cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN USIA IBU DENGAN KEJADIAN EKLAMPSIA Saskiah, Nur; Hamzah, Nur Rakhmah; Hasir, Julia
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27091

Abstract

Penyakit hipertensi dalam kehamilan merupakan kelainan vaskuler yang terjadi sebelum kehamilan atau timbul dalam kehamilan atau pada permulaan nifas. Eklampsia merupakan konsekuensi dari cedera otak yang disebabkan oleh pre-eklampsia. Literatur ini bertujuan untuk mengetahui terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian eklampsia. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan desain Narrative Review. Hasil yang didapatkan pada lietratur ini yaitu terdapat 8 artikel yang didapatkan dengan batasan dari tahun 2015 – 2023 dan sudah dilakukan analisis mendalam kekuatan dan keterbatasan masing-masing artikel mengenai hubungan usia ibu dengan kejadian eklampsia, 7 artikel menyebutkan terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian eklampsia, 1 artikel menyebutkan tidak terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian eklampsia, sedangkan usia tertinggi pada usia <20 tahun dan > 35 tahun. Kesimpulan dari literatur ini, terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian eklampsia.
KARAKTERISTIK PENDERITA VARICELLA DI PUSKESMAS MACCINI SAWAH MAKASSAR TAHUN 2018-2022 Siregar, M Avizena Ilhami; uniati, Lisa Y; Anastasia, Rizka; Waspodo, Nurelly N; Susanti, Maya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27109

Abstract

Varicella atau sering disebut cacar air, merupakan infeksi akibat virus Varicella Zooster (VZV) atau Human Herpes Virus – 3 (HHV – 3). Varicella sebagian besar terjadi pada anak – anak kurang dari lima tahun, infeksi varicella dapat didahului infeksi lain dengan varicella sebagai infeksi sekunder. Estimasi WHO pada 2014 memperkirakan beban penyakit varicella tiap tahunnya mencapai 4,2 juta komplikasi, termasuk 4.200 kematian. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik penderita varicella di Puskesmas Maccini Sawah Makassar pada tahun 2018 – 2022. Penelitian ini menggunakan metode berupa crosssectional yang bersifat deskriptif retrospektif dengan teknik total sampling. Data merupakan data sekunder berupa rekam medis pasien Varicella di dipusekesmas Maccini Sawah selama Tahun 2018-2022. penderita. Sebagian besar penderita varicella berusia <18 tahun dengan jenis kelamin laki – laki sebanyak 38 orang (54,3%) dan Perempuan sebanyak 32 orang (45,7%), dimana jenis pengobatan yang diberikan terbanyak adalah jenis antivirus tablet (82,9%) yang di kombinasikan dengan antipiretik (45,7%). Kesimpulan dari penelitian ini didapati bahwa Penderita varicella banyak terjadi pada usia < 18 tahun, jenis kelamin laki – laki dengan jenis pengobatan berupa antivirus tablet yang di kombinasikan dengan antipiretik.
HUBUNGAN KUALITAS FISIK LINGKUNGAN DAN DESAIN PEKERJAAN DENGAN STRES KERJA PADA KARYAWAN DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TIMUR Nugroho, Firman Cahyo; Candraning Diyanah, Khuliyah; Prawitra, Aditya Sukma
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27150

