cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpds.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpds.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial
ISSN : -     EISSN : 26552469     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) is a journal focused on articles of research and community service in the field of social science (Ideology, Citizenship, Human Geography, History, Social Studies, Sociology, Politics, Education and Humaniora).
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 10 Documents clear
PENERAPAN KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI PARIWISATA PADA DESTINASI RAJA AMPAT Ridwan, Masri; Musawantoro, Muhammad; Eppang, Buntu Marannu; Sujawoto, Fitra Ananta; Kasim, Muh; Amirullah, Amirullah; Sianipar, Christina Indriani
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p11-25

Abstract

IMPLEMENTATION OF ESSENTIAL CONCEPT OF GEOGRAPHY TOURISM IN RAJA AMPAT, INDONESIAThis study aims to analyze the availability of essential concepts as materials for Tourism Geography courses through the use of Raja Ampat, Southwest Papua Province as a tourist destination. This research was operated with a qualitative approach, with interviews with local tour guides, surveys, and observations of geosite locations and literature review. The results of the research include: 1) the concept of location (absolute and relative), distance, pattern, affordability, morphology, and spatial relationships, 2) obtained spatial data with attributes of 29 geosite locations and three models of tourist movement in Raja Ampat destinations; 3) availability of materials in accordance with the final achievement needs of students of the Department of Travel and Department of Tourism Destinations at Makassar State Tourism Polytechnic. Developing a contextual textbook on Raja Ampat tourism geography is recommended as a reference book supplement.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan konsep esensial sebagai bahan materi mata kuliah Geografi Pariwisata melalui pemanfataan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya sebagai daerah tujuan wisata. Penelitian ini dioperasikan dengan pendekatan kualitatif, dengan wawancara kepada pemandu wisata setempat, survei, dan observasi lokasi geosite serta kajian pustaka. Hasil penelitian diantaranya: 1) konsep lokasi (absolute dan relatif), jarak, pola, keterjangkauan, morfologi, dan keterkaitan ruang, 2) data spasial dengan atribut 29 lokasi geosite serta tiga model pergerakan wisatawan di destinasi Raja Ampat; 3) ketersediaan materi sesuai dengan kebutuhan capaian akhir mahasiswa Jurusan Perjalanan dan Jurusan Destinasi Pariwisata di Politeknik Pariwisata Negeri Makassar. Pengembangan buku ajar kontekstual tentang Geografi Pariwisata Raja Ampat direkomensadikan sebagai suplemen buku referensi.
PENGARUH GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA ARTICULATE STORYLINE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI Rivaldi, Cintya Fandani; Sahrina, Alfi; Rosyida, Fatiya; Wiwoho, Bagus Setiabudi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p26-37

