cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN ANTARA GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN STROKE ISKEMIK DI RSUD A. TENRIAWARU BONE TAHUN 2023 Fitriah, Fitriah; Muchsin, Achmad Harun; Ratnawati, Wahida; Basir, Hasmawati; Safitri, Asrini
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27236

Abstract

Stroke merupakan salah satu jenis penyakit tidak menular dan penyebab kematian nomor dua di seluruh dunia. Peningkatan signifikan terhadap jumlah pasien stroke iskemik selama tiga bulan berturut-turut terjadi di rawat jalan di RSUD A. Tenriawaru Bone. Fokus riwayat medis pada pasien dengan stroke iskemik diawali dari pola hidup yang tidak sehat (pola makan, kebiasaan merokok, tingkat stres). Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan kejadian stroke iskemik di RSUD A. Tenriawaru Bone tahun 2023. Penelitian ini menggunakan studi analitik dengan metode cross sectional dengan menggunakan data primer yang diambil dari RSUD A. Tenriawaru Bone, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk bivariat dan uji regresi logistik berganda untuk multivariat. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh pola makan yang buruk memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian stroke iskemik dengan risiko 2,7 kali lebih besar dibandingkan yang memiliki pola makan baik, kebiasaan merokok berat memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian stroke iskemik dengan risiko 11,44  kali lebih besar dibandingkan yang tidak merokok, dan tingkat stres parah memiliki hubungan yang bermakna terhadap kejadian stroke iskemik dengan risiko 3,26 kali lebih besar dibandingkan yang tidak stres. Terdapat hubungan yang bermakna antara gaya hidup dengan kejadian stroke iskemik di RSUD A. Tenriawaru Bone Tahun 2023.
HIGH CORTICOSTEROID TREATMENT FOR PSORIASIS VULGARIS CAUSING FATAL MANIFESTATION : A CASE REPORT Savitri, Dwiana; Emeralda, Pradissa Avia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27240

Abstract

Psoriasis adalah suatu penyakit inflamasi kulit bersifat kronis residif, dapat mengenai semua umur yang ditandai dengan plak kemerahan yang ditutupi oleh sisik yang tebal berwarna putih berlapis keperakan dan berbatas tegas. Seorang laki-laki berusia 29 tahun datang dengan keluhan bercak merah pada lengan, badan , kepala, tungkai sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya plakat eritema, bulat konfluens, multiple dengan skuama kasar, berbatas tegas. Pasien tidak berobat kedokter tetapi oleh istrinya yang seorang perawat di injeksi dengan triamsinolon asetonide setiap hari selama hampir 2 tahun ini dan meminum dexamethasone tablet sekali sehari, karena kulit makin tampak memerah dan menipis maka pasien pergi berobat ke rumah sakit. Pemeriksaan manipulasi mendapatkan karsvlek phenomenon, Autzpits sign and Koebner phenomenon serta dilakukan biopsi kulit dengan kesimpulan psoriasis vulgaris. Setelah pasien menghentikan pemakaian steroid, pasien mendapatkan terapi yaitu cetirizin tablet 10 mg satu kali sehari, metotrexat 3 x 2,5 mg /minggu, asam folat tablet 1 x 1 mg sehari serta campuran salisilic acic 3%, liquor carbonis detergens (LCD) 5% dan klobetasol 0,05% krem serta krim asam fusidat. Pasien diberi edukasi mengenai cara perawatan kulit. Setelah 5 bulan pengobatan, lesi kulit mulai membaik dan kemerahan pada kulit berkurang.
PENGARUH MUHASABAH TERHADAP INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PROFESI KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA Atika Jamal, Rahmatul; Julyani, Sri; Alwi, H. M. Khidri; Royani, Ida; Khalid, Nur Fadhillah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27241

