cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
LITERATURE REVIEW : TINGKAT PENGETAHUAN SALAT FARDHU PASIEN SELAMA MENJALANI PERAWATAN DI RUMAH SAKIT Hikmah, Annisa Duratul; Syamsu, Rachmat Faisal; Khalid, Nur Fadhillah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26230

Abstract

Ibadah salat fardhu merupakan suatu ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap umat islam. Salat merupakan ibadah yang masuk dalam kategori ibadah Mahdhah, yakni ibdaah yang berhubungan dengan Allah Subhanahu wata’ala. Salat menjadi sarana komunikasi dan media penghubung antara Allah Subhanahu wata’ala dan hambanya. Tanggung jawab seseorang dalam melaksanakan salat tidak dapat dihilangkan namun dapat diberi sedikit keringanan dalam beberapa hal terkait pelaksanaan salat. Namun keringanan ini kadang menjadi kesalahpahaman sehingga membuat semuanya terlalu sederhana untuk dipermudah. Sekalipun dalam kondisi sakit, setiap orang sakit dengan keadaan pikiran dan mental yang sehat tetap wajib menjalankan salat meskipun dangan gerakan dan posisi salat yang tidak sempurna. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode literature review dengan desain narrative review.  Salat merupakan ibadah yang dapat memberikan manfaat baik secara jasmani maupun Rohani. Dalam setiap gerakan salat memberikan memberikan masing-masing manfaat bagi tubuh. Pemahaman tentang tatacara pelaksanaan salat dalam kondisi tertentu yang kadang masih minim menjadi salah satu penghambat tidak maksimalnya ibadah ini dilaksanakan.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKEMAS NON RAWAT INAP LAHOMI KECAMATAN LAHOMI KABUPATEN NIAS BARAT Aferizal, Aferizal; Nababan, Donal; Sitorus, Mido Ester. J.; Manurung, Kesakitan; Tarigan, Frida Lina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26256

Abstract

Malaria merupakan masalah masyarakat global terkait penyakit infeksi dan menjadi penyebab utama dari morbiditas dan mortalitas terutama di daerah yang masih merupakan negara berkembang. Penyakit ini dapat menyerang semua kalangan baik dari semua usia, dan juga gender. Malaria masih menjadi masalah yang perlu diperbaiki di Indonesia maupun di dunia dikarenakan angka kesakitan yang masih cukup tinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di Wilayah Kerja UPT Puskemas Non Rawat Inap Lahomi Kabupaten Nias Barat Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analitik kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi, dimana populasi dalam penelitian ini adalah semua individu positif dan suspek malaria yang tercatat dalam laporan puskesmas lahomi yaitu sebanyak 70 sampel. Analisis data dalam pemnelitian ini adalah analisis univariat dengan deskriptif, analisis bivariat dengan chi square, dan analisis multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pekerjaan (p-value=0,024), tempat tinggal (p-value=0,020), penggunaan kelambu (p-value=0,003), penggunaan repelen (p-value=0,017), penggunaan obat nyamuk (0,033), ventilasi rumah dipasang kasa nyamuk (p-value=0,040) dengan kejadian malaria. Tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, dan pendidikan dengan kejadian malaria. Berdasarakan analisis multivariat variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian malaria adalah variabel penggunaan kelambu. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan atau edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan kelambu, penggunaan repelen, obat nyamuk (bakar/semprot/elektrik) dan penggunaan kasa nyamuk pada ventilasi rumah.
PELAKSANAAN DIAGNOSIS KOMUNITAS DALAM MENURUNKAN JUMLAH KASUS DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN GEMBONG, KECAMATAN GEMBONG, KABUPATEN TANGERANG, PROVINSI BANTEN Haifa, Nanda; Surjadi, Tom
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26257

