cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
PENGARUH PERAN PIMPINAN, LINGKUNGAN, MOTIVASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KOMITMEN BIDAN DALAM PENGGUNAAN PARTOGRAF DI RUMAH SAKIT RUANG KEBIDANAN KABUPATEN BANGKA Megawati, Megawati; Viana, Zelita; Cahyani, Regita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.12782

Abstract

Komitmen merupakan kekuatan yang mengikat seseorang untuk melakukan suatu tugas dengan baik. Oleh karena itu bidan yang memiliki komitmen yang tinggi maka akan memiliki kinerja yang baik. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh peran pimpinan, lingkungan, motivasi dan kompetensi terhadap komitmen bidan dalam penggunaan partografdi Rumah Sakit Ruang Kebidanan Kabupaten Bangka Tahun 2017. Desain penelitian menggunakan cross sectional.  Metode analisis menggunakan SmartPLS 2.0 dan dan SPSS 18.Populasi penelitian ini bidan yang menggunakan partograf di 4 Rumah Sakit sebanyak 92 orang. Hasil pengujian hipotesis dengan Structural Equation Model (SEM) dengan metode smartPLS menghasilkan temuan penelitian yaitu peran pimpinan. Total pengaruh langsung dan tidak langsung komitmen bidan sebesar 81,06%.  Lingkungan kerja merupakan faktor dominan yang sangat mempengaruhi komitmen bidan dalam penggunaan partograf. Peneliti menyarankan agar pimpinan dapat menciptakan lingkungan kerja yang ideal. Kondisi kerja yang ideal di ruang kebidanan yang utama adalah harus tersedianya alat-alat yang digunakan untuk menunjang bidan dalam menggunakan partograf seperti kertas partograf, tersedianya peralatan pertolongan persalinan dan pemeriksaan yang lengkap harus selalu tersedia dan selalu digunakan di ruang kebidanan. Total pengaruh langsung dan tidak langsung komitmen bidan sebesar 81,06%.  Lingkungan kerja merupakan faktor dominan yang sangat mempengaruhi komitmen bidan dalam penggunaan partograf. Peneliti menyarankan agar pimpinan dapat menciptakan lingkungan kerja yang ideal. Kondisi kerja yang ideal di ruang kebidanan yang utama adalah harus tersedianya alat-alat yang digunakan untuk menunjang bidan dalam menggunakan partograf seperti kertas partograf, tersedianya peralatan pertolongan persalinan dan pemeriksaan yang lengkap harus selalu tersedia dan selalu digunakan di ruang kebidanan
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA REMAJA MADYA DI SMK NEGERI 1 SEDAYU, BANTUL, YOGYAKARTA Aryanti, Riana; Pramesti, Despita; Putra, Muhammad G.A
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.12789

Abstract

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus menerus merasa sedih, Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya berlangsung hingga berminggu-minggu atau sampai berbulan-bulan. Depresi yang terjadi pada remaja membuat remaja merasa tertekan sehingga diperlukannya mekanisme penguatan dan penanganan yang dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis seperti mengkonsumsi obat anti depresan dan psikoterapi. Metode lain yang dapat dilakukan adalah pemberian dukungan atau support system sebagai penguatan positif dan regulasi diri yang salah satunya bersumber dari keluarga.keluarga memiliki pengaruh penting dalam perkembangan remaja karena keluarga merupakan lingkungan sosial pertama pada pembentukan kepribadian remaja. Dukungan keluarga merupakan sikap, Tindakan dan penerimaan keluarga terhadap remaja. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada remaja di SMK Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja usia 15-18 tahun di SMK Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Jumlah sampel yang diambil 311 siswa. Pengambilan sampel dengan Teknik proportionate stratified random sampling. Kuesioner yang digunakan untuk depresi yaitu kuesioner Patient Health Questionnaire (PHQ-9) dan kuesioner dukungan keluarga menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga. Analisis data penelitian menggunakan analisis uji spearman-rank.Karakteristik responden mayoritas laki-laki, dengan rata-rata usia 17-18 tahun. Tingkat dukungan keluarga dalam kategori tinggi sebanyak 190 responden (61,1%) dan tingkat depresi dalam kategori minimal sebanyak 158 responden (50,8%). Hasil uji analisis spearman-rank didapatkan p-value sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). hasil analisis dalam penelitian ini terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada remaja madya
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDREHE KABUPATEN NIAS BARAT Ginting, Ira Sehati Br.; Dakhi, Rahmat Alyakin; Tarigan, Frida Lina; Nababan, Donal; Syafitri, Henny; Manurung, Kesakitan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.12842