Abstract

Muhasabah adalah melakukan introspeksi terhadap semua ucapan atau perbuatan yang telah diperbuat. Muhasabah dapat menjadi salah satu metode yang efektif dalam mengembangkan kecerdasan emosional dan spiritual yang menempati posisi pertama dalam menentukan pencapaian prestasi puncak sebelum kecerdasan intelektual. Sebagai prasyarat penerapan muhasabah dalam lembaga pendidikan formal dan non formal, maka perlu penelitian yang berkaitan dengan muhasabah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh muhasabah terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa profesi Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Penelitian ini menggunakan explanatory sequential mixed methods dengan pendekatan cross sectional study. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai muhasabah mahasiswa profesi kedokteran UMI menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki nilai Mumtaz yaitu 24 (52.2%), Ahsan 20 (43.5%), dan cukup  2 (4.3%), IPK mahasiswa paling banyak pada kategori Dengan Pujian yaitu 37 (80.4%), Sangat Memuaskan 8 (17.4%) dan Memuaskan 1 (2.2%). Dari analisis bivariat nilai signifikansi sebesar 0.001, angka ini menunjukkan < 0.05 bermakna terdapat hubungan antara nilai muhasabah terhapap IPK mahasiswa dengan hasil data wawancara menunjukkan mahasiswa yang melakukan muhasabah mendapat manfaat yang luar biasa yang cukup mempengaruhi proses mahasiswa dalam menyelesaikan tahap profesinya. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa hubungan yang signifikan antara nilai muhasabah terhadap IPK mahasiswa program profesi dokter fakultas kedokteran Universitas Muslim Indonesia batch 4 tahun 2022. Muhasabah memiliki manfaat yang luar biasa yang cukup mempengaruhi proses mahasiswa dalam menyelesaikan tahap profesinya
RENAL RESISTIVE INDEX (RRI) GUIDED BY ULTRASOUND (USG) AS A DIAGNOSTIC PREDICTOR OF ACUTE KIDNEY INJURY IN SEPSIS PATIENTS Satria Pinanditas S; Putu Agus Surya Panji; I Made Gede Widnyana; I Wayan Suranadi; Tjahya Aryasa EM; I Made Agus Kresna Sucandra; Made Wiryana; Tjokorda Gde Agung Senapathi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27245

Abstract

This study is an observational analytical study with a cross-sectional design conducted in the intensive care unit of RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah from January 2024 until completion. The study population consisted of patients aged 18-65 years who met the criteria for sepsis diagnosis without chronic kidney disease. Data analysis was performed using SPSS version 26, including descriptive analysis, ROC curve, diagnostic test, and correlation analysis. The mean RRI at 0 hours was ±SB 0.78±0.68 cm/s for the AKI group and ±SB 0.60±0.08 cm/s for the non-AKI group. The mean RRI at 6 hours was ±SB 0.77±0.65 cm/s for the AKI group and ±SB 0.60±0.08 cm/s for the non-AKI group. The cut-off point for RRI at 0 hours was ?0.70 cm/s, with a sensitivity of 84.6%, specificity of 88.9%, accuracy of 86.4%, PPV of 91.7%, and NPV of 80%, with a relative risk of AKI of 4.58 times (95% CI 1.89-11.10; P<0.001). Meanwhile, for RRI at 6 hours, the cut-off point was also ?0.70 cm/s, with a sensitivity of 88.5%, specificity of 88.9%, accuracy of 88.6%, PPV of 92%, NPV of 84.2%, and a relative risk of AKI of 5.83 times (95% CI 2.05-16.56; P<0.001). The correlation coefficient between RRI at 0 hours and serum creatinine was r=0.380, p=0.011, while for RRI at 6 hours, it was r=0.393, p=0.008. RRI at 0 hours showed a correlation with urine production with r=-0.428, p=0.004, while for RRI at 6 hours, it was r=-0.540, p<0.001. In conclusion, RRI guided by ultrasound is a good diagnostic predictor for acute kidney injury in sepsis.
EFFECTIVENESS OF BILATERAL ERECTOR SPINAE PLANE BLOCK VERSUS TRANSVERSUS ABDOMINIS PLANE AS ANALGESIA AFTER GYNECOLOGIC LAPAROTOMY Anak Agung Gde Agung Adistaya; Tjahya Aryasa E M; I Gede Budiarta; I Made Gede Widnyana; I Wayan Aryabiantara; IGAG Utara Hartawan; Made Wiryana; Tjokorda Gde Agung Senapathi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27247