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Prevalensi diabetes mellitus cukup tinggi dengan mayoritas diagnosis adalah diabetes mellitus tipe 2 (DMT2). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Wilayah Puskesmas Gembong mengenai Diabetes Melitus sehingga dapat menurunkan kasus Diabetes Melitus dalam jangka panjang. Penelitian ini dilakukan dengan studi observasional dengan melakukan diagnosis komunitas yang permasalahannya diidentifikasi dengan menggunakan paradigma Blum. Metode fishbone dilakukan untuk menentukan akar penyebab dalam penelitian ini. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan pendekatan sistem. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mengenai Diabetes Melitus yang dilihat dari rata-rata nilai post-test peserta adalah > 80. Seluruh peserta dapat mempraktikkan senam kaki diabetes yang baik dan benar. Kesimpulan dari hasil penelitian didapatkan kegiatan diagnosis komunitas ini meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Cangkudu mengenai Diabetes Melitus dan pencegahannya serta senam kaki diabetes. Diharapkan kasus Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Gembong akan turun
HUBUNGAN TINGKAT KARIES GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH TERHADAP STUNTING DI KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Budiarti, Indah; Andriyani, Desi; Murwaningsih, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26265

Abstract

Stunting is a condition that disrupts the growth and development of children caused by a lack of adequate nutritional intake and frequent infections. This condition is characterized by the child's height being below normal limits. Stunting that occurs at the preschool stage (first five years) can continue until school. In addition to factors related to pregnancy and childbirth, factors such as the environment, diet, and health history of the child also have a significant influence on the development of stunting in children during childhood.The risk of stunting in children can be divided into five groups of factors, namely: Maternal infections and nutritional problems, Adolescent mothers and short birth intervals, Premature birth and growth disorders, Fetal growth. If tooth decay is not treated, it can result in eating problems and sleep quality. , painful and requires ongoing treatment. Tooth decay in children will feel pain in the area of tooth decay. Therefore, this will reduce food consumption. A decrease in a child's food intake over a long period of time will have an impact on his nutritional status. This research method uses an observational research design with a cross sectional method and data collection uses a questionnaire to examine the level of dental caries in stunted children in the area supported by the Gedong Tataan Pesawaran Community Health Center in 2023.This research was research conducted from July to August with a total of 69 respondents using population sampling techniques. Based on the results of the analysis of the effect of stunting on the level of tooth decay, the decision taken was based on a p-value of 0.000 (p-value < 0.05), the null hypothesis (H0) was rejected and the alternative hypothesis (H1) was accepted. This shows that there is a significant relationship or difference between the independent variable and the dependent variable in the study. It has an influence between developmental delays and the severity of caries.
ANALISIS PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RENGAS PULAU Andri, Andri; Kataren, Otniel; Sinaga, Janno; W, Sonny Priajaya; Sipayung, Rosety
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26284

Abstract

Pandemi Covid-19 memberi tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dan berdampak terhadap sistem kesehatan Indonesia yang terlihat dari penurunan kinerja pada beberapa program kesehatan sehingga kegiatan vaksinasi Covid-19 harus dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Rengas Pulau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan pada penelitian ini sebanyak 19 orang informan (kepala puskesmas 1 orang, Petugas PIC 3 orang, petugas pelaporan vaksinasi 3 orang, petugas skrining 3 orang, masyarakat kategori remaja 3 orang, dewasa 3 orang, dan lansia 3 orang). Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kebijakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 telah sesuai dengan SOP dalam pelaksanaan kebijakan vaksinasi Covid-19 dan untuk Sumber daya manusia dalam implementasi vaksinasi Covid-19 sudah sesuai dan mencukupi. Kendala yang dihadapi adalah masalah pelaporan data vaksinasi yang sering tidak valid, dan masyarakat yang kurang peduli dan kurang percaya akan manfaat vaksinasi, sedangkan untuk capaian vaksinasi di Puskesmas Rengas Pulau masih rendah, mulai dari remaja, dewasa, dan lansia. Saran pada penelitian ini ditujukan untuk pihak puskesmas agar mendata ulang dan memonitoring pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
BIAS NORMAL ADAPTASI KEBIASAAN BARU DALAM PENCEGAHAN COVID 19 (STUDI FENOMENOLOGI DI GUNUNGSITOLI) Wiyatni, Sri; Kataren, Otniel; Harianja, Ester Sari Pati; Sitorus, Mido Ester. J.; Manurung, Jasmen
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26285