Abstract

Karyawan memiliki persepsi masing-masing terkait beban kerja dan lingkungan pekerjaannya. Jika kondisi tersebut menurut mereka tidak nyaman, akan mengarah pada kondisi stres terutama pada pekerjaan yang memiliki tanggung jawab besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas fisik lingkungan dan desain pekerjaan dengan keluhan stres kerja karyawan khususnya di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan menggunakan data primer dengan 41 responden yang diperoleh dari simple random sampling karyawan di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Variabel dalam penelitian ini meliputi kualitas fisik lingkungan (suhu, kelembapan, pencahayaan, dan kebisingan) serta desain pekerjaan (jam kerja dan beban kerja mental). Analisis data menggunakan uji chi square dan juga uji phi correlation. Didapatkan variabel yang memiliki hubungan dengan stres yaitu suhu (p value = 0,029) memiliki kuat hubungan yang rendah (0,368), jam kerja (p value = 0,010) memiliki kuat hubungan yang sedang (0,437). Beban kerja mental (p value 0,000) memiliki kuat hubungan yang tinggi (0,788). Hasil kesimpulan didapatkan bahwa di variabel kualitas fisik lingkungan yaitu suhu, dan variabel desain pekerjaan yaitu jam kerja, dan beban kerja mental memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja yang dialami pada karyawan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) RASIONAL DIMASA PANDEMI COVID-19 PADA TENAGA KESEHATAN DI RSU CUT MEUTIA LHOKSEMAWE TAHUN 2022 Harahap, Muhammad Fahrizal Fahmi; Warouw, Sonny Priajaya; Purba, Agnes
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27153

Abstract

COVID-19 menjadi masalah kesehatan masyarakat (Public Health Emergency CONCERN) di dunia. Indonesia telah melaporkan 4.26 juta kasus terkonfirmasi dan 144 ribu meninggal dunia. Di masa pandemi COVID-19, pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) mendapat perhatian khusus, terlebih di rumah sakit rujukan. Perlindungan terhadap staf rumah sakit, terutama tenaga Kesehatan, menjadi hal yang sangat penting. Hal tersebut disebabkan karena mereka terus berperang melawan COVID-19 dengan cara berhadapan langsung melayani pasienpasien COVID-19. Tujuan Penelitan ini mengetahui Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Rasional Dimasa Pandemi COVID-19 Pada Tenaga Kesehatandi RSU Cut Meutia Lhoksemawe tahun 2022. Jenis penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional. Populasi adalah tenaga kesehatan di RSU Cut Meutia sebanyak 790 tenaga kesehatan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah 89 responden. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisa data menggunakan pendekatan bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, lama kerja, pelatihan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Rasional Dimasa Pandemi COVID-19 Pada Tenaga Kesehatandi RSU Cut Meutia Lhoksemawe, umur dengan p value 0.331 >0.05. Diharapkan kepada RSU Cut Meutia meningkatkan pelayanan dengan membuat pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan dan melakukan pengawasan penggunaan APD rasional.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK Pamuji, Agung; Igiany, Prita Devy; Andriani, Rika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27157

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat membuat implementasi rekam medis elektronik (RME) menjadi penting. Teknologi informasi dalam bentuk catatan kesehatan elektronik yang digunakan untuk menyimpan dan mengambil informasi pasien menawarkan banyak keuntungan dibandingkan penggunaan kertas. Analisis kesiapan faktor-faktor implementasi RME perlu dilakukan agar implementasi RME dapat berjalan lancar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi implementasi RME. Metode penelitian ini menggunakan systematic literature review. Sumber data penelitian ini menggunakan 11 artikel yang bersumber dari database google scholar dengan rentang 2020-2023. Hasil dari penelitian ini diperoleh komponen man yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor pengguna sistem, persepsi manfaat, persepsi kemudahan, kepuasan pengguna, minat, sikap penggunaan. Komponen machine yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor kinerja, kualitas informasi, kontrol, kualitas sistem, efisiensi, layanan. Komponen money yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor ekonomi. Komponen method yang mempengaruhi implementasi RME yaitu faktor kebijakan organisasi. Komponen material yang mempengaruhi implementasi RME dalam penelitian ini belum terdapat yang mengungkapkan.
KARAKTERISTIK PASIEN ILEUS OBSTRUKSI DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR TAHUN 2019-2021 Muh Muslih Rijal, Andi; Gani, Aziz Beru; Tulak, Pither Sandy; Adnan, Endy; Erida, Berry
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27190

