cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
KAJIAN ASPEK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI SEKTOR INFORMAL PEMBUAT BATU BATA Romas, Arina; Kumala, Charisha Mahda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26518

Abstract

Salah satu sektor dari pekerjaan yang menjadi perhatian serius dalam aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah sektor pekerjaan informal. Maraknya fenomena sektor informal menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia. Salah satu sektor pekerjaan informal yang ada adalah pekerjaan pembuatan batu bata. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek keselamatan dan kesehatan kerja yang dikaji dari aspek lingkungan kerja, alat dan bahan kerja serta cara melakukan pekerjaan. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian ini adalah lokasi kerja pembuatan batu bata dan beberapa pekerja pembuat batu bata yang dapat memberikan informasi terkait aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil penelitian adalah aspek lingkungan kerja yang berbahaya seperti kondisi tanah yang licin, asap dan abu hasil pembakaran, jam kerja yang panjang dan kurangnya fasilitas yang mendukung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Aspek bagaimana melakukan pekerjaan dalam hal bekerja tidak hati-hati, bekerja tanpa menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sikap kerja membungkuk dan jongkok. Potensi kecelakaan kerja adalah terpatok cangkul, tertimpa batu bata kering, mata perih akibat abu pembakaran, batuk akibat asap pembakaran dan jatuh karena lantai licin. Upaya pengendalian di tempat kerja pembuatan batu bata hampir tidak ada yaitu tidak ada kontrol teknis, tidak ada kontrol administratif dan tidak ada kontrol menggunakan alat pelindung diri, hal ini dibuktikan dengan banyaknya pekerja yang tidak menggunakan masker,ketika proses pembakaran dan tidak menggunakan sepatu boots ketika bekerja.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN JAMBAN KELUARGA DALAM PROGRAM PAMSIMAS DI XIII KOTO KAMPAR Lestari, Rizki Rahmawati; Gustiana, Etri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i2.26524

Abstract

Based on the Johannesburg declaration that by 2023 half of the world's population must have access to basic sanitation (latrine). This determination emphasizes the importance of programs to increase public awareness of the need to own and use latrines. The aim of this research is to determine the factors related to the use of family latrines in the Pamsimas program in the XIII Koto Kampar work area in 2023. This research uses a quantitative analytical design with a cross sectional approach. The research population is all 2730 heads of families (KK) in XII Koto Kampar. KK with a sample of 97 KK taken using systematic random sampling. The measuring tool in this research is a questionnaire. The data analysis used was Univariate and Bivariate, with the chi-square test. The results of statistical tests can be concluded that there is no significant relationship between the level of education and latrine use, p value 0.080 < 0.05, there is a significant relationship between the level of knowledge, attitudes and roles of health workers and latrine use (p value = 0.008, p value = 0.049, p value = 0.009. This research recommends the importance of providing sanitation information or counseling to the community about always using latrines, providing model latrines that meet health requirements to encourage people to always use latrines after the PAMSIMAS program is completed with the help of Health Officers.
HUBUNGAN PHBS DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 3-5 DI DESA PENYASAWAN TAHUN 2022 Gustiana, Etri; Alini, Alini; Zurrahmi, Zurrahmi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2022): AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i2.26525

Abstract

Environmental-based diseases still dominate health problems in developing countries. Diarrhea is one of the environmental-based diseases that causes death in the world. The aim of this research is to determine the relationship between PHBS and the incidence of diarrhea in toddlers aged 3-5 years in Penyasawan Village in 2022. This type of research is analytical with a cross sectional design. The population in the study were all mothers with toddlers in Penyasawan Village, totaling 517 people with a sample of 84 people. The sampling technique uses simple random sampling. The data collection tool uses a questionnaire. The data analysis used in this research is univariate and bivariate analysis. The research results showed that there is a significant relationship between PHBS and the incidence of diarrhea in toddlers in Penyasawan Village in 2022 with a p value of 0.003. It is hoped that parents who have toddlers will increase their knowledge about preventing diarrhea at home, as well as further improve clean and healthy living behavior. especially taking steps to prevent diarrhea, such as washing hands before eating with soap.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANGAN RAWAT INAP KELAS III RSUD ROKAN HULU Yurustin, Devina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i1.26526