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas blok ESP dan TAP terhadap durasi efek analgesik pasca operasi, nyeri pasca operasi, total konsumsi opioid pasca operasi, dan perubahan dalam nilai Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) sebelum dan sesudah operasi laparatomi ginekologi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental murni (eksperimental sejati). Desain penelitian yang digunakan adalah uji acak tunggal tersamar. Subjek penelitian adalah pasien berusia 18-65 tahun yang menjalani operasi laparatomi ginekologi di ruang operasi Instalasi Bedah Pusat. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 26 termasuk analisis deskriptif dan uji perbandingan rata-rata menggunakan uji t independen. Blok ESP memiliki durasi analgesik yang lebih lama dengan rata-rata 6.13 ± 3.30 jam sedangkan TAP memiliki durasi analgesia sebesar 3.93 ± 1.98 jam, dengan perbedaan rata-rata sebesar 2.18 jam (IK 95% 0.22-4.15 jam; p = 0.030). Terdapat perbedaan pada skala VAS pada 6, 12, 24, dan 48 jam dengan hasil ESP lebih rendah dari TAP. Rata-rata kebutuhan morfin pada blok ESP adalah 1.62 ± 0.71 mg dan kelompok TAP dengan total kebutuhan rata-rata ± SB 3.31 ± 1.74 mg, perbedaan yang diperoleh adalah 1.68 mg (IK95% 0.72-2.64 mg; p = 0.001). Hasil perbedaan nilai perubahan NLR antara sebelum dan sesudah operasi antara blok ESP bilateral dan TAP ditemukan memiliki perbedaan yang signifikan dengan perbedaan rata-rata sebesar 0.36 (IK 95% 0.04-0.69; P=0.029). Kesimpulan dari penelitian ini adalah blok ESP memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan blok TAP sebagai analgesia setelah operasi laparatomi ginekologi.
THE EFFECTIVENESS OF POSTOPERATIVE PERICAPSULAR NERVE GROUP ANALGESIA BLOCK IN PATIENTS UNDERGOING TOTAL HIP REPLACEMENT WITH REGIONAL ANESTHESIA SUBARACHNOID BLOCK I Gede Prima Julianto; I Made Gede Widnyana; Kadek Agus Heryana Putra; I Ketut Wibawa Nada; I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa; Ida Bagus Krisna Jaya Sutawan; Made Wiryana; Tjokorda Gde Agung Senapathi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27258

Abstract

Penggunaan blok saraf kelompok perikapsular (PENG) dapat menjadi alternatif analgesia post-operatif yang efektif untuk Penggantian Sendi Panggul Total, dengan komplikasi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas analgesia blok PENG terhadap tingkat nyeri, jumlah konsumsi opioid dalam 24, 48, dan 72 jam serta analgesia post-operatif THR di Rumah Sakit Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah Denpasar. Penelitian ini adalah studi eksperimental dengan desain uji acak terkontrol buta tunggal yang dilakukan di ruang operasi Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Prof. Dr. I. G. N. G Ngoerah, Denpasar. Uji perbandingan rata-rata menggunakan uji Mann-Whitney jika distribusi data tidak normal. Seluruh proses analisis data di atas menggunakan perangkat lunak statistik SPSS 26. Ada 48 subjek yang menjalani THR dan dibagi menjadi 2 kelompok. Ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok-kelompok tersebut. Berdasarkan hasil analisis non-parametrik, NRS saat istirahat dan bergerak di kelompok perlakuan lebih rendah daripada kontrol dengan nilai p <0,001. Jumlah opioid yang diperoleh memiliki nilai p <0,001 dalam 24 jam pertama, 48 jam, dan 72 jam. Durasi efek ditemukan lebih lama pada kelompok PENG dibandingkan dengan kontrol (p <0,001). Pemberian blok PENG selama prosedur THR menghasilkan NRS yang lebih rendah pada 24 jam, penggunaan opioid yang lebih rendah pada 24 jam, 48 jam, dan 72 jam pascaoperatif, dan durasi efek bebas nyeri yang lebih lama.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ROUX-EN-Y GASTRIC BYPASS DAN SLEEVE GASTRECTOMY DI RS SUMBER WARAS 2022-2023 Andhita, Rafa Hasna; Limas, Peter Ian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27259

Abstract

Obesitas didefinisikan dengan akumulasi lemak abnormal dengan nilai ambang IMT (Indeks Massa Tubuh) > 30, obesitas telah berkembang menjadi epidemi menurut WHO dengan lebih dari 4 juta orang meninggal pada tahun 2017. Bedah bariatrik merupakan salah satu pengobatan yang efektif untuk obesitas morbid. Prosedur bariatrik yang paling umum adalah adalah Sleeve Gastrectomy dan Roux-en-Y Gastric Bypass. Mengetahui perbedaan penurunan berat badan Pasca Roux-en-Y Gastric Bypass dan Sleeve Gastrectomy di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat pada tahun 2022-2023.Desain penelitian ini adalah observasional retrospektif dengan pendekatan Cohort. Besar sampel sebanyak 128 pasien yang diperoleh dari rekam medis Rumah Sakit Sumber Waras serta dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Diantara 128 pasien (LSG: usia rata-rata, 41,77 tahun; 100% perempuan; rata-rata IMT 37,26 dan RYGB: usia rata-rata, 38,53 tahun; 90,6% perempuan dan 6% laki-laki; rata-rata IMT 38,58) .Dua metode yang diuji menunjukkan signifikansi dalam penurunan berat badan dan persentase penurunannya (p < 0,05). Metode LSG memiliki tingakat korelasi 0,600,  artinya pada kategori kuat sedangkan metode RYGB memiliki  tingkatkorelasi 0,801, menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Dapat disimpulakan bahwa keduanya efektif dalam menurunkan berat badan. LSG lebih aman dengan risiko komplikasi pasca-operasi lebih rendah daripada RYGB. Namun, LSG dapat menyebabkan defisiensi zat besi dan vitamin D lebih rendah, serta kelainan kalsium dan fosfor yang lebih sedikit. Perdarahan pasca-operasi lebih jarang terjadi pada LSG. RYGB memiliki tingkat perbaikan yang tinggi pada gastroesophageal reflux. Metode Roux-en-Y Gastric Bypass (RYGB) lebih efektif dalam menurunkan berat badan pada pasien obesitas dibandingkan metode Sleeve Gastrectomy (LSG).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA MAHASISWI DI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA Gerungan, Daniella Jashlynn; Triwahyuni, Palupi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27277