Abstract

THE EFFECT OF ARTICULATE STORYLINE ASSISTED GUIDED DISCOVERY LEARNING ON STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITY IN LEARNING GEOGRAPHYCritical thinking is a skill that must be honed and developed in 21st-century learning because it is useful in studying and solving problems that arise. Based on its advantages, the Guided Discovery Learning model is able to improve the ability to think critically. On the other hand, the use of articulate storyline media is able to clarify the information or message conveyed so that it can facilitate the learning process. The purpose of this study was to determine the effect of Guided Discovery Learning assisted by articulate storyline media on students' critical thinking skills in geography learning. The research design used a Quasi-Experimental design with a post-test-only group design. The research subjects included students of grade X5 and grade X6, with experimental class (class X5) and control class (class X6). The determination of the class is done by means of Random Sampling through a lottery. The results showed that the mean value of the post-test of critical thinking skills of experimental class students with Guided Discovery Learning model treatment assisted by articulate story media was higher (86.09) than the control class (79.87). The results of hypothesis testing with an independent sample test showed a significance value of 0.000 less than 0.05. These results prove that the Guided Discovery Learning model, assisted by articulate storyline media, has a positive impact on students' critical thinking skills. There are other findings in this study, namely the stimulus and proof stages as the most dominant stages affecting critical thinking skills.Pemikiran yang kritis menjadi suatu keterampilan yang harus diasah dan dikembangkan dalam pembelajaran abad 21, karena berguna dalam mengkaji dan menyelesaikan permasalahan yang muncul. Berdasarkan keunggulan yang dimilikinya, model Guided Discovery Learning mampu meningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis. Disisi lain, penggunaan media articulate storyline mampu memperjelas informasi atau pesan yang disampaikan, sehingga dapat memperlancar proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Guided Discovery Learning berbantuan media articulate storyline terhadap kemampuan berpikir kritis bagi siswa pada pembelajaran geografi. Desain penelitian menggunakan rancangan Quasi Experimental with post-test only group design. Adapun subjek penelitian meliputi siswa kelas X5 dan kelas X6, dengan kelas eksperimen (kelas X5) dan kelas kontrol (kelas X6). Penentuan kelas tersebut dilakukan dengan cara random sampling melalui undian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rerata post-test kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen dengan perlakuan model Guided Discovery Learning berbantuan media articulate storyline lebih tinggi (86.09) dibandingkan kelas kontrol (79.87). Hasil uji hipotesis dengan independent sample test memperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0.000 kurang dari 0.05. Hasil tersebut membuktikan bahwa model Guided Discovery Learning berbantuan media articulate storyline berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Terdapat temuan lain pada penelitian ini, yaitu tahapan stimulus dan pembuktian sebagai tahapan yang paling dominan mempengaruhi kemampuan berpikir secara kritis.
SOSIALISASI SERTA PEMBINAAN KULINER DAN NON KULINER KEPADA MASYARAKAT DI KELURAHAN TUNJUNGSEKAR Rifandhana, Raditya Feda; Pradana, Richo Surya; Susianto, Susianto; Dwiningrum, Wiki; Laksono, Agung Budi; Prasetyo, Ivan
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p1-10

Abstract

SOSIALIZATION AND MENTORSHIP IN THE ASPECTS OF CULINARY AND NON-CULINARY FOR COMMUNITY ON TANJUNGSEKAR, INDONESIANThis community service aims to provide knowledge about business permits and online marketing to culinary and non-culinary business actors. The service method involves communicating with the community and sub-district heads in Tunjungsekar Village. This approach is integrated as a learning and practice method, which includes online marketing theory and business license theory, as well as direct practice of online marketing via social media and business license registration via OSS Online. The results of this service include increasing the knowledge and experience of business actors, socializing online marketing, and registering business permits in 2022. The results of this service are expected to increase income for culinary and non-culinary business actors (laundry services).Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyediakan pengetahuan tentang ijin usaha dan pemasaran online kepada pelaku usaha kuliner dan non-kuliner. Metode pengabdian melibatkan pendekatan komunikasi kepada masyarakat dan kepala kelurahan di Kelurahan Tunjungsekar. Pendekatan ini diintegrasikan sebagai metode pembelajaran dan praktek, yang mencakup teori pemasaran online dan teori ijin usaha, serta praktek langsung pemasaran online melalui media sosial dan pendaftaran ijin usaha melalui OSS Online. Hasil dari pengabdian ini meliputi peningkatan pengetahuan dan pengalaman pelaku usaha, sosialisasi pemasaran online, pendaftaran ijin usaha Tahun 2022. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha kuliner dan non-kuliner (jasa laundry).
PERANG PEREBUTAN IRIAN BARAT: SEBUAH TINJAUAN HISTORIS Putra, Doly Andhika; Ghazalie, Ghazalie
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p66-76