Abstract

Anemia dianggap sebagai faktor risiko dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam kehidupan ibu dan janin. Anemia di trimester (TM) I dan II tidak berhubungan dengan kejadian BBLR dan lahir preterm, sedangkan anemia di TM III mempunyai pengaruh terhadap kejadian BBLR dan lahir preterm. Di Puskesmas Mendrehe Kabupaten Nias Barat didapatkan ibu hamil trimester II bulan januari s/d September sebanyak 24 orang dan ibu hamil trimester III bulan januari s/d September sebanyak 16 orang, kemudian dilakukan pemeriksaan Hemoglobin terhadap 10 ibu hamil yang menderita anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab anemia pada ibu hamil di Wilayah Puskesmas Mandrehe Tahun 2023. Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian mix methods dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan eksplanatoris sekuensial. Sampel minimal yang diperlukan dalam penelitian ini adalah sebanyak 104 ibu hamil. Hasil Penelitian makin tua umur kehamilan pada ibu hamil, makin besar risiko anemia pada ibu hamil sebesar 0,35 kali dan bermakna secara statistik (p=0,013), makin banyak riwayat penyakit pada ibu hamil, makin besar risiko anemia pada ibu hamil sebesar 0,31 kali dan tidak bermakna secara statistik (p=0,062), makin tinggi paritas ibu hamil, makin tinggi risiko ibu hamil mengalami anemia sebesar 1,7 kali dan tidak bermakna secara statistik (p=0,306), makin muda atau tua usia ibu hamil, makin besar risiko ibu hamil mengalami anemia sebesar 0,61 kali dan tidak bermakna secara statistik (p=0,327). Ibu hamil juga diharapkan melakukan pemeriksaan ANC sejak kehamilan awal sehingga akan diketahui status anemia sejak TM I dan dapat diberikan suplementasi TTD serta konseling gizi. Disarankan kepada petugas kesehatan di Puskesmas untuk meningkatkan program pemberian suplementasi TTD dan melakukan sosialisasi kepada seluruh Masyarakat khususnya ibu hamil dan mengevaluasi kegiatan puskesmas tentang cara pemberian TTD karena angka anemia pada ibu hamil yang masih tinggi
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN INSTALASI GAWAT DARURAT RSU GMIM KALOORAN AMURANG PASCA PANDEMI COVID-19 Repi, Noviano B.; Rampengan, Novie H.; Wariki, Windy M. V.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.13343