Abstract

Pada umumnya seorang wanita mengalami menstruasi setiap bulan. Pada saat terjadi menstruasi kadang kala timbul rasa tidak nyaman oleh karena orang tersebut harus menggunakan pembalut untuk menampung darah dari menstruasi tersebut. Upaya menjaga kebersihan diri (personal hygiene) menjadi penting pada saat menstruasi. Maka dari itu pentingnya seorang wanita memiliki pengetahuan tentang personal hygiene saat menstruasi. Tetapi bukan hanya pengetahuan saja yang diperlukan, tetapi perilaku dalam penerapan personal hygiene saat menstruasi juga menjadi hal yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia angkatan 2023 yang berjumlah 74 orang dengan teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Ada terdapat dua variabel yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku personal hygiene saat menstruasi. Analisis data menggunakan metode univariat menunjukan hasil mayoritas mahasiswi memiliki tingkat pengetahuan baik 62,2%  dan perilaku personal hygiene yang baik 58,1%. Pada hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square menunjukan hasil yang signifikan yaitu tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada mahasiswi di Fakultas Ilmu Keperawatan (p-value = 0,070). Saran bagi peneliti selanjutnya agar meneliti perilaku personal hygiene saat menstruasi dengan dilakukan observasi secara langsung bukan melalui pemberian pernyataan di kuesioner agar hasil yang didapatkan lebih akurat.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS PURWANTORO Febiola, Sinta; Hudiawati, Dian
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27283

Abstract

Pemberian edukasi kesehatan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kejadian kecemasan pada hipertensi, hal tersebut dapat mempengaruhi kestabilan emosi yang dapat menyebabkan kecemasan akibat rasa takut karena kurangnya informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan kesehatan mempengaruhi tingkat kecemasan penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test-post-test dengan menggunakan metodologi quasi-eksperimental dan pendekatan kuantitatif. Di sini peneliti akan menggunakan strategi non-probability sampling dengan jenis sampel purposive, dengan memilih hanya 30 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak dengan total 24 (80.0%) sedangkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 6 (20.0%). Mayoritas rata-rata usia pada penelitian ini menunjukkan rata-rata memasuki kategori usia pra-lansia atau usia lansia. Mayoritas penderita hipertensi berada pada kategori tingkat 2 (60.0%). Hasil rata-rata menunjukkan terdapat penurunan tingkat kecemasan sebelum diberikan intervensi menjadi  cemas sedang dan setelah diberikan intervensi menjadi tidak cemas dengan p value 0,001 (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yakni terdapat pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap tingkat kecemasan pada penderita hipertensi.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA ANAK DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Soentpiet, Marlina G. O.; Umboh, Jootje M. L.; Tatura, Suryadi N. N.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27295

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah  penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang penyebarannya paling cepat dan insidensinya tinggi. Prevalensi penyakit dan laju penyebarannya terus meningkat, dan menjadikannya masalah kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue pada anak  di Kabupaten Minahasa Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Penelitian ini melibatkan 96 sampel dengan menggunakan rumus Lemeshow. Dalam mengukur hubungan variabel digunakan analis uji chi square. Hasil analisis bivariat menunjukkan jenis kelamin dengan kejadian Demam Dengue pada anak memiliki nilai p = 0,878, pengetahuan dengan kejadian Demam Dengue pada anak = 0,000, sikap dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak p = 0,005, dan  pelaksanaan 3M dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak dengan nilai p = 0,025. Hasil analisis multivariat ditemukan semua variabel memiliki nilai p > 0,05. Kesimpulan diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin namun terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan pelaksanaan 3M dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak di Kabupaten Minahasa Selatan dan tidak ada faktor yang paling berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue pada anak di Kabupaten Minahasa Selatan.

Page 73 of 216 | Total Record : 2155