Abstract

THE WAR FOR WESTERN IRIAN: A HISTORICAL OVERVIEWThis paper aims to provide a comprehensive understanding of the political, military, and diplomatic dynamics surrounding the struggle of West Irian, with a specific focus on its integration into the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). The research details the agreements between Indonesia and the Netherlands concerning West Irian, observing not only the international diplomatic aspects of that era but also initiating discussions on the contemporary relevance of this issue. This study employs a critical historical method in the process of data collection. The heuristic stages involve discovering and collecting various information sources related to the research theme. The study's findings indicate that the combination of local resistance, diplomacy, and the spirit of Indonesian nationalism effectively ended Dutch domination and integrated West Irian into the archipelago. This highlights the importance of sovereignty and territorial integrity for a nation.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika politik, militer, dan diplomatik yang melingkupi perebutan Irian Barat, dengan fokus khusus pada integrasi Irian Barat ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Penelitian ini merinci perjanjian-perjanjian antara Indonesia dan Belanda mengenai Irian Barat, dengan mengamati tidak hanya aspek-aspek diplomatik internasional pada masa itu, tetapi juga menginisiasi diskusi mengenai relevansi kontemporer dari masalah ini. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis dalam proses pengumpulan data. Tahapan heuristik melibatkan penemuan dan pengumpulan berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan tema penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi antara perlawanan lokal, diplomasi, dan semangat nasionalisme Indonesia secara efektif mengakhiri dominasi Belanda dan mengintegrasikan Irian Barat ke dalam wilayah nusantara. Hal ini menyoroti pentingnya kedaulatan dan integritas teritorial bagi sebuah negara.
IMPLEMENTASI CCTV ONLINE UNTUK MENINGKATKAN PEMANTAUAN FASILITAS WARGA BANJAR SAMPALAN Rudiastari, Elina; Atmaja, I Made Ari Dwi Suta; Bawa, I Gusti Ngurah Bagus Catur; Indah, Komang Ayu Triana; Sukerti, Gusti Nyoman Ayu; Astawa, I Nyoman Gede Arya
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p77-84

Abstract

IMPLEMENTATION OF ONLINE CCTV TO IMPROVE MONITORING OF BANJAR SAMPALAN RESIDENTS' FACILITIESSampalan Hamlet is a tourist destination where many facilities and infrastructure have begun to be built. The problems faced by the Sampalan Traditional Banjar are that there is no supervision of the routes around the Banjar area, there is no documentary evidence that can be used to analyze accidents that occur around the Banjar, there is no supervision to avoid acts of theft at the temple and there is no supervision of the social activities of residents which was carried out in Banjar. The solution offered in this community service activity for the problems experienced is the installation of CCTV. This service activity aims to help access monitoring and supervision of the Banjar area to increase the security and comfort of residents and visiting tourists. This method of implementing community service activities is implemented into three main stages, namely preparation, implementation and evaluation. The results of the evaluation through a questionnaire resulted in 71.4 percent of residents stating that the installed CCTV was very useful, and 50 percent of residents stated that the presence of CCTV greatly facilitated monitoring and supervision around the Banjar.Dusun Sampalan merupakan destinasi wisata dimana fasilitas serta infrastruktur sudah mulai banyak dibangun. Permasalahan yang dihadapi Banjar Adat Sampalan yaitu belum adanya pengawasan terhadap jalur disekitar areal Banjar, tidak adanya bukti dokumentasi yang dapat digunakan untuk menganalisa peristiwa kecelakaan yang terjadi di sekitar Banjar, tidak adanya pengawasan untuk menghindari tindakan pencurian di pura serta tidak adanya pengawasan terhadap aktivitas sosial warga yang dilakukan di Banjar. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk permasalahan yang dialami adalah pemasangan CCTV. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membantu akses monitoring dan pengawasan areal Banjar sehingga meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga serta wisatawan yang berkunjung. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diimplementasikan menjadi tiga tahapan utama yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil evaluasi melalui kuisioner menghasilkan 71,4 persen warga menyatakan CCTV yang terpasang tersebut sangat bermanfaat serta 50 persen warga menyatakan bahwa adanya CCTV sangat mempermudah monitoring dan pengawasan di sekitar Banjar.
PERAN ROLE MODEL DALAM EDUKASI PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) DI LINGKUNGAN SEKOLAH Ihsan, Nadhifa Imara; Dida, Susanne; Lusiana, Elnovani
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p85-93