Abstract

Di era globalisasi kepuasan pasien merupakan indicator penting rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat ketika membutuhkan pengobatan dan sebagai cerminan kualitas pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien di IGD serta faktor yang paling mempengaruhi kepuasan pasien. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Penelitian ini melibatkan 100 sampel dengan menggunakan rumus Slovin. Dalam mengukur hubungan variabel digunakan analis uji chi square. Variabel bebas penelitian ini adalah responsiveness, assurance, tangible, empathy dan reliability. Variabel terikat penelitian ini adalah kepuasan pasien. Data hasil penelitian di analisis secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan tipe perawatan pasien rawat inap dari IGD sebesar 68% sedangkan rawat jalan sebesar 32%. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (64%). Umur responden paling banyak pada range 26-35 tahun (32%). Tingkat pendidikan responden terbanyak SMA (50%) dan pekerjaan responden mayoritas IRT (32%). Hasil uji Chi-square didapatkan hubungan responsiveness dengan kepuasan p=0,000. Hubungan assurance dengan kepuasan didapatkan p=0,002. Hubungan tangible dengan kepuasan didapatkan p=0,001. Hubungan empathy dengan kepuasan didapatkan p=0,000. Hubungan reliability dengan kepuasan didapatkan p=0,000. Hasil uji regresi  menunjukkan semua variabel memiliki nilai p > 0,05. Terdapat tiga variable yang paling berpengaruh yaitu empathy, responsiveness dan reliability. Kesimpulan, terdapat hubungan antara faktor responsiveness, assurance, tangible, empathy dan reliability dengan kepuasan pasien IGD RS GMIM Kalooran Amurang. Oleh karena itu diharapkan Rumah Sakit dapat meningkatkan lagi kualitas pelayanan khusunya empathy/sikap peduli oleh dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya yang bekerja di IGD RSU GMIM Kalooran Amurang.
ANALISIS PERAN KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II MANADO DALAM PENGEMBANGAN HEALTH TOURISM DI SULAWESI UTARA Sumual, Brian Julius; Manampiring, Aaltje E.; Ratag, Gustaaf A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health tourism perjalanan wisata dengan motivasi kesehatan yang hakekatnya dilakukan sehubungan dengan kesehatan. Health tourism sudah termasuk di dalam UU nomor 10 tahun 2009. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Kesehatan mengidentifikasi Sulawesi Utara sebagai destinasi super prioritas tahun 2019. Manado memiliki potensi pariwisata untuk mendukung program pemerintah di sektor pariwisata termasuk kesehatan pariwisata. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melihat studi kasus tentang potensi kesehatan pariwisata dengan menggunakan instrumen wawancara mendalam kepada 8 informan dengan teknik non random purposive sampling. Hasil penelitian yaitu health tourism adalah seseorang yang melakukan perjalanan untuk berwisata dan memanfaatkan fasilitas kesehatan disuatu daerah atau negara. Peran KKP Kelas II Manado terhadap pengembangan health tourism sangat penting, karena merupakan pintu masuk suatu wilayah. KKP telah melaksanakan pengawasan, pencegahan dan respon serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Hambatan, masih kurang koordinasi untuk menghasilkan regulasi atau kebijakan terkait health tourism, ketersediaan infrastruktur dan fasilitas kesehatan, masih kurang SDM, serta sebagian besar rumah sakit belum terstandarisasi akreditasi internasional. Strategi dalam pengembangan health tourism melakukan tugas dan fungsi sesuai topoksi, peningkatan SDM, menyusun regulasi dan kebijakan antar lintas sektor, bekerjasama dengan stekeholder, pengembangan media promosi. Solusi pengembangan health tourism: membuat regulasi sehingga terjadi kolaborasi, peningkatan infrastruktur, menjalin koordinasi, peningkatan kompetensi keterampilan, meningkatkan promosi health tourism dan merangkul keterlibatan stakeholder dan menciptakan daerah ramah lingkungan.  Kesimpulan, pengetahuan tenaga kesehatan tentang health tourism baik. Faktor-faktor menghambat dalam pengembangan health tourism, kerjasama dan koordinasi lintas sektoral masih terkotak-kotak, protokol health tourism, regulasi, ketersediaan fasilitas kesehatan, promosi, ketersedian tenaga kesehatan masih belum memadai dalam mendukung health tourism. Upaya dan strategi yang dilakukan dalam pengembangan health tourism bekerja pada fungsi dan tupoksi masing-masing sesuai dengan SOP, regulasi yang berfokus pada health tourism, pelatihan terkait guna menambah wawasan dan keterampilan, serta sarana dan prasarana yang mendukung baik dari kesehatan maupun pariwisata lebih ditingkatkan, ditunjang dengan menciptakan lingkungan pariwisata yang aman, sehat dan bersahabat bagi para wisatawan.
ANALISIS LINGKUNGAN FISIK RUMAH SEHAT PANTI ASUHAN AL-IKHLAS KELURAHAN PEMATANG KAPAU Susanti, Nurvi; Harnani, Yessi; Rasyid, Zulmeliza; Hasrianto, Nofri; Redho, Ahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.22187