Abstract

Bias normal atau Normalcy Bias merupakan bias kognitif yang terjadi pada saat Covid-19 untuk menerapkan tatanan hidup baru atau penyesuaian terhadap pola hidup bersih dan sehat dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga dapat melakukan kegiatan-kegiatan produktif, namun membuat seseorang mengabaikan tanda atau peringatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bias normal terhadap adaptasi kebiasaan baru di Kota Gunungsitoli. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian sebanyak delapan informan yaitu dua pegawai pemerintahan, satu pegawai swasta, dan lima masyarakat umum. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar warga tidak menerapkan protokol kesehatan karena merasa bahwa ancaman penyakit Covid-19 tidaklah separah yang digembargemborkan, informan juga masih banyak yang tidak menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun atau menggunakan handsanitizer, dan menjaga jarak dalam beraktivitas sehari-hari seolah-olah ancaman bahaya tidak ada. Saran penelitian ini adalah gugus tugas penanganan Covid-19 harus dijalankan secara konsisten mengingat kasus Covid-19 masih ada (endemis). Pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru pada hakekatnya adalah perubahan pandemi ke endemi Covid-19, masyarakat perlu beradaptasi dalam norma baru seperti menggunakan masker dan kebiasaan mencuci tangan yang diperlukan sebagai antisipasi pencegahan penularan virus Covid-19.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN METODE 3R DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBUSAI Arti, Eliyah Dwi Setyo; Herniwanti, Herniwanti; Rahayu, Endang Purnawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26479

Abstract

Pengelolaan sampah dapat dikatakan terpadu apabila dilakukan pengelolaan mulai pada sumber sampah, pewadahan sampah yang tepat, serta pengumpulan, pemindahan, dan pengangkutan yang baik hingga sampah dibuang di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Pengelolaan sampah terpadu, dapat dimulai dengan menangani sampah disumber melalui sistem 3R atau Reduce, Reuse, Recycle. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode 3R di Wilayah Kerja Puskesmas Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional yang dilakukan pada bulan Januari-Februari 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga di wilayah kerja Puskesmas Tambusai Kabupaten Rokan Hulu berjumlah 11.966 orang. Teknik pengambilan sampel secara simple random sampling yaitu sebanyak 96 responden. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini yaitu secara bivariat ada hubungan sikap (p=0,018), sarana prasarana (p=0,000) dan perangkat desa (p=0,000) dengan pengelolaan sampah metode 3R. Secara multivariat, sikap berhubungan terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dengan Metode 3R (OR: 12,885; CI 95%: 1,244-133,463). Perangkat desa berhubungan negatif terhadap pengelolaan sampah rumah tangga dengan metode 3R (OR: 0,005; CI 95%: 0,000-0,046). Variabel confonding dalam penelitian ini yaitu sarana prasarana. Kesimpulan terdapat hubungan antara sikap, sarana prasarana dan perangkat desa terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Metode 3R di Puskesmas Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Terdapat faktor dominan hubungan antara sikap dan perangkat desa terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Metode 3R di Puskesmas Tambusai Kabupaten Rokan Hulu.
KARAKTERISTIK KLINIS TUBERKULOSIS PARU PADA ANAK DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR TAHUN 2020-2022 Tammi, Zherant Parningan; Salakede, Setia Budi; Akib, Rahmawati; Darma, Sidrah; Natsir, Bulkis
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26491