Abstract

THE ROLE OF ROLE MODELS IN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS) EDUCATION IN SCHOOLSPangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) is one of the main sources of food when children are at school. The high consumption among school children makes PJAS important from a hygiene perspective, the materials used must be free from hazardous substances, and also safe for children to consume. Regarding education regarding safe PJAS, it has become a shared responsibility starting from stakeholders such as the Health Service, Community Health Center, POM Agency, Teachers, PJAS Traders, to parents to jointly provide education on safe PJAS, especially for children. This research aims to see how the role of School PJAS Cadres plays in providing education about safe PJAS in the school environment, as well as how students behave regarding this PJAS education. The type of research is qualitative with data analysis carried out descriptively by conducting in-depth interviews with sources. The researcher is the main instrument in this research who carries out data collection and analysis. The sources for this research were teachers, little doctors, students at SDN 1 Banjar and local PJAS traders. The research results show that the PJAS program at SDN 1 Banjar is running because of the contribution of PJAS cadres, namely teachers and little doctors, in socializing PJAS in the school environment through extracurricular activities, classroom learning and socialization with traders. Role models have an important role in providing examples to other students. Little doctors have a role in socializing safe PJAS to their peers.Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) merupakan sebagai salah satu sumber makanan utama ketika anak sedang berada di sekolah. Tingginya konsumsi di kalangan anak sekolah membuat PJAS ini menjadi penting dari sisi kebersihan, bahan yang digunakan harus bebas dari bahan berbahaya, dan juga aman di konsumsi anak. Terkait dengan edukasi mengenai PJAS aman sudah menjadi tanggung jawab bersama mulai dari pemangku kepentingan seperti Dinas Kesehatan, Puskesmas, Badan POM, Guru, Pedagang PJAS, hingga orang tua untuk sama-sama memberikan edukasi PJAS aman terutama untuk anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peran Kader PJAS Sekolah berperan dalam memberikan edukasi mengenai PJAS aman di lingkungan sekolah, juga bagaimana perilaku murid terkait edukasi PJAS ini. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan analisis data dilakukan secara deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam dengan narasumber.Peneliti merupakan Instrumen utama dalam penelitian ini yang melakukan pengumpulan data hingga analisis. Narasumber penelitian ini adalah Guru, Dokter cilik, murid SDN 1 Banjar dan pedagang PJAS sekitar. Hasil penelitian menunjukan bahwa program PJAS di SDN 1 Banjar berjalan karena adanya kontribusi dari kader PJAS yaitu guru dan Dokter cilik dalam mensosialisasikan PJAS di lingkungan sekolah melalui kegiatan ekskul, pembelajaran di kelas hingga sosialisasi dengan pedagang. Role model memiliki peran penting dalam memberikan contoh kepada murid lainnya, Dokter cilik berperan untuk mensosialisasikan PJAS aman kepada teman-teman sebayanya.
MITIGASI LEARNING LOSS PASCA PANDEMI COVID-19 MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERDIFERENSIASI Hibban, Muhammad Arkan; Pramono, Didi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p38-52

Abstract

LEARNING LOSS MITIGATION AFTER THE COVID-19 PANDEMIC THROUGH PROJECT-BASED LEARNING DIFFERENTIATION LEARNING MODELCOVID-19's existence in Indonesia has led to several new issues, particularly in education, one of which is students' learning loss. This study aims to analyze how teachers mitigate learning loss and identify the impact of implementing project-based learning differentiation learning models. The methodology employed in this study takes a qualitative approach, combining primary data sources from interviews and observations along with secondary data from written sources such as books and journal articles. As a validity test for this study, source triangulation with narrative data presentation was used. Changes in learning settings induced by the COVID-19 pandemic have resulted in learning loss in students, thus teachers must act immediately using creative learning models to reduce it. Students receive advantages from implementing this project-based learning differentiation methodology in terms of psychological outcomes. The real impact felt by students such as learning more fun, being motivated in class, and feeling comfortable during the learning process is considered to be able to mitigate the occurrence of learning loss in students at SMAN 11 Semarang.Hadirnya COVID-19 di Indonesia membuat munculnya berbagai permasalah baru, tak terkecuali pada bidang pendidikan dimana terdapat istilah baru pada siswa yaitu learning loss. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana guru melakukan mitigasi learning loss dan mengidentifikasi dampak implementasi model pembelajaran project based learning berdiferensiasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan sumber data wawancara dan observasi sebagai data primer serta dokumentasi, buku, dan artikel jurnal sebagai data sekunder. Uji validitas penelitian ini menggunakan tiranggulasi sumber dengan penyajian data berupa naratif. Perubahan kondisi belajar karena pandemi COVID-19 kemarin hingga saat ini menimbulkan terjadinya learning loss pada siswa, hingga guru harus bertindak cepat dengan mengimplementasikan model pembelajaran project based learning berdiferensiasi sebagai cara untuk mitigasi terjadinya learning loss pada siswa. Penggunaan model pembelajaran ini menunjukan perubahan psikologi dari siswa. Adanya dampak nyata yang dirasakan oleh siswa seperti belajar lebih menyenangkan, termotivasi dalam pembelajaran di kelas, dan merasa nyaman ketika proses pembelajaran dirasa mampu memitigasi terjadinya learning loss pada siswa di SMAN 11 Semarang.
PROFIL KETERAMPILAN KOMUNIKASI BAHASA INGGRIS PRAMUSAJI CAFE DI DESA WISATA, BALI Pastini, Ni Wayan; Darmayasa, Darmayasa; Lilasari, Luh Nyoman Tri; Geria, Anak Agung Gede Oka
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p94-103