Abstract

The quality of health services can influence patient satisfaction. The factors that influence patient satisfaction are physical facilities, reliability of staff, responsiveness of staff, attention of staff, and guarantees. Various facts show that there are serious problems in the quality of health services in Indonesia. This means that there is no best quality control system that can be implemented. The aim of this research is to determine the factors related to BPJS patient satisfaction in nursing services in class III inpatient rooms at Rokan Hulu Regional Hospital. This type of research is analytical with a cross sectional design. The population in the study were all BPJS patients in Class III Inpatient Rooms at Rohul Regional Hospital, totaling an average of 171 people with a sampling technique using Purposive Sampling. Data collection tools use questionnaires and checklist sheets. The data analysis used in this research is univariate and bivariate analysis. There is a relationship between the factors of nurse reliability, nurse responsiveness and nurse attention with BPJS patient satisfaction in nursing services in class III inpatient rooms at Rohul Regional Hospital. It is hoped that the Rokan Hulu Regional Hospital will monitor and evaluate the performance of nurses and hold training to improve the Human Resources (HR) of nurses so that they can increase the competency of nurses to provide satisfaction to patients who receive nursing services.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PERSONAL HYGIENE DAN PEMANFAATAN FASILITAS SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI KULIT PADA PONDOK PESANTREN ANSHOR AL-SUNNAH AIR TIRIS Gustrianda, Etri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i1.26527

Abstract

The prevalence of skin infections in developing countries is around 6,569 cases (89.75%), while in Indonesia the incidence of skin infections is 4,362 cases (68.43%), while in Riau Province the prevalence of skin infections is around 4,385 cases. Personal hygiene is personal cleanliness and health which aims to prevent the emergence of disease in oneself and others. Skin disease is an infection of microorganisms on the skin caused by the presence of germs, bacteria, viruses, parasites and fungi. The aim of the research is to determine the relationship between knowledge about personal hygiene and the use of environmental sanitation facilities and the incidence of skin infections at the Anshor Al-Sunnah Air Tiris Islamic Boarding School. Quantitative research design with a cross sectional design, this research was carried out on 10-15 October 2021 at the Anshor Al-Sunnah Air Tiris Islamic Boarding School. The population in this study was students in grades 8 and 9 MTS and 11 and 12 MA, totaling 568 people. The sample in this study amounted to 235 people. The sample technique used is Simple Random Sampling. The instrument used is a questionnaire. The data obtained were analyzed using the chi square test, the significance level was 95%. The results of the research show that there is a significant relationship between knowledge about personal hygiene of respondents and the incidence of skin infections Pvalue 0.002 (p?0.05), indicating that there is a significant relationship between the use of environmental sanitation facilities and the incidence of skin infections Pvalue 0.000 (p?0.05). The Anshor Al-Sunnah Islamic Boarding School is expected to provide further information about personal hygiene and skin infections, so that students know the importance of personal hygiene and so that skin infections do not occur again.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANGAN RAWAT INAP KELAS III RSUD ROKAN HULU Rinancy, Hariet; Yurustin, Devina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v5i2.26528