Abstract

Panti asuhan adalah suatu lembaga pelayanan sosial yang didirikan oleh pemerintah maupun masyarakat, yang bertujuan untuk membantu atau memberikan bantuan terhadap individu, kelompok masyarakat dalam upaya memenuhi kebutukan masyarakat. Untuk memberikan rasa nyaman penghuninya perlu adanyan rumah, keberadaan perumahan yang sehat, aman, serasi, teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik, sehingga seluruh anggota keluarga dapat beraktifitas secara produktif (Muslim, 2020). Berdasarkan survei awal peneliti kondisi lingkungan fisik rumah panti asuhan belum sesuai standar rumah sehat: seperti ruangan yang pengap, kamar yang sempit, lantai kamar mandi yang licin jumlah penghuni yang tidak sesuai dengan standar rumah sehat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis lingkungan fisik rumah sehat panti asuhan Al Ikhas. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Informen dalam penelitian ini terdiri dari 1 informen pendukung , 3 informen utama dan 1 informen kunci. Lokasi penelitian Jl. Kapau Sari Raya RT 03 RW 07 Kelurahan Pematang Kapau Kecamatan Kulim Pekanbaru. Alat ukur yang digunakan berupa pedoman wawancara dan lembaran observasi. Analisis penelitian yang digunakan adalah Triangulasi data. Berdasarkan Hasil wawancara, dan observasi lingkungan fisik panti asuhan Al Ikhlas  dari 14 komponen lingkungan fisik rumah sehat panti asuhan 8 komponen yang ada (57%) , 3 komponen (21%) tidak ada. Selanjutnya yang sesuai standar sebanyak 3 komponen (21%) (Pencahayaan,kualitas udara, ventilasi) dan tidak sesuai standar 8 komponen (57%) (Bangunan, limbah, kepadatan hunian (kamar tidur), dapur, kamar mandi).
BARRIERS TO THE IMPLEMENTATION OF THE YOUTH POSYANDU PROGRAM Dewi, Eltanin Kumala; Jati, Sutopo Patria; Suryoputro, Antono
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.22376

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis hambatan-hambatan yang ada dalam pelaksanaan Posyandu Remaja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis (SLR) untuk mensintesis temuan penelitian mengenai hambatan-hambatan pada Posyandu Remaja. Tinjauan ini mengikuti proses lima langkah yang terstruktur, dimulai dengan merumuskan pertanyaan penelitian dan fokus pada studi-studi relevan dari tahun 2019 hingga 2023. Proses ini melibatkan identifikasi, pemilihan, dan evaluasi artikel menggunakan basis data Google dan Google Scholar, serta perangkat lunak Publish or Perish untuk strategi pencarian. Kriteria utama mencakup publikasi dalam bahasa Indonesia, aksesibilitas teks lengkap, dan relevansi dengan tema hambatan pada Posyandu Remaja. Seleksi akhir mencakup 10 artikel yang memenuhi kriteria ini, memastikan analisis yang komprehensif tentang topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinjauan literatur terbaru mengenai program Posyandu Remaja mengungkapkan beberapa tantangan signifikan yang menghambat efektivitasnya. Masalah utama meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya keterlibatan pemangku kepentingan, dan dukungan serta infrastruktur yang tidak memadai. Dampak anemia pada remaja, terutama selama pandemi Covid-19, menyoroti perlunya intervensi kesehatan yang terarah. Untuk meningkatkan program Posyandu Remaja, pendekatan komprehensif diperlukan, dengan fokus pada peningkatan alokasi sumber daya, peningkatan keterlibatan pemangku kepentingan, dan penanganan masalah kesehatan spesifik seperti anemia. Penelitian dan evaluasi program yang berkelanjutan sangat penting untuk mengatasi hambatan-hambatan ini dan memastikan keberhasilan inisiatif kesehatan ini.
HUBUNGAN RIWAYAT PENGGUNAAN KB HORMONAL DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA Mirasari, Nenccy; Jayanti, Ratna Dwi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.23066

