cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH AROMA TERAPI LEMON TERHADAP EMISIS GRAVIDARUM DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMERINDU Eliagita, Choralina; Oktarina, Mika; Absari, Nuril
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25816

Abstract

Emesis gravidarum merupakan muntah-muntah pada wanita hamil. Emesis gravidarum ini biasanya terjadi di minggu ke 6 setelah hari pertama haid terakhir dan biasanya terjadi kurang lebih selama 12 minggu awal kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Aroma terapi Lemon Terhadap kejadian Emesis Gravidarum di Bidan Praktek Mandiri (BPM) diWilayah Kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalalah pre eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester I yang mengalami emesis grvavidarum pada bulan September di Bidan Praktek Mandiri (BPM) diwilayah kerja Puskesmas Sukamerindu Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel dengan cara teknik accidental sampling. Analisis data dalam penelitian menggunakan uji statistik uji paired samples t-tes jika data berdistribusi normal dan jika data tidak berdistribusi normal digunakan uji Wilcoxon (Z) dengan derajat kepercayaan 95% dengann ? : 0.05.Hasil penelitian ini yang didapatkan : Dari 20 responden yaitu terdapat 18 responden yang mengalami penurunan emesis gravidarum setelah diberikan aromaterapi lemon dan 2 responden tidak mengalami penurunan emesis gravidarum setelah diberikan aromaterapi lemon. Ada pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan emesis gravidarum di bidan praktek mandiri wilayah kerja puskesmas sukamerindu Kota Bengkulu.
SWAMEDIKASI OBAT: STUDI KUALITATIF PELAKSANAAN PELAYANAN SWAMEDIKASI DI APOTEK KECAMATAN DOLOKSANGGUL, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN TAHUN 2023 Manihuruk, Agatha Cornelia; Handini, Myrnawaty Crie; Sinaga, Taruli Rohana; Wandra, Toni; Sinaga, Lia Rosa Veronika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25836

Abstract

Swamedikasi adalah pengobatan sendiri yang biasanya dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan atau gangguan yang ringan. Swamedikasi dapat memberikan dampak negatif terhadap pengenalan gejala, pemilihan obat dan penggunaannya yang keliru. Keuntungan swamedikasi adalah aman apabila obat digunakan sesuai aturan, efektif mengatasi, hemat biaya, hemat waktu, dan berperan dalam pengambilan keputusan terapi. Sebaliknya, kerugian dari praktik swamedikasi antara lain bersifat tidak aman dan bahkan merugikan pemakai apabila aturan pengobatan yang seharusnya tidak dipatuhi. Untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan swamedikasi di Apotek Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Landasan pokok penelitan ini adalah fenomenologi desain dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak lima belas orang yang terdiri informan kunci, informan utama dan informan tambahan. Analisis data dilakukan dengan tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu pemadatan data, penyajian data dan kesimpulan: gambaran dan verifikasi. Pengetahuan pasien tentang pengertian swamedikasi masih terbatas, walaupun ternyata sudah sering melakukannya. Tindakan swamedikasi umumnya dilakukan karena pengalaman pribadi, saran keluarga, pengaruh iklan dan promosi di media. Swamedikasi diyakini mudah dilakukan, cepat, lebih hemat biaya dan waktu. Rasionalitas penggunaan obat berdasarkan etiket kemasan obat terkait indikasi obat, dosis obat, cara pemakaian dan lama pemakaian obat, cara penyimpanan obat dan efek samping obat. Standar operasional prosedur disusun oleh Apoteker menjadi pedoman untuk memberikan pelayanan swamedikasi. Pengetahuan pasien terkait pelayanan swamedikasi berperan pada pengambilan keputusan untuk melakukan tindakan swamedikasi. Rasionalitas penggunaan obat diperoleh dari informasi apoteker ataupun Tenaga Teknis Kefarmasian yang bertugas. Standar Operasional Prosedur swamedikasi disusun oleh apoteker dan menjadi pedoman pelayanan swamedikasi.
EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI ZAT BESI SERTA PENGATURAN POLA ASUPAN GIZI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI Putri, Warrantia Citta Citti; Sari, Murtiyana; Detaviani, Anita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25838