Abstract

ENGLISH COMMUNICATION SKILLS PROFILE OF CAFE WAITRESSES IN TOURIST VILLAGES, BALIThe objective of this study was to present the profile of English communication skills among servers in Bali. The research employs the phenomenological method and involves 30 participants working as waiters in restaurants and cafes in the Tourism Village of Ubud and Celuk, Gianyar Regency, Bali. The data collection techniques used in this study are interviews and observations. Interview and observation guides are used to reveal the servers' English communication profiles. The data collected were analysed using data reduction, presentation, and conclusion-drawing techniques. The study findings suggest that servers' English communication skills encompass personal, regulatory, interactional, formative, imaginative, and instrumental functions in various situational contexts. The findings support existing theories, provide insight into research in similar contexts, and inform tourism and hospitality industry policymakers.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap profil kemampuan komunikasi bahasa inggris pramusaji di Bali. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah pramusaji restoran dan cafe yang berada di Desa Wisata Ubud dan Celuk, Kabupaten Gianyar, Bali sebanyak 6 partisipan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Sementara instrumen yang digunakan untuk mengungkap profil komunikasi bahasa inggris pramusaji adalah panduan wawancara dan observasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa profil kemampuan komunikasi bahasa inggris pramusaji mencakup fungsi personal, regulator, interaksional, formatif, imajinatif, dan instrumental terlihat dalam berbagai konteks situasional. Temuan ini mempertegas teori yang ada sekaligus memberikan wawasan terhadap penelitian dalam konteks serupa serta para pemangku kebijakan di industri pariwisata dan perhotelan.
MODAL SOSIAL PEDAGANG GULAI TIKUNGAN BLOK M SEBAGAI UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI KULINER LEGENDARIS KOTA JAKARTA Muzhaffar, Muhammad Naufal; Wijaya, Atika
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p53-65