Abstract

Obstruksi usus dapat berupa sumbatan mekanis atau fungsional dari usus halus atau usus besar. Menurut WHO mengatakan bahwa pada tahun 2020 penyakit saluran pencernaan berada dalam 10 besar penyakit mengakibatkan kematian di dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien Ileus Obstruksi di Rumah Sakit Ibnu Sina. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, dilakukan pada bulan November 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Ileus Obstruksi Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Ileus Obstruksi Di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar terhitung sejak tanggal 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa sebagian besar usia pasien Illeus Obstruksi berada pada kategori 46-55 tahun, sebagian besar pasien Illeus Obstruksi berjenis kelamin laki-laki, berdasarkan etiologinya sebagian besar  pasien Illeus Obstruksi diakibatkan oleh adhesi. berdasarkan outcome sebagian besar pasien Illeus Obstruksi memiliki prognosis membaik, berdasarkan tatalaksana definitif sebagian besar pasien Illeus Obstruksi mendapatkan penanganan operatif, berdasarkan lama rawat inap sebagian besar pasien Illeus Obstruksi mendapatkan perawat selama 6-10 hari. Debgan demikian diharapkan penelitian ini dapat mengevaluasi jenis intervensi yang paling efektif dalam mengatasi ileus obstruktif. Evaluasi ini akan membantu dalam menentukan pendekatan pengobatan terbaik untuk pasien dengan ileus obstruktif.
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP ANGKA KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 BERDASARKAN 4 KRITERIA DIAGNOSIS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD KARSA HUSADA KOTA BATU Rohmatulloh, Vanda Rizky; Riskiyah, Riskiyah; Pardjianto, Bambang; Kinasih, Larasati Sekar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27198

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena terganggunya metabolisme kronis yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah akibat resistensi insulin. Prevalensi diabetes melitus tipe 2 mengalami kenaikan tiap tahunnya, di RSUD Karsa Husada kota Batu terjadi peningkatan pasien rawat inap pada tahun 2022 dari tahun 2021. Faktor risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2 adalah usia dan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin terhadap angka kejadian penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Karsa Husada Kota Batu. Desain penelitian ini berupa observasional cross sectional kuantitatif dengan teknik total sampling. Responden merupakan pasien rawat inap penderita diabetes melitus tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Karsa Husada Kota Batu yang berjumlah 87 pasien. Penelitian ini menggunakan data rekam medis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar penderita diabetes melitus tipe 2 adalah wanita dan berusia lebih dari 45 tahun. Berdasarkan analisis uji chi-square didapatkan p value >0,05 dan nilai korelasi sebesar 0,397 dan 0,470. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dan jenis kelamin terhadap angka kejadian diabetes melitus tipe 2 di RSUD Karsa Husada Kota Batu.
PERANAN TERAPI HIPNOSIS TERHADAP AKTIVITAS MEROKOK PADA ORANG DEWASA : SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA Verdi, Riandi; Achadi, Anhari; Pramesti, Dini Puteri Astianto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27200

Abstract

Merokok merupakan sebuah aktivitas modern yang telah menjadi gaya dan kebiasaan hidup di tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi, merokok juga menjadi sebuah penyakit dalam bidang kesehatan masyarakat yang memiliki dampak yang sangat merugikan tidak hanya dari segi finansial, namun juga dari segi kesehatan. Aktivitas merokok dapat ditangani dengan pemberian berbagai macam terapi, salah satunya adalah terapi hipnosis. Terapi hipnosis merupakan sebuah terapi dengan memberikan sugesti positif kepada seseorang untuk meningkatkan motivasi dan mengubah gaya hidup mereka menjadi lebih sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi hipnosis terhadap perokok dewasa. Tinjauan sistematis dilakukan dengan tiga database literatur, yaitu World of Science, Pubmed, dan Sage dengan analisis PRISMA. Empat artikel yang relevan dengan topik diperoleh melalui ketiga database tersebut. Terdapat perubahan signifikan pada aktivitas merokok yang terekam melalui penilaian EEG pada otak sebelum dan sesudah terapi hipnosis. Penilaian SHSS-C juga menunjukkan bahwa mereka yang memiliki skor ?7 cenderung menurunkan keinginan mereka untuk merokok. Terapi hipnosis pada sejumlah perokok juga menunjukkan kepuasan yang signifikan (95-100%) setelah terapi dilakukan kepada sejumlah perokok aktif. Akan tetapi, hasil terapi hipnosis tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan terapi CBT. Perlu adanya penelitian yang lebih dalam terapi hipnosis terhadap perokok untuk mengetahui dan meningkatkan efektivitas terapi hipnosis terhadap perokok di masa yang akan datang sehingga dapat dijadikan salah satu metode dalam menurunkan angka kegiatan merokok di masa yang akan datang.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DALAM UPAYA PENURUNAN KASUS HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRESEK Permata, Inezia; Vania, Vania; Bahari, Intan Fredika; Yakin, Moh. Niko F; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27229