Abstract

Patient satisfaction is an important indicator that must be considered in health services. Patient satisfaction is the result of the patient's assessment of health services by comparing what is expected in accordance with the reality of health services received in a hospital health setting. The aim of this research is to determine the factors related to patient satisfaction in the Internal Medicine Poly Room at Bangkinang Regional Hospital. This type of research is analytical with a cross sectional design. The population in this study were all outpatients who visited the Internal Medicine Clinic at Bangkinang District Hospital from January to March 2021, totaling 423 with a sample of 81 people, the sampling technique used side incidentals. The data collection tool in this research is using a questionnaire. Data analysis in this study used univariate and bivariate analysis. The results of statistical tests show that there is a relationship between the availability and services of specialist doctors, the availability and services of nurses, waiting times and service opening hours with patient satisfaction. It is hoped that this research can be used as reference material for further research because there are many other factors that cause patient dissatisfaction at Bangkinang District Hospital and for the hospital in the future it can provide more optimal services for patients.
DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LAHOMI KECAMATAN LAHOMI Sayangi, Wewinur; Nababan, Donal; Siregar, Laura Mariati; Manurung, Kesakitan; Bangun, Henny Arwina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26610

Abstract

Rendahnya pemberian ASI eksklusif di Indonesia disebabkan kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga dan masyarakat akan pentingnya ASI, meningkatnya pemberian MPASI sebelum waktunya dan kurangnya dukungan dari masyarakat, termasuk institusi tempat perempuan bekerja yang belum memberikan kesempatan dan ruang khusus untuk menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Determinan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Lahomi Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasi analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 58 responden dari jumlah populasi ibu yang melahirkan pada tahun 2022 di Puskesmas lahomi sebanyak 142 orang. Analisis data dalam pemnelitian ini adalah analisis univariat dengan deskriptif, analisis bivariat dengan chi square, dan analisis multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pekerjaan (p-value=0,040), dukungan keluarga (p-value=0,003), dukungan petugas kesehatan (p-value=0,005) dan paritas (p-value=0,000) terhadap pemberian ASI eksklusif. Tidak ada hubungan antara pendidikan (p-value=0,172) dan akses fasilitas kesehatan (p-value=0,560) terhadap pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan analisis multivariate variabel yang berhubungan paling dominan adalah variabel paritas. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan edukasi kesehatan lebih intensif kepada ibu hamil ataupun ibu yang baru melahirkan mengenai konsep pemberian ASI ekskluisif. Bagi ibu agar lebih meningkatkan kesadaran serta kemauannya untuk memberikan ASI secara eksklusif dengan cara selalu memberikan motivasi, dorongan dukungan perilaku dalam memberikan ASI serta meningkatkan wawasan pengetahuan ibu untuk mengetahui manfaat dari pemberian ASI Eksklusif.
PENDEKATAN DIAGNOSIS DEMENSIA VASKULAR : LAPORAN KASUS Hong, Vicky; A. Hamdani, Ismi; Agustina, Lydia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26642

Abstract

Demensia vaskular adalah penurunan kognitif multidomain dengan gangguan aktivitas kehidupan sehari-hari yang diakibatkan oleh penyakit serebrovaskular, baik stroke iskemik maupun stroke hemoragik. Demensia vaskular adalah penyebab demensia yang paling umum kedua setelah demensia Alzheimer pada orang usia lanjut (di atas 65 tahun). Demensia vaskular perlu didiagnosis sedini mungkin. Pada kasus gangguan kognitif, diagnosis dan intervensi dini akan memberikan prognosis yang lebih baik, terutama dalam memperlambat penurunan kognitif, aspek fungsional, dan kualitas hidup. Pendekatan diagnostik untuk demensia vaskular menggunakan kriteria yang ada melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, skrining neurokognitif dan pencitraan. Alat diagnostik untuk skrining demensia vaskular termasuk The Consortium to Establish a Registry for Alzheimer's Disease (CERAD), Penilaian Kognitif Montreal (MoCA), Pemeriksaan Status Mental Mini (MMSE), dll. Simpulan laporan kasus ini ialah penggunaan kriteria diagnostik dan pemeriksaan akan mengarahkan kepada diagnosis yang tepat. Kami menyajikan kasus demensia vaskular pada pasien berusia 74 tahun yang memiliki riwayat stroke iskemik selama 9 tahun. Keluhan utamanya adalah pelupa, tetapi ternyata skrining neurokognitif menunjukkan adanya gangguan kognitif multidomain. Pasien bergantung penuh dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. CT scan kepala menunjukkan infark lakunar multipel dan atrofi otak.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. MUHAMMAD ILDREM MEDAN Putra, Egi Dewanta; Astuty, Delfriana Ayu; Hafizah, Adilla; Pratiwi, Diah Ayu; Nuzlan, Diva Nada Rizki; Maharani, Irdina; Afriwana, Serly Dinda; Pulungan, Syariah Hilaliyah; Husna, Yuliati; Siagian, Zairina Audini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26648

