan dengan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan pada bulan September 2023 menggunakan kata kunci yang relevan pada 3 database, yaitu PubMed, ProQuest, dan Sage Journals. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk menyaring artikel sesuai dengan tujuan penelitian. Dari 379 artikel, terpilih 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini. Pemanfaatan telekesehatan pada lansia mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19, terutama untuk penyediaan layanan kesehatan primer. Determinan yang secara signifikan mempengaruhi pemanfaatan telekesehatan pada lansia adalah karakteristik sosiodemografi (usia, wilayah tempat tinggal, pendapatan), faktor terkait kesehatan (status kesehatan dan riwayat penyakit tertentu), dan faktor pendukung (akses internet dan pengalaman menggunakan platform panggilan video). Kebijakan telekesehatan pasca pandemi perlu berfokus mengatasi hambatan pemanfaatan telekesehatan terutama pada lansia, tinggal di pedesaan, memiliki pendapatan rendah, serta keterbatasan akses internet dan pengalaman menggunakan perangkat digital. Sebagian besar penelitian yang ditemukan berasal dari negara maju sehingga dibutuhkan penelitian lanjutan terutama di negara berkembang sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan telekesehatan pada lansia.
LITERATURE REVIEW : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI INDONESIA Fauziyyah, Muthia Hana; Utama, Feranita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25765

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan kondisi serius jangka panjang dengan gejala penyakit seperti gangguan metabolisme dengan kadar gula darah melebihi normal. Di Indonesia, diabetes mellitus menjadi masalah kesehatan yang terus mengalami peningkatan, pada tahun 2021 ada 19,5 juta orang dan diperkirakan meningkat menjadi 28,6 juta orang di tahun 2045. Diabetes mellitus dapat dipicu oleh usia, keturunan atau genetik dan jenis kelamin berkaitan dengan fakor-faktor yang tidak dapat diubah serta faktor-faktor yang dapat diubah berkaitan dengan gaya hidup seperti aktivitas fisik, pola makan, konsumsi rokok dan alkohol. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review pada artikel terpublikasi online melalui database Google Scholar, Portal GARUDA dan Pubmed. Artikel yang telah didapat berdasarkan publikasi yang terbit pada tahun 2019-2023. Hasil yang diperoleh yaitu faktor usia (86%), genetik atau keturunan (100%), pola makan (100%), aktivitas fisik (87%) dan kebiasaan merokok (100%) berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus di Indonesia. Diabetes mellitus berisiko menyerang orang tua dan anak muda. Diharapkan kepada masyarakat khususnya mereka yang berusia >46 tahun dan yang memiliki keturunan diabetes mellitus untuk rajin mengontrol kadar gula darah dan menghindari faktor-faktor penyebab dengan menjaga pola makan sehat, rutin melakukan aktivitas fisik dan kurangi merokok.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN BIJI KETUMBAR (CORIANDRUM SATIVUM) TERHADAP KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAK Ananda, Fahirah Zahra; Rahman, Shahrul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25766

Abstract

Kolesterol yang bersifat seperti lilin berwarna kekuningan akan menghambat aliran pembuluh darah . Maka akan timbul suatu keadaan berupa aterosklerosis, sehingga terjadilah vasokonstriksi yang akan membuat tekanan darah ikut meningkat serta bisa menjerumus ke masalah serius lainnya pada organ tubuh. Peranan penting kolesterol untuk tubuh salah satu nya ialah menjadi unsur yang paling utama dalam lipoprotein plasma dan membrane. Biji ketumbar adalah bahan herbal yang dapat mencegah dan menurunkan kadar kolesterol yang tinggi. Tujuan penelitian ini Menganalisis pengaruh pemberian air rebusan biji ketumbar terhadap penurunan kadar LDL pada tikus putih jantan galur wistar. Metode yang digunakan pada Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan Pretest and Posttest control group. Penelitian ini ialah tikus putih jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi diet tinggi lemak dibagi sebanyak 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok perlakuan pertama (600mg/20ml rebusan biji ketumbar), perlakuan kedua (800mg/20ml rebusan biji ketumbar) dan perlakuan ketiga (1000mg/20ml rebusan biji ketumbar). Hasil penelitian ini didapatkan pada uji t berpasangan menunjukkan penurunan bermakna pada kadar LDL dengan dosis 800mg/20ml rebusan biji ketumbar (p<0,05) dan 1000mg/20 ml rebusan biji ketumbar (p<0,05). Simpulan penelitian ini terdapat pengaruh terhadap pemberian air rebusan biji ketumbar terhadap penurunan kadar LDL pada tikus putih jantan galur wistar,
ORGANOLEPTIK MPASI TEPUNG HATI AYAM IKAN TERI DALAM PENCEGAHAN STUNTING Wahyuni, Endang Sri; Sejati, Nawasari Indah Putri; Muliani, Usdeka; Bertalina, Bertalina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25773

Abstract

Stunting pada masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko terjadinya kesakitan, kematian, menurunnya perkembangan kognitif, aktivitas fisik, produktivitas serta meningkatnya risiko penyakit degeneratif.  Pemberian makanan tambahan tinggi protein, Fe, seng, kalsium dapat meningkatkan tinggi badan secara bermakna. MPASI yang mengandung tinggi protein, Fe, seng dan kalsium serta harga terjangkau, dapat digunakan sebagai alternatif makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. Ikan teri dan hati ayam merupakan bahan makanan yang relatif murah dan mengandung zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Bahan makanan berbentuk tepung mempunyai masa simpan yang panjang serta mudah dalam pendistribusiannya. Penelitian bertujuan untuk memperoleh formulasi tepung hati ayam dan ikan teri pada MPASI yang paling disukai. Jenis penelitian eksperimental dengan metode rancangan acak lengkap. Formulasi terdiri atas F1, F2, F3, F4 dan F5 dengan perbandingan tepung hati ayam dan tepung ikan teri masing-masing 100%:0%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; 0%:100%. Uji organoleptik dilakukan oleh 70 panelis terhadap berbagai formula MPASI. Hasil penilaian organoleptif diuji statistic menggunakan ANOVA dan nilai rangking hedonic diuji menggunakan Friedman test. Warna yang paling disukai adalah F4 dengan rerata nilai kesukaan 4,4 (suka) dari maksimal nilai kesukaan 5. Karakteristik aroma, rasa dan tekstur MPASI yang paling disukai adalah F2 dengan rerata nilai kesukaan untuk aroma 4,38, rasa 4,34 dan tekstur 4,30. Berdasarkan Uji Friedman, MPASI yang paling disukai adalah F2 yang disusul dengan F3, F4, F1 dan terakhir F5. Formula MPASI dengan kombinasi tepung teri dan hati ayam cenderung lebih disukai dibandingkan formula tunggal dari tepung hati ayam maupun tepung ikan teri secara tersendiri.

Page 65 of 216 | Total Record : 2155