Abstract

Zat besi merupakan mineral yang penting bagi tubuh manusia karena berperan dalam pembentukan hemoglobin, yaitu bagian dari sel darah merah yang bertugas mengantarkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi, yang dapat dicegah dengan meningkatkan asupan makanan sumber zat besi, konsumsi buah dan sayur, sumber protein hewani, serta olahraga atau aktivitas fisik secara rutin. Penelitian ini dilakukan dengan cara responden diberikan edukasi melalui leaflet kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan yang diperoleh. Adapun leaflet yang dibuat oleh peneliti berisi tentang pola asupan gizi yang tepat dalam memaksimalkan penyerapan zat besi. berdasarkan hasil penelitian, remaja putri telah memahami pentingnya suplementasi zat besi dan menjaga asupan gizi untuk mencegah anemia. Hasil pemeriksaan hemoglobin menunjukkan bahwa sebesar 98,82% koresponden memiliki kadar hemoglobin normal. Oleh karena itu, pengetahuan tentang pola asupan gizi dan pentingnya suplementasi zat besi tergambarkan dengan selaras terhadap kadar hemoglobin yang diperiksakan oleh pihak sekolah.
PENGARUH PEMBERIAN MADU HUTAN TERHADAP KUALITAS TIDUR MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Hikmah, Nurul; Julyani, Sri; Rasfayanah, Rasfayanah; Arfah, Arni Isnaini; Murfat, Zulfitriani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25842

Abstract

Mahasiswa kedokteran memiliki kualitas tidur yang buruk dan durasi tidur <7 jam daripada mahasiswa non kedokteran. Kualitas tidur buruk yang dimiliki mahasiswa kedokteran dikaitkan dengan panjangnya durasi pendidikan, intensitas belajar tinggi dan gaya hidup pada mahasiswa kedokteran. Padatnya kegiatan akademis dan non akademis pada mahasiswa kedokteran, menyebabkan semakin beratnya tanggung jawab yang dimiliki oleh mahasiswa kedokteran. Tanggung jawab berat yang dimiliki mahasiswa kedokteran ditambah dengan durasi pendidikan yang panjang menyebabkan mahasiswa kedokteran semakin rentan mengalami stres dan kecemasan yang mana hal tersebut akan berdampak pada kualitas tidur mahasiswa. Tujuan dari penelitia ini untuk melihat pengaruh madu hutan terhadap kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim indonesia. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dengan rancangan pre-post test only control group design. Sampel dari penelitian ini sebanyak 56 orang, hasil digunakan diolah menggunakan chi-square. Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 74,5% orang yang memiliki kualitas tidur cukup buruk berubah menjadi cukup baik setelah mengonsumsi madu, terdapat 25,5% orang yang memiliki kualitas tidur cukup buruk setelah mengonsumsi madu tidak terdapat perubahan, dan terdapat 100% orang yang memiliki kualitas tidur sangat buruk setelah mengonsumsi madu tidak mengalami perubahan. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan pengaruh pemberian madu hutan dengan kualitas tidur mahasiswa fakultas kedokteran universitas muslim indonesia.
DETERMINASI KARAKTERISTIK RESPONDEN DAN LINGKUNGAN SOSIAL KEJADIAN HIPERTENSI DI UPT PUSKESMAS TELUK BETUNG KABUPATEN BANYUASIN TAHUN 2023 Minarti, Minarti; Wardana, Ali; Hartati, Yuli; Minata, Fika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25865

Abstract

Hipertensi adalah penyakit yang sering dikenal dikalangan masyarakatdengan sebutuan darah tinggi. Hipertensi memberikan dampak stroke dan serangan jantung, sulit tidur,dsbnya. Banyak faktor yang mempengaruhi hipertensiusia, obesitas, kebiasaan olahraga, merokok, riwayat keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensidi UPT Puskesmas Teluk Betung Kabupaten Banyuasin. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang datang berobat ke UPT Puskesmas Teluk Betung dan jumlah sampel 204 dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana (Simple random sampling). Analisa data pada bivariat menggunakan uji chi square dan pada multivariat menggunakan uji regresi logistic berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan umur (P=0,016), pengetahuan (P=0,004), Obesitas (P=0,003), Riwayat keluarga (P=0,000) dan Pola makan (P=0,002) dengan Kejadian hipertensidi UPT Puskesmas Teluk Betung Kabupaten Banyuasin tahun 2023. Tidak ada hubungan jenis kelamin (P=0,138), pekerjaan (P=0,583), Kebiasaan merokok (P=0,321) dengan Kejadian hipertensidi UPT Puskesmas Teluk Betung Kabupaten Banyuasin tahun 2023.Variabel independen yang bermakna/signifikan, yaitu: Umur, Pengetahuan, Obesitas, Riwayat penyakit dan Pola makan, sedangkan Status Merokok merupakan pengganggu. Hasil analisa multivariat memperlihatkan bahwa variabel Pola makan merupakan variabel yang paling dominan karena nilai ORnya paling besar yaitu 4.965.
ANALISIS FAKTOR RISIKO KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN HOTEL RKB PADANG TAHUN 2023 Aulia, Astrina; Muslim, Fluorina Oryza; Faradisha, Jihan; Nengcy, Silvia; Efendi, Marhadi; Fitri, Miftahurrahmi; Putri, Vira Amelia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25876