Abstract

Rumah sakit merupakan sebuah tempat yang mana didalamnya terjadi upaya peningkatan kesehatan. Di dalam sebuah rumah sakit terdapat berbagai balai pengobatan dan juga tempat pelaksanaan praktik dokter. Pengelolaan limbah medis/limbah rumah sakit harus dilakukan dengan bijak, apabila limbah ini tidak dikelola dengan baik maka akan dapat menimbulkan berbagai kerugian kepada manusia, lingkungan dan dapat menjadi sumber penyakit. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengelolaan limbah di UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. M. Ildrem. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kaulitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa limbah yang dihasilkan UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. M. Ildrem terdiri dari limbah padat dan limbah cair, limbah padat yang dihasilkan berupa limbah pada B3 (bahan berbahaya dan beracun) dan limbah padat domestik. Limbah cair yang dihasilkan berupa limbah cair domestik dari berbagai kegiatan rumah tangga di UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. M. Ildrem. Pengelolaan limbah padat yang dihasilkan UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. M. Ildrem melibatkan dan pihak ketiga dan pengelolaan limbah cair dilakukan di Instalasi Pengelolaan Limbah UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. M. Ildrem. Pengelolaan limbah yang dihasilkan di UPTD Khusus RSJ Prof. Dr. M. Ildrem sudah sesuai dengan standar dan Permenkes No.7 Tahun 2019
DETERMINAN KEJADIAN KESAKITAN DAN KEMATIAN JEMAAH HAJI TAHUN 2023/1444 H (ANALISIS DATA SISKOHATKES SHAR’I) Sakanti, Anggiasih; Helda, Helda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26662

Abstract

Ibadah haji merupakan salah satu bentuk mass gathering yang berpotensi memberikan beban kesehatan masyarakat yakni morbiditas dan mortalitas. Pada tahun 2023 jemaah haji Indonesia merupakan jumlah jemaah haji terbesar sejak tahun 2004, terbanyak setelah pandemi COVID-19 dan 30% diantaranya adalah lansia (> 60 tahun). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kesakitan dan kematian pada populasi jemaah haji asal DKI Jakarta selama musim haji tahun 2023. Penelitian dengan metode cross sectional ini melibatkan 7.755 responden dari sumber data Sistem Informasi Kesehatan Jemaah Haji Indonesia (SISKOHATKES SHAR’I) yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Responden pada penelitian ini mayoritas adalah perempuan (56,5%), kelompok usia 41 – 59 tahun (48,5%), IMT >25,1 (56,2%), dan riwayat penyakit hipertensi terbanyak sebelum keberangkatan haji (23,8%). Prevalensi kejadian kesakitan dan kematian pada jemaah haji adalah sebesar 4,6%. Determinan kejadian kesakitan dan kematian pada jemaah haji adalah kelompok usia > 60 tahun (aOR:1,52; 95% CI:1,21 – 1, 91), riwayat anemia (aOR:1,88; 95% CI:1,12 – 3,17), dan riwayat dislipidemia (aOR:0,73; 95% CI: 0,58 – 0,92). Dengan mengidentifikasi determinan kesakitan dan kematian pada kelompok risiko tinggi maka penting untuk melakukan optimalisasi pembinaan kesehatan sebelum keberangkatan haji. Hal ini menjadi sangat penting guna mengendalikan faktor risiko kesehatan sehingga jemaah haji berada dalam kondisi sehat selama beribadah haji.

Page 69 of 216 | Total Record : 2155