Abstract

Hipertensi merupakan keadaan tekanan darah sistolik dan diastolik ? 140 dan/atau ? 90 mmHg. WHO 2021 melaporkan penderita hipertensi dunia meningkat dua kali lipat; 1,3 miliar orang dunia mengalami hipertensi. Di Asia Tenggara hipertensi mencapai 36%. Riskesdas Nasional 2018 menyatakan hipertensi di Indonesia meningkat menjadi 34,11% dan prevalensi hipertensi Provinsi Banten mencapai 29,47%. Kabupaten Tangerang salah satu yang memiliki kasus hipertensi tertinggi tahun 2018. Di Puskesmas Kresek bulan Agustus-Oktober 2023 terdapat 3,991 kunjungan, salah satunya Desa Pasir Ampo. Hasil Mini survey menunjukkan pengetahuan hipertensi pada masyarakat masih kurang. Kegiatan dilakukan untuk mengetahui masalah yang menyebabkan menetapnya kasus hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kresek. Pendekatan metode diagnosis komunitas menggunakan Paradigma Blum, dilakukan pengumpulan data melaui mini survey. Prioritas masalah ditentukan dengan teknik non-skoring Delphi. Akar penyebab masalah ditentukan dengan fishbone diagram. Data hasil intervensi menggunakan kuisioner pre-test dan post-test. Pemantauan dilakukan Plan-do-check-action (PDCA) cycle, dan pendekatan sistem. Hasil skrining hipertensi didapatkan 18 orang peserta terdiagnosis hipertensi dari 40 orang peserta. Hasil penyuluhan didapatkan 32 (80%) peserta mendapat nilai post- test > 70 dan 40 peserta dengan perwakilan 1 peserta dapat melakukan gerakan senam antihipertensi. Pendekatan diagnosis komunitas mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan jumlah kasus baru hipertensi di Puskesmas Kresek. Kata Kunci: Diagnosis Komunitas, Diagram Fishbone , Hipertensi, Paradigma Blum
THE EFFECTIVENESS OF OXYTOCIN MASSAGE ON BREAST MILK PRODUCTION OF POSTPARTUM MOTHERS AT MIDWIFERY INDEPENDENT PRACTICE (PMB) HASNA DEWI FS, AMD. KEB, SKM PEKANBARU Purwanti, Yuni; Kursani, Elmia; Warlenda, Sherly Vermita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27232

Abstract

Salah satu masalah yang dialami ibu nifas dalam pemberian ASI eksklusif adalah jumlah produksi ASI dan sekresi ASI yang tidak lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat oksitosin sebagai cara meningkatkan produksi ASI ibu pasca melahirkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain pra-eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Intervensi berupa pijat oksitosin ini dilakukan kepada 12 responden yang merupakan ibu pasca melahirkan yang melahirkan di PMB Hasna Dewi FS Pekanbaru, pada periode Juni 2023. Produksi ASI diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peningkatan produksi susu responden setelah pijat oksitosin dilakukan dari hari ke 1-3 adalah 6,50, dengan p-value 0,002 <0,05. Ada efek pijat oksitosin pada produksi susu setelah pijat oksitosin. Dapat disimpulkan bahwa pijat oksitosin efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu pasca melahirkan di PMB Hasna Dewi FS Pekanbaru tahun 2023. Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk mengedukasi ibu pasca melahirkan dan anggota keluarganya tentang pentingnya pijat oksitosin bagi ibu pasca melahirkan dalam meningkatkan produksi ASI.

Page 72 of 216 | Total Record : 2155