Abstract

Kelelahan adalah keadaan menurunnya ketahanan seseorang dalam bekerja. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan kelelahan kerja antara lain faktor individu, faktor pekerjaan, faktor lingkungan dan faktor psikologis Faktor penyebab kelelahan di tempat kerja seperti demografi (jenis kelamin, usia, status gizi, beban kerja, ukuran tubuh) dan faktor eksternal seperti beban kerja dan kualitas tidur. Penelitian ini merupakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis faktor risiko kelelahan kerja (umur, masa kerja, jenis kelamin, status pernikahan, kualitas tidur) dengan kejadian Kelelahan kerja. Sampel berjumlah 30 orang karyawan Hotel yang merupakan total populasi. Kejadian Kelelahan kerja pada responden sebanyak 36,70%, umur responden terbanyak ada pada umur 20-29 sebanyak 56,70% Tahun, masa kerja 0-10 Tahun sebanyak 63,30%, jenis kelamin responden didominasi oleh laki-laki sebanyak 56,60%, status pernikahan antara yang sudah menikah dengan lajang mempunyai proporsi sama yaitu 50%, dan kualitas tidur dengan kategori terbanyak yaitu buruk sebanyak 53,30%. Terdapat hubungan signifikan antara umur (p = 0,00), masa kerja (p = 0,04), status pernikahan (p = 0,00), dan kualitas tidur (p = 0,01) dengan kejadian Kelelahan kerja. Temuan dari penelitian ini menunjukkan perlunya pendekatan yang komprehensif oleh manajemen dan mitigasi kelelahan, termasuk dukungan organisasi, perencanaan tenaga kerja kreatif.
GREEN ON THE PLATE : UNVEILING THE HEALTH AND SOCIAL DYNAMICS OF PLANT-BASED DIETS Riantyarni, Tinezia Allia; Santoso, Alexander Halim
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25909

Abstract

Perkembangan tren global menuju pola makan nabati dipengaruhi oleh berbagai alasan kesehatan, lingkungan, dan etika, sehingga menawarkan manfaat seperti pencegahan penyakit kronis dan peningkatan kesejahteraan. Namun, untuk mengadopsi pola makan ini, terdapat tantangan yang termasuk memastikan kecukupan nutrisi, mendapatkan penerimaan sosial, dan perencanaan makan yang efektif. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis berbagai artikel yang sudah sudah ada untuk mengkaji dampak kesehatan yang menjalani pola makan nabati, yang mencakup beragam praktik pola makan. Hasilnya menunjukkan perbaikan kesehatan seperti penurunan kolesterol dan hipertensi, namun juga mengungkapkan hambatan pendidikan dan sosial. Keseimbangan nutrisi yang tepat sangat penting untuk pola makan nabati yang sehat. Studi ini menyoroti potensi pola makan nabati dalam kesehatan masyarakat, namun juga menggarisbawahi perlunya sistem dukungan pendidikan dan sosial untuk mengatasi tantangan dan mendorong adopsi yang lebih luas. Upaya di masa depan harus bertujuan untuk membuat pilihan makanan nabati yang bergizi lebih mudah diakses melalui kebijakan yang terinformasi dan inisiatif masyarakat.
UNRAVELING THE ENIGMA OF APPROACH TO DIAGNOSIS AND MANAGEMENT OF PSYCHOGENIC NON-EPILEPTIC SEIZURES : LITERATURE REVIEW Wulandari, Dhea Asih; Sari, Riri Gusnita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25910

Abstract

Kejang Non-Epileptik Psikogenik (PNES) memadukan aspek neurobiologis dan psikologis, sehingga menimbulkan tantangan diagnostik dan pengobatan. Meskipun sering terjadi, penelitian masih kurang sehingga menyebabkan kesalahan diagnosis dan perawatan yang tidak memadai. Studi ini melakukan tinjauan literatur menyeluruh, memeriksa artikel, uji coba, dan meta-analisis dari 20 tahun terakhir mengenai penyebab, diagnosis, dan pengobatan PNES dari database seperti PubMed dan PsycINFO. Hal ini menekankan perlunya pendekatan multidisiplin, menggabungkan penilaian neurologis dan psikologis. Stres dan trauma sangat penting dalam perkembangan PNES, sehingga menyarankan psikoterapi dan, bila diperlukan, pengobatan. Tinjauan tersebut menunjukkan tidak adanya standar diagnostik dan pengobatan yang seragam, sehingga menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut. Ini menganjurkan tim multidisiplin dan perawatan yang berpusat pada pasien untuk meningkatkan hasil. Pekerjaan di masa depan harus fokus pada pembuatan pedoman manajemen PNES yang terstandarisasi, mempromosikan perawatan komprehensif yang memenuhi kebutuhan spesifik pasien.
PENATALAKSANAAN MALNUTRISI PADA WANITA LANSIA USIA 66 TAHUN MELALUI PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA : LAPORAN KASUS Eunike, Debora; Setiawan, Maria Steffany; Ernawati, Ernawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25911