Abstract

SOCIAL CAPITAL OF GULAI TIKUNGAN BLOK M TRADERS AS AN EFFORT TO MAINTAIN THE EXISTENCE OF A LEGENDARY CULINARY IN JAKARTASouth Jakarta, especially Blok M, is famous for its various culinary delights. One street food center has its own characteristics, namely gulai tikungan (gultik). Gultik sellers has a uniqueness where sellers sell the same type of food (gultik) in the same areas, even next to each other. This culinary street is also a legendary place because it has been around since the 1980s and still exists. This article aims to explain the strength of the social capital of gultik sellers as the effort to maintain their existence as a culinary legend in Jakarta. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques used in this research is observation, interviews and documentation. This study uses a qualitative method. The subjects of this study are the gultik business actors. The results show that gultik sellers maintain social capital with various parties, such as with fellow gultik sellers, the government, and other types of street food sellers. The social capital of gultik sellers can be seen from solidarity, colective cash, selling price, recipes, and cooperation between sellers during busy times. Social capital with the government is can be seen in cleaning sidewalks, paying for cleaning service staffs, and donating for local government events. Social capital with other street food sellers can be seen in their mutual cooperation and QRIS payments. Even though it is not easy, gultik sellers have proven that collaboration with various parties through trust, norms and networks can be a solid foundation for them to maintain the continuity of their business.Kawasan Jakarta Selatan, khususnya Blok M terkenal dengan berbagai macam kulinernya. Terdapat salah satu pusat kuliner kaki lima yang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu gulai tikungan (gultik). Pedagang gultik memiliki keunikan dimana para pedagang menjual jenis dagangan makanan yang sama (gulai) di area yang berdekatan, bahkan bersebelahan satu sama lain. Kuliner kaki lima ini juga merupakan salah satu tempat yang legendaris karena sudah berdiri sejak tahun 1980-an dan masih eksis hingga saat ini. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kekuatan modal sosial para pedagang gultik dalam upaya mempertahankan eksistensi mereka sebagai kuliner legendaris di Kota Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah para pelaku usaha gultik Blok M. Hasil penelitian menujukkan bahwa para pedagang gultik menjalin modal sosial yang erat dengan berbagai pihak yaitu dengan sesama pedagang, pemerintah, dan PKL jenis lain. Modal sosial sesama pedagang gultik terlihat dari kekompakan, uang kas, harga jual, resep, dan kerja sama antar pedagang di jam ramai. Modal sosial dengan pemerintah terjalin dalam kerja bakti membersihkan trotorar, uang kebersihan, dan sumbangan konsumsi untuk acara-acara pemerintah setempat. Modal sosial dengan PKL lain ditunjukkan dari sikap saling membantu, dan pembayaran QRIS. Meskipun tidak mudah, namun para pedagang gultik membuktikan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak melalui kepercayaan, norma, dan jaringan dapat menjadi tumpuan kokoh bagi mereka untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya.
REPRODUKSI MITOS DALAM TRADISI MANDI PADA MALAM JUMAT KLIWON DI SITUS BALEKAMBANG Martanti, Nadia Luki; Brata, Nugroho Trisnu
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v7i1p104-115

Abstract

REPRODUCTION OF MYTHS IN THE TRADITION OF BATHING ON FRIDAY NIGHT KLIWON AT THE BALEKAMBANG SITEThe people of Sidorejo Village believe in the myth of Kliwon Friday night bathing at the Balekambang site. Myths that were previously feared by society are now being rearranged and updated to produce change. The purpose of writing the article is to analyse the process of commodification of the Balekambang Site myth being reproduced for the economic benefit of the community and to analyze the economic-social changes that have occurred in the Sidorejo Village community. The research method used is qualitative. The subjects of this research are the people at the Balekambang Site, Sidorejo Village. Data collection techniques in this research are observation, interviews, and documentation. The results of this research show that the reproduction process of the bathing myth on Kliwon Friday night is carried out by making the myth into a commodity, then distributing it by carrying out construction around the site. When taking a bath, which previously required burning offerings or incense, now you only need to say your wishes in your heart. The changes experienced by the community are related to increasingly diverse livelihoods and positive interactions to attract as many visitors as possible.Masyarakat Desa Sidorejo memiliki kepercayaan pada mitos mandi malam Jumat Kliwon di Situs Balekambang. Mitos yang dahulu ditakuti oleh masyarakat saat ini ditata kembali dan diperbaharui sehingga menghasilkan perubahan. Tujuan dari penulisan artikel untuk menganalisis proses komodifikasi mitos Situs Balekambang direproduksi untuk kepentingan ekonomi masyarakat dan mengalisisis perubahan ekonomi-sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Sidorejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Situs Balekambang, Desa Sidorejo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah obersevasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses reproduksi mitos mandi pada malam Jumat Kliwon dilakukan dengan menjadikan mitos sebagai komoditas, kemudian mendistribukannya dengan melakukan pembangunan di sekitar situs. Pelaksanaan mandi yang semula harus membakar sesaji atau dupa sekarang hanya perlu mengucapkan keinginan dalam hati saja. Adapun perubahan yang dialami masyarakat yaitu berkaitan dengan mata pencaharian yang semakin beragam dan interaksi yang positif untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10