Abstract

Preeklampsia masih menjadi masalah utama dan penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal di Indonesia. Preeklampsia merupakan salah satu masalah berupa hipertensi dalam kehamilan. Disisi lain Pemerintah juga menggalakkan KB sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Hal tersebut menjadi suatu dilemma dimana KB khususnya KB hormonal merupakan salah satu faktor risiko daripada preeklampsia. Literatur review yang dilakukan mencoba untuk menjelaskan hubungan antara riwayat penggunaan KB hormonal dengan kejadian preeklampsia. Literature review dilakukan dengan mereview artikel dari jurnal bereputasi yang membahas korelasi antara KB hormonal dengan kejadian preeklampsia yang didapatkan melalui database google scholar dan pubmed. Dari sembilan jurnal yang telah di review empat jurnal menyatakan terdapat hubungan antara penggunaan KB hormonal dengan kejadian preeklampsia. Satu jurnal lebih spesifik menjelaskan bahwa penggunaan kontrasepsi oral pada masa perikonsepsi, memiliki korelasi yang lemah hingga moderat terhadap kejadian preeklampsia. Dua jurnal yang direview menyatakan bahwa penggunaan KB hormonal justru menurunkan faktor resiko preeklampsia.  Terdapat dua jurnal yang direview menyatakan tidak terdapat hubungan antara penggunaan KB hormonal dengan preeklampsia. Dari penelitian-penelitian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa KB hormonal tidak selalu memiliki hubungan dengan preeklampsia. Namun, faktor-faktor lain diluar penggunaan KB hormonal juga memiliki pengaruh terhadap kejadian preeklampsia diantaranya riwayat hipertensi, preeklamsi, diabetes melitus, usia, paritas. Selain itu, secara spesifik lama penggunaan KB hormonal, dosis dan jenis KB hormonal juga mempengaruhi terjadinya preeklampsia. Perlu dilakukan penelitian lanjutan agar dapat diketahui jenis, dosis, dan lama penggunaan KB hormonal yang tepat sehingga tidak menyebabkan terjadinya preeklampsia.
UJI AKTIVITAS FIBRINOLITIK EKSTRAK ETIL ASETAT BAKTERI YANG BERASAL DARI LIMBAH CAIR RUMAH POTONG AYAM (RPA) DI KARANGANYAR Ardina, Duanty Indi; Indrayati, Ana; Pramukantoro, Ganet Eko
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.24634

Abstract

Atherothrombosis adalah penyakit yang terjadi akibat tersumbatnya bekuan darah (trombus) pada pembuluh darah (arteri). Salah satu pengobatan untuk aterotrombosis dapat berupa fibrinolitik. Agen fibrinolitik dapat berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroba. Tujuannya untuk mengetahui ekstrak metabolit sekunder bakteri limbah cair RPA yang mempunyai aktivitas fibrinolitik. Tiga isolat bakteri berhasil diisolasi dari limbah cair RPA. Hasil identifikasi bakteri menunjukkan bahwa bakteri limbah cair RPA merupakan bakteri gram positif pada koloni A dan B, bakteri gram negatif pada koloni C. Hasil uji SIM, sitrat, katalase, dan koagulase menunjukkan 2 dari 3 koloni menunjukkan hasil positif. . Ekstrak tersebut disaring fitokimianya dan hasilnya menunjukkan 3 koloni positif mengandung flavonoid. Konsentrasi yang paling efektif dalam melisiskan bekuan darah adalah konsentrasi 80% dengan persentase 55,04% pada koloni A.
PENGARUH OBESITAS SENTRAL TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEGAWAI PEREMPUAN DI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA Ningtiyas, Tabita Sri Wahyu; Kristanti, Melly; Nurcita, Boenga; Hadiwiardjo, Yanti Harjono
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.25413

Abstract

Peningkatan perempuan dalam dunia kerja menimbulkan peningkatan kelelahan kerja. Permasalahan kelelahan kerja lebih beresiko tinggi terjadi pada perempuan. Faktor pemicu perempuan lebih beresiko mengalami kelelahan akibat status gizi obesitas sentral yang sering terjadi pada perempuan. Obesitas sentral mengakibatkan penurunan oksigen yang masuk ke tubuh sehingga menimbulkan kelelahan. Faktor lain yang memicu kelelahan yaitu usia, masa kerja dan beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh obesitas sentral dan faktor paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada pegawai perempuan di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional teknik random sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 36 pegawai perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran lingkar perut, kuesioner NASA-TLX, FAS dan masa kerja. Analisis statistik pada penelitian ini menggunakan uji regresi logistik. Pada penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang siginifikan antara obesitas sentral (p=0,002), usia (p= 0,011), masa kerja (p=0,011) dan beban kerja (p=0,030) terhadap kelelahan kerja. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara obesitas sentral terhadap kelelahan kerja setelah dikontrol oleh variabel usia, masa kerja dan beban kerja. Penelitian ini menemukan bahwa beban kerja yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja dengan atau tanpa obesitas sentral pada pegawai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa obesitas sentral berpengaruh terhadap kelelahan kerja, namun beban kerja yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja karena beban kerja yang tinggi memicu seseorang mengalami kelelahan. Maka dari itu perlu evaluasi terkait beban kerja pada pegawai perempuan di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.

Page 75 of 216 | Total Record : 2155