Abstract

Penuaan adalah proses alami yang melibatkan perubahan fisik, psikologis, dan sosial pada individu. Namun, seringkali proses ini disertai dengan risiko malnutrisi, terutama pada lansia. Malnutrisi pada lansia tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik mereka, tetapi juga dapat berdampak pada fungsi kognitif dan interaksi sosial mereka. Pentingnya peran keluarga dalam mencegah dan mengatasi masalah malnutrisi pada lansia tidak dapat dipandang remeh. Dalam banyak kasus, keluarga menjadi sumber utama dukungan dan perawatan bagi lansia yang mengalami masalah gizi. Oleh karena itu, pendekatan dokter keluarga yang holistik dan komprehensif sangatlah penting dalam menangani masalah ini. Sebagai contoh, dari kasus Ny. R, seorang wanita berusia 66 tahun dengan kondisi sosio-ekonomi rendah dan kurangnya pengetahuan tentang gizi. Dalam kasus ini, dokter keluarga tidak hanya fokus pada penanganan medis langsung, tetapi juga melakukan pendekatan edukasi dan intervensi yang melibatkan keluarga Ny. R. Edukasi tentang nutrisi yang seimbang, demonstrasi cara memasak makanan bergizi, serta pemberian bahan makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizi Ny. R dilakukan untuk meningkatkan status gizinya. Pendekatan ini berbasis pada Evidence Based Medicine (EBM), yang memastikan bahwa intervensi yang dilakukan didasarkan pada bukti ilmiah terkini. Melalui pendekatan ini, tidak hanya terjadi peningkatan berat badan dan status gizi Ny. R, tetapi juga peningkatan pengetahuan keluarga tentang pentingnya gizi dan cara memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai. Pemantauan secara berkala juga penting untuk memastikan perubahan yang diinginkan telah tercapai dan untuk menyesuaikan intervensi jika diperlukan. Dengan pendekatan yang holistik dan komprehensif seperti ini, secara efektif mengatasi masalah malnutrisi pada lansia dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELLITUS PADA MASYARAKAT DAERAH PESISIR Rizal, Rizal; Hariawan, Hamdan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.25917

Abstract

Prevalensi diabetes diprediksi terus bertambah stiap tahun dan menjadi masalah kesehatan utama. Keberhasilan penatalaksanaan terapi farmakologi diabetes memiliki korelasi yang signifikan terhadap kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Tingkat signifikansi faktor penentu kepatuhan sangat bervariasi, tergantung pada karekteristik sampel penelitian. Indonesia merupakan Negara Kepulauan yang masyarakatnya banyak yang tinggal di daerah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan obat pada masyarakat pesisir. Desain penelitian yaitu analitik observasional (cross-sectional).  Variabel terikat yaitu jenis kelamin, usia, pendidikan, lama menderita DM, pemeriksaan rutin, target glukosa darah, lama pengobatan DM, edukasi obat, motivasi, dan dukungan keluarga. Sedangkan variabel bebasnya adalah tingkat kepatuhan yang diukir dengan kuesioner MMAS-8. Analisis data menggunakan analisis bivariat dengan chi square test dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Tingkat kepatuhan penggunaan obat responden sangat rendah yaitu hanya 27 (17,2%) responden dengan kategori patuh dan terdapat 130 (82,8%) dengan kategori tidak patuh.  Dukungan keluarga merupakan faktor yang signifikan bermakna secara statistik dan klinis terhadap tingkat kepatuhan dalam penggunaan obat antidiabetes pada masyarakat daerah pesisir (p=0,016; OR 0,23 IK 95% 0,69-0,72).  Pada masyarakat daerah pesisir faktor determinan yang berkorelasi positif adalah adanya dukungan keluarga. Pentingnya bagi tenaga kesehatan, khususnya apoteker, pada daerah masyarakat pesisir memahami bahwa tingkat kepatuhan ditentukan oleh adanya dukungan keluarga, sehingga  edukasi penatalaksanaan terapi juga penting untuk dilakukan intervensi pada keluarga pasien.

Page 66 of 216 | Total Record : 2155