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri M. tuberculosis penyebab mortalitas dan morbiditas utama di negara-negara berkembang. Diperkirakan setiap tahun anak beresiko terinfeksi TB karena berkontak dengan orang dewasa yang memiliki BTA-positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik klinis tuberkulosis paru pada anak di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar tahun 2020-2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data rekam medis. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh data penderita tuberkulosis paru pada anak berdasarkan usia 0-12 bulan sebanyak 7,3%, usia 1-5 tahun sebanyak 56,1%, usia 6-10 tahun sebanyak 24,4%, dan usia 11-17 tahun sebanyak 12,2%. Berdasarkan jenis kelamin sebanyak 56,1% laki-laki dan   43,9% Perempuan. Berdasarkan berat badan saat memulai pengobatan 5-10 kg sebanyak 31,7%, 11-20 kg sebanyak 46,3%, 21-30 kg sebanyak 12,2%, dan 31-40 kg sebanyak 9,8%. Adapun gejala respiratorik berupa batuk kronik 90,2%, sesak 53,7%, nyeri dada 34,1%, dan batuk darah 2,4%. Sedangkan yang mengalami gejala sistemik berupa demam 78,0%, berat badan tidak naik/penurunan berat badan 73,2%, malaise 26,8%, dan keringat malam sekitar 4,9%. Gambaran karakteristik klinis repiratorik yang paling banyak pada tuberkulosis paru anak di Balai Besar Kesehatan paru Masyarakat Makassar tahun 2020-2022 adalah batuk kronik, sedangkan karakteristik klinis sistemik terbanyak yakni demam. Anak yang menderita tuberkulosis paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar tahun 2020-2022 terbanyak pada usia 1-5 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki berat badan antara 11-20 kg saat memulai pengobatan.
KAJIAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DAN STUNTING DI DAERAH PEDESAAN PESISIR DAN PULAU KECIL TERLUAR Sanggelorang, Yulianty; Sebayang, F. Ari Anggraini; Rumayar, Adisti; Adam, Hilman
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26506

Abstract

Stunting yang merupakan manifestasi dari kekurangan gizi kronis pada anak di bawah lima tahun, masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan di Indonesia. Meskipun upaya nasional telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, prevalensi stunting masih relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dan stunting pada anak di daerah pedesaan pesisir dan pulau kecil terluar Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional, di mana data dikumpulkan dari 59 anak beserta orang tua pada tahun 2021. Lokasi pengumpulan data meliputi Kecamatan Siau Timur sebagai pedesaan pesisir, serta Pulau Makalehi sebagai pulau kecil terluar. Ketahanan pangan rumah tangga diukur menggunakan US-FSSM (US Household Food Security/Hunger Survey Module), sementara status stunting ditentukan dengan mengukur z-score tinggi badan anak menurut usia (TB/U). Penelitian ini menemukan bahwa 6,8% rumah tangga mengalami kerawanan pangan rumah tangga, 15,3% anak mengalami stunting. Analisis lebih lanjut menggunakan uji Fisher Exact menemukan bahwa p-value untuk hubungan variabel ketahanan pangan rumah tangga dan stunting yaitu sebesar 0.494 (> 0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara ketahanan pangan rumah tangga dan stunting. Temuan ini menegaskan kompleksitas masalah stunting dan menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mendasari kondisi ini.
ANALISIS KESIAPAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI PUSKESMAS BAKI Wati, Retna; Igiany, Prita Devy; Pertiwi, Julia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.26515

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kesiapan Puskesmas Baki dalam mengimplementasikan rekam medis elektronik untuk pengganti rekam medis manual berbasis kertas. Rekam medis elektronik telah diimplementasikan di Indonesia berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan untuk mentransformasikan sistem rekam medis dari manual menjadi berbasis komputer. Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data pada periode Juni-Juli 2023. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa di Puskesmas Baki terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam kesiapan implementasi rekam medis elektronik. Kendala utama yang dihadapi adalah aspek keuangan dan metode. Menyediakan sumber daya finansial yang memadai untuk mengadopsi sistem rekam medis elektronik yang efektif merupakan tantangan yang dihadapi. Selain itu, transformasi rekam medis manual menjadi elektronik juga menjadi kendala dalam hal material, mesin, dan sumber daya manusia. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kesiapan Puskesmas Baki dalam mengadopsi rekam medis elektronik dan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam implementasi rekam medis elektronik di fasilitas kesehatan. Penting untuk mengatasi kendala finansial dan metode yang dihadapi guna memastikan kesuksesan dalam menyelenggarakan rekam medis elektronik, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan.

Page 68 of 216 | Total Record : 2155